Anda di halaman 1dari 18

EFEK YANG TIMBUL DARI PILKADA DKI DILIHAT DARI SISI

PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAKARTA

Latar Belakang

Pilkada merupakan pesta demokrasi rakyat dalam memilih kepala daerah beserta wakilnya
yang berasal dari usulan partai politik tertentu, gabungan partai politik atau secara independen dan
yang telah memenuhi persyaratan (Sumarno, 2005:131).Pemilihan kepala daerah (Pilkada atau
Pemilukada) dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat yang
memenuhi syarat.Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala
daerah. Pilkada dilaksanakan untuk mengkoreksi system demokrasi tidak langsung (perwakilan) di
era sebelumnya,dimana kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh DPRD,menjadi
demokrasi yang berakar langsung pada pilihan rakyat (pemilih).Melalui pilkada,masyarakat
sebagai pemilih berhak untuk memberikan suaranya secara langsung sesuai dengan kehendak hati
nuraninya,tanpa perantara,dalam memilih kepala daerah.
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pemilu Tahun 2008 tentang pelaksanaan pilkada,
menunjukkan bahwa pemerintah sangat berkeinginan dalam menciptakan negara demokrasi,
sebagai sebuah sistem yang dapat mengakomodir aspirasi masyarakat, dimana pilkada adalah
merupakan sebuah gambaran dari bentuk dan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan demokrasi
disemua tingkatan pemerintahan.Pelaksanaan pilkada bertujuan melakukan penyelenggaraan sistem
demokrasi ditingkat lokal untuk menghasilkan penyelenggara pemerintahan di daerah, dalam hal ini
eksekutif yang benar-benar merupakan hasil kesepakatan bersama melalui pilkada dalam
menentukan pemimpinnya didasarkan pada asas Pancasila dan berdasar pada konstitusi. (UU Nomor
10 Tahun 2008)
Pemilihan langsung Kepala Daerah menjadi consensus politik nasional yang merupakan salah
satu instrument penting penyelenggaraan pemerintahan setelah digulirkannya otonomi daerah di
Indonesia.Sedangkan Indonesia sendiri telah melaksanakan pilkada secara langsung sejak
diberlakukannya Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.Hal ini apabila
dilihat dari perspektif desentralisasi,pilkada langsung tersebut merupakan sebuat terobosan baru
yang bermakna bagi proses konsolidasi demokrasi ditingkat lokal.Pilkada langsung akan membuka
ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat dalam proses demokrasi untuk menentukan
kepemimpinan politik di tingkat lokal.Sistem ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk
mengaktualisasi hak-hak politiknya secara lebih baik tanpa harus direduksi oleh kepentingan-
kepentingan elite politik, seperti ketika berlaku sistem demokrasi perwakilan.Pilkada langsung juga
memicu timbulnya figure pemimpin yang aspiratif,kompeten,legitimate,dan berdedikasi.Sudah
tentu hal ini akan menjadikan Kepala Daerah yang terpilih akan lebih berorientasi pada warga
dibandingkan pada segelitir elite di DPRD.
Sistem pilkada langsung mengandung sejumlah kelemahan.Ada sejumlah kelemahan menonjol
yang bisa direnungkan sebagai bahan kewaspadaan.Pilkada dalam era liberalisasi politik dengan
kekuatan partai politik yang masih dominan,memungkinkan sekali yang bisa bertempur disana
adalah mereka yang memiliki kapital ekonomi dan politik yang kuat.Para pengusaha yang sekaligus
dekat dengan partai politik,atau para incumbent yang kaya,adalah yang paling besar mendapatkan
peluang masuk dalam bursa pencalonan pilkada.
Momen pemilihan kepala daerah (pilkada) banyak berdampak dalam mendongkrak laju
