Anda di halaman 1dari 7

http://id.wikihow.

com/Menguji-pH-Tanah
Indikator Asam Basa
Bagaimanakah Cara Mengenali Sifat Asam, Basa, dan Garam? Sifat asam, basa, dan garam
dapat diketahui dengan menggunakan indikator.

Indikator adalah zat yang dapat menunjukkan suatu larutan bersifat asam atau basa.
Indikator ini meliputi kertas lakmus, indikator buatan, dan indikator alami.

1. Kertas Lakmus
Kertas lakmus mengandung bahan yang dapat memberikan warna yang berbeda.
Perbedaan warna timbul ketika kertas lakmus dicelupkan ke dalam asam atau basa.

Kertas lakmus ada dua macam, yaitu lakmus merah dan lakmus biru.Perubahan warna
kertas lakmus dalam asam, basa, atau netral dapat dilihat dalam Tabel di bawah ini.

Tabel: Perubahan warna kertas lakmus pada asam, basa dan garam

Selain kertas lakmus, terdapat indikator buatan. Indikatorindikator tersebut disajikan


dalam Tabel berikut.

Tabel: Indikator buatan

2. Indikator Buatan
Indikator buatan sering disebut indikator universal. Indikator universal berupa kertas
yang mengandung bahan tertentu.
Indikator ini dapat berubah warna tertentu sesuai tingkat keasaman atau kebasaan zat.
Perubahan warna terjadi ketika indikator dicelupkan ke dalam asam atau basa. Indikator
universal dapat digunakan untuk menentukan asam, basa, atau garam, sekaligus nilai pH-
nya.

Gambar: Contoh kertas lakmus universal


Cara menentukan pH dengan mencelupkan kertas indikator universal ke dalam larutan
yang diuji. Perubahan warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan kertas
warna pada kemasan.

Warna indikator menyatakan nilai pH. Lakukan aktivitas berikut untuk lebih memahami
cara menentukan pH suatu larutan!

3. Indikator Alami
Indikator alami berasal dari ekstrak atau sari dari bagianbagian tumbuhan tertentu,
misalnya daun pacar air, bunga sepatu, bunga nusa indah.

Indikator alami dapat juga berupa umbi-umbian seperti kunyit dan bit. Bahan-bahan ini
dapat berubah warna ketika diteteskan ke dalam larutan asam atau basa. Oleh karena itu,
bahan-bahan ini dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu zat.

Namun, indikator alami ini mempunyai ketelitian rendah. Tabel di bawah ini menyajikan
beberapa indikator alami dan perubahan warnanya dalam asam dan basa.

Tabel: Macam-macam jenis indikator alami

Indikator alami seperti dalam tabel di atas mudah kalian buat. Caranya dengan
menghaluskan bunga atau umbi. Setelah itu bunga atau umbi tersebut dilarutkan ke dalam
air panas. Larutan tersebut kemudian disaring hingga diperoleh ekstraknya.

gukuran pH tanah bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan kertas lakmus, pH
indikator dan pH meter. Pengukuran yang paling akurat adalah menggunakan pH meter,
namun sayang alat tersebut sangatlah mahal sehingga kurang terjangkau bagi kita para
petani kecil. Oleh karena itu kita hanya akan membahas cara menggunakan kertas lakmus
atau pH indikator yang harganya sangat terjangkau oleh kantong kita.

Langsung praktek aja ya,

Alat dan Bahan:

1. Kertas lakmus atau pH indikator


2. Air aqua
3. Gelas aqua
4. Sendok teh
5. Sampel tanah (cara mengambil sample tanah: ambil tanah kering dari empat ujung
dan tengah-tengah lahan kita, campurkan secara merata, jemur beberapa jam
supaya kering. Ini bertujuan agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian
yang rata dari lahan kita)
Cara pengukuran:

1. Ambil sedikit sample tanah dan air aqua dengan perbandingan 1 : 1,


2. Masukkan dalam gelas aqua
3. Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
4. Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya
mengendap)
5. Setelah airnya terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator
kedalam campuran tadi (sekitas 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
6. Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnanya.
7. Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau
pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
8. Kita akan segera tahu pH tanah kita berapa.

Sangat mudah bukan?