Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRATIKUM

Instrumentasi Industri
Karakteristik Respon Dari Sensor Retro - Reflective

Oleh :
Kelompok :3
Nama Angggota :
1. Feni Fauziyah (061530320906)
2. Venandya Septa Arneliza (061530320922)
3. M. Hafiz Ghifary (061530320909)
Kelas : 4EC
Dosen Pembimbing : Niksen Alfarizal, ST.,Mkom

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
LATIHAN 7
Karakteristik Respon Dari Sensor Retro Reflective

I. TUJUAN
Mempelajari jangkauan aplikasi dan karakteristik respon dari
sensor retco reflective.

II. DASAR TEORI


Sensor adalah peralatan yang dugunakan untuk merubah suatu
besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan
rangkaian listrik tertentu.Hampir seluruh peralatan elektronik yang ada
mempunyai sensor didalamnya.Pada saat ini, sensor tersebut telah dibuat
dengan ukuran sangat kecil.Ukuran yang sangat kecil ini sangat
memudahkan pemakaian dan menghemat energi.
Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya
perubahan lingkungan fisik atau kimia.Variabel keluaran dari sensor yang
diubah menjadi besaran listrik disebut Transduser.Pada saat ini, sensor
tersebut telah dibuat dengan ukuran sangat kecil dengan orde
nanometer.Ukuran yang sangat kecil ini sangat memudahkan pemakaian
dan menghemat energi.
Sensor merupakan bagian dari tranducer yang berfungsi untuk
melakukan sensing atau merasakan dan menangkap adanya perubahan
energi. Eksternal yang akan masuk ke bagian input dari tranduser,
sehingga perubahan kapasitas energi yang ditangkap segera dikirim kepada
bagian konvertor untuk dirubah menjadi energi listrik.
Secara umum sensor didefinisikan sebagai alat yang mampu
menangkap fenomena fisika atau kimia kemudian mengubahnya menjadi
sinyal elektrik baik atau arus listrik ataupun tegangan. Fenomena fisik
yang mampu menstimulus sensor untuk menghasilkan sinyal elektrik
meliputi temperatur , tekanan ,gaya medan magnet cahaya, pergerakan dan
sebagainya.
Sensor juga adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan
sering berfungsi untuk mengukur magnitude sesuatu. Sensor adalah jenis
tranduser yang dugunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis ,
panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor biasanya
dikategorikan melalui pengukur dan memegang peranan penting dalam
pengendalian proses pabrikasi modern . Sensor memberikan ekuivalen
mata,pendengar,hidung,lidah,untuk menjadi otak mikroprosesor dari
sistem otomatisasi industry.
Sensor magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan
terpengaruh medan dan akan memberikan perubahan kondisi pada
keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan
oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor itu dikemas
dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap
ataupun uap.
Sensor ultrasonik adalah sensor yang bekerja berdasarkan
prinsip pantulan gelombang suara dan digunakan untuk mendeteksi
keberadaan suatu objek tertentu di depannya, frekuensi kerjanya pada
daerah diatas gelombang suara dari 40 KHz hingga 400 KHz.
Sensor ultrasonik terdiri dari dari dua unit, yaitu unit pemancar
dan unit penerima. Struktur unit pemancar dan penerima sangatlah
sederhana, sebuah kristal piezoelectric dihubungkan dengan mekanik
jangkar dan hanya dihubungkan dengan diafragma penggetar.
Tegangan bolak-balik yang memiliki frekuensi kerja 40 KHz 400
KHz diberikan pada plat logam. Struktur atom dari kristal piezoelectric
akan berkontraksi (mengikat), mengembang atau menyusut terhadap
polaritas tegangan yang diberikan, dan ini disebut dengan efek
piezoelectric.
Kontraksi yang terjadi diteruskan ke diafragma penggetar
sehingga terjadi gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke udara
(tempat sekitarnya), dan pantulan gelombang ultrasonik akan terjadi
bila ada objek tertentu, dan pantulan gelombang ultrasonik akan
diterima kembali oleh oleh unit sensor penerima. Selanjutnya unit
sensor penerima akan menyebabkan diafragma penggetar akan bergetar
dan efek piezoelectric menghasilkan sebuah tegangan bolak-balik
dengan frekuensi yang sama.
Ada beberapa penjelasan mengenai gelombang ultrasonic. Sifat
dari gelombang ultrasonik yang melalui medium menyebabkan getaran
partikel dengan medium aplitudo sama dengan arah rambat
longitudinal sehingga menghasilkan partikel medium yang membentuk
suatu rapatan atau biasa disebut Strain dan tegangan yang biasa disebut
Strees. Proses lanjut yang menyebabkan terjadinya rapatan dan
regangan di dalam medium disebabkan oleh getaran partikel secara
periodic selama gelombang ultrasonic lainya. Gelombang ultrasonic
merambat melalui udara dengan kecepatan 344 meter per detik,
mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor ultrasonik.Seperti
yang telah umum diketahui, gelombang ultrasonik hanya bisa didengar
oleh makhluk tertentu seperti kelelawar dan ikan paus.Kelelawar
menggunakan gelombang ultrasonic untuk berburu di malam hari
sementara paus menggunakanya untuk berenang di kedalaman laut
yang gelap.
Bagian-bagian dari Sensor Ultrasonik