pertumbuhan ekonomi tahun ini.Alasannya,pesta rakyat tersebut mampu menggenjot konsumsi
masyarakat yang merupakan motor utama penggerak perekonomian.Gelaran pilkada selalu
berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.Setiap Negara tentunya akan selalu
berkembang dan berusaha untuk selalu maju dalam segala sektornya,terutama dalam sektor
perekonomian.Karena itu,pastilah masing-masing wilayah di Negara tersebut berusaha untuk maju
dan berkembang dengan kemampuannya masing-masing.
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara
berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.Pertumbuhan ekonomi
dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang
diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.Pertumbuhan ekonomi sering disama
artikan dengan pembangunan ekonomi,tetapi pada dasarnya dua hal itu berbeda pengertiannya.
Dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka akan ada pembangunan ekonomi dimana dengan
pertumbuhan ekonomi itu sendiri akan memunculkan pembangunan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target yang sangat penting yang harus dicapai dalam
proses pembangunan ekonomi.Oleh karena itu,umumnya perencanaan pembangunan ekonomi
berorientasi pada masalah pertumbuhan.Bagi Negara Indonesia yang jumlah penduduknya
tergolong besar dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi serta ditambah lagi dengan jumlah
penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan pada awal proses pembangunan,pertumbuhan
ekonomi menjadi sangat penting dan lajunya harus jauh lebih besar dari pada laju pertumbuhan
penduduk agar peningkatan pendapatan masyarakat tercapai.
Pada kenyataannya setiap tahunn,ada ratusan pemilihan kepala daerah (pilkada),baik itu
bupati,walikota,maupun gubernur,baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi.Salah satu
pilkada yang diadakan dan ditunggu-tunggu adalah pilkada DKI Jakarta. Namun, di berbagai media,
baik televisi, koran, radio, yang menjadi bahan perbincangan justru sebagian besar adalah pilkada
Jakarta.Bahakan pada data Political Wave terkait pilkada Jakarta menunjukan angka pengguna
media sosial pun seperti facebook, twitter, Instagram, terus meningkat.
Jakarta Sebagai ibukota Negara seringkali dijadikan tolak ukur bagi daerah lain dalam sektor
apapun.Segala yang terjadi di Jakarta akan menjadi suatu pembahasan yang penting terlebih dalam
hal ekonomi dan politik.Pilkada DKI Jakarta 2017 ini mempunyai pengaruh yang cukup kuat.Bank
Indonesia (BI) memandang bahwa dampak pemilihan kepala daerah atau pilkada yang tercermin
pada komponen pengeluaran lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT) terhadap pertumbuhan
ekonomi tahun ini cukup besar.Belum lama ini Jakarta juga tengah mengadakan pemilihan umum
yang diadakan serentak dengan daerah lain.Pilkada DKI Jakarta termasuk pilkada yang paling
ditunggu tunggu karen telah menjadi sorotan oleh berbagai pihak,selain merupakan barometer bagi
Indonesia.Pasalnya,merebut Jakarta hampir sama dengan merebut Indonesia.Sebagian besar
keuangan Indonesia ada di Jakarta,sehingga salah kelola tentang Jakarta akan berdampak pada
daerah lain diluar provinsi DKI Jakarta itu sendiri.Dengan adanya gelaran pilkada DKI,ada bebrapa
perubahan yang timbul dari segi pertumbuhan ekonomi baik dampak positif maupun negative,maka
dari itu penulis ingin mengetahui lebih dalam mengenai efek apa yang ditimbulkan dari pilkada
DKI terhadap pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

