Anda di halaman 1dari 4

Doni adalah seorang anak gaul dikotanya, dia sangat suka merokok.

Doni sudah sering ditegur keluarga


dan teman2nya karena kebiasaan buruknya itu..

Doni merasakan sesak nafas dan batuk2, tetapi doni tidak menghiraukan gejala2 tersebut, karena
menurut doni penyakitya hanya batuk biasa. Gejala2 tersebut semakin lama semakin parah, puncaknya
doni merasakan sesak yang berat dan batuk darah.

Doni: uhuk.. uhukk aku kok batuk terus ya?


Doni: uhuk uhuk hzz why I keep coughing?

Pacar: yaampun yang batuk kamu kok tambah parah si.. udah periksa ke dokter belum?
Pacar: OMG hon, your cough is getting worst. Do you already go to the doctor?

Doni: gausah deh.. baatuk biasa aja ini uhuuk uhuuk (ada darah). ~~kaget~~~
Doni: I dont need it. Its just an ordinary cough. It will be better soon. Uhuk uhuk (there is blood)
speechless.

Pacar: tuh kan.. ayuk kedokter yang


Pacar: Oh My God! Just go to the doctor now! NO EXCUSE! Come on!

Doni: (diem)
Doni: Speechless

Dan tidak memeriksakan dirinya ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Karena paksaan dari 0 6
teman2nya doni akhirnya mau melakukan pemeriksaan di dokter terdekat, tetapi dokter tersebut
menyarankan doni untuk memeriksakan diri di rumah sakit besar untuk pemeriksaan lebih rinci.
(ruang dokter).
Dokter : ~~memeriksa keadaan doni~~

Doni: bagaimana keadaan saya dok?


Doni: So doc, what happen to me?

Dokter: saya tidak bias menyimpulkan keadaan anda,, tapi sebaiknya kita lakukan pemeriksaan lebih
lanjut
Dokter: I cant take the conclusion now. I see something wrong but we have to take another test to
prove it. Do you smoke? how long have you coughed?

Doni: kok gitu si dok.. dokter kan seharusnya bias tau saya sakit apa,, kok ya rugi sekolah jadi dokter
tapi gg bias tau penyakit saya
Doni: Hah? Why? You should know whats wrong with me. Of coarse, Im a smoker. Hm I dont know. 3
weeks maybe.

Dokter: yah saya kan bukan dukun,, dan penyakit itu butuh pemeriksaan yang lebih lanjut biar hasilnya
akurat
Dokter: Hm, Listen to me, making diagnose is not that easy. We can not make by our subjective mind.
We need prove, that s why I need another test. You wont get wrong diagnose, right?
Doni: awas lo ya sampe ga tau penyakit saya setelah pemeriksaan lagi
Doni: OK! Ill wait the result.

~~doni mengikuti prosedur pemeriksaan dokter tersebut~~

Dokter: (melihat-lihat hasil pemeiksaan dengan kecewa) menggeleng-geleng kepala karena merasa
hasilnya tidak memuaskan. Dari hasil pemeriksaan ini,, saya menyimpulkan bahwa anda menderita
kanker paru stadium 2.. di paru sebelah kiri anda terdapat benjolan berdiameter 4cm
Dokter: Oke first I really feel so sorry to say this, from this result, em.... heh.... you get lungs cancer and
its already stadium 2. There so much sputum in your right lung. Well and if you see this, so red, right?

Doni: apa dok? Ahh,, jangan mengarang yg enggak2 dok.. wong saya lo Cuma batuk biasa..
Doni: Hah? Are you kidding me doc? No no no! Impposible. (Nodong dokter) dont play with me to get
my money doc!

Dokter: anda percaya atau tidak percaya kepada saya itu terserah, karena ini sudah terbukti bahwa
anda menderita kanker paru.. sebaiknya anda melakukan pengobatan agar penyakit anda tidak
meyebar.. dan kalau berhasil insya allah bias sembuh
Dokter: Hei calmdown. Im not kidding. Im serious. Thats what I get from your last test. Oke sir, Now
you have to focus on your medication. If you are agree, you will get chemoteraphy. We have to make
quick decision. I afraid this cancer spread to another parts of your body before we make treatment.

Doni: saya masih tidak percaya dok.. saya masih sehat..


Doni: I still cant believe doc. Of Coarse Im healthy. Uhuk uhuk.

Dokter: be patient sir.

Hasil dari pemeriksaan dirumah sakit besar tersebut Doni divonis kanker paru-paru oleh
dokter. Kisah kehidupannya yang sebelumnya sering dia bangga-banggakan kini serasa hancur tiada arti
lagi. Doni tahu kanker paru-paru merupakan penyebab kematian paling utama dibandingkan kanker-
kanker lainnnya.
..

SETELAH BEBERAPA BULAN melakukan pengobataan di rumah sakit, kanker doni bukannya sembuh
tetapi malah bertambah buruk. Doni merasakan kalau hidupnya hancur karena panyakit tersebut, dia
menyesal karena tidak mendengarkan nasihat keluarga dan teman2nya.
~@jembatan dengan pacar~

Doni: percuma aku hidup,, percuma aku berobat, sakitku gak akan sembuh.. biaya pengobatan gak ada
habisnya,, kasihan orang tua banting tulang buat biaya pengobtan dan biaya makan sehari2, hidup
tambah susah .. ya Tuhan lebih baik kau ambil saja nyawa ini..
Doni: My life is useless! just bothering my parents. why me? Why? Oh God, I'd rather die than I suffer
like this. Why!!!!!!!!!!!
flashback
(berdiri di pinggir jembatan mau melompat bunuh diri tapi gak jadi karena ada yang menegur dan
memotivasi)
Pacar: berhenti sayang,, aku mohon jangan lompat, kamu masih bisa sembuh, kau cukup bersabar dan
semangat menjalaninya
Pacar: Honey please dont do that! You can be healed. We have to believe.

