Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembangbiak.
Pengetahuan Anatomi dan Fisiologi sistem reproduksi pada manusia merupakan
ilmu yang paling dasar atau basic bagi setiap pelaku kesehatan reproduksi
khususnya para wanita.
Sistem reproduksi atau genetalia baik pria ataupun wanita terdiri dari dua
bagian, yaitu genetalia internal dan eksternal.
Sistem reproduksi pada laki-laki atau sistem kelamin laki-laki terdiri dari
sejumlah organ seks yang merupakan bagian dari proses reproduksi manusia.
Pada laki-laki, organ-organ reproduksi ini terletak di luar tubuh manusia, sekitar
panggul wilayah. Organ utama pada laki-laki adalah penis dan testis yang
memproduksi air mani dan sperma yang sebagai bagian dari hubungan seks pupuk
sebuah ovum dalam tubuh wanita. Apabila ovum dibuahi (zygot) secara bertahap
berkembang menjadi janin, yang kemudian lahir sebagai anak. Reproduksi juga
merupakan bagian dari proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap
kelangsungan suatu generasi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari sistem reproduksi?
2. Bagimana organ-organ reproduksi pada wanita?
3. Bagaimana organ-organ reproduksi pada pria?
4. Bagaimana proses oogenesis pada wanita?
5. Bagaimana proses spermatogenesis pada pria?
6. Bagaimana proses pembentukan zygot?
7. Bagaimana kelainan yang ada pada sistem reproduksi?

C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian dari sistem reproduksi
2. Menjelaskan organ-organ reproduksi pada wanita
3. Menjelaskan organ-organ reproduksi pada pria

1
4. Menjelaskan proses oogenesis pada wanita
5. Menjelaskan proses spermatogenesis pada pria
6. Menjelaskan proses pembentukan zygot
7. Menjelaskan kelainan yang ada pada sistem reproduksi

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat
dalam organisme yang digunakan untuk berkembangbiak. Sistem Reproduksi
pada suatu organisme berbeda antara laki-laki dan wanita.

B. Sistem Reproduksi Wanita

Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-


hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus hipothalamus
hipofisisadrenalovarium. Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/
ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit
daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.
1. Genitalia Eksterna (Vulva)

Gambar 1. Reproduksi external pada wanita


Vulva adalah nama yang diberikan untuk genetalia externa wanita. Tampak
dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis,
labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae
externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.

3
a. Mons pubis / mons veneris
bantalan lemak yang menutupi kulit diatas simvisis pubis. Daerah ini akan
ditumbuhi rambut setelah pubertas
b. Labia mayora
Dua lipatan besar berambut yang membentang dari mons pubis (bantalan
lemak dibagian depan simfisis pubis) sampai perineum digaris tengah bagian
belakang.
c. Labia minora
Dua bibir tipis dari kulit lunak yang berpigmen terletak didalam labia
mayora, membelah dibagian depan membungkus klitoris dan bertemu dibagian
belakang fourchette lipatan transfersal pendek.
d. Clitoris
Organ kecil yang sensitive dan mengandung jaringan erektil seperti penis
pada pria. Ia berada di depan vulva, di bawah mons pubis dan dilindungi oleh
prepusium.
e. Vestibulum
Celah diantara labia minora. Orifisium vagina dan Orifisium uretra berada
diatas vestibulum.
f. Introitus / orificium vagina
Berada diantara labia minora, dibelakang vestibula. Secara normal ia
membentuk celah dari depan ke belakang, merupakan dinding sisi vagina yang
saling bersentuhan. Orifisium ini pada seorang perawan, ditutupi oleh himen.
Orifisium merupakan lipatan ganda membran mukosa, biasanya berbentuk bulan
sabit dan celah yang ada di bagian depannya mengeluarkan aliran darah
menstruasi. Kadang-kadang orifisium ini mempunyai sejumlah perforasi. Hal ini
disebut peraforasi himen (fenestrated hymen). Kadang-kadang orifisium tidak
memiliki muara, tetapi biasanya hal ini disebabkan vagina tidak berkembang
menjadi kanal. Himen berada sedikit di dalam orifisium vagina, sehingga terdapat
sedikit cekungan antara frenulum labia dan himen

