Anda di halaman 1dari 11

DISUSUN OLEH :

NABILAH SYIFA ADANI


NIM : 02161048

STAIN WATAMPONE
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. atas limpahan nikmat dan

karunianya sehingga laporan ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya, meskipun masih

jauh dari kesempurnaan. Salawat dan salam semoga tetep tercurahkan kepada Rasulullah

Muhammad SAW. Beserta keluarga dan pengikutnya. Semoga kita selaku pengikut setianya

dapat menegakkan nilai-nilai sunnah secara integral dalam kehidupan pribadi dan sosial.

Diselesaikannya laporan ini diharapkan dapat memotifasi terciptanya komunitas pelajar

di lingkungan kampus kita ini. Karena kreativitas serta keterlibatan teman-teman dalam

keseluruhan aspek pembelajaran menjadi target yang harus diprioritaskan.

Akhirnya, kami menyadari segala kekurangan yang melekat pada laporan kami, untuk itu,

kritik dan saran dari semua dosen, teman-teman, dan semua pihak yang berkompeten merupakan

suatu hal berharga dan sangat berarti dalam menyempurnakan laporan ini. Semoga segala iktikad

dan ikhtiar yang di lakukan hamba mendapatkan rahmat dan ridha Allah SWT.

14 November 2016

NABILAH SYIFA ADANI

i
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG 1

B. RUMUSAN MASALAH 1

C. TUJUAN 1

D. MANFAAT PENULISAN 1

E. METODE-METODE 1

F. METODOLOGI, TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN 2

BAB II HASIL PENELITIAN

A. IDENTITAS 3

B. HASIL PENGAMATAN/WAWANCARA 3
C. HAMBATAN 4

D. ANALISIS(KOMENTAR) 6

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN 8

B. SARAN 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Setiap individu mempunyai keunikan masing-masing, mempunyai


kemampuan dan karakteristiknya masing-masing. Mulai dari yang cepat
memahami pelajaran, hingga yang lambat. Mulai dari siswa yang berprestasi,
hingga siswa yang tidak berprestasi. Dalam hal ini saya selaku mahasiswi
Pendidikan Agama Islam melakukan wawancara di SMA NEGERI 2 WATAMPONE
untuk memenuhi tugas dalam bentuk laporan observasi atau wawancara. Laporan
hasil wawancara ini disusun guna mememenuhi tugas mata kuliah Psikologi
Pendidikan. Dengan adanya wawancara ini diharapkan kita dapat mengetahui
bagaimana seorang guru mengembangkan bakat siswanya dan cara siswa
mengembangkan bakatnya sendiri.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana Metode Pengembangan Bakat Siswa
2. Bagaimana Proses Pengembangan Bakat
3. Bagaimana Hambatan Dalam Pengembangan Bakat
C. TUJUAN
1. Mengetahui Proses Pengembangan Bakat Siswa
2. Mengetahui Metode Pengembangan Bakat
3. Mengetahui Hambatan Dalam Pengembangan Bakat
D. MANFAAT PENULISAN
Setelah melakukan observasi di Sekolah Menengah Atas kita diharapkan
dapat memahami bagaimana cara pengembangan bakat yang baik dan benar serta
mengaplikasikannya ketika kita menjadi guru dimasa yang akan datang.
E. Metode-Metode yang saya gunakan dalam penyusunan laporan observasi adalah
wawancara.

1
F. METODOLOGI, TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Metodologi Penelitian
Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara.
Semua informasi tentang hasil penelitian bersumber dari Narasumber yang telah
diwawancarai pada waktu itu. Dimana, narasumber yang telah saya pilih untuk
diwawancarai adalah seorang guru yang mengajarkan mata pelajaran GEOGRAFI di
SMA NEGERI 2 WATAMPONE.
1. Tempat dan Waktu Penelitian
Adapun tempat dan waktu penelitian yaitu:
Tempat : Ruang BK (Bimbingan Konseling) SMA Negeri 2 Watampone
Hari/tanggal : Senin/14 November 2016
Pukul : 10.47-11.20 WITA

