Anda di halaman 1dari 12

CARA SEDERHANA MEMBENTUK PORTOFOLIO

Dasar : Gunakan model indeks tunggal (Sharpe) untuk menghitung


expected return

Ri , t R m , t

Cari Excess Return-To- Beta ratio :

Ri R F
i

Untuk menentukan saham mana yang dimasukkan ke dalam portofolio


optimal, langkah-langkahnya adalah sbb :
1. Hitung excess return-to- beta ratio (ERB) untuk setiap saham yang
dianalisis,
2. Urutkan nilai ERB dari yang tertinggi sampai ke yang terendah.
3. Menentukan cut-off point (C*)
4. Portofolio optimum terdiri dari investasi pada saham yang excess
return-to- beta ratio lebih besar dari cut-off point C* atau ERB >
C*

1. Ranking sekuritas

1
Contoh 1 :
Data yang diperlukan untuk menentukan portofolio optimal bila RF =
5%
No. Return Excess Beta Resiko Excess
Sekuritas Rata Return i Tidak return to
i Ri Ri - RF sistematis beta
ei2 Ri R F
i

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 15,0 10,0 1,0 50 10,0
2 17,0 12,0 1,5 40 8,0
3 12,0 7,0 1,0 20 7,0
4 17,0 12,0 2,0 10 6,0
5 11,0 6,0 1,0 40 6,0
6 11,0 6,0 1,5 30 4,0
7 11,0 6,0 2,0 40 3,0
8 7,0 2,0 0,8 16 2,5
9 7,0 2,0 1,0 20 2,0
10 5,6 0,6 0,6 06 1,0

2. Menentukan Cut-off Rate (C*)

Sekuritas yang dipilih dalam portofolio optimal adalah sekuritas yang


excess return-to- beta ratio lebih tinggi dari cut-off rate.

Menentukan Cutoff Rate (C*)


i
( Ri R F ) i
m2
i 1 ei2
Ci i
2
1 m2 i2
i 1 ei

Menghitung dan menentukan Cutoff rate dengan m2 = 10

2
No. Ri R F ( Ri RF ) i i2 j
( Ri R F ) i j
i2 C
i ei2
Sekuritas ei2 i 1 ei2 i 1 2
ei

i
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 10 0,20 0,02 0,2 0,02 1,67
2 8 0,45 0,05625 0,65 0,07625 3,69
3 7 0,35 0,05 1,0 0,12625 4,42
4 6 0,24 0,40 0,34 0,52625 5,43
5 6 0,15 0,025 0,355 0,55125 5,45
6 4 0,30 0,075 0,385 0,62625 5,30
7 3 0,03 0,10 0,415 0,72625 5,02
8 2,5 0,10 0,04 0,425 0,76625 4,91
9 2,0 0,10 0,05 0,435 0,81625 4,75
10 1,0 0,06 0,06 0,441 0,87625 4,52

Nilai Ci untuk sekuritas nomor 1 adalah :

Rumus Perhitungan Lokasi Data dalam tabel


( Ri RF ) i (15 5)1 2 Kolom 3
0,2
ei2 50 10
j
( Ri RF ) i Sama dengan di atas

i 1 ei2
i2 (1) 2

1
0,02 Kolom 4 (diakumulasikan
ei2 50 50 pada kolom 6)

2
10
Ci 10 1,67
2
1 10
100

Untuk sekuritas nomor 2 (i = 2) komol 3 adalah :

(17 5)1,5 4,5


0,45
40 10

3
Sekarang perhatikan kolom 5 yang merupakan penjumlahan kolom 3
untuk sekuritas nomor 1 dan sekuritas nomor 2 atau :

2 4,5 6,5
0,65
10 10 10

Kolom 4 adalah :

(1,5) 2 5,625

40 100

Kolom 6 adalah jumlah kolom 4 untuk sekurits nomor 1 dan 2, atau :

2 5,625 7,625

100 100 100

Nilai C2 adalah :

6,5
10
kolom _ 5
2
10
C2 = m
3,69 dan seterusnya.
1 m2 kolom _ 6 7,625
1 10
100

Proporsi dana yang diinvestasikan pada masing-masing sekuritas


adalah :

Z
X 0i N

Z
j 1
j

Dimana,
i Ri RF
Zj ( C*)
ei2 i

Perhatikan bahwa untuk setiap sekuritas, ei2 (residual variance)


memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan seberapa
besar proporsi dana yang diinvestasikan ke dalam sekuritas. Dengan
menerapkan rulus di atas diproleh :

