Anda di halaman 1dari 9

Glaukoma ec Katarak

Oleh:
Achmad Syaukat, S.Ked 04054821618109
Fauan Ditiaharman, S.Ked 04084821618122
Kartika Luthfiana, S. Ked 04054821618113
Erika Resti Prahastika, S.Ked 04054821719069
Devia Amalia, S.Ked 04054821719070
Patima Sitompul, S.Ked 04054821719071

Pembimbing:
dr. Linda Trisna, Sp.M (K)

DEPARTEMEN KESEHATAN MATA


RUMAH SAKIT DR. MOH. HOESIN PALEMBANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas segala
rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan kemudahan di setiap langkah
penyusunan referat ini sehingga atas izinNya laporan kasus yang berjudul
Glaukoma e.c Katarak dapat terselesaikan. Laporan kasus ini dibuat dengan
maksud sebagai salah satu syarat dalam mengikuti Kepaniteraan Klinik Senior di
Bagian Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Rumah Sakit
dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 10 April 2017-15 Mei 2017.
Dalam menyelesaikan laporan kasus ini, penulis memperoleh banyak
dukungan dari berbagai pihak, dan pada kesempatan ini, penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada dr. Linda Trisna, Sp.M (K) selaku pembimbing yang
telah memberikan bimbingan dan arahan selama penulisan laporan kasus ini.
Terima kasih pula penulis sampaikan kepada para residen, teman-teman
dokter muda dan semua pihak yang telah membantu dalam penulisan laporan
kasus ini. Penyusunan laporan kasus ini masih jauh dari sempurna baik isi maupun
penyajiaannya sehingga diharapkan saran dan kritik yang membangun dari
berbagai pihak guna penyempurnaan laopran kasus ini. Semoga laporan kasus ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.

Palembang, April 2017

Penulis

ii
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN KASUS

berjudul

Katarak Kongenital

oleh:

Achmad Syaukat, S.Ked 04054821618109


Fauan Ditiaharman, S.Ked 04084821618122
Kartika Luthfiana, S. Ked 04054821618113
Erika Resti Prahastika, S.Ked 04054821719069
Devia Amalia, S.Ked 04054821719070
Patima Sitompul, S.Ked 04054821719071
Achmad Syaukat, S.Ked 04054821618109

telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam mengikuti
Kepaniteraan Klinik Senior di Bagian Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya Rumah Sakit dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 10
April-15 Mei 2017.

Palembang, April 2017

dr. Linda Trisna, Sp.M (K)

iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv

BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................... 1

BAB II. STATUS PASIEN .................................................................................. 3

BAB III. TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................... 7

BAB IV. ANALISIS KASUS .............................................................................. 38

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................41

iv
BAB I
PENDAHULUAN

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang
memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma.Glaukoma adalah penyakit
mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan intraokuler yang disertai oleh pencekungan
diskus optikus dan pengecilan lapang pandang.

Glaukoma adalah suatu kelainan pada mata yang ditandai dengan meningkatnya
tekanan bola mata, atrofi papil saraf optik, dan menciutnya lapang pandang. Pada glaukoma
akan terdapat melemahnya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapang pandang dan
kerusakan anatomi berupa ekstravasasi (penggaungan) serta degenerasi papil saraf optik,
yang dapat berakhir pada kebutaan.
Glaukoma akut adalah suatu kondisi dimana terjadi aposisi iris dengan jalinan
trabekular pada sudut bilik mata. Saat kondisi iris terdorong atau menonjol kedepan maka
outflow humor aqueous akan terhambat, keadaan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan
intra okular. Jika penutupan sudut terjadi secara mendadak, maka gejala yang ditimbulkan
sangat berat seperti: nyeri pada mata, sakit kepala, pandangan kabur, halo, mual dan muntah.

Sudut tertutup didefinisikan sebagai aposisi dari iris perifer terhadapat trabekular
meshwork yang menyebabkan menurunnya drainage dari aqueous humourus melalui kamera
okuli anterior. Glaukoma sudut tertutup terjadi apabila aliran keluar aquous humourus
terhambat akibat penutupan sudut kamera okuli anterior.
Di Amerika Serikat, kira-kira 2.2 juta orang pada usia 40 tahun dan yang lebih tua
mengidap glaukoma, sebanyak 120,000 adalah buta disebabkan penyakit ini. Banyaknya
Orang Amerika yang terserang glaukoma diperkirakan akan meningkatkan sekitar 3.3 juta
pada tahun 2020. Tiap tahun, ada lebih dari 300,000 kasus glaukoma yang baru dan kira-kira
5400 orang-orang menderita kebutaan. Glaukoma akut (sudut tertutup) merupakan 10-15%
kasus pada orang Kaukasia. Persentase ini lebih tinggi pada orang Asia, terutama pada orang
Burma dan Vietnam di Asia Tenggara. Glaukoma pada orang kulit hitam, lima belas kali
lebih menyebabkan kebutaan dibandingkan orang kulit putih.
Berdasarkan etiologi, glaukoma dibagi menjadi 4 bagian ; glaukoma primer,glaukoma
kongenital, glaukoma sekunder dan glaukoma absolut sedangkan berdasarkan mekanisme
peningkatan tekanan intraokular glaukoma dibagi menjadi dua, yaitu glaukoma sudut terbuka

