Anda di halaman 1dari 5

TUGAS INDIVIDU

APLIKASI ANALISIS KUANTITATIF

Oleh:

NAMA : BERNARDO N. DA SILVA


NIM : 1402612010233
KELAS : EKSEKUTIF SDM A
PRODI : MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MAHASARASWATI
DENPASAR
2017
PEMBAHASAN

1. Pengertian dan Ketentuan Uji Instrumen Penelitian


1.1 Uji Validitas
Uji Validitas bertujuan untuk melihat gambaran tentang kevalidan tiap indikator
instrumen penelitian. Suatu tes atau alat instrumen dapat dikatakan mempunyai
validitas tinggi apabila instrumen tersebut menjelaskan fungsi ukurnya atau
memberikan hasil ukur. Suatu pengukuran dikatakan valid apabila mengukur
tujuannya dengan nyata dan benar, dan dinyatakan tidak valid jika memberikan
hasil ukuran menyimpang dari tujuannya. Uji validitas digunakan untuk mengukur
sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika
pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan
diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2013:52). Untuk menguji validitas
instrumen digunakan metode Pearson Correlation dengan nilai 0,50. Dengan
kriteria pengujian jika nilai Pearson Correlation lebih dari 0,50 maka instrumen
tersebut dinyatakan valid, atau sebaliknya jika nilai Pearson Correlation dengan
skor total kurang dari 0,50 maka instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.

1.2 Uji Reliabilitas


Uji reliabilitas ini menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya
untuk dapat dipergunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut
sudah baik sehingga dapat diandalkan. Instrumen yang reliabel adalah instrumen
yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan
menghasilkan data yang sama. Uji reliabilitas data adalah suatu uji yang dilakukan
untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel.
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal, jika jawaban seseorang terhadap
pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2013:47). Uji
reliabilitas dilakukan terhadap instrumen dengan koefisien Cronbach Alpha dengan
bantuan SPSS. Indikator untuk uji reliabilitas adalah Cronbach Alpha, apabila nilai
Cronbach Alpha > 0,70 maka instrumen yang digunakan dinyatakan reliabel
2. Pengertian dan Ketentuan Uji Asumsi Klasik
2.1 Uji Normalitas Uji Kolmogorov-Smirnof (K-S)
Uji normalitas data bertujuan untuk menguji salah satu asumsi dasar analisis regresi
berganda, yaitu variabel-variabel independen dan dependen harus didistribusikan
normal atau mendekati normal. Pengujian Normalitas data dilakukan dengan
menggunakan Kolmogorof Smirnov. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05
maka data terdistribusi dengan normal, dan jika kurang dari 0,05 maka data
terdistribusi dengan tidak normal (Ghozali, 2013).

2.2 Uji Non-Multikolinearitas Uji Tolerance-VIF (Variance Inflation Factor)


Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan
adanya korelasi antar variabel bebas (Independent). Model regresi yang baik
seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (tidak terjadi
Multikolonieritas). Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel
ini tidak ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel
bebas sama dengan nol.
Seperti biasanya, setiap uji statistik yang dilakukan pasti ada dasar pengambilan
keputusannya. Dasar pengambilan keputusan pada Uji Multikolonieritas dapat
dilakukan dengan dua cara, yakni:
Melihat nilai Tolerance:
1. Jika nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 maka artinya Tidak terjadi
Multikolonieritas terhadap data yang di uji.
2. Jika nilai Tolerance lebih kecil dari 0,10 maka artinya Terjadi
Multikolonieritas terhadap data yang di uji.

Melihat nilai VIF:


1. Jika nilai VIF lebih kecil dari 10,00 maka artinya Tidak terjadi
Multikolonieritas terhadap data yang di uji.
2. Jika nilai VIF lebih besar dari 10,00 maka artinya Terjadi Multikolonieritas
terhadap data yang di uji.

2.3 Uji Non-Heteroskedastisitas Uji Park (Parks Test)


Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan
varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang
harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas.
Ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan, salah satu diantaranya yaitu
Uji Park.
Metode uji Park yaitu dengan meregresikan nilai logaritma natural dari residual
kuadrat (Lne2) dengan variabel independen (X1 dan X2). Kriteria pengujian adalah
sebagai berikut:
1. Ho: tidak ada gejala heteroskedastisitas.
2. Ha: ada gejala heteroskedastisitas.
3. Ho diterima bila Signifikansi > 0,05 berarti tidak terdapat heteroskedastisitas
dan Ho ditolak bila Signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat heteroskedastisitas.
PENUTUP

3. Kesimpulan
Dalam sebuah penelitian keampuhan instrumen penelitian (valid dan reliabel)
merupakan hal yang penting dalam pengumpulan data, karena kebenaran data sangat
menentukan mutu hasil penelitian. Sedangkan uji asumsi klasik ini digunakan dalam
penelitian ini karena penelitian ini menguji tentang pengaruh dari variabel, sehingga alat
uji hipotesis menggunakan regresi. Uji ini terdiri atas normalitas, multikolinearitas dan
heterokedastisitas.
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan diatas, bisa ditarik kesimpulan dimana
kedua uji ini memiliki peran yang sangat penting dalam suatu penelitian untuk menentukan
hasil atau output yang benar. Uji instrumen yang bertujuan untuk melihat gambaran tentang
kevalidan tiap indikator instrumen penelitian dan menunjukkan bahwa suatu instrumen
cukup dapat dipercaya untuk dapat dipergunakan sebagai alat pengumpulan data karena
instrumen tersebut sudah baik sehingga dapat diandalkan, serta sama halnya juga dengan
uji asumsi klasik yang bertujuan untuk menguji asumsi yang terdapat dalam penelitian
apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Independent) untuk
mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi atau adanya ketidaksamaan.