Anda di halaman 1dari 16

Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : UPTD Puskesmas Pontianak Timur

No Berkas : 01
No. Rekam Medis :
Nama Pembina : Alvin Pratama Jauharie

Alasan untuk dilaksanakan pembinaan keuarga pada keluarga ini:


Penyakit jantung bawaan merupakan penyakit yang mana akan berdampak terjadinya gangguan
atau hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, diamana pasien juga memiliki
gangguan perkembangan dan gizi kurang. Hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang pasien
serta meningkatkan risiko pasien untuk terkena penyakit lain karena kondisi pasien saat ini,
sehingga perlu dilakukan pendekatan baik terhadap pasien maupun keluarga pasien. Pasien dan
keluarga perlu diberi informasi seputar penyakit yang dialami pasien dengan sebaik mungkin,
selain itu keluarga harus dapat memotivasi dan membantu pasien agar dapat terus berobat dengan
teratur.

Pelaku rawat/contact person/significant other dari pasien adalah NY. A (Nenek pasien)

DATA DEMOGRAFI KELUARGA


Alamat: RT 01/RW 13, kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara

Tabel 1. Anggota keluarga yang tinggal serumah atau memiliki hubungan dekat dengan
keluarga
Kedudukan Partisipasi
No Nama dalam Gender Umur Pendidikan Pekerjaan dalam
keluarga pembinaan
1. An.MA
anak P - - Ya
(pasien)
2 Ny. Nenek SD - Ya
3 Ny. L Ibu P SD Burus Ya
4. Tn. M Paman L Swasta Ya
5 Ny. S Bibi P SMP - Ya
6 An. A Sepupu P 5 th - - Tidak

Diagram 1. Genogram
Genogram disusun minimal 3 generasi, beri catatan kaki tentang semua kode/lambang yang
digunakan, terdapat keterangan kesehatan, riwayat penyakit keturunan dan bawaan, perilaku dan
masalah sosial, beri inisial nama dan usia pada tiap anggota keluarga, urutan usia dari kiri ke
kanan, beri tanda yang tinggal serumah, beri tanggal pembuatan genogram

Ny. L

Keterangan:
Laki-laki An. MA
5 tahun

Perempuan
Pasien
Diabetes Mellitus
Hipertensi
Anak Angkat
Tinggal satu rumah

Data Dinamika Keluarga


Bentuk Keluarga : Keluarga Inti
Tahapan siklus hidup keluarga : Tahap 1
Diagram 2. Family Map

Family map digambarkan sesai dengan interaksi masing-masing anggota keluarga. Bubuhkanlah inisial
nama & usia pada tiap anggota keluarga. Beri catatan kaki tentang semua kode/lambang yang digunakan,
biasanya garis ganda untuk menghubungkan yang lebih erat, garis terputus untuk yang jarang berjumpa,
zigzag untuk perselisihan dan double slash untuk tidak berhubungan

Ibu Ayah

An.MA
5 tahun

nenek

Keterangan:
Laki-laki
Perempuan

Hubungan erat
Jarang berjumpa
Tidak berhubungan

Tabel 2. Fungsi-fungsi dalam keluarga


Kesimpulan Pembina untuk
Fungsi Keluarga Penilaian Fungsi Keluarga yang
Bersangkutan
BIOLOGIS Komponen penilaian yang Berdasarkan penialaian
Adalah sikap dan digunakan disesuaikan dengan terhadap komponen pada
perilaku keluarga selama tahapan siklus keluarga saat ini. keluarga, maka pembina dapat
ini dalam menghadapi Status imunisasi dasar anak menyimpulkan apakah fungsi
resiko masalah biologis, pasien lengkap. biologis keluarga ini berfungsi
pencegahan, cara Upaya pengobatan dilakukan dengn baik atau memiliki
mengatasinya dan saat sakit dengan membeli obat kelemahan, atau disfungsi (telah
beradaptasi dengan secara bebas di apotek, jika ada dampaknya dalam
masalah biologis tidak membaik keluarga berobat keluarga).
(masalah fisik dan ke praktek dokter atau Fungsi biologis keluarga
jasmaniah) puskesmas,dan jika tetap tidak berfungsi baik, dimana keluarga
membaik, pasien berobat ke RS. sudah mengerti penting untuk
menjaga kebersihan, pentingnya
imunisasi.