1. Pemancar Ultrasonik (Transmitter)

Pemancar Ultrasonik ini berupa rangkaian yang memancarkan


sinyal sinusoidal berfrekuensi di atas 20 KHz menggunakan
sebuah transducer transmitter ultrasonik

Rangkaian Pemancar Gelombang Ultrasonik

Prinsip kerja dari rangkaian pemancar gelombang ultrasonik


tersebut adlah sebagai berikut :
1. Sinyal 40 kHz dibangkitkan melalui mikrokontroler.
2. Sinyal tersebut dilewatkan pada sebuah resistor sebesar
3kOhm untuk pengaman ketika sinyal tersebut membias maju
rangkaian dioda dan transistor.
3. Kemudian sinyal tersebut dimasukkan ke rangkaian penguat
arus yang merupakan kombinasi dari 2 buah dioda dan 2 buah
transistor.
4. Ketika sinyal dari masukan berlogika tinggi (+5V) maka
arus akan melewati dioda D1 (D1 on), kemudian arus tersebut akan
membias transistor T1, sehingga arus yang akan mengalir pada
kolektotr T1 akan besar sesuai dari penguatan dari transistor.
5. Ketika sinyal dari masukan berlogika tinggi (0V) maka arus
akan melewati dioda D2 (D2 on), kemudian arus tersebut akan
membias transistor T2, sehingga arus yang akan mengalir pada
kolektotr T2 akan besar sesuai dari penguatan dari transistor.
6. Resistor R4 dan R6 berfungsi untuk membagi tengangan
menjadi 2,5 V. Sehingga pemancar ultrasonik akan menerima tegangan
bolak balik dengan Vpeak-peak adalah 5V (+2,5 V s.d -2,5 V).

2. Penerima Ultrasonik (Receiver)

Penerima Ultrasonik ini akan menerima sinyal ultrasonik yang


dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan karakteristik frekuensi
yang sesuai. Sinyal yang diterima tersebut akan melalui proses
filterisasi frekuensi dengan menggunakan rangkaian band pass
filter (penyaring pelewat pita), dengan nilai frekuensi yang dilewatkan
telah ditentukan. Kemudian sinyal keluarannya akan dikuatkan dan
dilewatkan ke rangkaian komparator (pembanding) dengan tegangan
referensi ditentukan berdasarkan tegangan keluaran penguat pada saat
jarak antara sensor kendaraan mini dengan sekat/dinding pembatas
mencapai jarak minimum untuk berbelok arah. Dapat dianggap
keluaran komparator pada kondisi ini adalah high (logika 1)
sedangkan jarak yang lebih jauh adalahlow (logika0).Logika-logika
biner ini kemudian diteruskan ke rangkaian pengendali
(mikrokontroler).
Rangkaian Penerima Gelombang Ultrasonik

Prinsip kerja dari rangkaian pemancar gelombang ultrasonik


tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pertama tama sinyal yang diterima akan dikuatkan terlebih
dahulu oleh rangkaian transistor penguat Q2.
2. Kemudian sinyal tersebut akan di filter menggunakan High
pass filter pada frekuensi > 40kHz oleh rangkaian transistor Q1.
3. Setelah sinyal tersebut dikuatkan dan di filter, kemudian
sinyal tersebut akan disearahkan oleh rangkaian dioda D1 dan D2.
4. Kemudian sinyal tersebut melalui rangkaian filter low pass
filter pada frekuensi < 40kHz melalui rangkaian filter C4 dan R4.
5. Setelah itu sinyal akan melalui komparator Op-Amp pada
U3.
Jadi ketika ada sinyal ultrasonik yang masuk ke rangkaian,
maka pada komparator akan mengeluarkan logika rendah (0V) yang
kemudian akan diproses oleh mikrokontroler untuk menghitung
jaraknya.