Rumusan Masalah

1. Apa saja efek yang timbul dari pilkada DKI dilihat dari sisi pertumbuhan
ekonomi?
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

LANDASAN TEORI

A. TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses perubahan kondisi perekonomian


suatu Negara yang berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama
periode tertentu.Menurut Sukirno (2000) pertumbuhan ekonomi berarti
perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa
yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat
meningkat.Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses
kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk
kenaikan pendapatan nasional.Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi
keberhasilan pembangunan ekonomi.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik dan Neoklasik

a. Teori pertumbuhan ekonomi klasik

Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik,ada 4 faktor yang mempengaruhi


pertumbuhan ekonomi,yaitu: jumlah penduduk,jumlah stok barang-barang modal,
luas tanah dan kekayaan alam,serta tingkat teknologi yang digunakan.Dalam teori
pertumbuhan mereka,dimisalkan luas tanah dan kekayaan alam adalah tetap
jumlahnya dan tingkat teknologi tidak mengalami perubahan.Berdasarkan kepada
teori pertumbuhan ekonomi klasik yang baru menjelaskan bahwa perkaitan di
antara pendapatan per kapita dan jumlah penduduk.Teori tersebut dinamakan teori
penduduk optimum.Teori pertumbuhan klasik dapat dilihat bahwa apabila
terdapat kekurangan penduduk,produksi marjinal adalah lebih tinggi dari pada
pendapatan per kapita.Akan tetapi apabila penduduk semakin banyak,hukum hasil
tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi,yaitu
produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan.Oleh karenanya pendapatan
nasional dan pendapatan per kapita menjadi semakin lambat pertumbuhannya.

1. Teori pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith

An Inquiry into the nature and causes of the wealth of the nation,teorinya yang
dibuat dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan gaib)

Teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith ditandai oleh dua faktor yang saling
berkaitan,yaitu :

a. Pertumbuhan penduduk
b. Pertumbuhan output total

Sedangkan pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen


berikut ini :

a. Sumber-sumber alam
b. Tenaga kerja (pertumbuhan penduduk)
c. Jumlah persediaan

2. Teori pertumbuhan ekonomi David Ricardo dan T.R Malthus

Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga
menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja
melimpah.Pendapat Ricardo ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh
Thomas Robert Malthus,menyatakan bahwa makanan (hasil produksi) akan
bertambah menurut deret hitung (satu,dua, dan seterusnya).Sedangkan penduduk
akan bertambah menurut deret ukur (satu,dua,empat,delapan,enam belas, dan
seterusnya) sehingga pada saat perekonomian akan berada pada taraf subisten atau
kemandegan.

b. Teori pertumbuhan ekonomi Neoklasik


Teori pertumbuhan Neo-klasik melihat dari sudut pandang yang berbeda,yaitu
dari segi penawaran.Menurut teori ini,yang dikembangkan oleh Abramovits dan
Solow pertumbuhan ekonomi tergantung kepada perkembangan faktor-faktor
produksi.Dalam persamaan,pandangan ini dapat dinyatakan dengan persamaan:

AY = f (AK,AL,AT)

Dimana :

AY adalah tingkat pertumbuhan ekonomi

AK adalah tingkat pertumbuhan modal

AL adalah tingkat pertumbuhan penduduk

At adalah tingkat pertumbuhan teknologi

Analisis solow selanjutnya membentuk formula matematik untuk persamaan itu


dan seterusnya membuat pembuktian secara kajian empiris untuk menunjukkan
kesimpulan berikut: faktor terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi
bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja.Faktor yang paling
penting adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran
tenaga kerja.

1. Teori pertumbuhan ekonomi Robert Sollow

Rober Sollow lahir pada tahun 1950 di Brookyn,ia seorang peraih nobel di bidang
dibidang ilmu ekonomi pada tahun 1987.Robert Sollow menekankan perhatiannya
pada pertumbuhan output yang akan terjadi atas hasil kerja dua faktor input
utama.Yaitu modal dan tenaga kerja.

2. Teori pertumbuhan ekonomi Harrod dan Domar

RF. Harrod dan Evsey Domar tahun 1947 pertumbhan ekonomi menurut Harrod
dan domar akan terjadi apabila ada peningkatan produktivitas modal (MEC) dan
produktivitas tenaga kerja.
3. Teori pertumbuhan ekonomi Joseph Schumpeter

Menurut J. Schumpeter,pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh


adanya proses inovasi-inovasi (penemuan-penemuan baru di bidang teknologi
produksi) yang dilakukan oleh para pengusaha.Tanpa adanya inovasi,tidak ada
pertumbuhan ekonomi.