PSIKOLOGIS Komponen penilaian yang


Adalah sikap dan digunakan biasanya merupakan
perilaku keluarga selama kebiasaan yang dilakukan
ini dalam membangun keluarga, seperti rutinitas menjaga
hubungan psikologis komunikasi anggota keluarga, dsb.
internal antar anggota Hubungan antar keluarga Fungsi psikologis kurang baik,
keluarga. Termasuk kurang baik karena ayah dan yang dinilai dari hubungan antar
salam kepuasan ibu berpisah, dan ibu tidak anggota keluarga terdapat
psikologis seluruh tinggal bersama anak karena perceraian antara ayah dan ibu
keluarga dan manajemen bekerja di luar kota dan ibu tidak tinggal bersama
keluarga dalam Setiap anggota keluarga saling anak, sedangkan komunikasi
menghadapi masalah membantu dalam pekerjaan antar anggota keluarga,
psikologis rumah tangga. mengutamakan kebersamaan,
Keluarga mendukung dan mendukung pengoabatan
pengobatan pasien. pasien
Jika terdapat masalah, keluarga
akan mencari solusi bersama,
biasanya pasien dan istrinya
membicarakannya sebelum
tidur malam.

Kesimpulan Pembina untuk


Fungsi Keluarga Penilaian Fungsi Keluarga yang
Bersangkutan
SOSIAL Komponen penilaian yang
Adalah sikap dan digunakan adalah jenjang
perilaku keluarga selama pendidikan formal, informal yang
ini dalam mempersiapkan pernah diikuti, hubungan dengan
anggota keluarga untuk masyarakat sekitar, keaktifan
terjun ke tenah dalam berorganisasi, riwayat
masyarakat. Termasuk di pekerjaan, dsb
dalamnya pendidikan Pasien memiliki gangguan Fungsi sosial baik, dinilai dari
formal dan informal pendegaran dan belum dapat peran keluarga dalam pekerjaan,
untuk mendapatkan berbicara sehingga sulit hubungan dengan tetangga yang
mandiri berkomunikasi dan belum baik, serta peran aktif dalam
bersekolah perkumpulan masyarakat.
Ibu pasien menyelesaikan
sekolah hingga SD.
Ibu pasien berinteraksi baik
denga sesama rekan kerja.
Ibu pasien bekerja sebagai
buruh sawit dan berintraksi baik
dengan teman-temannya.
Setiap anggota keluarga
berinteraksi baik dengan
masyarakat di lingkungan
sekitar rumah dan sering
mengikuti kerja bakti
membersihkan lingkungan
sekitar.
EKONOMI Komponen penilaian yang
Adalah sikap dan digunakan bukan hanya
perilaku keluarga selama pemenuhan kebutuhan fisik dan
ini dalam usaha uang, namun termasuk gaya hidup
pemenuhan kebutuhan dan prioritas penggunaan uang
Fungsi ekonomi kurang baik
primer, sekunder, dan Ibu pasien bekerja untuk
karena hanya ibu yang bekerja
tersier memenuhi kebutuhan sehari-
untuk mencukupi kebutuhan
hari dan dirasakan
pasien dan keluarga.
penghasilannya seadanya.
Kebutuhan primer, sekunder,
dan tersier dipenuhi
Biaya kesehatan pasien, istri
dan anaknya menggunakan
jaminan BPJS.

