Anda di halaman 1dari 127

JURNAL MANAJEMEN BISNIS

Volume 1, Nomor 2 Mei 2008


ISSN: 19788339

2
DAFTAR ISI ISSN: 19788339

JURNAL MANAJEMEN BISNIS

Halaman

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Permintaan Kredit pada PT Bank


Tabungan Negara Cabang Medan
Arlina Nurbaity Lubis dan Ganjang Arihta Ginting ............................................................................. 42 47

Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Ekuitas Merek Sepeda Motor Merek Honda terhadap
Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada Universitas Sumatera Utara)
Fadli dan Inneke Qamariah .................................................................................................................. 48 58

Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik Pekerjaan terhadap Keinginan Pindah Kerja


Bidan di Kabupaten Serdang Bedagai
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah .............................................................. 59 68

Tantangan bagi Kepemimpinan Lintas Budaya


Prihatin Lumbanraja............................................................................................................................. 69 77

Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Brand Image pada Unit Rawat Jalan Poliklinik
Penyakit dalam RSU Dr. Pirngadi di Medan
Nisrul Irawati dan Rina Primadha ....................................................................................................... 78 88

3 42
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN
PERMINTAAN KREDIT PADA PT BANK TABUNGAN NEGARA
CABANG MEDAN
1 2
Arlina Nurbaity Lubis dan Ganjang Arihta Ginting
1
Staf Pengajar FE-USU
2
Alumni FE-USU

Abstract

This research aim to know and analyze factor influence level of interest rate KPR and customer service
to demand decision of KPR at Bank Tabungan Negara, Co.Ltd Branch of Medan, and know factor having an
effect on most dominant to demand decision KPR at Bank Tabungan Negara, Co.Ltd Branch of Medan.
The research method applied is descriptive analytical method and multiple regression analytical method.
Sample applied in this research is client using product KPR at Bank Tabungan Negara, Co.Ltd Branch of Medan
are 73 by using purposive sampling.
The Result of this research indicates that independent variable applied that is factor of interest rate
credit and customer service simultaneously has significant influence to variable dependent that is demand
decision of KPR at Bank Tabungan Negara, Co.Ltd Branch of Medan. The Result of this also indicates that
customer service factor is which most dominant influences demand decision of KPR at Bank Tabungan Negara,
Co.Ltd Branch of Medan.

Keywords: demand decision of KPR, interest rate, and service

42
A. PENDAHULUAN kredit pada membutuhkan rumah. pasar dalam
pasar investasi. Pada sisi lain, sebagian memberikan KPR
Latar Belakang Terdapat masyarakat tidak mampu kepada masyarakat
Pembelian beberapa jenis sektor membeli rumah secara adalah PT Bank
rumah bisa dilakukan konsumsi yang dibiayai tunai, sehingga ini Tabungan Negara
dengan cara tunai dengan kredit oleh bank, menjadi peluang bagi (Persero). Tercatat
ataupun kredit. salah satunya adalah bank-bank untuk Bank BTN memiliki
Seseorang dapat sektor perumahan memasarkan KPR pangsa pasar sebesar
membeli rumah melalui kredit sebanyak-banyaknya. 21,37 %
secara tunai apabila pemilikan rumah Strategi untuk dan nilai ini sangat
orang tersebut memiliki (KPR). Peningkatan memenangkan jauh di atas bank-
uang pemberian KPR oleh persaingan dalam bisnis bank lainnya.
yang nilainya sama bank-bank disebabkan KPR adalah suku bunga
dengan harga rumah masih banyaknya dan pelayanan yang
tersebut. Namun, seiring masyarakat yang kompetitif
dengan semakin (www.kompas.com,
sulitnya keadaan April 2008). Suku
ekonomi dan bunga KPR yang tinggi
banyaknya tuntutan dapat menyebabkan
kebutuhan yang ekspansi KPR menjadi
harus dipenuhi oleh turun. Pada sisi lain,
masyarakat maka Bank yang mampu
pembelian rumah secara memberikan pelayanan
tunai semakin sulit yang memuaskan, pasti
dilakukan, terutama dapat menarik banyak
bagi masyarakat yang debitur sehingga mampu
tingkat ekonominya tumbuh dan berkembang.
menengah Pemberian kredit
ke bawah. Dengan perbankan ke KPR
demikian, pembelian berkembang cepat
rumah secara kredit seiring terjadinya
dikalangan masyarakat penurunan suku bunga
menjadi pilihan yang perbankan selama tahun
sangat menarik. 2007. Statistik Perbankan
Penyaluran Indonesia (SPI) mencatat
kredit perbankan pada jumlah kredit perbankan
sektor konsumsi yang disalurkan ke KPR
mengalami peningkatan meningkat sebesar Rp
yang drastis sejak 15,50 triliun yaitu 60,50
Indonesia dilanda krisis triliun pada tahun 2006
ekonomi sepuluh tahun dan 76 triliun pada bulan
lalu. Agustus 2007 (Info
Hal ini terjadi Bank, Edisi Januari
karena banyaknya 2008). Pertumbuhan
perusahaan- perusahaan KPR juga diprediksi
besar bangkrut sehingga akan naik 10% sampai
sektor korporasi 15% dari rata-rata
sangat sedikit menyerap pertumbuhan KPR pada
kredit dari bank. Bank- tahun 2007
bank (www.kompas.com,
kemudian semakin April 2008).
menyadari bahwa Pada Tabel 1
peluang di pasar dapat dilihat 10
konsumsi semakin besar, peringkat bank- bank
dimana resiko yang yang memiliki jumlah
dihadapi outstanding KPR
relatif lebih kecil terbesar di Indonesia.
dibandingkan dengan Bank yang paling
menguasai pangsa 42
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 2, Mei 2008: 42 - 47

43
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 2, Mei 2008: 42 - 47

Tabel 1. Outstanding KLBI dan RDI untuk bank yang pertama kali a
Kredit pemberian KPR semakin dan dikhususkan t
No. Pemilikan
Nama Bank Nilai
dibatasi Pangsa Pyoy
seiring dengan menangani bisnis KPR
Rumah (KPR) (Rp
krisis ekonomi (%)
Pasar
dan di Indonesia selama
Triliun) (%)
P
Beberapa Bank kurang lebih 34 tahun.
1. Bank BTNper perubahan
18.924 21.37kebijakan
35.75 e
Besar
2. Bank Niaga 2007
September ekonomi
8.530 9.63 yang
20.51 n
3. Bank Central Asia diprogramkan
7.208 oleh 78.59
8.14 Dana Tuj e
4. Bank Panin Moneter
4.634 Internasional
5.23 63.08 uan l
5. Bank Mandiri (IMF), sehingga 25.94
4.501 5.08 untuk dan i
6. Bank Negara 4.050 4.57 70.74
mendukung bisnisnya Ma t
Indonesia
7. Bank NISP dalam
3.503 penyaluran
3.96 KPR,
35.34 nfa i
No. Nama Bank maka Bank
Nilai PangsaBTN Pyoy
harus at a
(Rpmenngandalkan
Pasar sumber
(%) Pen n
Triliun)
pendanaan(%)lainnya, yaitu eliti a. Bagi
8. Bank Internasional 3.246 3.66 12.20 an
Indonesia
dari dana masyarakat. Peneliti,
9. UOB Buana 2.571 Bank2.90
BTN38.66
juga 1 memperluas
10. Bank Danamon melakukan
1.350 pergeseran
1.52 20.17 . wawasan
fokus bisnis dalam pemikiran
pemberian KPR, yaitu T peneliti dalam
dari KPR RS dan KPR u cara berpikir
RSS bergeser ke KPR j ilmiah pada
Komersial yang u bidang
Keterangan:
Pyoy: pertumbuhan year on berbunga lebih tinggi. a pemasaran pada
year Hal ini berkaitan dengan n perbankan
Sumber: Biro Riset Infobank pergeseran sumber khususnya
(birI), januari 2008 pendanaan, yaitu dari P pemasaran
dana subsidi kepada e KPR.
Fokus bisnis dana komersial. Dalam n b. Bagi PT Bank
Bank BTN dalam bidang hal ini, salah satu e Tabungan Negara
KPR sebenarnya banyak produk unggulan KPR l Cabang
dipengaruhi oleh faktor komersial Bank BTN i Medan, untuk
historis, dimana pada adalah Kredit Griya t menambah
awalnya Bank BTN oleh Utama 1(KGU 1). i wawasan dan
Pemerintah ditugaskan KGU 1 a menjadi dasar
untuk menjadi satu- merupakan salah satu n pertimbangan
satunya bank yang produk KPR Bank BTN Mengetahui dan bagi pimpinan
menangani penyaluran yang memiliki nilai menganalisis dalam
KPR kepada golongan KPR sebesar seratus juta pengaruh faktor mengambil
masyarakat menengah ke hingga seratus lima tingkat suku bunga, kebijaksanaan
bawah, yaitu melalui puluh juta rupiah dengan dan pelayanan KPR.
produk KPR Rumah tingkat suku bunga nasabah dalam c. Bagi pihak
Sederhana (KPR RS) sebesar 10,75%. mempengaruhi dan lain, sebagai
dan KPR Rumah Sangat Pelayanan juga menentukan refrensi yang
Sederhana (KPR RSS). menjadi salah satu keputusan bermanfaat
Dalam mengemban keunggulan dari Bank permintaan KPR untuk
tugas ini, sebagai BTN, karena Bank BTN pada PT Bank mengadakan
sumber pendanaan maka adalah Tabungan Negara penelitian
Bank BTN Cabang medan. lanjutan yang
menggunakan dana lebih
subsidi yang 2 mendalam pada
bersumber dari Kredit . masa
Likuiditas Bank y
Indonesia (KLBI) dan a
M
Rekening Dana Investasi n
a
(RDI) dari Departemen g
n
Keuangan.
f
Subsidi dari
44 a a
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 2, Mei 2008: 42 - 47

k terbatas pada KPR b


a GRIYA UTAMA 1 e
n yang disalurkan oleh PT l
Bank Tabungan Negara Penelitian ini
d Cabang Medan. memiliki 3 (tiga)
a variabel. Ketiga variabel
t 2. tersebut dikelompokkan
a Defini menjadi dua
n si
g Opera
. sional
Varia
bel
B a. Tingkat suku bunga
. KPR, yaitu harga
M jual yang harus
E dibayar oleh
T peminjam (debitur)
O kepada bank yang
D didasarkan pada
E suatu perjanjian
membuka KPR.
P b. Pelayanan Nasabah
E (Customer Service),
N yaitu
E pendapat debitur
L mengenai kepuasan
I yang diterima
T debitur atas
I pemenuhan
A kebutuhan yang
N diberikan bank sejak
permohonan KPR
1. sampai dengan
Batasa berakhirnya KPR.
n
Operas 3
ional .
Variab
el I
Penelitian yang d
dilakukan peneliti e
terbatas pada faktor- n
faktor sebagai berikut: t
a. i
Tingkat f
suku i
bunga k
(Interest a
Rate) s
b. Pelayanan i
Nasabah
(Customer V
Service) a
r
Penelitian yang i
dilakukan peneliti juga a
45
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 2, Mei 2008: 42 - 47

46
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 2, Mei 2008: 42 - 47

bagian yaitu variabel terikat (dependent variable, 8. Uji Validitas dan Reliabilitas
Yi ) dan variabel bebas (independent variable, X i ) . Instrumen yang valid berarti alat ukur yang
a. Bagian pertama yaitu variabel terikat (dependent digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu
variable, Yi) adalah Keputusan Permintaan KPR. valid (Sugiyono, 2005:109). Pengujian validitas
b. Bagian kedua yang merupakan variabel bebas menggunakan pendekatan koefisien korelasi yaitu
(independent variable, Xi) meliputi: dengan cara mengkorelasikan antara skor butir
1) Tingkat Suku bunga pertanyaan dengan skor totalnya, dan bila nilai
2) Pelayanan Nasabah korelasinya positif dan r hitung 0,3 maka butir
pertanyaan tersebut dinyatakan valid.
4. Tempat dan Waktu Penelitian Instrumen yang reliabel adalah instrumen
Peneliti melakukan penelitian pada PT Bank yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur
Tabungan Negara Cabang Medan yang berlokasi di obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama,
Jalan Pemuda No.10-A Medan. Penelitian ini dan bila koefisien korelasi (r) positif dan signifikan,
dilakukan mulai bulan April 2008 sampai dengan maka instrumen tersebut sudah dinyatakan reliabel.
Agustus 2008.
9. Metode Analisis Data
5. Populasi dan Sampel 1. Metode Analisis Regresi Berganda
a. Populasi
Analisis Regresi Berganda digunakan untuk
Populasi pada penelitian ini adalah debitur
pada PT Bank Tabungan Negara Cabang mengadakan prediksi nilai dari variabel terikat
Medan yang memperoleh produk KPR yaitu keputusan permintaan KPR pada PT
GRIYA UTAMA 1 dalam periode 31 Bank Tabungan Negara Cabang Medan (Y)
desember 2007 yang berjumlah 734 debitur. dengan ikut memperhitungkan nilai-nilai
b. Sampel variabel bebas, yaitu Tingkat Suku Bunga
Sampel diambil dengan metode purposive (Interest Rate) ( X 1 ), dan Pelayanan Nasabah
sampling yaitu 10% dari populasi. Menurut (Customer Service) ( X 2 ) sehingga dapat
Gay dalam Umar (2000:79) jumlah ini
dianggap sudah representatif untuk mewakili diketahui pengaruh positif atau negatif dari
populasi, sehingga sampel yang digunakan faktor-faktor Tingkat Suku Bunga, dan
peneliti adalah sebanyak 73 debitur. Pelayanan Nasabah terhadap Keputusan
Permintaan KPR pada PT Bank Tabungan
6. Jenis Data Negara Cabang Medan. Analisis regresi
Data yang digunakan sebagai informasi untuk Linear berganda dalam penelitian ini
melakukan analisis dan evaluasi adalah: menggunakan bantuan aplikasi software SPSS
a. Data Primer (Statistic Product And Service Solution) 15.0
Data primer yang dipakai dalam penelitian ini For Windows. Adapun model persamaan yang
berasal dari kuesioner. digunakan (Sugiyono, 2005:211), adalah:
b. Data Sekunder
Y = a + b1x1 + b2 x2 + e
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari
hasil publikasi media massa dan berbagai Di mana:
tulisan yang diperoleh dari PT Bank Y = Keputusan Permintaan KPR
Tabungan Negara Cabang Medan seperti: a = Konstanta
buku, majalah, surat kabar, literatur, ataupun b1 = Koefisien x1
internet untuk mendukung penelitian ini.
x1 = Tingkat suku bunga
7. Teknik Pengumpulan Data b2 = Koefisien x2
a. Wawancara (Interview)
Wawancara dilakukan dengan bagian x2 = Pelayanan Nasabah
perkreditan dan petugas lapangan PT Bank e = Standar error
Tabungan Negara Cabang Medan.
b. Kuesioner - Pengujian Hipotesis
Teknik ini dilakukan dengan cara mengajukan 1) Uji-F (uji secara serentak)
pertanyaan melalui daftar pertanyaan yang Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah
diisi oleh debitur yang memperoleh produk semua variabel bebas yang dimasukkan dalam
KPR GRIYA UTAMA 1 pada PT Bank model mempunyai pengaruh secara bersama-
Tabungan Negara Cabang Medan.
sama terhadap variabel terikat.
47
H0 : b1 = b2 = 0, artinya secara bersama-sama a) Menentukan model hipotesis Ho dan Ha.
tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari b) Mencari nilai Ftabel dengan cara menentukan
variabel bebas (X1, X2) yaitu berupa variabel tingkat kesalahan () dan menentukan derajat
tingkat suku bunga dan pelayanan nasabah kebebasan.
terhadap Keputusan Permintaan KPR (Y). c) Menentukan kriteria pengambilan keputusan.
Ha : b1 b2 0, artinya secara bersama-sama d) Mencari nilai Fhitung dengan menggunakan
terdapat pengaruh yang signifikan dari bantuan aplikasi SPSS 15.0
e) Kesimpulan.
variabel bebas (X1, X2) yaitu berupa variabel
tingkat suku bunga dan pelayanan nasabah Hasil pengujian:
terhadap Keputusan Permintaan KPR yaitu a) Model Hipotesis yang digunakan adalah
variabel terikat (Y). Ho : b1 = b2 = 0
Kriteria Pengambilan Keputusan: Artinya variabel bebas suku bunga (X1) dan
H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada = 5 % pelayanan (X2) secara bersama-sama tidak
Ha diterima jika Fhitung > Ftabel pada = 5 %, berpengaruh signifikan terhadap Keputusan
atau nilai signifikansi < 0,05 Permintaan KPR (Y) pada PT. Bank Tabungan
Negara Cabang Medan.
Ha : b1 b2 0
C. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Artinya variabel bebas suku bunga (X1) dan
pelayanan (X2) secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap Keputusan Permintaan KPR
1. Determinasi (R2) (Y) pada PT. Bank Tabungan Negara Cabang
Determinasi (R2) digunakan untuk melihat Medan.
seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap b) Ftabel dapat dilihat pada = 0.05
variabel terikat. Determinan (R2) mendekati satu (1) Dengan derajat pembilang = k 1 = 3 1 = 2
berarti pengaruh variabel bebas besar terhadap
Derajat penyebut = n k = 73 3 = 70, Ftabel 0,05
variabel terikat. R2 mendekati nol (0) berarti pengaruh
(2,70) = 3,13
varibel bebas terhadap variabel terikat adalah kecil. c) Mencari nilai Ftabel dengan menggunakan tabel
ANOVA dari hasil pengolahan data SPSS Versi
Tabel 2. Summary
Adjusted R Std. Error of 15.0.
Model R R Square
Square the Estimate
1 .815(a) .664 .654 .86582 Tabel 3. ANOVA(b)
a Predictors: (Constant), pelayanan, sukubunga Sum of Mean
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner, SPSS versi Model Squares Df Square F Sig.
1 Regression 103.690 2 51.845 69.160 .000(a)
15.0) 2008
Residual 52.475 70 .750
Tabel 2 menunjukkan bahwa angka R2 atau Total 156.164 72
determinan sebesar 65,4% dan sisanya 34,6% a Predictors: (Constant), pelayanan, sukubunga
dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan b Dependent Variable: permintaanKPR
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner, SPSS versi
ataupun diuji dalam penelitian ini. Hasil Penelitian ini 15.0) 2008
juga menunjukkan bahwa variabel bebas yang terdiri
dari tingkat suku bunga dan pelayanan mampu d) Kriteria Pengambilan Keputusan
mempengaruhi keputusan permintaan kredit, atau Ho diterima jika Fhitung < Ftabel pada = 5%
dengan kata lain keputusan permintaan kredit Ha diterima jika Fhitung > Ftabel pada = 5%, atau
dipengaruhi oleh tingkat suku bunga dan pelayanan. nilai signifikansi < 0,05
e) Dari tabel ANOVA diperoleh Fhitung sebesar
2. Uji F Serentak 69,160
Uji F untuk menunjukkan apakah semua
variabel bebas yang dimasukkan pada model Tabel 4. Reliability Statistic
mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap Fhitung Ftabel
variabel terikat. 69,160 3,13
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner, SPSS versi
Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai
15.0) 2008
berikut:
Bedasarkan dalam Tabel 5 maka Hal ini menunjukkan bahwa
Tabel 12 nilai Fhitung > diperoleh hasil regresi faktor suku bunga
Ftabel pada = 5% linear ganda sebagai mempengaruhi
dengan demikian maka berikut: keputusan
Ha diterima. Hal ini permintaan kredit
menunjukkan bahwa Y= nasabah. Hasil
pengaruh variabel bebas 1.289 + penelitian ini
(suku bunga dan 0.019X 1 mendukung kajian
pelayanan) secara yang dilakukan oleh
+
serempak adalah Banjanahor (2006)
0.366X 2
signifikan terhadap yang membuktikan
+ ei bahwa faktor
keputusan permintaan
KPR (Y) pada PT. Bank tingkat suku bunga
Interpretasi Model mempengaruhi
Tabungan Negara
Linear Ganda: keputusan
Cabang Medan.
Interpretasi dari permintaan kredit
hasil estimasi parameter nasabah. Jika
3. Analisis Regresi
dari persamaan regresi dikaitkan dengan
Berganda
ganda yang telah bauran pemasaran
Analisis regresi
diperoleh, dapat dibuat maka bunga bank
berganda digunakan, bila
suatu interpretasi adalah merupakan
peneliti bermaksud harga. Kasmir (2003)
terhadap suatu model
meramalkan bagaimana menayatakan bahwa
atau hipotesis yang telah
keadaan (naik turunnya) bunga bank sebagai
diambil pada metode
variabel dependen balasan jasa yang
penelitian ini, yaitu:
(kriterium), bila dua diberikan bank yang
a. Konstanta bernilai
atau lebih variabel berdasarkan prinsip
1.289 artinya jika
independen sebagai konvensional kepada
tidak ada variabel
faktor prediktor nasabah yang
bebas suku bunga
dimanipulasi (dinaik membeli atau
(X 1 ) dan pelayanan
turunkan nilainya) menjual produknya.
(Sugiyono, 2005: 210). (X 2 ) maka faktor Bunga bagi Bank
Analisis regresi berganda keputusan juga dapat diartikan
dalam penelitian ini permintaan KPR sebagai harga yang
menggunakan program pada PT. Bank harus dibayar kepada
SPSS versi 15.0 dengan Tabungan Negara nasabah (yang
metode enter dan dapat Cabang Medan memiliki simpanan)
dilihat pada tabel adalah sebesar 1,289. dan harga yang harus
berikut: b. Variabel suku dibayar oleh nasabah
bunga bertanda positif kepada Bank
a terhadap (nasabah yang
Tabel 5. Coefficients memperoleh
keputusan
Standardized
Unstandardized
permintaan KPR (Y)
Coefficients pinjaman). Bagian
Coefficients
Model pada PT.T Sig.
Bank Bunga pinjaman
B Std. Beta
Error Tabungan Negara merupakan harga
1. (Constant) 1.289 1.304 Cabang .988 Medan .326 jual dan bunga
suku bunga .019 .084 .022
dengan .228 .821
koefisien kredit merupakan
pelayanan .366 .044 .800 8.322 .000 contoh harga jual.
a. Dependent Variable:
regresi sebesar 0.019
artinya apabila Hasil Penelitian ini
Permintaan KPR (Y)
Sumber: Hasil pengolahan terjadi peningkatan membuktikan bahwa
data primer (kuesioner, variabel suku bunga harga jual dalam hal
SPSS versi setiap satu satuan ini bunga pinjaman
15.0) 2008 ternyata berpengaruh
maka keputusan
permintaan KPR (Y) terhadap keputusan
Berdasarkan akan meningkat nasabah untuk
hasil pengolahan regresi sebesar 0.019. melakukan kredit.
ganda yang ditunjukkan
c. Variabel pelayanan berikan.
bertanda positif Parasuraman et.al
terhadap keputusan dalam Tjiptono
permintaan KPR (Y) (2005) menyatakan
pada PT. Bank kualitas jasa
Tabungan Negara memiliki 10 dimensi
Cabang Medan yaitu bukti fisik,
dengan koefisien reliabilitas, daya
regresi sebesar 0.366 tanggap, kompetensi,
artinya apabila kesopanan,
terjadi peningkatan kredibilitas,
variabel pelayanan keamanan, akses,
setiap satu satuan komunikasi dan
maka keputusan kemampuan
permintaan KPR (Y) memahami
akan meningkat pelanggan. Hasil
sebesar 0.366. Hasil penelitian ini juga
Penelitian ini juga membuktikan bahwa
membuktikan bahwa kesepuluh dimensi
pelayanan yang kualitas pelayanan
berkualitas ini dapat digunakan
mempengaruhi dalam mengukur
keputusan nasabah kualitas pelayanan
untuk mengajukan khsusnya bank.
kredit. Hasil Dalam
penelitian ini kenyataannnya,
mendukung kajian bagaiamana
yang dilakukan menariknya produk
oleh Banjarnahor dan harga yang
(2006) yang juga ditawarkan oleh
membuktikan bahwa suatu bank, tanpa
pelayanan terhadap adanya kualitas
nasabah berpengaruh pelayanan yang baik
terhadap tidak akan mampu
keputusan memikat
permintaan
kredit. Sebagaimana
diketahui bahwa
perbankan adalah
industri yang
bergerak dibidang
jasa. Jasa ataupun
pelayanan tentu
memiliki
karakteristik yang
berbeda dengan
barang/produk.
Perbedaan
karakteristik dan
sifat jasa ini
mengharuskan
pemberi jasa lebih
memperhatikan
kualitas jasa
atauapun
pelayanan
yang mereka
nasabah untuk Djohan, Warman. Kotler, Philip. 2001. Perusahaan. PT.
melakukan 2000.Kredit Prinsip-Prinsip Gramedia Pustaka
keputusan pembelian Bank Pemasaran. Utama, Jakarta.
yang dalam hal ini (Alternatif Jilid I, Alih Undang-Undang
keputusan untuk Pembiayaan Bahasa: Damos Perbankan No.
mengajukan kredit. dan Sihombing, Edisi 10 tahun 1998
Dengan kata lain Pengajuannya) 8. Penerbit pasal 10 ayat 11.
bagi industri yang Cetakan Erlangga, Jakarta. Untung, Budi. 2005.
bergerak dibidang Pertama, Kuncoro, Mudrajad. Kredit
jasa khususnya jasa 2003. Metode Perbankan di
keuangan dalam hal Jakarta. Riset untuk Indonesia. Edisi
ini perbankan selalu Penerbit PT. Bisnis dan kedua. Penerbit
memberikan Mutiara Sumber Ekonomi. ANDI,
pelayanan yang Widya. Penerbit Yogyakarta.
berkualitas yang Kasmir. 2005. Erlangga, Banjarnahor. 2006.
secara langsung Pemasaran Bank. Jakarta. Analisis Faktor-
dapat dinilai oleh Penerbit PT. Raja Lupiyoadi, Rambat faktor yang
nasabah. Karena Grafindo dan A, Hamdani. mempengaruhi
bagaimanapun Persada, Jakarta. 2006.
kualitas pelayanan Manajemen Keputusan
yang diberikan oleh Pemasaran Permintaan
sektor jasa Jasa. Penerbit Kredit pada PT
(perbankan) akan Salemba Empat, Bank SUMUT
secara langsung Jakarta. Cabang
dapat dipersepsikan Setiadi, Nugroho. Tarutung
oleh pelanggan. Oleh 2003. Perilaku InfoBank. Edisi januari
karena itu kualitas Konsumen. 2008.
pelayanan tidak Penerbit www.kompas.com
hanya diberikan oleh Kencana, Jakarta. diakses pada
departemen layanan Sinungan, tanggal 28 April
pelanggan saja, Muchdarsyah. 2008 pukul
tetapi juga menjadi Mei 2000. 19:00 wib.
perhatian dan Manajemen
tanggung jawab Dana Bank.
semua personel Edisi Kedua.
produksi/operasioana Jakarta. Penerbit
l bank. Bumi Aksara,
Jakarta.
Sugiyono, 2005. Metode
D. KESIMPULAN Penelitian Bisnis.
Penerbit
Tingkat suku CV.Alfabeta,
bunga (X1) dan Bandung.
pelayanan (X2) secara Tangkilisan, 2003.
serempak memiliki Local Government-
pengaruh yang signifikan Finance.
terhadap keputusan Penerbit Ypapi,
permintaan KPR pada Jakarta.
PT. Bank Tabungan Tjiptono, Fandy.
Negara Cabang Medan, 2005. Pemasaran
sehingga hipotesis Jasa.
pertama diterima. Banyumedia
Publishing,
Malang.
DAFTAR PUSTAKA Umar, Husein. 2000.
Riset Strategi
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKUITAS MEREK SEPEDA
MOTOR MEREK HONDA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
(Studi Kasus pada Universitas Sumatera Utara)

Fadli dan Inneke Qamariah


Staf Pengajar FE-USU

Abstract

Marketing is already put an influence to all of our daily activities for individual or organization.
Succesful products or services in the market always had a powerful and dominant brands name.
he complication of this research is to knowing how is the effect of brand equity which consists of brand
awareness, perceived quality, brand association, and brand loyalty on buying decision in University of North
Sumatera. The Objective of this research is to to know and to analyze the effect of brand equity consisting of
brand awareness, perceived quality, brand association, and brand loyalty on buying decision in University of
North Sumatera. The research method used on this research is the quantitative research in which variables are
measured with Likert scale. The data collection technic of primary data is by distributing questionnaires,
supported by interview session. The direct approach of this research is by using case study which also supported
by surveys. Data processing is using the SPSS version 12,0 software with the descriptive analysis and
hypothesis tested by multiple regression analysis. The results of the research indicates that (1) as collectively,
there are significant effects of brand awareness, perceived quality, brand association, and brand loyalty on
buying decision in University of North Sumatera environment; (2) which also as partially, there are significant
effect of perceived quality, brand association, and brand loyalty on buying decision in University of North
Sumatera environment. Brand loyalty factor has the most dominant effect on buying decision in the University
of North Sumatera environment.