4
g. Vagina
Membentang dari uterus ke labia. Ia terletak di belakang kandung kemih
dan uretra dan di depan rektum dan kanal anus. Serviks memasuki dinding
anterior vagina pada sudut kanan, sehingga dinding posterior vagina lebih panjang
daripada dinding anterior. Ceruk, yang terbnetuk akibar penonjolan serviks di
vagina, disebut forniks. Dinding vagina normal menyentuh bagian yang lain.
Vagina memiliki dua lapisan. lapisan otot, yang memiliki serat longitudinal dan
sirkular, dan dinding dalam mukosa yang melibat dan membentuk rugae. Setelah
pubertas, dinding ini menebal dan kaya glikogen. Aktifitas bakteri (basilus
Doderlein) pada glikogen membuat sekret vagina agak asam. Peritoneum melalui
permukaan badan uterus di bagian belakang serviks dan menutupi fornik posterior
vagina sebelum berbalik ke belakang, di belakang rektum. Lipatan ini disebut
kantung rekto uterin.
i. Perineum
Perineum adalah perluasan kulit dari belakang orifisium vagina ke
anus.Panjangnya 5cm dan ditumbuhi rambut.ia berada di badan perineum,suatu
massa otot dan jaringan fibrosa yang memisahkan vagina dan rektum.Otot badan
pernium sebagian besar adalah levator ani,otot utama dasar panggul.

2. Genitalia Internal

Gambar 2. Reproduksi internal pada wanita

5
a. Uterus (rahim)
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum
(serosa). Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan
nutrisi konseptus. Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus
dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. Terdiri dari corpus,
fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri. Dinding rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu
- Lapisan serosa (lapisan peritoneum), di luar
- Lapisan otot (lapisan miometrium)di tengah
- Lapisan mukosa (endometrium) di dalam.
Fungsi utama uterus :
1) Setiap bulan berfungsi dalam pengeluaran darah haid dengan adanya
perubahan
dan pelepasan dari endometrium
2) Tempat janin tumbuh dan berkembang
3) Tempat melekatnya plasenta
4) Pada kehamilan, persalinan dan nifas mengadakan kontraksi untuk lancarnya
persalinan dan kembalinya uterus pada saat involusi.
b. Salping / Tuba Falopii
Terdapat dua tuba uterina, kanan dan kiri. Masing-masing memiliki
panjang sekitar 20 cm dan membentang dari sudut lateral uterus menuju ovarium,
terletak di dalam batas atas ligamentum latum yang bebas. Pada ujung ovarium,
tuba bermuara melalui lubang kecil ke dalam rongga peritoneum. Lubang ini
dikelilingi oleh fimbrae, tonjolan yang bergerak seperti daun pakis.
c. Ovarium
Terdapat dua ovarium, kanan dan kiri. Masing-masing memiliki panjang
sekitar 4 cm, lebar 1,5 cm dan tebal 1 cm. Ovarium dilekatkan oleh lipatan
peritoneum pada bagian belakang ligamentum latum, lipatan ganda peritoneum
yang membentang dari samping uterus ke dinding lateral pelvis. Tuba uterina
melengkung di atas ovarium dan berakhir pada ovarium. Pada wanita yang belum
melahirkan anak, ovarium biasanya terletak di dalam fossa ovarii, cekungan
peritoneum dangkal pada dinding lateral pelvis.
Fungsi ovarium adalah :

6
1. Mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron
2. Mengeluarkan telur setiap bulan
Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum
infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang
aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
d. Vagina
Vagina adalah tabung yang membentang dari servik uteri sampai vestibulum
vulvae. Bentuknya lebih pendek dibagian depan daripada bagian belakang,
dinding anteriornya memiliki panjang sekitar 7,5 cm dan dinding posteriornya
sekitar 9 cm. Serviks uteri menonjol ke dalam bagian atas vagina. Fornix anterior,
lateral dan posterior merupakan bagian vagina yang masing-masing berada
dibagian depan, samping dan belakang serviks. himen adalah lipatan mukosa tipis
pada mulut vagina.
Fungsi penting vagina adalah :
- Saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan sekret lain dari rahim
- Alat untuk bersenggama
- Jalan lahir pada waktu bersalin

C. Sistem Reproduksi Pria

Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis


dan hormon pada pria. Organ reproduksi pria terdiri atas organ reproduksi dalam
dan organ reproduksi luar.