Terdapat 2 jenis sensor ultraonik yang beredar di pasaran yaitu :


1. Sensor ultrasonik ping ( parallax )
2. Sensor ultrsonik defantech ( SRF 04 ranger )

A. Sensor Jarak Ultrasonik Ping

Sensor jarak ultrasonik ping adalah sensor 40 khz produksi


parallax yang banyak digunakan untuk aplikasi atau kontes robot
cerdas. Kelebihan sensor ini adalah hanya membutuhkan 1 sinyal ( SIG
) selain jalur 5 v dan ground.
Sensor PING mendeteksi jarak objek dengan cara memancarkan
gelombang ultrasonik ( 40 KHz ) selama t = 200 us kemudian
mendeteksi pantulannya. Sensor PING memancarkan gelombang
ultrasonik sesuai dengan kontrol dari mikrokontroller pengendali (
pulsa trigger dengan tout min 2 us ).
Spesifikasi sensor ultrasonik PING:
a. Kisaran pengukuran 3 cm 3 m
b. Input trigger positive TTL pulse, 2 us min, 5 us tipikal
c. Echo hold off 750 us dari of trigger pulse
d. Delay before next measurement 200 us
e. Brust indikator LED menampilkan aktivitas sensor

Gelombang ini melalui udara dengan kecepatan 344 m/s


kemudian mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor. Ping
mengeluarkan pulsa output high pada pin SIG setelah memancarkan
gelombang ultrasonik dan setelah gelombang pantulan terdeteksi Ping
akan membuat output low pada pin SIG. Lebar pulsa High (tIN) akan
sesuai dengan lama waktu tempuh gelombang ultrasonik untuk 2x jarak
ukur dengan obyek. Maka jarak yang diukur ialah [(tIN s x 344 m/s) :
2] meter.
Sistem minimal mikrokontroller ATMega 8535 dan software
basic stamp Editor diperlukan untuk memprogram mikrokontroller dan
mencoba sensor ini. Keluaran dari pin SIG ini yang dihubungkan ke
salah satu port di kit mikrokontroller. Berikut contoh aplikasi sensor
PING pada mikrokontroler BS2, dimana pin SIG terhubung ke pa pin7,
dan memberikan catu daya 5V dan ground.fungsi SIGOUT
untukmentrigger ping, sedangkan fungsi SIGIN digunakan untuk
mengukur pulsa yang sesuai dengan jarak dari objek target.
Sensor ultrasonic ping akan bekerja jika mendapat suplay
tegangan sebesar 5 V DC. dimana tegangan 5 V DC dihubungkan
dengan konektor Vcc dan ground pada sensor. Untuk konektor SIG
dapat dihubungkan dengan mikrokontroler. Konektor SIG adalah
sebagai control sensor ini dalam pendeteksian objek sekaligus
pembacaan jarak objek dengan sensor ini. progamer dapat mensetting
sensor ini dengan jarak yang telah ditentukan sesuai dengan ring
deteksi dari sensor ultrasonic ping ini sesuai dengan kebutuhan
penggunaan dari sensor tersebut. Ketika sensor disetting jaraknya maka
dengan jarak yang telah ditentukanlah sensor akan bekerja dalam
pendeteksian objek. Kisaran jarak yang dapat di baca sensor ultrasonic
ping ini adalah 3 cm sampai 3 m.
B. Sensor Jarak Ultrasonik Devantech SRF04

Sensor jarak merupakan sensor yang wajib ada pada robot


terkini. Devantech SRF04 adalah salah satu sensor jarak yang paling
banyak digunakan pada kontes robot di indonesia selain ping
Devantech. SRF04 ultrasonik range finder memberikan informasi jarak
dari kisaran 3 cm 3 m. Harga sensor ini tidak lebih dari Rp
360.000,00.Anda juga dapat membeli SRF05 yang harganya lebih
murah dibandingkan SRF04 dengan kualitas yang tidak jauh berbeda.
Kit ini sangat mudah untuk dirangkai dan membutuhkan sumber
daya yang kecil sekali, yang sangat ideal untuk aplikasi mobil robot
pencari jarak ini bekerja dengan cara memancarkan pulsa suara dengan
kecepatan suara ( 0,9 ft/milidetik )
Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan
melalui sebuah alat yang disebut dengan piezoelektrik dengan
frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang
ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator
diterapkan pada benda tersebut. Secara umum, alat ini akan
menembakkan gelombang ultrasonik menuju suatu area atau suatu
target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target
akan memantulkan kembali gelombang tersebut. Gelombang pantulan
dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor menghitung
selisih antara waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang
pantul diterima.
1. Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik. Sinyal
tersebut berfrekuensi diatas 20kHz, biasanya yang digunakan untuk
mengukur jarak benda adalah 40kHz. Sinyal tersebut di bangkitkan
oleh rangkaian pemancar ultrasonik.
2. Sinyal yang dipancarkan tersebut kemudian akan
merambat sebagai sinyal / gelombang bunyi dengan kecepatan
bunyi yang berkisar 340 m/s. Sinyal tersebut kemudian akan
dipantulkan dan akan diterima kembali oleh bagian penerima
Ultrasonik.
3. Setelah sinyal tersebut sampai di penerima ultrasonik,
kemudian sinyal tersebut akan diproses untuk menghitung jaraknya.
Jarak dihitung berdasarkan rumus :
S = 340.t/2
dimana S adalah jarak antara sensor ultrasonik dengan bidang
pantul, dan t adalah selisih waktu antara pemancaran gelombang
ultrasonik sampai diterima kembali oleh bagian penerima ultrasonik.

