Anda di halaman 1dari 28

PERILAKU KONSUMTIF MELALUI ONLINE SHOPPING

FASHIONPADA MAHASISWI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS


MUHAMMADYAH SURAKARTA

NASKAH PUBLIKASI
Diajukan kepada Fakultas Psikologi
Untuk Memenuhi Sebagai Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana (S-1)Psikologi

DiajukanOleh :
ANISA QODARIL THOHIROH
F 100 110 174

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH


SURAKARTA 2015
PERILAKU KONSUMTIF MELALUI ONLINE SHOPPING
FASHIONPADA MAHASISWI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS
MUHAMMADYAH SURAKARTA

NASKAH PUBLIKASI
Diajukan kepada Fakultas Psikologi
Untuk Memenuhi Sebagai Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana (S-1)Psikologi

DiajukanOleh :
ANISA QODARIL THOHIROH
F 100 110 174

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH


SURAKARTA 2015

ii
PERILAKU KONSUMTIF MELALUI ONLINE SHOPPING FASHION
PADA MAHASISWI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Anisa Qodaril Thohiroh

Susatyo Yuwono, S.Psi, M.Si

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

anisaqodaril@yahoo.co.id
Abstrak
Perilaku konsumtif melalui online shopping fashion pada mahasiswi
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta merupakan perilaku
yang didorong oleh hasrat berbelanja berbagai macam produk fashion yang
dilakukan secara berlebihan. Perilaku berbelanja produk fashion yang dilakukan
secara terus menerus dengan berlebihan ini sudah menjadi gaya hidup mahasiswi
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan perilaku ini
menjadikan mahasiswi melakukan pemborosan dalam berbelanja. Gaya hidup
mewah ini terjadi karena lingkungan, teman sebaya dan faktor idola yang
memasarkan produk fashion melalui situs online shopping sehingga mahasiswi
tertarik untuk membeli produk fashion karena kesenangan saat melihat produk
yang dipasarkan, pada situs online shopping fashion. Ketertarikan terhadap produk
yang dipasarkan melalui online shopping ini memicu perilaku pembelian
impulsive di kalangan mahasiswi dalam berbelanja produk fashion melalui online
shopping fashion. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku
konsumtif melalui online shopping fashion pada mahasiswi Fakultas Psikologi
Universitas Muhammadiyah Surakarta. Subyek penelitian ini memiliki
karajteristik yaitu a) informan merupakan mahasiswi fakultas psikologi
Universitas Muhammadiyah Surakarta yang masih aktif kuliah, b) mahasiswi yang
melakukan online shopping minimal 1 x dalam sebulan, c) mahasiswa yang
mengeluarkan biaya minimal Rp 500.000,00 setiap bulan untuk berbelanja online.
Dalam penelitian ini menggunakan tiga metode penelitian, yaitu metode kuesioner
terbuka, metode wawancara dan metode observasi. Dari hasil screaning kuesioner
terbuka terdapat 10 informan yang memenuhi kriteria, namun hanya 7 orang yang
bersedia untuk menjadi informan dalam metode wawancara. Hasil penelitian ini
adalah perilaku konsumtif melalui online shopping fashion pada mahasiswi
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yaitu melakukan
perilaku belanja secara berlebihan, melakukan belanja karena kesenangan,
pembelian impulsive. Perilaku berbelanja yang dilakukan ini sudah menjadi gaya
hidup, informan rela menjual barang berharga seperti anting, kamera, handphone
untuk membeli barang yang diinginkan dan subyek juga rela makan seadanya asal
bisa membeli baju branded dengan model yang berbeda dari orang lain, serta
merasa bangga memiliki banyak baju dan setiap pergi selalu memakai baju yang
berbeda-beda tanpa ada orang lain yang memakai baju yang sama.
Kata Kunci : Perilaku konsumtif, mahasiswi, online shopping fashion

v
PENDAHULUAN temannya jika mereka mengikuti gaya
hidup teman-temannya yang saat ini
Latar Belakang Masalah
sedang gencarnya online shopping
Penggunaan internet semakin dalam memenuhi kebutuhan hidup.
popular dikacamata para generasi Pada setiap kesempatan online
muda tak terkecuali shopping menjadi perbincangan oleh
mahasiswi.Mahasiswi adalah bagian sebagian kalangan mahasiswi.
masyarakat yang sangat dekat dengan Sekarang online shopping fashion
persoalan akses informasi dan dunia sudah bisa diakses melalui Blackberry
internet.Online shopping merupakan Messenger, android, dan sosial media
bentuk perubahan yang di sajikan oleh untuk itu lebih memudahkan bagi
internet dari segi inovasi dalam mahasiswi untuk mengaksesnya dan
berbelanja.Pola konsumsi mahasiswa, melakukan online shopping. Dengan
khususnya konsumsi produk fashion demikian semakin maraknya online
akhir-akhir ini mengalami shopping dikalangan mahasiswi akan
peningkatan.Mahasiswi tertarik membuat mahasiswi semakin diberi
mengkonsumsi produk fashion karena kemudahan untuk melakukan transaksi
untuk mengikuti trend anak muda membeli online.
jaman sekarang.Pola konsumsi yang Dari fenomena yang didapatkan
tinggi cenderung konsumtif. Untuk itu oleh peneliti melalu observasi dan
semakin maraknya produsen yang wawancara terhadap dua orang
menjual barang melalui online mahasiswi Fakultas Psikologi
shopping terutama produk fashion Universitas Muhammadiyah Surakarta
akan lebih meningkatkan mahasiswi mengenai kebiasaannya melakukan
untuk melakukan transaksi melalui online shoppingfashion.Perilaku
online shopping dalam memenuhi online shopping fashion sudah menjadi
kebutuhannya. Selain itu mahasiswi prioritas utama bagi mahasiswi
berpersepsi bahwa mereka akan Fakultas Psikologi Universitas
diterima dalam lingkungan teman- Muhammadiyah Surakarta, menurut

