Anda di halaman 1dari 6

1

PENYELESAIAN MASALAH ETIK


Oleh: Rumondang Panjaitan,M.Kep,M.Min

Terdapat 2 jenis masalah etika yaitu distres moral/ etik, sering disebut masalah etik dan
dilemma etik.
A. Distres Moral/ Etik
Pada distres etik, perawat mengetahui apa yang baik yang harus dilakukan, tetapi karena
keterbatasan situasi terdapat 5 (lima) hal yang sulit melakukannya. Menurut Taylor et.al
(1997) penyelesaian langkah-langkah masalah/distress moral yaitu :
1. Pengkajian situasi (pengumpulan data)
2. Identifikasi masalah etik
3. Perencanaan Identifikasi alternatif dan konsekuensi dari setiap alternatif sesuai
justifikasi etik.
4. Implementasi tindakan
5. Evaluasi

Contoh kasus
Ani adalah seorang perawat yang bertugas di ruang bersalin di suatu klinik di Komunitas
yang memberi pelayanan pada pasien biasa dan swasta. Ani sudah mengobservasi selama ini
bahwa dokter-dokter kebidanan berbeda memperlakukan kedua jenis pasien ini.
Suatu hari, Ani merawat seorang ibu yang direncanakan untuk operasi sesar. Ibu tersebut
(pasien biasa) telah mengatakan bahwa ia tidak dibius total tetapi dengan anestesi spinal
sehingga sadar saat melahirkan.
Pada saat ahli anestesi datang, Ani sudah ragu-ragu karena melihat dokter tersebut sering
gagal melakukan anestesi spinal. Ternyata saat itu dokter anestesi tersebut gagal melakukan
anestesi spinal. Setelah menunggu kira-kira 20 menit, dokter kebidanan sudah tidak sabar
menunggu dan meminta untuk dilakukan anestesi total. Ani merasa, haknya sebagai pasien
tidak dihargai, tetapi tidak mengerti, apa yang harus dilakukannya.
1. Pengkajian Situasi :
a. Kondisi pasien stabil dan operasi direncanakan dan meminta supaya sadar saat
melahirkan
b. Dokter anestesi sering gagal melakukan anestesi spinal
c. Dokter kebidanan, buru-buru. Pada waktu yang lalu kadang-kadang membeda-
bedakan pelayanan untuk pasien biasa dan swasta. Dia adalah kepala bagian
1
2

Kebidanan di Klinik tersebut. Dokter tersebut terlihat menginginkan perawat menuruti


anjuran dokter tanpa banyak bertanya.
d. Perawat Ani merasa, peran dia adalah melindungi pasien. Perawat-perawat di Klinik
tersebut sudah mengeluh tentang perbedaan pelayanan yang diberikan kepada pasien
biasa dan swasta, tetapi tidak ada yang dapat menyelesaikannya.
2. Identifikasi Masalah Etik
a. Apa masalahnya? Ani menolak keinginan dokter kebidanan karena tidak memnuhi
permintaan pasien untuk sadar saat melakukan, dia merasa, tidak ada alasan untuk
menolak permintaan tersebut.
b. Identifikasi keterlibatan Sdr. (Ani) pada decision tersebut.
Ani akan ikut berpartisipasi dalam melaksanakan keputusan itu.
c. Identifikasi parameter waktu
Keputusan harus segera. Hal ini akan membantu untuk mencegah situasi ytersebut
berulang pada masa yang akan datang.
3. Perencanaan
a. Identifikasi Alternatif dan Konsekuensinya
1) Perawat tidak mengatakan apa-apa kepada dokter kebidanan dan tetap membantu
persalinan. Bila nanti pasien bertanya kenapa pasien bertanya kepada pasien
difidevika saat persalinan, perawat dapat (1) mengatakan yang sebenarnya, (2)
menyuruh bertanya ke dokter kebidanan, (3) atau menunjukkan simpati pada
pasien, karena pasien ditidurkan saat persalinan.
Konsekuensi/ Hasil : Keinginan pasien diabaikan, pasien dibantu melahirkan,
perawat menjalankan tugasnya tetapi merasa telah menghianati kepercayaan
pasien, dan dalam jangka waktu kejadian yang sama dapat terjadi.
2) Perawat dapat mengingatkan dokter kebidanan bahwa pasien meminta untuk sadar
pada saat melahirkan dan menganjurkan untuk memanggil dokter anestesi lain.
Bila dokter kebidanan tidak setuju dan menyuruh agar pasien dibius total, maka
perawat dapat a) menolak ikut pada kegiatan tersebut (hal ini dapat
membahayakan pasien bila perawat lain tidak ada yang dapat menggantikan ); b)
tetap ikut pada kegiatan tersebut tetapi merencanakan untuk tetap bicara kepada
dokter kebidanan dan mencari waktu yang baik yaitu setelah menolong persalinan.
Untuk masa yang akan datang mungkin pasien tidak akan diperlakukan seperti
kejadian ini.