4
Misalnya kita punya dana investasi Rp 100 juta. Cara mengalokasikan
dana tersebut ke masing-masing sekuritas.

2
Z1
100
(10 5,45) 0,091 ------------ 0,091/0,388 x Rp100 juta = Rp

3,75
Z2
100
(8 5,45) 0,095625 ------------- 0,096/0,388 x Rp100 juta = Rp

5
Z3 (7 5,45) 0,0775
100

20
Z4 (6 5,45) 0,110
100
2,5
Z5 (6 5,45) 0,01375
100

Z
i 1
i 0,387875

Dengan membagi Zi dengan jumlah Zi, kita dapat menginvestasikan


dana kita pada sekuritas 1 sebesar 23,5% ; sekuritas 2 sebesar 24,6% ;
sekuritas 3 sebesar 20% ; sekuritas 4 sebesar 28,4%, dan sekuritas 5
sebesar 3,5%.

CONTOH 2 :
Data yang diperlukan untuk menentukan portofolio optimal.
Asumsikan RF = 5

No. Return Excess Beta Resiko Excess


Sekuritas Rata Return i Tidak return to
i Ri Ri - RF sistematis beta
5
ei2 Ri R F
i

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 10 14 1,0 20 14
2 23 18 1,5 30 12
3 11 6 0,5 10 12
4 25 20 2,0 40 10
5 13 8 1,0 20 8
6 9 4 0,5 50 8
7 14 9 1,5 30 6
8 10 5 1,0 50 5
9 9,5 4,5 1,0 50 4,5
10 13 8 2,0 20 4
11 11 6 1,5 30 4
12 8 3 1,0 20 3
13 10 5 2,0 40 2,5
14 7 2 1,0 20 2

Perhitungan untuk menentukan cut-off rate dengan m2 = 10

No. Ri R F ( Ri RF ) i i2 j
( Ri RF ) i j
i2 C
i ei2 ei2
Sekuritas ei2
2
i 1 i 1
ei
i
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 14 70/100 5/100 70/100 5/100 4,67
2 12 90/100 7,5/100 160/100 12,5/100 7,11
3 12 30/100 2,5/100 190/100 15/100 7,6
4 10 100/100 10/100 290/100 25/100 8,29
5 8 40/100 5/100 330/100 30/100 8,25
6 8 4/100 0,5/100 334/100 30,5/100 8,25
7 6 45/100 7,5/100 379/100 38/100 7,9
8 5 10/100 2/100 389/100 40/100 7,78
9 4,5 9/100 2/100 398/100 42/100 7,65
10 4 80/100 20/100 478/100 62/100 6,64
11 4 30/100 7,5/100 508/100 69,5/100 6,39
12 3 15/100 5/100 523/100 74,5/100 6,19
6
13 2,5 25/100 10/100 548/100 84,5/100 5,8
14 2 10/100 5/100 558/100 89,5/100 5,61

C* = C4 = 58/7 = 8,29

Jumlah optimum yang diinvestasikan ditentukan dengan cara sbb :

1 58 40 240
Z1 14
20 7 140 840

1,5 58 39 156
Z4 12
30 7 210 840

0,5 58 13 156
Z3 12
10 7 70 840

2 58 24 72
Z1 10
40 7 280 840

240 246
X1 0,38
240 156 156 72 624

156 156
X2 0,25
240 156 156 72 624

156 156
X3 0,25
240 156 156 72 642

72 72
X4 0,12
240 156 156 72 624

7
MODEL KORELASI KONSTAN

Berikut ini akan dibahas penggunaan posedur sederhana untuk


menyeleksi portofolio optimum bila korelasi konstan diterima sebagai
satu cara terbaik untuk memproyeksikan koefisien korelasi. Bila
model korelasi konstan menggambarkan gerakan bersama antara
sekuritas, maka semua sekuritas dapat diranking berdasarkan excess
return to standard deviation.

( Ri R F )
i .

Rasio ini memberikan urutan sekuritas dimana sekuritas dengan


ranking teringgi adalah sekuritas yang dibeli dan paling rendah adalah
sekuritas yang tidak dipegang dalam kasus short sales dilarang atau di
short sales jika penjualan seperti itu diizinkan.

Rangking dan seleksi berbagai sekuritas short sales tidak


diizinkan

Perhatikan tabel 1 di bawah ini, semua saham diranking berdasarkan


excess retturn to standard deviation. Kemudian, nilai optimal Ci,
disebut C* dihitung dan semua saham dengan excess return to standar
deviation yang lebih tinggi dimasukkan ke dalam portofolio optimal.
Semua saham yang mempunyai excess return to standard deviation
lebih rendah dikeluarkan. Untuk saat ini nilai C* = 5,25. Karena
sekuritas 1 sampai 3 mempunyai excess return to standard deviation
lebih tinggi dari C* maka sekurits ini dimasukkan ke dalam
portofolio optimal, sedangkan sisanya nomor 4 sampai 12 tidak
dimasukkan.