1
kedua subyek yang menjadi data awal dengan gaya hidup yang sama. Karena
penelitian menyatakan bahwa trend online shopping fashion sekarang
melakukan belanja online sudah menjadi gaya hidup dan
memudahkan dalam bertransaksi dan kebiasaan bagi mahasiswi untuk
ketika melakukan belanja online memenuhi kebutuhannya. Bagi
shopping fashion menghabiskan uang mahasiswi penampilan merupakan cara
yang tidak pernah terduga, hampir mereka manunjukkan jati diri,
setangah dari uang sakunya digunakan cara berkomunikasi dan juga
untuk melakukan belanja produk menunjukkan mereka pantas berada
fashion melalui online shopping dalam suatu kelompok tertentu.
fashion.Hal yang mempengarhui yaitu Perilaku online shopping
karena trend jaman sekarang dan fashion yang terus menerus ini akan
lingkungan yang juga melakukan mengakibatkan mahasiswi berperilaku
online shopping fashion. konsumtif dengan memenuhi
Dengan demikian perilaku kebutuhan secara berlebihan atas dasar
online shopping sudah merajalela tertarik dengan produk yang
dikalangan mahasiswi, karena barang ditawarkan atau bahkan karena teman-
yang ditawarkan dan karena pengaruh teman kuliahnya juga membeli barang
teman di sekitarnya. Karena online secara online. Bahkan alasan
shopping mahasisiwi membeli barang melalui
merupakan cara belanja yang online shopping karena mudah dan
memudahkan untuk mahasiswi dan tidak membuat mereka bersusah payah
menarik mahasiswi membeli barang pergi keluar rumah hanya ingin
dengan hanya tampilan yang memenuhi kebutuhannya.
ditawarkan saja.
Fenomena yang dipaparkan
Dengan adanya perilaku online
diatas melatarbelakangi peneliti untuk
shopping ini mahasiswi ingin
meneliti lebih dalam dan ingin
menunjukkan kepada masyarakat dan
memahami perilaku konsumtif melalui
lingkungannya bahwa mereka sama
dan bisa berada diantara kelompoknya

2
online shoppingfashion pada Aspek ini menunjukkan bahwa
mahasiswi Fakultas Psikologi
seorang remaja berperilaku membeli
Universitas Muhammadiyah Surakarta.
semata-mata karena didasari oleh
Perilaku konsumtif merupakan
hasrat yang tiba-tiba / keinginan
tindakan seorang membeli suatu
sesaat, dilakukan tanpa terlebih dahulu
barang tanpa adanya pertimbangan
memepertimbangkannya, tidak
yang masuk akal dimana seorang
memikirkan apa yang akan terjadi
tersebut dalam membeli suatu barang
kemudian dan biasanya bersifat
tidak didasarkan pada faktor
emosional.
kebutuhan (Sumartono, 2002)
Menurut Kharis (2011)
Ancok (1995) menjelaskan
menyebutkan bahwa impulsive buying
bahwa perilaku konsumtif seseorang
atau biasa disebut juga unplanned
ialah perilaku yang tidak lagi membeli
purchase, adalah perilaku orang
barang yang benar-benar dibutuhkan,
dimana orang tersebut tidak
tetapi membeli barang hanya semata-
merencanakan sesuatu dalam
mata untuk membeli dan mencoba
berbelanja.
produk, walau sebenarnya tidak
Menurut Rook dalam Kharis
memerlukan produk tersebut.
(2011) impulsive buying adalah
Menurut Lina & Rosyid (1997)
pembelian yang terjadi ketika
aspek-aspek perilaku konsumtif adalah
konsumen mengalami desakan tiba-
a. Pembelian Impulsif (
tiba, yang biasanya sangat kuat dan
Impulsive Buying )
menetap untuk membeli sesuatu

3
dengan segera.Dorongan pembelian sekolah atau acara resmi tidak

adalah sifat foya-foya dan dapat dikatakan boros namun jika membeli

merangsang konflik emosional, melebihi batas missal butuh pakaian

sehingga impulsive buying mudah hanya satu namun membeli tiga hal

terjadi karena adanya keinginan inilah yang dikatakan boros.