Keywords: brand equity, brand loyalty, and buying decision

48
Fadli dan Inneke Qamariah Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Ekuitas Merek

P 2,135 juta unit yang Kawasaki dengan


E disusul oleh Yamaha penjualan keseluruhan
N dengan 1,923 juta unit, sejumlah
D diikuti oleh Suzuki 28.616 unit. Menurut
A dengan penjualan data tersebut merek yang
H sejumlah 641.929 terlihat dominan berada
U unit dan pada sepeda motor
L merek Honda yang terus
U bersaing dengan rival
A klasiknya yaitu Yamaha
N diikuti dengan Suzuki.
Melalui Tabel I.1
Pemasaran pada diketahui bahwa
dasarnya adalah penjualan sepeda motor
membangun merek di Honda merek
benak konsumen. mengalami penurunan
Kekuatan merek terletak dari tahun 2005 hingga
pada kemampuannya tahun 2007. Sedangkan
untuk mempengaruhi penjualan sepeda motor
perilaku pembelian. merek Yamaha
Merek diyakini mengalami peningkatan
mempunyai kekuatan yang cukup signifikan
yang besar untuk dari tahun ke tahunnya.
memikat orang untuk Dari Tabel I.2
membeli produk atau dapat dilihat untuk tahun
jasa yang diwakilinya. 2007, total penjualan
Perkembangan industri sepeda motor merek
sepeda motor di Honda bersaing ketat
Indonesia dengan dengan pesaingnya yaitu
bermacam merek yang merek Yamaha. Secara
digunakan oleh khusus pada bulan Maret
perusahaan produsennya dan Mei 2007, penjualan
juga menjadikan isu sepeda motor merek
merek ini menjadi sangat Yamaha melampaui
strategis dikarenakan penjualan sepeda motor
dapat menjadi sarana merek Honda.
bagi perusahaan untuk Data penjualan
mengembangkan dan sepeda motor di
memelihara loyalitas Sumatera Utara dapat
pelanggan. Merek yang dilihat pada Tabel I.3
kuat akan membangun dan di Kota Medan pada
loyalitas, dan loyalitas khususnya yang
akan mendorong ditunjukkan pada Tabel
bisnis terulang kembali. I.3 juga menunjukkan
Merek yang kuat juga bahwa sepeda motor
akan menghasilkan harga merek Yamaha
yang menarik dan merupakan yang paling
menjadi penghalang bagi besar peningkatan
masuknya pesaing. penjualannya
Menurut data penjualan dibandingkan dengan
yang dikeluarkan oleh sepeda motor merek
Asosiasi Industri Sepeda Honda dan Suzuki.
Motor Indonesia (AISI)
untuk kuartal keempat
2007, Honda
membukukan penjualan
terbanyak
49 dengan jumlah
Fadli dan Inneke Qamariah Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Ekuitas Merek

50
Fadli dan Inneke Qamariah Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Ekuitas Merek

Demi menjangkau pangsa pasar potensial Vario, dan Suzuki Indonesia mengeluarkan produk
baru yaitu dari kaum wanita yang didasarkan pada Suzuki Spin-nya untuk menandingi dan meraih pangsa
tingginya angka penjualan sepeda motor otomatis pasar yang sangat potensial tersebut yang sebelumnya
merek Yamaha Mio dari Yamaha, PT. Astra Honda belum pernah tersegmentasi dan diperhatikan secara
Motor kemudian meluncurkan varian sepeda motor khusus oleh para produsen sepeda motor.

Tabel I.1. Data Penjualan Tiga Besar Produsen Sepeda Motor di Indonesia Tahun 2004 2007 (dalam ribuan unit)
Volume Penjualan
Merek
2004 2005 2006 2007
Honda 2.037.888 2.652.888 2.340.032 2.135.366
Yamaha 878.360 1.239.096 1.459.343 1.923.634
Suzuki 845.236 1.107.960 568.041 641.929
Sumber: www.wartaekonomi.com, 2007

Tabel I.2. Data Penjualan Sepeda Motor di Indonesia Tahun 2007 (dalam ribuan unit)
Periode/Merek Honda Yamaha Suzuki Kawasaki Kanzen Kymco Piaggio
Januari 153.806 133.199 52.309 4.204 2.115 1027 9
Februari 151.806 146.072 46.123 2.914 2.012 1141 5
Maret 151.127 160.235 47.175 3.441 2.318 1121 11
April 138.434 128.271 41.173 3.785 2.424 954 8
Mei 169.331 170.267 32.966 2.665 2.515 673 7
Juni 159.995 155.320 50.391 2.981 2.358 801 11
Juli 143.223 161.016 53.468 3.187 2.489 952 9
Agustus 187.544 168.708 65.334 3.959 2.516 1052 13
September 239.267 164.399 68.261 3.819 2.403 758 6
Oktober 215.477 167.841 64.371 3.471 2.667 686 12
November 212.093 170.119 61.694 3.657 2.519 724 7
Desember 213.263 198.187 58.664 3.314 2.463 767 9
Total 2.135.366 1.923.634 641.929 41.397 28.799 10.656 107
Sumber: Laporan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia kuartal ke-4 tahun 2007

Tabel I.3. Data Penjualan Sepeda Motor di Sumatera Utara Tahun 2003 - 2007 (dalam ribuan unit)
Volume Penjualan
Merek
2003 2004 2005 2006 2007
Honda 80.736 118.467 135.458 142.014 149.312
Yamaha 21.101 31.192 46.391 72.546 115.852
Suzuki 11.666 19.055 39.047 41.574 40.497
Sumber: CV. Indako Trading Co., PT.Alfa Scorpii Medan, PT. Sunindo Varia Motor, 2008.

Tabel I.4. Data Penjualan Sepeda Motor di Kota Medan Tahun 2003 - 2007 (dalam ribuan unit)
Volume Penjualan
Merek
2003 2004 2005 2006 2007
Honda 29.518 38.345 39.313 42.057 43.891
Yamaha 8.997 11.059 14.439 20.997 25.296
Suzuki 4.202 6.038 8.868 9.038 12.522
Sumber: CV. Indako Trading Co., PT.Alfa Scorpii Medan, PT. Sunindo Varia Motor, 2008.

51
T k strategis bagi perusahaan n
u a dikarenakan adanya d
j a manfaat yang diberikan
u n bagi penjual dan e
a Kajian literatur pembeli karena: 1) q
n yang digunakan dengan Pengelolaan merek yang u
memfokuskan pada efektif dimungkinkan i
P faktor-faktor ekuitas dapat mempertahankan t
e merek terutama pada kesetiaan konsumen y
n pemahaman pada yang ada, nantinya bisa
e kesadaran merek, kesan dipakai untuk a
l kualitas, asosiasi merek, menghambat serangan d
i loyalitas merek. Dan pesaing dan membantu a
t literatur yang berkaitan memfokuskan program l
i dengan keputusan pemasaran; 2) Merek a
a pembelian. dapat membantu dalam h
n melakukan segmentasi :
Penelitian ini D pasar; 3) Citra Seperangkat aset dan
bertujuan untuk e perusahaan dapat liabilitas merek yang
mengetahui dan f dibangun dengan merek berkaitan dengan suatu
menganalisis dimensi i yang kuat dan memberi merek, nama dan
ekuitas merek mana n peluang dalam simbolnya, yang
yang berpengaruh lebih i peluncuran merek- menambah atau
signifikan pada merek s merek baru yang lebih mengurangi nilai yang
sepeda motor Honda i mudah diterima oleh diberikan oleh sebuah
terhadap keputusan pelanggan dan barang atau jasa kepada
pembelian, dimana E distributor; 4) perusahaan atau para
keempat dimensi ekuitas k memberikan ciri-ciri pelanggan perusahaan.
merek tersebut terdiri u produk yang unik dan Ekuitas merek ini terdiri
dari kesadaran merek, i perlindungan hukum dari:
kesan kualitas, asosiasi t (hak paten) yang dapat
merek, dan a mempermudah prosedur
loyalitas merek dan s klaim apabila terdapat
bagaimana pengaruh cacat produksi pada
ekuitas M produk yang dibeli oleh
merek terhadap e konsumen.Menurut
keputusan pembelian r Simamora (2003),
sepeda motor merek e ekuitas merek (brand
Honda di lingkungan k equity) disebut juga nilai
Universitas Sumatera Banyak literature merek, yang
Utara. tentang ekuitas merek. menggambarkan
Menurut Stanton dalam keseluruhan kekuatan
T Rangkuti (2002) Merek merek di pasar. Ekuitas
e adalah nama, istilah, merek memberikan suatu
l simbol atau desain keunggulan kompetitif
a khusus atau bagi sebuah perusahaan
a beberapa kombinasi karena orang lebih
h unsur-unsur ini yang cenderung membeli
dirancang produk yang membawa
K untuk nama merek terkenal dan
e mengidentifikasikan dihormati.
p barang atau jasa yang Menurut Aaker
u ditawarkan oleh (1997), ekuitas
s penjual. Menurut merek atau
t Retnawati (2003) b
a Merek menjadi sangat r
a
o
kesadaran merek, p
tingkatan merek
persepsi kualitas, yang paling rendah
asosiasi merek, loyalitas O dimana konsumen
f
merek dan aset-aset tidak menyadari
merek lainnya seperti M
akan eksistensi suatu
paten, cap, saluran i merek.
n
hubungan. Empat elemen d 2. Pengenalan Merek
ekuitas merek di luar (Brand Recognition)
aset-aset merek lainnya B Merupakan tingkat
dikenal dengan elemen- r minimal dari
a
elemen utama dari n kesadaran merek
ekuitas merek. Elemen d yang merupakan
ekuitas merek yang pengenalan merek
R
kelima secara langsung e dengan bantuan,
akan di pengaruhi oleh c
a
misalnya dengan
kualitas dari empat l bantuan daftar
l
elemen utama tersebut. merek, daftar
B gambar, atau cap
r
Faktor-Faktor yang a merek. Merek yang
Mempengaruhi n
d
masuk dalam
Ekuitas Merek ingatan konsumen
R disebut brand
e r
c
Kesadaran o e
Merek g
n
c
(Brand i o
t
Awareness) i g
Menurut Aaker o n
n
(1997) Kesadaran i
Merek adalah U t
kesanggupan n
w
i
seorang pembeli a o
r
untuk mengenali e
n
dan mengingat .
kembali bahwa suatu o 3. Pengingatan
f
merek merupakan Kembali Merek
perwujudan kategori B
(Brand Recall)
produk tertentu. r Mencerminkan
a
n merek-merek apa
Kesadaran d saja yang diingat
merek membutuhkan Sumber: Aaker konsumen setelah
jangkauan kontinum (1997) menyebutkan
(Continum Ranging) dari merek yang pertama
perasaan yang tak pasti Gambar kali disebut.
I.1. Dimana merek-
bahwa merek tertentu
Piramid
dikenal menjadi merek yang
a Brand
keyakinan bahwa produk Awaren disebutkan kedua,
tersebut merupakan satu- ess ketiga dan
satunya dalam kelas seterusnya
produk bersangkutan, Jangkauan merupakan merek
kontinum ini dapat kontinum ini diwakili yang menempati
diwakili oleh tingkat oleh 4 tingkatan brand recall dalam
kesadaran merek yang kesadaran merek, yaitu: benak konsumen.
berbeda. 1. Tidak Menyadari
Merek (Unware of
Brand) Merupakan
T
4. Puncak Pikiran (Top sebagai suatu lintas distribusi
of Mind) Secara umum karakteristik penting tersebut untuk
Yaitu merek produk nilai-nilai atau atribut dari merek, apakah menyalurkan merek-
yang pertama kali dari kesan konsumen merek tersebut merek yang diminati
disebutkan oleh dapat digambarkan bernilai atau konsumen.
konsumen secara sebagai berikut: ekonomis juga 5. Perluasan Merek
spontan atau yang berkenaan dengan Kesan kualitas
pertama kali dalam persepsi apakah dapat dieksploitasi
benak konsumen. merek tersebut dengan cara
Dengan kata lain terbaik atau sekadar mengenalkan
merek tersebut P kompetitif terhadap berbagai perluasan
merupakan merek e merek- merek lain. merek, yaitu dengan
r
utama dari berbagai s
3. Harga optimum menggunakan
merek yang ada e Keuntungan ini merek tertentu
p memberikan
dalam benak s untuk masuk
konsumen. i pilihan-pilihan kedalam kategori
/ dalam menetapkan produk baru.
K
Kesan Kualitas e harga optimum yang
(Perceived Value) s bisa meningkatkan Asosiasi Merek
a
Menurut Aaker n laba atau Asosiasi merek dapat
(1997) Kesan atau K memberikan sumber menciptakan nilai
u
persepsi kualitas a daya untuk bagi perusahaan dan
merupakan persepsi l reinvestasi pada para pelanggan,
i
konsumen terhadap t
merek tersebut. karena ia dapat
keseluruhan a 4. Minat Saluran membantu proses
s
kualitas atau distribusi penyusunan
keunggulan suatu Keuntungan ini informasi untuk
produk atau jasa Alasan untuk membeli
yaitu meningkatkan membedakan merek
layanan yang sama minat para yang satu dengan
dengan Diferensiasi/posisi distributor merek lainnya.
Sumber: Rangkuti (2002)
m dikarenakan dapat Berbagai asosiasi
a Harga optimum menawarkan suatu
Gambar I.2. yang diingat
k Diagram
produk yang
Minat Saluran Nilai dari
distribusi konsumen dapat
s Kesan Kualitas memiliki persepsi
menghasilkan suatu
u kualitas tinggi
Perluasan Merek
dengan harga yang bentuk citra tentang
d Penjelasan dari merek (brand image)
Gambar I.2 di atas menarik dan
menguasai lalu di benak konsumen.
y dapat dilihat sebagai Menurut Aaker
a berikut: (1997), Asosiasi
n 1. Alasan membeli merek adalah segala
g Kesan kualitas hal yang berkaitan
sebuah merek
dengan ingatan
d memberikan alasan
i mengenai merek.
yang penting untuk
h Terdapat lima
membeli. Hal ini
a keuntungan asosiasi
mempengaruhi
r merek, yaitu: 1)
merek-merek mana
a Membantu proses
yang harus
p dipertimbangkan, penyusunan
k dan selanjutnya informasi yang dapat
a mempengaruhi meringkaskan
n merek apa yang sekumpulan fakta
n akan dipilih. yang dapat dengan
y 2. Diferensiasi/posisi mudah dikenal
a Diferensiasi konsumen; 2)
mempunyai Perbedaan, yang
. didefinisikan mempunyai peran
penting dalam Apabila loyalitas
menilai keberadaan merek meningkat
atau fungsi suatu maka kerentaan
merek dibandingkan kelompok pelanggan
lainnya; 3) Alasan dari serangan
untuk membeli, yang kompetitor dapat
sangat membantu dikurangi. Hal ini
konsumen dalam merupakan suatu
mengambil indikator dari brand
keputusan untuk equity yang berkaitan
membeli produk atau dengan perolehan
tidak; 4) Perasaan laba dimasa yang
positif yang akan datang
merangsang karena loyalitas
tumbuhnya perasaan merek secara
positif terhadap
produk; 5) Menjadi
landasan untuk
perluasan merek
yang dinilai kuat.
Konsumen yang
terbiasa
menggunakan merek
tertentu cenderung
memiliki konsistensi
terhadap citra merek
(brand image) yang
disebut juga dengan
kepribadian merek
(brand personality)
yang kemudian dapat
membentuk
kesetiaan konsumen
terhadap merek
tertentu (brand
loyalty).

Loyalitas Merek
Definisi dari
loyalitas merek
adalah ukuran dari
kesetiaan konsumen
terhadap suatu merek
(Aaker:
1997). Loyalitas
merek merupakan
inti dari brand
equity yang
menjadi gagasan
sentral dalam
pemasaran, karena
hal ini merupakan
suatu ukuran
keterkaitan seorang
pelanggan pada
sebuah merek.
langsung dapat diartikan sebagai penjualan di Teori Keputusan Pembelian
masa depan. Menurut Kotler (2000) terdapat empat jenis
perilaku pembelian konsumen, yaitu:
1) Perilaku pembelian yang rumit: perilaku ini
Commited lazim terjadi bila produknya mahal, jarang dibeli,
Menyukai merek berisiko, dan sangat mengekspresikan pribadi; 2)
Perilaku pembelian pengurang ketidaknyamanan/
Pembeli yang puas
dengan biaya peralihan ketidakcocokan: perilaku ini terjadi bila
Pembeli yang puas/bersifat kebiasaan, konsumen melihat sedikit perbedaan di antara
tidak ada masalah untuk beralih
merek dan tidak ada yang menonjol, didasarkan
Berpindah-pindah, peka terhadap kenyataan bahwa pembelian itu mahal dan
perubahan harga, tidak ada loyalitas merek
berisiko, pembeli akan memilih sambil
Sumber: Rangkuti (2002) mempelajari apa yang tersedia namun akan
membeli dengan cepat; 3) Perilaku pembelian
Gambar I.3. Piramida Loyalitas karena kebiasaan: konsumen tidak membentuk
sikap terhadap sebuah merek tetapi memilihnya
Melalui gambar piramida loyalitas di atas karena itu sudah biasa dikenalnya, tidak
dapat dimengerti bahwa: dilakukan pencarian informasi tentang merek; 4)
1. Tingkat loyalitas yang paling dasar adalah Perilaku pembelian yang mencari variasi: kondisi
pembeli yang tidak tertarik pada merek-merek keterlibatan konsumen rendah tetapi ditandai oleh
apapun yang ditawarkan. Konsumen seperti ini perbedaan merek yang nyata.
suka berpindah-pindah merek atau disebut tipe
konsumen switcher atau price buyer (konsumen Perusahaan harus berusaha memastikan
yang lebih memperhatikan harga di dalam kepuasan konsumen pada semua tingkat dalam proses
melakukan pembelian) pembelian.
2. Tingkat kedua adalah para pembeli yang merasa
puas dengan produk yang digunakan, atau Pengenalan Pencarian Evaluasi Keputusan
Perilaku
Pasca
minimal tidak mengalami kekecewaan. Pada Kebutuhan Informasi Alternatif Pembelian
Pembelian
dasarnya tidak terdapat dimensi ketidak puasan
Sumber: Setiadi (2003)
yang dapat menjadikan sumber perubahan,
apalagi bila perpindahan ke merek yang lain itu
Gambar I.4. Tahapan Proses Keputusan Pembelian
ada penambahan biaya. Para pembeli tipe ini
dapat disebut pembeli tipe kebiasaan (habitual Untuk dapat menjelaskan hubungan antara
buyer). tahapan berdasarkan Gambar II.4 di atas dapat dilihat
3. Tingkat ketiga berisi orang-orang yang puas, pada perincian yang dikemukakan oleh Setiadi (2003)
tetapi harus memikul biaya peralihan (switching sebagai berikut:
cost), baik dalam waktu, uang atau resiko Setiadi (2003):1) Proses pengenalan kebutuhan, yaitu
sehubungan dengan upaya untuk melakukan ketika konsumen mengenali adanya masalah atau
pergantian ke merek lain. Kelompok ini biasanya kebutuhan. Kebutuhan itu akan digerakkan oleh
disebut dengan konsumen loyal yang merasakan rangsangan dari dalam maupun dari luar dirinya; 2)
adanya suatu pengorbanan apabila ia melakukan Proses pencarian informasi. Tahap ini merupakan
penggantian ke merek lain. Para pembeli tipe ini tahapan yang merangsang konsumen untuk mencari
disebut satisfied buyer. informasi lebih banyak mengenai suatu produk; 3)
4. Tingkat keempat adalah konsumen yang benar- Evaluasi berbagai alternatif merek. Pada tahapan ini
benar menyukai suatu merek Pilihan mereka konsumen menggunakan informasi untuk
terhadap suatu merek dilandasi pada suatu mengevaluasi merek alternatif dalam menentukan
asosiasi, seperti simbol, rangkaian pengalaman, peringkat produk untuk dipilih; 4) Pilihan atas merek
atau kesan kualitas yang tinggi. Konsumen jenis produk untuk dibeli, dimana terjadi pembelian produk
ini memiliki perasan emosional dalam menyukai atas merek yang disukai berdasarkan peringkat dari
merek tersebut. tahapan 3, tetapi faktor situasi dan pendapat orang lain
Tingkat teratas adalah para pelanggan yang setia juga menentukan dalam tahapan ini; 5) Perilaku pasca
yang merasakan kebanggaan ketika menjadi pembelian. Kepuasan konsumen harus dipantau dari
pengguna suatu merek karena merek tersebut mulai pasca pembelian, tindakan pasca pembelian dan
penting bagi mereka baik dari segi fungsi maupun pemakaian produk pasca pembelian.
sebagai alat identitas diri.
Pemasaran merupakan permerekan itu sendiri. METODE PENELITIAN
Suatu permerekan yang tepat akan mempermudah
penjualan produk. Permerekan yang tepat akan Populasi dan Sampel
menarik minat massa untuk datang, melihat dan Populasi penelitian ini adalah seluruh
akhirnya memiliki produk itu. Jika konsumen yang mahasiswa USU yang mengikuti Program Doktor,
datang telah menyukai strategi merek yang Program Magister, Pendidikan Profesi, Program
dipromosikan, maka mereka akan melakukan apa saja Sarjana, Program Ekstensi, dan Program Diploma dan
di dalam batasan tertentu demi merek yang juga seluruh staf administrasi maupun dosen USU
diinginkan, termasuk dalam pembelian terhadap yang terdaftar dan aktif mengikuti perkuliahan serta
produk atas merek yang diinginkan (Ries: 2001). bekerja periode tahun akademik 2007/2008 yaitu
Melalui Gambar I.5 tentang konsep ekuitas merek sebanyak 34.862 orang (www.usu.ac.id). Sehingga
yang mempengaruhi proses keputusan pembelian di diperoleh jumlah sampel yaitu sebanyak 100
atas dapat diketahui bahwa merek juga membantu responden.
meyakinkan konsumen, dimana mereka akan
mendapatkan kualitas yang konsisten ketika mereka Metode Pengumpulan Data
membeli produk merek tersebut. Menurut Aaker Teknik pengumpulan data dalam penelitian
(1997), Merek itu berkaitan dengan cara konsumen ini dengan menggunakan daftar pertanyaan
merasa dan membeli barang-barang bukan sekedar (questionnaire) dan dengan menggunakan studi
sebuah karakteristik barang-barang tertentu. dokumentasi.

Kesan Kualitas

Kesadaran Merek Asosiasi Merek

EKUITAS
Loyalitas Merek Aset Merek
MEREK
Lainnya

Memberikan Nilai Kepada Memberikan Nilai Kepada


Perusahan Dengan Menguatkan : Customer Dengan
efesiensi dan efektivitas program Menguatkan Terhadap :
pemasaran, Interprestasi dan atau
loyalitas merek, proses informasi,
harga / laba, rasa percaya diri dalam
perluasan merek, pembelian,
peningkatan perdagangan, pencapaian kepuasan
dan keunggulan kompetitif. dari pelanggan

Sumber: Rangkuti (2002)

Gambar I.5. Konsep Ekuitas Merek yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian
Definisi Operasional

Tabel I.5. Definisi Operasional


Variabel Definisi operasional Indikator Skala pengukuran
1 2 3 4
Kesadaran Kesanggupan konsumen mengingat merek sepeda 1. Pengenalan merek Skala Likert
merek (X1) motor sebagai kategori produk tertentu, baik 2. Media iklan
melalui tingkat kepopuleran maupun media 3. Kegiatan Promosi
promosi yang membedakan dengan pesaing.
Kesan kualitas Persepsi atau kesan yang didapat konsumen 1. Kinerja produk Skala Likert
(X2) terhadap penilaian kualitas secara keseluruhan 2. Rancangan produk/desain
terhadap suatu merek sepeda motor 3. Nilai fungsional-harga jual
4. Kesempurnaan produk
5. Nilai emosional-kenyamanan
Asosiasi merek Kesan yang muncul di benak konsumen setelah 1. Harga produk Skala Likert
(X3) melakukan penilaian terhadap merek sepeda motor 2. Keamanan produk
pilihan dibandingkan dengan merek sepeda motor 3. Lokasi penjualan dan purna-
lainnya jual
Loyalitas Keterikatan konsumen terhadap sebuah merek 1. Merek Prioritas Skala likert
merek (X4) sepeda motor yang mencakup rasa kesetiaan dan 2. Minat pembelian ulang
kepuasan konsumen terhadap merek sepeda motor 3. Peralihan ke merek lain
pilihan dibandingkan dengan merek sepeda motor
lainnya
Keputusan Kegiatan penentuan pemilihan produk/jasa oleh Pengenalan Masalah: Skala likert
Pembelian konsumen yang umumnya terdiri dari lima tahapan 1. Pemenuhan Kebutuhan
(Y) yaitu: 2. Produk komoditas
Pengenalan Masalah, Pencarian Informasi, Evaluasi Pencarian Informasi: Skala likert
Alternatif, Keputusan Pembelian, dan Perilaku 1. Hambatan informasi
Pasca Pembelian 2. Pengamatan produk
3. Penilaian media promosi
Evaluasi Alternatif: Skala likert
1. Nilai prestise produk
2. Harga beli secara umum
3. Nilai jual kembali
4. Standar kualitas
5. Nilai ekonomis
Keputusan Pembelian: Skala likert
1. Pengaruh orang lain
2. Keinginan dan kemampuan

Perilaku Pasca Pembelian Skala likert


1. Penilaian terhadap kualitas
2. Nilai jangka panjang
3. Rekomendasi kepada orang
lain
4. Nama baik produsen
Model Analisis Data Keterangan:
Y =
Metode analisis Keputusan pembelian
data yang digunakan konsumen a
adalah dengan = konstanta
menggunakan analisis B1, B2,
statistik regresi linier B3, B4
berganda dengan =
menggunakan software koefisie
SPSS (Statistical n regresi
Package for Social X1
Science) versi 12. =
Hipotesis Kesadar
mengungkapkan bahwa an
kesadaran merek, kesan merek
kualitas, asosiasi merek, X2
dan loyalitas merek = Kesan
berpengaruh terhadap kualitas
keputusan pembelian X3 =
konsumen terhadap Asosiasi merek
sepeda motor merek X4 =
Honda. Persamaan Loyalitas merek
regresinya adalah e =
sebagai berikut: epsilon atau variabel yang
tidak
Y = a + B1X1 + d
B2X2 + B3X3 + i
B4X4 + e t
e
l
i
t
i

Dengan tingkat
kepercayaan (confidence
interval)
95% atau = 0,05
HASIL PENELITIAN pembelian sepeda motor merek Honda (Y)
ditunjukkan pada Tabel I.7.
2
Semua variabel penelitian telah memenuhi Nilai R Square (R ) adalah sebesar 0,620 atau
persyaratan yaitu uji validitas dan reliabilitas. Bila sama dengan 62%. R Square disebut juga sebagai
korelasi positip dan r tabel sebesar atau sama dengan koefisien determinasi. Nilai tersebut berarti bahwa
0,30 maka butir instrumen tersebut dinyatakan valid sebesar 62% keputusan pembelian yang terjadi dapat
atau memiliki validitas konstruk yang baik dijelaskan dengan menggunakan variabel kesadaran
(Sugiyono: 2004). Menurut Sekaran (2005) yang merek, kesan kualitas, asosiasi merek, dan loyalitas
kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 merek. Sisanya yaitu sebesar 38% dijelaskan oleh
dapat diterima dan reliabilitas dengan Cronbach alpha faktor-faktor penyebab lainnya, dan model dinyatakan
0,8 atau di atasnya adalah baik. layak.
Untuk menguji pengaruh faktor-faktor ekuitas
merek yang terdiri dari kesadaran merek, kesan
HASIL PENGUJIAN HIPOTESIS kualitas, asosiasi merek, dan loyalitas merek secara
parsial terhadap keputusan pembelian konsumen
Pengujian Hipotesis Secara Serempak terhadap sepeda motor merek Honda di lingkungan
Hasil uji-F berdasarkan Tabel I.6 diperoleh USU digunakan uji statistik t (uji t). Apabila nilai
nilai Fhitung sebesar 27,75 dengan tingkat signifikansi thitung > nilai ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
sebesar 0.000. Nilai Ftabel dicari pada tabel F dengan Sebaliknya apabila nilai thitung < nilai ttabel, maka H0
df1 = 4 dan df2 = 95 sehingga diperoleh nilai Ftabel diterima dan Ha ditolak. Hasil pengujian hipotesis
sebesar 2,53 dengan hasil tersebut dimana Fhitung > secara parsial dapat dilihat pada Tabel 1.8.
Ftabel dan nilai signifikan yang lebih kecil dari pada Berdasarkan hasil regresi linier berganda yang
alpha 5% maka kesimpulan yang dapat diambil adalah diolah dengan menggunakan bantuan software SPSS
signifikan secara statistik. Hipotesis Ha diterima versi 12, maka diperoleh hasil persamaan regresi
karena Fhitung > Ftabel (27,75 > 2,53) dan signifikan F < sebagai berikut:
alpha 5% (0,000 < 0,05) yang berarti bahwa secara
bersama-sama terdapat pengaruh signifikan antara Y = 17.475 + 0,079 X1 + 0,828 X2 + 0,734 X3 + 1,328 X4
variabel bebas yaitu kesadaran merek, kesan kualitas,
asosiasi merek, dan loyalitas merek terhadap variabel Dari Tabel I.8 diperoleh nilai thitung dari setiap
terikat yaitu keputusan pembelian. Kemampuan variabel independen di dalam penelitian ini. Nilai
variabel kesadaran merek (X1), kesan yang dirasakan thitung dari setiap variabel independen akan
(X2), asosiasi merek (X3), dan loyalitas merek (X4) dibandingkan dengan nilai ttabel dengan menggunakan
menjelaskan pengaruhnya terhadap keputusan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% atau
= 0,05 maka diperoleh nilai ttabel 1,960.