Untuk lebih jelas tentang sensor ultra sonik dapat dilihat pada
gambar berikut :

Besar amplitudo sinyal elekrik yang dihasilkan unit sensor


penerima tergantung dari jauh dekatnya objek yang dideteksi serta
kualitas dari sensor pemancar dan sensor penerima.
Proses sensing yang dilakukan pada sensor ini menggunakan metode
pantulan untuk menghitung jarak antara sensor dengan obyek sasaran.
Jarak antara sensor tersebut dihitung dengan cara mengalikan setengah
waktu yang digunakan oleh sinyal ultrasonik dalam perjalanannya dari
rangkaian Tx sampai diterima oleh rangkaian Rx, dengan kecepatan
rambat dari sinyal ultrasonik tersebut pada media rambat yang
digunakannya, yaitu udara.
Dalam bidang kesehatan, gelombang ultrasonik bisa digunakan
untuk melihat organ-organ dalam tubuh manusia seperti untuk
mendeteksi tumor, liver, otak dan menghancurkan batu
ginjal.Gelombang ultrasonik juga dimanfaatkan pada alat USG
(ultrasonografi) yang biasa digunakan oleh dokter kandungan.
Dalam bidang industri, gelombang ultrasonik digunakan untuk
mendeteksi keretakan pada logam, meratakan campuran besi dan
timah, meratakan campuran susu agar homogen, mensterilkan makanan
yang diawetkan dalam kaleng, dan membersihkan benda benda yang
sangat halus. Gelombang ultrasonik juga bisa digunakan untuk
mendeteksi keberadaan mineral maupun minyak bumi yang tersimpan
di dalam perut bumi.
Dalam bidang pertahanan, gelombang ultrasonik digunakan
sebagai radar atau navigasi, di darat maupun di dalam air.Gelombang
ultrasonik digunakan oleh kapal pemburu untuk mengetahui
keberadaan kapal selam, dipasang pada kapal selam untuk mengetahui
keberadaan kapal yang berada di atas permukaan air, mengukur
kedalaman palung laut, mendeteksi ranjau, dan menentukan puosisi
sekelompok ikan.
Contoh aplikasi sensor ultrasonik : Aplikasi Gelombang
Ultrasonik untuk Membunuh Nyamuk Demam Berdarah.
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar mengenai
nyamuk demam berdarah yang dapat mematikan manusia. Disini kita
akan membahas mengenai pemanfaatan gelombang ultrasonic yang
dapat membunuh nyamuk penyebab demam berdarah
tersebut. Pancaran gelombang ultrasonik yang mengenai nyamuk akan
mengakibatkan terganggunya antena pada nyamuk yang berfungsi
sebagai indera penerima rangsangan, sehingga nyamuk akan merasa
tidak nyaman dan terganggu keseimbangannya yang nantinya bisa
menyebabkan nyamuk tersebut mati.
Berdasarkan penlitian yang dilakukkan pakar entomologi dari
FKH IPB, Dr Upik Kesumawati Hadi, MS, teruji bahwa ultrasonic
dapat membunuh nyamuk. Dalam penelitian ini menggunakan nyamuk
Aedes aegypti yang berusia 3 sampai 5 hari, karena pada usia tersebut
nyamuk sudah memiliki metabolisme yang optimal. Berdasarkan
penelitian tersebut didapatkan persentase nyamuk Aedes aegypti yang
mati akibat terkena gelombang ultrasonik 30 kHz sampai 100 kHz
selama 24 jam mencapai 74 persen. Dan pancaran gelombang
ultrasonik ini bisa mencapai 5 meter.
Dalam penelitian ini juga diuji apakah ultrasonik tersebut bisa
berdampak negatif terhadap manusia atau tidak dengan melakukan
pengujian biomedis.Pengujian ini menggunakan hewan percobaan
monyet berekor panjang (Macaca fascicularis) yang secara filogenik
dan fisiologis memiliki kemiripan relatif dengan manusia.Parameter
yang diuji adalah perilakunya, hematologi, kimia darah, fungsi jantung
dan metabolismenya.
Ternyata tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara
monyet yang terkena gelombang ultrasonik dengan monyet yang
digunakan sebagai kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa gelombang
tersebut tidak berbahaya sehingga tidak menggangu sistem tubuh
seperti darah atau jantung, sedangkan sensitifitas frekuensi suara yang
bisa ditangkap manusia adalah 20 Hz sampai 20 kHz.

