Anda di halaman 1dari 9

Laporan

MEKANIKA
KECEPATAN DAN PERCEPATAN

Oleh
Kelompok 2 :

FAZLIANA SAMAUN (421415003)


SAMSUL (421415004)
WILYAS MAKU (421415009)
FEMI (421415018)
INDRIANI BIDARA KANSIL (421415019)
PUTRI NABILA SATRI (421415049)

JURUSAN FISIKA PROGRAM STUDI S1 FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2016
Kecepatan dan Percepatan

Gerak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan

Fazliana Samaun1, Wilyas Maku2, Femi3, Samsul4, Indriani Bidara Kansil5, Putri
Nabila Satri6
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo
Jl. Jendral Sudirman No 6 Kota Gorontalo
1
fazlianasamaun@yahoo.co.id

Abstrak
Percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan telah
dilakukan. Percobaan ini dilakukan dua metode. Metode pertama menggunakan
satu set valma ramp dan metode kedua dibuat lintasan dari kertas buffalo yang
akan dilewati. Percobaan ini bertujuan untuk menentukan jarak dan perpindahan,
menentukan besar kecepatan rata-rata dan kelajuan rata-rata, mengetahui
hubungan antara jarak dan waktu tempuh pada GLB, memahami gerak lurus
beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan. GLB (Gerak Lurus
Beraturan) adalah gerak suatu benda dengan kecepatan tetap, baik besar maupun
arahnya, maka percepatannya nol (a = 0). GLBB (Gerak Lurus Berubah
Beraturan) adalah gerak lurus dengan perubahan kecepatan yang teratur,sehingga
besar dan arah percepatannya konstan.. Dari hasil percobaan diketahui bahwa
hubungan antara jarak dan waktu pada GLB adalah berbanding lurus dan pada
GLBB kecepatan tidak sebanding waktu.

Kata kunci : Jarak, Kecepatan, Kelajuan, Percepatan, Perpindahan.

Abstract
The experiment uniform rectilinear motion and uniformly accelerated
motion was carried. This experiment was performed two methods. The first
method uses a set Valma ramp and the second method is made of paper buffalo
tracks to be skipped. This experiment aims to determine the distance and
displacement, determine the average speed and average speed, determine the
relationship between distance and time to the GLB, understand the uniform
rectilinear motion (GLB) and a uniformly accelerated motion. GLB (Regular
Straight Motion) is the motion of an object at a constant speed, both large and
direction, then the acceleration is zero (a = 0). Uniformly accelerated motion
(Motion Straight Irregularly Changed) is proportional to the movement speed
changes regularly, so that the magnitude and direction of the acceleration is
constant. From the experimental results it is known that the relationship between
distance and time to the GLB is directly proportional to the uniformly accelerated
motion and speed is not worth the time.

Keywords: Distance, speed, velocity, Acceleration, Displacement.


1. Pendahuluan

Gerak lurus beraturan adalah gerak suatu benda yang lintasannya lurus dan
tetap serta menempuh jarak yang sama untuk setiap waktu yang sama. Pada gerak
lurus beraturan kecepatan yang dimiliki benda tetap (v = tetap) sedangkan
percepatannya sama dengan nol ( a = 0 ). Secara matematis, persamaan gerak

s
lurus beraturan adalah s=v .t atauv = dimana : v = kecepatan (m/s), s =
t
jarak tempuh (m), t = waktu tempuh (s). (Azizah,2005:28).

Jika kecepatan v yang bergerak dengan laju konstan selama selang waktu t
sekon, diilustrasikan dalam sebuah grafik v-t, akan diperoleh sebuah garis lurus,
tampak seperti di bawah ini :

Grafik hubungan v-t tersebut menunjukkan


bahwa kecepatan benda selalu tetap, tidak tergantung
pada waktu, sehingga grafiknya merupakan garis
lurus yang sejajar dengan sumbu t (waktu).
Berdasarkan gambar diatas, jarak tempuh merupakan luasan yang dibatasi oleh
grafik dengan sumbu t dalam selang waktu tertentu. (Brian Heimbecker,2001:40).

Sementara itu, hubungan jarak yang ditempuh s dengan waktu t,


diilustrasikan dalam sebuah grafik s-t, sehingga diperoleh sebuah garis diagonal
ke atas, tampak seperti pada gambar di bawah ini :
Dari grafik hubungan s-t dapat dikatakan
jarak yang ditempuh s benda berbanding lurus
dengan waktu tempuh t. Makin besar
waktunya makin besar jarak yang ditempuh.
Berdasarkan gambar tersebut, grafik
hubungan antara jarak s terhadap waktu t
secara matematis merupakan harga tan , di
mana adalah sudut antara garis grafik dengan sumbu t (waktu).

