Anda di halaman 1dari 7

4.

Pengkajian Aspek Manajerial

1. Rencana Kerja Sekolah (RKS)


Pengkajian Rencana Kerja Sekolah (RKS) di sekolah sendiri (SDN
Cangkuang 02) maupun di sekolah lain (SDN Cangkuang 01) yang
dilaksanakan oleh calon kepala sekolah melalui 8 aspek pengkajian yang
meliputi prinsip- prinsip penyusunan RKS, pembentukan tim kerja
sekolah, menetapkan kondisi sekolah saat ini, menetapkan kondisi sekolah
yang diharapkan, menyusun program dan kegiatan jangka menengah,
merumuskan rencana anggaran sekolah, merumuskan Rencana Kerja
Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS),
serta merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan
dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Berdasarkan apa saja yang calon kepala sekolah amati pada


Rencana Kerja Sekolah (RKS) SDN Cangkuang 02 maupun SDN
Cangkuang 01 berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, ketua
komite sekolah, serta petugas sekolah yang berkopeten, dapat calon kepala
sekolah uraikan sebagai berikut.

Pada penyusunan EDS, pemanfaatan EDS, mekanisme penyusunan


RKS, kelengkapan dokumen RKS, impelementasi RKS, serta evaluasi dan
laporan yang telah diamati oleh calon kepala sekolah, dengan tidak adanya
kesenjangan antara SDN Cangkuang 02 dan SDN Cangkuang 01.

Solusi Alternatif : Tinggal Kepala Sekolah meningkatkan yang lebih


baik lagi di masa yang akan datang.

2. Kajian Pengelolaan Keuangan Sekolah


a. Perencanaan pada Sekolah SDN Cangkuang 02, maupun SDN
Cangkuang 01 tidak menemui kesenjangan karena RKAS disetujui
dalam rapat Dewan Pendidik dalam hal ini komite sekolah.
b. Sumber Keuangan Sekolah
Sumber keuangan yang dimiliki oleh sekolah hanya yang
bersumber dari anggaran rutin, serta dari dana BOS sekolah, baik
sekolah magang satu, maupun sekolah magang dua.

Solusi Alternatif :kepala sekolah mengajukan pembentukan


dari perusahaan, yang termasuk sumber lain yaitu

31
PT Panasonik, sebuah perusahaan yang berdiri dekat
dengan sekolah, karena SDN Cangkuang 02 dan
SDN Cangkuang 01 berdekatan dengan perusahaan.

c. Mekanisme dan proses pengelolaan, kelengkapan dokumen


keuangan akuntabilitas dan pertanggungjawaban serta evaluasi dan
pelaporan tidak ada kesenjangan karena telah sesuai dengan aturan.

3. Kajian Pengelolaan Kurikulum


a. Pada proses penyusunan dokumen 1, kelengkapan isi dokumen,
pada kelengkapan isi hanya ada pada bagian yang belum memiliki
muatan lokal yang sesuai dengan karakter dan potensi daerah.
Solusi Alternatif : kepala sekolah bersama komite sekolah
serta steak holder membuat pengajuan untuk
program muatan lokal yang sesuai dengan karakter
dan potensi daerah.
b. Dokumen II
1) Pada silabus, komponen silabus, pengembangan silabus, pada
umumnya pada tiga dokumen tadi, tidak ada kesenjangan baik
SDN Cangkuang 02 maupun SDN Cangkuang 01.
2) Pada RPP, komponen RPP, identitas, rumusan SK dan KD,
indikator, tujuan pembelajaran, materi, metode, kegiatan
pembelajaran, penilaian, serta sumber belajar, tidak ada
kesenjangan baik di sekolah SDN Cangkuang 02 maupun di
SDN Cangkuang 01.

4. Kajian Pengelolaan Sarana dan Prasarana


Pada bagian perencanaan, pengadaan, perbaikan, perawatan,
pemberdayaan, penghapusan, inventaris, serta pelaporan. Setelah calon
kepala sekolah amati dan dicari informasi dari kedua sekolah, tidak ada
kesenjangan baik di SDN Cangkuang 02 maupun di SDN Cangkuang
01.