Gambar 3. Sisrem Reproduksi pada pria

7
1. Organ Reproduksi Dalam
a. Testis
Testis adalah bangun yang berbentuk oval, masing-masing dari testis
tertahan oleh korda spermatikus dalam pertengahan skrotum.
Fungsi testis, terdiri dari :
1) Membentuk gamet-gamet baru yaitu spermatozoa, dilakukan di Tubulus
seminiferus.
2) Menghasilkan hormon testosteron, dilakukan oleh sel interstial.
Bersama dengan epididimis, testis berada dalam kantung skrotum. Dinding
yang memisahkan testis dengan epididimis disebut tunica vaginalis.
Tunica vaginalis dibentuk dari peritoneum abdominalis yang mengadakan
migrasi kedalam skrotum saat berkembangnya genitalia interna pria.
b. Saluran Pengeluaran
Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari
epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra.
1) Epididimis
Epididimis merupakan organ pengumpul yang melekat pada bagian
belakang testis. Mempunyai kaput ( terdiri dari tubulus eferen yang datang dari
testis), korpus dan ekor (terdiri dari tuba tunggal tempat duktus menjalar).
2) Vas Deferens
Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan tuba
dengan dinding tebal. tuba ini mulai pada ujung bawah epididimis sebagai
kelanjutan dari tuba tersebut, menjalar ke arah atas kanalis inguinalis, memasuki
pelpis, dan menjalar pada bagian belakang kandung kemih, dimana tuba tersebut
terletak secara medialis pada sisinya.
3) Saluran Ejakulasi
Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan
kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma
agar masuk ke dalam uretra.

8
4) Uretra
Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis.
Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan
saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.
c. Kelenjar Asesoris
Selama sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai
getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Getah-getah ini berfungsi
untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan pergerakakan sperma. Kelenjar
asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar
prostat dan kelenjar Cowper.
1) Vesikula seminalis
Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan suatu
pembuluh yang bentuk tuba berlilitan, terletak satu pada masing-masing sisi, pada
sebelah belakang kandung kemih.
2) Kelenjar prostat
kelenjar prostat kira-kira berukuran dan berbentuk seperti kacang mete.
Kelenjar tersebut dikelilingi bagian pertama uretra. Kelenjar tersebut disilangi
oleh uretra dan duktus enjakulatorius.Kelenjar prostat terdiri dari sejumlah
kelenjar-kelenjar tubular dan jaringan fibromuskular, keseluruhanya terbungkus
dalam kapsula.
3) Kelenjar Cowper
Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang
salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang
bersifat alkali (basa).

2. Organ Reproduksi Luar


Organ reproduksi luar pria terdiri dari penis dan skrotum.
a. Penis
Penis terdiri dari tiga bagian akar batang dan glans penis yang membesar
yang banyak mengandung ujung ujung saraf sensorik. Penis terdiri dari tiga
rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa
jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang

9
berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada
penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak
mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
b. Skrotum
Adalah kantong longgar yang tersusun dari kulit, fasia, dan otot polos yang
membungkus dan menompangtestis di luar tubuh pada suhu optimum untuk
produksi spermatozoa.

D. Proses Oogenesis pada Wanita

Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur pada sistem reproduksi


wanita. Proses tersebut terjadi melalui tiga tahap, yaitu tahap penggandaan, tahap
pertumbuhan, dan tahap pematangan.

