Anda di halaman 1dari 5

Jawaban Soal UTS SKT

1. Jelaskan scr lengkap apa yg dimaksud dengan SKT


a. Menurut UU
UU no 4 Tahun 2009 Bab 1 Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 16
Studi Kelayakan adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk
memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk
menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan, termasuk
analisis mengenai dampak lingkungan serta perencanaan pascatambang.
b. Sisi Ilmiah
Suatu kajian rinci terhadap semua aspek yang bersifat teknis dan ekonomis dari suatu
rencana proyek penambangan. Hasil dari kajian ini dapat digunakan sbg dasar untuk
menentukan keputusan investasi dan sebagai dokumen yang mempunyai nilai komersial
(bankable document) untuk pendanaan proyek. Kajian ini meliputi seluruh aspek
ekonomi, penabangan, pengolahan, pemasaran, kebijakan pemerintah,
peraturan/perundang-undangan, lingkungan dan sosial
2. Sebutkan dan jelaskan format SKT dan menurut Kep-Men. Apa dan nomor berapa

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
2. Maksud dan Tujuan
3. Ruang Lingkup dan Metode Studi
4. Pelaksana Studi
5. Jadwal Waktu Studi

BAB II KEADAAN UMUM

1. Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa Pertambangan (KP); Kontrak Karya (KK);
Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang
dimohon
2. Kesampaian Daerah dan Sarana Perhubungan Setempat
3. Keadaan Lingkungan Daerah, Penduduk, Mata Pencaharian Penduduk,
Keadaan Flora, Fauna, Iklim, Sosial Ekonomi dll
4. Topografi dan Morfologi
Pasal 8 UU Kepmen ESDM 1453 K/29/MEM/2000, Penyelenggaraan Tugas Pemerintahan

3. Dalam SKT ; sangat tergantung jenis bahan galian yang dikaji/ ditelaah ; sebutkan pembagian
jenis bahan galian sesuai UU Nomor berapa, sebutkan dan jelaskan secara detail 3 jenis bahan
galian yang umum

Usaha Pertambangan dikelompokkan atas:


a. Pertambangan mineral;
b. Pertambangan batubara.
Pertambangan mineral sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a digolongkan atas:
a. Pertambangan mineral radio aktif;
b. Pertambangan mineral logam;
c. Pertambangan mineral bukan logam;
d. Pertambangan batuan.

Lebih lanjut, detail pengaturan tentang tata cara pengusahaan masing-masing kelompok
dimaksud, dilakukan dengan pengaturan sebagai berikut:

Pasal 50, khusus mengatur mengenai, pengusahaan mineral radioaktif;


Pasal 51, 52, dan 53, mengatur mengenai pengusahaan mineral logam;
Pasal 54, 55, dan 56, mengatur mengenai pengusahaan mineral bukan logam;
Pasal 57, 58, 59, 60, 61, 62, dan 63, mengatur mengenai pengusahaan batu bara.

4. Terkait pertanyaan no 3 apa yang yg membedakan scr signifkan SKT bahan galian tersebut
5. Cadangan dan kualitas sangat penting dlm SKT jelaskan kenapa? Dalam Format bab berapa yg
menghitung cadangan yang benar masing-masing bahan galian? Apa ukuran/kriteria dalam
perhitungan cadangan
Cadangan dan kualitas bahan galian adalah hal yang sangat penting karena kedua hal tersebut
termasuk ke dalam aspek teknis yang menjadi dasar penentuan dalam aspek ekonomis.
Cadangan dan kualitas harus diketahui nilainya dengan tingkat kesalahan seminimal mungkin
karena sangat mempengaruhi perhitungan Stripping Ratio maupun Cut Off Grade yang menjadi
dasar dalam pemilihan metode penambangan dan system penambangan yang akan digunakan
secara ekonomis / menguntungkan. Jadi apabila cadangan beserta kualitas sudah diketahui
dalam Studi Kelayakan Tambangan maka para pemegang IUP/IUPK dapat membuat keputusan
sesuai hasil Studi Kelayakan Tambang tsb, apakah tambang tersebut layak untuk
ditambang/tidak.
Bab 3 Geologi dan Keadaan Endapan
- Bentuk dan penyebaran endapan
- Sifat dan kualitas endapan
- Kriteria perhitungan cadangan ( batubara & mineral )
- Klasifikasi dan Jumlah Cadangan ( SR & Cut Off Grade )

Kriteria Perhitungan Cadangan ;

Klasifikasi Sumber Daya Mineral:


1. Sumber Daya Mineral Hipotetik (Hypothetical Mineral Resource); adalah sumber daya
mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan perkiraan pada tahap Survey
Tinjau (Reconnaissance).
2. Sumber Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resource); adalah sumber daya mineral yang
kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap Prospeksi (Prospecting).
3. Sumber Daya Mineral Terunjuk (Indicated Mineral Resource); adalah sumber daya mineral
yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap Eksplorasi Umum (General
Exploration).
4. Sumber Daya Mineral Terukur (Measured Mineral Resource); adalah sumber daya minral
yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap Eksplorasi Rinci (Detailed
Exploration).