5. Kajian Pengelolaan Peserta Didik


Penerimaan peserta didik, orientasi peserta didik baru, administrasi
peserta didik, kenaikan kelas, dan kelulusan, peraturan dan kode etik,
organisasi kesiswaan, layanan BK, layanan ekstrakulikuler, evaluasi
dan pelaporan, serta pembinaan prestasi. Pada umumnya tidak ada
kesenjangan baik SDN Cangkuang 02 maupun di SDN Cangkuang 01.
Pada bagian orientasi peserta didik baru, kepala sekolah beserta
guru- guru melaksanakan orientasi dengan cara pengenalan lingkungan
sekolah. Pada bagian pembinaan prestasi, kepala sekolah bersama

32
steak holder membentuk wadah penyaluran bakat dan minat. Baik di
SDN Cangkuang 02 maupun di SDN Cangkuang 01.

6. Kajian Pengelolaan Tenaga Administrasi Sekolah


a. Bagian Perencanaan, baik di SDN Cangkuang 02 maupun di SDN
Cangkuang 01 tidak memiliki kepala administrasi.
Solusi Alternatif :kepala sekolah bersama steak holder
memberdayakan tenaga administrasi yang ada.
Misalnya: operator sekolah.
SDN Cangkuang 02 tidak memiliki penjaga sekolah, sedangkan
SDN Cangkuang 01 memiliki satu orang penjaga sekolah.
b. Pemenuhan kualifikasi di SDN Cangkuang 02 serta SDN
Cangkuang 01 tidak memiliki tenaga kepala administrasi.
Solusi alternatif :kepala sekolah bersama steak holder
memberdayakan tengaa administrasi yang ada.
c. Pemenuhan kebutuhan sesuai standar, pemenuhan kompetensi,
uraian tugas dan tata kerja, pembinaan, pengembangan, evaluasi/
penilaian kinerja, dan pelaporan tidak ada kesenjangan baik di
SDN Cangkuang 02 maupun di SDN Cangkuang 01.

7. Kajian Pengelolaan Pendidik dan Tenaga


a. Kepala sekolah (Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2007), guru
(Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2007) calon kepala sekolah
tidak menemukan kesenjangan di SDN Cangkuang 02 maupun di
SDN Cangkuang 01.
b. Tenaga administrasi sekolah (Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun
2008). Belum memiliki baik di SDN Cangkuang 02 maupun SDN
Cangkuang 01, begitu juga tenaga laboratorium.
c. Tenaga Perpustakaan (Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2008).
SDN Cangkuang 02 telah memiliki ruang perpustakaan, begitupun
dengan petugasnya. SDN Cangkuang 01 belum memiliki
tempatnya maupun petugasnya. Kepala sekolah SDN Cangkuang
01 terus berupaya agar ruang perpustakaan terwujud.
d. Kepala sekolah (Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2007). Kepala
sekolah, guru, perpustakaan, tidak ada kesenjangan jika dilihat dari
jumlah rombongan belajar dan tenaga guru. Meskipun di SDN
Cangkuang 02 dan SDN Cangkuang 01 sangat terbantu demi
kelancaran PMB oleh tenaga sukwan.

8. Kajian Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran


a. Kelengkapan sarana tidak ada kesenjangan baik di SDN
Cangkuang 02 maupun di SDN Cangkuang 01 yang belum ada

33
pesawat televisi, sedangkan untuk ruang computer dan ruang
multimedia disatukan dengan ruang guru.
b. Kompetensi/ kemampuan guru dalam pengoperasian TIK, serta
pelaksanaan TIK dalam pembelajaran dan perencanaan/ program
pengembangan TIK tidak ada kesenjangan baik di SDN
Cangkuang 02 maupun SDN Cangkuang 01.