Gambar 4. Proses Oogenesis pada Wanita


1) Tahap penggandaan terjadi dalam ovarium janin ketika masih dalam
kandungan. Pada tahap penggandaan, sel primordial mengalami pembelahan
mitosis membentuk oogonia (tunggal = oogo-nium) yang bersifat diploid.
2) Tahap pertumbuhan terjadi pada ovarium bayi. Pada tahap pertumbuhan
oogonium mengalami pembelahan mitosis membentuk oosit primer (diploid).

10
Oosit primer berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai anak perempuan
mengalami masa puber
3) Tahap pematangan dimulai pada masa puber. Pada masa puber terjadi
perubahan hormonal dalam tubuh anak perempuan. Perubahan tersebut
mengakibatkan oosit primer membelah secara meiosis I menghasilkan oosit
sekunder (berukuran besar) dan badan polar I (berukuran kecil).

Oosit sekunder berhenti mengalami pembelahan saat terjadi ovulasi. Pembelahan


meiosis II ini kemudian dilanjutkan setelah sel telur mengalami fertilisasi. Pada
pembelahan ini, oosit sekunder menghasilkan ootid (haploid) dan badan polar II
(haploid). Ootid akan mengalami diferensiasi menjadi ovum dan badan polar II
mengalami degenerasi. Badan polar I juga akan mengalami pembelahan menjadi
dua badan polar. Namun, kadang-kadang badan polar I mengalami degenerasi
sebelum mengalami pembelahan. Oosit sekunder yang diovulasikan dari ovarium
dilindungi oleh dua lapisan, lapisan luar disebut corona dan lapisan dalam disebut
zona pelusida.
Oosit sekunder menghasilkan senyawa fertilisin yang mempunyai beberapa fungsi
berikut.
1) Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat.
2) Menarik sperma secara kemotaksis positif.
3) Mengumpulkan sperma di sekeliling ovum.

E. Proses Spermatogenesis pada Pria


Spermatogenesis dapat didefinisikan sebagai proses yang terjadi pada
gonad organisme laki- laki yang berproduksi secara seksual, dimana sel- sel
germinal pria terdiferensiasi berkembang menjadi spermatosit, yang kemudian
menjadi spermatozoa.Spermatozoa adalah gamet jantan dewasa yang hadir dalam
organisme yang melakukan reproduksi secara seksual , dan itu mirip dengan
oogenesis pada wanita. Spermatogenesis biasanya terjadi pada tubulus
seminiferus testis dalam serangkaian tahap, diikuti oleh kematangan dalam
epididimis, dimana mereka menjadi siap untuk disahkan sebagai air mani bersama
dengan sekresi kelenjar lainnya.

11
Proses ini dimulai saat pubertas karena tindakan hipotalamus, kelenjar
pituitari, dan sel-sel leydig, dan proses hanya berakhir setelah kematian. Namun,
jumlah sperma akan berkurang secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia,
akhirnya menyebabkan infertilisasi.
Tujuan dari spermayogenesis adalah untuk menciptakan gamet jantan
dewasa , yang secara efektif dapat membuahi gamet betina untuk membentuk
organisme bersel tunggal yang disebut zygot, yang akhirnya mengarah ke
pembelahan dan perbanyak sel untuk membentuk janin.Juga, untuk memiliki
keturunan yang sehat, jumlah kromosom harus dipertahankan dalam jumlah tetap
pada tubuh jika terjadi kegagalan akan menyebabkan kelainan pada sindrom
klinelfelter, sindrom down, atau aborsi janin. Spermatogenesis bekerja untuk
menghindari hal ini

Gambar 5. Gambar Sperma

A. Proses Spermatogenesis
Proses spermatogenesis sangat mirip pada hewan dan manusia, berikut
tahap-tahap tersebut:
1. Tahap 1
Spermatogonium diploid asli terletak pad tubulus seminiferus memiliki
dua kali jumlah kromosom, yang meriplikasi secara mitosis saat interfase
sebelum meiosis untuk membentuk 46 pasang kromatid kakak
2. Tahap 2
Kromatid bertukar informasi genetikdengan proses sinapsis, sebelum
membagi melalui meiosis menjadi spermatosit haploid
3. Tahap 3
Didivisi meiosis kedua, dua sela anak baru lebih lanjutmembagi diri
menjadi empat spermatid, yang memiliki kromosom unik yang memiliki
setengah jumlahnya dengan spermatogonium asli

