Anda di halaman 1dari 2

Judul: Menang dalam masalah

Nats: 2 Raja-raja 6:8-23


Pendahuluan: Berbicara mengenai masalah, pasti dalam kehidupan semua orang pasti
mengalami sebuah masalah. Dari yang masih kecil sampai tua pun pasti akan mengalami
suatu masalah dalam dirinya. Terlebih lagi dalam kehidupan anak-anak muda. Permasalah
yang anak-anak muda sangat komplek. Dari hal ini sering kali kaum muda salah untuk
membuat suatu keputusan dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Proposisi: Setiap orang percaya harus menang ketika menghadapi masalah.
Kal. Tanya: Bagaimana cara agar menang ketika sedang menghadapi suatu masalah?
Kal. Peralihan: Berikut beberapa cara untuk dapat menang ketika sedang menghadapi
masalah.
Bagut:
1. Berani hadapi masalah (15-16)
Bila kita lihat situasi dimana Elisa dan bujangnya dikepung oleh tentara Aram,
disitu terdapat dua respon yang berbeda ketika menghadapi masalah tersebut. Kita
dapat melihat sikap bujang Elisa melihat bahwa ia telah dipekung oleh tentara
berkuda dan kereta, ia meresa takut. Rasa takut ini menjadi penghambat untuk dapat
menghadapi masalah tersebut. Namun disisi lain, kita juga dapat melihat sikap dari
Elisa ketika diperhadapkan dengan situasi yang genting ini, ia tidak merasa takut. Ia
berani dalam menghadapi masalah tersebut serta memiliki kepercayaan bahwa Allah
pasti menolong kehidupannya. Keberanian memampukan Elisa untuk menghadapi
masalah ini.
Seringkali dalam kehidupan orang percaya ketika sedang menghadapi masalah
dalam kehidupannya, mereka memiliki sikap seperti bujang Elisa ini yang meresa
takut dalam menghadapi masalahnya. Ketakutan ini seringkali menjadi suatu
penghambat yang membuat kita tidak dapat menghadapi masalah yang ada, bahkan
dengan ketakutan ini membuat kita tidak bisa melangkah. Namun, kita sebagai orang
percaya kita telah melihat teladan yang dilakukan oleh Elisa, ia berani ketika
menghadapi masalah tersebut sehingga dalam kehidupannya ia mampu menghadapai
masalah yang ada.
Aplikasi:
Kita sebagai orang percaya kita harus berani menghadapi setiap tantangan
dalam hidup kita dan teruslah melangkah untuk hadapi masalah tersebut. Baik itu
masalah yang kecil ataupun masalah yang besar sekalipun kita harus tetap berani
menghadapinya.
2. Minta pertolongan Tuhan (17-16)
Dalam perikop ini menjelaskan bahwa ketika Elisa sedang menghadapi
masalah dalam dirinya ia tidak menyalahkan keadaannya tetapi ia membawa
permasalahannya kepada Tuhan. Melalui doa yang Elisa, Eisa mampu menghadapi
msalah yang sedang ia alami.
Terkadang dalam kehidupan orang percaya sekalipun ketika dia mengalami
suatu masalah dalam dirinya, ia menyalahkan keadaan bahkan menyalahkan Tuhan,
mengapa semua ini harus terjadi kepadaku? Dengan sikap dari Elisa ini kita dapat
belajar bagaiman seharusnya kita sebagai seorang yang percaya menghadapi masalah
dalam diri kita. Masalah sekecil apapun dalam diri kita haruslah kita bawa dalam doa,
karena apabila mengabaikan hal itu yang terjadi masalah tersebut akan semakin
membesar.
Aplikasi:
Tetaplah berdoa ketika anda sedang menghadapi masalah dalam diri anda.
Baik masalah yang kecil maupun masalah yang besar harus harus tetap kita bawa
dalam doa. Dengan doa, anda akan mampu menghadapinya.
3. Betindak bijak (22-23)
Dari ayat ini, kita dapat meihat suatu hal yang aneh dalam kehidupan manusia,
tetapi dengan hal ini malah menghasilkan suatu hasil yang luar biasa, yang tidak dapat
masuk akal. Ketika orang Aram berada di tengah-tengah kota Samaria, Elisa tidak
mengijinkan raja Israel untuk membunuh mereka, malahan malah menyuruh untuk
memberikan mereka makan dan minum. Memang hal ini sangat aneh, karena
kebiasan ketika musuh sudah ada di depannya, pasti musuh tersebut akan dibunuh.
Seandainya saat itu Elisa memberikan saran untuk membunuh tentara Aram tersebut,
pastinya Aram akan mengirimkan tentaranya lebih banyak lagi dan menghancurkan
bangsa Israel. Tetapi dengan adanya saran dari Elisa ini tentara Aram tidak ada lagi
yang berani untuk memasuki negara Israel. Hal ini sangatlah luar biasa.
Terkadang dalam kehidupan orang percaya ketika menghadapi masalah dalam
kehidupanya, mereka masih bertindak secara sembrono sehingga masalah yang kecil
sekalipun malah menjadi masalah yang besar. Banyak orang tidak bijak ketika
mengambil sebuah keputusan dalam menghadapi masalah tersebut. Namun dengan
adanya teladan Elisa ini, mengingatkan bagaimana dalam kehidupan orang kristen
dalam mengambil keputusan ketika menghadapi msalah dalam dirinya.
Aplikasi:
Dalam kehidupan orang percaya harus meneladani tindakan Elisa ini. Tetaplah
bijaksana dalam mengambil keputusan dalam diri kita tetika menghadapi masalah
dalam diri kita.

Kesimpulan:
Dalam kehidupan orang-orang kristen ketika menghadapi permasalahan dalam
hidupnya, harus dapat menang dalam menghadapinya. Kemenangan tersebut akan diperoleh
dengan melakukan ketiga hal tersebut, antara lain berani menghadapi masalah, minta
pertolongan Tuhan, dan bertindak secara bijak. Dengan hal ini kita akan mampu menang
dalam menghadapi setiap permasalahan kita.