III. ALAT DAN BAHAN


- Mild steel 1 buah
- Stainless steel 1 buah
- Aluminium 1 buah
- Cardboard 1 buah
- Rubber 1 buah
- Plastic transparan 1 buah
- Brass 1 buah
- Copper 1 buah
- Lampu dan bazer unit 1 buah
- Rflect unit 1 buah
- Mirror reflective optic sensor 1 buah
- Papan kertas 1 buah

IV. GAMBAR RANGKAIAN


V. PROSEDUR KERJA
- Satukan lampu dan buzzer dan sensor optikal RS. Gunakan
reflector sebagai elemen pemantul. Jarak pensaklaran sensor
maksimum 1,5 m. Pada rangkaian ini digunakan 0,4 m.
hubungkan tegangan 24V pada lampu dan buzzer.
- Hubungkan output normally open pada soket buzzer.
- Atur potensiometer dari sensor retro reflective pada nilai
maksimum (putar searah jarum jam, maksimal 12 putaran).
- Bawa berbagai objek dari sudut kanan pancaran sensor dan
catat titik saat objek terdeteksi.
- Kemudian pelajari jangkauan respon dari retro reflective. Atur
kembali potensiometer pada keadaan maksimum. Letakkan
papan kertas grafik di bawah sensor optikal. Dari ujung
gerakkan Kodak grey card menuju pancaran, dengan grey
menghadap ke emitter dan catat hasil titik nyala. Ukur 2cm
jarak pada optikal.
- Bawa kembali card menuju pancaran dari kanan dan kiri.

VI. KESELAMATAN KERJA

- Sebelum praktikum, bacalah terlebih dahulu datasheet dari


setiap komponen yang dibutuhkan.
- Susun dan hubungkan setiap komponen.
- Anda dapat melakukan praktikum berdasarkan penjelasan dari
paragraf Percobaan.
- Bila perlu buat catatan untuk kasus tertentu.
VII. DATA PERCOBAAN

Sudut
Bahan Ya/Tidak Jarak (cm)
Tedeteksi
Mild steel Ya 23 90 - 109
Stainless steel Ya 40 90 - 94
Alumunium Ya 40 90 - 102
Brass Ya 28,5 90 - 114
Copper Ya 40 90 - 94
Cardboard Ya 34,5 90 - 113
Rubber Ya 7,5 90 - 102
Plastic transparant Ya 40 90 - 91

VIII. ANALISA

IX. KESIMPULAN
Sensor retro reflective dapat berfungsi jika pancaran dihadang oleh
objek yang buram. Jika sebuah objek dengan permukaan raflektif (dapat
memantulkan cahaya) melewati pancaran dengan sudut 90 terhadap
optical, objek tersebut tidak terdeteksi. Hal ini bias dicegah jika objek
ditempatkan pada sudut yang miring terhadap optikal.
Deteksi pada objek transparan bias terjadi, jika sensitivitas sekitar
dua kali sensitivitas semula.
LAPORAN PRATIKUM
Instrumentasi Industri
Jarak Pensaklaran Sensor Kapasitif

Oleh :
Kelompok :3
Nama Angggota :
1. Feni Fauziyah (061530320906)
2. Venandya Septa Arneliza (061530320922)
3. M. Hafiz Ghifary (061530320909)
Kelas : 4EC
Dosen Pembimbing : Niksen Alfarizal, ST.,Mkom

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
LATIHAN 10
Jarak Pensaklaran Sensor Kapasitif

I. TUJUAN
Memempelajari tentang karakter dari sensor kapasitif,

II. DASAR TEORI


Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang bekerja
berdasarkan konsep kapasitif. Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan
muatan energi listrik yang dapat disimpan oleh sensor akibat perubahan
jarak lempeng, perubhan luas penampang dan perubahan volume
dielektrikum sensor kapasitif tersebut. Konsep kapasitor yang digunakan
dalam sensor kapasitif adalah proses menyimpan dan melepas energi
listrik dalam bentuk muatan-muatan listrik pada kapasitor yang
dipengaruhi oleh luas permukaan, jarak dan bahan dielektrikum. Sifat
sensor kapasitif yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengukuran
diantaranya adalah sebgai berikut.

Sifat Sensor Kapasitif yang Dimanfaatkan Dalam Pengukuran


Jika luas permukaan dan dielektrika (udara) dalam dijaga konstan,
maka perubahan nilai kapasitansi ditentukan oleh jarak antara
kedua lempeng logam.