konsumen yang berubah-ubah. c. Mencari kesenangan (Non rational

Impulsive buying memiliki beberapa buying)

karakteristik : Suatu perilaku dimana konsumen

1. Spontanitas. membeli sesuatu yang dilakukan

2. Kekuatan, kompulsi, intensitas. semata-mata untuk mencari

3. Kegairahan dan stimulasi. kesenangan. Salah satu yang dicari

4. Ketidakpedulian akan akibat. adalah kenyamanan fisik dimana para

b. Pemborosan remaja dalam hal ini dilator belakangi

Perilaku konsumtif sebagai salah oleh sifat remaja yang akan merasa

satu perilaku yang menghambur- senang dan nyaman ketika dia

hamburkan banyak dana tanpa disadari memakai barang yang dapat

adanya kebutuhan yang jelas. membuatnya lain daripada yang lain

Boros adalah membelanjakan dan membuatnya merasa trendy.

sesuatu tidak pada tempatnya ataupun Belanja online didefinisikan

melebihi ukuran yang semestinya. sebagai perilaku mengunjungi toko

Contohnya: berbelanja pakaian yang online melalui media internet untuk

dibutuhkan untuk kepentingan kerja, mencari, menawar atau membeli

4
produk dengan niat membeli dan dari penjual melalui media internet

mendapatkan produk tersebut. Di menggunakan sebuah web browser

Indonesia masih terdapat banyak toko (Hardiawan,2013).

online, dimana transaksi pembayaran Faktor yang mempengaruhi

masih dilakukan dengan cara non- perilaku membeli menurut

online, seperti transfer antar bank Kotler( 2003:183-206 dalam Suhari,

(Luthfiana,2014). 2008) terdiri dari :

Online shopping atau belanja 1. Kebudayaan yang terdiri dari :

online via internet, adalah suatu proses budaya, sub budaya dan kelas

pembelian barang atau jasa melalui sosial.

internet. Sejak kehadiran internet, para 2. Sosial yang terdiri dari:

pedagang telah berusaha membuat kelompok acuan, keluarga, peran

toko online dan menjual produk dan status.

kepada mereka yang sering 3. Personal yang terdiri dari: usia

menjelajahi dunia maya (internet) dan siklus hidup, pekerjaan,

melalui berbagai macam media sosial, keadaan ekonomi, gaya hidup,

blog, bahkan web ( Alfatris, 2014) kepribadian, dan konsep diri.

Belanja online (online shopping) 4. Psikologi yang terdiri dari:

adalah kegiatan jual beli atau motivasi,persepsi,proses

perdagangan elektronik yang belajar, proses belajar,

memungkinkan konsumen untuk dapat kepercayaan dan sikap.

langsung membeli barang atau jasa

5
Produk fashion adalah sebuah baju, celana, tas, sepatu, aksesoris

produk yang mempunyai ciri-ciri lainnya yang dapat menunjang

khusus yang tepat dan mewakili style penampilan pemakaianya

yang sedang trend dalam suatu kurun (Purbaningrum,2008).

waktu tertentu. Fashion merupakan Berdasarkan kerangka berfikir

tanda dari suatu periode waktu, diatas maka hipotesis tindakan pada

seringkali fashion menggambarkan penelitian ini :

kebudayaan, perasaan, pemikiran, dan Dinamika perilaku konsumtif

gaya hidup orang-orang dakam satu melaluionline shopping fashion pada

kurun waktu (Wibisono,2008). mahasiswi Fakultas Psikologi

Fashion adalah istilah umum untuk Universitas Muhammadiyah

gaya atau mode. Fashion dan wanita Surakarta.

merupakan dua hal yang tidak


METODE PENELITIAN
terpisahkan antara satu dengan yang
Pada penelitian yang dilakukan
lainnya (Savitrie,2008).
oleh peneliti ini menggunakan metode
Fashion sendiri dapat diartikan
penelitiankualitatif dengan pendekatan
sebagai mode, gaya, cara, busana,
fenomenologi, karena dalam penelitian
pakaian (The Contemporary English-
Perilaku Konsunsumtif Melalui Online
Indonesia Dictionary, Peter Salim).
Shopping Fashion Pada Mahasiswi
Jadi produk fashion merupakan
Fakultas Psikologi Universitas
barang-barang yang dihasilkan dari
Muhammadiyah Surakarta peneliti
suatu proses produksi baik berupa

6
ingin mengungkap fenomena yang ada penggali data dan observasi sebagai

di masyarakat. Dalampenelitian ini metode pelengkap.

untuk mendapatkan data dari Dalam kuesioner terbuka yang

responden maka peneliti menggunakan diajukan oleh peneliti untuk responden

tiga metode yaitu metode kuesioner berisi 11 pertanyaan. Berikut hasil

terbuka untuk menscreaning data, screaning yang dilakukan sdi Fakultas

metode wawancara sebagai metode Psikologi Universitas Muhammadiyah

Surakarta.