9. Kajian Sistem Monitoring dan Evaluasi


Program monev, proses dan tata kerja monev, pengembangan dan
ketersediaan instrument monev, evaluasi pelaporan serta tindak lanjut,
pada umumnya tidak ada kesenjangan, karena hampir rutin
dilaksanakan baik di SDN Cangkuang 02 maupun SDN Cangkuang 01.

5. Peningkatan Kompetensi Berdasarkan AKPK yang Kurang di Sekolah Kedua


(Magang kedua)

1. Latar Belakang
Nilai AKPK calon kepala sekolah untuk kompetensi kepribadian
62, kompetensi manajerial 52, kompetensi kewirausahaan 42, kompetensi
supervisi 44, dan kompetensi sosial 40.
Kompetensi sosial merupakan kompetensi yang paling lemah
dimiliki oleh calon kepala sekolah, oleh karena itu untuk meningkatkan
kompetensi sosial, maka calon kepala sekolah belajar tentang kompetensi
sosial di sekolah magang 2 yaitu di SDN Cangkuang 01.

2. Langkah Kegiatan
Untuk mengetahui kegiatan sosial yang dilaksanakan di SDN
Cangkuang 01, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, serta mengamati
dokumen- dokumen yang berkaitan dengan sosial di SDN Cangkuang 01,
untuk dipelajari dan dijadikan bahan laporan hasil pembelajaran sosial di
sekolah magang 2.

3. Hasil
Berdasarkan langkah kegiatan yang calon kepala sekolah kerjakan di SDN
Cangkuang 01 dengan pemaparan sebagai berikut.

Pelaksanaan Kompetensi Sosial:


a. Rencana Pelaksanaan Kompetensi Sosial
Kepala SDN Cangkuang 01 merencanakan pelaksanaan program sosial
kepada guru sebanyak dua kali dalam setahun.
Adapun kegiatan sosial ini menitikberatkan pada kegiatan yang ada di
sekitar sekolah SDN Cangkuang 01.

34
b. Pendekatan Kegiatan Sosial
Pendekatan Kegiatan Sosial dititikberatkan pada lingkungan sekolah,
teutama pada guru, siswa maupun pada masyarakat sekitar yang dekat
dengan lingkungan sekolah. Pendekatan yang dilaksanakan meliputi
dua cara, antara lain: pendekatan individual dan pendekatan klasikal
(menyeluruh). Pendekatan individual yaitu pendekatan antara
seseorang pada orang lain, dengan kata lain pendekatan dari hati ke
hati. Adapun klasikal (global) yaitu pendekatan seorang terhadap orang
banyak dalam pendekatannya secara menyeluruh.
c. Teknik Pendekatan Sosial
Teknik Pendekatan Sosial yang akan digunakan dalam melaksanakan
interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan guru, guru
dengan kepala sekolah, kepala sekolah dengan orang tua siswa. Jika
hubungan tersebut dapat terlaksana, maka akan tercapai segala
keinginan yang telah diprogramkan oleh pihak sekolah.
d. Rencana Pelaksanaan Sosial di SDN Cangkuang 01 Kecamatan Leles,
Kabupaten Garut
Rencana pelaksanaan disesuaikan dengan program sosial yang sudah
dirancang, yaitu kegiatan sosial antara siswa dengan siswa, siswa
dengan guru, guru dengan kepala sekolah, kepala sekolah dengan
pihak orang tua/ wali siswa. Pelaksanaan kegiatan sosial ini
dititikberatkan pada kegiatan sekolah.

