Anda di halaman 1dari 12

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM (STIH)

"SUNAN GIRI" MALANG

PENGANTAR ILMU HUKUM (PIH)


PENGANTAR ILMU HUKUM (PIH)
Mata kuliah dasar yang bertujuan untuk memperkenalkan ilmu hukum secara
keseluruhan dalam garis besar.

HAKIKAT PENGANTAR ILMU HUKUM


Sebagai dasar dari pengetahuan hukum yang mengandung pengertian dasar yang
menjadi akar dari ilmu hukum itu sendiri .
Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang objeknya hokum Mempelajari :
* Seluk beluk hukum,
* Asal mula,
* Wujud,
* Asas ,
* System
* Macam pembagian,
* Sumber,
* Perkembangan ,
* Fungsi,
* Kedudukan hukum dalam masyarakat
Menelaah hukum sebagai gejala, fenomena, kehidupan manusia dimana pun dan kapan
pun (universal).

METODE MEMPELAJARI HUKUM


* Metode idealis: perwujudan nilai-nilai tertentu = keadilan
* Metode normative: analisis hukum sebagai system abstrak otonom dan bebas nilai
* Metode sosiologis: hukum sebagai alat untuk mengatur masyarakat, factor yang
mempengaruhi pembentukan hukum.
* Metode histories: melihat sejarah hukum = masa lampau dan sekarang
* Metode sistematis: hukum sebagai system
* Metode komparatif, membandingkan antara tata hukum yang belaku disuatu Negara .

SEJARAH
* Pengantar ilmu hukum (PHI) merupakan terjemahan dari mata kuliah inleiding tot de
recht sweetenschap yang diberikan di Recht School (RHS) atau sekolah tinggi hukum
Batavia di jaman Hindia Belanda yang didirikan 1924 di Batavia (Jakarta sek.) istilah
itupun sama dengan yang terdapat dalam undang-undang perguruan tinggi Negeri
Belanda Hoger Onderwijswet 1920.
* Di zaman kemerdekaan pertama kali menggunakan istilah pengantar ilmu hukum .
adalah perguruan tinggi Gajah Mada yang didirikan di Yogyakarta 13 maret 1946.

ILMU-ILMU YANG MEMBANTU ILMU HUKUM YAITU :


Sejarah hukum =
* Salah satu bidang studi hukum, yang mempelajari perkembangan dan asal usul system
hukum dalam masyarakat tertentu dan memperbandingkan antar hukum yang berbeda
karena di batasi waktu yang berbeda pula.
* Sejarah Hukum adalah bidang studi tentang bagaimana hukum berkembang dan apa
yang menyebabkan perubahannya. Sejarah hukum erat terkait dengan perkembangan
peradaban dan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dari sejarah sosial.
* Di antara sejumlah ahli hukum dan pakar sejarah tentang proses hukum, sejarah hukum
dipandang sebagai catatan mengenai evolusi hukum dan penjelasan teknis tentang
bagaimana hukum-hukum ini berkembang dengan pandangan tentang pemahaman yang
lebih baik mengenai asal-usul dari berbagai konsep hukum.
* Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian dari sejarah intelektual. Para
sejarawan abad ke-20 telah memandang sejarah hukum dalam cara yang lebih
kontekstual, lebih sejalan dengan pemikiran para sejarawan sosial. Mereka meninjau
lembaga-lembaga hukum sebagai sistem aturan, pelaku dan lambang yang kompleks,
dan melihat unsur-unsur ini berinteraksi dengan masyarakat untuk mengubah,
mengadaptasi, menolak atau memperkenalkan aspek-aspek tertentu dari masyarakat
sipil.
* Para sejarawan hukum seperti itu cenderung menganalisis sejarah kasus dari
parameter penelitian ilmu sosial, dengan menggunakan metode-metode statistik,
menganalisis perbedaan kelas antara pihak-pihak yang mengadukan kasusnya, mereka
yang mengajukan permohonan, dan para pelaku lainnya dalam berbagai proses hukum.
* Dengan menganalisis hasil-hasil kasus, biaya transaksi, jumlah kasus-kasus yang
diselesaikan, mereka telah memulai analisis terhadap lembaga-lembaga hukum, praktik-
praktik, prosedur dan amaran-amarannya yang memberikan kita gambaran yang lebih
kompleks tentang hukum dan masyarakat daripada yang dapat dicapai oleh studi tentang
yurisprudensi, hukum dan aturan sipil.