Menyusun cut-off rate,

i R R


j F
Ci
i i j 1 j

8
Dimana adalah koeffisien korelasi diasumsikan konstan untuk smua
sekuritas. Seperti kasus model indeks tunggal, kita menentukan
tingkat cut-off C* bila kita memperoleh Ci

Semua saham diranking dari 1 sampai i yang mempunyai nilai


excess return to standard deviation yang lebih rendah dari Ci
Semua saham diranking i + 1 samapi N mempunyai excess return
to standard deviation yang lebih rendah dari Ci

Tabel 1 Data yang digunakan untuk meranking, bila RF = 5%

No sekuritas Return Excess Deviasi Excess


i Rata Return standar return to
Ri Ri - RF standard
deviation
( Ri R F )
i
1 29 24 3 8,0
2 19 14 2 7,0
3 29 24 4 6,0
4 35 30 6 5,0
5 14 9 2 4,5
6 21 16 4 4,0
7 26 21 6 3,5
8 14 9 3 3,0
9 15 10 5 2,0
10 9 4 2 2,0
11 11 6 4 1,5
12 8 3 3 1,0

Perhatikan Tabel 2 pada dua kolom sebelah kanan. Hanya nilai C1 =


C3. Jadi C* = C3 = 5,25

Jumlah optimum yang diinvestasikan dalam setiap sekuritas adalah

9
Z
X 0i N

Z
j 1
j

Dimana,

Ri RF
Z j C *
(1 ) i i
Untuk sampel kita, nilai Zi adalah :
1 21 11 44
Z1 8
1,5 4 6 24

1 21 7 42
Z 2 7
1 4 6 24

1 21 3 9
Z3 6
2 4 8 24

Tabel 2 Menentukan cut-off rate bila korefisien korelasi = 0,5

No j
Ri R F Ci ( Ri R F )
1 i i i
sekuritas i 1

i
1 8 8/2 = 4 8
2 1/3 15 15/3 = 5 7
3 21 21/4 = 5,25 6
4 1/5 26 26/5 = 5,2 5
5 1/6 30,5 30,5/6 = 5,08 4,5
6 1/7 34,5 34,5/7 = 4,93 4
7 1/8 38 38/8 = 4,75 3,5
8 1/9 41 41/9 = 4,56 3
9 1/10 43 43/10 = 4,3 2
10 1/11 45 84511 = 4,09 2
11 1/12 46,5 46,5/12 = 3,88 1,5
12 1/13 47,5 47,5/13 = 3,65 1
10
Dengan membagi setiap nilai Zi dengan jumlah Z diperoleh jumlah
optimum dana yang diinvestasikan dalam setiap sekuritas.

44 44
X1
44 42 9 95
atau 46,3%

X2 = 42/95 atau 44,2% X3 = 9/95 atau 9,5%

Bagaimana kalau short sales diizinkan ?

Kalau short sales diizinkan, maka semua saham akan dipegang untuk
jangka waktu yang lama atau dijual cepat. Ini berarti bahwa C*
seharusnya memasukkan semua saham. Bila semua saham
dimasukkan pada saat C* = C12 = 3,65, berarti bahwa enam sekuritas
pertama yang dibeli, sisanya nomor 7 samapi 12 dijual.

11
SOAL LATIHAN

1. Data return ekspektasi, beta dan varian residual, disajikan pada


tabel berikut dengan asumsi varian pasar m2 = 10
Nomor Expected return Beta ei2
sekuritas
1 15 1,0 30
2 12 1,5 20
3 11 2,0 40
4 8 0,8 10
5 9 1,0 20
6 14 1,5 10
Dari data di atas bentuklah portofolio optimal, jika diketahui return
bebas resiko (RF )= 5% apabila :
a. Short sales dilarang
b. short sales diizinkan

2. Anda diberikan data sebagai berikut :

Nomor Expected return Standard


sekuritas Deviation
1 15 10
2 20 15
3 18 20
4 12 10
5 10 5
6 14 10
7 16 20

Berapakah portofolio optimal bila diasumsikan short sales dilarang,


jika diketahui RF = 5% dan koefisien korelasi = 0,5. bagaimana kalau
short sales diizinkan, data lain tidak berubah ?

12