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda pada
lintasan lurus dengan kecepatan benda berubah secara beraturan dan mengalami
percepatan tetap setiap waktu. Pada gerak lurus berubah beraturan percepatan
yang dimiliki benda adalah tetap, sedangkan kecepatannya berubah beraturan
(Azizah,2005:30).
Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus berubah beraturan dipercepat
apabila kecepatannya makin lama bertambah besar, sedangkan sebuah benda
dikatakan melakukan gerak lurus berubah beraturan diperlambat apabila
kecepatannya makin lama berkurang sehingga pada suatu saat benda itu menjadi
diam (berhenti bergerak).
Grafik hubungan kelajuan v dengan waktu t, seperti dibawah ini :

Dari grafik di atas kita mempunyai

v v t v 0
persamaan : a= = . Jika pada saat t1
t tt 0
= 0 benda telah memiliki kecepatan v0 dan pada
saat t2 = t benda memiliki kecepatan vt, maka

v tv 0
persamaannya menjadi a= atau
t
v t =v 0+ a.t dengan v0 = kecepatan awal (m/s), vt = kecepatan akhir (m/s), a =
percepatan (m/s2) dan t = waktu (s). (Brian Heimbecker,2001:42)
2. Metode
2.1 Lokasi
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fisika, FMIPA, Universitas
Negeri Gorontalo. Lokasi tersebut dipilih karena jumlah ketersediaan alat yang
memadai, dan tempatnya yang telah memenuhi kriteria dilakukannya praktikum.
Praktikum dilakukan pada hari senin 13 november 2014 pada pukul 17:00 WITA
hingga selesai.
2.2 Alat dan Bahan
Pada percobaan 1 digunakan alat dan bahan yaitu Photogate timer dengan
accessory photogate, Valma ramp dengan accessory, Balok pengganjal. Sedangkan
pada percobaan 2 digunakan alat dan bahan yaitu Kertas buffalo, Kelereng, Mistar
dan stopwatch.
2.3 Prosedur Kerja

Pada percobaan 1 akan mengukur waktu yang ditempuh kereta untuk


melewati photogate timer. Membuat salah satu ujung valma ramp lebih tinggi dari
yang lain dan mengganjalnya dengan balok setebal 7-8 cm. Memasang kedua
gerbang cahaya dengan jarak tertentu antara keduanya (akan divariasikan) , dan
mengatur timer pada fungsi Timing II.
Pada percobaan 2 membuat lintasan berlembah yang akan dilewati
kelereng dengan menggunakan kertas buffalo dan mengukur jarak lintasan
tersebut. Kemudian meluncurkan kelereng dan mencatat waktu yang dibutuhkan
kelereng sampai pada lintasan akhir.

3. Hasil dan Pembahasan


a. Percobaan I
D (m) t1 (s) t2 (s) t3 (s)
0,10 0,5323 0,5247 0,5248
0,12 0,6417 0,6573 0,6507
0,14 0,7825 0,7867 0,7835
Untuk D = 0,10 m

t 1,5818
t avg = = = 0,5 s
n 3
0,10 m
V avg = = 0,2 m/s
0,5 s

Untuk D = 0,12 m

t 1,9497
t avg = = = 0,6 s
n 3

0,12m
V avg = = 0,2 m/s
0,6 s

Untuk D = 0,14

t 2,3527
t avg = = = 0,7 s
n 3

0,14 m
V avg = = 0,2 m/s
0,7 s

D (m) t (s) V (m/s)


0.10 0.5 0.2
0.12 0.6 0.2
0.14 0.7 0.2
Grafik Hubungan antara t terhadap D
0.14

0.12

0.1

0.08
D (m)

0.06

0.04

0.02

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
-0.02
t (s)

Dari grafik diatas dapat dilihat hubungan antara t terhadap D adalah sebanding.
Semakin besar D maka t juga semakin besar.
0.2
D (m)

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
t (s)

Grafik diatas menunjukkan bahwa kecepatan benda konstan, tidak tergantung


pada waktu. Dalam hal ini disebut gerak lurus beraturan (GLB).

b. Percobaan II
s (m) t (s) v (m/s)
0,757 1,68 0,45
0,632 1,26 0.50
0,557 1,01 0.55
s 0,757 m
v= = =0,45 m/s
t 1,68 s
s 0,632 m
v= = =0,50 m/s
t 1,26 s
s 0,557 m
v= = =0,55 m/ s
t 1,01 s
Grafik hubungan antara t terhadap v
0.6

0.5

0.4
v (m/s)

0.3

0.2

0.1

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7
t (s)

Dari grafik diatas dapat dilihat hubungan antara t terhadap v adalah berbanding
terbalik. Semakin besar D maka t juga semakin besar. Semakin besar kecepatan,
maka waktu yang dibutuhkan semakin kecil.

4. Kesimpulan
Gerak Lurus Beraturan) adalah gerak suatu benda dengan kecepatan tetap,
baik besar maupun arahnya, maka percepatannya nol (a=0)
Gerak Lurus Berubah Beraturan adalah gerak lurus dengan perubahan
kecepatan yang teratur,sehingga besar dan arah percepatannya konstan. Pada
gerak lurus beraturan,benda menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang
sama.
Dalam gerak lurus beraturan kelajuan dan kecepatan dianggap sama.
Lintasan lurus menyebabkan jarak dan perpindahan yang di tempuh besarnya
sama.
DAFTAR PUSTAKA

Azizah, Indrawati. 2005. Fisika Dasar. Jember: Upt Perpustakaan Universitas


Jember.

Brian, Heimbecker. 2001. Physics: concepts and connections. Canada: McGraw -


Hill

Anda mungkin juga menyukai