Politik hukum
Salah satu bidang studi hukum, yang kegiatannya memilih atau menentukan
hukum mana yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh masyarakat.

Perbandingan hukum
Salah satu bidang studi hukum yang mempelajari dan mengidentifikasi persamaan
dan perbedaan dua atau lebih system hukum antar Negara maupun dalam Negara
sendiri.
Antropologi hukum
Salah satu bidang studi hukum yang mempelajari pola-pola sengketa penyelsaian
nya dalam masyarakat sederhana maupun masyarakat yang sedang mengalami proses
modernisasi .
Filsafat hukum
Salah satu cabang filsafat yang mempelajari hakikat dari hukum, objek dari filsafat
hukum dalah hukum yang dikaji secara mendalam.
Sosiologi hukum
Salah satu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris
mempelajari hubungan timbale balik antara hukum dengan gejala social lainnya .
Psikologi hukum
Salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum sebagai suatu
perwujudan jiwa manusia .
Ilmu hukum positif
Ilmu yang mempelajari hukum sebagai suatu kenyataan yang hidup berlaku pada
waktu sekarang.

PENGERTIAN ILMU HUKUM ( ADA DUA PENDAPAT)


* PENDAPAT PERTAMA: Tidak mungkin definisi ilmu hukum yang memuaskan, karena
hukum itu abstrak, banyak seginya dan luas sekali cakrawalanya (pendapat Imanuel
Kant, Lemaire, Gustav Radbruch, Walter Burckhardt).
* PENDAPAT KEDUA: Walaupun tidak memuaskan definisi hukum tetap harus di
berikan karena bagi pemula yang mempelajari hukum tetap ada manfaatnya paling tidak
sebagai pegangan sementara (pendafat aristoteles, Hugo de Groot/ Grotius, Thomas
Hobbes, van volen hoven, Bellefroid, Hans Kelsen dan Utrecht).
Dari berbagai ahli di simpulkan bahwa hukum meliputi berbagai unsure :

1. Peraturan tingkah laku manusia


2. Di buat oleh badan berwenang
3. Bersifat memaksa walaupun tak dapat di paksakan
4. Di sertai sanksi yang tegas

CIRI-CIRI HUKUM :
* Ada unsur perintah, larangan, dan kebolehan
* Ada sanksi yang tegas
* Adanya perintah dan larangan
* Perintah dan larangan harus ditaati
MANUSIA, MASYARAKAT DAN HUKUM
Aristoteles = > manusia sebagai mahluk social ( zoonpolicon) .
P.J. Bouman = > manusia baru menjadi manusia apabila hidup dengan manusia
lainnya.
Cicero = > Ubi societas ibi ius. = dimana ada masyarakat disitu ada hukum.

Bentuk masyarakat menurut dasar pembentukannya :


a) Maryarakat teratur yang diatur dengan tujuan tertentu.(contoh : perkumpulan
olahraga).
b) Masyarakat teratur terjadi dengan sendirinya yaitu dengan tidak sengaja dibentuk .
karena ada kesamaan kepentingan (contoh : penonton sepak bola).
c) Masyarakat tidak teratur terjadi dengan sendirinya tanda bentuk, (contoh: sekumpulan
manusia yang membaca Koran di tempat umum).

Bentuk masyarakat menurut dasar hubungannya :


a) Masyarakat paguyuban (gemeinschaft), antar anggota satu sama lainnya ada
hubungan pribadi menimbulkan ikatan batin (contoh: rumah tangga, kel. Pasundan).
b) Masyarakat patembayan (gesselschaft), hubungan bersifat lugas dan mempunyai
tujuan yang sama untuk mendapat keuntungan material (contoh: CV, PT, FA, KOP).