Tabel I.6. Hasil Pengujian Hipotesis Secara Serempak


Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1909.628 4 477.407 27.750 .000(a)
Residual 1634.372 95 17.204
Total 3544.000 99
a Predictors: (Constant), X1,X2,X3,X4
b Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)

2
Tabel I.7. Nilai Koefisien Determinansi (R )

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1
.788(a) .620 .600 1.94905
a Predictors: (Constant), Kesadaran Merek, Kesan Kualitas, Asosiasi Merek, Loyalitas Merek
b Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)
Tabel I.8. Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial
Standardized
Model Unstandardized Coefficients Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta B Std. Error
1 (Constant) 17.475 4.156 4.205 .008
Kesadaran Merek .079 .284 .022 .277 .782
Kesan Kualitas .828 .245 .301 3.373 .001
Asosiasi Merek .734 .319 .174 2.301 .024
Loyalitas Merek 1.328 .291 .418 4.564 .000
a Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data diolah)
Pembahasan Hasil sehingga hipotesis sesuatu hal yang (X4) terhadap
Penelitian H0 ditolak dan Ha berkaitan dengan keputusan pembelian
Pemilihan diterima. Ini berarti identitas dari suatu (Y) dengan nilai
responden adalah bahwa ada pengaruh produk. thitung (4,564) > nilai
mahasiswa USU yang kesan kualitas ttabel (1,960) maka
mengikuti Program terhadap keputusan Variabel Asosiasi hipotesis H0 ditolak
Doktor, Program pembelian Merek dan Ha diterima.
Magister, Pendidikan konsumen terhadap Dengan nilai thitung Penelitian ini sesuai
Profesi, Program sepeda motor merek (2,301) > nilai ttabel dengan pendapat
Sarjana, Program Honda. Hasil (1,960) maka Sunarto (2003) yang
Ekstensi, dan Program penelitian ini sesuai hipotesis H0 ditolak menyatakan bahwa
Diploma dan juga dengan pendapat dan Ha diterima loyalitas merek
seluruh staf Durianto, dkk. yang berarti bahwa sebagai sejauh mana
administrasi maupun (2004) yang ada pengaruh seorang konsumen
dosen USU yang menyatakan bahwa asosiasi merek menunjukkan sikap
terdaftar dan kesan kualitas terhadap positif terhadap
aktif mengikuti (perceived quality) suatu merek,
perkuliahan serta harus diikuti dengan keputusan mempunyai
bekerja periode tahun peningkatan kualitas pembelian komitmen pada
akademik 2007/2008. yang nyata dari konsumen terhadap merek tertentu, dan
produknya. Kesan sepeda motor merek berniat untuk terus
Variabel atau mutu yang Honda. Hasil membelinya di masa
Kesadaran Merek dirasakan penelitian ini sesuai depan. Hal ini juga
Berdasarkan Tabel mencerminkan dengan pendapat sesuai dengan
IV.20 di atas, dapat perasaan konsumen Aaker (1997) yang penelitian Hatane
diketahui bahwa secara menyeluruh menyatakan bahwa dan Foedjiawati
secara parsial mengenai suatu asosiasi merek yang (2005) yang
pengaruh dari merek, sehingga memberikan menyatakan bahwa
variabel menjadi sangat manfaat bagi terdapat hubungan
kesadaran merek berperan dalam konsumen (customer positif yang
(X1) terhadap keputusan konsumen benefits), dapat signifikan antara
keputusan dalam memutuskan memberikan alasan kepuasan dan
pembelian (Y) merek yang akan spesifik bagi keputusan
memiliki nilai thitung dibeli dan akhirnya konsumen untuk konsumen dengan
(0,277) < nilai ttabel akan sampai pada membeli dan loyalitas merek.
(1,960), maka tahap evaluasi yang menggunakan merek Dari keempat
keputusannya menuju pada rasa tersebut. Asosiasi faktor ekuitas merek
adalah menerima H0 puas dan tidak puas. merek yaitu kesadaran
dan Ha ditolak. Hal Kesan kualitas ini mempengaruhi merek, kesan
ini berarti variabel merupakan variabel keputusan konsumen kualitas, asosiasi
kesadaran merek yang secara terus untuk membeli merek, dan loyalitas
tidak berpengaruh menerus akan produk dengan cara merek diketahui
signifikan terhadap diingat oleh memberikan rasa variabel yang paling
keputusan konsumen ketika puas berupa dominan
pembelian sepeda mereka mendengar kredibilitas dan rasa mempengaruhi
motor merek Honda. atau melihat percaya diri atas keputusan
merek tersebut. pembelian terhadap
Variabel Kesan sepeda motor
Kualitas Variabel Loyalitas
Dengan taraf Merek
signifikansi 95% Berdasarkan Tabel
dimana diperoleh I.8 di atas dapat
nilai ttabel 1,960, diketahui bahwa
variabel kesan pengaruh secara
kualitas memiliki parsial dari
nilai thitung (3,373) > variabel
nilai ttabel (1,960) loyalitas merek
merek Honda adalah terhadap keputusan Hermawan, Asep, 2003,
faktor loyalitas pembelian sepeda motor : Pedoman Praktis
merek. Hal ini dapat merek Honda di Aaker, David. A, 1997, Metodologi
dilihat berdasarkan lingkungan Universitas Manajemen Penelitian Bisnis,
nilai Unstandarized Sumatera Utara adalah Ekuitas Merek, Lembaga
Coefficients pada variabel loyalitas merek. Penerbit Mitra Penerbit Fakultas
Tabel I.8 yang Hal ini berarti bahwa Utama, Jakarta. Ekonomi
mempunyai nilai sepeda motor merek Ambadar, Jackie, 2007, (LPFE),
koefisien terbesar Honda telah memberikan Mengelola Merek, Universitas
(1,328) keterikatan emosional Penerbit Trisakti, Jakarta.
dibandingkan yang dipengaruhi oleh Yayasan Kotler, Philip, 2000,
dengan nilai kepuasan yang dirasakan Bina Manajemen
koefisien variabel oleh konsumen yang Karsa Pemasaran:
lainnya. telah menggunakan Mandiri, Analisis
sepeda motor merek Jakarta. Perencanaan,
Honda. Arnold, David, 1996,
PENUTUP Pedoman Implementasi,
Manajemen dan
Kesimpulan Merek, PT. Pengendalian,
D
Dari hasil Katindosaho, Jilid Pertama
penelitian dan Surabaya. Edisi Millenium,
A
pembahasan maka dapat Arikunto, Suharsimi, Penerbit PT
ditarik kesimpulan dari 1998, Prosedur Prehallindo,
F
penelitian ini bahwa Penelitian, Edisi Jakarta
secara serempak ekuitas Keempat, Kuncoro, Mudradjat,
T
merek yang terdiri dari Penerbit 2003, Metode Riset untuk
variabel kesadaran Rineka Cipta, Bisnis
A
merek, kesan kualitas, Jakarta. & Ekonomi,
asosiasi merek, dan Durianto, Darmadi Penerbit Erlangga,
R
loyalitas merek dkk, 2001, Jakarta. Masud,
berpengaruh sangat Strategi Fuad, 2004,
signifikan terhadap Menaklukkan Survai Diagnosis
keputusan pembelian Pasar, Penerbit Organisasional,
P
sepeda motor merek PT Gramedia Badan Penerbit
Honda di lingkungan Pustaka Utama, Universitas
Universitas Sumatera U
Jakarta. Diponegoro,
Utara, dan secara parsial Durianto, Darmadi, Semarang.
variabel loyalitas merek, S
Sugiarto, Dan Lie, Joko Nicolino, Patricia F.,
kesan kualitas dan Budiman, 2004, The
asosiasi merek T
2004, Brand Complete Ideals
berpengaruh signifikan Equity Ten, Guide for Brand
terhadap keputusan A
Penerbit PT Management,
pembelian sepeda Gramedia Edisi Pertama,
motor merek Honda di K
Pustaka Utama, Penerjemah
lingkungan Universitas Jakarta. Sugiri, Penerbit
Sumatera Utara, A
Prenada Media,
sedangkan variabel Jakarta.
kesadaran merek tidak Nugroho, Bhuono
berpengaruh signifikan Agung, 2005,
terhadap keputusan B Strategi Jitu
konsumen dalam Memilih Metode
melakukan pembelian u Statistik
sepeda motor merek Penelitian
Honda. k dengan SPSS,
Variabel yang Andi Offset,
dominan berpengaruh u Yogyakarta.
Rangkuti, Freddy, 2002, Aura Merek,
The Power of Penerbit PT
Brands (Tehnik Gramedia
Mengelola Pustaka Utama,
Brand Equity Jakarta
dan Strategi Sugiyono, 2004, Metode
Pengembangan Penelitian Bisnis,
Merek), Penerbit
Penerbit PT. CV. Alfabeta,
Gramedia Jakarta.
Pustaka Utama, Supranto, J, 1998,
Jakarta. Metode Riset
Ries & Ries dan dan Aplikasinya
Hermawan Kertajaya, dalam
2000, The 22 Pemasaran, Edisi
Immutable Revisi, Lembaga
Laws of Penerbit
Branding,
Penerbit PT. Fakultas
Gramedia Ekonomi
Pustaka Utama, Universitas
Jakarta. Indonesia.
Santoso, Singgih, 2002, Susanto dan Wijanarko,
Riset Pemasaran: Himawan, 2004,
Konsep dan Power Branding
Aplikasi dengan (Membangun
SPSS, Penerbit Merek Unggul
PT. Elex Media dan Organisasi
Komputindo, Pendukungnya),
Jakarta. Penerbit
Sarwono, Jonathan, Quantum Bisnis
2005, Teori dan dan Manajemen,
Praktik Riset Jakarta.
Pemasaran Sutisna, 2003, Perilaku
dengan SPSS, Konsumen dan
Andi Offset, Komunikasi
Yogyakarta. Pemasaran,
Sekaran, 2005, Metode Penerbit Remaja
Riset Bisnis, Penerbit Rosdakarya,
Salemba Bandung.
Empat, Jakarta.
Setiadi, Nugroho
J.,2003,
Perilaku
Konsumen,
Penerbit Prenada
Media, Jakarta.
Sevilla, Consuelo,1993,
Pengantar
Metode
Penelitian,
Penerbit
Universitas
Indonesia Press,
Jakarta.
Simamora, Bilson, 2003,
Tjiptono, Fandy, Pengaruh Panggabean, Donna, h Kepuasan
2005, Brand Ketidakpuasan 2005, Analisis Konsumen
Management & Pengaruh Faktor- Terhadap
Strategi, Pengguna,Karakt Faktor Ekuitas Kesetiaan merek
Penerbit ANDI, eristik Kategori Merek Papa (Studi Kasus
Yogyakarta. Produk, dan Rons Terhadap Restoran The
Tjiptono, Chandra,dkk, Kebutuhan Kepuasan Prime Steak &
2004, Marketing Mencari Variasi Konsumen Ribs Surabaya).
Scales, Penerbit (Studi Kasus Dikunjungi
ANDI, Pada Restoran tanggal 02
terhadap
Yogyakarta. Papa Rons di Oktober
Keputusan
Medan), 2007.
Umar, Husein, 2000, Perpindahan
Program Mariana,
Riset Pemasaran & Merek, Jurnal Magister Ilmu
Perilaku Ekonomi dan Manajemen, www.google.co
Konsumen, PT. Bisnis Indonesia, Universitas m,_ Analisis
Gramedia Vol.17, 2002. Sumatera Utara, Persepsi
Pustaka Utama, Pratikno, Nugroho, Medan. Konsumen
Jakarta. 2003,_ _,Jurnal Setiawan, Romi, 2006, Terhadap Brand
Sains Analisis Equity Nokia,
Jurnal: Pemasaran Pengaruh Samsung, dan
Afiff, Adi Zakaria, 2006, Indonesia, Kegiatan Ericcson di
Pengaruh UNPAD, Pemasaran Yogyakarta.
Strategi Brand Bandung, Terhadap Dikunjungi
Extension 2002 Penguatan tanggal 15
Ekuitas Merek September 2007.
dalam Tesis: (Studi Pada Wahdian,
Mereduksi Lubis, Aderina, 2007, Consumer - Muharram,
Negative Analisis Faktor- Convenience http://Digilib.Uni
Reciprocity Faktor yang Goods di kom.
Effect terhadap Mempengaruhi Fakultas ac.id,_Pengaruh
Parent Brand, Keputusan Ekonomi Ekuitas Merek
Jurnal Marketing Konsumen Universitas Mesin Cuci Lux
Usahawan, Dalam Indonesia), Terhadap
No.12, Tahun Pembelian Program Loyalitas
XXXV, Sepeda Motor Magister Konsumen di
Desember 2006. Universitas Kotamadya
Merek Honda di
Indonesia, Bandung.
Retnawati, Berta, 2003, Kota Medan,
Jakarta. Dikunjungi
Strategi Program
Penguatan tanggal 20
Magister Ilmu Internet: September 2007.
Merek dan Manajemen, Http://aisi..co.id. Sagita, Uung,
Revitalisasi Dikunjungi tanggal 05 Http://Digilib.Un
Merek Universitas Januari 2008. ikom.ac.id,_Peng
Menuju Sumatera Http://wartaekonomi.co aruh Ekuitas
Pengelolaan Utara, Medan. m. Dikunjungi Merek Terhadap
Merek Jangka tanggal 05 Proses
Panjang, Januari 2008. Pengambilan
Jurnal Brand Http://answer.com. Keputusan
Management Dikunjungi tanggal 15 Pembelian Pada
Usahawan, No. April 2008 Salon Jhonny
07,Tahun Hatane, Samuel Andrean
XXXII, Juli dan
2003. Foedjiawati, Cabang
Shellyana J. Dan Basu Http://Puslit.Petr Bandung Indah
S.D.,2002, a.ac.id,_Pengaru Plaza.
Dikunjungi
tanggal 20
September 2007.
PENGARUH SOSIODEMOGRAFI DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN
TERHADAP KEINGINAN PINDAH KERJA BIDAN
DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
1 2 3
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini , dan Syarifah
1
Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai, Jl. Negara No.300 Sei Rampah
2
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Manajemen USU, Kampus USU Padang Bulan Medan
3
Staf Pengajar Sekolah Pascasarjana USU, Jl. Sivitas Akademika Kampus USU Padang Bulan Medan

Abstract

Midwife is one of the trained health personnel who are responsible for mother and child health service.
The rate of turnover for 2004-2007 was 19,75%. That is affecting to continuity of delivery assistance and
mother and child health service.
The purpose of this study with explanatory research type is to explain the influence of socio-
demography and job characteristics on midewives intention to move their work site in Serdang Bedagai District.
The population of this study were 372 midwives an 80 of them were selected through the proportional sampling
technique to be samples. The data were analyzed through logistic regression test at the level of confidence of
95%.
The result of this study shows that, in terms of the variable of sosio-demography, age (p=0,134), marital
status (p=0,465), civil-servant status (p=0,510), position (p=0,717), and length of service (p=0,804) are not have
significant influence to intention the midwives to move their work site. In term of the variable of job
characteristics, work load (p=0,813) and compensation (p=0,880) are not have influence on the intention the
midwives to move their work site. The variables which have influence to intention the midwives to move are
work-related (p=0,013), and social support (p=0,002). It is suggested to District Health Service to improved a
meeting periodically among midwive and community of figures and recruitment planning of midwife according
to requirement and location as according to social characteristic and culture dan to facilited a meeting
periodically of midwives and advice on temporary employee management is required in order to keep them fit
the need.

Keywords: sosio-demography, job characteristics, turnover intention

59
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 2, Mei 2008: 48 - 58

PENDAHULUAN untuk Sumatera Utara 9,4


per 100.000 penduduk.
Program Angka ini masih sangat
Kesehatan Ibu dan Anak jauh dari standar yang
(KIA) adalah bagian direkomendasikan
integral dari konsep Depkes RI yaitu 100 per
pembangunan kesehatan 100.000 penduduk
6

menuju Indonesia Sehat Hasil Survei


2010. Program KIA Kesehatan Daerah tahun
bertujuan untuk 2005 di Kabupaten
meningkatkan pelayanan Serdang Bedagai,
antenatal di semua diketahui bahwa angka
fasilitas pelayanan
kematian selama
kesehatan dengan mutu
periode 5 tahun
yang baik serta
menjangkau semua (2001-2005), tertinggi
kelompok sasaran, terdapat pada kelompok
meningkatkan umur 65 69 tahun,
pertolongan persalinan yaitu sebesar 95.23 per
oleh tenaga profesional, 10.000 penduduk,
meningkatkan deteksi menyusul kelompok 70
dini risiko tinggi ibu tahun ke atas, sebesar
hamil dan melaksanakan 71,42 per 10.000
sistem rujukan serta penduduk dan kelompok
meningkatkan pelayanan 01 tahun sebesar 54,26
neonatal dengan mutu per
5
yang baik 10.000 penduduk.
Angka Kematian Berdasarkan kunjungan
Ibu (AKI) di Sumatera ANC diketahui
Utara tahun 2003 mayoritas ibu yang
berkisar 379 per 100.000 mempunyai Balita
kelahiran hidup, dengan melakukan ANC
cakupan Antenatal Care sebesar 90,6%, tidak
(ANC) yaitu kunjungan melakukan ANC sebesar
pertama (K1) 82,96% 9,02%, dan tidak tahu
dan kunjungan keempat tentang ANC sebesar
(K4) 75,56% serta 0,38%.
persalinan pertolongan Proporsi
oleh tenaga kesehatan kematian ibu hamil
74,98%. tahun 2006 adalah
Dilihat dari sebanyak 16 orang
proporsi tenaga (0,11%) dari 14.073 ibu
Bidan di hamil. Kematian ibu
Indonesia sebesar 34,8 melahirkan tertinggi
per 100.000 penduduk, terdapat di wilayah
dan Kecamatan Kotarih
3,6/1.000 kelahiran
hidup, disusul
Kecamatan Dolok
Masihul sebesar

60
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

61
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

1,8/1000 kelahiran (7,88%) dan paramedis bidan per 100.000 berdampak terhadap
6
hidup. Tingginya angka (4,7%). Pertolongan oleh penduduk rasio bidan disetiap
kematian ibu disebabkan keluarga dan dukun Meskipun wilayah kerjanya, artinya
oleh komplikasi masih dijumpai pada proporsi bidan di ada wilayah dengan rasio
persalinan (0,9 per daerah ini
9
Kabupaten Serdang bidan berdasarkan
1.000 kelahiran hidup) Salah satu tenaga Bedagai masih rendah penduduk yang rendah
dan komplikasi kesehatan yang terlibat namun masih ada juga yaitu wilayah yang
kehamilan langsung terhadap yang melakukan ditinggalkan bidan dan
( pelayanan kesehatan ibu perpindahan antar desa, ada yang sangat tinggi,
0 dan anak adalah bidan. antar puskesmas, antar sehingga tidak dapat
, Bidan mempunyai tugas kabupaten di Kabupaten mengakomodir
1 penting dalam Serdang Bedagai serta pelayanan asuhan
4 memberikan bimbingan, pindah ke Rumah Sakit kebidanan kepada
asuhan dan penyuluhan Umum Daerah. Selama masyarakat dengan
p kepada ibu hamil, kurun waktu 2004-2007, turnover rate- nya
e persalinan dengan terjadi fluktuasi sebesar 19,75 %,
r tanggung jawabnya perekrutan dan sedangkan jika
sendiri dan memberikan perpindahan bidan. dibandingkan dengan
1 asuhan kepada bayi baru Tahun 2004 jumlah rata-rata perekrutan
. lahir. Asuhan ini Bidan PTT dan PNS bidan yaitu 24,03%
0 termasuk tindakan berjumlah 116 orang, artinya setiap tahunnya
0 pencegahan, deteksi tahun 2005 meningkat terdapat 4,28% bidan
0 kondisi abnormal pada menjadi 242 orang, dan yang direkrut harus
ibu dan anak, dan menutupi kekosongan
tahun
i melaksanakan tindakan pada wilayah yang
2006 meningkat menjadi
b kegawatdaruratan medik
7 ditinggalkan, sementara
335 orang, dan 372
u Bidan di analisis kebutuhan bidan
orang pada tahun 2007.
masyarakat dituntut sesuai dengan
Proporsi perpindahan
h untuk profesional dan perencanaan tidak
bidan dari dan berbagai 10,11
a mampu memberikan lokasi perpindahan setiap terpenuhi .
m pelayanan kesehatan tahun meningkat dengan Keadaan tersebut
i yang berkualitas kepada rata-rata perpindahan menyebabkan minimnya
l masyarakat. Pelayanan 27,00, artinya selama 4 pertolongan persalinan,
) kesehatan berkualitas (empat) tahun rata-rata perawatan dan asuhan
9
tergantung dari bidan yang melakukan keperawatan bagi ibu
Berdasarkan kompetensi bidan, perpindahan dari satu hamil dan balita yang
pemanfaatan pelayanan ketersediaan sarana dan lokasi ke lokasi lain dilakukan oleh tenaga
kesehatan, sebagian prasarana yang sebanyak kesehatan terlatih di
besar anggota keluarga mendukung, kondisi 20 orang. Dengan lokasi yang
yang sakit mencari lingkungan kerja yang rata-rata perpindahan ditinggalkannya. Untuk
pengobatan di praktek kondusif serta standar tersebut itu pemerintah pusat
petugas kesehatan (30,8 mutu pelayanan memberikan kesempatan
%), puskesmas (28%) kesehatan lainnya dalam kepada pemerintah
dan poliklinik (13,9 %). hal ini pelayanan daerah dalam hal ini
Keadaan tersebut kesehatan ibu dan Dinas Kesehatan Daerah
6,7
menunjukkan bahwa anak . untuk mengusulkan
masyarakat lebih Proporsi bidan di jumlah bidan yang
memilih praktek petugas Kabupaten Serdang dibutuhkan untuk
kesehatan dibanding Bedagai hanya berkisar diangkat menjadi bidan
puskesmas. Dilihat dari 0,5 per 100.000 PTT dan usulan formasi
pertolongan persalinan, penduduk. Bila bidan untuk diangkat
penolong pertama pada dibandingkan dengan menjadi PNS. Namun
proses persalinan indikator Indonesia Sehat pada kenyataannya
dilakukan oleh tenaga 2010 proporsi bidan pengusulan bidan
kesehatan yaitu bidan tersebut masih jauh di menjadi bidan PTT
(77,13%), dokter bawah standar yaitu 100 masih berdasarkan
62
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

formasi yang ditetapkan PTT untuk meminta


Depkes RI, demikian pindah dari satu desa ke
juga bidan yang diangkat desa yang lain baik
menjadi PNS tetap masih di wilayah kerja
mengacu pada ketentuan puskesmas semula atau
dan formasi dari Badan puskesmas lainnya serta
Kepegawaian Daerah perpindahan ke Rumah
dan Nasional. Sakit Umum Daerah
Dinas Kesehatan Serdang Bedagai dengan
Daerah Kabupaten berbagai alasan. Rata-
Serdang Bedagai yang rata alasan perpindahan
mempunyai wewenang bidan tersebut adalah
terhadap pembangunan ikut suami dan mengurus
kesehatan tetap orang tua yang telah usia
12
memberdayakan sumber lanjut
daya manusia yang ada
meskipun belum sesuai
dengan proporsi yang
diharapkan untuk
memberikan pelayanan
kesehatan ibu dan anak.
Hal ini tercermin dari
program-program
kesehatan seperti
pelayanan bergerak,
peningkatan operasional
bidan desa, pengurangan
jumlah bidan di
Puskesmas, penempatan
tenaga bidan ke
poskesdes yang telah
dibangun, pengiriman
tenaga bidan untuk
mengikuti pelatihan
asuhan kebidanan secara
berkala serta
memberikan sarana dan
prasarana penunjang
tugas kebidanan di
masyarakat seperti bidan
kit.
Kebijakan
Depkes RI tentang
pengangkatan Bidan PTT
mewajibkan bidan PTT
mengabdi di masyarakat
selama 3 (tiga) tahun,
dan penempatannya
merupakan wewenang
dari Dinas Kesehatan
Daerah, maka secara
administrasi hanya
berhubungan dengan
Dinas Kesehatan Daerah
saja. Keadaan ini dinilai
mempermudah bidan
63
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

