Anda di halaman 1dari 5

8/30/2016

Tadabbur
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa:
Mata Kuliah Geologi Dasar Kemudian Dia bersemayam di atas arsy. Dia mengetahui apa yang
masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang
Teori Pembentukan Bumi turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama
kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang
kamu kerjakan. (QS. Al Hadid: 4)

Dosen Pengampu:
Ferryati Masitoh, S.Si, M. Si yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak
mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam
kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia
menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya . (QS. Al
Furqan: 2)
Program Studi Ilmu Geografi
Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Malang 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 2
2016

Sub Materi 1. Teori Bintang Kembar


1. Teori Bintang Kembar Oleh Berlage (1929), Lyttletan (1926), Iffen
2. Teori Kabut Pilin/Nebula (1942), Hoyle (1944)
3. Teori Planetesimal Matahari dengan bintang lain saling tarik-menarik
Bintang lain meledak dan bahan gasnya
4. Hipotesis Protoplanet
mengalami penggumpalan menjadi planet-planet
5. Teori Ledakan Dahsyat (Big Bang)
Gas yang terlepaskan mengalami penggumpalan
6. Asal Gas-gas yang ada di Udara dan Air yang dan pendinginan menjadi planet-planet
ada di Permukaan Bumi

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 3 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 4

1. Teori Bintang Kembar 2. Teori Kabut Pilin (Nebula)


Pencetus: Immanuel Kant (1724-1804)

Hipotesis Nebula: keseluruhan sistem tata surya dimulai dari awan gas
yang sangat besar dan berputar di dalam gravitasinya. Gas di bagian
luar mengalami penggumpalan di beberapa bagian membentuk planet-
planet, yang salah satu di antaranya adalah bumi. Momentum
perputaran gas menyudut dalam jumlah besar membentuk matahari
(proto matahari).

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 5 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 6

ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 1
8/30/2016

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 7 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 8

Adanya Kabut Nebula


Kabut itu berputar dengan kuat &
terjadi pemadatan di bagian tengah 3. Teori Planetesimal
Pencetus: Thomas Chrowder Chamberline (1843-1928)

Disebut Planetesimal yang berarti planet kecil karena planet terbentuk dari benda
padat yang memang telah ada. Matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-
Di bagian tengah terbentuk Matahari bintang yang banyak, pada satu waktu ada sebuah bintang yang berpapasan pada
jarak yang tidak terlalu jauh akibatnya terjadi pasang naik antara matahari dan
dan di pinggirnya terbentuk planet-
bintang tadi. Pada waktu bintang itu menjauh sebagian massa dari matahari itu
planet
jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lain berhamburan di sekeliling
matahari inilah yang disebut dengan planetesimal yang kelak kemudian menjadi
Planet-planet terus berputar dan planet-planet yang beredar pada orbitnya dan mengelilingi matahari.
membentuk orbit mengelilingi
Matahari Teori ini sudah tidak bisa diterima lagi karena jarak antar bintang yang sangat jauh,
sehingga proses seperti yang diuraikan ini sangat kecil kemungkinan terjadi.

Maka terbentuklah Tata Surya

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 9 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 10

Formasi dan Pertumbuhan Planetesimal


Formasi planet dimulai
dengan penggumpalan
beberapa butiran
materi Planetesimals

Planetesimals (ukuran
beberapa cm to km)
bertubrukan untuk
membentuk planet.
Planetesimal tumbuh melalui
Ketidakstabilan gravitasi membantu
kondensasi dan penambahan unsur
untuk menumbuhkan planetesimal
menjadi protoplanet.
8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 11 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 12

ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 2
8/30/2016

4. Hipotesis Protoplanet
Pencetus: Gerald P. Kuiper (1905-1973)

Semesta terdiri dari formasi debu kosmik


Dua pusat memadat menjadi dua bintang, terdiri dari
hidrogen.
Pusat yang lebih besar memadat menjadi bintang tunggal.
Bagian yang lebih kecil menjadi material Protoplanet .
Protoplanet tersebut kemudian menjadi planet.
Jika kekuatan dua bintang itu sama, maka akan terbentuk
bintang ganda/kembar

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 13 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 14

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 15 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 16

Pertumbuhan 5. Teori Ledakan Dahsyat (Big Bang Theory)


Protoplanets

Teori Big Bang merupakan teori yang dominan dipercaya
Dicetuskan oleh Georges Lematre pada 1927. Dia mengobservasi titik
Bentuk sederhana dari pertumbuhan merah pada nebula tertentu dengan melibatkan relativitas
planet: Hubble (1929) menemukan bahwa galaksi menjauh dari kita dengan
Komposisi yang tidak berubah dari kecepatan yang proporsional dengan jaraknya.
materi yang tumbuh sepanjang waktu Teori menjelaskan tentang ekspansi dan prediksi keberadaan radiasi kosmis
dan nukleosintesis.
Saat batuan meleleh, elemen 1964, radiasi kosmos ditemukan (Arno Penzias & Robert Wilson, menang
yang berat tenggelam ke dalam Nobel Prize)
pusat differensiasi Hilangnya awan pada debuan interstelar.
Hal ini juga memproduksi atmosfer Kepadatan awan dan dingin hilang pada gravitasinya sendiri (tekanan gas
sekunder pembentukan gas dingin berkurang seirama dengan gravitasinya.
Panas meningkat karena melepaskan energi gravitasi.
Pengembangan lanjutan: perubahan gradual
Semua masa dan energi terkonsentrasi pada titik geometri.
dari komposisi akibat pendinginan nebula
dan penyimpanan panas dari energi
potensial.
8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 17 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 18

ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 3
8/30/2016

The Big Bang Theory Permulaan Waktu


Dunia mulai pada pada ~13.7
Milyar tahun yang lalu
Dunia dimulai dari sebuah
atom tunggal
Dunia dimulai sebagai
sebuah ekspansi liar: semua
materi dan ruang dibentuk
dari sebuah titik energi murni
yang terjadi secara langsung.