2
3

b. Pikirkan prinsip-prinsip etik terkait


1) Beneficence (untuk memberikan yang terbaik bagi pasien) menjadi tanggung
jawab utama perawat.
2) Menghargai otonomi pasien, kecuali mempunyai justifikasi kuat untuk tidak dapat
menyetujui permintaan pasien.
3) Justice, harus memperlakukan pasien secara adil.
4) Care based ethics, perawat Ani, membela pasien.
c. Membuat Keputusan
1) Berdasarkan pengalaman Ani, dokter kebidanan tersebut tidak akan merubah
keputusannya walaupun diberi penjelasan. Dia memutuskan untuk
memberitahukan dokter kebidanan tetapi setelah menolong persalinan dan dalam
kondisi yang baik.
4. Impelementasi dan Evaluasi Keputusan
a. Ani, tidak pernah terpikirkan , bila dia bicara dengan dokter kebidanan tersebut, maka
keinginan pasien akan terpenuhi.
b. Walaupun dia tidak puas dengan apa yang ia lakukan tetapi dia berharap pada masa
yang akan datang, hal serupa tidak terjadi.
c. Setelah kejadian itu diklinik tersebut dibentuk komite etik Rumah Sakit.
d. Bila Ani hanya memikirkan dirinya sendiri kecuali dia siap dipecat, dia tidak akan
menyampaikan hal tersebut kepada dokter kebidanan karena takut akan resiko yang
dapat terjadi.
B. Dilema Etik
Menurut Thompson & Thompson (1985) dilemma etik merupakan suatu masalah yang
sulit, dimana tidak ada alternatif yang memuaskan atau suatu situasi dimana alternatif
yang memuaskan dan yang tidak memuaskan sebanding. Dalam dilemma etik tidak ada
yang benar atau salah. Untuk membuat keputusan yang etis, seseorang harus tergantung
pada pemikiran yang rasional dan bukan emosional.
Kerangka pemecahan dilemma etik banyak diutarakan oleh berbagai ahli dan pada
dasarnya menggunakan kerangka proses keperawatan/ pemecahan masalah secara
saintifik.
Kozier and Erb (1989) menjelaskan kerangka pemecahan dilemma etik sebagai
berikut:
1. Mengembangkan data dasar

3
4

Untuk melakukan ini perawat memerlukan pengumpulan informasi sebanyak


mungkin. Informasi tersebut meliputi :
Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut dan bagaimana keterlibatan mereka?
Apa tindakan yang diusulkan?
Apa maksud dari tindakan yang diusulkan?
Apa konsekuensi- konsekuensi yang mungkin timbul dari tindakan yang
diusulkan?
2. Mengidentifikasi konflik yang terjadi berdasarkan situasi tersebut.
3. Membuat tindakan alternatif tentang rangkaian tindakan yang direncanakan dan
mempertimbangkan hasil akhir atau konsekuensi tindakan tersebut.
4. Menentukan siapa yang terlibat dalam masalah tersebut dan siapa pengambil
keputusan yang tepat.
5. Mendefinisikan kewajiban perawat.
6. Membuat keputusan
Contoh kasus :
Ibu A, 65 th, dirawat di RS, dengan laserasi dan fraktur multiple akibat kecelakaan
kendaraan bermotor. Suaminya juga ada dalam kecelakaan tersebut tetapi ia meninggal di
rumah sakit yang sama. Pada saat kecelakaan terjadi, ibu A, yang mengendarai mobil.
Saat di rumah sakit ibu A terus menerus menanyakan tentang suaminya kepada perawat
yang merawatnya. Dokter bedah sudah mengetakan kepada perawat untuk tidak
memberitahukan ibu A, tentang kematian suaminya. Perawat tersebut tidak mengetahui
alasan untuk tidak memberitahukan keadaan ini kepada pasien dan ia bertanya kepada
kepala ruangan. Kepala ruangan mengatakan untuk tidak memberitahu pasien tentang
kematian suaminya.
Penerapan pemecahan dilemma etik pada kasus di atas sebagai berikut :
1. Mengembangkan data dasar :
Orang yang terlibat : klien, suami pasien, dokter bedah, kepala ruang rawat dan
perawat primer
Tindakan yang diusulkan : tidak memberi tahu pasien tentang kematian suaminya
Maksud dari tindakan tersebut : mungkin untuk mencegah ibu A, dari trauma
psikologis