64
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

Perpindahan ditinggalkan bidan dan kompensasi) M


bidan memberikan tersebut, seperti terhadap keinginan E
masalah baru bagi frekuensi kunjungan pindah kerja bidan di T
daerah yang pelayanan antenatal, Kabupaten Serdang O
ditinggalkan yaitu selain itu juga Bedagai, sehingga dapat D
kekurangan tenaga berdampak jangka dirumuskan strategi E
kesehatan terlatih di panjang berupa kebijakan manajemen
suatu daerah/desa, peningkatan kasus-kasus sumber daya kesehatan P
keberlangsungan kematian akibat dan peningkatan E
pelayanan kesehatan terlambat mendapatkan produktivas kerja N
dasar khususnya pertolongan persalinan, tenaga kesehatan di E
pertolongan persalinan atau ibu hamil resiko Kabupaten Serdang L
bagi ibu, pelayanan tinggi. Melihat dampak Bedagai, serta I
kesehatan bagi ibu dari perpindahan bidan memberikan kontribusi T
hamil, dan pelayanan di suatu wilayah yang terhadap upaya I
kesehatan lainnya akan sangat besar pembinaan dan A
terhambat. Hal ini akan kontribusinya terhadap pengawasan terhadap N
memberikan dampak keberlangsungan kinerja Bidan Desa di
secara tidak langsung pelayanan kesehatan wilayah kerjanya Penelitian survai
terhadap peningkatan ibu dan anak, maka perlu masing-masing. analitik dengan type
angka kesakitan dan dilakukan upaya atau explanatory research
kematian ibu hamil, dan strategi manajemen dilakukan terhadap bidan
ibu bersalin, karena akan sumber daya manusia di wilayah kerja Dinas
memberikan kesempatan khususnya dalam Kesehatan Kabupaten
bagi dukun-dukun pengelolaan dan Serdang Bedagai dengan
bersalin di lokasi kerja rekruitmen bidan di waktu pelaksanaan
yang ditinggalkan. kabupaten Serdang selama delapan bulan
Sementara dilihat dari Bedagai. terhitung bulan
proporsi jumlah bidan Melihat Desember 2007 sampai
justru masih sangat fenomena keinginan Juli
minim dibandingkan pindah kerja bidan di 2
dengan jumlah Kabupaten Serdang 0
penduduk, sedangkan Bedagai yang merupakan 0
pergantian bidan pada kabupaten dengan 8
desa yang ditinggalkan kategori desa biasa .
membutuhkan waktu 1 bukan daerah terpencil Populasi dalam
(satu) periode justru terjadi penelitian ini adalah
pengangkatan bidan PTT peningkatan jumlah seluruh bidan yang
baru. bidan yang ingin pindah. bertugas di 17 (tujuh
Dampak lain Berdasarkan analisis belas) puskesmas di
dari perpindahan bidan turnover dan kondisi Kabupaten Serdang
dari dan ke suatu karakteristik sosial di Bedagai berjumlah 372
daerah dilihat dari Kabupaten Serdang orang dengan jumlah
aspek epidemiologis Bedagai serta dampak sampel 80 orang diambil
adalah erat kaitannya dari perpindahan bidan secara proporsional
dengan dokumentasi di kabupaten Serdang sampling.
atau riwayat tindakan Bedagai, maka peneliti Metode
medis yang dilakukan tertarik untuk melakukan pengumpulan data
sebelumnya, sehingga penelitian bagaimana dilakukan dengan
kesinambungan riwayat pengaruh sosiodemografi wawancara berpedoman
penyakit masyarakat (umur, status pada kuesioner, dan studi
yang ditangani oleh perkawinan, status dokumentasi. Analisis
bidan sebelumnya tidak kepegawaian, jabatan, data menggunakan uji
dapat diketahui oleh masa kerja) dan regresi logistik dengan
bidan yang baru atau karakteristik pekerjaan tingkat kepercayaan
tenaga medis lain yang (beban kerja, hubungan 95%.
ada
65 di wilayah yang kerja, dukungan sosial
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

s juga dapat dilakukan


i oleh dokter umum
H . kecuali proses persalinan
A Hasil penelitian seperti mengobati pasien,
SI menunjukkan bahwa memberi obat,
L keinginan pindah penyuluhan kesehatan
D bidan di Kabupaten dan pemeriksaan
A Serdang Bedagai relatif kehamilan.
N bervariasi berdasarkan
P beberapa indikator.
E Namun secara umum
M 71,2% responden
B menyatakan nyaman
A bekerja dilingkungan
H kerja sekarang, 70%
A responden merasa
S tersaingi oleh tenaga
A medis lain atau bidan
N yang ada di wilayah
kerjanya, dan 33,8%
1. menyatakan bosan
Keingi bekerja diwilayah kerja
nan sekarang, dan 75,0%
Pindah merasa tidak ada
Kerja bedanya bekerja
Bidan ditempat lain atau
Beberapa wilayah kerja lain dan
indikator adanya 70% menyatakan mereka
keinginan pindah kerja tidak memperoleh
dari suatu tempat kerja perhatian dari
adalah adanya perasaan pemerintah daerah
bosan, ketidaknyamanan seperti promosi karir,
lingkungan kerja, adanya atau pemberian fasilitas
konflik dan saingan kerja.
sesama rekan kerja, tidak Berdasarkan
adanya reward dari tindakan untuk
pimpinan unit kerja dan melakukan pindah, 70%
keinginan yang sudah responden menyatakan
terbentuk dalam bentuk sudah terpikir untuk
pengusulan pindah pindah dari tempat kerja
s atau wilayah kerja
e sekarang, namun hanya
c 30% yang sudah
a mengajukan permohonan
r kepada kepala
a
Puskesmas melalui bidan
koordinator untuk pindah
a
ke wilayah kerja lainnya.
d
Adapun alasan
m
secara keseluruhan
i
adanya keinginan pindah
n
kerja bidan tersebut,
i
s cenderung didominasi
t oleh perasaan disaingi
r oleh tenaga medis lain,
a karena pekerjaan yang
dilakukan oleh bidan
66
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

67
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

Selain itu juga tidak terpenuhi karena memperoleh pelayanan adalah erat kaitannya
dipengaruhi oleh tidak ada pemasukan, kembali dari bidan yang dengan dokumentasi
ketidaknyamanan pada perasaan tersaingi dan baru ditempatkan, selain atau riwayat tindakan
lingkungan kerja berbagai bentuk itu akan terjadi medis yang dilakukan
sekarang, dimana mereka kompleksitas pemikiran perbedaan penetapan sebelumnya, sehingga
merasa bahwa yang mengarah pada tarif pelayanan, dan ini kesinambungan riwayat
kehadirannya dalam ingin pindah dari lokasi akan berdampak penyakit masyarakat
memberikan pelayanan kerja sekarang. besarnya biaya yang yang ditangani oleh
asuhan kebidanan tidak Dampak dari dikeluarkan oleh bidan sebelumnya tidak
diterima oleh masyarakat turnover bidan di desa masyarakat untuk dapat diketahui oleh
sekitar. Hal ini adalah terjadinya memperoleh pelayanan bidan yang baru atau
dipengaruhi oleh status kekurangan tenaga kesehatan. tenaga medis lain yang
kepercayaan bidan terlatih dalam Dampak lain ada di wilayah yang
dengan kepercayaan memberikan pelayanan dari perpindahan bidan ditinggalkan bidan
masyarakat sekitar, serta kesehatan khususnya dari dan ke suatu tersebut, seperti
adanya persaingan pelayanan asuhan daerah dilihat dari frekuensi kunjungan
sesama profesi atau para kebidanan di suatu aspek epidemiologis pelayanan antenatal,
medis lainnya, karena wilayah, meskipun selain itu juga
pekerjaan yang secara umum tidak berdampak jangka
dilakukan oleh bidan mengurangi proporsi panjang berupa
juga dapat dilakukan bidan dibandingkan peningkatan kasus-kasus
oleh dokter umum, dengan jumlah kematian akibat
kecuali proses persalinan penduduk terlambat mendapatkan
seperti tindakan keseluruhan kabupaten pertolongan persalinan,
pelayanan medis lain Serdang Bedagai, atau ibu hamil resiko
3
seperti mengobati pasien namun tinggi . Melihat dampak
dengan penyakit infeksi, proporsi jumlah bidan dari perpindahan bidan di
memberikan penyuluhan berdasarkan jumlah suatu wilayah yang
kesehatan, pemeriksaan penduduk disuatu desa sangat besar
kondisi kesehatan ibu akan berkurang. kontribusinya terhadap
hamil. Dampak lain keberlangsungan
Selain itu adanya adalah terhambatnya pelayanan kesehatan
persepsi masyarakat keberlangsungan ibu dan anak, maka perlu
bahwa bidan-bidan pelayanan kesehatan ibu dilakukan upaya atau
yang ditempatkan di dan anak, karena strategi manajemen
daerah mereka terlalu pelayanan ini hanya sumber daya manusia
muda dalam menangani dapat dilakukan oleh khususnya dalam
persalinan maupun bidan desa khususnya pengelolaan dan
tindakan asuhan mengenai pemeriksaan rekruitmen bidan di
kebidanan lainnya, kehamilan, pertolongan kabupaten Serdang
masyarakat lebih persalinan dan pelayanan Bedagai.
cenderung mengambil kesehatan reproduksi
keputusan untuk wanita seperti 2. Pengaruh Sosio
mendapatkan pelayanan pemasangan alat Demografi terhadap
kebidanan dari dokter kontrasepsi. Kemudian Keinginan Pindah
kandungan, atau bidan dampak jangka Kerja Bidan
senior yang ada di panjangnya adalah Sosio demografi
daerah itu sendiri atau rendahnya kepercayaan berkaitan dengan ciri
daerah yang berdekatan. masyarakat terhadap individu seperti umur,
Hal ini berdampak bidan-bidan baru yang jenis kelamin dan
terhadap jumlah pasien akan ditempatkan karakter sosial seperti
yang ditangani oleh nantinya, karena pendidikan, pekerjaan,
bidan yang baru biasanya mereka status
ditempatkan, sehingga memperoleh pelayanan perkawinan, kedudukan
pada waktu yang lama atau jabatan dalam suatu
dari bidan sebelumnya 18
akan menimbulkan rasa harus beradaptasi dan organisasi .
bosan, kebutuhan hidup mencoba- coba untuk Berdasarkan
68
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

kelompok umur, terdapat relatif tidak terdapat


55,0% responden perbedaan proporsi yang
berusia 30 tahun, menyolok terhadap
dan 45% usia >30 keinginan pindah kerja
tahun, dengan status bidan, yaitu responden
kawin 88,7%, berstatus dengan status
PTT sebesar 76,3% dan kepegawaian terdapat
23,8% berstatus Pegawai 31,6% PNS mempunyai
Negeri, jabatan keinginan pindah dari
responden mayoritas lokasi kerja sekarang
sebagai bidan pelaksana ini. Hal ini disebabkan
(91,3%), dan dengan
masa kerja sebesar
86,3% 3 tahun.
Keadaan tersebut
menunjukkan bahwa
profesi bidan yang aktif
di kabupaten Serdang
Bedagai merupakan usia
muda dan umumnya
pegawai tidak tetap
dengan masa perekrutan
2005 sampai 2007, dan
dengan usia muda
tersebut tentunya hanya
sebagai bidan pelaksana,
artinya bidan tersebut
hanya melaksanakan
tugas dan fungsinya
sebagai bidan dalam
memberikan pelayanan
asuhan kebidanan kepada
masyarakat, bukan
sebagai penanggung
jawab atas kerja bidan
lainnya dan koordinator
bidan di wilayah
1
kerjanya .
Berdasarkan
kelompok umur,
diketahui usia
>30 tahun mempunyai
proporsi tertinggi
(83,3%) terhadap
keinginan pindah. Hal ini
disebabkan oleh masa
kerjanya yang sudah
lama pada daerah
sekarang ini, sehingga
muncul keinginan
untuk mencari suasana
baru seperti dekat
dengan perkotaan atau
keramaian.
Berdasarkan
status kepegawaian,
jabatan dan masa kerja
69
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

70
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

mereka yang PNS keseluruhan tidak dihadapinya masyarakat setiap bulannya ada
merasa suasana kerja memberikan kontribusi berbeda dengan pertemuan di Dinas
ditempat sekarang ini dan tidak representatif organisasi private Kesehatan, sehingga
tidak menguntungkan terhadap keinginan dimana objek yang saling membicarakan
bagi mereka. Selain itu pindah kerja bidan di dihadapinya adalah jumlah tarif yang mereka
PNS juga mempunyai kabupaten Serdang barang atau mesin. Hal tetapkan.
orientasi untuk Bedagai. ini erat hubungannya Meskipun
mempunyai jenjang karir Berdasarkan dengan tarif yang harus demikian, secara
yang mapan jabatan dalam profesi ditetapkannya, dimana statistik dengan uji
dibandingkan hanya bidan di daerah, bahwa bidan dengan masa kerja regresi logistik
sebagai bidan tidak ada perbedaan yang lama tentunya menunjukkan variabel
koordinator. Dengan proporsi antara bidan sudah dikenal dan sudah masa kerja tidak
pindah dari lokasi kerja pelaksana (28,8%) terbiasa dengan menunjukkan pengaruh
saat ini berpeluang untuk dengan bidan pelayanan yang signifikan dengan
dapat mengembangkan koordinator (28,6%) diberikan termasuk keinginan pindah kerja,
diri baik secara terhadap keinginan dengan jumlah biaya namun secara parsial hal
struktural maupun pindah kerja bidan. yang harus dikeluarkan tersebut memberikan
perkembangan Namun ada 0,2% lebih terhadap tindakan yang kontribusi sebagai salah
pengetahuan dan ruang tinggi pada bidan diberikan oleh bidan. Hal satu faktor ingin pindah
lingkup pekerjaan. Selain pelaksana, sehingga ini bagi bidan dari lokasi pekerjaan
itu dengan status PNS dapat juga memberikan menyulitkan mereka sekarang. Hal ini
seorang bidan dapat kontribusi terhadap untuk menetapkan tarif, disebabkan bahwa secara
membuka praktek perpindahan kerja bidan, apalagi ada bidan lain di distribusi frekuensi
bidan, sementara di karena perbedaan jabatan daerah lain yang sudah jumlah bidan dengan
lokasi kerja saat ini berimplikasi terhadap menaikkan tarif, karena masa kerja <3 tahun
kemungkinan sudah ada beban tugas dan bidan lebih besar persentasenya
praktek bidan lain dan tanggung jawab, artinya dibandingkan dengan
biasanya lokasi yang bidan koordinator masa kerja 3 tahun,
dipilih terlebih dahulu lebih banyak tugasnya sehingga secara
dijajaki dan dilakukan dibandingkan dengan distribusi tidak
pendekatan dengan bidan pelaksana, menunjukkan perbedaan.
kepala puskesmas sehingga dengan Akan tetapi
supaya ditempat di banyaknya tugas-tugas kecenderungan
lokasi yang yang harus diselesaikan perpindahan bidan tidak
men berdampak terhadap didasarkan pada masa
guntu kebosanan bekerja. kerja, karena kemanapun
ngka Berdasarkan bidan ingin pindah
n masa kerja terdapat juga berhadapan dengan
secar 30,4% bidan dengan hal yang sama, dan tidak
a masa kerja >3 tahun mengubah masa
ekon mempunyai keinginan kerjanya, khususnya bagi
omis pindah kerja ke PNS, dan bagi PTT dapat
Namun secara lokasi kerja lainnya. memperpanjang masa
secara kumulatif bahwa Hal ini disebabkan kerjanya.
tidak ada perbedaan karena semakin lama Berdasarkan
proporsi karakteristik mereka bekerja di lokasi status pegawai, bidan
sosio demografi dengan kerja sekarang, muncul PTT meskipun status
keinginan pindah kerja rasa bosan terhadap mereka tidak tetap,
bidan di Kabupaten rutinitasnya dengan tenaga PTT telah
Serdang Bedagai, dan menghadapi masyarakat mendapatkan jaminan
hasil uji statistik juga yang sama dan dari pemerintah untuk
tidak menunjukkan keinginan merubah diangkat menjadi PNS
pengaruhnya dengan suasana lingkungan bagi mereka dengan
keinginan pindah. Hal kerja yang dihadapinya. dedikasi tinggi dan masa
ini mengindikasikan Suasana kerja pada kerja lebih lama,
bahwa variabel organisasi publik dengan apalagi hal tersebut
sosiodemografi secara objek yang sudah diatur dan dijamin
71
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

dengan peraturan yaitu tidak terlalu sulit hanya


Kepmenkes dalam bentuk
No.1540/Menkes/ pengawasan, dan
SK/II/2002, pasal 20 aspek administrasi
bahwa seperti mengakomodir
tenaga medis sebagai kebutuhan
pegawai tidak tetap pusat fasilitas medis,
yang telah penyusunan angka
menyelesaikan masa kredit bidan. Namun
baktinya (3 tahun) dapat berdasarkan pengamatan
melanjutkannya untuk lapangan hal tersebut
periode selanjutnya dan cenderung dilakukan
berikutnya dapat sendiri oleh bidan yang
mengikuti seleksi CPNS bersangkutan hanya
dan menurut pasal 26 membutuhkan surat
bahwa perpindahan keterangan
tempat tugas tersebut
dilaksanakan atas
persetujuan kepala
daerah jika ia ingin
pindah antar kabupaten,
namun jika antar daerah
atas persetujuan kepala
satuan kerja perangkat
daerah masing-masing,
sehingga kecil
kemungkinan untuk
pindah kecuali ada faktor
lain seperti desakan
keluarga, atau ada lokasi
kerja lain yang lebih
menguntungkan seperti
rumah sakit swasta
dengan gaji lebih besar
Perbedaan sosio-
demografi tidak
memberikan alasan yang
kuat untuk pindah dari
wilayah kerja ke wilayah
kerja lain, karena
pekerjaan bidan tidak
memandang kelompok
usia, status PNS atau
PTT, karena tugas pokok
dan fungsinya sama antar
bidan.
Demikian juga
dengan jabatan bidan,
hanya berbeda beban
tanggung jawab,
dimana bidan
koordinator mempunyai
tanggung jawab
mengakomodir seluruh
bidan-bidan yang ada di
wilayah kerja suatu
puskesmas dan biasanya
72
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

73
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

dari kepala puskesmas kerja, bidan yang kontribusi pemikiran tindakan persalinan bagi
dan bukan melalui bidan bekerja di wilayah kerja sebagai bagian dari pasien yang sudah tua
koordinator. puskesmas se-Kabupaten beban kerja yang berat. dan pasien yang
Perbedaan masa Serdang Bedagai Hal tersebut didukung melahirkan anak
kerja, juga juga tidak menunjukkan beban oleh ketidakpercayaan pertama, artinya mereka
dapat menjadikan alasan kerja kategori rendah. yaitu 97,5% tidak kuatir akan terjadi hal-
yang kuat untuk Beban kerja percaya terhadap hal yang tidak diinginkan
pindah, karena bagi PTT tersebut diukur tindakan asuhan seperti kematian bayi
dengan masa kerja sudah berdasarkan tanggapan kebidanan yang mereka atau ibu yang
mencapai 3 tahun dapat terhadap uraian dilakukan bidan. melahirkan, apalagi
mengusulkan kembali tugasnya dan segala Ketidak-percayaan bidan yang menangani
untuk diangkat menjadi sesuatu yang tersebut berkenaan tersebut berusia muda
PTT dengan masa berhubungan dengan dengan dan masih baru. Namun
kerja 3 tahun kedepan, pekerjaanya. Mayoritas hasil penelitian
sampai bidan (87,5%) tidak ada menunjukkan 72%
menunggu proses batas waktu kerja, responden menyatakan
pemutihan untuk artinya bidan sebagai tidak
diangkat tenaga pelayanan pada keberatan jika mereka
menjadi PNS. setiap waktu, siang atau ikut dalam berbagai
Sedangkan bagi PNS, malam hari, namun ada aktivitas
semakin tinggi masa 12,5% yang menyatakan kemasyarakatan
kerjanya justru batasan kerja karena seperti adat
responden tersebut
memberikan keuntungan istiadat
merupakan pegawai
dari aspek gaji, yaitu setempat.
puskesmas pembantu
penambahan tunjangan Beban kerja
dengan jam kerja dari
baik golongan atau 00 00 bidan juga dipengaruhi
pangkat dan cenderung jam 8 -14 wib dan oleh ketersediaan faslitas
dapat menjadi referensi berstatus PNS. kerja seperti bidan kit
bagi promosi jabatan di Hal menarik dan sepeda motor. Hasil
puskesmas, seperti adalah ada 86,3% penelitian menunjukkan
menjadi penanggung menyatakan nyaman namun 95% responden
jawab program bekerja sebagai bidan, menyatakan kesulitan
Kesehatan Ibu dan Anak 85,0% masyarakat tidak memperoleh peralatan
bahkan ada yang mau bekerja sama medis seperti bidan kit.
menjadi kepala tata dengan bidan dalam Hal ini terjadi
usaha di puskesmas. memberikan pelayanan karena jumlah bidan kit
kesehatan. Bentuk dan sepeda motor masih
3. Pengaruh Beban kerjasama tersebut terbatas dan belum
terhadap Keinginan seperti memberikan merata, karena alokasi
Pindah bantuan jika mereka pengadaan untuk bit kit
Bidan harus melayani pasien di dan sepeda motor masih
Beban kerja daerah yang sulit terbatas dalam
merupakan salah satu ditempuh. Keadaan anggaran, namun tahun
ciri dari karakteristik tersebut memberikan 2008 sudah diupayakan
18
pekerjaan . Lingkungan indikasi bahwa pengadaan bidan kit
kerja bidan cenderung pelayanan yang sebanyak
bersifat sosial, seperti diberikan oleh bidan 104 paket, dengan
dukungan sosial, bukan merupakan harapan menutupi
hubungan kerja, beban kebutuhan bagi semua kekurangan bidan
kerja, kompensasi, masyarakat artinya rasa memperoleh bidan kit.
kualitas kehidupan sosial masyarakat sudah Hasil
pekerjaan, birokrasi mulai memudar, dan pengamatan
organisasi (puskesmas), menganggap pekerjaan menunjukkan bahwa
12,17
dan sosial budaya . bidan adalah tanggung pekerjaan bidan bukan
Hasil penelitian jawab bidan sendiri, merupakan pekerjaan
menunjukkan bahwa sehingga bagi bidan hal sulit, sebagian besar
berdasarkan beban tersebut memberikan mereka menganggap
74
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

bahwa pekerjaan bidan Adanya


adalah pekerjaan mulia perbedaan proporsi
dan mereka menjadi antara beban kerja yang
primadona didaerah kerja tinggi dengan beban
mereka, sehingga mereka kerja rendah pada
sangat menikmati bidan berkaitan dengan
pekerjaannya. Dengan kondisi geografi jika
demikian banyak mereka harus
masyarakat simpati memberikan pelayanan
terhadap bidan-bidan ke daerah yang sulit,
yang bekerja di serta dan minimnya
daerahnya, dan fasilitas kerja seperti
menempatkan mereka bidan kit guna
pada posisi tinggi dalam mendukung proses
strata sosial mereka pelayanan asuhan
Apalagi jika mereka kebidanan, karena
mempunyai perilaku mereka harus membeli
yang ramah, lues, suka sendiri peralatan
menolong dan tidak
menetapkan tarif atas
pelayanan yang
diberikan.
Berdasarkan
tabulasi silang,
hubungan variabel beban
kerja dengan keinginan
pindah bidan di
Kabupaten Serdang
Bedagai relatif
menunjukkan perbedaan
proporsi. Proporsi
responden dengan beban
kerja tinggi, hanya
33,3% mempunyai
keinginan untuk pindah
kerja, dan hanya 27,1%
responden dengan beban
kerja rendah yang ingin
pindah, selebihnya
cenderung tetap bertahan
pada lokasi kerja
sekarang.
Kecenderungan bidan
yang tetap bertahan
tersebut karena mereka
satu-satunya bidan yang
ada di wilayah tersebut,
serta sudah mempunyai
masa kerja kurang dari 3
tahun. Namun
berdasarkan hasil uji
regresi logistik
menunjukkan tidak ada
pengaruh beban kerja
dengan keinginan pindah
kerja bidan, dengan nilai
p=0,369 (p<0,05).
75
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

76
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

kesehatan tersebut a tarif atas tindakan signifikan antara


sehingga mereka n pelayanan asuhan hubungan kerja dengan
cenderung berfikir untuk . kebidanan di masyarakat. keinginan pindah kerja
pindah, apalagi ada Hasil penelitian Hal ini didukung bidan dengan nilai
rekan kerjanya di daerah menunjukkan informasi pernah terjadi signifikansinya sebesar
lain yang sudah masih ada konflik konflik dengan 0,013 (p<0,05), pada
mendapatkan fasilitas 16,3% bidan tidak mau paramedis lainnya nilai B=5,517, artinya
tersebut. bersosialisasi dengan (26,3%). Konflik ini keinginan pindah kerja
bidan lainnya. Bentuk tercipta karena bagi bidan dengan semakin
4. Pengaruh sosialisasi tersebut bidan, tindakan tidak baiknya hubungan
Hubungan Kerja mengarah kualitas pelayanan kesehatan kerja sesama rekan kerja
terhadap pelayanan yang mereka yang dilakukan juga atau paramedis lainnya.
Keinginan Pindah berikan kepada dapat dilakukan oleh Hubungan kerja
Kerja Bidan masyarakat, serta jumlah bidan, namun sebaliknya yang baik dapat menjadi
Hasil penelitian tarif yang ditetapkan bagi perawat atau dokter faktor paling penting
berdasarkan hubungan demikian juga dengan umum tidak dapat untuk mengurangi
kerja, menunjukkan informasi kenaikan melakukan pekerjaan prasangka dan dapat
relatif tidak berbeda pangkat atau promosi seperti yang bidan menghindari konflik
antara hubungan lainnya seperti pelatihan- lakukan yaitu melakukan sesama rekan kerja.
kerja yang baik dan pelatihan, karena akan pertolongan persalinan. Hubungan kerja erat
kurang. Hubungan kerja menimbulkan Hal tersebut berimplikasi kaitannya dengan
tersebut dapat dilihat dari kecumburan dan terhadap persaingan hubungan manusia
beberapa indikator utama konflik antar bidan. Hal sesama tenaga medis, (human relation) dan
seperti ada tidaknya ini tercermin dari sehingga hubungan bersifat aktif, artinya
konflik sesama bidan, 71,2% responden tidak sesama tenaga medis adanya pengintegrasian
atau tenaga medis lain, mau membantu kesulitan tidak harmonis. orang-orang dalam suatu
adanya bentuk sesama bidan, khususnya Kaitannya situasi kerja yang
kepedulian terhadap menyangkut masalah dengan keinginan pindah menggiatkan mereka
sesama bidan atau keuangan. Hal ini bagi bidan diketahui bidan untuk bekerja bersama-
tenaga medis lain seperti mereka masalah dengan hubungan kerja sama dan saling
membantu kesulitan yang baik membantu dengan rasa
keuangan merupakan
mereka, 21,3% mempunyai puas dalam psikologi dan
masalah yang sensitif 13
m dalam hal kehidupan dan keinginan untuk pindah sosial . Namun
e masing-masing lokasi kerja, dan proporsi hubungan kerja tersebut
n mempunyai kebutuhan. bidan dengan hubungan tidak selamanya baik
d Indikasi lain dari kerja kategori kurang tergantung bagaimana
e terdapat 39,4% seseorang dapat
hubungan kerja tersebut,
n mempunyai keinginan menetralisirnya.
diketahui 42,5% bidan
g mempunyai konflik untuk pindah lokasi
a kerja. Hasil ini 5. Pengaruh
sesama bidan. Konflik
r didukung oleh hasil uji Dukungan Sosial
tersebut disebabkan
s regresi logistik, bahwa terhadap
oleh persaingan terhadap
a terdapat pengaruh Keinginan Pindah
usulan menjadi PNS bagi
r Bidan
PTT, dimana ada
a Hasil penelitian
sebagian bidan dengan
n menunjukkan bahwa
jumlah tahun kerja yang
76,3% responden
sama malah terlebih
d memperoleh dukungan
dahulu diangkat
a dari keluarga atau suami
menjadi PNS,
n seperti mendengarkan
sedangkan bagi PNS
setiap keluhan-keluhan
berkaitan dengan
k yang dialami dalam
kenaikan
r pekerjaannya, namun
pangkat dan promosi
i hanya
jabatan seperti
t 55,0% menyatakan
penanggung jawab
i dibantu oleh keluarga
program selain itu juga
k atau suami dalam
77 akibat perbedaan jumlah
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

bentuk konkrit terhadap tingkah laku,


membantu dalam dan hasil tindakan
setiap tindakan pelayanan yang
pelayanan kebidanan diberikan kepada
kepada masyarakat, masyarakat.
seperti mengantar ke Dukungan sosial
lokasi kerja, atau tersebut erat kaitannya
pembelian obat ke dengan keinginan pindah
apotik. kerja dari lokasi kerja
Berdasarkan dan mengambil
aspek dukungan keputusan untuk segera
masyarakat, pindah meskipun
73,8% responden
menyatakan memperoleh
bantuan dari masyarakat
dalam memberikan
pelayanan kebidanan
pada masyarakat, namun
bentuk-bentuk dukungan
tersebut berbeda-beda,
misalnya 67,5% bidan
ditemani ke lokasi sulit
dalam memberikan
pelayanan responden
menyatakan tidak
ditemani oleh warga dan
memfasilitasi bidan,
seperti penginapan jika
sudah kemalaman.
Selain itu
indikasi adanya
dukungan sosial terhadap
bidan dapat dilihat dari
keikutsertaan dalam
organisasi
kemasyarakatan, dan
adanya pengucilan
terhadap bidan.
Hasil penelitian
menunjukkan 80%
responden menyatakan
dilibatkan dalam
organisasi
kemasyarakatan seperti
kelompok arisan, dan
PKK, dan 90%
menyatakan tidak merasa
dikucilkan oleh
masyarakat selama
bertugas diwilayah kerja
mereka, hal ini didukun
dengan 86,3% responden
menyatakan tidak pernah
ditegur oleh tokoh
masyarakat, atau
perangkat desa seperti
kepala desa/dusun
78
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

