Anda di halaman 1dari 23

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Padi (Oryza sativa) adalah bahan baku pangan pokok yang vital bagi rakyat
Indonesia. Menanam padi sawah sudah mendarah daging bagi sebagian besar petani
di Indonesia. Mulanya kegiatan ini banyak diusahakan di pulau Jawa. Namun, saat
ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kegiatan
menanam padi di sawah.
Sistem budidaya padi biasanya didahului oleh membuat persemaian.
Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab
benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, kemudian
pengolahan tanah yang bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat
tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah) yang dikehendaki oleh
tanaman. Pengolahan tanah sawah terdiri dari beberapa tahap yaitu pembersihan,
pencangkulan, pembajakan, penggaruan, dan perataan.Dalam penanaman bibit padi
harus diperhatikan sebelumnya adalah persiapan lahan, umur bibit, dan tahap
penanaman. Dalam pemeliharaan meliputi penyulaman dan penyiangan, pengairan,
pemupukan, penyulaman dan penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit.
Pengolahan tanah bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan
yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati dan
membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah
menjadi jenuh air sehingga dapat menghemat air. Pada pengolahan tanah sawah ini,
dilakukan juga perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematang
(galengan) sawah diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasi
sehingga tidak boros air dan mempermudah perawatan tanaman.

B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksut dengan lahan basah ?
2. Bagaimana pengolahan tanah lahan basah ?
3. Baagaimana teknik budidaya padi dilahan basah ?
C. TUJUAN

Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca bisa lebih
mengetahui teknik budidaya pada tanama padi dilahan basah.
2

II. TINJAUAN PUSTAKA

B. Sejarah Tanaman Padi


Padi termasuk genus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25 spesies, tersebar
didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika dan Australia.
Menurut Chevalier dan Neguier padi berasal dari dua benua Oryza fatua koenig dan
Oryza sativa L berasal dari benua Asia, sedangkan jenis padi lainya yaitu Oryza
stapfii roschev dan Oryza glaberima steund berasal dari Afrika barat. Padi yang ada
sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f
spontania. Di Indonesia pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah
kering dengan sistim ladang, akhirnya orang berusaha memantapkan hasil usahanya
dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Tanaman padi yang dapat
tumbuh dengan baik didaerah tropis ialah Indica, sedangkan Japonica banyak
diusakan didaerah sub tropika.

B. Klasifikasi Tanaman Padi


Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : (suku rumput-rumputan)
Spesies : Oryza sativa L.

C. Morfologi Tanaman Padi


1. Akar
Berdasarkan literatur Aak (1992) akar adalah bagian tanaman yang berfungsi
menyerap air danzat makanan dari dalam tanah, kemudian diangkut ke bagian atas
tanaman. Akar tanaman padi dapat dibedakan atas :
3

a.Radikula
Akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah. Pada benih yang sedang
berkecambah timbul calon akar dan batang. Calon akar mengalami pertumbuhan ke
arah bawah sehingga terbentuk akar tunggang, sedangkan calon batang akan tumbuh
ke atas sehingga terbentuk batang dan daun.
b. Akar serabut(adventif)
Setelah 5-6 hari terbentuk akar tunggang, akar serabut akan tumbuh.
c. Akar rambut
Merupakan bagian akar yang keluar dari akar tunggang dan akar serabut. Akar ini
merupakan saluran pada kulit akar yang berada diluar, dan ini penting dalam
pengisapan air maupun zat-zat makanan. Akar rambut biasanya berumur pendek
sedangkan bentuk dan panjangnya sama dengan akar serabut.
d. Akar tajuk (crown roots)
Akar yang tumbuh dari ruas batang terendah. Akar tajuk ini dibedakan lagi
berdasarkan letak kedalaman akar di tanah yaitu akar yang dangkal dan akar yang
dalam. Apabila kandungan udara di dalam tanah rendah,maka akar-akar dangkal
mudah berkembang.Bagian akar yang telah dewasa (lebih tua) dan telah mengalami
perkembangan akan berwarna coklat, sedangkan akar yangbaru atau bagian akar
yangmasih muda berwarna putih.