Menurut kebudayaannya bentuk masyarakat :


1) Masyarakat primitive dan modern
2) Masyarakat desa dan kota
3) Masyarakat territorial (daerah tertentu)
4) Masyarakat geneologis (anggota ada pertalian darah)
5) Masyarakat territorial geneologis

Menurut hubungan keluarga :


* Keluarga inti (nuclear family)
* Keluarga luas (extended family)

RELEVANSI KAIDAH HUKUM DAN KAIDAH LAINNYA


Kaidah = norma , aturan, nilai sikap, nilai perilaku
Macam norma
Norma sosial, terdiri dari :

1. Norma Agama
2. Norma kesusilaan
3. Norma Kesopanan
4. Norma Hukum

Norma /kaidah agama


* Merupakan ajaran-ajaran agama yang dijalankan oleh pemeluknya.
* Berlakunya norma agama di masyarakat tergantuk pada keyakinan orang yang
menjalankannya.
* Kuat lemahnya pelaksanaan norma agama di suatu masyarakat dapat dipengaruhi pula
oleh pengaruh pemegang kewenangan.
* Misalnya di hukum Islam ada ajaran habblumminallah dan hablumminannas
* Dilaksanakannya ajaran itu tergantung keimanan pemeluknya. Mengikatnya bila ada
keyakinan.

Norma kesusilaan
== Norma budi ,juga norma etik atau adat kebiasaan
* Norma ini lahir secara fitrah pada manusia sebagai makhluk yang bermoral.
* Rasa kemanusiaan yang mendasari adanya norma ini.
* Contohnya, kita tidak akan membiarkan apabila ada tetangga yang jatuh dari loteng.
* Kebiasaan adalah pola tindak yang berulang mengenai peritiwa yang sama berkenaan
dengan hal yang bersamaan pula.
* Baru mengikat bila orang tersebut merasa bahwa kebiasaan itu patut untuk ditaati/
dipatuhi.

Norma kesopanan
* Disebut juga norma fatsoen .
* Norma kesopanan ini sering tidak mengikat karena criteria kesopanan antar daerah
adalah berbeda.
* Hal ini tergantung pada lingkungannya.
* Daya mengikatnya berdasarkan ukuran suatu masyarakat itu.
* Mengikat tidaknya norma itu dalam masyarakat terletak pada keyakinan apakah norma
itu dapat ditegakkan apabila ada yang melanggarnya..
* Kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk atau etika ini
merupakan sumber dari kesadaran berkaidah (normbewustein).
* Kemampuan membedakan hal baik atau buruk ini disebut moral.
* Moral pribadi atau perorangan bersifat otonom, sedangkan moral positif terjadi apabila
criteria itu sudah menjadi keyakinan umum.

Norma hukum
* adalah norma yang dibuat oleh pemegang kekuasaan yang berwenang.
* Sifatnya memaksa dan melindungi.
* Sifat memaksa tampak pada sanksi yang diterapkan apabila terjadi pelanggaran dan
berlaku untuk umum.
* Sanksi norma hukum bersifat tegas, diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Hubungan antara norma hukum Dan norma sosial


* Norma sosial tidak diatur oleh undang-undang.
* Pengaturan norma hukum harus terperinci berdasarkan asas legalitas.
* Norma hukum mengikat karena ada sanksi yang tegas dari penguasa.
* Norma social mengikat karena dipatuhi oleh anggota masyarakat. Berlakunya apabila
masyarakat menerima kaidah social itu sebagai sesuatu yang harus ditaati.
* Hubungan antara norma social dan norma hukum adalah saling mengisi, saling
memperkuat

Kaidah hukum
* Keempat jenis kaidah tersebut ada relevansinya, tidak bertentangan bahkan saling
memanjang.
* Perbedaan, antara kaidah hukum dengan kaidah lainnya terletak pada sanksinya,
sanksi hukum tegas dan nyata sedangkan sanksi kaidah lainnya tidak nyata bersifat
moral.

