Anda di halaman 1dari 13

KULTUR BAKTERI Aeromonas sp.

PADA MEDIA AGAR

Disusun oleh:
Shifa Aubriana Schram (NIM. 15051102025)

LAPORAN PRAKTIKUM DIAGNOSA & KONTROL PENYAKIT IKAN


PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2017

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum
Diagnosa dan Kontrol Penyakit Ikan, yaitu Kultur Bakteri Aeromonas sp. Pada Media Agar
Laporan ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan Laporan ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan laporan ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik
yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan laporan ini. Atas
perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Manado, September 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................... 2


I. PENDAHULUAN .................................................................................................................. 4
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................... 4
2. Tujuan dan Manfaat .......................................................................................................... 4
II. TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................................... 5
2.1. Aeromonas hydrophila .................................................................................................. 5
2.1.1. Morfologi ..................................................................................................................... 6
2.2. Media Agar ..................................................................................................................... 7
III. METODE PRAKTIKUM ................................................................................................. 9
A. Waktu dan Tempat ........................................................................................................ 9
B. Alat dan Bahan ............................................................................................................... 9
C. Prosedur Kerja ............................................................................................................... 9
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................................ 10
A. Hasil ............................................................................................................................... 10
B. Pembahasan .................................................................................................................. 10
V. PENUTUP ......................................................................................................................... 11
A. Kesimpulan ................................................................................................................... 11
B. Saran.............................................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................. 12
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................................... 13

3
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Medium adalah bahan yang terdiri dari campuran zat-zat untuk menambahkan
mikroba. Selain itu juga berguna untuk isolasi sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah
mikroba dalam suatu bahan. Begitu tersedia kodisi yang memuaskan untuk kultivasi, maka
reproduksi dan pertumbuhan bakteri dapat diamati dan diukur, untuk menentukan pengaruh
berbagai kondisi baik terhadap reproduksi dan pertumbuhan bakteri tersebut, dan untuk
menentukan perubahan-perubahan apa saja yang dihasilkan oleh bakteri di dalam lingkngan
tumbuhnya.
Penyakit yang menyerang ikan tropis tawar pada umumnya adalah bakteri. Infeksi
bakteri biasanya timbul apabila ikan menderita stres. Kematian banyak terjadi pada ikan yang
menderita stres karena serangan bakteri yang menyebabkan infeksi. Bakteri Aeromonas
hydrophila salah satu bakteri yang mengakibatkan penyakit dan mampu menyebabkan
kegagalan budidaya ikan air tawar. Bakteri ini menyerang berbagai jenis ikan air tawar seperti
Lele Dumbo, (Clariusglariepinus), Ikan mas (Cyprinus carpio), Gurami (Osphronemus
gouramy) dan Udang Galah (Macrobracium rusenbergil).

2. Tujuan dan Manfaat


Mengetahui bagaimana mengkultur bakteri pada media agar

4
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Aeromonas hydrophila
Aeromonas hydrophila merupakan bakteri heterotrofik uniseluller, tergolong protista
prokariot yang dicirikan dengan tidak adanya membran yang memisahkan inti dengan
sitoplasma. Bakteri ini biasanya berukuran 0,7 1,8 x 1,0 1,5 m dan bergerak menggunakan
sebuah polar flagel. Aeromonas adalah anggota dari famili Aeromonadaceae yang umumnya
hidup di air tawar.Aeromonas hydrophila juga ditemukan di tanah, perairan asin dan juga
ditemukan pada air minum yang diklorinasi dan non-klorinasi.
Bakteri Aeromonas hydrophila termasuk bakteri Gram negatif, yang sifatnya oksidasi
positif dan mampu memfermentasi beberapa jenis gula, seperti glukosa, fruktosa, maltosa dan
trehalosa. Bakteri Gram negatif mempunyai lapisan peptidaglikan yang tipis, terdiri atas 1-2
lapis sehingga pori-pori pada dinding sel Gram negatif cukup besar.Permeabilitasnya yang
tinggi memungkinkan terjadi perlepasan kompleks ungu kristal-yodium (UK-Y), sehingga
bakteri berwarna merah.Bakteri Gram negatif mempunyai dinding sel yang mengandung lipid,
lemak, atau substansi seperti lemak dengan persentase yang lebih tinggi. Dalam proses
pewarnaan Gram, pencucian dengan alkohol akan menyebabkan lemak tersebut terekstraksi
sehingga bakteri berwarna merah atau merah muda karena menyerap zat warna safranin
(Ciprino, 2001).Aeromonas hydrophila menyebabkan penyakit yang dikenal dengan Motile
Aeromonas Septicemia (MAS), Hemorrhagic Septicemia, penyakit ulcer atau Red-Sore
Disease. Sinonim dari penyakit ini berhubungan dengan gejala serangan penyakit yang
disebabkan bakteri atau racun yang ditimbulkan bakteri yaitu septicemia pada permukaan
tubuh ikan dan organ tubuh ikan lainnya. Bakteri ini adalah bakteri gram negatif berbentuk
batang yang biasanya diisolasi dari kolam air tawar. Bakteri ini adalah organisme yang
biasanya ditemui pada saluran pencernaan ikan. Penyakit yang diakibatkan bakteri ini
menyerang berbagai jenis spesies ikan air tawar. Adapun klasifikasi dari bakteri ini, sebagai
berikut:

Domain: Bacteria
Kingdom:Proteobacteria
Phylum: Gammaproteobacteria

5
Class: Aeromonadales
Genus: Aeromonas
Species:A. hydrophila
Binomial name
Aeromonas hydrophila

2.1.1. Morfologi
Aeromonas hydrophila merupakan bakteri berbentuk batang, bersifat motil karena
mempunyai satu flagel (monotrichous flagella) yang keluar dari salah satu kutubnya,
berukuran 1-4 x 0,4-1 mikron, fakultatif aerobik, tidak berspora. Bakteri ini umumnya
hidup di air tawar yang mengandung bahan organik yang tinggi dan senang hidup di
lingkungan bersuhu 15-30 oC pada pH antara 5,5-9.
Karakteristik yang lain adalah kemampuan tumbuh pada temperatur 37 oC dan
NaCl 4%. Beberapa isolat dideteksi dalam kemampuan produksi pigmen coklat yang dapat
dikelirukan dalam diagnose dengan Aeromonas salmonicida. Aeromonas hydrophylla
mempunyai morfologi koloni kuning, bentuk sirkuler dengan sudut batas konveks dan tepi
koloni penuh, sedangkan pada pengecatan Gram tampak berwarna merah dan berbentuk
batang. Aeromonas adalah bakteri yang motil dengan panjang 1-4m. morfologi koloninya
sama dengan batang enteric gram negative, dan mereka menghasilkan hemolisis yang
berzona besar pada agar darah. Spesies Aeromonas berbeda dari batang enteric gram
negative dilihat dari adanya reaksi oksidase positifnya pada pertumbuhan yang di dapat
dari cawan agar darah. Spesies ini juga berbeda dengan Vibrio dilihat dari munculnya
resistensi terhadap campuran O/129 dan sulitnya pertumbuhan pada media yang
mengandung 6% NaCl (Jawetz, 2005). Bakteri aeromonas termasuk ke dalam family
Pseudomonadaceae dan terdiri dari tiga spesies utama, yaitu A. punctata, A.Hydrophila
dan A.liquiefacieus yang bersifat pathogen. Bakteri aeromonas umumnya hidup di air
tawar, terutama yang mengandung bahan organik tinggi. Terdapat pula pendapat bahwa
bakteri aeromonas dapat hidup dalam saluran pencernaan (Afrianto dan Liviawaty, 1992).
Aeromonas hydrophilla merupakan bakteri yang umumnya dapat diisolasi dari air
segar dan juga memiliki habitat yang normal pada saluran gastrointestinal. Bakteri ini
merupakan patogen oportunistik. sehingga sangat umum dijumpai di air dan memiliki