Table 2. Hasil screaning kuesioner terbuka

Jumlah Jumlah informan Jumlah informan Jumlah informan yang


keseluruhan berdasarkan intensitas berdasarkan uang dipilih
informan belanja yang dikeluarkan
1 x sebulan 2 x sebulan 300-500 >500 1xsebulan 2xsebulan
ribu ribu 300-500 >500ribu
ribu
55 16 1 10 1 9 1

Dari hasil kuesioner terbuka melalui online shopping minimal 1 x

yang diberikan kepada 55 informan dalam satu bulan dan 1 informan

terdapat 17 informan yang memenuhi berbelanja melalui online shopping

kriteria berdasarkan intensitas belanja fashion minimal 2 x dalam satu bulan.

melalui online shopping fashion. Kemudian berdasarkan uang yang

Dengan rincian 16 informan berbelanja dikeluarkan untuk berbelanja melalui

7
online shopping didapatkan 11 tersebut terdapat 7 subyek yang

informan dengan rincian 10 informan bersedia untuk dilakukan wawancara

uang yang dikeluarkan untuk guna menggali data lebih mendalam

berbelanja melalui online shopping tentang perilaku belanja melalui online

fashion berkisar antara 300 500 ribu shopping fashion.

dan 1 informan mengeluarkan uang HASIL DAN PEMBAHASAN

untuk berbelanja melalui online Tujuan dari penelitian ini

shopping fashion berkisar lebih dari adalah untuk mengetahui dinamika

500 ribu. perilaku konsumtif melalui online

Berdasarkan hasil seleksi yang shopping fashion pada mahasiswi

telah dilakukan tersebut terdapat 9 Fakultas Psikologi Universitas

informan yang melakukan belanja Muhammadiyah Surakarta.Maraknya

melalui online shopping minimal 1 x internet dan semakin berkembangnya

dalam satu bulan dan mengeluarkan model trend fashion jaman sekarang

uang antara 300 500 ribu dalam satu membuat mahasiswi semakin marak

bulan belanja online shopping dan 1 untuk melakukan perilaku belanja dan

informan yang melakukan online memenuhi kebutuhan sekundernya

shopping minimal 2 x dalam satu secara berlebihan.Perilaku belanja

bulan dan mengeluarkan uang lebih yang sekarang sering dilakukan oleh

dari 500 ribu dalam satu bulan untuk mahasiswi yaitu dengan belanja

melakukan online shopping. Dari ke melalui online shopping dengan

10 subyek yang memenuhi kriteria berbagai media sosial yang dimiliki.

8
Diagram 1. Berapa kali melakukan online shopping

1 x sebulan
27% 29% 2 bulan sekali
< 6 bulan sekali
2% Sekali dalam 6 bulan atau bahkan lebih
9% 2 x sebulan
22% Tidak past
11%

Dari hasil kuesioner terbuka bulan bahkan ada yang melakukan 2 x

yang diberikan kepada informan sebulan. Dari 55 informan yang

mengenai perilaku belanja yang mengisi kuesioner terbuka didapatkan

dilakukan melalui online shopping 16 informan yang melakukan belanja 1

fashion sebagian besar informan x dalam satu bulan melalui online

melakukan belanja melalui online shopping dan 1 informan yang

shopping fashion dan perilaku belanja melakukan online shopping 2 x dalam

melalui online shopping tersebut satu bulan.

dilakukan minimal 1 x dalam satu

9
Diagram 6. Jenis fashion yang sering dibeli melalui online
shopping
2% Baju, jaket

7% Tas
7% Sepatu
5%
7% Baju, tas, sepatu, aksesoris, arloji
72% Kosmetk

Tidak pernah beli online, onderdil

motor

Pembelian melalui online ini sesuai dengan pendapat yang

shopping yang dilakukan oleh dikemukakan Savitrie (2008) bahwa

informan sebagian besar untuk jenis produk fashion yang paling

membeli produk fashion yang sedang banyak dibeli konsumen adalah baju

marak dikalangan mahasiswa dan dari karenafrekwensi pemakaiannya yang

beranea ragam produk fashion tersebut paling sering. Sedangkan untuk jenis

sebagian besar informan dari 55 produk lain yaitu tas, sepatu, dan

informan sekitar 39 informan aksesoris tidak sesering membeli baju

menyatakan bahwa baju merupakan karena pemakaiannya bisa berulang

barang yang sering dibeli oleh kali tanpa terlihat mencolok.

informan melalui online shopping. Hal

10
Diagram 7. keputusan membeli melalui online shopping
2% 2% Ikutan teman
4%
7% Mengikut trend baru
4% 20%
Tampilan barang menarik

9% Harga murah

Kebutuhan mendesak

Mudah mendapatkan, tdak

ribet/ susah
Coba-coba
52%
Tidak past, jarang, tdak
pernah, tdak ada

Berdasarkan hasil analisis memutuskan untuk langsung membeli

diagram diatas hasil terbesar alasan barang yang diinginkan tanpa

memutuskan untuk membeli melalui mempertimbangkan lebih matang.

