Anda di halaman 1dari 15

Deepwater Horizon - Rig yang Meledak

Deepwater Horizon adalah ultra-deepwater rig pengeboran minyak lepas pantai, yang
diposisikan secara dinamis, semi-submersible, milik Transocean. Dibangun pada tahun 2001
di Korea Selatan oleh Hyundai Heavy Industries, rig tersebut disewakan kepada BP dari tahun
2001 sampai September 2013. Pada bulan September 2009, rig membor sumur minyak
terdalam dalam sejarah pada kedalaman vertikal 35.050 ft
(10.683 m)

Pada tanggal 20 April 2010, saat pengeboran di Prospek Macondo, terjadi sebuah ledakan di
rig yang menewaskan 11 kru dan memicu bola api yang terlihat dari 50 mil (80km) jauhnya.
Api yang dihasilkan tidak bisa dipadamkan, dan, pada tanggal 22 April 2010, Horizon
Deepwater tenggelam, dan menyebabkan tumpahan minyak lepas pantai terbesar dalam
sejarah AS.

Pada tanggal 20 April 2010, panggilan mayday dari rig pengeboran minyak lepas pantai,
Deepwater Horizon, di Teluk Meksiko melaporkan terjadinya ledakan dan menandai awal dari
salah satu bencana lingkungan terbesar buatan manusia di Amerika Serikat. Saat ini, dampak
lingkungan, ekonomi, dan politik dari tumpahan minyak tersebut barulah dirasakan.

National Geographic Channel memperoleh rekaman yang tidak pernah dilihat oleh publik
sebelumnya, eksklusif dari US Coast Guard, produksi kru NGC dan salvage company yang
merespon 36 jam pertama setelah ledakan. Dari dokumenter NGC Gulf:
Film dokumenter yang tak tertandingi dari 36 jam pertama meliputi cakupan rig yang dilalap
api, kapal-kapal lokal menyiram rig yang terbakar dengan air untuk membendung api, close-
up saat-saat tenggelamnya rig yang terbakar ke dalam laut. Para anggota Coast Guard
anggota berbicara secara emosional tentang mencari kru rig yang hilang, dan tim dari insinyur
membahas cara memadamkan kebakaran dan menyelamatkan rig, meskipun akhirnya sia-
sia.

"Saya bisa melihat cahaya dari rig yang terbakar dari jarak 50 mil jauhnya," kata Letnan
USCG, Lim. "Saya tahu ini adalah kebakaran besar ... seperti melihat neraka di bumi." kata
Kurt Peterson, seorang anggota elite swimming rescue yang bekerja untuk menyelamatkan
kru rig yang tenggelam dan terluka, "Saya tidak pernah harus berurusan dengan begitu
banyak orang pada satu waktu ... setelah peristiwa Badai Katrina. "

Ketua tim Salvage menggambarkan pengalaman mereka setelah bekerja mati-matian untuk
menyelamatkan rig dan kemudian menontonnya tenggelam: "Ketika Anda kehilangan rig, itu
adalah saat yang muram. Anda merasa rugi, Anda merasa gagal ... Sayangnya bagi kita, kita
kalah dalam peperangan dari awal. Kecuali aliran minyak diputus, tidak banyak yang dapat
dilakukan untuk mencegah bencana seperti yang akhirnya kita saksikan. "

Chris Choy, kru rig yang selamat mengatakan, "Saya terus berpikir kita semua mati ... saat itu
saya tidak tahu apakah saya satu-satunya orang yang masih ada di rig atau tidak." Dia
melanjutkan, " Ini adalah sesuatu yang saya tidak akan pernah lupa, gambaran kebakaran
selalu menghantui kepala saya .... Kami berkumpul dalam kelompok besar dan akhirnya kami
tahu bahwa kami telah kehilangan 11 orang .... Kami hanya terus berdoa bahwa seseorang
akan menemukan mereka."

Berikut adalah beberapa foto mengerikan namun menarik dari ledakan yang terjadi di rig
minya Deepwater Horizon hingga tenggelam:
Tambang minyak lepas pantai Deepwater Horizon terbakar di lepas pantai Louisiana. 126
orang diperkirakan berada di atas rig Deepwater Horizon pada saat ledakan.
Sumber : http://versesofuniverse.blogspot.co.id/2012/09/deepwater-horizon-adalah-ultra.html
Investigasi Ledakan dan Kebakaran Sumur Macondo
Teluk Meksiko