2
BAB II

HASIL PENELITIAN

A. IDENTITAS
1. Sekolah
Nama Sekolah : SMA NEGERI 2 WATAMPONE
Alamat : JL. JEND. GATOT SUBROTO NO.1 WATAMPONE

2. Nama guru : Dra. Rohani

Kelas yang diajar : XII IPS 1-5


Bidang studi : Geografi

B. HASIL PENGAMATAN/WAWANCANCARA

Metode Pengembangan Bakat


Dalam pengembangan bakat terdiri dari berbagai cara yaitu :
1. Menggunakan Metode Kuesioner
Metode Kuesioner atau Angket adalah suatu instrumen pengumpul data.
Bentuknya berupa kumpulan-kumpulan pertanyaan yang telah dirancang oleh
peneliti psikologi pendidikan sesuai dengan tujuan penelitian. Daftar pertanyaan
yang tertulis pada kuisioner biasanya diserahkan kepada peserta didik untuk
dijawab.
2. Menggunakan Metode Observasi Naturalistik
Metode observasi naturalistik (naturalistic observation) digunakan untuk
mempelajari perilaku peserta didik tertentu, misalnya perkembangan perilaku
siswa A lebih menunjang pada bidang Seni Budaya, siswa B lebih menunjang pada
bidang Agama. Selanjutnya, dimasukkan(diarahkan) ke masing-masing bidang,
misalnya siswa A dimasukkan ke Organisasi SSB (Sanggar Seni Budaya), siswa B
dimasukkan ke Organisasi Rohis, dan begitu seterusnya.
3
Serta melalui kegiatan pengajaran (pembimbingan) dalam masing-masing
Organisasi, dimana dalam organisasi tersebut terdapat pembimbing masing-
masing.
3. Penggunaan K.13
Penggunaan K.13, yang bertujuan untuk membuat peserta didik mampu
melakukan dan menyelesaikan masalah tertentu dengan mandiri.
4. PBL (Program Basic Learning)
Model pembelajaran yang didalamnya melibatkan peserta didik untuk
berusaha memecahkan masalah dengan melalui, metode ilmiah sehingga siswa
diharapkan mampu mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan masalah
tersebut dan sekaligus siswa diharapkan akan memiliki ketrampilan dalam
memecahkan masalah.
5. Project (Pemantapan)
Setelah mengetahui apa bakat yang dimiliki, hambatan yang ada sudah
diselesaikan dengan baik, metode-metode yang ada sudah dilaksanakan secara
sistematis, maka selanjutnya adalah finishing/project/pemantapan(proses akhir),
dimana pada tahap yang terakhir disini peserta didik sudah mampu menampilkan
bakat yang dimiliki, tanpa arahan(bimbingan).

C. Hambatan Dalam Pengembangan Bakat


Dari beberapa sumber kendala tersebut salah satu diantaranya adalah
sekolah dan guru. Tanpa disadari oleh guru atau sekolah, sering kita temui
beberapa tindakan guru yang bermaksud untuk mengembangkan kreatifitas,
namun tindakan yang dilakukan justru membunuh kreatifitas itu sendiri. Misalnya,
guru lebih menekankan pada hasil belajar berupa angka-angka ketimbang proses
yang mengembangkan kreatifitas, tidak menanggapi umpan balik dari siswa
tentang proses kegiatan belajar mengajar atau guru senantiasa mengawasi dan
khawatir dengan tindakan siswa di kelas.
4
Beberapa contoh lain dari hambatan pengembangan kreatifitas di sekolah
adalah guru sering memberikan instruksi yang terlalu detail tentang apa yang
harus dilakukan oleh siswa sehingga siswa tidak mampu berkreasi secara bebas.
Berdasarkan informasi yang saya dapat dari narasumber, ada beberapa hal
yang dapat menghambat dalam pengembangan bakat peserta didik yaitu:
1. Pola pikir yang belum bisa ditempatkan bagaimana selanjutnya

Masa SMA adalah masa peralihan dari anak-anak ke remaja, hanya


sebagian murid yang mampu melewatinya, dan masih banyak murid lainnya yang
cara berfikirnya kekanak-kanakan.

2. Tekanan Teman Sebaya

Tekanan dari teman bisa muncul dari sikap teman yang meremehkan,
berharap banyak, penilaian, ancaman atau sekedar teror mental berupa ucapan
terhadap tingkah siswa kita. Tekanan itu sangat berdampak dalam kemampuan
siswa untuk mengembangkan potensi bila tidak berhasil dimanage secara bijak.
Proses penenggelaman potensi ini berproses dalam jangka waktu tertentu yang
berbeda antara satu siswa dengan siswa lainnya. Guru hanya membantu dalam
proses dimana siswa diberikan masukan, alasan dan alternatif solusi dan setelah
itu biarkan siswa memilih sendiri dengan kesadaran untuk menangung segala
konsekuensi yang akan dihadapinya.
3. Rasa Bosan Yang Memuncak
Penyebab kejenuhan siswa terhadap kegiatan belajar, salah satunya adalah
metode belajar yang tidak tepat, tidak ada variasi pembelajaran, sarana sekolah
yang sangat terbatas atau cara guru yang mengajar dengan cara monoton.
Dari sebab-sebab diatas, tentunya yang paling berperan untuk melahirkan
kembali hasrat untuk berprestasi dan kreatif adalah kemampuan guru dalam
merekayasa proses pembalajaran menjadi lebih bermakna, berwarna dan bergaya.