12
4. Tahap 4
Sel-sel ini sekarang bergerak melalui lumen testis ke epododomis, dimana
mereka tumbuh menjadi 4 sel sperma dengan menumbuhkan mikrotubulus
pada sentriol, membentuk axoneme, yaitu tumbuh basal dan beberapa sentriol
memanjang untuk membentuk ekor sperma,difasilitasi oleh testosteron

Gambar 6. Proses Spematogenesis pada Pria

B. Faktor yang mempengaruhi spermatogenesis


Proses spermatogenesis sangat sensitive dan dapat dipengaruhi oleh
perubahan sekecil apapun dalam kadar hormon seperti testosteron yang dihasilkan
oleh hipitalamus, kelenjar pituitari , dan sel - sel leydig. Proses ini juga sangat
sensitive terhadap perubahan suhu.
Kekurangan dalam makanan, paparan obat kuat, alkhohol, dan adanya
penyakit dalam mempenagruhi laju pembentukan sperma.Stres oksida dapat
menyebabkan kerusakan DNA pada sperma, yang menyebabkan masalah dalam
pembuahan dan kehamilan.
proses spermatogenesis pada manusia terjadi selama periode waktu yang
lama lebih dari 2 bulan. Selama ini, lebih dari 300 juta spermatozoa akan
diproduksi setiap hari. Namun, pada akhirnya proses hanya sekitar 100 juta yang
menjadi sperma matang. Ini dapatmengambil satu bulan lahi untuk mengangkut
sperma baru pada sistem duktal.

F. Proses Pembentukan Zygot

1.Terjadinya fertilisasi (inti sperma+inti ovum) zigot embrio (32 sel, morula)
2. Morula blastula (hari ke 4 pasca fertilisasi, ada dua lapisan sel: Lapisan sel
luar atau trofoblas yang nantinya akan menjadi ari-ari yang berfungsi untuk
menyerap makanan, sel dalam atau (embrioblas)
3. Blastula menuju ke uterus untuk melekat(konsepsi pada hari ke enam).
4. Konsepsi (nidasi) kuat terjadi pada hari ke 12-14 kehamilan. Pada fase ini

13
embrioblas berkembang menjadi 2 lapisan yaitu ektodermis dan endodermis.
5. Blastula grastula pada hari ke 21. Grastula mempunyai 3 lapisan yaitu
ektodermis, mesodermis (ektodermis yang berinvaginasi) dan endodermis.
6. Embrio 5 minggu mempunyai panjang 1 cm, kuncup tangan, mata , jantung,
hati tumbuh.
7. Embrio 14 minggu mempunyai panjang 6 cm, organ lengkap sudah terbentuk.
8. Embrio 20 minggu mempunyai panjang 30 cm, organ lengkap semakin tumbuh
dengan sempurna.
9. Embrio 38 minggu mempunyai panjang 45 cm dengan berat 3 kg. Embrio pada
tahap perkembangan dilapisi oleh 4 membran yaitu:
a. Kandung kuning telur (tidak berkembang)
b. Amnion(cairan ketuban 800 ml yang melindungi embrio dari tekanan dan
benturan)
c. Alantois (rudimenter)
d. Korionplasenta (bentuk cakram dengan diameter 20 cm tebal 2,5 cm)
10. Menjelang kelahiran, kadar estrogen meningkat yang menyebabkan kontraksi
uterus meningkat dan produksi prolaktin oleh hipofisa meningkat yang
merangsang kelenjar susu.