Jika luas permukaan dan jarak kedua lempeng logam dijaga


konstan dan volume dilektrikum dapat dipengaruhi makan
perubahan kapasitansi ditentukan oleh volume atau ketinggian
cairan elektrolit yang diberikan.

Jika jarak dan dielektrikum (udara) dijaga konstan, maka


perubahan kapasitansi ditentukan oleh luas permukaan kedua
lempeng logam yang saling berdekatan.
Konsep Sensor Kapasitif

Kontruksi sensor kapasitif yang digunakan berupa dua buah

lempeng logam yang diletakkan sejajar dan saling berhadapan. Jika diberi
beda tegangan antara kedua lempeng logam tersebut, maka akan timbul

kapasitansi antara kedua logam tersebut. Nilai kapasitansi yang

ditimbulkan berbading lurus dengan luas permukaan lempeng logam ,

berbanding terbalik dengan jarak antara kedua lempeng dan berbading

lurus dengan zat antara kedua lempeng tersebut (dielektrika), seperti

ditunjukkan oleh persamaan berikut :

Dimana :

0 : permitivitas ruang hampa (8,85.10-12 F/m)

r: permitivitas relatif (udara = 1)

A: luas plat/lempeng dalam m2

d : jarak antara plat /lempeng dalam m


Aplikasi Sensor Kapasitif
Beberapa aplikasi yang dapat dibuat dengan sensor kapasitif diantaranya

adalah :

1. Sensor Tekanan : menggunakan sebuah membrane yang dapat


merenggang sehingga tekanan dapat dideteksi dengan
menggunakan spacing-sensitive detector.
2. Sensor Berat : menggunakan perubahan nilai kapasitansi diantara
kedua plat berubah sesuai beban berat yang diterima
3. Ketinggian cairan : menggunakan perubahan nilai kapasitansi
antara kedua plat konduktor yang dicelupkan kedalam cairan.
4. Jarak : jika sebuah object metal mendekati elektroda
kapasitor, didapat nilai kapasitansi yang berubah-ubah.
5. Layar sentuh : dengan menggunakan X-Y tablet
6. Shaft angle or linear position : dengan menggunakan metode
multiplate, kapasitif sensor dapat mengukur angle atau posisi.

III. ALAT DAN BAHAN


- Mild steel 1 buah
- Stainless steel 1 buah
- Aluminium 1 buah
- Cardboard 1 buah
- Rubber 1 buah
- Plastic transparan 1 buah
- Brass 1 buah
- Lampu dan bazer unit 1 buah
- Slide posisi 1 buah
- Vernier caliper 1 buah
- Sensor kapasitif 1 buah
IV. GAMBAR RANGKAIAN

V. PROSEDUR PEKERJAAN
Praktikum
- Satukan lampu dan buzzer unit pada profile pate dan hubungkan
sensor kapasitif. Pasang positioning slide bergeser 5cm dari sensor.
Hubungkan sumber tegangan 24 V dan sensor pada lamp dan
buzzer unit.
- Pasangkan juga vernier caliper pada posisi geser.
- Gunakan mild steel plate part 3, atur jarak pensaklaran dari sensor
8mm dengan sekrup.
- Ukur jarak pensaklaran dari berbagai bahan objek.
- Masukkan titik nyala dan mati pada tabel.
- Hitung hysteresis antara titik nyala dan titik mati dan masukkan
pada table.
Pemasangan vernier caliper
- Saat memasang vernier calipe, slide unit dari posisi geser pada
keadaan 0, kedua jarum berjarak 10 mm. Vernier caliper dipasang
secara paralel dengan base plate menutup tepi, sehingga gerakan
jarum akan maksimal pada vernier caliper kedua magnet yang
menahan caliper dipasang pada base plate dari posisi geser.
VI. KESELAMATAN KERJA

- Sebelum praktikum, bacalah terlebih dahulu data sheet dari setiap


komponen yang dibutuhkan.
- Susun dan hubungkan setiap komponen.
- Anda dapat melakukan praktikum berdasarkan penjelasan dari
paragraf Percobaan.
- Bila perlu buat catatan untuk kasus tertentu.