79
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

dengan berbagai rendahnya dukungan yang tinggi terhadap 6. Pengaruh


konsekuensi. Secara sosial dapat organiasinya. Sedangkan Kompensasi terhadap
umum terdapat menimbulkan keinginan karyawan/tenaga yang Keinginan
52,5% dukungan sosial pindah kerja bidan dari kurang atau tidak Pindah Bidan
terhadap bidan di lokasi sekarang. Hasil mendapatkan dukungan Kompensasi
Kabupaten Serdang penelitian ini didukung sosial bisa mengalami adalah hal yang diterima
Bedagai kategori oleh hasil uji regresi frustasi, stres dalam oleh bidan, baik berupa
rendah, dan dukungan logistik bahwa dukungan bekerja sehingga prestasi uang atau bukan uang
sosial kategori tinggi sosial berpengaruh kerja menjadi buruk, dan sebagai balas jasa atas
sebesar 47,5%. Hal ini terhadap keinginan dampak lainnya adalah tindakan pelayanan yang
berarti akumulasi dari pindah kerja bidan, tingginya absensi kerja, diberikan kepada
dengan nilai p=0,002 keinginan pindah tempat
indikator dukungan masyarakat maupun
(p<0,05). kerja bahkan sampai
sosial tidak semuanya keterikatannya dengan
pada berhenti
memberikan gambaran Semakin besar pemerintah, seperti
13,14,18
positif terhadap dukungan masyarakat bekerja . pegawai negeri dan
dukungan sosial terhadap tenaga Keinginan pegawai tidak
kepada bidan dalam kesehatan yang ada, pindah bidan di tetap. Dilihat dari
memberikan peluang ingin pindah Kabupaten Serdang aspek gaji tetap, ada
pelayanan kebidanan semakin kecil. Temuan Bedagai sangat perbedaan
atau keberadaannya ini memperkuat variabel berhubungan dengan jumlah gaji antara Bidan
di dukungan sosial yang dukungan dari PTT dengan PNS.
l konsisten dalam masyarakat di lokasi Perbedaan ini didasari
i hubungannya dengan kerjanya, baik dalam oleh status dan alokasi
15,17
n pindah kerja . bentuk keikutsertaan anggaran tetap dari
g Dukungan masyarakat mereka dalam aktivitas pemerintah. Beberapa
k menciptakan hubungan kemasyarakatan, maupun indikator dari pemberian
u yang harmonis dengan adanya kepercayaan kompensasi antara lain
n bidan, dan sebaliknya masyarakat terhadap adanya tunjangan, bonus,
g hubungan yang tidak pelayanan kebidanan insentif (jasa), fasilitas
a baik akan menyebabkan yang diberikan kepada yang mendukung
n konflik yang berakibat ibu hamil, bersalin dan pelaksanaan pelayanan
pada stres pekerjaan. nifas serta masyarakat asuhan kebidanan kepada
t Hubungan sosial secara keseluruhan. masyarakat.
e yang menunjang dengan Hasil penelitian
m rekan, atasan tidak akan menunjukkan, 95%
p menimbulkan tekanan- menyatakan tidak pernah
a tekanan antar pribadi memperoleh insentif
t yang berhubungan (jasa) dalam bentuk uang
dengan persaingan. atau bukan dari kepala
b Kelekatan kelompok, puskesmas, demikian
e kepercayaan antar juga 82,5% menyatakan
k pribadi dan rasa senang tidak pernah memperoleh
e dengan atasan tunjangan hari-hari
r berhubungan dengan besar, dan 92,5% juga
j penurunan dari stres tidak mendapatkan bonus
a pekerjaan. dari kepala puskesmas
. Dukungan sosial untuk hasil pekerjaan
Berdasarkan memiliki yang dilakukan oleh
hasil tabulasi silang pengaruh cukup bidan dalam memberikan
besar dalam mendukung pelayanan kebidanan.
menunjukkan bahwa
aspek psikologis Berdasarkan
responden dengan
tenaga/karyawan, pemberian kompensasi
dukungan sosial rendah
sehingga mereka mampu dari masyarakat dalam
35,7% ingin pindah kerja
bekerja dengan tenang, bentuk pujian, 76,3%
dibandingkan dengan
konsentrasi, loyal, menyatakan memperoleh
dukungan sosial tinggi.. termotivasi dan
Hal ini menunjukkan pujian atas hasil
mempunyai komitmen
bahwa
80 proporsi pelayanan yang
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

diberikan kepada kompensasi dalam


masyarakat, namun bentuk insentif,
sebagian besar (87,5%) tunjangan dan bonus dari
tidak mendapatkan kepala puskesmas
penghargaan dari cenderung disebabkan
perangkat desa seperti oleh tidak adanya
bidan terbaik atau alokasi dana yang
sejenisnya dalam bentuk khusus untuk pemberian
pengusulan sebagai kompensasi kepada
bidan terbaik pada acara- pegawainya. Selain itu
acara tertentu misalnya juga disebabkan oleh
acara kesehatan rendahnya kepedulian
nasional, atau acara kepala puskesmas
ulang tahun kabupaten. terhadap evaluasi kinerja
Indikator kompensasi bidan di wilayah
lainnya seperti informasi
pengembangan karir dan
fasilitas juga
menunjukkan perbedaan
persentase, dimana
66,3% menyatakan
memperoleh informasi
pengembangan karir dari
Dinas Kesehatan seperti
pelatihan, dan usulan
diangkat menjadi PNS
bagi PTT. Demikian juga
dari kepala puskesmas
terdapat 61,3%
menyatakan pernah
memperoleh informasi
pengembangan karir dari
kepala puskesmas
langsung, khususnya
berkenaan dengan
adanya pelatihan atau
seminar, namun dilihat
dari fasilitas, mayoritas
responden (85,0%
menyatakan tidak
memperoleh fasilitas
kenderaan bermotor,
92,5% menyatakan tidak
memperoleh fasilitas
bidan kit dalam
menunjang pelayanan
asuhan kebidanan
kepada masyarakat,
selain itu mayoritas
responden (83,8%)
menyatakan tidak puas
terhadap gaji yang
diterimanya sebagai
bidan baik PTT maupun
PNS.
Bidan yang tidak
pernah memperoleh
81
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

82
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

kerjanya yang terwujud berstatus fungsional, dan jabatan, masa Berdasarkan


dari minimnya masa pensiunnya jauh kerja. Berdasarkan hasil penelitian, maka
pengawasan, dan tidak lebih lama dari pada karakteristik dapat disarankan agar
adanya penghargaan tenaga kesehatan lain pekerjaan, variabel lebih intensif dalam
kepada mereka yang yang berstatus hubungan kerja dan meningkatkan pertemuan
berprestasi, selain itu sktruktural. Selain itu dukungan sosial, dengan bidan baik
kurangnya frekuensi bagi bidan PTT, dilihat berpengaruh dilakukan di Dinas
pertemuan bidan dari aspek promosi dan signifikan terhadap Kesehatan maupun
koordinator dan pengembangan karir, keinginan pindah secara bergilir di setiap
pertemuan bidan di mereka yang sudah kerja bidan, namun Puskesmas dengan
Dinas Kesehatan, kurang terdaftar sebagai tenaga variabel beban kerja melibatkan perangkat
apalagi bagi bidan PTT honorer dalam database dan kompensasi desa dan tokoh
gaji yang diterimanya kepegawaian nasional tidak mempunyai masyarakat, perlu
sudah langsung dapat yang akan diangkat pengaruh siginifikan perencanaan perekrutan
diambil melalui Pos menjadi PNS, sehingga terhadap keinginan bidan sesuai kebutuhan,
Indonesia, sedangkan keinginan pindah ke pindah kerja bidan di dan penempatan bidan
bidan PNS berdasarkan wilayah kerja lain relatif Kabupaten Serdang yang diusulkan harus
pengamatan peneliti ke kecil, karena akan Bedagai. mengacu pada
Dinas Kesehatan hanya mempersulit mereka karakteristik sosial dan
untuk mengambil gaji dalam aspek administrasi budaya masyarakat
setiap bulannya, seperti pengurusan nota setempat, sehingga bidan
sedangkan upaya dinas, surat keterangan yang ditempatkan dapat
pencarian informasi telah melaksanakan mudah bersosialisasi dan
3
lainnya relatif kurang. tugas . diterima oleh
Selain itu masyarakat.
minimnya penghargaan Memfasilitasi
dari perangkat desa juga K pertemuan bidan dan
mempunyai alasan yang E tenaga medis lain secara
serupa, dan cenderung S berkala setiap bulannya,
menganggap prestasi I guna mengidentifikasi
yang diwujudkan oleh M permasalahan kesehatan
bidan di desa mereka P maupun permasalahan
masih merupakan hal U antar tenaga medis,
yang wajar, dan L sehingga akan tercipta
merupakan tugas dan A keharmonisan dalam
kewajiban bidan. N memberikan pelayanan
Hasil uji regresi kesehatan sesuai dengan
logistik, pada taraf nyata Berdasarkan tugas pokok dan
95% menunjukkan hasil penelitian dan fungsinya masing-
variabel kompensasi pembahasan, maka dapat masing tenaga medis.
tidak mempunyai disimpulkan sebagai Perlu dilakukan
pengaruh signifikan berikut: advokasi kepada
terhadap keinginan 1. Persentase bidan pemerintah daerah
pindah kerja bidan di yang ingin pindah di tentang pengelolaan
Kabupaten Serdang kabupaten pegawai tidak tetap,
Bedagai dengan nilai Serdang Bedagai karena formasi
probabilitas 0,889 sebesar 28,8%. kebutuhan bidan
(p<0,05). Pemberian 2. Variabel karakteristik ditetapkan langsung oleh
kompensasi pada tenaga sosio demografi Departemen Kesehatan
kesehatan yang bekerja tidak mempunyai Republik Indonesia,
di institusi pemerintah pengaruh terhadap sehingga tidak
tidak berpengaruh keinginan pindah terakomodir kebutuhan
terhadap pemenuhan kerja yang terdiri tenaga bidan di
kebutuhannya, dari umur status daerah.
khususnya bidan PNS, perkawinan, status
dimana dilihat dari aspek
pengembangan karir kepegawaian, DAFTAR PUSTAKA
83
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

Indonesia No mor
1. Badan Kepegawaian 369/MENKES/SK/
Daerah (BKD), III/2007 tentang
2006. Surat Edaran Standar Profesi
Penerimaan Tenaga Bidan, Jakarta
Honor/Kontrak di 8. Dinas Kesehatan
Lingkungan Kabupaten Serdang
Pemerintahan Bedagai,
Daerah Kabupaten 2006. Hasil Survei
Serdang Bedagai, Kesehatan Daerah
Sei Rampah Tahun
2. Depkes RI,2002a. 2005. Sei Rampah
Keputusan Menteri
Kesehatan
Republik Indonesia
No.1540/Menkes/SK/
XII/
2002 tentang
Penempatan Tenaga
Medis melalui
Masa Bakti dan Cara
Lain, Jakarta
3. Depkes RI,2002b.
Pendayagunaan
Tenaga Non PNS
dalam
Otonomi Daerah.
Badan
Pengembangan
SDM Departemen
Kesehatan RI,
Jakarta.
4. Depkes RI,2004.
Keputusan Menteri
Kesehatan
No.900/Menkes/SK/
VII/2002 tentang
Registrasi dan
Praktik Bidan,
Jakarta
5. Depkes RI,2005a.
Pedoman
Pemantauan
Wilayah Setempat
Kesehatan Ibu dan
Anak (PWS-KIA).
Bina Kesmas
Depkes RI, Jakarta
6. Depkes RI, 2005b.
Rencana Strategis
Departemen
Kesehatan Republik
Indonesia 2005-
2009, Jakarta
7. Depkes RI,2007.
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik
84
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

85
Muhammad Surya Desa, Endang Sulistya Rini, dan Syarifah Pengaruh Sosiodemografi dan Karakteristik

9. Dinas Kesehatan 14. Muchinsky, Paul M,


Kabupaten Serdang 1993. Psychology
Bedagai, Applied to Work
2006. Profil (4th Edition). New
Kesehatan York: Brooks/Cole
Kabupaten Publishing Company
Serdang 15. Munandar, A.S,
Bedagai. Sei 2001. Psikologi Industri
Rampah. dan
10. Dinas Kesehatan Organisasi, UI Press,
Kabupaten Serdang Jakarta
Bedagai, 16. Mobley,W.H.,1982.
2008. Data Employee,
Kepegawaian Turnover: Cause
Dinas Kesehatan Consequences,
Kabupaten Serdang
Bedagai. Sei and
Rampah. Control.Addison-
11. Gerungan, W. A, Weley Publiching
2004, Psikologi Sosial, Company, Inc.
Refika Philipines
Aditama, Bandung 17. Munandar, A.S,
12. Jewell dan 2001. Psikologi Industri
Siegall, 1998. dan
Psikologi Industri Organisasi, UI Press,
Organisasi Modern, Jakarta
Edisi II, Arcan. 18. Steers, Richard.,
13. McCarthy, dkk, 1987. Motivation
2002. National and Work
Study of Turnover Behaviour. Fourth
in Edition, McGraw-
Nursing and Hill Book
Midwifery. Company, USA
Departement of 19. Tai, T.W.C., Bame,
Nursing Studies S and Robinson, 1998.
University College Review of Nursing
Cork National Turnover Research
University of Ireland 977-1996, Journal
Cork Soc. Sci Medical.
New York

86
TANTANGAN BAGI KEPEMIMPINAN LINTAS BUDAYA

Prihatin Lumbanraja
Staf Pengajar FE USU

Abstract

Globalization has attacked society all over the world and its impact has felt and penetrated all aspect of
life in world society without exeption. That impact has strong influence in various of business fields, especially
in various policies in all their functional activities, such as: Human Resources, Marketing, Production, Financial
etc.
The managers in many business fields need Vision and Global Perspective if they want to achieve
success in the globalization era. Many firms, especially firm which has operation in various countries that called
Multi National Corporation (MNC), they have carried-out various preparations, changes and adaptations toward
occur opportunity and challenge in the global environment.
One of the important challenges for the managers is the change of the policy in the performance
appraisal for the managers that will be promoted. They must undergo broad assignment first (expatriate) Today,
International assignment become more essential and become a part of managerss career. Consequently of that
condition, so that the competency of cross-cultural leadership become a very important factor which determine
their success.

Keywords: globalization, multi national corporation, international assigment, cross-cultural leadership

69
Jurnal Manajemen Bisnis, Volume 1, Nomor 2, Mei 2008: 59 - 68

PENDAHULUAN produk yang mereka menjalani penugasan luar para karyawan lokal
hasilkan, memberikan negeri terlebih dahulu mereka juga harus
Berlakunya berbagai pengetahuan (expatriates), agar menerima serta
konsep globalisasi tentang lingkungan mereka mampu dan menyesuaikan perilaku
terhadap dunia internasional, mengamati memiliki pengalaman mereka terhadap
internasional saat ini strategi bersaing yang yang lebih luas dengan perubahan gaya
membawa berbagai dilakukan oleh para nuansa yang sangat kepemimpinan yang
konsekuensi yang sangat pesaing mereka sampai berbeda dari situasi dan diterapkan oleh manajer
luas dalam setiap aspek kepada perubahan kondisi lingkungan yang berasal dari luar
kehidupan manusia tanpa kebijakan yang domestik pekerjaan yang negeri dengan manajer
terkecuali, termasuk dilakukan terhadap selama ini mereka lokal mereka selama ini
dalam bidang bisnis penilaian prestasi atau tekuni. Keberhasilan meskipun penyesuaian
dengan seluruh kinerja bagi seorang mereka mengemban telah dilakukan oleh para
komponen yang calon manajer yang penugasan tersebut manajer luar negeri
mendukung bidang akan dipromosikan menjadi penilaian tersebut. Keberhasilan
bisnis tersebut. Saat ini untuk prestasi mereka untuk dalam penyesuaian dari
para manajer dalam jabatan yang lebih tinggi
rangka mengelola (promosi).
organisasi Penugasan
perusahaannya internasional menjadi
memerlukan Visi dan semakin penting saat ini
Perspektif Global jika dan telah menjadi
mereka berkeinginan bahagian dari karir para
mencapai sukses. manajer (managerial
Batasan negara tidak career). Sebagai
mampu untuk konsekuensi dari kondisi
menghambat atau tersebut maka
membatasi organisasi kompetensi
dari tekanan persaingan kepemimpinan lintas
dari luar negara, budaya sangat
sehingga kesuksesan diperlukan dalam
organisasi sangat perusahaan yang
ditentukan oleh beroperasi secara
kemampuan manajer internasional. Secara
atau pimpinan untuk lebih nyata kondisi ini
beradaptasi dalam akan sangat
lingkungan internasional mempengaruhi interaksi
yang bukan saja jauh antara manajer yang
lebih luas tetapi juga ditugaskan ke luar negeri
sangat dinamis dan (expatriates manager)
penuh dengan berbagai dengan para karyawan
peluang dan tantangan lokal mereka, yang
serta sangat dinamis. kenyataannya sangat
Sehubungan memerlukan berbagai
dengan hal tersebut tingkat adaptasi yang
berbagai persiapan telah harus mereka lakukan
dilakukan oleh banyak baik oleh manajer
perusahaan terutama maupun oleh karyawan
oleh mayoritas mereka. Bagi para
perusahaan yang manajer hal tersebut
memiliki jangkauan sangat erat berhubungan
operasi di berbagai dengan gaya
negara atau lebih kepemimpinan yang
dikenal dengan Multi harus diterapkan akibat
Nasional Corporation dari perbedaan budaya
(MNC), dari mulai yang mereka miliki.
meningkatkan
70 daya saing Demikian juga bagi
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

71
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

kedua belah pihak produksi dan bidang- aspek kehidupan organisasi ekonomi
merupakan kunci bidang lainnya, karena dalam yang bertujuan untuk
sukses bagi kinerja budaya menyentuh masyarakat dunia tanpa mencari laba demi
organisasi secara seluruh aspek kehidupan terkecuali, sebagai kelangsungan hidupnya
keseluruhan. Namun manusia sebagai pelaku contoh telah mengubah dan
demikian bagi para dari bidang bisnis itu para pakar berbagai menyesuaikan diri
manajer yang ditugaskan sendiri. bidang ilmu selalu mereka terhadap
di luar negeri Berbicara membicarakan implikasi tuntutan global terutama
(expatriates manajer), mengenai tantangan yang dari globalisasi terhadap dalam kebijakan-
secara khusus tantangan timbul dari berbagai ekonomi, politik, sosial, kebijakan di seluruh
tersebut terasa lebih perbedaan budaya dalam lingkungan, sejarah, kegiatan fungsional yang
berat dan memiliki berbagai kasus geograpi, budaya, mereka miliki, seperti:
konsekuensi yang jauh penugasan internasional teknologi, bisnis dan sumber daya manusia,
lebih besar jika bagi para manajer, maka sebagainya. pemasaran, produksi,
dibandingkan dengan dalam hal ini berarti Secara keuangan dan
situasi yang dialami oleh bukan membicarakan mendasar pengaruh sebagainya, agar dapat
para karyawan, hal ini kesamaan dari berbagai globalisasi tersebut mempertahankan
disebabkan oleh posisi kepentingan yang ada, mampu mengubah kelangsungan hidup
mereka sebagai namun lebih kepada elemen-elemen dasar mereka (survival).
pimpinan yang harus perbedaan-perbedaan dalam bidang ekonomi Terdapat lima
mampu mempengaruhi yang ada agar mampu masyarakat yang kekuatan atau
para karyawan agar mengelola serta secara khusus dampak pendorong utama, yang
mereka bersedia untuk bekerjasama melalui tersebut sangat semuanya berdasarkan
bekerjasama dalam perbedaan perbedaan mempengaruhi berbagai perubahan, yang
melaksanakan tersebut guna mencapai bidang bisnis yang ada. membawa perusahaan-
operasional perusahaan, keberhasilan serta kinerja Bisnis sebagai suatu perusahaan internasional
dimana keberhasilan yang tinggi baik bagi kepada globalisasi
para manajer akan para manajer maupun operasi mereka, yaitu:
dievaluasi dan bagi organisasi yang (1) Politik, (2)
ditentukan bagi jenjang bersangkutan. Teknologi, (3) Pasar, (4)
karir mereka selanjutnya. Biaya dan (5)
Berbagai Persaingan.
tantangan akan muncul P 1. Politik adanya
bagi para manajer yang E kecenderungan
ditugaskan di luar negeri M terhadap penyatuan
(expatriates manajer), B dan sosialisasi
terutama yang berasal A komunitas/masyarak
dari kekuatan sosial H at secara global,
budaya yang diwakili A seperti; adanya
oleh perbedaan budaya S kesepakatan-
baik budaya nasional A kesepakatan
(negara) yang N perdagangan
bersangkutan maupun (NAFTA) dan Uni
perbedaan budaya 2.1. Eropa
organisasi yang berlaku Glo mengelompokkan
dalam menjalankan bali beberapa negara
bisnis mereka. Budaya sasi menjadi sebuah
baik secara langsung dan pasar tunggal, telah
maupun tidak langsung Org memberikan
pada kenyataannya akan anis berbagai peluang
mempengaruhi asi pemasaran yang
keseluruhan aspek Globalisasi telah berarti kepada
fungsional bisnis, baik melanda seluruh perusahaan2. Hal ini
dalam bidang pemasaran, masyarakat dunia, ditambah dengan dua
bidang sumber daya bahkan dampak dari aspek lainnya, yaitu:
manusia, bidang globalisasi tersebut (1) pengurangan
keuangan,
72 bidang meresap ke seluruh hambatan2 terhadap
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

perdagangan dan personil


investasi luar negeri
secara progresif oleh personil
kebanyakan manufakturing
pemerintah, sehingga untuk
mempercepat mengkoordinasik
pembukaan pasar2 an fungsi-
baru oleh MNC, fungsi produksi
baik melalui ekspor dan desain
ke negara2 tersebut keseluruh dunia,
maupun mendirikan sehingga pabrik2
fasilitas2 produksi di di berbagai
negara tersebut.(2) bagian dunia
Privatisasi banyak dapat
industri di bekas mengerjakan
negara komunis dan produk yang
pembukaan sama.
perekonomian Internet dan
mereka terhadap jaringan
persaingan global. komputerisasi,
2. Teknologi memungkinkan
Kemajuan2 dalam perusahaan2
teknologi komputer kecil bersaing
dan komunikasi yang secara global,
sangat pesat karena
memungkinkan memungkinkan
aliran ide dan adanya
informasi meningkat aliraninformasi
dan mampu
melewati batas2 yang cepat
negara tanpa
dengan lebih memperdulikan
mudah dan lokasi fisik
murah, sehingga pembeli dan
memungkinkan para penjual.
pelanggan
mempelajari barang2
yang ada di luar
negeri, seperti:
Sistem TV
Kabel di
Eropa dan
Asia,
memungkinkan
seseorang
memasang iklan
di banyak negara
sekaligus,
sehingga dapat
menciptakan
permintaan
regional dan
bahkan global.
Jaringan
komunikasi
global,
73 memungkinkan
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

74
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

Konferensi yang lebih Peningkatan


video luas dan terutama mempertahankan jumlah
melalui ketika para pemasar pasar2 dalam perusahaan2
internet, menyadari ada suatu negeri mereka internasional thn
memungkinkan kesamaan selera dan dari para pesaing 1968 tercatat 7.000,
para penjual gaya hidup dengan memasuki menjadi 27.000
mendemonstrasi pelanggan yang pasar dalam negeri pada tahun 1993
kan produk- diakibatkanoleh para pesaing (Ball, Donal.
produk mereka meningkatnya tersebut untuk A
kepada calon perjalanan wisata, Tv mengganggu mereka.
pembeli di satelit dan Banyak perusahaan2 e
seluruh dunia pemakaian merek yang tidak t
tanpa harus global. memasuki suatu
4. Biaya: negara (mungkin a
bepergian. Tercapainya karena ukuran l
Juga economic of scale pasarnya yang tidak .
memungkinkan untuk mengurangi memadai), telah
dilakukannya biaya per unit mendirikan 2
rapat-rapat antar selalu merupakan pabrik2 di 0
kantor pusat tujuan manajemen. kelompok2 0
dengan cabang2 Salah satu alat perdagangan yang 4
mereka di untuk mencapainya secara komparatif )
seluruh dunia adalah lebih besar (spt: Uni .
tanpa melakukan mengglobalisasikan Eropa, Asean dsb).
perjalanan yang lini-lini produk Hasil dari Dalam banyak
mahal dan untuk mengurangi berbondong- hal organisasi bisnis
memekan waktu. biaya bondongnya yang dioperasikan secara
Komunikasi e- pengembangan perusahaan menuju internasional akan
mail melalui produksi dan globalisasi berbeda dari bisnis
internet jauh persediaan. Di adalah terjadinya domestik. Perbedaan itu
lebih cepat dan samping itu ledakan pada dasarnya terletak
lebih dapat perusahaan juga pertumbuhan pada lingkungan yang
dipercaya dari dapat menempatkan dalam Bisnis dihadapi, dimana pada
pada surat dan produksi di negara2 Internasional bisnis yang dioperasikan
jauh lebih murah dimana biaya yang ditandai secara internasional
dari pada fax. faktor produksi dengan (1) maka terdapat tiga jenis
Banyak lebih rendah. Peningkatan lingkungan yang harus
perusahaan yang 5. Persaingan: Pesaing investasi langsung dihadapi yaitu:
memiliki situs terus meningkat luar negeri/Foreign lingkungan domestik,
Web untuk secara intensif, Direct asing dan internasional,
melengkapi ditandai dengan Investment/FDI sementara bisnis
informasi dan munculnya secara total domestik hanya
produk mereka. perusahaan2 dan (2) menghadapi satu
3. Pasar: Dengan baru yang lingkungan saja yaitu
mendunianya banyak berasal lingkungan domestik.
perusahaan2, mereka dari negara2 Namun demikian, pada
otomatis juga berkembang dan kenyataannya tidak
menjadi pelanggan2 industri baru, telah ada bisnis domestik
global. Hal ini memasuki pasar2 yang dapat benar-benar
diperkuat oleh dunia di bidang terlepas dari pengaruh
kenyataan bahwa otomotif dan lingkungan asing (global)
ketika pasar dalam elektronik. Di karena mereka harus
negeri telah jenuh, samping itu menghadapi baik mitra
maka perusahaan2 kenyataan maupun pesaing asing
mulai merambah menunjukkan bahwa yang akan beroperasi di
pasar2 di luar negeri perusahaan2 negara mereka.
Lingkungan
75
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

bisnis merupakan seperti:


seluruh kekuatan- personalia,
kekuatan yang pemasaran,
mengelilingi dan keuangan, produksi
mempengaruhi dan sebagainya.
kehidupan dan
pengembangan dari suatu Kekuatan-
organisasi bisnis. Dalam kekuatan internal
hal ini terdapat dua tersebut dapat dikontrol
kelompok lingkungan oleh pihak manajemen
yaitu lingkungan dan harus disesuaikan
eksternal dan internal. dengan berbagai tuntutan
Pihak manajemen perubahan variabel
tidak dapat secara lingkungan eksternal.
langsung mengkontrol Bagi
kekuatan-kekuatan perusahaan-perusahaan
lingkungan tersebut, yang bergerak secara
namun lingkungan internasional, maka
tersebut dapat sistem manajemen yang
mempengaruhi operasi diterapkan sangat
bisnis mereka, seperti: menentukan keberhasilan
perubahan terhadap operasi bisnis mereka
undang-undang, promosi melalui penyesuaian
yang gencar terhadap antara lingkungan
produk baru untuk internal dengan
mengubah sikap, lingkungan eksternal
perilaku dan budaya baik dalam skope
konsumen, perubahan domestik, asing
dalam gaya maupun internasional.
kepemimpinan dan
sebagainya. Kekuatan-
kekuatan eksternal
merupakan kekuatan
yang tidak dapat diawasi
oleh pihak manajemen
(uncontrollable forces)
yang terdiri dari:
persaingan, distribusi,
ekonomi, sosial
ekonomi, keuangan,
hukum, kondisi fisik,
politik, sosial budaya,
buruh dan teknologi.
Sedangkan kekuatan-
kekuatan internal
merupakan kekuatan-
kekuatan yang
bersumber didalam
organisasi bisnis itu
sendiri yang terdiri dari:
Faktor-faktor
produksi seperti:
modal, bahan baku,
peralatan dan
manusia.
Aktivitas
76 fungsional
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