online shopping karena adanya Selain dari tampilan gambar yang

tampilan barang yang menarik. Hal ini membuat tertarik untuk membeli

juga diperkuat denganhasil analisis barang melalui online shopping

wawancara dapat diketahui bahwa fashion hal kedua yang dilihat

informan menyatakan pada saat akan informan yaitu bahan dari barang yang

melakukan online shopping hal akan dibeli, kemudian harga yang

pertama yang dilihat yaitu tampilan ditawarkan. Namun setelah dilakukan

gambar yang dipasarkan melalui situs wawancara mendalam informan

online shopping fashion, dari tampilan menyatakan bahwa hal yang

gambar tersebut membuat informan mempengaruhi untuk membeli melalui

11
online shopping selain tampilan barang mengiklankan barang.Individu

yang menarik juga karena pengaruh memakai barang karena tertarik untuk

pengaruh lingkungan, orang tua, bisa menjadi seperti model iklan

teman, idola juga mempengaruhi untuk tersebut, ataupun karena model iklan

pembelian melalui online shopping. tersebut adalah seorang idola dari

pembeli.
Pembelian barang yang sama

dengan idolanya juga dilakukan Berdasarkan hasil analisis data

informan dengan membeli pada situs wawancara dapat diketahui bahwa

online shopping milik idolanya. perilaku konsumtif melalui online

Dimana ketika melakukan belanja shopping fashion dilakukan oleh

melalui online shopping informan informan karena aspek kesenangan

selalu melihat tampilan idolanya yang pada saat melakukan pembelian barang

sedang trend saat ini, selain itu melalui online shopping karena

informan juga membeli barang yang menurut informan berbelanja melalui

diinginkan melalui situs online online shopping itu memudahkan

shopping milik idola tersebut.Hal ini bahkan tidak membuat susah harus

sesuai dengan pendapat Sumartono keluar rumah untuk mencari barang

(2002) yang menyatakan terdapat yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil

delapan ciri perilaku konsumtif salah analisis data observasi juga dapat

satunya yaitu memakai sebuah barang diketahui bahwa informan membeli

karena pengaruh model yang barang melalui online shopping lebih

12
dari satu barang untuk memenuhi remaja dalam hal ini dilator belakangi

hasrat atau keinginan membeli semata. oleh sifat remaja yang akan merasa

Karena menurut mereka membeli lebih senang dan nyaman ketika dia

dari satu dalam melakukan online memakai barang yang dapat

shopping itu membuat menyenangkan membuatnya lain daripada yang lain

dan nyaman karena dengan adanya dan membuatnya merasa trendy.

barang yang banyak maka mereka


Perilaku belanja melalui online
akan lebih bisa berganti baju setiap
shopping juga dilakukan oleh informan
kali pergi keluar rumah. Hal ini sesuai
secara boros. Dengan perilaku boros
dengan pendapat Lina & Rosyid
ini akan memicu informan untuk
(2008) yang menyatakan aspek
berperilaku konsumtif dalam membeli
perilaku konsumtif salah satunya
barang melalui online shopping
mencari kesenangan (Non rational
fashion. Dalam melakukan online
buying)yaitu suatu perilaku dimana
shopping fashion informan rela
konsumen membeli sesuatu yang
mengeluarkan uang setengah dari uang
dilakukan semata-mata untuk mencari
sakunya untuk melakukan pembelian
kesenangan. Salah satu yang dicari
melalui online shopping,
adalah kenyamanan fisik dimana para

13
Diagram 4. Pengeluaran untuk melakukan online shopping
fashion tiap 1 bulan
2% < 100 ribu, jarang, tdak
perbulan, tdak past,
tdak pernah
18% 20% < 300 ribu

300 500 ribu


60% >500 ribu

Berdasarkan hasil analisis yang telah dibeli melalui online

kuesioner diatas dalam melakukan shopping fashion. Hal ini sesuai

online shopping dalam satu bulan 33 dengan pendapat Lina & Rosyid

informan menjawab < 300 ribu dan 10 (1997) yang menyatakan bahwa

informan menjawab 300-500 ribu perilaku konsumtif sebagai salah satu

sedangkan berdasarkan hasil perilaku yang menghambur-

wawancara yang dilakukan sebagian hamburkan banyak dana tanpa disadari

besar informan menyatakan adanya kebutuhan yang jelas.Boros

mengeluarkan uang minimal Rp adalah membelanjakan sesuatu tidak

500.000 untuk melakukan pembelian pada tempatnya ataupun melebihi

barang melalui online shopping. ukuran yang semestinya. Contohnya:

Bahkan kalau uang saku informan berbelanja pakaian yang dibutuhkan

kurang mereka akan meminta kepada untuk kepentingan kerja, sekolah atau

orang tua lagi untuk membayar barang acara resmi tidak dikatakan boros

14
namun jika membeli melebihi batas yang dibeli. Informan membeli karena

misal butuh pakaian hanya satu namun keinginan yang tidak terduga jadi

membeli tiga hal inilah yang dikatakan ketika mereka melihat tampilan

boros. gambar dalam situs onlineshopping

mereka langsung merasa ingin


Pembelian barang melalui online
membeli tanpa memikirkan kegunaan
shopping dilakukan informan dengan
barang tersebut bahkan informan tidak
cara tiba-tiba tanpa memikirkan secara
mengetahui alasan yang pasti kenapa
matang barang yang akan dibeli, ketika
membeli barang melalui online
melihat suatu barang pada situs online
shopping menurut mereka membeli
shopping fashion yang menurut
barang melalui online shopping hanya
informan bagus dan menarik maka
karena hasrat tanpa memikirkan hal
dengan segera informan membeli
apa yang terjadi nantinya. Hal ini
barang tersebut bahkan tidak
sesuai dengan pendapat Kharis (2011)
mempertimbangkan barang tersebut
menyebutkan bahwa impulsive buying
akan berguna atau tidak. Berdasarkan
atau biasa disebut juga unplanned
hasil analisis data wawancara dapat
purchase, adalah perilaku orang
diketahui bahwa dalam melakukan
dimana orang tersebut tidak
pembelian secara online informan
merencanakan sesuatu dalam
membeli bukan karena mereka
berbelanja.
membutuhkan barang tersebut tetapi