5
4. Sarana dan prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam
mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang
merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha,
pembangunan, proyek).
5. Kuantitas
Kuantitas adalah banyaknya jumlah peserta dalam suatu wadah sehingga
dapat mengakibatkan pengetahuan dan informasi yang diberikan tidak
menyeluruh. Didalam suatu wadah biasanya hanya mampu menyediakan
media/alat dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah
pesertanya yang banyak. Hal ini juga dapat menghambat terwujudnya bakaat yang
dimiliki peserta didik.
6. Waktu
Bagi seorang pelajar waktu merupakan hal yang sangat berharga jadi waktu
sangatlah diperlukan dalam merancang sebuah kegiatan apalagi kegiatan yang
melibatkan orang lain.

D. ANALISIS

Berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan pada hari Senin 14


November 2016 di SMAN 2 WATAMPONE, menurut saya cara yang dilakukan oleh
Ibu Dra.Rohani dalam mengembangkan bakat peserta didik sangat bagus, karena
beliau menggunakan beberapa metode atau cara, dimana metode-metode itu
saling berkaitan. Dalam mengembangkan bakat peserta didik diperlukan
mempelajari perilaku tertentu, misalnya perkembangan perilaku siswa A lebih
menunjang pada bidang Seni Budaya, siswa B lebih menunjang pada bidang
Agama. Selanjutnya, dimasukkan(diarahkan) ke masing-masing bidang, misalnya
siswa A dimasukkan ke Organisasi SSB (Sanggar Seni Budaya), siswa B dimasukkan
ke Organisasi Rohis, dan begitu seterusnya.
6
Serta melalui kegiatan pengajaran (pembimbingan) dalam masing-masing
Organisasi, dimana dalam organisasi tersebut terdapat pembimbing masing-
masing. Selain itu Penggunaan K.13, yang bertujuan untuk membuat peserta didik
mampu melakukan dan menyelesaikan masalah tertentu dengan mandiri,
penggunaan PBL (Program Basic Learning) model pembelajaran yang didalamnya
melibatkan peserta didik untuk berusaha memecahkan masalah dengan melalui,
metode ilmiah sehingga siswa diharapkan mampu mempelajari pengetahuan yang
berkaitan dengan masalah tersebut dan sekaligus siswa diharapkan akan memiliki
ketrampilan dalam memecahkan masalah. Dan yang terakhir yaitu Project
(Pemantapan), setelah mengetahui apa bakat yang dimiliki, hambatan yang ada
sudah diselesaikan dengan baik, metode-metode yang ada sudah dilaksanakan
secara sistematis, maka selanjutnya adalah finishing/project/pemantapan(proses
akhir), dimana pada tahap yang terakhir disini peserta didik sudah mampu
menampilkan bakat yang dimiliki, tanpa arahan(bimbingan).

7
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertatik pada sesuatu
objek atau menyenangi sesuatu objek. Bakat adalah kemampuan dasar seseorang
untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun
hasilnya justru lebih baik. Motivasi adalah sesuatu yang paling mendasar yang
harus ada dalam proses belajar karena hasil belajar akan optimal bila ada
motivasi. Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa minat, bakat,
motivasi saling berhubungan. Misalnya ketika kita ingin mengembang kan minat
dan bakat kita , pasti nya kita mempunyai motivasi tersendiri misalkan saja
motivasi yang berasal dari dalam diri, dan motivasi yang berasal dari luar diri.

B. SARAN
Untuk dapat mengembangkan minat dan bakat yang kita miliki , kita terlebih
dahulu untuk mengetahui minat dan bakat apa yang kita miliki. Dan kita juga harus
menyiapkan strategi apa saja yang harus kita persiapkan untuk menghadapi
sebuah kegagalan ataupun hal yang dapat menghalangi kita untuk
mengembangkan minat dan bakat yang kita miliki. Misalnya saja ketika kita
mengalami kegagalan , seperti mendapatkan nilai ujian yang jelek , tapi kita sudah
belajar semaksimal mungkin. Kita harus termotivasi dari kegagalan yang pernah
kita alami. Karena seseorang di katakan sukses adalah seseorang yang mampu
memotivasi dirinya dan bangkit dari kegagalan.