B. TEORI EKONOMI POLITIK

Pengertian Ekonomi Politik menurut

Adam Smith,Ekonomi Politik adalah cabang ilmu pengetahuan dari para legislator
yang memiliki dua tujuan berbeda,yang pertama menciptakan sumber pendapatan
bagi masyarakat atau mengupayakan swasembada bagi masyarakat,yang kedua
yaitu menyediakan sejumlah daya bagi negara atau pemerintah agar mereka
mampu menjalankan berbagai tugas dan fungsinya dengan baik.

Martin Staniland mengemukakan pengertian ekonomi politik,Ekonomi Politik


menjelaskan interaksi sistematis antara aspek ekonomi dan aspek politik.
Hubungan interaksi tersebut bisa dinyatakan dalam banyak cara,baik itu dalam
hubungan kausalitas antara satu proses dengan proses yang lainnya dimana
bersifat deterministik atau hubungannya yang bersifat timbal-balik (respositas)
atau suatu proses yang berlangsung secara terus-menerus.

New Pelgrave Dictionary of Economics mengemukakan pengertian ekonomi


politik adalah perpaduan dua seni,yaitu seni pengelolaan perekonomian pada
umumnya dan seni pengaturan pemerintahan.

Istilah Ekonomi Politik merupakan suatu istilah yang sangat populer pada abad ke
18,namun setelah Alfred Marshal mengeluarkan bukunya yang berjudul
Principles of Economics maka istilah ekonomi politik mulai dipisahkan.Orang
lebih suka menggunakan istilah ekonomi saja atau politik saja.Ekonomi lebih
ditekankan pada uraian-uraian ekonomi yang lebih matematis kuantitatif,
sedangkan politik semakin menjauhkan diri dari uraian tentang ekonomi.
Pekembangan di abad ke 20 tepatnya pada tahun 1960 menyebabkan orang mulai
melihat kembali pada istilah ekonomi politik.Meskipun pemahaman mengenai
ekonomi politik klasik berbeda dengan ekonomi politik modern,akan tetapi secara
umum disepakati bahwa pendekatan ekonomi politik sangat diperlukan,terutama
dalam menjelaskan fenomena ekonomi maupun fenomena politik yang secara
signifikan dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor politik.

Dalam perkembangan berikutnya,terutama setelah diterbitkannya buku yang


berjudul Politics Economics and Welfare pada tahun 1953 karya Charles
Lindblom dan Robert Dahl,usaha untuk memahami keterkaitan antara fenomena
ekonomi dan politik yang saling berinteraksi semakin menonjol.Ada beberapa
pemikiran yang dapat disimpulakan dari buku tersebut,yaitu :

a) Terdapat perbedaan sudut pandang antara ekonomi politik dengan


ekonomi konvensional,terutama berkaitan dengan interaksi antara
ekonomi politik di zaman modern saat ini.
b) Terdapat perbedaan antara ekonomi politik modern dengan ekonomi
politik klasik,yang berkenaan dengan dinamika hubungan antara pasar
dengan kebijakan pemerintah,serta masyarakat yang terkena dampak dari
hubungan tersebut.
c) Terdapat kerancuan antara ekonomi politik dengan studi ekonomi
pembangunan.
d) Dikatakan bahwa ekonomi politik di dalam menganalisis berbagai
masalah,selain menggunakan pendekatan kuantitatif juga memakai teori-
teori atau alat analisis dari ilmu sosial lain.
e) Dikatakan bahwa ekonomi politik digunakan juga untuk membahas
masalah-masalah sosial lain sepanjang ada kaitannya dengan kegiatan
perekonomian.
f) Dikatakan bahwa ekonomi politik modern banyak membahas ketidak
adilan berkenaan dengan pemerataan pendapatan,kemiskinan,pertumbuhan
dan struktur lainnya,baik dalam sistem ekonomi nasional maupun sistem
ekonomi internasional.
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

1. Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan proses pembangunan,pertumbuhan ekonomi juga


dipengaruhi oleh SDM.Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam
proses pembangunan,cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada
sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki
kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2. Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara berkembang bertumpuk kepada sumber daya alam dalam
melaksanakan proses pembangunannya.Namun demikian,sumber daya alam saja
tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi,apabila tidak didukung
oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam
yang tersedia.Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah,
kekayaan mineral,tambang,kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong


adanya percepatan proses pembangunan,pergantian pola kerja yang semula
menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak
kepada aspek efisiensi,kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan
ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju
pertumbuhan perekonomian.

4. Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi


yang dilakukan,faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong
proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.
Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan
cerdas,jujur,ulet dan sebagainya.Adapun budaya yang dapat menghambat proses
pembangunan diantaranya sikap anarkis,egois,boros,KKN, dan sebagainya.

5. Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan
kualitas IPTEK.Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting
bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang
modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

D. Teori Permintaan dan Penawaran


1. Teori Permintaan
Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada
berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu.Singkatnya
permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu
pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan
tertentu dan dalam periode tertentu.
1) Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:
a) Harga barang itu sendiri
Jika harga suatu barang semakin murah,maka permintaan terhadap
barang itu bertambah.
b) Harga barang lain yang terkait
Berpengaruh apabila terdapat 2 barang yang saling terkait yang
keterkaitannya dapat bersifat subtitusi (pengganti) dan bersifat
komplemen (penggenap).
c) Tingkat pendapatan perkapita
Dapat mencerminkan daya beli.Makin tinggi tingkat pendapatan,
daya beli makin kuat,sehingga permintaan terhadap suatu barang
meningkat.
d) Selera atau kebiasaan
Tinggi rendahnya suatu permintaan ditentukan oleh selera atau
kebiasaan dari pola hidup suatu masyarakat.
e) Jumlah penduduk
Semakin banyak jumlah penduduk yang mempunyai selera atau
kebiasaan akan kebutuhan barang tertentu,maka semakin besar
permintaan terhadap barang tersebut.
f) Perkiraan harga di masa mendatang
Bila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik,
adalah lebih baik membeli barang tersebut sekarang,sehingga
mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini guna
menghemat belanja di masa depan.
g) Distribusi pendapatan
Tingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang
salah bila distribusi pendapatan buruk.Jika distribusi pendapatan
buruk,berarti daya beli secara umum melemah,sehingga
permintaan terhadap suatu barang menurun.
h) Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan.
Bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali
peranannya dalam mempengaruhi masyarakat.Usaha-usaha
promosi kepada pembeli sering mendorong orang untuk membeli
banyak dari pada biasanya.

2) Hukum Permintaan
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang
menyatakan :
Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut
dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau
naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya
apabila harga turun jumlah barang meningkat.

3) Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai:
Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu
barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para
pembeli.Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya
menurun dari kiri ke kanan bawah.Kurva yang demikian disebabkan oleh
sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai
sifat hubungan terbalik.

4) Teori Permintaan
Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila
permintaan naik,maka harga relatif akan naik,sebaliknya bila permintaan
turun, maka harga relatif akan turun.

5) Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva permintaan


Faktor harga barang yang diminta (barang itu sendiri)
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang
diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.

6) Faktor bukan harga


Kurva permintaan kan bergerak keka Perubahan sepanjang kurva
permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin
tinggi atau makin menurun dan atau ke kiri apabila terdapat perubahan-
perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan
harga,sekiranya harga barang lain,pendapatan para pembeli dan berbagai
faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan,maka perubahan itu
akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.