77
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

Keberhasilan sistem terhadap pengaruh dari terhadap kelompok yang terhadap waktu,
manajemen sangat keberagaman perilaku lain, dimana interaktif keluarga, kebiasaan
tergantung pada manusia yang secara keseluruhan dari berdagang (berbisnis)
kemampuan disebabkan oleh ciri-ciri umum dan sebagainya. Haris
kepemimpinan yang keragaman budaya mempengaruhi respon dan Morgan (1987,
dimiliki seorang mereka dalam dunia dari kelompok manusia dalam Czinkota)
manajer atau pimpinan kerja. terhadap lingkungannya. menginventarisir elemen-
dalam perusahaan yang Konsep budaya Budaya suatu elemen budaya antara
bersangkutan (leadership sangat kaya akan masyarakat tercermin lain: Bahasa,
competence). Lebih jauh, pengertian. Budaya dalam cara hidup Kepercayaan, Nilai dan
keberhasilan selalu merujuk kepada kelompok suatu Sikap, Perilaku dan
kepemimpinan tersebut kelompok orang-orang masyarakat, yang dapat Kebiasaan, Keindahan,
akan sangat teruji dalam atau masyarakat, dimana diamati melalui Pendidikan dan Sosial
lingkungan asing atau budaya tersebut manifestasinya, seperti institusi.
internasional, hal ini mempengaruhi cara pandangan Konsep
disebabkan karena dalam berpikir, cara pandang kepemimpinan telah
lingkungan tersebut akan dan perilaku sehari-hari diartikan dan digunakan
terjadi perubahan- seseorang. Suatu dalam berbagai cara.
perubahan terhadap kelompok budaya berarti Dalam berbagai kajian,
seluruh kekuatan- suatu kelompok orang- perilaku kepemimpinan
kekuatan eksternal yang orang yang secara diartikan sebagai
akan mempengaruhi baik bersama-sama memiliki perilaku individu dalam
secara langsung maupun norma, nilai ataupun posisi manajerial
tidak langsung terhadap kepercayaan dan tradisi terhadap anggota dari
kekuatan internal yang sama yang berbeda suatu kelompok atau
perusahaan. dari kelompok lain. organisasi, jika individu
Budaya tersebut berupaya untuk
2.2 Tantangan dipelajari, dimiliki dan mengarahkan aktivitas
Budaya dalam disosialisasikan dari satu dari kelompok atau
Kepemimpinan generasi ke generasi. organisasi untuk
Lintas Budaya Budaya berciri mencapai tujuan khusus
Sejak tahun konservatif, menolak dari organisasi tersebut
1990-an semakin untuk/sulit berubah dan (Bass
beragam tenaga kerja menginginkan 1990: Yuki, 1994).
baik dari segi gender, ras kelanjutan. Trompenaars Sementara itu
dan kebangsaan. (1994), seorang peneliti kepemimpinan secara
Misalnya, di Amerika budaya dalam studi lebih luas diartikan
kira-kira 45 % dari organisasi, mengatakan sebagai kemampuan
tambahan tenaga kerja bahwa it is my belief mempengaruhi orang
pada tahun 1990 adalah that you can never untuk mengarahkan
Non-white, understand other upaya mereka terhadap
yang setengahnya cultures. Sementara itu pencapaian tujuan
adalah generasi pertama Hofstede (1984) organisasi yang disebut
immigran melakukan cross- memotivasi dan
yang datang dari Asia cultural studies dengan mempengaruhi
dan Amerika Latin. Di meneliti para karyawan pemikiran, sikap dan
Belanda IBM pada 40 negara perilaku manusia. Oleh
5 % dari populasinya sebagai partisipan dalam karena itu kepemimpinan
dan 8-10 % dari populasi meneliti international selalu melibatkan
Perancis adalah etnik differences in work- interaksi antara
minoritas (Czinkota, related values pemimpin dan para
1994), hal ini menggunakan definisi bawahan yang mereka
menimbulkan budaya sebagai cara pimpin dalam seluruh
percampuran budaya berpikir dari kelompok aspek pekerjaan yang
yang sangat penting manusia yang telah ditentukan oleh
diwaspadai oleh para membedakan anggota organisasi.
pekerja,
78 terutama dari suatu kelompok Pendekatan
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

kelompok budaya untuk didasarkan kepada status,


melaksanakan produksi hirarkhi, gaya
dan kegiatan-kegiatan manajemen, motivasi
bisnis dari berbagai pekerja dan kemampuan
perusahaan dan jenis- manajemen untuk
jenis organisasi lainnya membentuknya.
biasanya tercermin dari Sedangkan orientasi
prinsip-prinsip yang kepada tujuan dari
mendasari kelompok itu kepemimpinan diarahkan
sendiri. Berbagai untuk pemecahan
pertanyaan yang masalah, pengembangan
mendasar antara lain: strategi, membentuk
bagaimana kekuasaan etika bisnis yang
diorganisir? berlaku, menetapkan
berdasarkan apa tingkat produktivitas,
kekuasaan tersebut
diatur atau diorganisir?.
Jawaban dari
pertanyaan- pertanyaan
tersebut sangat berbeda
dalam budaya timur dan
barat atau secara lebih
luas akan berbeda di
setiap negara yang
memiliki perbedaan
budaya. Bahkan diantara
negara-negara barat
sendiri kondisi ini juga
memiliki perbedaan-
perbedaan mendasar,
misalkan: perusahaan
Perancis dan Swedia
memiliki perbedaan yang
sangat kecil, sementara
German dan Australia
memiliki perbedaan yang
sangat ekstrim dalam
dasar pandangan
mereka terhadap
hubungan kekuasaan
antara pemimpin dengan
bawahan mereka.
Berdasarkan
kepada peraturan,
organisasi dibentuk oleh
pemimpin, baik secara
otokratis, individual
maupun kolektif yang
menggunakan kekuasaan
mereka untuk dua hal,
yaitu: mengatur sistem
dari seluruh fungsi-
fungsi yang ada dan
mengarahkan kepada
pencapaian tujuan.
Pengaturan dari seluruh
fungsi-fungsi yang ada
79
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

80
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

mendistribusikan Manajer dalam perusahaan global, maka penilaian terhadap


berbagai tugas, dan reactive culture juga visi dari perusahaan telah jenjang karir
menentukan berbagai berorientasi kepada berubah menjadi visi (promosi) bagi manajer
batas waktu pekerjaan bawahan, tetapi yang bersifat lintas mereka, misalnya:
(deadlines). mereka mengelola negara (transnasional), General Electric,
Terdapat tiga dengan yang harus Medtronic, FMC Corp
tipe manajer jika mempergunakan direalisasikan melalui dan berbagai perusahaan
dihubungkan dengan peralatan ilmu berbagai kebijakan- besar lainnya telah
kondisi suatu budaya, pengetahuan, sabar kebijakan perusahaan melaksanakan penugasan
yaitu: dan menggunakan terhadap seluruh luar negeri. Sehubungan
Manajer dalam sistem pengawasan kegiatan operasi mereka. dengan hal tersebut
monoactive yang tenang. Mereka Sebagai berbagai kesulitan dan
culture akan menunjukkan konsekuensi dari tantangan akan
memperlihatkan dan kesederhanaan dan pesatnya pertumbuhan menjadi bahagian dari
mengutamakan kesopanan, di perusahaan-perusahaan para manajer yang
kemampuan teknis, samping yang memiliki operasi menjalani penugasan luar
senantiasa pengenalan internasional, maka negeri, karena
berdasarkan fakta terhadap superior penugasan luar negeri bagaimanapun jika
dan logika dan mereka. Mereka juga bagi seorang manajer kegiatan operasi bisnis
tidak berdasarkan berupaya untuk telah menjadi bahagian berada dalam lingkungan
perasaan dan menciptakan suatu yang penting dari asing atau internasional,
emosi. Mereka kondisi yang manajemen karir mereka. maka tingkat kesulitan
memiliki orientasi harmonis bagi kerja Saat ini banyak manajer terutama dalam
dan berfokus kepada tim mereka, perusahaan menjadikan memimpin para
perhatian mereka menggunakan bahasa penugasan luar negeri bawahannya sangat
terhadap bawahan tubuh secara efektif sebagai tinggi hal ini disebabkan
dalam tugas- tugas untuk menegaskan karena terjadinya
dan hasil-hasil yang komunikasi verbal percampuran budaya
khusus. Mereka juga secara akurat. (cross- cultural situation)
sangat ketat terhadap Mereka menguasai yang tidak dapat
program dan kondisi perusahaan dihindarkan.
menuntut bawahan secara sempurna, Kepemimpinan
untuk bekerja telah memiliki yang diterapkan dalam
sesuai dengan pengalaman kerja situasi percampuran
rencana yang telah yang lama dengan budaya (Cross-cultural
ditetapkan. berbagai jenis leadership) merupakan
Manajer dalam pekerjaan. suatu bentuk interaksi
polyactive culture Hal tersebut akan kepemimpinan antara
jauh lebih terbuka, mampu memberikan manajer dengan para
mendasarkan pada keseimbangan dalam bawahan dengan latar
kemampuan kemampuan untuk belakang budaya yang
persuasif, bereaksi terhadap berbeda. Anggapan dasar
menggunakan berbagai pengaruh yang menyebabkan
kekuatan karakter perubahan kepemimpinan lintas
mereka sebagai lingkungan. budaya berbeda dengan
insentif. Mereka kepemimpinan
sering menunjukkan Secara tradisional adalah
komunikasi secara tradisional, visi pengaruh dari budaya
terbuka dengan perusahaan terhadap terhadap berbagai
orang dan mau kepemimpinan telah harapan sehubungan
memberikan tercermin dari nilai-nilai dengan interaksi manajer
waktunya kepada dan tujuan-tujuan dengan para
para bawahan masyarakat dimana bawahannya. Telah
mereka untuk organisasi tersebut banyak kajian yang
mengembangkan berada. Saat ini dengan dilakukan yang
hubungan yang lebih banyaknya perusahaan membahas tentang
81 baik. multinasional atau hubungan antara manajer
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

(pimpinan) dengan para Leblanc (1994) bahwa


bawahan yang berbeda seorang manajer dalam
dari suatu negara ke penugasan luar negeri
negara yang lain yang pada awalnya harus
menjadi sumber dari menganggap bahwa
berbagai perbedaan dari mereka seolah buta
perilaku kepemimpinan dan tuli terhadap
diberbagai negara (Bass, kenyataan yang dialami
1990; Haire et al. 1966; disekeliling mereka, dan
Webber, 1969). Adler (1986)
Akibat dari menyatakan bahwa
perbedaan budaya manajer yang efektif
diantara berbagai negara, harus menerima
maka sering terjadi keberadaan dari
kesalahan dalam perbedaan budaya
mengartikan atau sampai penyesuaian
mempersepsikan sikap mampu dilakukan.Untuk
dan perilaku orang yang mengantisipasi dan
berasal dari budaya menanggulangi
lain. Permasalahan berbagai
utama akan muncul
sehubungan dengan
asumsi bahwa apa yang
dianggap benar dalam
budaya sendiri juga
dianggap benar dalam
budaya lain (Phatak,
1983).
Selain itu orang selalu
mengasumsikan bahwa
orang lain memiliki lebih
banyak kesamaan dengan
mereka dari pada yang
sebenarnya, yang sering
disebut projected
similarity (Adler,
1986). Berbagai
kesalahan persepsi
tersebut dapat
menyebabkan konflik
interpersonal dan
perilaku keorganisasian
yang tidak cocok (Ting-
Toomey, 1985). Oleh
karena itu para manajer
seharusnya tidak
membawa seluruh pola
pikir mereka kedalam
situasi tertentu,
sebaliknya lebih baik
mereka mencoba
masukan-masukan baru
kedalam pola pikir
budaya secara
keseluruhan (Casmir,
1985). Hal yang sama
juga dinyatakan oleh
82
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

83
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

tantangan tersebut keputusan yang memiliki kepatuhan Para manajer


berbagai konsep, teori menyimpang. yang rendah Amerika melihat
dan kajian studi telah Sebahagian budaya terhadap perusahaan kurangnya
dilakukan yang akan menginginkan manajer- dan dalam partner kemegahan dari
dibahas dalam seksi manajer mereka untuk kerja. kantor perusahaan
berikut ini. bertindak secara tegas, Para manajer sebagai simbol status
budaya lainnya Amerika yang hilang, seperti:
2.3. Antisipasi menginginkan para menjumpai kantor pribadi, lokasi
Kepemimpinan manajer untuk bertindak kesulitan dengan parkir tersendiri,
Lintas Budaya. sebagai penyelesai ketiadaan dari ruang pertemuan
Beberapa masalah yang hukuman bagi bagi manajemen dan
peneliti menyatakan partisipatif. pelanggaran terhadap sebagainya.
bahwa teori- teori Kebanyakan perintah yang Para manajer
manajemen Amerika pengetahuan tentang dianggap ideal. Amerika tidak
telah mengaplikasikan masalah- masalah dalam menjalani seluruh
secara luas penugasan kepemimpinan silang karirnya pada satu
manajer keluar negeri, budaya berawal dari perusahaan saja,
misalnya penugasan di situasi di mana manajer- sebaliknya para
Republik Rakyat Cina manajer internasional manajer Jepang
dan di Yogoslavia. yang ditugaskan ke berharap untuk dapat
Bagaimanapun sebagian Amerika. Graen dan bekerja sampai
besar manajer percaya Wakabayashi (1994) pensiun pada satu
bahwa mereka harus meneliti perusahaan- perusahaan saja.
melakukan adaptasi perusahaan yang
terhadap gaya memiliki pabrik di Meskipun
kepemimpinan mereka Amerika dan Jepang, diantara berbagai negara
terhadap budaya yang seperti: Toyota. Cabang telah dilakukan
dianut para karyawan yang berlokasi di penyesuaian dengan baik
setempat. Oleh Amerika diorganisasikan secara budaya terhadap
karenanya, mereka dengan menggunakan mnajemen partisipatif,
percaya bahwa metode atau cara namun demikian
kepemimpinan Jepang dengan organisasi secara
tergantung terhadap sebahagian besar menyeluruh harus
situasi budaya dimana karyawannya adalah menyesuaikan bentuk
mereka berada. Hampir orang Amerika, sangat dari partisipasi tersebut
dua dekade selanjutnya, memerlukan kemampuan terhadap budaya lokal
Hofstede menyimpulkan kepemimpinan lintas atau budaya setempat.
bahwa pendekatan- budaya untuk dapat Oleh karenanya saat ini
pendekatan manajemen sukses. Kepemimpinan bagi para manajer global
partisipatif, tremasuk tersebut menghadapi harus dapat secara
Teori X dan Y, sistem 4 masalah yang khusus fleksibel untuk
dan manajerial grid, akibat dari adanya mengubah pendekatan
yang didukung perbedaan budaya antara mereka jika mereka
sepenuhnya oleh teori- kedua negara. Beberapa diberi penugasan di luar
teori dan manajer- masalah yang muncul, negeri dan bekerja
manajer Amerika tidak antara lain: dengan orang- orang
sesuai untuk seluruh Perbedaan bahasa yang berasal dari
budaya. Para karyawan yang menyebabkan berbagai budaya asing
dengan budaya yang komunikasi dan yang berbeda.
menjunjung tinggi kerjasam yang Sehubungan
kekuasaan rumit di berbagai dengan kondisi tersebut,
mengharapkan manajer tingkatan manajerial. saat ini bagi perusahaan-
untuk memimpin dan Para manajer dan perusahaan yang
mengarahkan mereka, pekerja Jepang bergerak secara
dan mereka menjadi menganggap bahwa internasional
tidak nyaman dengan manajer- memerlukan orang-orang
delegasi
84 terhadap manajer Amerika yang memiliki cross-
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

cultural competence baru dan asing yang


dan cultural harus memerlukan
sensitivity, sehingga penyesuaian atau
berbagai perusahaan adaptasi dalam waktu
telah menerapkan yang relatif singkat guna
berbagai persyaratan menghadapi berbagai
tambahan dalam pekerjaan yang harus
recruitmen calon-calon segera dilaksanakan.
karyawan mereka. Culture shock dapat
Melalui hal tersebut menyebabkan
diharapkan bahwa para
karyawan mereka
memiliki daya adaptasi
yang tinggi dan memiliki
kemampuan
kepemimpinan silang
budaya yang handal
(cross-cultural
leadership competence).
Adapun berbagai
persyaratan tambahan
tersebut menurut Ratiu
dalam Weinshall (1993),
antara lain:
Mampu beradaptasi
Fleksibel, mudah
mengubah segala
sesuatunya jika hal
tersebut memang
dikehendaki oleh
lingkungan setempat.
Memiliki sifat
keterbukaan yang
tinggi (open
minded)
Memiliki banyak
teman atau relai
dari berbagai
kewarganegaraan
yang berbeda.
Menguasai
berbagai bahasa
yang secara
internasional sering
dipergunakan dalam
operasi bisnis
internasional.

Sehubungan
dengan perbedaan
budaya tersebut, manajer
yang ditugaskan ke luar
negeri, sering mengalami
apa yang disebut dengan
Culture shock , yaitu
suatu keadaan
lingkungan
85 yang serba
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

86
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

perasaan ketiadaan mulai mengalami tersebut, maka untuk 1. Manajer memerlukan


bantuan, kebingungan perbedaan-perbedaan mencapai sukses sebagai keterbukaan untuk
dan frustrasi serta budaya manajer-manajer mengenal berbagai
keterasingan. Jika Adjusment, yaitu internasional/global perbedaan budaya
dihubungkan dengan mulai melakukan manajer sangat dengan beranggapan
kondisi kepemimpinan, berbagai adaptasi diperlukan kemampuan bahwa kita tidak
maka seorang manajer terhadap situasi dan kepemimpinan dalam sama atau berbeda.
yang mengalaminya budaya setempat budaya silang (cross- 2. Selanjutnya pada
akan merasa bahwa Re-entry, kembali cultural leadership gilirannya hal
orang-orang disekeliling ke negara asal competencies). Sesuai tersebut akan
mereka tidak bersahabat yang besar dengan pendapat Black memberikan
dan sulit untuk diajak kemungkinan akan dan kawan-kawan, kemudahan bagi
bekerjasama, padahal menimbulkan cultue kompetensi budaya yang manajer untuk
seorang manajer sangat shock kembali. Yang diperlukan oleh para mengembangkan
memerlukan dukungan sering menjadi manajer dibentuk dalam kehati-hatian untuk
dari para bawahannya masalah adalah empat tingkatan yang memudahkannya
untuk berhasil. Hal setelah mereka saling berhubungan. dalam mengenal
yang sama juga akan kembali tidak kunci perbedaan
terjadi terhadap para mendapatkan posisi antara diri sendiri
bawahan yang berasal yang sebanding dengan orang lain.
dari negara setempat, dengan harapan Hal tersebut
mereka juga merasa sulit mereka. Banyak memerlukan
untuk memenuhi diantara mereka pengetahuan budaya
harapan- harapan yang memilih tertentu secara
manajer asing tersebut keluar dari mendasar
sehingga mereka merasa perusahaan dan tetap 3. Pengetahuan budaya
frustrasi dan tinggal di negara tersebut dapat
menimbulkan sikap dan asing tersebut, oleh digunakan untuk
perilaku serta reaksi karena itu program kemampuan
yang tidak nyaman, yang mengubah serta
pemulangan kembali
pada akhirnya dapat beradaptasi dalam
ini haruslah
budaya silang,
menimbulkan konflik di direncanakan dengan termasuk perilaku
antara mereka. tepat. yang
Secara umum memaksimumkan
culture shock disebabkan Para manajer keefektifan budaya
oleh karena tidak adanya yang ditugaskan ke luar silang yang ada.
program orientasi negeri dan para 4. Dalam
psikologis dari karyawan lokal/setempat kepemimpinan lintas
perusahaan yang merupakan pihak pihak budaya berarti bahwa
bersangkutan, dalam hal yang pertama sekali seorang manajer
ini kantor pusat mengalami interaksi harus mampu
bertanggung jawab untuk silang budaya dan untuk
mengusahakan agar para pengaruh perbedaan menyesuaikan gaya
manajer yang budaya yang kepemimpinannya
ditugaskan ke luar ditimbulkannya. Tanpa sesuai dengan situasi
negeri tidak merasa pengalaman tinggal di yang diinginkan.
terisolir. L.R. Kohls luar negeri dalam waktu
(1984) menulis adanya yang lama dan berbaur Bagi para
siklus dari culture shock, manajer yang menjalani
dengan masyarakat
yaitu: penugasan luar negeri
dinegara yang ketika mengalami
Initial euphoria, bersangkutan, maka akan perbedaan silang budaya
yaitu perasaan sangat sulit untuk akan melakukan proses
senang karena akan mengenali komponen- penyesuaian melalui
ditugaskan ke luar komponen dari budaya tiga model dasar
negeri. setempat dalam perilaku penyesuaian yang
Irritation and seseorang (Hofstede, berbeda (Aycan, 1997;
87 Hostility, yaitu 1984). Berdasarkan hal Berry et al., 1988; De
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

Leon and Selmer, 1989), seseorang akan Hampir disegala


yaitu: ditugaskan ke luar bidang dan disetiap
1. Reaction Mode, negeri, misalnya: tempat, kita harus
dimana manajer berdiskusi dengan belajar menunggu
lebih berupaya untuk seorang yang lebih dengan sabar.
mengubah berpengalaman Banyak
lingkungan dari tentang situasi luar
pada perilaku negeri yang
m akan dikunjungi, di
e samping dilengkapi
r dengan membaca
e secara intensif
k tentang etiket bisnis
a dan sosial, sejarah
dan cerita rakyat,
s kejadian terbaru
e (termasuk
n hubungan yang
d ada diantara kedua
i negara), nilai-nilai
r budaya, geographi,
i sumber- sumber
. kebanggaan (artis,
2. Integration Mode, musisi,
dimana manajer olahragawan),
mengubah perilaku agama, struktur
mereka untuk politik dan hal-hal
mengurangi praktis seperti, mata
konflik dengan uang dan jam kerja,
lingkungan kebiasaan dalam
mereka. Dalam cara-
literatur c
psikologi disebut a
juga problem- r
focused coping a
strategy . b
3. Withdrawal Mode, e
dimana manajer r
mencoba untuk b
menghindari situasi i
konflik. Dalam s
literatur n
disebut juga i
symptom- s
focused d
strategy. a
n
Lisa Hoecklin s
(1997), dalam e
managing culture b
differences menyatakan a
terdapat enam nasehat g
berharga untuk a
melakukan bisnis lintas i
budaya, yaitu: n
1. Melakukan y
Persiapan a
Berbagai persiapan .
sangat perlu 2. Perlahan-lahan
dilakukan jika (Jangan Terburu-buru)
88
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

89
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

budaya diberbagai adalah penting. Para berasal dari Sebaliknya mengabaikan


negara yang manajer yang keinginan budaya atau menangani secara
menganggap bahwa bepergian adalah dalam untuk tidak benar perbedaan-
sifat terburu-buru seorang tamu di menuju kehidupan perbedaan budaya dapat
merupakan sifat negara itu yang bersih dan mengakibatkan berbagai
yang tidak dan harus terkendali. masalah, seperti:
bersahabat, arogan menghormati hilangnya penjualan,
dan tidak dapat aturan-aturan tuan Pengetahuan karywan-karyawan yang
dipercaya. rumah. tentang budaya-budaya kompeten meninggalkan
3. Bangkitkan Seperti dinyatakan lain dan bagaimana perusahaan, dan
Kepercayaan oleh seorang pejabat mereka mempengaruhi rendahnya semangat
Hubungan dan Arab Saudi dalam cara orang-orang bisnis kerja menyebabkan
kepercayaan pribadi salah satu film bisa menunjukkan produktivitas yang
yang dikembangkan Going Internsional, kepada para pelaku rendah. Namun apabila
dengan seksama orang Amerika di bisnis yang bekerja perbedaan-perbedaan ini
dan tulus negara-negara asing dalam budaya yang dikombinasikan dengan
sepanjang waktu memiliki berbeda dari budaya berhasil, ia dapat
lebih penting dari kecenderungan mereka sendiri, bahwa menghasilkan praktek-
pada kualitas untuk solusi-solusi mereka praktek bisnis yang
produk, harga dan memperlakukan tidak selalu baik untuk inovatif dan unggul bagi
kontrak-kontrak penduduk asli suatu tugas yang mereka yang dapat
bisnis. Para manajer sebagai orang asing diberikan. Memahami dihasilkan sendiri oleh
harus menjadi sosok dan mereka lupa hal ini merupakan budaya manapun.
yang penuh simpati, bahwa sebenarnya langkah pertama dalam
yang sangat mereka sendirilah mempelajari bagaimana
bermanfaat dalam orang asing itu. menggunakan perbedaan K
bisnis, dan dapat 6. Memahami Unsur- budaya untuk E
diandalkan dalam Unsur Budaya memperoleh S
jangka panjang. Wilayah adalah keuntungan strategis. I
4. Memahami semacam gunung es M
Pentingnya Bahasa budaya dengan dua P
Bahasa adalah alat unsur, yaitu U
komunikasi yang budaya permukaan L
sangat penting. (seperti: mode, A
Naskah iklan harus gaya, makanan dan N
diterjemahkan oleh sebagainya)
seorang profesional dan budaya dalam Kemampuan
yang berbicara (seperti: sikap, kepemimpinan lintas
dalam kedua bahasa keyakinan/kepercay budaya (cross-cultural
yang fasih, dengan aan, nilai dan competence) bagi para
suatu kosakata yang ebagainya). Kurang manajer (pimpinan)
sensitif terhadap dari 15 persen bisnis yang beroperasi
nuansa dan budaya suatu secara internasional telah
konotasi, serta wilayah dapat menjadi suatu keharusan
berbakat memahami dilihat, dan orang yang tidak dapat ditawar-
ungkapan dan citra yang asing terhadap tawar lagi dalam era
tiap-tiap budaya tersebut globalisasi yang
b harus melihat dampaknya semakin luas
u kebawah melanda seluruh aspek
d permukaan. kehidupan masyarakat.
a Misalnya, kebiasaan Sehubungan dengan hal
y orang Inggris yang tersebut komitmen
a secara otomatis antri organisasi untuk
. di trotoar ketika mempersiapkan para
5. Menghormati menunggu bus. manajer yang diberi
Budaya Ciri budaya penugasan luar negeri
Sikap dan perilaku permukaan ini menjadi semakin
90
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

penting, di samping MA.