Data Resiko Internal Keluarga


Tabel 3. Perilaku Kesehatan Keluarga
Perilaku Sikap & perilaku yang Kesimpulan pembina
menggambarkan perilaku untuk perilaku yang
tersebut bersangkutan
Kebersihan pribadi Keluarga mandi 2x/hari, Keluarga cukup menjaga
dan lingkungan kebersihan diri dan
Apakah tampilan dengan menggunakan air lingkungan.
individual dan PDAM, sabun dan selalu
lingkungan bersih dan mengganti pakaian setelah
terawat, bagaimana mandi.
kebiasan perawatan Keadaan rumah bersih,
dan kebersihannya hampir setiap hari
membersihkan rumah dan
halaman depan rumah.
Perkarangan rumah cukup
bersih, air parit mengalir
baik sehingga tidak
menimbulkan bau.
Pencegahan spesifik Ibu pasien saat hamil Pencegahan penyakit, ANC
Termasuk perilaku melakukan ANC secara dan imunisasi dilakukan
imunisasi anggota teratur tiap bulan. dengan baik, namun anak
keluarga, ANC, gerakan Status imunisasi dasar anak tidak mendapatkan ASI
pencegahan penyakit lengkap. eksklusif dan perilaku 3M+
yang telah dianjurkan Anak tidak mendapatkan dilakukan dengan baik.
(baik penyakit menular ASI eksklusif. Tetapi perilaku cuci tangan
maupun tidak menular) Keluarga belum disiplin belum diterapkan dengan
menerapkan perilaku baik.
mencuci tangan.
Jendela dan pintu rumah
pasien setiap hari dibuka.
Keluarga menggunakan obat
nyamuk bakar.
Keluarga menerapkan
perilaku 3M+ untuk
mencegah DBD.
Gizi keluarga Kebutuhan pangan cukup Gizi keluarga baik,
Pengaturan makanan terpenuhi, lauk-pauk dan memenuhi kriteria gizi
keluarga, mulai cara sayur-mayur bervariasi. seimbang, dimana
pengadaan, kuantitas Nenek atau bibi psien makanan yang dimakan
dan kualitas makanan memasak sendiri untuk bervariasi dan
serta perilaku terhadap keluarga. kebersihannya terjamin
diet yang dianjurkan Keluarga makan 3x/hari. karena disajikan sendiri.
bagi penyakit tertentu Pasien membatasi porsi
pada anggota keluarga makannya menjadi porsi
kecil/sedang.
Asah Asih Asuh Pasien dirawat oleh nenek Fungsi asah, asih, dan asuh
Perilaku keluarga pasien. berjalan kurang baik
dalam memelihara dan Pasien diberikan makanan karena ayah dan ibu pasien
mengoptimalkan bergizi dan menjalani tidak merawat pasien
pertumbuhan dan imunisasi dasar. melainkan hanya nenek
perkembangan jasmani Pasien belum mendapatkan pasien yang merawat
dan rohani anak-anak pendidikan sekolah pasien.
Anak dari kecil sudah
diajarkan berdoa
Kesehatan reproduksi
Termasuk usia
perkawinan, perilaku
seks sehat dan keluarga
berencana
Latihan jasmani / Pasien aktif bermain Aktivitas fisik dilakukan
aktivitas fisik bersama sepupu pasien dan cukup baik
Kegaiatan keseharian anak-anak seumuran pasien
untuk menggambarkan di lingkungan rumah.
apakah sedentary life Untuk mengisi waktu
atau cukup atau teratur kosong pasien dan keluarga
dalam latihan jasmani. kadang nonton TV ataupun
Physical exercise tidak tidur
selalu harus berupa
olahraga seperti sepak
bola, badminton.
Penggunaan Akses pelayanan kesehatan, Penggunaan pelayanan
pelayanan kesehatan seperti posyandu, praktek kesehatan umumnya
Perilaku keluarga dokter, puskesmas dan RS bersifat kuratif.
apaka datang ke dekat dengan rumah pasien
posyandu, puskesmas, Jika ada keluarga sakit,
dsb untuk preventif juga biasanya keluarga berobat
atau hanya kuratif, ke praktek dokter atau
kuratif ke pengobatan puskesmas,dan jika tetap
komplementer dan tidak membaik, pasien
alternatif, sebutkan berobat ke RS.
jenisnya dan berapa Pasien, baru terdaftar
keseringannya menjadi anggota BPJS.
Kebiasaan/perilaku
lainnya yang buruk
untuk kesehatan
Misalnya merokok, Keluarga tidak merokok dan Tidak terdapat
minum alkohol, tidak ada keluarga pasien yang kebiasaan/perilaku yang
begadang, dsb sebutkan minum alkohol buruk untuk kesehatan
keseringan dan dalam keluarga
banyaknya setiap kali
jenis yang dikonsumsi.