TEORI DAN KONSEP HUKUM


Teori hukum :

1. Prof Sahardjo: sebagai alat mengayomi masyarakat.


2. G. Niemeyer: alat mengatur kegiatan manusia.
3. L. Pospisil: alat untuk mengendalikan masyarakat kearah yang tertib.
4. Roscoe Pound: Tool Of Social Engineering = alat untuk melakukan perubahan
pola piker masyarakat.
5. Teori terpadu: Four In One = hukum sebagai alat mengayomi mengatur,
mengendalikan dan mengubah masyarakat.
6. Teori Etis = isi hukum semata-mata harus di tentukan oleh kesadaran etis kita
(rasa etika) mngenai apa adil dan apa yang tidak adil. aristoteles menganut teori
ini dalam bukunya rhetorica & rica necomachea berpendapat Tujuan hukum itu
semata-mata untuk mewujudkan keadilan. Menurut dia keadilan terbagi 2 jenis: 1.
Keadilan Distributive: keadilan yang memberikan kepada setiap orang bagian
sesuai jasanya, atas dasar prinsip kesebandingan (bukan sama rata) 2. Keadilan
Komutatif: memberikan kepada setiap orang sama banyaknya tanpa mengingat
jasanya.
7. Teori Utilitas = hukum bertujuan mewujudkan apa yng berfaedah, Kebahagian
terbesar untuk jumlah terbanyak. The greatest happiness for the greatest
number, hukum bisa dikatakan berhasil guna apabila sebanyak mungkin dapat
mewujudkan keadilan (Jeremy Betham dalam bukunya the principles of morals
and legislation, 1780M).

hukum dengan kekuasaan saling melengkapi, ucapan Prof. Muhtar Khusumahatmadja


yang sangat popular. Hukum tanpa kekuasaan adalah angan-angan, kekuasaan tanpa
hukum adalah kesewenang-wenangan.
Kelemahan teori ETIS & UTILITAS = terlalu berat sebelah, terlalu mengagungkan
keadilan dengan mengabaikan kepastian hokum.
Dengan terabaikannya kepastian hukum akan terganggu ketertiban, padahal dengan
terwujudnya ketertiban maka akan terwujud pula keadilan Kelemahan teori ini
memunculkan teori pengayoman (pendapat menteri kehakiman suhardjo).
Teori ini berpendapat bahwa : tujuan hukum adalah mengayomi kepentingan manusia
secara aktif (mendapatkan kondisi kemasyarakatan yang manusiawi dalam proses yang
berlangsung secara wajar) dan pasip (mengupayakan pencegahan tindakan sewenang-
wenang dan penyelah gunaan hak).
Pengayoman meliputi :

1. Mewujudkan ketertiban dan keteratuaran


2. Mewujudkan kedamaian sejati
3. Mewujudkan keadialan
4. Mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial

Warga masyarakat selama tidak melanggar hak dan merugikan orang lain tanpa rasa
khawatir akan :

1. Secara bebas melakukan apa yang dianggap benar


2. Secara bebas dapat mengembangkan bakat dan minat
3. Secara bebas merasa selalu mendapat perlakuan wajar
ALIRAN-ALIRAN / MAZHAB-MAZHAB/ PARADIGMA DALAM HUKUM
MAZHAB SEJARAH HUKUM : Cral Von Savigny = hokum adalah hokum kebiasaan,
yang berbentuk tidak tertulis, tidak dibuat orang tetapi timbul dari masyarakat, tumbuh
dan berkembang bersama-sama masyarakat, serta di pertahan kan berlakunya oleh
masyarakat yang bersangkutan.
MAZHAB LEGISME : Hans Kelsen hokum adalah hokum undang-undang, bentuknya
tertulis dibuat oleh Negara / pemerintah dan dipertahankan berlakunya oleh Negara/
pemerintah.
MAZHAB MODERN : Van Apeldoorn, hokum adalah baik hokum kebiasaan maupun
hokum undang-undang dan peraturan tertulis, baik yang timbul dari masyarakat, maupun
yang dibuat oleh Negara/ pemerintah.

DEFINISI HUKUM

1. Prof. Meyers: Semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan,


ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat yang menjadi pedoman
bagi penguasa Negara dalam melakuakn tugasnya.
2. Leon dubuit: Aturan tingkah laku masyarakat, aturan yang daya penggunaannya
pada saat tertentu diindahkan masyarakat oleh masyarakat sebagai jaminan diri
kepentingan bersama dan jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama.
3. Imanuel kant keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari
orang-orang dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang lain
menurut asas kemerdekaan.
4. Utrecht: Himpunan peraturanperaturan yang mengurus tata tertib suatu
masyarakat dan oleh karena itu harus ditaati oleh masyarakat.