Hasil pengamatan yang dapat diamati dan dipelajari

1. Pelaksanaan kegiatan sosial ini ditekankan pada lingkungan sekolah


terutama siswa. Dalam kegiatan sosial ini telah dilaksanakan kegiatan
antara lain:
a. Setiap hari kamis diadakan kamis berbagi. Jadi, semua siswa yang
ada di SDN Cangkuang 01 setiap hari kamis menyisihkan sebagian
uang jajannya untuk disumbangkan. Besarnya sumbangan tersebut,
paling sedikit Rp. 500,- (lima ratus rupiah), dan paling besarnya
tidak dibatasi, bergantung keinginan siswa untuk berbagi pada
sesama temannya.
b. Kegunaan uang kamis berbagi tersebut digunakan untuk
menjenguk siswa yang sakit, siswa tersebut sudah lebih dari tiga
hari sakit, sehingga dijenguk oleh temannya dan guru kelasnya.
c. Digunakan untuk membantu anak yang belum mampu membeli
kebutuhan sekolah. Misalnya sepatu, seragam sekolah, alat tulis,
dan sebagainya.

35
d. Digunakan juga untuk peralatan kebersihan di WC, misalnya
membeli alat- alat yang diperlukan di WC untuk kepentingan
warga sekolah, terutama warga SDN Cangkuang 01.
e. Digunakan juga untuk menolong sesama bagi warga yang ada di
sekitar lingkungan sekolah yang perlu dibantu. Misalnya:
memberikan bantuan sembako dan lain- lain.
2. Aspek- aspek yang menjadi sasaran kegiatan sosial adalah siswa SDN
Cangkuang 01
Setiap hari kamis, seminggu sekali selalu menyisihkan dari jumlah 150
siswa. Tapi kadang- kadang ada juga guru menambahkan sedikit rejeki
yang disisihkan pada kegiatan kamis berbagi.
3. Teknik yang dikembangkan oleh kepala sekolah dalam melaksanakan
kegiatan sosial di lingkungan SDN Cangkuang 01, dengan cara
menggilirkan kotak untuk dikelilingkan pada tiap kelas. Tapi tetap, tiap
kelas dicatat siapa saja yang memberikan sumbangan pada hari itu.
Tujuannya agar diketahui siapa saja yang biasa memberikan
sumbangannya, bagi yang jarang mungkin tidak punya atau dengan
alasan lain.
Dalam laporan tiap hari tersebut, akan terlihat anak yang rajin
memberikan sumbangan, dan anak yang malas memberikan
sumbangan. Dalam hal ini, guru- guru juga selalu memberikan
motivasi agar anak merasa bagaimana jika sewaktu- waktu kita tidak
memiliki harta, padahal harta itu titipan dari yang Maha Kuasa,
sewaktu- waktu Allah akan mengambilnya kembali. Karena kita tidak
bisa hidup terdiri, mungkin pada suatu waktu kita memerlukan bantuan
orang lain.
4. Kendala Kepala Sekolah dalam melaksanakan kegiatan sosial di SDN
Cangkuang 01 menemui banyak kendala- kendala atau hambatan yang
dihadapi, misalnya ada salah seorang orang tua siswa belum
memahami dengan kegiatan kamis berbagi ini, padahal jika dikaji lebih
jauh lagi, banyak manfaatnya.
Ada juga kendala lain, ada anak yang selalu mementingkan
kepentingan pribadi, tidak mempedulikan kepentingan orang lain.
Ada juga guru yang belum ada respon dengan kegiatan kamis berbagi
tersebut. Padahal jika dikaji lebih jauh mengenai kegiatan sosial di
SDN Cangkuang 01 ini banyak manfaatnya, antara lain:
a. Bekerja sama
b. Saling menolong sesama
c. Tidak mementingkan diri sendiri
d. Menolong yang lemah oleh yang kuat

36
Dan masih banyak lagi manfaat kamis berbagi ini. Setelah
menelaah, melihat, melaksanakan kamis berbagi ini, tidak saja kendala
yang telah dipaparkan di atas.

Insya Allah meskipun jalan menuju kebaikan ini masih banyak


jalan berliku untuk menjalaninya. Selain kegiatan kamis berbagi,
mudah- mudahan kedepannya SDN Cangkuang 01 lebih baik terutama
pada kompetensi sosial yang dianggap lemah oleh kami, dan
khususnya kami yang lemah dalam kompetensi sosial lebih baik lagi di
masa yang akan datang. (foto kegiatan terlampir).

37