6
beragam serotype yang berbeda tingkatan virulensinya, tetapi pada ikan-ikan yang
ketahanan tubuhnya menurun seperti pada ikan yang mengalami stress, karena kualitas air
yang buruk, kekurangan pakan, atau pada pemeliharaan dengan padat tebaran tinggi, maka
bakteri ini menjadi patogen sehingga baru nampak gejala klinisnya. Patogen berarti dapat
menyebabkan penyakit apabila ada faktor pendukung yang lain. Oportunistik berarti pada
umumnya tidak menyebabkan penyakit apabila factor yang lain tidak timbul. Jadi, istilah
pathogen oportunistik menunjukkan bahwa Aeromonas hydrophilla mampu menimbulkan
penyakit apabila ada factor lain yang mendukung. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri
ini khususnya menyerang ikan air tawar seperti catfish dan ikan kakap putih yang
dipelihara di tambak bersalinitas rendah, beberapa spesies bass dan berbagai spesies dari
ikan tropis maupun ornamental (White, 1991 dan Irianto, 2005).
Bakteri ini menyebabkan penyakit bercak merah atau Bacterial Haemorrhagica
Septicemia (BHS) atau Motile Aeromonas Septicemia (MAS), Ulcer Disease, Red Sore
Disease. Bermacam-macam sinonim dari penyakit ini berhubungan dengan lesi yang
disebabkan oleh bakteri ini, mencakup septisemia di mana bakteri atau toksin bakteri
muncul pada berbagai organ dari ikan dan ulcer pada kulit ikan (White, 1991).
Aeromonas hydrophilla memiliki toksin berupa endotoksin yang merupakan bagian
integral dari dinding sel bakteri Gram negatif yang dilepas seluruhnya pada bakteri yang
mati dan sebagian di lepas selama pertumbuhan. Kemungkinan tidak dilepaskan untuk
aktivitas biologi. Endotoksin berupa lipopolisakarida komplek. Lipid A bertanggung jawab
terhadap toksisitas. Untuk reseptor yang spesifik tidak ditemukan dalam sel. Sintesis
endotoksin dilakukan oleh gen kromosom (Brooks dan Morse, 2001). Menurut Govan, dkk
(1981) sel yang rusak oleh toksin bakteri Aeromonas hydrophilla akan mengalami
degenerasi ataupun nekrosis sehingga akan melepaskan enzim yang menyebabkan
keluarnya phospat organic dan terjadi perubahan pH sehingga terjadi deposit kalsium.

2.2.Media Agar
Menumbuhkan mikroorganisme yang sudah dibiakkan (murni) digunakan media.
Media merupakan campuran dari beberapa zat-zat makanan untuk pertumbuhan mikroba dan
berfungsi sebagai nutrisi bagi mikroba tersebut. Media adalah suatu subtansi yang terdiri dari

7
campuran zat zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
biakan jasad renik (mikroorganisme).
Media dapat berbentuk padat, cair dan semi padat. Didalam laboratorium mikrobiologi,
kultur media sangat penting untuk isolasi pengujian sifat sifat phisis dan biokhermis bakteria
serta untuk diagnosa suatu penyakit. Media dibedakan berdasarkan fase (sifat fisik media),
yaitu media padat, media setengah padat, media cair, dan berdasarkan komposisinya, yaitu
media sintesis, media semi sintesis, dan media non sintesis.
Media kultur padat diperoleh dari dengan menambahkan agar agar. Agar-agar berasal
dari ekstrak ganggang merah. Kandungangalaktan pada agar sebagai pemadat adalah 1.52.0%
dan membeku pada suhu 45 C.Agar - agar susah diuraikan oleh bakteri.

8
III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 2017, bertempat di
Laboratorium Penyakit dan Toksikologi Lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan dan, Universitas Sam Ratulangi, Manado.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah media agar TSA (Triptic Soy
Agar), alkohol 70%, aquades, bola durhan, cawan petri, timbangan digital, spritus, sarung
tangan, masker, incubator, autoclave, bakteri aeromona, jarum ose dan kamera
dokumentasi
C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja dalam praktikum manajemen kualitas air ini adalah sebagai berikut:
1. Sterilkan alat-alat yang akan digunakan ke dalam autoclave yang sudah di isi aquades
(petridish, botol durhan, jarum ose)
2. Timbang Typtic Soy Agar sebanyak 4 gram dengan menggunakan timbangan digital
3. Masukkan agar yang sudah di timbang ke dalam botol durhan yang telah diisi aquades
sebanyak 100 ml kemudian panaskan di atas pemanas (Bunsen) sampai agar tercampur,
mendidih dan berubah menjadi bening (putar durhan selama proses perebusan supaya
tidak terjadi penggumpalan)
4. Tunggu sampai dingin lalu tuang ke dalam cawan petri yang sudah disiapkan
5. Biarkan agar sampai mengeras di dalam incubator dengan suhu 20OC
6. Selanjutnya sterilkan ujung jarum ose pada api, lalu ambil bakteri Aeromonas
menggunakan jarum ose
7. Gores bakteri di atas media agar dengan pola zig zag
8. Bungkus cawan petridish yang sudah di gores menggunakan alluminium foil lalu
masukkan ke dalam incubator
9. Amati pertumbuhan dan bertamhnya jumlah bakteri setelah 1x24 jam.