2. Teori Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan atau jual
pada bebrbagai tingkat harga selama satu periode waktu tertentu.
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
a) Harga barang itu sendiri
Jika harga suatu barang naik,maka produsen cenderung akan
menambah jumlah barang yang dihasilkan.Hal ini kembali lagi
pada hukum penawaran.
b) Harga barang lain yang terkait
Apabila harga barang subtitusi naik,maka penawaran suatu barang
akan bertambah dan sebaliknya.Sedangkan untuk barang
complement dapat dinyatakan bahwa apabila harga barang
komplemen naik,maka penawaran suatu barang berkurang,atau
sebaliknya.
c) Harga faktor produksi
Kenaikan harga faktor produksi akan menyebabkan perusahaan
memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran
yang tetap yang nantinya akan mengurangi laba perusahaan
sehingga produsen akan pindah ke industri lain dan akan
mengakibatkan berkurangnya penwaran barang.
d) Biaya produksi
Kenaikan harga input juga mempengaruhi biaya produksi.Bila
biaya produksi meningkat,maka produsen akan menbgurangi hasil
produksinya,berarti penawaran barang berkurang.
e) Teknologi produksi
Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi,dan
menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan
dalam penawaran barang.
f) Jumlah pedagang/penjual
Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak,
maka penawaran barang tersebut akan bertambah.
g) Tujuan perusahaan
Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba buka hasil
produksinya.Akibatnya tiap produsen tidak berusaha untuk
memanfaatkan kapasitas produksinya secara malksimum,tetapi
akan menggunakannya pada tingkat produksi yang akan
memberikan keuntungan maksimum.
h) Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah untuk mengurangi komoditas impor
menyebabkan supply dan keperluan akan kebutuhan tersebut
dipenuhi sendiri sehingga dapat meningktakan penawaran.

2. Hukum Penawaran
Semakin tinggi harga suatu barang,semakin banyak jumlah barang
tersebut akan ditawarkan oleh para penjual.Sebaliknya,makin rendah harga
suatu barang,semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.

3. Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai:
Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu
barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan.
Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga,
maka supply bergeser ke kiri atas.
Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas.
Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar.

4. Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang
yang akan dijual.
BAB III
METODE PENELITIAN

1. Tempat dan Waktu Penelititan


a) Tempat
Penelitian ini dilakasanakan di kota Makassar tepatnya berlokasi di
Jln. Printis Kemerdekaan No 12 Sulawesi Selatan.
b) Waktu
Waktu penelitian dilaksanakana kurang lebih selama 3 minggu
2. Tipe Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif.Dengan mengguankan metode penelitian kualitatif
memungkinkan peneliti dapat melihat permasalahan serta solusi
khususnya pada masalah yang sedang diteliti.Metode penelitian
kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk
membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara
objektif.Tipe penelitian kualitatif menekankan unsur manusia
sebagai instrument penelitain sehingga mempermudah penyesuaian
dengan kenyataan yang terjadi dilapangan.
Pada penelitain kulaitatif ini,peneliti tidak terjun langsung
ke lapang untuk meneliti obyek kajiannya dan mengadakan
interaksi langsung dengan masyarakat dikarenakan terkenadala
biaya dan jarak tempuh cukup jauh sehinggah peneliti memutuskan
untuk menggunakan media telephon sebagai alternative untuk
memperoleh informasi.
3. Populasi dan Sampel
Populasi adalah suatu kelompok yang terdiri dari objek atau subjek
yang mempunyai kulitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono,2010
: 117).Populasi dalam penelitian ini adalah warga masyarakat yang
berdomisisli di DKI Jakarta

Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik


yang dimilki oleh populasi tersebut (sugiyono, 2007).Bila populasi
besar,dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada
populasi,misalnya karena keterbatan dana,tenaga dan waktu,maka peneliti
dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.Untuk itu
sampel yang akan diambil dari populasi harus betul-betul
representative(mewakili).Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel
menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan
Snowball sampling.