2. Batang
Padi termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun
dari beberapa ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung kosong. Pada kedua ujung
bubung kosong itu bubungnya ditutup oleh buku. Panjangnya ruas tidak sama. Ruas
yang terpendek terdapat pada pangkal batang. Ruas yang kedua, ruas yang ketiga,
dan seterusnya adalah lebih panjang daripada ruas yang didahuluinya. Pada buku
bagian bawah dari ruas tumbuh daun pelepah yangmembalut ruas sampai buku
bagian atas. Tepat pada buku bagian atas ujung dari daun pelepah memperlihatkan
percabangan dimana cabang yang terpendek menjadi lidah daun (ligula), dan bagian
yamg terpanjang dan terbesar menjadi daun kelopak yang memiliki bagian auricle
pada sebelah kiri dan kanan. Daun kelopak yang terpanjang dan membalut ruas yang
paling atas dari batang disebut daunbendera. Tepat dimana daun pelepah teratas
menjadi ligula dan daun bendera, di situlah timbul ruas yang menjadi bulir padi.
4

Pertumbuhan batang tanaman padi adalah merumpun, dimana terdapat satu batang
tunggal/batang utama yang mempunyai 6 mata atau sukma, yaitu sukma 1, 3, 5
sebelah kanan dan sukma 2, 4, 6 sebelah kiri. Dari tiap-tiap sukma ini timbul tunas
yang disebut tunasorde pertama.

3. Daun
Padi termasuk tanaman jenis rumput-rumputan mempunyai daun yang
berbeda-beda, baik bentuk, susunan, atau bagian bagiannya. Ciri khas daun padi
adalah adanya sisik dan telinga daun. Hal inilah yang menyebabkan daun padi dapat
dibedakan dari jenis rumput yang lain. Adapun bagian-bagian daun padi adalah :
a. Helaian daun
Terletak pada batang padi dan selalu ada. Bentuknya memanjang seperti pita.
Panjang dan lebar helaian daun tergantung varietas padi yang bersangkutan.
b. Pelepah daun (upih)
Merupakan bagian daun yang menyelubungi batang, pelepah daun ini
berfungsi memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak, dan hal ini
selalu terjadi.
c. Lidah daun
Lidah daun terletak pada perbatasan antara helai daun dan upih. Panjang lidah
daun berbeda-beda, tergantung pada varietas padi. Lidah daun duduknya melekat
pada batang. Fungsi lidah daun adalah mencegah masuknya air hujan diantara batang
dan pelepah daun (upih). Disamping itu lidah daun juga mencegah infeksi penyakit,
sebab media air memudahkan penyebaran penyakit.
Daun yang muncul pada saat terjadi perkecambahan dinamakan coleoptile.
Coleoptilekeluar dari benih yang disebar dan akan memanjang terus sampai
permukaan air. Coleoptile baru membuka, kemudian diikuti keluarnya daun pertama,
daun kedua dan seterusnya hingga mencapai puncak yang disebut daun bendera,
sedangkan daun terpanjang biasanya pada daun ketiga. Daun bendera merupakan
daun yang lebih pendek daripada daun-daun di bawahnya, namun lebih lebar dari
pada daun sebelumnya. Daun bendera ini terletak di bawah malai padi. Daun padi
mula-mula berupa tunas yang kemudian berkembang menjadi daun. Daun pertama
pada batang keluar bersamaan dengan timbulnya tunas (calon daun) berikutnya.
5

Pertumbuhan daun yang satu dengan daun berikutnya (daun baru) mempunyai selang
waktu 7 hari,dan 7 hari berikutnya akan muncul daun baru lainnya.

4. Bunga
Sekumpulan bunga padi (spikelet) yang keluar dari buku paling atas
dinamakan malai. Bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua,
sedangkan sumbu utama malai adalah ruas buku yang terakhir pada batang. Panjang
malai tergantung pada varietas padi yang ditanam dancara bercocok tanam. Dari
sumbu utama pada ruas bukuyang terakhir inilah biasanya panjang malai (rangkaian
bunga) diukur. Panjang malai dapat dibedakan menjadi 3 ukuran yaitu malai pendek
(kurang dari 20 cm), malai sedang (antara 20-30 cm), dan malai panjang (lebih dari
30cm). Jumlah cabang pada setiap malai berkisar antara 15-20 buah, yang paling
rendah 7 buah cabang, dan yang terbanyak dapat mencapai 30 buah cabang. Jumlah
cabang ini akan mempengaruhi besarnya rendemen tanaman padi varietas baru,
setiap malai bisa mencapai100-120 bunga.
Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin
dua jenis dengan bakal buah yang diatas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai
sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai dua kandung serbuk.
Putik mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk
malai dengan warna pada umumnya putih atau ungu. (Departemen Pertanian, 1983)
Komponen-komponen (bagian) bunga padi adalah:
a. Kepala sari
b. Tangkai sari
c. Belahan yang besar (Palea)
d. Belahan yang kecil (Lemma)
e. Kepala putik
f. Tangkai bunga

5. Buah
Buah padi yang sehari-hari kita sebut biji padi atau butir/gabah,sebenarnya
bukan biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi
setelah selesai penyerbukkan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian lain
yang membentuk sekam atau kulit gabah.
6