5
dan glaukoma sudut tertutup. Penatalaksanaan glaukoma berupa pengobatan medis, terapi
bedah dan laser. ECP (endoscopic cyclophotocoagulation) menggunakan laser untuk
mengurangi produksi aquoeus humor dan tekanan intraocular merupakan salah satu
penatalaksanaan glaukoma.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami tentang penyakit
glaukoma, epidemiologi, etiologi, faktor risiko, patofisiologi, mampu menegakkan diagnosis
dan penatalaksanaan glaukoma.

6
BAB II

STATUS PASIEN

2.1 IDENTIFIKASI
Nama : By.YE
Umur : 4 bulan
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Ds. Gunung Kembang, Kampung 1 Kec. Merapi Timur Kab.
Lahat, Sumatera Selatan
No. Rekam Medis : 4063XXX
Tanggal Pemeriksaan : 23 April 2017

2.2 ANAMNESIS (autoanamnesis pada 23 April 2017)


Keluhan Utama:
Bercak putih pada kedua mata sejak lahir
Riwayat Perjalanan Penyakit:
Sejak pasien lahir, orang tua pasien mengaku terdapat bercak putih pada
bagian tengah kedua mata. Bercak tersebut tidak hilang saat berkedip. Orang tua tidak
langsung membawa ke dokter. Saat pasien berusia 2 bulan, orang tua mulai khawatir
karena anaknya tidak merespon saat dipanggil atau ada benda yang digerakkan
didepan matanya dan saat melihat matanya sering tidak fokus. Bercak putih di mata
tidak kunjung hilang. Keluhan mata merah (-), kotoran mata (-), berair (-).

Riwayat Penyakit Dahulu:


Pasien tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.
Riwayat trauma disangkal

Riwayat Penyakit dalam Keluarga:


Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga sebelumnya disangkal.
Riwayat darah tinggi dan kencing manis pada ibu disangkal.
Riwayat keluarga memelihara binatang......

7
Riwayat Kehamilan
Saat hamil ibu mengaku pernah kontrol ke bidan. Riwayat demam tidak terlalu tinggi
berlangsung selama 2 hari. Berobat ke bidan, lalu diberikan obat yang tidak diketahui
nama obatnya. Riwayat konsumsi jamu selama kehamilan disangkal.

Riwayat Kelahiran
Pasien lahir cukup bulan dengan persalinan normal, berat badan lahir 1.300 gr,
imunisasi sesuai usia, saat ini masih mengkonsumsi ASI.

2.3 PEMERIKSAAN FISIK


Status Generalis
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Nadi : 134 x/menit
Pernafasan : 30 x/menit
Suhu : 36,7oC
Status Gizi :

Status Oftalmologikus
OD OS
Visus Blink Reflex (+) Blink Reflex (+)
TIO N +0 N+0
KBM Nistagmus
Segmen Anterior
Palpebra Tenang Tenang
Konjungtiva Tenang Tenang
Kornea Jernih Jernih
Iris Gambaran baik Gambaran baik
Pupil B,C,RC (+), diameter 3 mm B,C,RC (+), diameter 3 mm
Lensa Keruh Keruh
Segmen Posterior
Reflek Fundus Tidak Diperiksa Tidak Diperiksa
Papil Tidak Diperiksa Tidak Diperiksa
Makula Tidak Diperiksa Tidak Diperiksa
Retina Tidak Diperiksa Tidak Diperiksa

2.4 PEMERIKSAAN PENUNJANG


Laboratorium

8
- Glaukoma sekunder e.c katarak immatur OS + Anomali refraksi OD
- Glaukoma Primer Sudut tertutup OS + Anomali Refraksi OD
- Glaukoma Fakolitik OS + Anomali Refraksi OD

2.5 DIAGNOSIS BANDING

2.6 DIAGNOSIS KERJA

- Glaukoma sekunder e.c katarak immature OS + Anomali refraksi OD

2.7 PENATALAKSANAAN

Informed consent
Farmakologis
Timolol 0,5% ED 2x1 tetes OS (antiglaukoma golongan blocker)
Asetazolamid tab 3 x 250 mg PO (antiglaukoma golongan carbonic anhidrase
inhibitor)
Artificial tears ED 6x1 tetes OD
Pilocarpin 2% ED 4x1 tetes OS (Parasimpatomimetik agent)
Rujuk ke dokter spesialis mata untuk ekstraksi katarak dan implantasi IOL

2.8 PROGNOSIS
Quo ad vitam : Dubia ad bonam
Quo ad functionam : Dubia