Rig Semisubmersible Deepwater Horizon

20 April 2010, kecelakaan yang mengakibatkan kematian banyak pekerja terjadi di sumur
minyak Macondo, sekitar 80 KM dari lepas pantai Louisiana di Teluk Meksiko. Insiden terjadi
ketika pekerjaan well-abandonment sementara yang dilakukan rig pengeboran Deepwater
Horizon (DWH). Rig kehilangan kendali atas sumur, sehingga terjadi blowout (pelepasan
cepat dan kuat gas dan cairan hidrokarbon dari dalam sumur ke rig). Hidrokarbon yang
terlepas itu kontak dengan sumber nyala api dan terbakar. Ledakan dan kebakaran pun
terjadi. Korban jiwa atau cedera, kerusakan lingkungan dan kerusakan aset yang terjadi
adalah kematian 11 pekerja, cedera serius 17 pekerja, tenggelamnya rig pengeboran dan
kerusakan pantai dan laut yang luas akibat tumpahnya 5 juta barel (600 juta liter) hidrokarbon
dari dalam sumur. Kejadian ini merupakan salah satu kecelakaan yang mengakibatkan
kerusakan alam terburuk dalam sejarah Amerika.

Rig Deepwater Horizon terbakar dan meledak di sumur Macondo


Penyebaran minyak akibat kebakaran dan ledakan sumur Macondo

BP Exploration & Production Inc. (BP) adalah operator atau pemegang konsensi blok yang
terdapat sumur Macondo. BP adalah pemegang konsensi terbesar di laut dalam (deepwater)
Teluk Meksiko Amerika, memiliki lebih dari 650 blok dengan kedalaman laut lebih dari 1,200
feet (365 meter). Untuk mengebor sumur Macondo, BP mengontrak Transocean, kontraktor
pengeboran dan penyedia jasa sumur lainnya, termasuk Halliburton dan Sperry-Sun Drilling
Services subsi dari Halliburton.

Bagan interaksi perusahaan yang terlibat kejadian

Cameron tidak memiliki kontrak langsung dengan BP, namun kontrak antara Transocean dan
BP mempersyaratkan konfigurasi dan referensi spesifik Blowout Preventer (BOP) yang akan
digunakan dalam pengerjaan sumur. Cameron menyediaakan part, pengetesan, bantuan
teknis dan jasa perbaikan pada BOP Deepwater Horizon.
Personil yang bertanggung jawab akan pengendalian sumur ketika kejadian adalah:

Posisi Perusahaan Tanggung Jawab


Well Site Leader BP Memimpin semua aktifitas, K3LH, operasional dan
logistik di lapangan
Offshore Installation Transocean Mengelola krew dan sumberdaya di rig untuk
Manager (OIM) mencapai kinerja optimum agar program pekerjaan
sumur dapat dilaksanakan dengan baik
Senior Toolpusher/ Transocean Mengawasi dan mengkoordinasi pekerjaan
Toolpusher pengeboran
Driller Transocean Mengoperasikan peralatan pengeboran dan
memonitor instrumen rig
Subsea Supervisor Transocean Mengawasi perawatan dan perbaikan pada
peralatan dan sistem di bawah laut (subsea) dan
permukaan (surface)
Cementer Halliburton Melaksanakan program penyemenan, termasuk
perencanaan dan pemompaan semen serta
memberikan saran teknis
Mudlogger Sperry-sun Memonitor parameter pengeboran sebagai acuan
untuk mengerti kondisi di bawah sumur dan
memberikan saran ke BP ataupun Transocean
implikasi keselamatan/efisiensinya.

Posisi personil pengendali sumur

Ruang kendali driller di anjungan pengeboran lepas pantai yang serupa di Deepwater Horizon
Urutan kejadian kebakaran/ledakan
Aktifitas utama yang menyangkut kejadian ledakan dan kebakaran sumur Macondo adalah:

Tanggal Keterangan
6 Okt 2009 Sumur Macondo di spud (dimulai pengeborannya) oleh rig Marianas
(milik Transocean)
8-27 Okt 2009 Rig Marianas di evakuasi karena kerusakan oleh badai Ida
31 Jan 6 Feb Rig Deepwater Horizon menggantikan Rig Marianas.
2010 6 hari perawatan dan pengetesan BOP.
Memulai aktifitas pengeboran pada 6 Februari.
19 April 2010 Menyelesaikan pemasangan casing produksi sampai kedalaman 18,304
feet
19-20 April 2010 Melakukan pekerjaan penyemenan sumur
20 April 2010 Pengetesan tekanan positif dan tekanan negatif casing produksi
20 April 2010 Pemantauan sumur dan pekerjaan bersamaan.
Memompa air laut menggantikan lumpur dan spacer di dalam riser
sumur.
Sumur dalam keadaan underbalance dan mulai mengalir.
Aliran yang keluar dari dalam sumur meningkat.
20 April 2010 Respon terhadap kendali sumur.
Lumpur mulai mengalir melebihi pipa. Dan mengalir lewat derrick.
Menutup diverter dan lumpur melewati gas separator.
Mengaktifkan lower annular preventer BOP.
Gas tekanan tinggi terlepas dari gas separator vent.
Alaram gas pertama berbunyi. Gas menyebar dengan cepat
membunyikan alarm lainnya.
Rig kehilangan listrik.
Terjadi ledakan pertama (5 detik setelah rig kehilangan listrik).
Mengaktifkan Emergency Disconnect Sequence (ESD) BOP, namun
paket lower marine riser tidak membuka.
Mentransfer 115 personel termasuk 17 pekerja yang terluka ke M/V
Damon Bankston. 11 pekerja hilang dan dicari.
22 April Deepwater Horizon tenggelam
21-22 April Mengoperasikan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk menutup
Variable Bore Rams dan Blind Shear Rams dari BOP di bawah laut.
Tidak berhasil.
Urutan waktu kejadian
Faktor penyebab kejadian kebakaran/ledakan (direct and indirect
cause)
Dengan mempergunakan fault tree analysis, berbagai skenario, failure mode dan faktor
kontribusi yang memungkinkan, ada 8 temuan utama kejadian ini:
a. Semen annulus tidak mengisolasi hidrokarbon
b. Shoe track tidak mengisolasi hidrokarbon
c. Test tekanan negative diterima walaupun integritas sumur tidak diperiksa
d. Influx dari sumur tidak diidentifikasi hingga hidrokarbon berada di riser
e. Respon kendali sumur gagal untuk menjaga kendali sumur
f. Pengalihan ke mud gas separator mengakibatkan gas ter-venting di rig
g. Sistem kebakaran dan gas tidak mencegah ignisi hidrokarbon
h. Mode darurat BOP tidak dapat menutup sumur.

Swiss cheese model kejadian ledakan dan kebakaran

Ringkasan kegagalan di Sumur Macondo


Analisis program dan sistem Pencegahan dan Proteksi Kebakaran
Ada beberapa potensi sumber penyalaan di rig Deepwater Horizon:
Klasifikasi area listrik (electrical area classified)
Sistem gas dan kebakaran
Sistem ventilasi

Marine Operation Manual (MOM) Deepwater Horizon tertanggal Maret 2001 menyatakan
bahwa area kapal dibagi dan diidentifikasi memiliki kemungkinan pencampuran udara/gas
mudah terbakar/meledak. Sebagian besar are rig tidak masuk klasifikasi mudah
terbakar/meledak karena hanya sedikit atau bahwa tidak ada peluang pencampuran
gas/udara mudah terbakar bahkan dalam kondisi yang paling ekstrim sekalipun.

Area klasifikasi listrik di Deepwater Horizon meliputi area drill floor dan area di atas drill floor,
termasuk juga derrick. Area deck yang langsung dibawah drill floor juga masuk klasifikasi
listrik. Berbagai macam intake dan outlet ventilasi dan outlet diverter juga masuk klasifikasi
listrik. Moon pool dan ruangan mud pit juga masuk area klasifikasi listrik.

Sistem gas dan kebakaran Deepwater Horizon memiliki 27 detektor gas mudah terbakar.
Seluruh gas detektor berfungsi otomatis terhadap alaram visual dan audio. 13 dari 27 detektor
memiliki respon otomatis, sedang 14 sisanya tidak beraksi otomatis, hanya memberikan alarm
visual dan audio.

Dari hasil Analisa data, perawatan dan penilaian terakhir oleh pihak ketiga menunjukkan
bahwa gas detektor dalam kondisi cukup baik, diuji dan terawat.

Fungsi dan layout sistem ventilasi juga diperiksa. Fire damper di rig didisain untuk otomatis
menutup ketika listriknya mati. Disediakan juga fusible link untuk memastikan damper
menutup jika terjadi kebakaran.

Hipotesis analisis kejadian kebakaran


Modeling vapor dispersion menunjukkan bahwa campuran gas mudah terbakar dengan cepat
menyelimuti area rig, termasuk beberapa ruangan tertutup dibawah deck. Area di bow dan aft
deck utama serta di bawah deck tidak klasifikasi listrik. Karena itu beberapa penyalaan
mungkin terjadi.

Sistem HVAC (Heating, Ventilating, dan Air Conditioning) mungkin mentransfer gas mudah
terbakar ke area tertutup mesin, sehingga mesin menjadi melebihi kecepatannya. Yang
menjadi sumber penyalaan.