4
5

Konsekuensi tindakan yang diusulkan, bila informasi tidak diberi tahu, pasien akan
terus cemas, marah dan mungkin akan menolak tindakan yang akan dilakukan dan
akibat proses penyembuhan akan terganggu

2. Identifikasi konflik akibat situasi tersebut.


Konflik yang terjadi adalah pada perawat primer yaitu :
Ingin jujur pada pasien tetapi tidak setia pada dokter bedah dan kepala ruang rawat
Ingin setia pada dokter bedah dan kepala ruang rawat tetapi tidak jujur pada klien
Konflik tentang efek yang mungkin timbul pada pasien kalau pasien diberi tahu atau
tidak diberi tahu

3. Pikirkan tindakan alernatif terhadap tindakan yang diusulkan dan pertimbangkan


konsekuensi tindakan alternatif tersebut yaitu :
Mengikuti anjuran dokter bedah dan kepala ruang rawat. Konsekuensi tindakan ini a.l:
Persetujuan dari dokter bedah dan kepala ruang rawat
Resiko sebagai perawat yang tidak asertif
Mengingkari nilai pribadi untuk menyatakan hal yang sebenarnya pada pasien
Mungkin menguntungkan pada kesehatan ibu A
Mungkin membuat kesehatan ibu A bertambah buruk
Mendiskusikan hal tersebut lebih lanjut dengan dokter bedah dan kepala ruang rawat,
dengan menegaskan hak ibu A, untuk mendapatkan informasi dan penghargaan atas
otonominya. Konsekuensi tindakan ini a.l :
Dokter bedah mungkin akan menyadari hak ibu A, tentang pemberian informasi
dan akibatnya memberi tahu ibu A, tentang kematian suaminya.
Dokter bedah mungkin akan tetap pada pendapatnya untuk tidak memberitahu ibu
A, tentang kematian suaminya.

4. Menetapkan siapa pembuat keputusan yang tepat. Perawat tidak membuat keputusan
untuk pasien tetapi perawat membantu pasien dalam membuat keputusan bagi dirinya.
Dalam hal ini perlu dipikirkan :
Siapa yang sebaiknya terlibat dalam membuat keputusan dan mengapa?
Untuk siapa saja keputusan itu dibuat?

5
6

Apa kriteria untuk menetapkan siapa pembuat keputusan (sosial, ekonomi, fisiologi,
psikologik, peraturan/hukum)?
Sejauh mana persetujuan pasien dibutuhkan?
Apa prinsip moral yang ditekankan atau diabaikan oleh tindakan yang diusulkan ?
Dalam contoh di atas, dokter bedah yakin bahwa pembuat keputusan dirinya dan kepala
ruang setuju. Namun, kriteria siapa yang seharusnya pembuat keputusan tidak jelas. Bila
kriteria sudah disebutkan mungkin konflik tentang efek memberi informasi atau tidak
memberi informasi tentang kesehatan ibu A, sudah dapat diselesaikan. Apakah secara
fisiologik menguntungkan diberitahu atau tidak diberitahu? Apa efek sosial dan efek
ekonomi dari tindakan yang diusulkan?

5. Definisikan kewajiban perawat


Dalam membantu pasie n mengambil keputusan, perawat perlu membuat daftar
kewajiban keperawatan yang harus diperhatikan , contoh kewajiban tersebut adalah :
Meningkatkan kesejahteraan pasien,
Membuat keseimbangan antara kebutuhan pasien tentang otonomi dan tanggung
jawab keluarga tentang kesehatan pasien,
Membantu keluarga dan sistem pendukung,
Melaksanakan peraturan RS,
Melindungi standar keperawatan.
Dalam suatu dilemma etik, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Mengatasi dilema etik,
tim kesehatan perlu mempertimbangkan pendekatan yang paling menguntungkan/ paling
tepat untuk pasien. Kalau keputusan sudah ditetapkan, secara konsisten keputusan tersebut
dilaksanakan dan apapun yang diputuskan untuk kasus tersebut, itulah tindakan etis dalam
keadaan tersebut.

Sumber:
1. Sitorus, R, (2010). Penyelesaian masalah etik. Makalah tidak dipublikasikan
2. Kozier & Erb (1983). Ethical aspects of Nursing.