karena mereka mengoleksi barang

15
Pada jaman sekarang status sendiri dengan berbelanja secara

sosial dikalangan masyarakat itu berlebihan barang branded dan barang

sangat kental dan selalu ingin dijaga yang limited edition. Ketika ada orang

oleh kalangannya. Tidak jauh berbeda yang memiliki barang yang sama

dengan mahasiswi yang bersusah dengan informan maka barang yang

payah serta rela menghabiskan banyak sudah dibeli informan melalui online

uang untuk membeli barang branded shopping tidak akan dipakai kembali

atau limited edition melalui situs oleh informan. Perilaku seperti ini

online shopping fashion hanya demi yang akhirnya akan dianggap sebagai

menjaga gengsi dan status sosial di perilaku konsumtif dalam membeli

lingkungan mereka. Informan barang melalui online shopping

menyatakan membeli barang melalui fashion. Hal ini sesuai dengan

online shopping karena memang ingin pendapat Sumartono (2002) yang

menjaga gengsi dan status sosial di menyatakan terdapat delapan ciri

lingkungan dimana informan perilaku konsumtif dan dua diantaranya

bertempat tinggal dan bahkan bergaul. yaitu membeli barang karena menjaga

Terlihat jelas dari pernyataan informan diri dan gengsi. Gengsi membuat

penampilan merupakan hal pertama orang lebih memilih membeli barang

yang dilihat oleh orang lain dan yang dianggap dapat menjaga

bahkan tidak pernah mau dianggap penampilan diri, dibandingkan

sama dengan orang lain. Untuk itu membeli barang lain yang lebih

informan selalu berusaha menjadi diri dibutuhkan.Serta kecenderungan

16
membeli barang yang dianggap seperti menjual anting, hadphone

menjaga status sosial yaitu individu bahkan rela menjual kamera untuk

menganggap barang yang digunakan mendapatkan uang dan digunakan

adalah suatu symbol dari status dalam melakukan membayar barang

sosialnya. yang dibeli melalui online shopping

fashion. Selain itu informan juga rela


Perilaku online shopping yang
tidak makan demi membeli barang
dilakukan oleh informan untuk
yang diinginkan melalui online
membeli barang yang diinginkan
shopping fashion, informan rela makan
melalui situs online shopping fashion
mie instan setiap hari asalkan
sebagian besar didasari oleh beberapa
penampilan dan baju yang dikenakan
aspek seperti perilaku boros,
selalu mengikutitrend baru jaman
pembelian impulsive, kesenangan
sekarang.Bahkan uang saku yang
bahkan pengaruh lingkungan,
digunakan untuk kehidupan sehari-hari
pengaruh teman sebaya dan pengaruh
selama berada di kos rela digunakan
trend bahkan idola.Kelebihan dari
untuk membeli barang yang diinginkan
penelitian yang dilakukan oleh peneliti
melalui online shopping fashion.
mengenai perilaku konsumtif melalui

online shopping fashion yaitu bahwa Selain itu berdasarkan hasil

dalam melakukan belanja melalui analisis data wawancara yaitu dalam

online shoppingfashion informan rela melakukan online shopping fashion

menjual barang berharga yang dimiliki yang dilakukan oleh informan secara

17
tidak wajar dan berlebihan ini membeli barang melalui online

menimbulkan efek dikemudian hari shopping fashiontidak dikendalikan.

seperti barang yang telah dibeli


Keunikan penelitian yang
melalui online shopping fashion
dilakukan oleh peneliti mengenai
banyak yang tidak terpakai atau
perilaku konsumtif melalui online
bahkan tidak berguna hingga
shopping fashion. Berdasarkan data
mengakibatkan informan kebingungan
dapat diambil kesimpulan bahwa
untuk menempatkan barang tersebut
dalam melakukan online
dimana dan bagaimana cara
shoppingfashion tidak dapat dipastikan
menggunakan barang yang berlebihan
sampai kapan mereka melakukan
tersebut, sedangkan lemari tempat
belanja melalui online shopping
menyimpan barang dan baju milik
tersebut karena menurut mereka kalau
informan sudah tidak muat untuk
melihat media yang digunakan untuk
menampung pakaian atau produk
melakukan online shopping rasanya
fashion yang sering dibeli melalui
sudah ingin membeli barang hal ini
online shopping fashion. Hal ini terjadi
terjadi karena hasrat yang timbul
karena dalam melakukan pembelian
dalam diri informan dan bahkan sulit
melalui online shoppingfashion
untuk melepaskan kebiasaan
informan tidak memperhitungkan
melakukan perilaku belanja melalui
kegunaan dan efek yang akan terjadi
online shoppingfashion. Usaha untuk
nantinya jika dalam melakukan
mengurangi memang pernah dilakukan