Klasifikasi Cadangan:
1. Cadangan Terkira (Probable Reserve); adalah sumber daya mineral terunjuk dan sebagian
sumber daya mineral terukur yang tingkat keyakinan geologi-nya masih lebih rendah, yang
berdasarkan Studi Kelayakan Tambang (Mine Feasibility Study) semua faktor yang terkait telah
terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomik.
2. Cadangan Terbukti (Proved Reserve); adalah sumber daya mineral terukur yang berdasarka
Studi Kelayakan Tambang semua faktor yang terkait telah terpenuhi, sehingga penambangan
dapat dilakukan secara ekonomik.

C. PERHITUNGAN CADANGAN BIJIH


Metoda-metoda konvensional yang biasa digunakan dalam perhitungan cadangan adalah:
1. Metoda Triangular
2. Metoda Daerah Pengaruh (Area of Influence)
3. Metoda Penampang (Cross Section)
4. Metoda Isoline.

Parameter-parameter yang penting antara lain adalah:


1. Kadar Bijih (Grade)
2. Ketebalan dan Luas (Thickness and Area)
3. Porositas dan Kandungan Air (Porosity and Moisture/ Water Content)
4. Berat jenis (Density).

Batubara
a. Ketebalan batubara minimum yang dapat diperhitungkan sebagai
cadangan :
- Untuk batubara antrasit & bituminous : ketebalan minimum
adalah 70 cm dengan kedalaman maksimum 300 m.
- Untuk batubara sub-bituminous : ketebalan minimum adalah 1,5
m dengan kedalaman maksimum 300 m.
- Untuk lignit : ketebalan minimum adalah 1,5 m dengan kedalaman maksimum 150 m.
Kedalaman maksimum ini telah memasukkan pertimbangan jika penambangan diteruskan
dengan metoda penambangan bawah tanah.
b. Interval ketebalan overburden yang disarankan untuk pelaporan
perhitungan cadangan, adalah :
- Tonase batubara dengan ketebalan overburden 0 30 m,
- Tonase batubara dengan ketebalan overburden 30 60 m,
- Tonase batubara dengan ketebalan overburden 60 150 m,
c. Recovery factor : suatu angka yang menyatakan perolehan batubara yang dapat ditambang
(dengan metoda stip mining, auger mining, atau underground mining) terhadap jumlah cadangan
yang telah diperhitungkan sebelumnya.
1 Perhitungan Cadangan Dengan Metode Penampang

2 Metode USGS 1984

3 Metode Mean Area

4 Metode Cross Section

5 Metode Isoline (Metode Kontur)

6 Metode Krigging

6. Sebelum skt tahapan apa yang penting dalam tahapan pertambangan? Peta peta apa saja yg
diperlukan dalam SKT dan apa manfaat masing2 peta tsb ?
Penyelidikan Umum / Prospeksi & Eksplorasi
Penyelidikan Umum adalah tahapan kegiatan pertambangan untuk mengetahui kondisi
geologi regional dan indikasi adanya mineralisasi.
Eksplorasi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi
secara terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumber
daya terukur dari bahan galian, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan
lingkungan hidup.
1. Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke tahap Eksploitasi dan sekitarnya, skala 1 :
10.000.
2. Peta topografi detail daerah tambang dan sekitarnya, skala minimum 1 : 2.00
3. Peta penyebaran cadangan dan kualitas, skala minimum 1 : 2.00
4. Peta situasi tambang (mining lay out) skala 1 : 10.000 yang memuat :
a. Kontur topografi
b. Penyebaran bahan galian
c. Bangunan-bangunan penting
d. Batas wilayah eksploitasi
e. Jalan, perkampungan, stock pile, lokasi pencucian dan pengolahan
f. Lokasi timbunan waste, tailing, dan bahan galian yang belum dapat dipasarkan
g. Indeks peta rencana pertambangan
h. Dan sebagainya
5. Peta rencana penambangan dan reklamasi, minimal skala 1 : 2.000 menggambarkan :
a. Tahapan dan blok-blok yang akan ditambang
b. Tahapan dan blok wilayah yang akan direklamasi per tahun
c. Jalan tambang
d. Lokasi timbunan waste, tailing dan mineral ikutan serta bahan galian yang belum
dipasarkan
6. Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk peta, penampang, gambar 3 dimensi,
sketsa, bagan alir dan sebagainya).
7. Coba sdr rencanakan scr singkat SKT batubara dan batuan ? dan buat flow chart ? dan data2 apa
yg diperlukan setiap tahapan?