UNSUR UNSUR HUKUM :


- Peraturan di adakan badan resmi
- Peraturan bersifat memaksa
- Sanksi tegas bagi pelanggarnya
PENGERTIAN BERBAGAI TERMINOLOGI YANG SERING DITEMUI :
* MASYARAKAT HUKUM : sekelompok orang dalam wilayah tertentu dimana berlaku
serangkaian peraturan yang jadi pedoman bertingkah laku bagi setiap anggota kelompok
dalam pergaulan hidup yang jadi pedoman bertingkah laku bagi setiap anggota kelompok
dalam pergaulan hidup mereka. dari sudut ikatan batin dibagi 2 :(gemeinschaft &
gesellschaft) .
* SUBJEK HUKUM : Pendukung hak terdiri dari badan hokum alam (manusia dewasa)
dan badan hokum buatan (organisasi yang berbadan hokum punya hak dan kewajiban).
* OBJEK HUKUM : Segala sesuatu yang berguna bagi subjek hokum dan dapat menjadi
pokok suatu hubungan hokum bagi para subjek hokum. (contoh: benda yang mempunyai
nilai ekonomis merupakan objek hokum).
* PERISTIWA HUKUM : Kejadian/ peristiwa yang akibatnya di atur oleh hokum. peristiwa
hokum di bagi 2 (karena perbuatan subjek hokum (manusia atau badan hokum) & karena
bukan perbuatan subjek hokum (karena UU contoh: kelahiran, kematian daluwarsa
(melepaskan / mendapatkan = exstinctief / akuisitief ).
* PERBUATAN HUKUM : Perbuatan subjek hokum yang akibat hukumnya di kehendaki
pelaku terbagi lagi menjadi dua: (bukan perbuatan hokum (contoh: jual beli) & perbuatan
hokum (contoh: zaakwarneming = > psl 1354 KUHPdt &Onrechtmatigedaad = > psl 1365
KUHPdt atau 1401 BW ( Burgerlijk wetboek ).
* HUBUNGAN HUKUM : Hubungan diantara subjek hokum yang di atur oleh hokum.
Dalam setiap hubungan hokum selalu terdapat hak dan kewajiban. Hubungan hokum
(HH) dapat dibagi :
1. HH. Bersegi satu = > timbul kewajiban saja ( hibah tanah)
2. HH. Bersegi dua = > timbul hak dan kewajiban ( jual beli )
3. HH. Sederajat = > ( suami isteri)
4. HH. Tidak sederajat = > penguasa dengan rakyat
5. HH. Timbal balik = > timbulkan hak dan kewajiban
6. HH. Timpang bukan sepihak = > pinjam meminjam
* AKIBAT HUKUM : Akibat yang ditimbulkan oleh peristiwa hokum contoh timbulnya hak
dan kewajiban.
* FUNGSI HUKUM : Peran yang dimiliki dan harus di laksanakan oleh hokum:

1. Menertibkan masyarakat dan mengatur pergaulan hidup.


2. Menyelsaikan pertikaian.
3. Memelihara dan mempertahankan ketertiban dan aturan-aturan, jika perlu
dengan kekerasan.
4. Mengubah tata tertib dan aturan sesuai kebutuhan masyarakat.
5. Memenuhi keadilan dan kepastian hokum.
6. Direktip, Integratip, stabilitatip, proyektip dan korektip (syachran basah).
7. Sebagai alat penggerak pembangunan.
8. Sebagai alat kritik (fungsi kritis) mengawasi masyarakat dan pejabat.

TUJUAN HUKUM MENURUT PARA AHLI :


1. Apeldoorn: Untuk mengatur pergaulan hidup secara damai. Terdapat keseimbangan
kepentingan anggota masyarakat di jamin oleh hokum
- Terciptanya masyarakat yang adil dan damai.
- Keadilan menurut aristoteles : Keadilan distributive dan komutatif.
2. Prof. Soebakti: Mengabdi kepada masyarakat yaitu mendatangkan kemakmuran dan
kebahagiaan rakyat.
3. Jeremy Bentham: Menjamin adanya kebahagiaan yang maximal kepada seorang yang
sebanyakbanyaknya, sehingga kepastian merupakan tujuan utama hokum.
4. Van kan: Menjaga setiap kepentingan manusia agar tidak diganggu.
5. Roscoe pound: Merekayasa masyarakat.