Data sarana pelayanan kesehatan dan lingkungan kehidupan keluarga


Tabel 4. Faktor pelayanan kesehatan
Faktor Keterangan Kesimpulan pembina
untuk faktor pelayanan
kesehatan
Pusat pelayanan kesehatan Puskesmas Pasien dan keluarga cukup
yang digunakan oleh Praktek dokter umum da optimal menggunakan
keluarga spesialis pelayanan kesehatan
Rumah Sakit pemerintah
Cara mencapai pusat Kendaraan bermotor Fasilitas kesehatan mudah
pelayanan kesehatan Jarak tempuh 1 km dijangkau
tersebut Waktu tempuh < 10 menit

Tarif pelayanan kesehatan  Sangat mahal Untuk pengobatan di


tersebut dirasakan  Mahal Puskesmas menggunakan
 Terjangkau Jaminan dari BPJS.
 Murah Pengobatan di dokter
 Gratis umum, spesialis dan RS
menggunakan biaya sendiri
dan dirasa sangat mahal
Kualitas pelayanan  Sangat baik Pasien dan keluarga puas
kesehatan tersebut  Baik dengan pelayanan
dirasakan  Kurang memuaaskan kesehatan yang ada
 Buruk

Tabel 5. Tempat tinggal


Kepemilikan rumah : menumpang / kontrak / hibah / milik sendiri
Daerah perumahan : kumuh / padat bersih / berjauhan / mewah
Kesimpulan pembina untuk
Karakteristik rumah
tempat tinggal
Luas rumah: 13,5 m x 5 m Luas rumah 67,5 m2
Jumlah orang dalam satu rumah: 3 (tiga) orang memenuhi kebutuhan
Luas halaman rumah: 5 m x 5 m minimal per orang
Bertingkat / tidak bertingkat (kebutuhan minimal rumah
Lantai rumah dari tanah / semen / keramik / sehat dan sederhana : 8
lain-lain : m2/orang)
Dinding rumah dari papan / tembok / kombinasi Jendelah rumah kurang
Penerangan didalam rumah banyak dan selalu dibuka
 Jendela sehingga sirkulasi udara
 Listrik ada / tidak dalam rumah lancar dan sinar
 Malam hari menggunakan lampu listrik matahari dapat masuk rumah
Ventilasi Tata barang cukup rapi
 Kelembaban rumah : lembab / tidak Kualitas sumber air cuci dan
 Bantuan ventilasi didalam rumah : ada / tidak masak dari PDAM cukup
 Bila ada, yaitu AC / kipas angin / exhaust fan baik.
Kebersihan di dalam rumah: baik
Tata letak di dalam rumah: rapi
Sumber air Secara umum, keadaan tempat
 Air minum berasal dari tinggal sudah termasuk rumah
Sumur / pompa tangan / pompa listrik / PAM / sehat (skor: 1093) di mana skor
beli di tukang ledeng / air galon dan air hujan untuk rumah sehat > 1068.
 Air cuci dan masak dari
Sumur / pompa tangan / pompa listrik / PAM /
beli di tukang ledeng / air galon
Kamar mandi keluarga: ada / tidak ada
Dalam rumah / luar rumah
Jumlah 1 (satu) buah, ukuran 2 x 1,5 m2
Jamban: Ada / tidak ada
Dengan pegangan / tanpa pegangan
Bentuk jamban: jongkok / duduk
Limbah sampah
 Limbah dialirkan ke tidak ada / got / kali
 Tempat sampah di luar rumah : ada / tidak
 Kesan kebersihan lngkungan permukiman :
baik / cukup / kurang
Diagram 3. Denah rumah
(termasuk ukuran, gambaran ventilasi, tata ruang dan arah mata angin)