komitmen secara Aycan, Z. 1997,
individual juga sangat Acuulturation of
dibutuhkan demi Expatriate
keberhasilan bagi pribadi Managers: A
manajer dan organisasi Process Model
yang bersangkutan. of Adjusment
Pada akhirnya and
muara keberhasilan Performance, in
tersebut akan sangat Aycan, Z. (Ed),
tergantung kepada daya New Approach
adaptasi dari individual to
manajer terhadap budaya Employment
lokal/setempat yang Management.
tercermin dari keserasian Expatriate
dan keharmonisan Management:
interaksi antara manajer Theory and
asing dengan karyawan Research, JAI
lokal/domestik untuk Press, London.
mewujudkan baik tujuan Ball, Donald A. et al.,
pribadi 2004,
manajer maupun International
organisasi secara Business, The
keseluruhan. Challenge of
Global
Competition,
D Ninth Edition,
A McGraw-Hill
F Companies, Inc,
T New York.
A
R

P
U
S
T
A
K
A

Adler, N.J. 1983, A


Typology of
Management
Studies
Involving
Culture, juornal
of International
Business Studies,
Vol.14 No.2,
pp.29-47.
Adler, N.J. 1986,
International
Dimensions of
Organizational
Behaviour,
91 Kent, Boston,
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

92
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

Bass, B.M. 1990, Bass lica Leblanc, B. 1994, Process, Sage


& Stogdills Handbook tion European Publications,
of s, Competencies- Newbury Park,
Leadership, The Ne Some Guidelines CA.
Free Press, New York, wb
for Trompenaars, F., 1994,
NY. Black, J.S., ury
Companies, Riding the Waves of
Mendenhall, M.E. and Par
k, Journal of Culture.
Oddou, G. 1991,
CA. Management Understanding
Toward a
Comprehensive Czinkota, Ronkainen and Development, Cultural
Model of Moffet. 1994, Vol.13, No.2, Diversity in
International International pp. Business, The
Adjusment: An Business, 72-80. Economist
Integration of Third Lisa Hoeclin., Books, London.
Multiple Edition, The Managing Weber, R. 1969,
Theoretical Dryden Press. Convergence or
Culture
Perpectives, De Loen, C. and Divergence?,
Selmer, J. 1989, Differences,
Academy of Columbia
Changing the www.latinsynerg
Managemen Journal of
t Review, Guard: y.org/strategicjoi
Expatriate CEO nventure.ht Business, Vol 4
Vol.16,
Succssion in m#Chile No.3, pp
pp.291-317.
Berry, J.W., Kim, U. and Foreign (December 27, 75-83.
Boski, P. 1988, Subsidiaries, 2000); How to Weinshall. 1993,
Psycological Report from Negotiate Societal Culture
Acuulturation of Department of European Style, and
Immigrants, in Business Management,
Journal of
Kim, Y.Y. and Administration New York:
6, University of European
Gudykunst, Walter de
Stockholm, Business, July-
W.B. (Eds), Gruyter.
Cross-cultural Stockholm. August 1993,
Haire, M., Ghisell,E. p.46: and U.S. Yuki, G.A. 1994,
Adaptation:
and Porter, L.W. Department of Leadership in
Current
Approaches, 1966, Commerce, Organization,
Sage Managerial Business Prentice-Hall,
Pub Thinking: An America, June Englewood
lica International 25, 1984, p.7. Cliffs, NJ.
tion Study, Wiley,
Phatak, A.V. 1983,
s, New York, NY.
Hofstede, G. 1984, International
Ne
Cultures Dimensions of
wb
ury Consequences: Management,
Par International Kent Pulblishing
k, Differences in Company,
CA. Woek-related Boston, MA.
Casmir, F.L. 1985, Values, Sage Ting-Toomey, S. 1985,
Stereotypes and Publication, Beverly Toward a
Schemata, in Hills. Kauppinen, M. Theory of
Gudykusnst, 1994, Antecedents of
Conflic and
W.B., Steward, Expatriate
Adjusment- A Culture, in
L.P. and Ting-
study of Finnish Gudykunst,
Toomey, S
Managers in The W.B. Steward,
(Eds),
Communication, United States, L.P. and
Culture, Helsingin Ting-Toomey,
and Kauppakorkeakk S (Eds),
Organizational oulun Julkaisuja, Communication,
Process, B-140, Culture, and
Sage Helsingki. Organizational
93 Pub
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP BRAND IMAGE PADA
UNIT RAWAT JALAN POLIKLINIK PENYAKIT DALAM
RSU DR. PIRNGADI DI MEDAN
1 2
Nisrul Irawati dan Rina Primadha
1
Staf Pengajar FE USU
2
Alumni Departemen Manajemen FE USU

Abstract

RSU Dr. Pirngadi is one of the public hospital owned by local government in Medan. This hospital have
been developed with many changes which one of the development is build a new physical building. This
showed that the service quality given to the patient has been improved. In turn, this improvement will increase
the communitys perception that will create brand image of this hospital.
The objective of this research is to analyze the effect of the hospitals service quality to the brand image
of the hospital. The hospitals service quality consists of Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy and
Tangible.
The research method used descriptive analyze and multiple regression analyze methods. The result of
this research showed that service quality had positive and significant effect to the brand image of Dr. Pirngadi
Medan Hospital. Out of the five variables used in this research that tangible variable is the dominant variable
among others variables. Based on determinant identification showed that R square is 53.6% that means brand
image of Dr. Pirngadi Hospital effected by service quality variables by 53.6% and the rest 46.4 effected by other
variables that not been used in this research.

Keywords: reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangible, brand image

78
Prihatin Lumbanraja Tantangan bagi Kepemimpinan

L perusahaan yang masing-masing. menjadi badan layanan


A bergerak dalam bidang Konsumen akan sangat umum milik negara
T jasa mencoba teliti menyeleksi dan dalam bentuk perusahaan
A untuk memperlihatkan sangat memperhitungkan jawatan (perjan) pada
R Image-nya, karena jenis pelayanan yang tahun 2000
dengan Image yang diberikan rumah sakit (www.pikiran-
B bagus maka memberi tersebut, sehingga hal ini rakyat.com). Bentuk
nilai tambah bagi merupakan sebuah status hukum rumah
E
perusahaan dan juga tantangan dalam
L sakit pemerintah
membuat para konsumen perkembangan industri
A senang dan betah bila jasa rumah sakit.
K kondisi tempat Konsumen
A perusahaan itu benar mengharapkan untuk
N memb memperoleh
G erikan pelayanan/service yang
suasa maksimal dari para
Industri jasa na penyedia jasa dengan
(service industry) saat ini yang menyediakan service
berkembang dengan nyam yang memuaskan
sangat cepat. Persaingan an. harapan mereka atau
yang terjadi saat ini Rumah sakit bahkan melebihi harapan
sangat kompetitif dalam dalam menawarkan jasa mereka. Oleh karena itu,
bidang industri ini. harus berupaya manajemen dari industri
Pelayanan yang memberikan pelayanan jasa perlu untuk selalu
diberikan antara satu terbaik kepada para meningkatkan kualitas
penyedia jasa (service pasiennya dan memiliki pelayanan kepada
provider) dengan perbedaan serta konsumen.
pemberi jasa lainnya karakteristik Rumah sakit
sangat bervariatif yang merupakan pelayanan
sesuai dengan kebutuhan publik yang harus terus-
dan keinginan menerus ditingkatkan
konsumennya. Salah satu pelayanannya sampai
industri jasa yang
menuju pelayanan
berkembang dengan
prima, yaitu pelayanan
sangat cepat di Indonesia
adalah industri jasa yang customer
rumah sakit, baik rumah oriented atau customer
sakit milik pemerintah focus. Di
maupun milik swasata Indonesia, sebagian
bahkan milik asing besar rumah sakit
(Arafah, 2004:56). dimiliki dan
Industri jasa diselenggarakan oleh
rumah sakit sebagai pemerintah, dan sebagian
salah satu jasa dalam besar rumah sakit
dunia pemasaran pemerintah dimiliki oleh
dituntut memberikan pemerintah daerah,
kualitas optimal atas sehingga di dalam
kinerja yang diberikan penyelenggaraannya
kepada sangat erat
konsumen karena ketergantungannya
konsumen akan dengan sistem kesehatan
memberikan penilaian pemerintah daerah. Di
subjektif atau dalam perjalanannya,
membentuk persepsi
pemerintah melakukan
langsung
perubahan bentuk
terhadap brand image
perusahaan atau status hukum rumah
penyedia jasa yang sakit pemerintah dari
bersangkutan. Menurut Unit Pelaksana Teknis
Lupiyoadi (2001:11), Departemen kesehatan
79
Nisrul Irawati dan Rina Primadha Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Brand Image

80
Nisrul Irawati dan Rina Primadha Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Brand Image

kemudian berkembang kembali setelah Menteri kualitas pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit
Kesehatan RI mengatakan, ...hendaknya Pemerintah Dr. Pirngadi Medan berpengaruh terhadap
kelembagaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) brand image Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi
menjadi Corporate... yang dinilai bahwa hal ini Medan?
merupakan peluang yang sangat baik untuk
memperbaiki citra RSUD yang buruk dihadapan
pelanggannya (www.clgi.co.id). KERANGKA KONSEPTUAL
Medan merupakan kota yang menuju kota
metropolitan dengan perkembangan yang pesat dalam Dalam literatur pemasaran jasa, pendekatan
segala aspek pada saat ini. Perkembangan tersebut kualitas jasa pertama kali diperkenalkan oleh
berupa bertambah luasnya areal kota, jumlah Gronroos lewat konsep service quality dan model
penduduk, pembangunan baik berupa rumah sakit, kualitas jasa total. Pendekatan ini didasarkan pada
pusat perbelanjaan, pusat pendidikan dokter, perawat, riset mengenai perilaku konsumen dan pengaruh
bidan dan lain-lain. Khusus rumah sakit ini, di kota ekspektasi menyangkut kinerja barang terhadap
Medan sudah ada sekitar 48 rumah sakit dan 15 rumah evaluasi purna konsumsi. Pendekatan ini masih
sakit khusus, baik yang dikelola oleh pemerintah, memainkan peranan penting dalam memberikan
militer, kepolisian dan badan swasta. fondasi bagi sebagian riset kualitas jasa dan
(www.waspada.co.id). perkembangan teori pemasaran jasa. (Lupiyoadi,
Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan 2001:273)
merupakan salah satu rumah sakit di Medan yang Menurut Tjiptono (2005:273), dalam
kepemilikannya dipegang oleh pemerintah kota pengukuran kualitas jasa terdapat lima dimensi utama
Medan yang juga mengalami perubahan bentuk status yakni sebagai berikut (sesuai urutan derajat
hukum menuju kelembagaan korporatisasi. Rumah kepentingan relatifnya) faktor reliabilitas (Reliability),
sakit ini didirikan pada tanggal 11 Agustus 1928 dan daya tanggap (Responsiveness), jaminan (Assurance),
di dalam perkembangannya, rumah sakit ini telah empati (Empathy) dan bukti fisik (Tangibles).
banyak mengalami perubahan yang salah satunya Menurut Arafah (2004:57), didalam mencapai
adalah dari pengembangan dan pendirian bangunan tujuan yang berorientasi pada kepuasan konsumen,
(bukti fisik rumah sakit) seiring dengan perubahan kinerja perusahaan akan menentukan persepsi
bentuk status hukum tersebut untuk memulihkan serta konsumen terhadap pelayanan yang diberikan.
memperkuat image yang telah ada. Selain itu, rumah Persepsi terhadap kualitas yang diberikan akan
sakit ini juga telah melakukan regenerasi tenaga berlanjut pada proses terbentuknya image pada
kesehatan agar rumah sakit pemerintah dapat perusahaan.
megoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Berdasarkan latar belakang dan perumusan
(www.kompas.com) masalah maka kerangka konseptual penelitian dapat
Pengembangan bukti fisik RSU Dr. Pirngadi digambarkan sebagai berikut:
yang paling terbaru adalah pendirian gedung baru
dengan fasilitas-fasilitasnya yang dimulai pada
tanggal 24 Oktober 2003 (www.exaktabpn.com). Kualitas Pelayanan :
Perubahan dan pengembangan yang dilakukan oleh
1. Reliabilitas (Reliability)
Pemerintah Kota Medan atas RSU Dr. Pirngadi
tersebut menandakan bahwa adanya peningkatan 2. Daya Tanggap (Responsiveness)
dalam kualitas jasa yang diberikan kepada konsumen Brand Image
3. Jaminan (Assurance)
dan untuk selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan
4. Empati (Empathy)
persepsi masyarakat akan pelayanan yang diberikan.
Persepsi tersebut selanjutnya akan membentuk brand 5. Bukti Fisik (Tangibles)
image rumah sakit. Dengan brand Image rumah sakit
Sumber: Tjiptono (2005:273) dan Arafah (2004:57)
yang positif dalam persepsi konsumen maka akan
membantu kegiatan pemasaran rumah sakit. Gambar: Kerangka Konseptual

PERUMUSAN MASALAH
HIPOTESIS
Berdasarkan latar belakang masalah seperti
yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan Berdasarkan perumusan masalah, maka dapat
masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini adalah:

81
Kualitas pelayanan yang Rumah Sakit Umum di masa yang akan operasional dari
terdiri dari faktor Dr. Pirngadi Medan. datang, khususnya masing-masing variabel
reliabilitas (Reliability), penelitian yang tersebut, antara lain:
daya tanggap 2 berkaitan dengan a
(Responsiveness), . kualitas pelayanan .
jaminan (Assurance), Rumah Sakit.
empati (Empathy) dan M R
bukti fisik (Tangibles) a e
mempunyai pengaruh n ME l
yang positif dan f TO i
signifikan terhadap a DO a
brand image Rumah a LO b
Sakit Umum Dr. t GI i
Pirngadi Medan. PE l
P NE i
e LIT t
TUJUAN DAN n IAN a
MANFAAT e s
PENELITIAN l 1. Batasan dan
i Identifikasi Variabel (
1 t Penelitian R
. i Batasan e
a operasional dalam l
T n penelitian ini adalah: i
u Adapun manfaat a
a. Variabel bebas (X)
j yang diharapkan dari b
terdiri dari variabel
u penelitian ini adalah i
Reliability (X1),
a sebagai berikut: l
n Responsiveness(X2),
a. Bagi pengelola i
Assurance(X3),
Rumah Sakit, hasil t
P Emphaty(X4), dan y
penelitian ini Tangibles(X5).
e )
diharapkan dapat b. Variabel terikat (Y)
n Adalah kemampuan
menjadi sumbangan yaitu Brand Image
e untuk
l pemikiran untuk Rumah
bahan pertimbangan melaksanakan jasa
i S
dan evaluasi yang dijanjikan
t a
tambahan dalam dengan tepat waktu.
i k
memahami faktor- b.
a i
Daya
n faktor dari kualitas t
tangga
Sesuai dengan pelayanan yang .
p
pokok permasalahan diberikan oleh pihak
(Resp
yang telah diuraikan, Rumah Sakit dalam 2. onsive
maka tujuan penelitian proses menciptakan Defini ness)
ini adalah untuk brand image yang si
Merupakan kemauan
mengetahui pengaruh positif dalam Oper
untuk membantu
kualitas pelayanan persepsi konsumen asion
pelanggan dan
(pasien). al
rumah sakit yang terdiri memberikan jasa
b. Bagi peneliti lain, Varia
dari faktor reliabilitas dengan cepat.
sebagai bahan referensi bel
(Reliability), daya c
yang Untuk
tanggap .
dapat menjadi bahan menjelaskan variabel-
(Responsiveness),
penelitian lanjutan variabel yang sudah
jaminan (Assurance), J
atau sebagai bahan diidentifikasi, maka
empati (Empathy) dan a
perbandingan dalam diperlukan definisi
bukti fisik (Tangibles) m
terhadap brand image melakukan penelitian i
n i r e
a s i r
n i a i
k b
( e s
A ( l k
s T Pada proses o
s a pengolahan data, untuk r
u n menghitung masing-
r g masing variabel 4
a i digunakan skala Likert. N
n b Skala Likert digunakan e
c l untuk mengukur sikap, t
e e r
pendapat, dan persepsi
) s a
seseorang atau
Yaitu pengetahuan ) l
sekelompok orang
dan kesopanan Menunjuk pada
tentang fenomena sosial.
karyawan dan fasilitas fisik, (
Dengan skala Likert,
kemampuan mereka peralatan, personil, N
maka variabel yang akan
untuk menimbulkan dan media )
diukur dijabarkan
kepercayaan dan komunikasi.
menjadi indikator
keyakinan. f d
variabel. (Sugiyono,
d . i
2003: 86).
. b
Untuk keperluan
B e
r analisis kuantitatif, maka r
E
a jawaban itu dapat diberi i
m
n skor, antara lain:
p
a d Sa s
t ng k
i I at o
m Se r
( a tuj
E g u 3
m e (S
Ti
Sejumlah S)
p d
di
a keyakinan tentang a
be
t merek oleh k
ri
h konsumen. S
sk
y et
or
) 3 uj
5
Menunjuk pada . u
S
syarat untuk (
e
peduli, memberi P T
t
perhatian pribadi e S
u
kepada pelanggan. n )
j
e g di
u
. u b
k er
( i
B u S
u r s
) k
k a
t n or
d 2
i
i Sangat
V b
f a Tidak
Setuju l
(STS)
diberi skor a
1 .

4. P
Temp o
at dan p
Wakt u
u
l
Peneli
a
tian
s
Penelitian
i
dilakukan di
Rumah Sakit Populasi dalam
Umum penelitian ini
adalah seluruh
Dr. Pirngadi Medan Jl.
Prof. H. M. Yamin SH pasien rawat jalan
No. 47 poliklinik penyakit
Medan. Waktu penelitian dalam Rumah Sakit
mulai Oktober 2006 Umum Dr. Pirngadi
sampai Medan selama waktu
A penelitian. Populasi ini
p termasuk jenis populasi
r tidak terbatas karena
i konsumen (pasien) yang
l datang jumlahnya
berbeda setiap hari.
2 Populasi tidak terbatas
0
0
7
.

5
.

P
o
p
u
l
a
s
i

d
a
n

S
a
m
p
e
adalah suatu populasi purposive dan berkomunikasi dengan sudah dapat mewakili
yang mengalami proses sampling kuota. Metode baik. Peneliti hasil penelitian karena
secara terus menerus sampling purposive menetapkan telah memenuhi syarat
sehingga ukuran N adalah teknik penentuan kuota sampel sebanyak sebagai sampel besar.
(jumlah populasi) sampel dengan 60 orang. Jumlah ini Sampel besar adalah
menjadi tidak terbatas pertimbangan tertentu dianggap sampel yang
perubahan nilainya. dan sampling kuota yaitu berukuran 30 atau
(Suharyadi dan teknik pengambilan lebih (Suharyadi dan
sampel dimana peneliti Purwanto, 2004:399).
Purwanto, 2004:323).
menentukan sampel dari
populasi yang 6
Tabel 1. Jumlah
Kunjungan Pasien mempunyai ciri-ciri .
Rawat Jalan tertentu sampai jumlah
Poliklinik Penyakit
Bulan (kuota)
Pasien Umum yang J
Dalam
Januari Rumah dikehendaki
199 (Sugiyono, e
Sakit
Februari
Umum Dr. 2004: 245 n
Pirngadi Medan 7 i
Maret
Tahun 2006 237
7 s
April 226
-
Mei 361
7 D
Juni 8 187 a
Juli ) 199 t
Agustus . 181 a
September Dalam
172 Dalam penelitian
Oktober menentukan157 responden yang dilakukan,
Nopember
yang akan 241
dijadikan digunakan dua jenis data
sampel, digunakan untuk membantu
Desember 139
metode sampling memecahkan masalah,
Jumlah 2.544
aksidental. Sampling y
Rata-Rata Per Bulan Aksidental212adalah teknik a
Rata-Rata Per Hari penentuan 7 sampel i
berdasarkan kebetulan, t
yaitu siapa saja yang u
kebetulan bertemu :
dengan peneliti dapat 1
digunakan sebagai .
Sumber: sampel bila dipandang
Rumah Sakit orang yang kebetulan D
Dr. Pirngadi ditemui itu cocok a
Medan (2007).
sebagai sumber data t
(Sugiyono, 2004:77). a
b
Pada penelitian
.
ini kriteria yang P
ditetapkan untuk sampel r
S adalah pasien rawat jalan i
a
poliklinik penyakit m
m
dalam kelas umum e
p
(Non-Askes dan Non- r
e
Kartu Sehat) yang telah Yaitu data yang
l
menggunakan jasa diperoleh secara
Teknik
pelayanan Rumah Sakit langsung dari
pengambilan sampel
Umum Dr. Pirngadi responden yang
menggunakan teknik
Medan minimal dua kali terpilih pada lokasi
non probability
kunjungan, berusia 17- penelitian. Data
sampling dengan primer diperoleh
60 tahun, sadar dan
menggabungkan dengan memberikan
dapat
metode sampling
kuesioner dan sam 1.
melakukan W pel M
wawancara. a atau et
2 w resp od
. a ond e
n en A
D c pen na
a eliti lis
a
r an. is
t
a D
a Peneliti melakukan es
8
wawancara . kr
S langsung dengan ip
e pihak pihak yang tif
M
k bersangkutan, yaitu Metode analisis
e
u dengan staf bagian deskriptif
t
n penelitian dan merupakan cara
o
d pengembangan merumuskan dan
d
e Rumah Sakit menafsirkan data
e
r Umum Dr. yang ada sehingga
Yaitu data yang Pirngadi Medan, memberikan
perawat, A gambaran yang jelas
diperoleh melalui
k n mengenai Brand
studi dokumentasi
a a Image Rumah Sakit
dan literatur dengan
r l Pemerintah Dr.
mempelajari
y i Pirngadi Medan
berbagai tulisan
a s yang dilihat dari
dari buku-buku,
w i kondisi
jurnal-jurnal, dan kualitas pelayanan
a s
internet yang n yang ada
berkaitan dan , berdasarkan hasil
mendukung D
a jawaban sampel
penelitian ini. d (pasien).
t
a a 2.
7. n Metode
Metode analisis
T Analisis
data yang
e p digunakan dalam Regresi
k a p Berganda
ni s e Untuk mengetahui
k i n seberapa besar
P e e pengaruh dari
e n l variabel bebas
n . i (reliability,
g 2 t responsiveness,
u . i assurance, empathy,
a dan tangibles)
m
K n terhadap variabel
p
u terikat (Brand
ul Image Rumah Sakit)
e i
a s akan
n n
i digunakan metode
D i
o analisis regresi
at n berganda. Agar hasil
a a
e yang diperoleh lebih
Teknik d
r terarah, maka
pengumpulan data a
Yaitu menyebarkan penulis
yang digunakan dalam l
daftar pertanyaan menggunakan
penelitian ini antara lain: a
kepada pasien rawat bantuan program
1 h
jalan yang telah software SPSS
. :
ditetapkan menjadi (Statistic Product
and Service
Solution) versi 12.0
Model Regresi Berganda digunakan untuk terikat (Y). 1

yang digunakan adalah: mendapatkan data H


(mengukur) itu 0
Y = a + b1X1 + valid. Sedangkan
b2X2 + b3X3 + instrumen yang : b
2
b4X4 + b5X5 + e reliabel adalah
instrumen yang bila b
1
Keterangan: digunakan beberapa
Y = Skor kali untuk mengukur
= b
dimensi Brand obyek yang sama,
3
Image Rumah Sakit akan menghasilkan
data yang sama. b
a = Konstanta 2
b1b5 = Koefisien Bila koefisien
Regresi korelasi (r) masing-
= b
X1 = Skor dimensi masing pertanyaan 4
reliabilitas (Reliability) sama dengan atau
b
X2 = Skor lebih (paling kecil 3
dimensi daya 0,3) maka butir
tanggap instrumen = b
( dinyatakan valid. 5
R Dan bila koefisien b
e korelasi (r) positif 4
s dan signifikansi
p maka instrumen = 0
o tersebut sudah Artinya secara
n dinyatakan reliabel. b bersama-sama
s Untuk melakukan 5 terdapat pengaruh
i pengujian validitas yang positif dari
v dan reliabilitas = variabel bebas
e instrumen (X1,X2,X3,X4,X5)
n (kuesioner), peneliti yaitu berupa
0
e menggunakan reliabilitas
Artinya secara
s bantuan program (Reliability), daya
bersama-sama
s software SPSS tidak terdapat
)
(Statistic Product pengaruh yang
X3 = Skor dimensi
and Service positif dari veriabel
jaminan (Assurance)
Solution) versi bebas
X4 = Skor dimensi (X1,X2,X3,X4,X5)
1
empati (Empathy)
2 yaitu berupa
X5 = Skor dimensi reliabilitas
.
bukti fisik (Tangibles) (Reliability), daya
0
e = Standar error tanggap
.
2) Uji Signifikansi (Responsiveness),
Penelitian ini Simultan (Uji-F) jaminan
mempunyai beberapa (Assurance), empati
Uji signifikansi
pengujian, antara lain: (Empathy) dan bukti
simultan (UjiF)
1) Uji Validitas dan fisik (Tangibles)
pada dasarnya
Reliabilitas Kuesioner terhadap Brand
menunjukkan
Untuk mengetahui Image Rumah Sakit
apakah semua
hasil penelitian yang sebagai variabel
variabel bebas (X)
valid dan reliabel, terikat (Y).
yang dimasukkan
maka diperlukan H
dalam model
instrumen yang a
mempunyai
valid dan reliabel.
pengaruh secara
Instrumen yang :
bersama-sama
valid berarti alat
terhadap variabel
ukur yang b
tanggap terdapat pengaruh san variabel bebas
(Responsiveness), yang positif dan : (X1,X2,X3,X4,X5)
jaminan signifikan dari H0 di terima adalah kecil
(Assurance), empati variabel bebas jika t hitung < t terhadap variabel
(Empathy) dan bukti (X1,X2,X3,X4,X5) tabel pada = terikat (Y). Hal ini
fisik (Tangibles) yaitu berupa berupa 5 % H0 di berarti model yang
terhadap Brand reliabilitas tolak jika t digunakan tidak kuat
Image Rumah Sakit (Reliability), daya hitung > t tabel untuk menerangkan
sebagai variabel tanggap pada = 5 % pengaruh variabel
terikat (Y). (Responsiveness), 4) bebas yang diteliti
Kri jaminan K terhadap variabel
teri (Assurance), empati o terikat.
a (Empathy) dan bukti ef
pe fisik (Tangibles) is
ng terhadap Brand ie K
Image Rumah Sakit n
am d
bil sebagai variabel A
terikat (Y). et
an er
ke H J
m
put a in
usa as I
n: : i
H0 di terima ( A
jika F hitung < F b R
2
tabel pada = 5
)
i
Koefisisen N
% H0 di tolak 2
jika F hitung > F determinasi (R )
tabel pada = 5
digunakan untuk
% mengukur seberapa
0 besar kemampuan T
3) Artinya secara
Uji model
parsial terdapat E
Signi pengaruh yang dalam
fikan positif dan menerangkan
si variabel terikat. O
signifikan dari 2
Parsi variabel bebas Jika R
al semakin besar R
(X1,X2,X3,X4,X5)
(Uji- (mendekati satu),
yaitu berupa berupa
t) reliabilitas maka dapat E
Uji signifikansi (Reliability), daya dikatakan bahwa
parsial (Uji-t) tanggap pengaruh variabel T
menunjukkan (Responsiveness), bebas
seberapa besar jaminan (X1,X2,X3,X4,X5) I
pengaruh variabel (Assurance), empati adalah besar
bebas secara (Empathy) dan bukti terhadap variabel S
individual terhadap fisik (Tangibles) terikat (Y). Hal ini
variabel terikat. terhadap Brand berarti model yang
H Image Rumah Sakit digunakan semakin
sebagai variabel kuat
0
untuk P
terikat (Y).
Kri menerangkan
: pengaruh variabel e
teri
a bebas yang diteliti
b terhadap variabel n
pen
i terikat.
ga 2
e
Sebaliknya, Jika R
= mb
semakin kecil
ila
(mendekati nol), l
n
0 maka dapat
kep
Artinya secara dikatakan bahwa i
parsial tidak utu pengaruh
t