VII. DATA PERCOBAAN

Bahan Titik Nyata Titik Mati Hysterisis (mm)


(mm) (mm)
Mild steel,
0 0,8 0,8
Part 3
Stainless steel,
0 0,9 0,9
part 4
Alumunium,
0 0,9 0,9
part 5
Brass,
0 0,95 0,95
Part 6
Copper,
0 0,9 0,9
Part 7
Cardboard,
0 0,12 0,2
Part 8
Rubber,
0 0,8 0,8
Part 9
Plastic transparant,
0 0,12 0,2
part 10
VIII. ANALISA

IX. KESIMPULAN
Objek logan dan non logam dapat dideteksi dengan sensor
kapasitif. Dibandingkan sensor diffuse optical, sensor ini bias mendeteksi
bahan dari refletifitas yang rendah (permukaan yang sangat gelap). Pada
bahan yang lemah konduktor (conthnya plastic) deteksi dapat dilakukan
pada ketebalan tertentu atau lebih.
Sensor kapasitif juga dapat merespon bermacam bentuk cairan.
Permukaan yang basah pad suatu bahan yang melewati sensor bias
menghasilkan sinyal output.
LAPORAN PRATIKUM
Instrumentasi Industri
Pengaruh Ketebalan Bahan dari Jarak
Pensaklaran Sensor Kapasitif

Oleh :
Kelompok :3
Nama Angggota :
1. Feni Fauziyah (061530320906)
2. Venandya Septa Arneliza (061530320922)
3. M. Hafiz Ghifary (061530320909)
Kelas : 4EC
Dosen Pembimbing : Niksen Alfarizal, ST.,Mkom

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
LATIHAN 11
Jarak Pensaklaran Sensor Kapasitif

I. TUJUAN
Memempelajari pengaruh dari ketebalan bahan pada jarak
pensaklaran dari sensor kapasitif,

II. DASAR TEORI


Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang bekerja
berdasarkan konsep kapasitif. Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan
muatan energi listrik yang dapat disimpan oleh sensor akibat perubahan
jarak lempeng, perubhan luas penampang dan perubahan volume
dielektrikum sensor kapasitif tersebut. Konsep kapasitor yang digunakan
dalam sensor kapasitif adalah proses menyimpan dan melepas energi
listrik dalam bentuk muatan-muatan listrik pada kapasitor yang
dipengaruhi oleh luas permukaan, jarak dan bahan dielektrikum. Sifat
sensor kapasitif yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengukuran
diantaranya adalah sebgai berikut.

Sifat Sensor Kapasitif yang Dimanfaatkan Dalam Pengukuran


Jika luas permukaan dan dielektrika (udara) dalam dijaga konstan,
maka perubahan nilai kapasitansi ditentukan oleh jarak antara
kedua lempeng logam.

Jika luas permukaan dan jarak kedua lempeng logam dijaga


konstan dan volume dilektrikum dapat dipengaruhi makan
perubahan kapasitansi ditentukan oleh volume atau ketinggian
cairan elektrolit yang diberikan.

Jika jarak dan dielektrikum (udara) dijaga konstan, maka


perubahan kapasitansi ditentukan oleh luas permukaan kedua
lempeng logam yang saling berdekatan.
Konsep Sensor Kapasitif

Kontruksi sensor kapasitif yang digunakan berupa dua buah

lempeng logam yang diletakkan sejajar dan saling berhadapan. Jika diberi

beda tegangan antara kedua lempeng logam tersebut, maka akan timbul

kapasitansi antara kedua logam tersebut. Nilai kapasitansi yang

ditimbulkan berbading lurus dengan luas permukaan lempeng logam ,

berbanding terbalik dengan jarak antara kedua lempeng dan berbading

lurus dengan zat antara kedua lempeng tersebut (dielektrika), seperti

ditunjukkan oleh persamaan berikut :

Dimana :

0 : permitivitas ruang hampa (8,85.10-12 F/m)

r: permitivitas relatif (udara = 1)

A: luas plat/lempeng dalam m2

d : jarak antara plat /lempeng dalam m


Aplikasi Sensor Kapasitif
Beberapa aplikasi yang dapat dibuat dengan sensor kapasitif diantaranya

adalah :

7. Sensor Tekanan : menggunakan sebuah membrane yang dapat


merenggang sehingga tekanan dapat dideteksi dengan
menggunakan spacing-sensitive detector.
8. Sensor Berat : menggunakan perubahan nilai kapasitansi diantara
kedua plat berubah sesuai beban berat yang diterima
9. Ketinggian cairan : menggunakan perubahan nilai kapasitansi
antara kedua plat konduktor yang dicelupkan kedalam cairan.
10. Jarak : jika sebuah object metal mendekati elektroda
kapasitor, didapat nilai kapasitansi yang berubah-ubah.
11. Layar sentuh : dengan menggunakan X-Y tablet
12. Shaft angle or linear position : dengan menggunakan metode
multiplate, kapasitif sensor dapat mengukur angle atau posisi.