Doni: sabar, sabar,,, kurang sabar bagaimana aku, kurang semangat bagaimana aku. Aku sudah sudah
sabar dan bersemangat untuk menjalani pengobatan tapi apa yang aku dapat, aku semakin parah dan
sudah banyak uang yang aku keluarkan. Sudahlah lebih baik aku mati
Doni: Hah? Believe? Just see me now, what do I get? Im just getting worst.

Pacar: tidak sayang tidak,,, aku mohon jangan.


Pacar: Dont please dont do that. I love you.

Teman cewek: ada apa ini..?


Teman cewek: Hey, what happened?

Pacar: (murung) tolong nasehati dia,, dia mau bunuh diri


Pacar: I dont know. I dont what I have to say again. Im done. He never listen to me.

Teman cewek: apa dia menyerah?


Teman cewek: does he give up?

Pacar: dia merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi, dia mau bunuh diri.. tolong bantu aku
mencegahnya.. aku gak mau ditinggalin
Pacar: he feel useless. He want to die. Please help me.

Teman cewek: ya, ya baiklah, aku akan berusaha menasehatinya.


Teman cewek: hmm calm down nov. Let me try to talk with him.

Pacar: aku mohon nasehati dia..


Pacar: huhuh oh my God, yes huhu please.

Teman cewek: iya...


Teman cewek: hm yess.

Pacar: jangan ikut campur kamu, sana pergi..


Teman cewek: siapa yang ikut campur? Kamu mau mati ato enggak itu buakn urusan aku don..
Doni: yaudah sana pergi, tinggalin aku
Teman cewek: aku bakal pergi setelah aku ngomong sesuatu sama kamu
Doni: apa? Cepetan?
Temen cewek: oke, tapi kahus bener2 dengerin dan pikirin baik2
Doni: ok
Temen cewe: kamu mau mati? Silahkan. Mau lompat dari sini? Silahkan. Kalo mau mati mending
ditempat sepi aja, biar cepet mati sekali. Tapi kamu gg kasian apa sama orang2 yang sayang sam kamu?
Orang tua kamu yang membesarkan kamu dan berusaha untuk mengobati penyakit kamu
Doni: ~~diam~~
Temen cewe: lihat pacar kamu, dia gak ninggalin kamu meskipun kamu sakit kan? Sakitmu ini berawal
dari kebiasaanmu sendiri? Sekarang kamu lebih baik perbaiki diri.. rajin2lah beribadah kepada Tuhan..
siapa tahu kamu diberi keajaiban
Doni: apakah tuhan akan baik terhadapku jika aku kembali kejalannya lagi?
Teman cewe: tuhan maha baik don

Hari berganti minggu... Minggu berganti bulan...

Kini doni terbaring lemah di sebuah pembaringan rumah sakit, sudah tiga hari ini kondisi kesehatannya
benar-benar menurun.
Doni memandang temannya yang duduk di sisi tempat tidur, Doni memang sengaja memintanya
datang.

Doni: (tersenyum)masih ingat kejadian beberapa bulan lalu saat aku bertanya-tanya apakah aku bisa
menemukan sebuah keajaiban yang dapat menghilangkan penyakitku?
Temen cewe: mengangguk pelan.
Doni: Sejak hari itu aku mendekatkan diri padaNya, aku banyak berdoa, memohon ampunan dan
rahmatNya. Tak lupa aku menyumbangkan sebagian penghasilanku untuk menolong mereka yang
membutuhkan bantuan dan mulai menasehati teman2nya. (dengan sesak nafas)
Temen cewe:
Doni: Untuk semua yang telah aku lakukan, telah aku berikan beberapa bulan ini, Allah ternyata masih
tak berkenan memberikan keajaiban itu untukku.
Temen cewe:
Doni: Tapi aku tak bersedih
Teman cewe:
Doni: Aku tak marah atas apa yang menimpaku, dan aku tak menyesal telah berbuat kebaikan pada
mereka meskipun awalnya aku mengharapkan sebuah kesembuhan dari Allah sebagai balasannya. Kini
aku merasa lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih dekat padaNya
Teman cewe: Dan pesanku yang terakhir untukmu,, Tak semua orang cukup beruntung bisa
mendapatkan keajaiban dariNya. Dan bila engkau termasuk di antara yang tak beruntung itu, janganlah
bersedih, janganlah kecewa. Karena engkau sendiri pun akan memberikan keajaiban-keajaiban untuk
kaum-kaum tak mampu yang membutuhkan begitu banyak keajaiban demi mempertahankan
kelangsungan hidup mereka. Dan itu, tak kalah berharganya...'

Sebaiknya kita memberi sama halnya seperti kita akan menerima, dengan riang, cepat, dan tanpa
keraguan;
Karena sesungguhnya tidak ada karunia dari manfaat yang menempel pada jari-jari kita