u
Arafah (2004),
Analisis
Kualitas
Pelayanan
Rumah Sakit Terhadap
Image (Studi pada
Rumah
Sakit pemerintah X di
Jakarta Selatan).
Penelitian ini mengambil
sampel dengan
menggunakan teknik
convenience random
sampling yang
berjumlah 100
orang. Selain itu Dalam istilah n (Tida
penelitian ini lembaga usaha k
menggunakan metode saat ini termasuk P Berw
analisis statistik rumah sakit membagi e ujud)
deskriptif dan statistik sifat kelembagaan m Jasa tidak dapat
inferensial (metode menjadi lembaga for a dipegang, dilihat,
interval rasio, gap profit dan nonprofit. s didengar,
analysis, regresi Menurut Trisnantoro sebagaimana yang
a
berganda dan korelasi (2005:105) ada tiga jenis dapat terjadi pada
r barang.
berganda). rumah sakit yaitu swasta a
Dari hasil for profit, swasta 2.
n Inseparab
penelitian didapati nonprofit, dan rumah
bahwa kualitas sakit pemerintah yang ility
pelayanan yang terdiri tentunya nonprofit. J (Tidak
dari variabel Indonesia a Terpisahk
Tangibility, menggolongkan rumah s an)
Reliability, sakit menjadi rumah a Barang-barang
Responsiveness, sakit pemerintah Menurut diproduksi, dijual,
Assurance, Empathy, (termasuk rumah sakit Adrian Payne dan kemudian
Accesibility dan militer) dan rumah jasa dikonsumsi.
Affordability mempunyai sakit swasta. Rumah dirumuskan Sebaliknya, jasa
korelasi yang signifikan sakit swasta tidak sebagai aktivitas sering dijual,
terhadap Image rumah dibedakan antara rumah ekonomi yang diproduksi, dan
sakit dengan nilai R sakit for profit dan mempunyai sejumlah dikonsumsi pada
sebesar 0,83, F-Hitung nonprofit. elemem (nilai atau saat yang
sebesar 26,035 (F- Menurut manfaat) intangible yang bersamaan.
Tabel 2,35) serta Trisnantoro (2004:8), ada berkaitan
kontribusi pengaruhnya dua jenis rumah sakit dengannya, yang
sebesar 66% pemerintah, yaitu rumah melibatkan sejumlah
(R Square 0,66) sakit milik pemerintah interaksi denagn
sedangkan 34% pusat (Rumah Sakit konsumen atau dengan
dipengaruhi oleh variabel Umum Pusat atau RSUP) barang-barnag milik,
lain yang tidak dan rumah sakit milik tetapi tidak
dimasukkan dalam pemerintah propinsi dan menghasilkan transfer
penelitian. kabupaten atau kota kepemilikan.
(Rumah Sakit Umum Perubahan dalam kondisi
P Daerah atau RSUD). bisa saja muncul dan
e Rumah sakit pemerintah produksi suatu jasa bisa
n pusat mengacu pada memiliki atau bisa juga
g Departemen Kesehatan tidak mempunyai kaitan
e (Depkes), sementara dengan produk fisik
rumah (Yazid,
r
sakit pemerintah propinsi 2
t
dan kabupaten atau kota 0
i 0
a mengacu pada
stakeholder utamanya 5
n :
yaitu pimpinan daerah
dan lembaga perwakilan 3
R masyarakat daerah. )
u .
m P Beberapa
a e krakteristik unik jasa
h n yang membedakannya
g dengan barang (Lamb,
S e Hair, dan Daniel,
a 2001:483) adalah:
r
k 1.
t
i Intan
i gibilit
t a y
3. bisa dan bisa juga output (keluaran) Menurut
Hetero tidak terikat pada suatu jasa yang diterima Gronroos (Ratminto,
ginity produk fisik. (Lupiyoadi, pelanggan. Menurut 2005: 2), Pelayanan
(Keane 2001:5) Parasuraman, et al., adalah suatu aktifitas
karaga Definisi kualitas technical quality atau serangkaian aktifitas
man) jasa berpusat pada upaya dapat diperinci lagi yang bersifat tidak
Jasa yang pemenuhan kebutuhan menjadi: kasat mata (tidak dapat
ditawarkan dan keinginan pelanggan a. Search quality,
cenderung tidak serta ketepatan yaitu kualitas
standard an seragam penyampaiannya untuk yang dapat
dibandingkan mengimbangi harapan dievaluasi
dengan barang. pelangaan. Ada dua
4. faktor utama yang pelanggan
Perishab mempengaruhi kualitas sebelum
ility jasa, yaitu expected membeli,
(Tidak service dan perceived misalnya harga.
Tahan service. Apabila jasa b. Experience
Lama) yang diterima atau qualitry, yaitu
Jasa tidak dapat dirasakan (perceived kualitas yang
disimpan, service) sesuai dengan hanya bisa
dimasukkan dalam yang diharapkan, maka dievaluasi
gudang atau kualitas dipersepsikan pelanggan
dijadikan baik dan setelah membeli
persediaan. memuaskan. Jika jasa atau
yang diterima
D melampaui harapan mengkonsumsi
e pelanggan, maka kualitas jasa.
f jasa dipersepsikan Contohnya
sebagai kualitas yang ketepatan
i
ideal. Sebaliknya jika waktu,
n jasa yang kecepatan
i diterima lebih rendah
s pelayanan, dan
daripada yang kerapian hasil.
i diharapkan, maka c. Credence
kualitas jasa quality, yaitu
K dipersepsikan buruk. kualitas yang
u Dengan demikian, baik sukar dievaluasi
a tidaknya kualitas jasa
l tergantung pada pelanggan
i kemampuan penyedia meskipun
t jasa dalam memenuhi telah
a harapan menghkonsumsi
s pelanggannya suatu jasa.
secara konsisten. Misalnya
J (Tjiptono, 2005). kualitas operasi
Menurut jantung.
a
Gronroos, Kualitas total 2. Functional quality,
s
suatu jasa terdiri atas tiga yaitu komponen
a komponen utama
Menurut Kotler, yang berkaitan
(Tjiptono,2005:260), dengan kualitas cara
jasa adalah y
setiap tindakan penyampaian suatu
a jasa.
atau unjuk kerja yang i
ditawarkan oleh salah 3. Corporate Image,
t yaitu profil,
satu pihak ke pihak lain u
yang secara prinsip reputasi, citra
: umum, dan daya
intangible dan 1. Technical quality, tarik khusus suatu
tidak menyebabkan yaitu komponen perusahaan.
perpindahan kepemilikan yang berkaitan
apapun. Produksinya dengan kualitas
diraba) yang terjadi sama untuk semua berm
sebagai akibat adanya pelanggan tanpa P anfaat
interaksi antara kesalahan, sikap e bagi
konsumen dengan yang simpatik, dan n produ
karyawan atau halhal dengan g sen,
lain yang disediakan a e sebag
oleh perusahaaan k r ai:
pemberi pelayanan yang u t 1. Sarana identifikasi
dimaksudkan untuk r i untuk memudahkan
memecahkan a a proses penanganan
permasalahan s n atau
konsumen/pelanggan. i pelacakan produk
Parasuraman et. bagi
M
Al mengungkapkan y
e
lima faktor dominan a
(lima dimensi) atau r
n
penentu mutu g e
pelayanan jasa k
(Lupiyoadi, t Menurut Keller
2001: 148), i (Tjiptono,
yaitu: n 2005:19), Merek
1. Tangible atau bukti g adalah produk yang
fisik yaitu g mampu memberikan
kemampuan i dimensi
perusahaan dalam . tambahan yang secara
menunjukkan 3. Responsiveness atau unik membedakannya
eksistensinya kepada ketanggapan yaitu dari produk-produk lain
pihak suatau kemauan yang dirancang untuk
eksternal. untuk membantu memuaskan kebutuhan
Penampilan dan dan memberikan serupa. Perbedaan
kemampuan sarana pelayanan yang tersebut bisa bersifat
dan prasarana fisik cepat responsif dan rasional dan tangible
perusahaan dan tepat kepada (terkait dengan kinerja
keadaan lingkungan pelanggan, dengan produk dari merek
sekitarnya adalah penyampaian bersangkutan)maupun
bukti nyata dari informasi yang jelas. simbolik, emosional dan
pelayanan yang 4. Assurance atau intangible (berkenaan
diberikan oleh jaminan dan kepastian dengan representasi
pemberi yaitu merek.
j pengetahuan, Menurut Lamb
a kesopansantunan dan (2001:421),
s kemampuan para Merek adalah
a pegawai perusahaan suatu nama, istilah,
. untuk simbol, desain atau
2. Reliability atau menumbuhkan rasa gabungan keempatnya
keandalan yaitu percaya para yang
kemampuan pelanggan kepada mengidentifikasikan
perusahaan untuk perusahaan. produk para penjual dan
memberikan 5. Empathy atau empati membedakannya dari
pelayanan sesuai yaitu memberikan produk pesaing.
dengan yang perhatian yang tulus Sedangkan nama merek
dijanjikan secara dan bersifat yaitu bagian dari merek
akurat dan individual atau yang
terpercaya. Kinerja pribadi yang dapat disebutkan,
harus sesuai dengan diberikan kepada diucapkan termasuk
harapan pelanggan para pelanggan huruf-huruf, kata-kata,
yang berarti dengan berupaya dan angka-angka.
kecepatan waktu, memahami Menurut Keller
pelayanan yang keinginan konsumen. (Tjiptono,
2005:20), Merek
perusahaan, mengambil bentuk brand persona.
terutama dalam fisik atau sifat (Simamora, 2003:63)
pengorganisasian manusia. Menurut Kotler
sediaan dan (Simamora, 2003:37),
pencatatan P syarat merek yang kuat
akuntansi. e adalah brand image.
2. Bentuk proteksi n Namun ia mempertajam
terhadap fitur atau g brand image itu sebagai
aspek produk yang e posisi merek
unik. r (brand position),yaitu
3. Signal tingkat t brand image yang jelas
kualitas bagi para i berbeda unggul secara
pelanggan yang a relatif dibanding pesaing.
puas, sehingga Menurut
n
mereka bisa Nugroho
dengan mudah (2003:182),Image atau
memilih dan B citra adalah realitas,
membelinya lagi di r oleh karena itu jika
lain waktu. a komunikasi
4. Sarana menciptakan n pasar tidak cocok dengan
asosiasi dan makna d realitas, secara normal
unik yang realitas akan menang.
membedakan produk I Citra akhirnya akan
dari para pesaing. m menjadi baik, ketika
5. Sumber keunggulan a konsumen mempunyai
kompetitif, terutama g penaglaman yang cukup
melalui perlindungan e dengan realitas baru.
hukum, loyalitas Brand image Realitas baru yang
pelanggan, dan atau brand dimaksud yaitu bahwa
citra unik yang description, sebenarnya organisasi
terbentuk dalam yakni bekerja lebih efektif dan
benak konsumen. deskripsi tentang mempunyai kinerja yang
6. Sumber financial asosiasi dan keyakinan baik.
returns, terutama konsumen Menurut
menyangkut terhadap merek Brown,
pendapatan masa tertentu menunjukkan
datang. (Tjiptono, beberapa
2005:49). manfaat yang bisa
Menurut Kotler Menurut Kotler, diperoleh perusahaan
(Kismono, 2001:335), Brand image adalah yang telah memuaskan
merek dapat dibedakan sejumlah keyakinan pelanggannya melalui
menjadi tiga pengertian, tentang merek Menurut penyampaian
yaitu: Aaker, pelayanan yang
1. Brand name adalah Brand image dianggap berkualitas diantaranya
bagian dari merek yang sebagai bagaimana ialah citra perusahaan
bisa merek dipersepsikan oleh (Corporate image).
dilafalkan. konsumen. Berkenaan (Arafah,2004:61).
2. Brand mark adalah dengan persepsi,
suatu simbol atau menurut Davis, seperti
desain yang halnya manusia, merek
digunakan untuk juga bisa digambarkan
memberikan melalui kata sifat
identitas pada (adjective), kata
produk atau untuk keterangan (adverb), atau
membedakannnya frase (phrase). Davis
dengan juga mengatakan bahwa
produk lain. brand image memiliki
3. Trade character dua komponen, yaitu
adalah brand asosiasi merek dan
mark yang
Sejarah d teknologi di bidang di
Rumah Sakit a kesehatan. de
Umum Dr. n sk
Pirngadi ri
Tidak diperoleh M A pt
data yang pasti kapan i N if
Rumah Sakit Dr. s A ka
Pirngadi Medan ini i L n
diserahkan Visi Badan I se
kepemilikannya dari Pelayanan Kesehatan S ba
Pemerintah Pusat ke RSU dr. Pirngadi Kota I ga
Pemerintah Propinsi S i
Medan adalah
Sumatera Utara, tetapi be
terwujudnya Badan
D ri
yang jelas sejalan Pelayanan Kesehatan
E ku
dengan pelaksanaan Rumah Sakit Umum
S t:
otonomi daerah, Rumah Dr.
Sakit Dr. Pirngadi Pirngadi kota Medan K
R a. Deskriptif
Medan pada tanggal MANTAP TAHUN
I responden berdasarkan
27 Desember 2001 2010 (Mandiri, Tanggap,
P jenis kelamin
diserahkan dan Profesional)..
T Deskriptif
kepemilikannya dari Misi Badan
I responden berdasarkan
Pemerintah Propinsi Pelayanan Kesehatan
F jenis kelamin dapat
Sumatera Utara kepada RSU Dr. Pirngadi Kota
dilihat pada Tabel 2
pemerintah Kota Medan. Medan adalah:
1 sebagai berikut:
Sejalan dengan 1. Meningkatkan upaya
pelaksanaan otonomi kesehatan paripurna .
daerah, maka kepada semua
berdasarkan Perda Kota golongan masyarakat D
Medan No.30 tahun secara merata dan e
2002 tanggal 6 terjangkau sesuai s
September 2002 tentang dengan tugas k
Pembentukan Organisasi pokok, fungsi serta r
dan Tata Kerja Badan peraturan yang i
Pelayanan Kesehatan berlaku. p
Rumah Sakit Dr. 2. Meningkatkan t
Pirngadi kota Medan. pelayanan kesehatan i
a. yang bersifat f
Mengelola spesialistik dan sub
administrasi spesialistik yang R
dan bermutu. e
Keuangan. 3. Meningkatkan upaya s
b. Melaksanakan pelayanan kesehatan p
seluruh secara o
kewenangan yang professional dan etis n
ada sesuai dengan agar timbul d
bidang tugasnya. kepercayaan dan e
c. Melaksanakan harapan serta rasa n
tugas-tugas lain aman dan Populasi dalam
yang diberikan oleh kenyamanan bagi penelitian ini adalah
Kepala Daerah. penderita. seluruh pasien rawat
4. Meningkatkan peran jalan poliklinik penyakit
V Rumah Sakit sebagai dalam dan yang di ambil
i tempat pendidikan, sebagai sampel adalah 60
s penelitian, dan orang. Hasil penelitian
i pengembangan ilmu dari 60 responden
pengetahuan dan sampel dapat
Tabel 2. Deskriptif melakukan kunjungan
Responden Berdasarkan (pengalaman berobat)
Jenis Kelamin lebih dari dua kali di
Rumah Sakit Dr. No Jenis Kelamin
Jumlah Persentase
Pirngadi Medan Responden (%)
sebanyak 33 orang 1. Laki-Laki 20 33,33
responden (55%).
Sehingga dapat 2. Perempuan 40 66,67
dikatakan bahwa pasien Total 60 100
responden yang telah
Sumber: Pengolahan data
primer (2007)
melakukan kunjungan
(pengalaman berobat)
lebih dari dua kali di
Tabel 2 di atas
Rumah Sakit Dr.
menjelaskan bahwa dari
Pirngadi Medan lebih
60 orang responden,
banyak daripada
mayoritas adalah
responden yang telah
responden perempuan
melakukan kunjungan
sebanyak 40 orang
(pengalaman berobat)
(66,67%), sedangkan
dua kali di Rumah Sakit
responden laki-laki
Dr. Pirngadi Medan. Hal
hanya sebanyak 20
ini menunjukkan
orang (33,33%). Hasil
sebagian besar pasien
tabel tersebut
cenderung kembali ke
menunjukkan bahwa
Rumah Sakit Dr.
ternyata wanita lebih
Pirngadi Medan untuk
banyak menderita
mendapatkan kesehatan
penyakit dalam
yang kemungkinan
dibandingkan laki-laki.
sesuai dengan yang
diharapkan.
b. Deskriptif
responden
berdasarkan c. Deskriptif responden
jumlah kunjungan berdasarkan umur
(pengalaman
berobat) Tabel 4. Deskriptif
Responden Berdasarkan Jumlah
No Umur (tahun) Persentase (%)
Umur Responden
Tabel 3. Deskriptif
Responden 1. 17 s/d 28 19 31,67
Berdasarkan 2. 29Jumlah
s/d 40 17
Jumlah 28,33
Persentase
Jumlah kunjungan No
3. 41 s/d 60 24 40
Kunjungan Responden (%)
(Pengalaman Total 60 100
Berobat) 1. Dua kali 27 45
Lebih dari dua
2. 33 55
kali
Sumber: Pengolahan data
primer (2007) Total 60 100

Sumber: Pengolahan data


primer (2007)

Tabel 3 di atas
menjelaskan bahwa
responden yang telah
melakukan kunjungan
(pengalaman berobat)
dua kali di Rumah Sakit
Dr. Pirngadi Medan
sebanyak 27 orang
responden (45%) dan
responden yang telah
Tabel 4 di atas menjelaskan bahwa responden menunjukkan bahwa pekerjaan responden terbanyak
yang berumur antara 17 sampai dengan 28 tahun adalah responden yang memiliki pekerjaan diluar dari
sebanyak 19 orang (31,67%), responden yang pegawai negeri, pegawai swasta, wiraswasta, maupun
berumur antara 29 sampai dengan 40 tahun sebanyak belum bekerja. Pekerjaan responden kedua terbanyak
17 orang responden (28,33%) dan responden yang adalah wiraswasta, pekerjaan responden ketiga
berumur antara 41 sampai dengan 60 tahun sebanyak terbanyak adalah pegawai negeri dan selanjutnya
24 orang responden (40%). Ini menunjukkan bahwa responden yang belum bekerja dan pegawai swasta
sebagian besar responden yang berobat ke bagian yang hanya memiliki selisih persentase yang sedikit.
poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Dr. Pirngadi Dalam hal ini terlihat bahwa pasien yang datang
Medan berumur antara 41 sampai dengan 60 tahun, berobat ke Rumah Sakit milik pemerintah Dr.
sedangkan responden yang berumur antara 17 sampai Pirngadi Medan ini tidak saja dari kalangan pegawai
dengan 28 tahun hanya sedikit lebih banyak daripada negeri tetapi juga dari kalangan yang bervariasi
responden yang berumur 29 sampai dengan 40 tahun. pekerjaannya, seperti pegawai swasta, wiraswasta,
Sehingga dapat dikatakan bahwa usia di atas 40an atau belum bekerja.
adalah usia yang mulai rentan terhadap penyakit
dalam.
ANALISIS STATISTIK
d. Deskriptif responden berdasarkan pekerjaan
1. Pengujian Determinan
Tabel 5. Deskriptif Responden Berdasarkan Pekerjaan
Jumlah Tabel 6. Model Summary
No Pekerjaan Persentase (%)
Responden R Adjusted Std. Error of the
Model R
1. Pegawai Negeri 11 18,33 Square R Square Estimate
2. Pegawai Swasta 7 11,67 1 ,732(a) ,536 ,493 2,689
3. Wiraswasta 14 23,33
a Predictors: (Constant), bukti.fisik, jaminan, empati, reliabilitas,
4. Belum Bekerja 9 15 daya.tanggap
Sumber: Hasil Perhitungan Data SPSS Versi 12.0 (2007)
5. Lain-lain 19 31,67
Total 60 100 Berdasarkan Tabel 6 dapat dilihat nilai R
Sumber: Pengolahan data primer (2007) 2
Square adalah 0.536 berada antara 0 < R < 1 yang
berarti bahwa 53,6% Brand Image Rumah Sakit Dr.
Tabel 5 menjelaskan bahwa 11 orang Pirngadi Medan dipengaruhi oleh reliabilitas
responden (18,33%) bekerja sebagai pegawai negeri, 7 (Reliability), daya tanggap (Responsiveness), jaminan
orang responden (11,67%) bekerja sebagai pegawai (Assurance), empati (Empathy) dan bukti fisik
swasta, 14 orang responden (23,33%) bekerja sebagai (Tangibles) dan 46,4% lagi sisanya dijelaskan oleh
wiraswasta, 9 orang responden (15%) belum bekerja faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model
dan 19 orang responden (31,67%) memiliki pekerjaan penelitian ini.
di luar empat kriteria pekerjaan tersebut di atas. Ini

2. Pengujian Hipotesis
a. Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

Tabel 7. ANOVA(b)

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.


1 Regression 451.682 5 90.336 12.492 .000(a)
Residual 390.501 54 7.232
Total 842.183 59
a Predictors: (Constant), bukti.fisik, jaminan, empati, reliabilitas, daya.tanggap
b Dependent Variable: brand.image
Sumber: Hasil Perhitungan Data SPSS Versi 12.0 (2007)
b. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Tabel 8. Hasil Uji t-hitung
Coefficients(a)

Standardized
Model Unstandardized Coefficients t Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3,303 2,065 1,600 ,116
reliabilitas -,073 ,181 -,068 -,401 ,690
daya.tanggap ,425 ,240 ,328 1,769 ,083
jaminan ,014 ,025 ,054 ,569 ,571
empati brand.image
a Dependent Variable: ,025 ,162 ,021 ,157 ,875
Perhitungan Data SPSS Versi 12.0,659
Sumber: Hasilbukti.fisik (2007) ,165 ,532 4,000 ,000

Berdasarkan Tabel 8 hasil uji Fhitung 4. Variabel empati (empathy)


menunjukkan nilai Fhitung = 12.492. Hal ini thitung = 0.157 dan ttabel = 1.670
menunjukkan bahwa nilai Fhitung > Ftabel yaitu 12.492 > maka Ho diterima karena thitung < ttabel pada =
2.39 dengan demikian hipotesis H0 ditolak dan Ha 5%.
diterima. Artinya, secara bersama-sama (serentak) Artinya, secara parsial tidak terdapat pengaruh
variabel-variabel bebas (X1,X2,X3,X4,X5) yaitu berupa yang signifikan dari variabel empati (empathy)
berupa reliabilitas (Reliability), daya tanggap sebagai X4 terhadap brand image Rumah Sakit
(Responsiveness), jaminan (Assurance), empati Dr. Pirngadi Medan sebagai Y.
(Empathy) dan bukti fisik (Tangibles) berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Brand Image Rumah 5. Variabel bukti fisik (tangible)
Sakit Dr. Pirngadi Medan thitung = 4.000 dan ttabel = 1.670
maka Ha diterima karena thitung > ttabel pada =
Kesimpulan hasil pengujian 5%.
1. Variabel reliabilitas (reliability) Artinya, secara parsial terdapat pengaruh yang
thitung = 0.401,ttabel = 1.670 signifikan dari variabel bukti fisik (tangible)
maka Ho diterima karena thitung < ttabel pada = sebagai X2 terhadap brand image Rumah Sakit
5%. Dr. Pirngadi Medan sebagai Y.
Artinya, secara parsial tidak terdapat pengaruh
yang signifikan dari variabel reliabilitas 6. Berdasarkan hasil perhitungan data pada Tabel
(reliability) sebagai X1 terhadap brand image 4.17 diperoleh persamaan:
Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan sebagai Y. Y = 3.303 0.073 X1 + 0.425 X2 + 0.014 X3 +
0.025 X4 + 0.659 X5 + e
2 Variabel daya tanggap (responsiveness)
thitung = 1.769 dan ttabel = 1.670
maka Ha diterima karena thitung > ttabel pada = DAFTAR PUSTAKA
5%.
Artinya, secara parsial terdapat pengaruh yang Arafah, Willy. 2004. Analisis Kualitas Pelayanan
signifikan dari variabel daya tanggap Rumah Sakit Terhadap Image (Studi pada
(responsiveness) sebagai X2 terhadap brand Rumah Sakit pemerintah X di Jakarta
image Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan Selatan). Metode Riset bisnis dan
Manajemen. Volume 4. No.1.April: 55-75.
3. Variabel jaminan (assurance) Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk
thitung = 0.569 dan ttabel = 1.670 Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
maka Ho diterima karena thitung < ttabel pada = Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran:
5%. Analisis, Perencanaan, Implementasi dan
Artinya, secara parsial tidak terdapat pengaruh Kontrol. Jakarta: PT. Prehallindo.
yang signifikan dari variabel jaminan (assurance) Lamb, Charles W. 2001. Pemasaran. Jakarta: PT.
sebagai X3 terhadap brand image Rumah Sakit Salemba Empat.
Dr. Pirngadi Medan sebagai Y.
Lupiyoadi, Rambat. a Sutojo, Siswanto. a
2001. m 2004. l
Manajemen a Membangun a
Pemasaran . Citra n
Jasa: Teori dan Sugiyono. 2004. Metode Perusahaan: g
Praktik. Jakarta: Penelitian Building The :
Salemba Empat. Bisnis. Corporate B
Setiadi Nugroho, J. Bandung: CV. image. Jakarta: a
2003. Perilaku Alfabeta. PT. Damar Mulia y
Konsumen: Suharyadi dan Purwanto. Pustaka. u
Konsep dan 2004. Statistika Temporal, Paul, K.C. m
Implikasi untuk untuk Ekonomi Lee. 2002. Hi Tech Hi e
Strategi dan dan Keuangan Touch d
Penelitian Modern. Branding. Jakarta: i
Pemasaran. Jakarta: PT. PT.Salemba Empat. a
Edisi Satu. Salemba Empat. Tjiptono, Fandy. .
Bogor: Prenada Supranto. 2001. 1996. Manajemen Tjiptono, Fandy. 2005.
Media. Pengukuran Jasa. Brand Management
Sihombing, Umberto. Tingkat Y and
2003. Membangun Kepuasan o Strategy. Yogyakarta:
Kepuasan Pelanggan g Penerbit Andi.
Pelanggan y Trisnantoro,
Melalui Untuk a
Pelayanan: Menaikkan k Laksana. 2004.
Studi Kasus Pangsa Pasar. a Memahami
terhadap Jakarta: Penerbit r Penggunaan
Mahasiswa Rineka Cipta. t Ilmu Ekonomi
Program a dalam
PascaSarjana : Manajemen
Sekolah Tinggi Rumah Sakit.
Ilmu Ekonomi P Yogyakarta:Gadj
(STIE) e ah Mada
Trianandra n University Press.
Jakarta. e Trisnantoro, Laksana.
www.petra.ac.id. r 2005. Aspek
Simamora, Bilson. 2003. b Strategis
Aura Merek. Jakarta: i Manajemen
PT. t Rumah Sakit
G antara misi
r A sosial dan
a n Tekanan Pasar.
m d Yogyakarta:
e i Penebit Andi.
d . www.clgi.co.id dikutip
i Tjiptono, Fandy. 2005. hari Selasa, 23 Januari
a Pemasaran Jasa. 2007,
Edisi 0
P P 9
u e .
s r 4
t t 0
a a
k m W
a a I
. B
U M .
t
www.pikiran-rakyat.com
dikutip hari selasa,
23
J
a
n
u
a
r
i

2
0
0
7
,

1
0
.
0
0

W
I
B
.
www.waspada.co.id
dikutip hari kamis, 5
Oktober
2
0
0
6
,

1
1
.
2
8

W
I
B
.