Septic tank

Tempayan
Pengkajian Masalah Kesehatan Keluarga
Susunlah kerangka konseptual yang menggambarkan adanya kaitan pada temuan data
demografi, data dinamika, masalah adanya faktor internal dan eksternal pada keluarga yang
mempengaruhi masalah kesehatan dan merupakan dasar untuk pembinaan keluarga dapat
mengadopsi Mandala of Health dan bagan-bagan lainnya.

Gaya hidup :
Pola makan yang kurang baik
(mengemil makanan manis),
pemilihan makanan yang
tidak baik

Perilaku kesehatan Psiko-sosio-ekonomi :


Perilaku berobat Hubungan keluarga
bersifat kuratif, baik. hubungan pasien
inisiatif sendiri, dengan tetangga cukup
kebersihan diri baik, baik.
lingkungan cukup Keluarga
baik

Sistem perempuan, 29 tahun


Pelayanan dengan batuk yang
Kesehatan sulit sembuh sejak
Akses kurang lebih 1 tahun
mudah, terakhir
terjangkau,
BPJS

Lingkungan fisik :
Faktor biologi
-Tidak ada riwayat Lingkungan tempat
HIV pada tinggal layak huni.
keluarga pasien Sumber air untuk
yaitu ayah dan ibu mandi dan cuci
pasien. baik.
-Mertua pasien
riwayat batuk lama

Pemukiman padat
Komunitas :

Diagnosis Kesehatan Keluarga


Masalah internal keluarga:
Aktivitas Fisik keluarga (pasien dan anaknya) kurang dan perilaku kesehatan umumnya kuratif.

Masalah eksternal keluarga:


Rumah berada di lingkungan padat dengan pengairan limbah dan pengelolaan sampah yang
kurang baik.

Skor Kemampuan Keluarga dalam Penyelesaian Masalah dan Rencana Penatalaksanaan


No. Masalah Skor Upaya penyelesaian Resume hasil akhir / Skor
awal perbaikan akhir
1. Fungsi Biologis
Pasien dengan HIV dan TB 2 Edukasi tentang HIV Pasien dan keluarga 4
paru dalam keluarga dan mengenai cara mengerti dan mulai
pencegahan penularan, menerapkan
menyikapi dan perilaku hidup sehat
komlikasinya serta (CERDIK) dalam
penyakit TB paru. keluarga guna
mencegah penyakit
cara penularan HIV
dan TB paru.
2. Fungsi Perilaku Sehat
Perilaku kesehatan umumya 3 Menganjurkan pasien Pasien rutin 5
bersifat kuratif dan anaknya untuk memeriksakan diri
melakukan pemeriksaan ke dokter.
kesehatan minimal satu
bulan sekali ke sarana Istri ikut 3
kesehatan. memeriksakan
kesehatannya.

Hygenitas perorangan 3 Memberikan edukasi Keluarga 5


kurang baik tentang cara cuci tangan menerapkan
yang baik dan benar. perilaku cuci tangan
terutama sebelum
makan, sebelum
menyiapkan
makanan dan setelah
BAB/BAK.