D. Syarat Tumbuh
Tanaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak
mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih,
dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar
1500-2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 C. Tinggi
tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0-1500 m dpl. Tanah yang
baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi
pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam
jurnlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan
lapisan atasnya antara 18-22 cm dengan pH antara 4-7.
7

III. PADI LAHAN BASAH

A.Pengertian lahan basah

Lahan basah adalah suatu wilayah yang tergenang air, baik alami maupun
buatan, tetap atau sementara, mengalir atau tergenang, tawar asin atau payau,
termasuk di dalamnya wilayah laut yang kedalamannya kurang dari 6 m pada waktu
air surut paling rendah. Taman Nasional Komodo merupakan kawasan konservasi
yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi baik itu di wilayah terestrial
maupun perairan. Di wilayah perairan, lahan basah memiliki peranan yang sangat
vital bagi denyut nadi konservasi jangka panjang.

B. Teknik Budidaya
Teknik bercocok tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil
yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan
persemaian sampai tanaman itu bisa dipanen. Dalam proses pertumbuhan tanaman
hingga berbuah ini harus dipelihara yang baik, terutama harus diusahakan agar
tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit yang sering kali menurunkan
produksi.
1. Persemaian
Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan
persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di
persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu
persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan
bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.
2. Persiapan dan Pengolahan Tanah Sawah
Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat
tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah) yang dikehendaki oleh
tanaman. Pengolahan tanah sawah terdiri dari beberapa tahap :
a. Pembersihan
b. Pencangkulan
c. Pembajakan
d. Penggaruan
8

e. Perataan
3. Penanaman
Dalam penanaman bibit padi, harus diperhatikan sebelumnya adalah :
a. Persiapan lahan
Tanah yang sudah diolah dengan cara yang baik, akhirnya siap untuk
ditanami bibit padi.
b. Umur bibit
Bila umur bibit sudah cukup sesuai dengan jenis padi, bib it tersebut segera
dapat dipindahkan dengan cara mencabut bibit.
c. Tahap penanaman
Tahap penanaman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
1) Memindahkan bibit
Bibit dipesemaian yang telah berumum 17-25 hari (tergantung jenis padinya,
genjah/dalam) dapat segera dipindahkan kelahan yang telah disiapkan.
2) Menanam
Dalam menanam bibit padi, hal- hal yang harus diperhatikan adalah sistem
larikan (cara tanam), jarak tanam, hubungan tanaman, jumlah tanaman tiap lobang,
kedalam menanam bibit, cara menanam.
4. Pemeliharaan
Meliputi :
a. Penyulaman dan penyiangan
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyulaman yaitu bibit yang
digunakan harus jenis yang sama, bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang
terdahulu, penyulaman tidak boleh melelewati 10 hari setelah tanam, selain tanaman
pokok (tanaman pengganggu) supaya dihilangkan.
b. Pengairan
Pengairan disawah dapat dibedakan menjadi pengairan secara terus-menerus
dan pengairan secara piriodik.
c. Pemupukan
Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan
sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan/produksi.
d. Pengendalian Hama dan Penyakit
1) Hama putih (Nymphula depunctalis)
9

Gejala : Menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar
tulang daun, ulat menggulung daun padi.
Pengendalian : Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh
alami, menggugurkan tabung daun. Menggunakan BVR atau Pestona.
2) Padi Thrips (Thrips oryzae)
Gejala : Daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan
bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi.
Pengendalian: BVR atau Pestona.
3) Wereng
Penyerang batang padi : Wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), Wereng padi
berpunggung putih (Sogatella furcifera). Wereng penyerang daun padi : Wereng padi
hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).Merusak dengan cara mengisap cairan
batang padi dan dapat menularkan virus.
Gejala : Tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti
terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.
Pengendalian : Bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti
IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas
musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah. Penyemprotan BVR.
4) Walang sangit (Leptocoriza acuta)
Menyerang buah padi yang masak susu.
Gejala : Buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan
tidak enak, pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik
hitam.
Pengendalian : Bertanam serempak, peningkatankebersihan, mengumpulkan dan
memusnahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba. Penyemprotan
BVR atau Pestona.

C.Pemgolahan tanah

1. Pembersihan

Sebelum tanah sawah dicangkul harus dibersihkan lebih dahulu dari jerami-
jerami atau rumput-rumputan yang ada. Dikumpulkan di suatu tempat atau dijadikan
10

kompos. Sebaiknya jangan dibakar, sebab pembakaran jerami itu akan menghilangan
zat nitrogen yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman.

2. Pembajakan

Sebelum pembajakan, sawah harus digenangi lebih dahulu. Pembajakan


dimulai dari tepi atau dari tengah petakan yang dalamnya antara 12-20 cm.