Gambar 6. Proses Pembentukan Embrio

14
G. Kelainan Pada Sistem Reproduksi

Kelainan pada wanita :


1. Kanker vagina
Penyakit ini hanya menyerang wanita saja kanker vagina sampai saat ini
tidak diketahui penyebabnya dan kemungkinan disebabkan oleh virus yang
menyebabkan iritasi. Upaya pengobatannya dapat dilakukan dengan
kemoterapi dan bedah laser.
2. Gangguan menstruasi
Penyakit ini bisa berupa amenore primer dan sekunder. Amenore primer
merupakan gejala menstruasi tidak terjadi hingga 17 tahun dan unsure
seksual sekunder tidak berkembang. Sementara itu amenore sekunder
adalah tidak proses menstruasi selama 3 hingga 6 bulan pada wanita yang
telah mengalami siklus menstruasi sebelumnya.
3. Kanker serviks
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks (leher rahim) yang
hampir semuanya disebabkan oleh virus HPV atau Human Papiloma
Virus. Gejala awal berupa pendarahan pada vagina yang baru muncul saat
memasuki stadium lebih jauh. Penanganannya dengan pengangkatan
uterus,oviduk,ovarium,sepertiga bagian atas vagina,dan kelenjar limfa
panggul.
4. Kanker ovarium
Kanker ovarium merupakan kanker yang menyerang ovarium pada alat
kelamin wanita. Gejala penyakit ini biasanya ditandai oleh rasa pegal pada
panggul,perubahan fungsi saluran pencernaan, atau mengalami pendarahan
apnormal pada vagina.
5. Keputihan
Ada 2 macam keputihan yaitu normal dan tidak normal. Keputihan normal
bila lendir berwarna bening tidak berbau dan tidak gatal. Bila salah satu
saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut
dikatan tidak normal.
Kelainan pada pria
1. Epididimitis
Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan
oleh infeksi atau karena penyakit menular seksual. Penyakit ini ditandai
dengan rasa nyeri disertai pembengkaan
Pada salah satu testis.
2. Sifilis
Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Treponema
Palidium yang ditandai dengan berbagai gejala yaitu :
a. Luka pada alat kelamin, rectum, lidah dan bibir.
b. Bercak-bercak diseluruh tubuh

15
c. Tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh terutama pada tangan
dan telapak kaki.
d. Pembengkakan getah bening pada bagian paha.
3. Herpes genetalis
Herpes merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes
yang ditandai dengan rasa gatal dan sakit disekitar alat kelamin.
4. Hiphogonadisme
Hiphogonadisme merupakan penyakit yang menyerang pria dan ditandai
dengan penurunan fungsi testis. Penyebab penyakit ini adalah adanya
gangguan interaksi hormone yang menyebabkan infertilitas, impotensi dan
tidak adanya tanda tanda kepriaan.
5. Gonore
Penyakit ini disebut kencing nanah yang disebabkan oleh bakteri. Gejala
penyakit ini adalah keluarnya cairan seperti nanah dari saluran
kelamin,muncul rasa panas dan sering buang air kecil.

16
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Sistem Reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat
dalam organisme yang digunakan untuk berkembangbiak. Sistem
Reproduksi pada suatu organisme berbeda antara laki-laki dan wanita.
2. Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam
rongga panggul. Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi
Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst,
implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
3. Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi,
spermatogenesis dan hormon pada pria. Organ reproduksi pria terdiri atas
organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.
4. Beberapa Kelainan yang terjadi pada sistem Reproduksi
Kelainan pada wanita diantaranya : Kanker vagina, Gangguan menstruasi,
Kanker serviks,Kanker ovarium,Keputihan
Kelainan pada pria diantaranya :Epididimitis, Sifilis, Herpes genetalis,
Hiphogonadisme, Gonore

B. Kritik

C. Saran

17
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2015.Penyakit Pada Sistem Reproduksi. www.genggaminternet.com.

7 September 2016 09.15 WIB

Gibson,John.2003.Fisiologi & Anatomi Modern Untuk Perawat.Edisi 2: EGC

Tambayong, Jan. 2001.Anatomi & Fisiologi Untuk Keperawatan. EGC

Watson,Roger.2002.Anatomi & Fisiologi Untuk Perawat.Edisi 10 : EGC

https://rikafitrianingsih.wordpress.com/2014/06/24/proses-ovulasi-fertilisasi-
implantasi-dan-embryogenesis/

18