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 21

~ 3 menit setelah ledakan dahsyat


~ Beberapa ratus tahun kemudian
Dunia tumbuh dari sebuah atom setelah ledakan dahsyat (Big Bang)
menjadi seukuran anggur.
E=mc2
Pembentukan ATOM
(terutama Hydrogen
Energi membeku menjadi materi dan isotopnya
berdasarkan persamaan Einstein.
dengan sejumlah
Hal ini menjadi dasar seperti kecil Helium)
halnya kepingan salju membeku,
energi akan membentuk rumpun
Awal dunia terdiri
yang saat ini disebut sebagai dari 75% Hydrogen
proton, neutron, dan elektron. dan 25% Helium.
Partikel tersebut kemudian Pada saat ini,
membentuk atoms komposisinya juga
hampir sama
8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 22 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 23

~200 - 400 juta tahun


setelah Big Bang ~ 4.6 Milyar tahun lagi
Bintang Sistem
pertama tata surya
dan galaksi kita
terbentuk terbentuk

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 24 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 25

ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 4
8/30/2016

6. Asal-usul Atmosfer
Kesalahpahaman tentang Big Bang
Bumi pada awalnya sangat berbeda dan tidak dapat ditempati.

Tidak ada ledakan, yang ada hanya ekspansi Sebab? Panas Primordial, tumbukan dan tekanan selama proses
yang terus menerus pertumbuhan, serta terjadinya penurunan elemen radioaktif.
Daripada membayangkan balon yang ditiup dan Konsekuensinya, gunung api, temperatur permukaan sangat panas untuk air
melepaskan isinya, bayangkan sebuah balon yang cair ataupun kehidupan, permukaan encer dan tipis, serta lempeng basalt
yang tidak stabil .
membesar, kemudian terus membesar hingga seperti
sistem tata surya kita sekarang. Atmosfer atmosfer awalnya kemungkinan mempunyai komposisi yang
berbeda (H2, He)

Panas terhambur ke luar angkasa. Terjadi kondensasi dan menjadi hujan, yang
kemudian terakumulasi sebagai air permukaan. Akumulasi pada atmosfer
terjadi juga akibat pengeluaran gas dari gunung api. Kondisi atmosfer terus
membaik sehingga dapat terjadi evolusi kehidupan.

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 26 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 27

6. Asal-usul Atmosfer
Atmosfer selubung gas di sekeliling bumi. Digunakan
sebagai tempat kehidupan berbagai komposisi kimia
yang dibutuhkan oleh sistem kehidupan. Atmosfer
tidak memiliki pelapis luar, sehingga langsung
menghadap luar angkasa. Kepadatan atmosfer (97%
dari massa) memanjang 30 km dari bumi (mempunyai
kepadatan yang hampir sama dengan ketebalan
lempeng benua).
Komposisi Kimia Nitrogen (N2)- 78%, Oxygen (O2)-
21%, Carbon Dioxide (CO2) - 0.03 %, gas lain (H2O
salah satunya).

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 28 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 29

6. Asal-usul Atmosfer 6. Asal-usul Atmosfer


Atmosfer Primer
Komposisi kemungkinan H2, He Penambahan O2 ke dalam Atmosfer
Gas ini secara relatif jarang di bumi jika dibandingkan dengan tempat lain di bumi Saat ini, atmosfer ~21% terdiri oksigen bebas. Bagaimana oksigen memenuhi level
dan kemungkianan lepas ke luar angkasa akibat gravitasi bumi tidak cukup kuat tertentu di atmosfer? Cek Siklus Oksigen !!!
untuk menahan gas yang ringan.
Bumi belum terdiferensiasi intinya (solid inner/liquid outer core) yang terbentuk oleh Produksi Oksigen:
medan magnetik bumi (magnetosphere = Van Allen Belt) yang membelokan angin Penguraian fotokimia pemecahan molekul air oleh UV.
dari matahari. Produksi O2 levels mendekati 1-2%
Begitu inti terdiferensiasi maka gas yang lebih berat akan tertahan. Pada level ini, O3 (Ozone) dapat terbentuk dari selubung permukaan bumi dari UV
Fotosintesis - CO2 + H2O + cahaya matahari = bahan organik + O2 diproduksi oleh
Atmosfer Sekunder cyanobacteria, dan kemudian tumbuhan tingkat tinggi menyuplai O2 ke atmosfer.
Diproduksi oleh gas yang keluar dari gunung api. Selanjutnya membentuk populasi tumbuhan.
Gas yang diproduksi mempunyai kesamaan dengan gunung api saat ini (H2O, CO2,
SO2, CO, S2, Cl2, N2, H2) dan NH3 (ammonia) dan CH4 (methane) Pengguna Oksigen
Tidak ada O2 bebas (tidak ditemukan dalam gas gunung api) Pelapukan kimia melalui oksidasi permukaan material
Lautan terbentuk sepanjang pendinginan bumi, H2O terbentuk oleh gas yang Pernafasan hewan
keluar dari lautan. Pembakaran bahan bakar fosil
Fakta - pillow basalts, terbentang di kedalaman lautan dalam sabuk batuan yang Bakteri-bakteri tertentu
berwarna hijau

8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 30 8/30/2016 ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 31

ferryati.masitoh.fis@um.ac.id 5