Tujuan pembajakan adalah :

1. Mematikan dan membenamkan rumput.


2. Membenamkan bahan-bahan organis seperti : pupuk hijau, pupuk kandang
dan kompos sehingga tercampur dengn tanah.

Selasai pembajakan sawah digenangi air lagi selama 5-7 hari untuk mempercepat
pembusukan sisa-sisa tanaman dan melunakkan bogkahan tanah. Pembajakan sering
dilakukan dua kali yang pertama disebut membedah dan yang kedua disebut napis.

3.Penggaruan

Pada waktu sawah akan digaru genangan air dikurangi sehingga cukup hanya untuk
membasahi bongkahan-bongkahan saja. Penggaruan dilakukan berulang-ulang
sehingga sisa-sisa rumput terbenam dan mengurangi perembesan air ke bawah.
Setelah penggaruan pertama selesai, sawah digenangi air selama 7-10 hari selang
beberapa hari diadakan pembajakan yang kedua.

Tujuan dilakukan pembajakan kedua yaitu :

1. Meratakan tanah
2. Meratakan pupuk dasar yang terbenanm
3. Peumpuran agar menjadi lebih sempurna.

Pengolahan tanah sawah yang dilakukan secara modern banyak dilakukan secara
modern banyak dilakukan didaerah-daerah yang tanah pertaniannya luas, petak-petak
tanahnya tidak terlalu sempit, letaknya sangat memungkinkan dan tenaga kerja
manusia sangat kurang. Orang lebih cendrung mengerjakan tanahnya dengan
menggunakan mesin, misalnya dengan traktor.
11

D.Pembibitan

Sebelum ditanam, padi harus disemaikan lebih dahulu. Persemaian itu harus
disiapkan dan dikerjakan dengan baik, maksudnya agar diperoleh bibit ynag baik
sehingga pertumbuhannya akan baik pula.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan persemaian sebagai berikut :

1.Memilih Tempat Persemaian

Tempat untuk membuat persemaian merupakan syarat yang harus


diperhatikan agar diperoleh bibit ynag baik.

Tanah untuk tempat persemaian yang baik adalah sebagai berikut :

1. Tanah itu harus tanah yang subur, banyak yang mengandung humus dan
gembur.
2. Tanah itu harus tanah yang terbuka, tidak terlindung oleh pepohonan
sehingga sinar matahari dapat diterima dan digunakan sepenuhnya.
3. Dekat dengan sumber air terutama untuk persemaian basah, sebab persemaian
banyak membutuhkan air. Sedangkan persemaian kering dimaksudkan mudah
mendapatkan air untuk menyirami apabila persemaian itu mengalami
kekeringan.
4. Dekat dengan perumahan, hal ini untuk mempermudah pengawasan, namun
tidak mutlak. Asal kerusakan
5. Apabila areal yang ditanami cukup luas sebaiknya tempat pembuatan
persemaian tidak berkumpul menjadi satu tetapi dibuat memencar. Hal itu
dimaksud untuk menghemat biaya atau tenaga pengangkutannya.

2.Mengerjakan Tanah Untuk Persemaian

Dalam pembuatan persemaian harus dimulai dikerjakan kurang lebih 50 hari


sebelum penenaman. Karena adanya dua jenis padi, yaitu padi sawah. Dalam
pembuatan persemaian harus dipilih tanah atau sawah yang betul-betul subur.
Rumput-rumput dan jerami yang masih tertinggal harus dibersihkan lebih dahulu
kemudian sawah digenangi air.
12

Tujuan dari penggenangan antara lain :

1. Tanah menjadi lunak


2. Rumput-rumput yang akan tumbuh mati
3. Bermacam-macam serangga yang dapat merusak bibit yang akan ditebarkan
ikut mati pula.

Selanjutnya apabila tanah sudah cukup lunak lalu dibajak/digaru dua kali atau sampai
tanah menjadi halus. Pada saat itu pula sekaligus dibuat petekan-petakan dan
memperbaiki pematang. Sebagian ukuran dasar luas persemaian yang harus dibuat
kurang lebih 1/20 dari areal sawah yang akan ditanami seluas 1 Ha maka luas
persemaian yang harus dibuat adalah 1/20 x 10.000 m2 = 500 m2.

Adapun biji yang diperlukan adalah kurang lebih 75 gram biji setiap 1 m2 atau
sebanyak kurang lebih 40 Kg.