4. Teknik Pengambilan Sampel


Dalam penelitian ini teknik sampel yang digunakan adalah non
probability sampling,teknik non-probilitas merupakan teknik yang tidak
memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota
populasi untuk dipilih menjadi sampel. metode ini terdiri atas sampling
sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, sampling purposive,
sampling jenuh dan snowball sampling.Non probability sampling
seringkali menjadi alternative pilihan dengan pertimbangan yang terkait
dengan penghematan biaya, waktu dan tenaga peneliti.
Penelitian ini menggunakan pendekatan snowball sampling atau
dilakukan secara berantai dengan meminta informasi pada orang yang
telah diwawancarai atau dihubungu sebelumnya,demikian seterusnya
(Poerwandari, 1998). Dalam penelitian kualitatif, snowball sampling
adalah satu metode yang paling umum digunakan (Minichiello, 1995).
Melalui teknik snowball subjek atau sampel dipilih berdasarkan
rekomendasi orang ke orang sesuai dengan penelitian dan untuk
diwawancarai (patton, 2002).Teknik ini melibatkan beberapa informan
yang berhubungan dengan peneliti. Nantinya informan ini akan
menghubungkan peneliti dengan orang-orang dalam jariangan sosialnya
yang cocok dijadikan narasumber penelitian (Minichiello, 1995).Peneliti
meminta rekomendasi dari calon informan pertama,setelah itu peneliti
kembali meminta rekomendasi calon informan lainya yang sesuai dengan
karakteristik penelitian.
Pada langakh awal, jumlah subjek yang akan dijadikan sumber data
dalam penelitian ini berjumlah 5 orang warga masyarakat DKI Jakarta
terkait dengan perubahan ekonomi selama berlangsungnya Pilkada
DKI.Dalam pelaksanaan penelitian,peneliti tidak akan membatasi jumlah
subjek penelitian maupun karakteristik sampel,sesuai dengan pemahaman
konseptual yang berkembang di lapangan.Pengambilan data akan
dihentikan apabila peneliti telah merasa data yang terkumpul telah cukup
akurat.

5. Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian kualitatif,wawancara menjadi metode
pengumpulan data yang utama.Wawancara merupakan cara komunikasi
yang dilakuan oleh peneliti dan responden (narasumber).Komunikasi
dengan kondisi seorang peneliti memberikan pertanyaan sedangakan
responden menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti.Pernyataan
tersebut sesuai degna apa yang dikemukakan oleh Esterberg dalam
sugiyono, (2008 : 72), menurutnya wawancara adalah pertemuan dua
orang untuk berfikir informasi dan ide melalu tanya jawab,sehingga dapat
dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
Dalam penelitian ini peneliti memilih melakukan wawancara
mendalam dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang kompleks
mengenai efek perubahan ekonomi yang dirasakan oleh warga masyarakat
DKI Jakarta selama berlangasungnya pilkada, yang sebagian besar berisi
pendapat,sikap,dan pengalam pribadi dari responden.
Peneliti akan menggunakan bahasa keseharian subjek dalam
wawancara untuk mmpermudah pemaham subjek.Peneliti akan
menggunakan pertanyaan terbuka akan subjek dapat mengungkapkan
pemikiran dan perasaannya.

6. Kerangka Wawancara
Tema :Pilkada Dki
Judul :Efek Yang Timbul Dari Pilkada Dki Dilihat Dari
SisiPertumbuhan Ekonomi Di Jakarta

Daftar Pertanyaan :
a) Sudah berapa lama anda tinggal di Jakarta ?
b) Mengapa anda memilih untuk tinggal di Jakarta ?
c) Bagaimana Pendapat anda tentang keadaan kota Jakarta sekarang ?
d) Apa pendapat anda tentang pertumbuhan ekonomi di Jakarta ?
e) Apa makna pilkada DKI menurut pemahaman anda ?
f) Apakah anda ikut berpartisipasi dalam pilkada DKI yang
berlangsung kemarin ?
g) Menurut anda apakah pilkada DKI mempunyai pengaruh terhadaap
pertumbuhan ekonomi di Jakarta ?