Sumber penyalaan mekanikal juga mungkin terjadi. Tekanan yang sangat besar terjadi ketika
pelepasan hidrokarbon bisa menyebabkan kegagalan peralatan, dan mengakibatkan
kerusakan kolateral sehingga menimbulkan percikan.
Rekomendasikan program pencegahan dan proteksi kebakaran
Laporan investigasi kecelakaan Deepwater Horizon oleh BP memberikan 2 hal besar
perbaikan:
Drilling dan Well Operation Practices (DWOP) dan Operating Management System
(OMS)
Pengawasan dan kontrol kualitas kontraktor dan provider jasa

Perbaikan DWOP dan OMS:

a) Prosedur dan praktek teknis engineering


Perbaikan panduan penyemenan
Perbaikan persyaratan well control
Perbaikan desain teknis: tubular, casing hanger seal
Perbaikan persyaratan untuk mencakup pengetesan tekanan negatif
Memperjelas standar pelaporan dan investigasi kejadian pengendalian sumur
Mengusulkan American Petroleum Institute untuk mengembangkan rekomendasi
untuk desain dan pengetesan busa semen pada penggunaan tekanan tinggi dan
suhu tinggi
Penilaian dan meninjau penerapan Management of Change (MOC)

b) Kompetensi dan kapabilitas


Memperkuat peran teknis di bidang penyemenan dan isolasi
Memperkuat kompetensi dan kepemimpinan di operasi laut dalam
Mengembangkan program pelatihan laut dalam tingkat lanjut
Membangun ahli internal BP dibidang subsea dan kontrol sistem BOP
Meminta International Association of Dirlling Cotnractor (IADC) untuk
mempertimbangkan sertifikasi di bidang subsea engineering

c) Audit dan verifikasi


d) Proses Safety Performance Management
Membuat indikator leading dan lagging terkait integritas sumur, pengendalian
sumur dan peralatan keselamatan kritis rig
Mempersyaratkan kontraktor pengeboran untuk membuat sistem monitoring audio
terkait indikator leading dan lagging di atas.

Pengawasan dan Kontrol Kualitas Kontraktor dan Provider Jasa:

a) Pemastian jasa penyemenan


b) Memastikan praktek pengendalian dan monitor sumur diterapkan di semua kontraktor
pengeboran
c) Keselamatan proses rig:
Hazop review pada sistem gas permukaan dan cairan pengeboran sebagai bagian
dari rig audit dan penerimaan
Memasukkan semua venting hidrokarbon sebagai bagian dari Hazop

d) Pengawasan kualitas desain BOP:


Menetapkan minimal redudancy dan reliabilitas BOP yang dimiliki kontraktor
Memperketat persyaratan minimum pengetesan BOP
Memperketat persyaratan minimum perawatan BOP
Menetapkan persyaratan minimum Management of Change subsea BOP
Membuat perencanaan yang jelas untuk ROV intervensi sebagai bagian dari
tanggap darurat
Membuat kontraktor pengeboran menerapkan proses kualifikasi yang
memverifikasi kinerja kemampuan shearing BOP
Termasuk verifikasi pengujian dan kesesuaian dengan point redudancy dan
kemampuan shearing BOP.

Kerja sama industri di bidang penanganan tumpahan


Juli 2010, 4 dari 5 perusahaan besar minyak dan gas membangun perusahaan non profit
Marine Well Containment sebagai langkah bersama untuk meningkatkan kapabilitas
penanganan tumpahan sumur di Teluk Meksiko. Masing-masing perusahaan komitmen
berinvestasi 1 milyar USD untuk pengembangan sistem cepat tanggap perusahaan. Marine
Well Containment yang terdiri dari peralatan modular kontainment yang dapat mengumpulkan
minyak yang mengalir dari laut dalam. Sistem ini didisain untuk dapat dimobilisasi dalam
waktu 24 jam dan siap dioperasikan selama berminggu-minggu, siap menampung tumpahan
sedalam 10,000 feet dari permukaan, untuk volume sampai 100,000 barel per hari.

Sistem ini didesain untuk dapat menangani tumpahan seperti Deepwater Horizon di masa depan.

Schematic system Marine Well Containment

Penyusun: Syamsul Arifin, SKM


HES Specialist, Chevron Indonesia Company
Mahasiswa Pasca Sarjana K3 FKM UI

Referensi
British Petroleum. Deepwater Horizon Accident Investigation Report. September 2010. UK
US Chemical Safety and Hazard Investigation Board. Investigation Report, Explosion and Fire
at the Macondo Well. Juni 2014. US
Deepwater Horizon Study Group (DHSG). Final Report on the Investigation of the Macondo
Well Blowout. University of California Berkeley, US
The Bureau of Ocean Energy Management, Regulation and Enforcement. Report Regarding
The Causes Of The April 20, 2010 Macondo Well Blowout. September 2011. US
National Commission on the BP Deepwater Horizon Oil Spill and Offshore Drilling. Deep
Water the Gulf Oil Disaster and the Future of Offshore Drilling: Report to the President.
Januari 2011. US

Sumber : http://genkeis.blogspot.co.id/2015/10/investigasi-ledakan-dan-kebakaran-sumur.html