3.Penaburan Biji

Untuk memilih biji-biji yang bernas dan tidak, biji harus direndam dalam air.
Biji-biji yang bernas akan tenggelam dan biji-biji yang hampa akan terapung. Biji-
biji yang terapung itu diambil dan dibuang. Maksud perendaman yang lain adalah
agar biji cepat berkecambah. Lama perendaman cukup 24 jam. Kemudian biji
diambil dari rendaman lalu diperam dibungkus memakai daun pisang dan karung.
Perendaman itu dibiarkan selama 8 jam. Apabila biji sudah berkecambah dengan
panjang kurang lebih 1mm, maka biji itu merata, tidak terlalu rapat atau terlalu
jarang. Apabila penyebarannya terlalu rapat akan mengakibatkan benih yang tumbuh
kecil-kecil dan lemah. Tetapi penyebaran yang terlalu jarang biasanya akan
menyebabkan tumbuhnya benih tidak merata.

4.Pemeliharaan Persemaian

Pemeliharaan persemaian dapat dibagi menjadi tiga yaitu sebagai berikut :


13

1. Pengairan

Pada persemaian ini biji ditaburkan kemudian digenangi air selama 24 jam, baru
dikeringkan. Genangan air itu dimaksudkan agar biji-biji yang baru disebar tidak
berkelompok-kelompok sehingga dapat merat. Lagi pula biji dapat melekat baik pada
tanah dengan masuknya akar-akar yang tumbuh pada biji tersebut. Adapun
pengeringan setelah penggenangan selama 24 jam itu dimaksudkan agar biji tidak
membusuk dan mempercepat pertumbuhan karena biji dapat bernapas secara bebas
dan dapat menerima sinar matahari secara langsung.

Penggenangan air dapat dilakukan dengan melibatkan keadaan misalnya apabila


benih masih terlalu kecil dan cuaca menunjukkan bahwa akan terjadi hujan maka
penggenangan air perlu dilakukan agar benih tidak larut dan tidak rusak oleh air
hujan tersebut. Jika benih sudah agak besar tumbuhnya sudah kuat, genangan air
tidak perlu banyak-banyak, 2 atau3 hari sebalum benih akan dicabut persemaian
harus digenangi air lagi, maksudnya agar tanah menjadi lunak dan memudahkan
pencabutan.

1. Pengobatan

Untuk menjaga kemungkinan serangan penyakit, persemaian perlu disemprotkan


dengan insektisida 2 kali yaitu 10 hari setelah penaburan dan sesudah persemaian
berumur 17 hari.

1. Pemupukan

Sebelum penaburan biji dilakukan , sebaiknya persemaian perlu dipupuk lebih


dahulu dengan pupuk hijau atau pupuk kandang. Dapat pula menggunakan pupuk-
pupuk buatan misalnya Urea dan TSP masing 10 gram tiap m2 .

E.Penanaman

1. Pemilihan Bibit

Pekerjaan penanaman didahului dengan pekerjaan pencabutan bibit


dipersemaian. Bibit yang akan dicabut adalah bibit yang sudah berumur 25-40 hari (
14

tergantung jenisnya ), berdaun 5-7 helai. Sebelum persemaian 2 atau 3 hari tanah
digenangi air agar tanah menjadi lunak dan memudahkan pencabutan.

Caranya 5 sampai 10 batang bibit kita pegang menjadi satu kemudian ditarik kearah
badan kita, usahakan batangnya jangan sampai putus.

Ciri-ciri bibit yang baik antara lain :

1. Umurnya tidak lebih dari 40 hari


2. Tingginya kurang lebih 25 cm
3. Batangnya besar dan kuat
4. Bebas di hama dan penyakit

Bibit-bibit yang telah dicabut laludiikat dalam satu ikatan yang cukup besar untuk
memudahkan pengangkutan. Disawah, ikatan-ikatan bibit itu dibariskan berbanjar
dalam petak-petak. Bibit yang sudah dicabut itu harus segera ditanam, jangan sampai
bermalam. Jadi kalau direncanakan akan menanam pada suatu hari, maka pencabutan
bibit dilakukan pada pagi hari itu juga.

2. Cara Menanam

Dahulu orang menanam padi belum menggunakan aturan-aturan tertentu. Padi itu
asal saja ditanam, misalnya tidak menggunakan jarak tanam antara bibit yang satu
dengan yang lain dan sebagainya. Penanaman padi dengan cara di atas kurang
menguntungkan, ada bibit yang terlalu dekat dengan bibit yang lain. Tetapi ada pula
bibit yang tertanam jaraknya terlalu jauh dengan bibit yang lain, hal tersebut akan
menyebabkan pembagian zat makanan pada rumpun padi yang terjadi tidak merata.