18
tetapi hasilnya juga gagal karena fashion. Alasan yang mendasari untuk

informan setiap kali membuka media melakukan perilaku konsumtif melalui

sosial yang digunakan untuk online shopping fashion adalah merasa

melakukan online shopping selalu saja mudah dalam melakukan belanja

tertarik dan ingin membeli barang fashion, memiliki banyak baju yang

melalui online shopping fashion. modelnya limited edition, mengikuti

trend dan gaya idola yang sedang


KESIMPULAN DAN SARAN
booming, agar produk fashion yang
Berdasarkan hasil penelitian
dimiliki branded untuk menjaga
yang telah dilakukan maka dapat
gengsi dan status sosial, merasa
disimpulkan sebagai berikut :
bangga dapat berganti-ganti pakaian
Perilaku konsumtif melalui
ketika keluar rumah tanpa ada orang
online shopping fashion pada
lain yang memakai baju yang sama
mahasiswi Fakultas Psikologi
baik model maupun motif.
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pembelian melalui online
terjadi karena adanya pengaruh dari
shopping fashion dilakukan tanpa
sekeliling lingkungan yang
mempertimbangkan waktu. Intensitas
mendukung untuk melakukan perilaku
pembelian juga tidak dapat
tersebut, baik dari segi media, cara,
diperkirakan berapa bulan sekali dan
bahkan dukungan dari pihak lain yang
berapa produk yang akan dibeli saat
mengharuskan untuk melakukan
melakukan online shopping fashion.
belanja melalui online shopping
Jumlah uang yang akan dikeluarkan

19
juga sama sekali tidak memperdulikan. shopping fashion. Belajar untuk

Seberapa banyak uang yang memanage uang dalam memenuhi

dibutuhkan akan dipenuhi agar produk kebutuhan sehari-hari, lebih memilah

fashion yang diinginkan dapat dimiliki kebutuhan yang harus diutamakan dan

meskipun harus merelakan setengah kebutuhan yang bisa dipenuhi lain

dari uang saku atau bahkan lebih. hari.

Dalam memenuhi kepuasaan Bagi orang tua, diharapkan lebih

berperilaku konsumtif melalui online mengajarkan kepada anak tentang cara

shopping fashion mahasiswi rela penggunaan uang dan cara memanage

melakukan banyak hal yang merugikan uang. Tidak memanjakan dengan

seperti rela setiap hari makan mie memberi uang berlebih selain untuk

instan asalkan bisa membeli produk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan

fashion yang branded, rela menjual kuliah, mengajarkan untuk memilih

barang berharga (anting, handphone, produk fashion dengan baik.

kamera) demi bisa membeli sepatu Bagi peneliti selanjutnya, hasil

branded. penelitian ini dapat digunakan sebagai

Berdasarkan hasil penelitian tambahan informasi dalam melakukan

dan kesimpulan, maka penulis penelitian mengenai perilaku

memberikan saran antara lain kepada : konsumtif melalui online shopping

Bagi informan penelitian, informan fashion.

diharapkan lebih bisa mengontrol

perilaku belanja melalui online

20
DAFTAR PUSTAKA Bugin, B. 2008. Analisis data
penelitian kualitatif. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada
Agustina, N. (2012). Ragam Budaya
Fashion Tanah Air Yang Engel, J.F., Blackwell, R.D & Mniard,
Mengantarkan Indonesia P.W.(1994). Perilaku
Menembus Pasar Bisnis konsumen. Jakarta: Binarupa
Internasional. Jurnal Online Aksara
Trans BORDER, edisi 1,
Volume 1(Januari-Juni), 153. Gendis, H. N. dkk. (2010). Correlation
between perception of fashion
Alfatris, T. D. (2014). Pengaruh product quality and
Harga, Promosi, Kualitas purchasing. Jurnal Psikologi.
Produk, Dan 13 Desember 2010, 8-9.
Kepercayaan(Trust) Terhadap Hardiawan, A. C. (2013). Pengaruh
Minat Beli K-Pop(Korea Pop) Kepercayaan, Kemudahan,
Album Dengan Sistem Pre dan Kualitas Informasi
Order Secara Online (Studi Terhadap Keputusan
Pada Online Shop Kordo Day Pembelian Secara Online.
Shop (CORP) Semarang. Skripsi. Semarang: Fakultas
Karya Ilmiah. Semarang: Ekonomika dan Bisnis
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP
UDINUS
Kharis, I. F. (2011). Studi mengenai
Ancok, D. (1995). Nuansa psikologi Impulsive Buying Dalam
pembangunan. Yogyakarta: Penjualan Online. Skripsi.
Pustaka Pelajar. Semarang: Fakultas Ekonomi
Anggasari, Rina E. 1997. Hubungan Universitas Diponegoro.
Tingkat Religius Dengan
Perilaku Konsumtif. Dalam Kusuma, D. F., Septarini, B. G.
Jurnal Psikologika (4). (2013). Pengaruh Orientasi
Belanja Terhadap Intensi
Ariesny, S. P. (2007). Hubungan Pembelian Produk Pakaian
Antara Konsep Diri Dengan Perilaku Secara Online Pada Pengguna
Konsumtif Remaja Online Shop. Jurnal
Putri Dalam Pembelian Psikologi Industri dan
Kosmetik Melalui Katalog Di Organisasi. Vol 02. No. 1.
SMA Negeri 1 Semarang. Februari 2013. 3-4
Skripsi. Semarang: Fakultas
Kotler, P. & Armstrong, G. (2003).
Psikologi UNDIP
Dasar-dasar pemasaran: Edisi
Aufa, J. (2014). 5 Manfaat Belanja kesembilan jilid 1. Jakarta: PT.
Online. Jakarta: Liputan6.com. Indeks Kelompok Gramedia.