Aktivitas fisik/olahraga 3 Menjelaskan pentingnya Pasien dan keluarga 5


keluarga kurang aktivitas fisik dan melakukan olahraga
memotivasi keluarga teratur dan pasien
untuk olahraga 15-30 melakukan senam
menit minimal 3x kaki diabetic setiap
seminggu hari
Penerapan perilaku 3M plus. 4 Melakukan 3M plus Keluarga melakukan 5
untuk mencegah DBD kegiatan 3M plus,
(Menguras tempat seperti menguras
penampungan air, penampungan air
mengubur barang bekas, setiap minggu,
menutup tempat mengubur barang
penampungan air, bekas, menutup
hindari gigitan nyamuk sebagian tempat
dengan kelambu atau penampungan air
obat nyamuk). dan memakai obat
nyamuk listrik.
3. Kesehatan Lingkungan
Perumahan padat dengan 3 Menganjurkan keluarga Keluarga bersedia 4
pengelolaan limbah dan untuk menginisiasi bersama-sama
sampah yang kurang baik. pembuatan tempat tetangga membuat
sampah gang. tempat sampah
bersama.
Keterangan coping score:
1. Tidak dilakukan, menolak, tidak ada partisipasi
2. Mau melakukan tapi tidak mampu, tidak ada sumber (hanya keinginan) penyelesaian
masalah dilakukan sepenuhnya oleh provider
3. Mau melakukan, namun perlu penggalian sumber yang belum dimanfaatkan sehingga
penyelesaian masalah dilakukan sebagian besar oleh provider
4. Mau melakukan namun tak sepenuhnya masih tergantung pada upaya provider
5. Dapat dilakukan sepenuhnya oleh keluarga.

Tindak lanjut dan hasil intervensi


Intervensi yang dilakukan, kemajuan masalah kesehatan
Tanggal keluarga, keseuaian dengan hasil yang diharapkan dan
rencana selanjutnya
Kedatangan Intervensi
pertama Edukasi mengenai faktor resiko, gejala, dan pencegahan
penularan HIV dan TB paru kepada pasien.
Menyarankan pasien untuk menerapkan perilaku hidup sehat
CERDIK terutama pola makan sehat dan seimbang untuk
keluarga, serta rutin melakukan aktivitas fisik yang cukup.

Rencana lanjutan
Evaluasi hasil kunjungan pertama.
Tindak lanjut I Evaluasi:
Keluarga mengerti resiko mereka untuk menularkan HIV dan TB
yang diidapnya ke orang lain.
Anak pasien juga diedukasi agar minum obat secara teratur

Intervensi:
Edukasi kepada pasien untuk mengkonsumsi obat TB paru dan
ARV secara teratur.
Edukasi kepada keluarga untuk perilaku hidup sehat CERDIK
selalu menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, aktivitas
fisik teratur dan melakukan pemeriksaan kesehatan (check-up)
minimal sebulan sekali ke sarana kesehatan.

Rencana lanjutan
Evaluasi hasil tindak lanjut pertama.
Edukasi kebiasaan/perilaku lainnya yang buruk untuk kesehatan
terutama kaitannya dengan resiko untuk menularkan TB paru dan
HIV ke orang lain.
Edukasi perilaku sehat (Perilaku kesehatan yang bersifat kuratif).
Tindak lanjut II Evaluasi :
Pola hidup CERDIK dimengerti oleh keluarga dan mulai
dilakukan dengan baik (bersedia cek kesehatan teratur, mulai
rajin melakukan aktivitas fisik, diet cukup buah dan sayur, rendah
gula, lemak dan garam, beristirahat cukup, menghindari stres
yang berlebihan) dan polusi udara lain.

Intervensi :
Edukasi perilaku sehat (hygenitas perorangan yang belum baik)
dengan mengedukasi cara cuci tangan pakai sabun yang benar
dan 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun.

Rencana lanjutan
Evaluasi hasil tindak lanjut pertama dan kedua.
Edukasi Kesehatan lingkungan (Pengelolaan limbah dan sampah
yang belum baik)

Tindak lanjut III Evaluasi :


Keluarga mulai menerapkan perilaku cuci tangan terutama
sebelum makan dan setelah makan, namun dilakukan < 20 detik.