Masing-masing rumpun itu tidak akan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Akhirnya tumbuhnya rumpun-rumpun padi itu ada yang gemuk ada yang kurus tidak
merata. Penanaman padi yang sebaiknya harus menggunakan larikan kekanan dan ke
kiri dengan jarak tanam 20 x 20 cm, hai ini untuk memudahkan pemeliharaan. Baik
penyiangan maupun pemupukan dan memungkinkan setiap tanaman memperoleh
sinar matahari yang cukup dan zat-zat makanan secara merata.Dengan berjalan
mundur tangan kiri memegang bibit, tangan kanan menanam, tiap lubang 2 atau 3
batang bibit dalamnya kira-kira 3 atau 4 cm. usahakan penanaman tegak lurus jangan
15

sampai miring. Usahakan penanaman bibit-bibit itu dijaga tidak terlalu dalan atau
pun terlalau dangkal. Bibit yang ditanam terlalu dalam akan menghambat
pertumbuhan akar dan anakannya sedikit.

Bibit yang ditanam terlalu dangkal akan menyebabkan mudah rebah atau hanyut oleh
aliran air. Dengan demikian jelas bahwa penanaman bibit yang terlalu dangkal akan
mengurangi produksi.

3. Pengairan

Air merupakan syarat mutlak bagi pertumbuhan tanaman padi sawah. Masalah
pengairan bagi tanaman padi sawah merupakan salah asatu factor penting yang harus
mendapat perhatian penuh demi berhasilnya panen yang kan datang. Air yang
dipergunakan untuk pengairan padi sawah adalah air yang berasal dari sungai, sebab
air sungai banyak mengandung lumpur dan kotoran-kotoran yang sangat berguna
untuk menambah kesuburan tanah dan tanaman. Air yang berasal dari dari mata air
kurang baik untuk pengairan sawah, sebab air itu jernih, tidak mengandung lumpur
maupun kotoran.

Dalam pengairan sawah yang lebih maju, air sungai yang digunakan untuk
pengairan biasanya dialirkan dari bendungan, tujuannya untuk meningkatkan
produksi padi. Pemerintah telah banyak membangun bendungan-bendungan besar
diberbagai daerah misalnya bendungan jatiluhur di jawa barat, bendungan sempor di
jawa tengah dan bendungan karangkates di jawa timur. Selain berfungsi untuk
pengairan sawah-sawah juga dimanfaatkan untuk :

1. Pembangkit tenaga listrik


2. Perikanan darat
3. Daerah pariwisata

Air dari bendungan di alirkan melalui saluran-saluran yang disebut saluran irigasi.
Saluran irigasi yang pertama mengalirkan air dari bendungan biasa berupa sungai.
Pada sungai tersebut sering didapati pintu-pintu air yang berfungsi untuk membagi
air kepada daerah yang akan diairi. Pembagian air yang dialirkan melalui pintu air
16

tersebut diatur oleh dinas pengairan dan masyarakat setempat secara gotong-royong
dan saling menguntungkan.

Saluran pertama yang mengalirkan air dan pintu irigasi disebiut saluran
primer. Saluran primer dibagi-bagi menjadi saluran sekunder. Saluran sekunder
dibagi-bagi lagi menjadi saluran tersier atau sesuai denagn kebutuhan. Selain saluran
dibuat pula selokan yang membuang air yang sudah mengairi sawah melalui sluran
pembuangan yang dpat dibuat berupa pancuran dari bambu yang disebut selokan
drinase. Biasanya dibuat ditengah sawah dan lurus, apabila tidak lurus aliran airnya
lama kelamaan akan merusak tepi-tepi selokan tersebut.

Sehubungan dengan pengairan, agar kedalaman air dalam sawah itu rata,
pembuatan petak-petak sawah harus diperjatikan. Pada tanah yang rata, petak-petak
sawah dapat dibuat agak luas. Permukaan tanah yang rata kedalaman air pun akan
rata, sedangkan pada tanah yang miring atau lereng-lereng pegunungan pembuatan
petak-petak sawah dibuat sempit-sempit dan banyak pematang. Pada waktu mengairi
tanaman padi disawah, dalamnya air harus diperhatikan dan disesuaikan denagn
umur tanaman tersebut. Kedalaman air hendaknya diatur dengan cara sebagai
berikut:

a) Tanaman yang berumur 0-8 hari dalamnya air cukup 5 cm


b) Tanaman yang berumur 8-45 hari dalamnya air dapat ditambah hingga 10-20
cm.
c) Tanaman padi yang sudah membentuk bulir dan mulai menguning dalamnya
air dapat ditambah hingga 25 cm. setelah itu dikurangi sedikit demi sedikit.
d) Sepuluh hari sebelum panen sawah dikeringkan sama sekali. Agar padi dapat
masak bersama-sama.