9
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Hasil Pengamatan pada Praktikum dengan ini dapat dilihat pada gambar berikut :

B. Pembahasan
Berdasarkan pengamatan dalam hasil praktikum kultur bakteri Aeromonas sp pada
media agar TSA, bahwa bakteri bertumbuh dalam kurun 1x24 jam didalam media TSA.
Trypticase Soy Agar (TSA) merupakan media agar yang digunakan untuk kegiatan
pengisolasian dan pembudidayaan berbagai macam mikroorganisme yang bersifat aerobik.
Medium ini digunakan untuk berbagai tujuan yang mencakup pemeliharaan stok budidaya,
isolasi berbagai macam spesies mikroorganisme, serta sebagai dasar untuk media termasuk
darah. Komposisi dari TSA ini antara lainApproximate Formula* Per Liter Purified Water,
Pancreatic Digest of Casein, Papaic Digest of Soybean, Sodium Chloride, Agar.
Aeromonas sp tidak dapat diisolasi pada suhu lebih besar dari 450OC, kepadatan
tertinggi terjadi pada 350OC, sepanjang gradien termal mulai dari 200 sampai 720OC
karena dapat mengakibatkan kematian. Bakteri Aeromonas sp dapat bertumbuh dalam
waktu 1-2 hari sesudah di isolasi, Bakteri Aeromonas hydrophila, merupakan bakteri
negatif, dianggap sebagai salah satu bakteri patogen yang paling penting pada hewan air di
daerah beriklim sedang.

10
V. PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan tersebut, maka dapat disimpulkan
beberapa hal sebagai berikut :
Aeromonas hydrophila merupakan bakteri heterotrofik uniseluller, tergolong
protista prokariot berukuran 0,7 1,8 x 1,0 1,5 m dan bergerak menggunakan sebuah
polar flagel. Bakteri ini umumnya hidup di air tawar yang mengandung bahan organik yang
tinggi dan senang hidup di lingkungan bersuhu 15-30 oC pada pH antara 5,5-9.
Menumbuhkan mikroorganisme yang sudah dibiakkan (murni) digunakan media.
Bakteri Aeromonas sudah bertumbuh ddalam kurun waktu 1x24 jam didalam media
agar. Media merupakan campuran dari beberapa zat-zat makanan untuk pertumbuhan
mikroba dan berfungsi sebagai nutrisi bagi mikroba tersebut. Media adalah suatu subtansi
yang terdiri dari campuran zat zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan
dan perkembangan biakan jasad renik (mikroorganisme).

B. Saran
Seharusnya praktikum ini mahasiswa ikut dalam menyiapkan alat dan bahan dan
juga turut serta dalam proses sterilisasi alat, agar mahasiswa mengetahui langkah sterilisasi
alat dan mandiri dalam menyiapkan alat dan bahan praktikum itu sendiri.

11
DAFTAR PUSTAKA

Nurfitrirahim. 2013. Laporan Pembuatan Media Agar Untuk Bakteri Dan Jamur. http://nurfitrira
him.wordpress.com/2013/01/18/laporan-pembuatan-media-agar-untuk-bakteri-dan-
jamur/. Diakses: 2/09/2017.
Eternity Summer. 2016. Laporan Mikrobiologi - Media Pertumbuhan & Sterilisasi. http://sunshin
ecuties.blogspot.co.id/2016/02/laporan-mikrobiologi-media-pertumbuhan.html. Diakses:
2/09/2017.
Ilmu Pengetahuan. 2015. Laporan Praktikum Uji Patogen Aeromonas Pada Ikan Nila Bdp
Unsyiah. https://agnymar.blogspot.co.id/2015/01/laporan-praktikum-uji-patogen-aeromo
nas.html. Diakses: 2/09/2017.

12
DAFTAR LAMPIRAN

A. Alat dan Bahan

Gambar 1. Alat dan bahan

Gambar 2. Kamera Dokumentasi

B. Proses Pengamatan

Gambar 3. Proses perebusan agar dan aquades dalam botol durhan


13

Anda mungkin juga menyukai