III. ALAT DAN BAHAN


- Mild steel 1 buah
- Stainless steel 1 buah
- Aluminium 1 buah
- Cardboard 1 buah
- Rubber 1 buah
- Plastic transparan 1 buah
- Brass 1 buah
- Lampu dan bazer unit 1 buah
- Slide posisi 1 buah
- Vernier caliper 1 buah
- Sensor kapasitif 1 buah
IV. GAMBAR RANGKAIAN

V. PROSEDUR PEKERJAAN
Praktikum
- Satukan lampu dan buzzer unit pada profile pate dan hubungkan
sensor kapasitif. Pasang positioning slide bergeser 5cm dari sensor.
Hubungkan sumber tegangan 24 V dan sensor pada lamp dan
buzzer unit.
- Pasangkan juga vernier caliper pada posisi geser.
- Gunakan mild steel plate part 3, atur jarak pensaklaran dari sensor
8mm.
- Ambil plastic plate dengan ketebalan yang berbeda-beda dari objek
percobaan (dari parts 23-29).
- Tentukan jarak pensaklaran dari berbagai bahan objek.
- Masukkan hasil pada table dan gambar titik tersebut pada grafik
pad setiap bahan.
Pemasangan vernier caliper
- Saat memasang vernier calipe, slide unit dari posisi geser pada
keadaan 0, kedua jarum berjarak 10 mm. Vernier caliper dipasang
secara paralel dengan base plate menutup tepi, sehingga gerakan
jarum akan maksimal pada vernier caliper kedua magnet yang
menahan caliper dipasang pada base plate dari posisi geser.
VI. KESELAMATAN KERJA

- Sebelum praktikum, bacalah terlebih dahulu data sheet dari setiap


komponen yang dibutuhkan.
- Susun dan hubungkan setiap komponen.
- Anda dapat melakukan praktikum berdasarkan penjelasan dari
paragraf Percobaan.
- Bila perlu buat catatan untuk kasus tertentu.

VII. DATA PERCOBAAN

Bahan Jarak pensaklaran (mm)


Plastic, part 23, 2.0 mm thick 0,2
Plastic, part 25, 5.0 mm thick 0,3
Plastic, part 26, 8.0 mm thick 0,3
Plastic, part 27, 11.0 mm thick 0,4
Plastic, part 28, 14.0 mm thick 0,4
Plastic, part 29, 17.0 mm thick 0,4

VIII. ANALISA
Pada percobaan kali ini melakukan uji coba Pengaruh Ketebalan
Bahan dari jarak pensaklaran sensor kapasitif dengan menggunakan bahan
plastik yang mempunyai ketebalan yang berbeda-beda. Sebelum
melakukan uji coba pasangkan terlebih dahulu perangkat pengujian
dengan benar. Lamp & buzzer unit, positioning slide, dan sensor kapasitif
di letakkan pada profil plate. Sensor kapasitif berada ditengah dari posisi
depan positioning slide. Kemudian sumber tegangan 24V dihubungkan
dengan sensor induktif dan lamp & buzzer unit dengan menggunakan
kabel jumper. Warna kabel penghubung harus diperhatikan agar tidak
terjadi kekeliruan antara positif dan negatifnya. Lalu vernier caliper
dipasangkan pada position slide. Kemudian objek yang akan diuji
dipasang pada vernier caliper. Pemasangan objek yang akan diuji ini harus
benar-benar tepat karena berpengaruh terhadap pensaklaran sensornya.
Pertama kami melakukan percobaan dengan menggunakan plastic
dengan ketebalan 2.0 mm maka jarak pensaklaran yang didapat adalah 0,2
mm. Kemudian plastic dengan ketebalan 5.0 mm maka jarak pensaklaran
yang didapat adalah 0,3 mm, plastic dengan ketebalan 8.0 mm maka jarak
pensaklrannya adalah 0,3 mm, plastic dengan ketebalan 11.0 mm maka
jarak pensaklarannya 0,4 mm, plastic dengan ketebalan 14.0 mm maka
jarak pensaklarannya 0,4 mm, plastic dengan ketebalan 17.0 mm maka
jarak pensaklarannya 0,4 mm. Jarak pensaklaran adalah jarak saat plastic
terdeteksi oleh sensor kapasitif (jarak antara sensor dan objek). Dilihat dari
hasil percobaan bahwa ketebelan plastic berpengaruh terhadap jarak
pensaklarannya, semakin tebal objek maka semakin jauh jarak
pensaklaranna.

IX. KESIMPULAN
Dengan sensor kapasitif, perubahan kapasifitas terjadi pada saat
objek terdeteksi. Oleh karena itu, bahan-bahan yang besar harus diletakkan
sebelum sensor beraksi. Semakin kecil pengantar arus dari bahan tersebut,
maka semakin besar yang harus diletakkan pada zona aktif agar bias
terdeteksi.
Nilai untuk factor reduksi jarak pensaklaran terindikasi pada
ketebalan bahan, untuk jarak pensaklaran maksimum pada bahan yang bias
terdeteksi