4. Penyiangan dan Penyulaman

Setiap hari setelah penanaman, tanaman padi harus selalu dilihat. Apabila
kepadatan ada yang mati harus segera diganti denagn bibit baru. Tanaman sulaman
itu dapat menyamai yang lain, apabila penggantian bibit baru jangan sampai lewat 10
hari sesudah tanam. Selain mengadakan penggantian bibit baru perlu diperhatikan
juga tumbuhnya rumput-rumput liar yang ada disekitar tanaman padi itu, sebab
17

rumput liar itu penyadap zat-zat makanan dan garam-garam mineral dari dalam tanah
yang sebenarnya dapat dimanfaatkan seluruhnya oleh tanaman padi. Oleh karena itu,
rumput-rumput liar tersebut harus dibersihkan atau disiangi. Penyiangan biasanya
dilakukan dua kali yang pertama setelah padi berumur 3 minggu dan yang kedua
setelah padi berumur 6 minggu. Penyiangan dapat dilakukan denagn mencabuti
rumput satu persatu. Tetapi menyiang tidak hanya mencabuti rumput saja, melainkan
menggemburkan tanah agar akar tanaman dapat berkembang denagn baik.
Penyiangan dapat selesai lebih cepat apabila menggunakan cangkul atau landak.

5. Pemupukan

Setiap pemupukan selalu bertujuan untuk menambahkan zat-zat dan unsure-unsur


makanan yang dibutuhkan tumbuh-tumbuhan didalam tanah.

Untuk tanaman padi, pupuk yang digunakan antara lain :

1. Pupuk alam, sebagai pupuk dasar yang diberikan 7-10 hari sebelum tanam.
Dapat digunakan pupuk alam misalnya ; pupuk hijau, pupuk kandang dan
kompos. Banyaknya kira-kira 10 ton per hektar.
2. Pupuk buatan, diberikan sesudh tanam, misalnya : ZA/Urea, DS/TS dan ZK.

Adapun manfaat pupuk-pupuk tersebut sebagai berikut :

1. ZA/Urea

1. Menyuburkan tanah
2. Mempercepat tumbuhnya anakan
3. Mempercepat tumbuhnya tanaman
4. Menambah besarnya gabah

1. DS/TS

1. Mempercepat tumbuhnya tanaman


2. Merangsang pembungaan dan pembentukan buah
3. Mempercepat panen

1. ZK
18

1. Memberikan ketahanan terhadap hama/penyakit


2. Mempercepat pembuatan zat pati

Pedoman pemakain pupuk bagi tanaman padi sawah dapat dikemukakan sebagai
berikut :

1. Pemupukan sebaiknya dilakukan 2 kali

1. Pemupukan pertama pada umur 3-4 minggu setelah penyiangan


2. Pemupukan kedua pada umur 6-8 minggu setelah penyiangan

1. Takaran/ ukuran

100 kg ZA atau 50 kg/ha


100 kg DS atau 75 kg/ha
50-100 kg ZK/ha

6. Pemberantasan hama/penyakit

Kerugian tanaman padi karena adanya gangguan hama/penyakit. Adapun


hma/penyakit penggangu adalah sebagai berikut :

a) Burung
b) Burung banyak menyerang padi pada saat padi sedang menguning, oleh
karena itu padi harus dijaga. Apabila ada burung yang menyerang langsung
dihalau/diusir.
c) Walang sangit
d) Walang sangit menyerang padi pada saat masih muda. Merusak dengan jalan
mengisap padi yang sedang masak susu. Walang sangit dapat diberantas
denagn disemprotkan menggunakan DDT atau disuluh ( dipasang lampu)
sehingga mereka tertarik dan berkumpul pada cahaya lampu tersebut.
e) Tikus
f) Kerugian yang ditimbulkan karena serangan tikus biasanya amat besar,
mereka dapat merusak areal luas dan dalam waktu yang tidak lama. Tikus
dapat diberantas denagn dgropyok atan dengan member umpan yang berupa
ketela, jagung dan sebagainya yang dicampurkan denagn phospit.
19

g) Ulat serangga
h) Serangga-serangga itu bertelur pada daun, apabila menetas ulatnya merusak
batang dan daun. Cara pemberantasannya harus disemprotkan denagn obat-
obat insektisida, misalnya: DDT, aldrin, Endrin, Diazinon dsb.

7. Panen

A. Masa pemanenan padi

Pemanenan hasil merupakan saat yang ditungu-tunggu oleh para petani, sebab
petani akan mulai mengenyam jerih payahnya selama ini. Kebanyakan atau
kebiasaan-kebiasaan yang masih kita jumpai pada sementara masyarakat petani
dalam menentukan kapan pemungutan hasil akan dilakukan, pada umumnya hanya
terpancang pad umur tanaman padi yang mereka tanam ( sesuai denagn jenisnya )
yang dihitung sejak penanaaman.