21
Lina & Rosyid, H.F. (1997). Riduwan. (2010). Belajar Mudah
Perilaku Konsumtif Untuk Penelitian Guru-
Berdasarkan Locus of Karyawan Dan Penelitian
Control Psikologi. Jurnal Pemula. Bandung: Alfabeta
Psikologika, 4, 5-13.
Pratiwi, H. D. (2013). Online Shop
Luthfiana, R. (2014). Analisis Kualitas Sebagai Cara Belanja Di
Pelayanan, Promosi dan Kalangan Mahasiswa Unnes.
Hedonic Shopping Motives Skripsi. Semarang : Fakultas
Yang Mempengaruhi Impulse Ilmu Sosial Unnes
Buying Dalam Pembelian
Online. Skripsi. Semarang: Purbaningrum, T. (2008). Pola
Fakultas Ekonomika dan Konsumsi Produk Fashion Di
Bisnis UNDIP. Kalangan Pelajar Putri.
Skripsi. Surakarta: Fakultas
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Penelitian Kualitatif. UNS
Bandung : PT Remaja
Rosdakarya Saragih, H. (2012). Pengaruh Intensi
Pelanggan Dalam Berbelanja
Munandar, A.S. (2001). Psikologi Online Shopping Kembali
Industri dan Organisasi. Melalui Media Teknologi
Depok: Universitas Indonesia Informasi Forum Jual Beli
(UI press). (FJB) Kaskus. Journal of
Information Systems. Vol. 8.
Novia, D. S. (2009). Perilaku Issue 2. oktober 2012. 104
Konsumtif Remaja Putri Etnis
jawa dan Etnis Cina Sarosa, S. (2012). Penelitian kualitatif
Pengguna On-Line Shopping dasar-sadar. Jakarta: PT.
Ditinjau Dari Konformitas. Indeks
Skripsi. Semarang: Fakultas
Psikologi Universitas Katolik Savitrie, D. (2008). Pola Perilaku
Soegijapranata Pembelian Produk Fashion
pada Konsumen Wanita
Nurtjahjanti, H. (2012). Hubungan (Sebuah Studi Kualitatif pada
Antara Persepsi terhadap Mahasiswa FE UI dan
Harga dan Kualitas Produk Pengunjung Butik N.y.l.a).
Dengan Minat Membeli Skripsi. Jakarta: Fakultas
Produk Fashion Online Ekonomi UI
Shopping di Facebook Pada
Mahasiswa Politeknik X Shohibullana, I. H. (2014). Kontrol
Semarang. Jurnal Psikologi. Diri Dan Perilaku
Vol. 8. No. 2. Konsumtif Pada Siswa SMA
(Ditinjau Dari Lokasi

22
Sekolah). Jurnal Online Tambunan, R. (2001). Remaja Dan
Psikologi. Vol. 2. No. 1. 47, Perilaku Konsumtif. Jakarta : Artikel
48, 51.
Wardhani, M. D. (2009). Hubungan
Soegito, (1996) . Konsumerisme Anatara Konformitas dan Harga
Penyebab Inflasi. Artikel. Diri Dengan Perilaku Konsumtif
Pada Remaja Putri. Skripsi Psikologi.
www.apakabar@clark.net, Surakarta:
diakses pada tanggal 12 UNS
Maret 2014, jam 20.30 WIB
Wibisono, L. A. (2008). Menata
Sugiyono. (2010). Metode penelitian Produk (Disajikan pada
kuantitatif kualitatif dan r&d. Pendidikan dan Latihan Profesi
Bandung : CV. alfabeta Guru (PLPG) Bidang Keahlian
Suhari, Y. (2008). Keputusan Membeli Manajemen Bisnis. Jurnal
Secara Online dan Faktor- Ekonomi. Bandung:
faktor Yang Universitas Pendidikan
Mempengaruhinya. Jurnal Indonesia
Teknologi Informatika.
Semarang: Fakultas
Teknologi Informatika
Universitas Stikubank.
Suhartini. (2011). Analisis Faktor-
Faktor Yang Mempengaruhi
Motif Belanja Secara Online Di
Komunitas Kaskus Semarang.
Skripsi. Semarang: Fakultas
Ekonomi UNDIP.
Sukandarrumidi. (2006). Metodologi
Penelitian: Patunjuk Praktis
Untuk Peneliti Pemula.
Yogyakarta: Gadjah Mada
University.

Sumartono. (2002). Terperangkap


dalam Iklan (Meneropong Imbas
Pesan Iklan
Televisi). Bandung: Alfabeta.

23