Anda di halaman 1dari 2

MUSYARAKAH

Dasar hukum

Al-Quran
Ayat-ayat Al-Quran yang dapat dijadikan rujukan dasar akad transaksi syarikah adalah :
Jikalau saudara-saudara itu lebih dari seorang, maka mereka berksekutu dalam sepertiga itu.
(QS. An-Nisa : 12)
Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berkongsi itu sebagian mereka berbuat
zalim kepada sebagian lain kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. (QS.
Ash-Shad : 24)
Hadist
Hadist-hadist Rasul yang dapat dijadikan rujukan dasar akad transaksi syarikah adalah :
Dari hadist Qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw telah
bersabda,
Allah swt telah berkata kepada saya; menyertai dua pihak yang sedang berkongsi selama salah
satu dari keduanya tidak mengkhianati yang lain, seandainya berkhianat maka saya keluar dari
penyertaan tersebut. (HR. Abu Daud)
Rahmat Allah swt tercurahkan atas dua pihak yang sedang berkongsi selama mereka tidak
melakukan pengkhianatan, manakala berkhianat maka bisnisnya akan tercela dan
keberkatanpun akan sirna dari padanya. (HR. Abu Daud, Baihaqi dan Al-Hakim)
Ketentuan dan tata cara akad musyarakah
Rukun musyarakah ada 3 perkara iaitu: a) akad (ijab-kabul) juga disebut sighah b) dua pihak
yang berakad (aqidani), mesti memiliki kecekapan melakukan pengelolaan harta c) objek
aqad(mahal) juga disebut maqud alaihi, samada modal atau pekerjaan
Tata cara akad musyarakah
Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh pihak untuk menunjukan kehendak mereka
dalam mengadakan kontrak (akad), dengan memperhatikan hal-hal berikut :
- Penawaran dan penerimaan harus secara eksplisit menunjukan tujuan akad.
- Penerimaan dari penawaran dilakukan pada saat akad.
Akad dituangkan secara tertulis, melalui korespondensi, atau dengan menggunakan cara-cara
komunikasi modern.
Pihak-pihak yang melakukan akad harus cakap hukum, dan memperhatikan hal-hal berikut :
i . Kompeten dalam memberikan atau diberikan kekuasaan perwakilan.
ii. Setiap mitra harus menyediakan dana dan pekerjaan dan setiap mitra melaksanakan kerja
sebagai wakil.
Modal
i. Modal yang diberikan harus uang tunai, emas, perak, atau yang nilainya sama. Modal dapat
terdiri dari aset perdagangan, seperti barang-barang, properti dan sebagainya. Jika modal dalam
bentuk aset, harus terlebih dahulu dinilai dengan tunai dan disepakati oleh para mitra.
Kerja
i. Partisipasi para mitra dalam pekerjaan merupakan dasar pelaksanaan musyarakah. Akan tetapi,
kesamaan porsi kerja bukanlah merupakan syarat.
Keuntungan
i. Keuntungan harus dikuantitatifkan dengan jelas untuk menghindarkan perbedaandan sengketa
pada waktu alokasi keuntungan atau ketika penghentian musyarakah
Kerugian
i. Kerugian harus dibagi di antara para mitra secara proporsional menurut saham masing-masing
dalam modal.

CONTOH PRODUK MUSYARAKAH


Pembiayaan mikro Bank Mega Syariah