Sebenarnya menentukan saat memanen padi hanya didasarkan pada umur padi
tersebut adalah kurang tepat. Hal tersebut karena masaknya buah padi disamping
tergantung pada jenisnya juga sangat dipengaruhi keadaan tanah sawah padi itu
ditanam dan cuaca setelah tanaman padi berbunga. Cuaca yang selalu mendung,
banyak turun hujan dan keadaan tanah selalu tergenang air akan memperlambat
waktu masaknya buah padi. Tetapi sebaliknya, apabila cuaca kering, tidak banyak
turun hujan dan keadaan tanah yang mudah dikeringkan dari genangan air akan
menyebabkan masaknya buah padi menjadi lebih cepat.

Untuk menentukan saat pemungutan hasil tersebut, maka sebelumnya kita


mengetahui lebih dahulu tingkat masaknya padi dan tanda-tandanya.

1. Padi tingkat masak susu, tanda-tandanya :

a) Batang tanaman masih berwarna hijau


b) Ruas batang bagian bawah sudah berwarna kuning
c) Warna gabah masih putih/kuning kehijau-hijauan
d) Malai sudah terkulai
e) Apabila gabah dipijit maka keluarlah cairan putih seperti air susu
f) Tingkat ini terjadi pada umur sepuluh hari setelah berbunga merata
20

2. Padi tingkat masak kuning, tanda-tandanya :

a) Semua bagain tanaman sudah tampak berwarna kuning


b) Ruas-ruas bagian atas masih berwarna hijau
c) Apabila gabah diambil lalu diambil isinya sudah terasa keras tetapi masih
mudah dipecah dengan kuku
d) Tingkat ini terjadi kurang lebih tujuh hari sesudah tingkat masak susu

3. Padi tingkat masak penuh, tanda-tandanya :

a) Seluruh bagian tanaman sudah berwarna kuning


b) Batang mulai mengering
c) Gabah yang diambil sudah sulit apabila dipecah dengan kuku
d) Untuk jenis padi yang mudah rontok pada tingkat ini masih sukar rontok
e) Tingkat ini terjadi kurang lebih tujuh hari sesudah tingkat masak kuning.

4. Padi tingkat masak mati, tanda-tandanya :

a) Isi gabah kerang dan kering


b) Untuk jenis padi yang mudah rontok pada tingkat ini gabahnya sudah mudah
rontok dari malainya
c) Tingkat ini terjadi kurang lebih enam hari sesudah tingkat masak penuh
21

IV. PENUTUP

A. Kesimpulan

Padi memiliki morfologi diantara lain terdapat akar, batang, daun, bunga dan
buah/malai. Dimana padi termasuk genus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25
spesies, tersebar didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika
dan Australia. Teknik pengolahan tanah yang baik sangat diperlukan untuk
mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal,
yaitu sejak dilakukan perbaikan pematang/galengan sampai perataan. Dalam proses
tahapan pengolahan tanah harus diperhatikan dengan baik dan benar.
Padi sawah merupakan tanaman rakyat yang hasilnya komersil di Indonesia,
tanaman ini sudah menajadi bahan makan pokok oleh sebagian besar masyarakat
Indonesia. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam Membudidayakannya
diantaranya adalah :

1. Mengolah tanahnya sesuai dengan kebutuhan apakah di olah dengan


mesin atau dengan tradisional,
2. Padi sawah dapat hidup dengan lingkungan berhawa panas.
3. Proses budidaya yang dilakukan alu intensif

B. Saran
Padi sebagai makanan pokok masyarakat indonesia sebaiknya terus
dikembangkan dengan sebaik baiknya dengan mengikuti perkembangan
teknologi.
22

DAFTAR PUSTAKA

Epetani. 2010. Pengolahan Lahan Padi Sawah. http://epetani.pertanian.go.id,diakses


pada 18 maret 2017.

Hardyya.2012.Pengolahan Tanah Sawah.http://jelajahfapertart.blogspot.com,diakses


pada 18 maret 2017

Mars, Santa. 2013. Teknik Budidaya Tanaman Padi.


http://newfachrulislami.blogspot.com

Anonim, 1980. Hama dan penyakit, Jakarta : Brathara Karya Aksara.diakses pada
tanggal 18 maret 2017.

Brew , james, L. 1983. Genetika Pertanian ( alih bahasa imam santoso ).diakses pada
tanggal 18 maret 2017

Effendi, S. 1978. Pupuk dan Pemupukan. Diakses pada tanggal 18 maret 2017.

ILACO. 1981. Agriculture Compedium for Rural Development In The Tropics and
Subtropics. New York : Amsterdam Oxford.

Siswoputranto, 1976. Komoditi ekspor Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia.


23