Intervensi :
Edukasi Kesehatan Lingkungan mengenai 3M plus.
Edukasi Kesehatan Lingkungan mengenai pentingnya memiliki
aliran limbah yang lancar dan tertutup guna mencegah
tergenangnya air yang merupakan tempat bersarangnya nyamuk.
Edukasi Kesehatan Lingkungan dengan menganjurkan keluarga
untuk menginisiasi pembuatan tempat sampah gang.

Rencana lanjutan
Evaluasi hasil tindak lanjut ketiga.

Tindak lanjut IV Evaluasi :


Keluarga mulai melakukan kegiatan 3M plus, seperti menguras
penampungan air setiap minggu, mengubur barang bekas,
menutup sebagian tempat penampungan air dan memakai obat
nyamuk listrik.
Keluarga bersedia dan telah mengajak tetangga untuk bersama-
sama membuat tempat sampah bersama.
Intervensi :
Manganjurkan Keluarga melanjutkan Intervensi yang telah
diberikan

Kesimpulan Pembinaan Keluarga pada Pembinaan Keluarga Saat Ini


(keadaan kesehatan keluarga pada saat berakhirnya pembinaan pertama, faktor-faktor
pendukung dan penghambat partisipasi keluarga, indikator keberhasilan, serta rencana
pembinaan keluarga selanjutnya)

Keadaan Kesehatan Keluarga Saat Berakhirnya Pembinaan


1. Edukasi tentang HIV serta cara pencegahan penularannya, serta keterkaitannya dengan
kepatuhan minum obat TB parunya dan ARV Tindakan pencegahan penularan HIV
dengan minum obat secara teratur dan pasien mengerti hal yang dapat menularkan
penyakitnya.
2. Edukasi tentang TB paru, cara penularannya serta pentingnya minum obat teratur
Pasien membuang dahak kedalam wadah, menutup mulut dengan saputangan ketika
batuk dan bersin serta minum obat teratur.
3. Edukasi Perilaku Sehat Keluarga mulai menerapkan perilaku cuci tangan dengan
sabun sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan dan setelah BAB/BAK walaupun
belum dilakukan dengan benar atau dengan durasi 20 detik, istri bersedia melakukan
pemeriksaan tekanan darah, namun belum bersedia melakukan pemeriksaan gula darah
sebagai skrining Penyakit DM dan Hipertensi.
4. Edukasi Kesehatan Lingkungan Keluarga menerapkan 3M plus dan bersedia menjadi
inisiator pembuatan tempat sampah gang, namun pembuatan saluran limbah mengalir dan
tertutup masih sulit dilakukan.

Faktor Pendukung
1. Keluarga mau menerima sebagian besar saran dari pembina.
2. Pasien dan anaknya paham mengenai penyakit HIV dan TB paru sehingga memiliki
motivasi yang cukup kuat untuk mengontrol penyakit pasien dan mencegah penyakit
menular ataupun menurunkan pada keturunannya.

Faktor Penghambat
1. Pasien patuh namun harus ketika habis obatnya pasien kurang antusias untuk mengambil
obatnya sendiri ke Puskesmas.
2. Keluarga kurang memiliki rasa sabar dalam melakukan cuci tangan dengan sabun selama
20 detik.

Rencana Pembinaan Keluarga Selanjutnya


1. Evaluasi hasil pembinaan yang telah dilakukan.
2. Menganjurkan pasien dan anaknya untuk tetap minum obat ARV seumur hidup.
3. Menganjurkan pasien dan anaknya untuk tetap mengobati TB parunya dan rutin
memeriksakan sakitnya secara berkala untuk melihat hasil terapinya.
4. Edukasi untuk terus melanjutkan hal-hal positif yang telah dibina.