Anda di halaman 1dari 6

PRODUKSI ETANOL MENGUNAKAN BREWER'S SPENT GRAIN (BG)

DAN CORN COB (CC) SEBAGAI SUBSTRAT DENGAN PERBEDAAN


KONSENTRASI GULA DALAM SUBSTRAT DAN PERLAKUAN AERASI

1. Jenis dan sifat mikroorganisme

Jamur Fusarium oxysporum dalam perkembangbiakannya membentuk dua


jenis spora aseksual yaitu spora mikrokonidium dan spora makrokonidium. Spora
mikrokonidium bersel tunggal, tidak bersekat, tidak berwarna, berdinding tipis,
bentuknya bulat telur sampai lurus dengan ukuran 2 5 x 2,3 3,5 m

Cendawan Fo tergolong kedalam kingdom: Mycetae, divisi: Mycota, subdivisi:


Deuteromycotina, klas: Hypomycetes, ordo: Hyphales(Moniliales), family: Tubercularia-
ceae, genus: Fusarium, spesies: F. oxysporum (Agrios, 1996). Pada medium Potato
Dextrose Agar (PDA) mula-mula miselium berwarna putih, semakin tua warna menjadi
krem atau kuning pucat, dalam keadaan tertentu berwarna merah muda agak
ungu. Miselium bersekat dan membentuk percabangan. Beberapa isolat Fusarium
akan membentuk pigmen biru atau merah di dalam medium.

2. Jenis dan sifat produk / metabolit (metabolit primer)

Produksi enzim lignoselulolitik yang efisien oleh F. oxysporum sangat


penting untuk biokonversi Dari Brewer's spent grain (BG). Optimalisasi produksi
enzim difokuskan Pada penggabungan BG sebagai substrat pertumbuhan karbon.
Faktor lainnya (pH kultur, media mineral, kultur Suhu) yang mempengaruhi
produksi lignoselulolitik oleh F. oxysporum selama tahap pertumbuhan di bawah
kondisi terendam. Tabel Merangkum aktivitas merosotnya lignoselulolitik
terutama Enzim (xilanase dan endoglucanase) Diperoleh setelah lima hari
pertumbuhan aerobik saat F. Oxysporum Tumbuh dengan menggunakan
konsentrasi BG yang berbeda. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatknya
aktivitas enzimatik per volume kultur meningkat Saat konsentrasi BG awal
meningkat, sedangkan Aktivitas spesifik (unit per bahan kering) menurun.

3. Lokasi produksi produk/metabolit

Profil enzimatik ekstrak ekstraselular dari F. oxysporum yang di rendam


dalam substrat BG dan tongkol jagung sebagai sumber karbon terbukti efisien.
Penggunaan BG dengan penambahan bahan baku lain dalam tahap produksi
bioetanol menyebabkan semakin banyaknya produksi enzim yang didapatkan dari
pada mengunakan BG sebagai single sbstrat. Tongkol jagung/corn cob (CC)
Sebelumnya telah dievaluasi sebagai sumber karbon yang sangat baik untuk
Produksi enzim hemiselulolitik. Jadi CC dipilih sebagai sumber karbon tambahan
untuk Peningkatan produksi enzimatik. Pengaruh CC dan BG secara individual
serta kombinasi keduanya Berbagai rasio pada hemiselulolitik (Gambar 1A) dan
selulolitik (Gambar 1B) produksi enzim oleh F. oxysporum ini Ditunjukkan pada
Gambar 1. Konsentrasi awal karbon Sumber dalam media kultur adalah 40 g L-1.
Xilanase itu Produksi dua kali lipat dan produksi endoglucanase Ditingkatkan
hingga tiga kali bila salah satu bagiannya CC dan satu bagian BG digunakan
sebagai sumber karbon, dibandingkan Dengan produksi bila hanya BG yang
digunakan. Sesuai dengan hasil diperoleh untuk feruloyl esterase,
Selobiohidrolase dan -D-xylosidase, aktivitasnyanya 50% lebih tinggi. Produksi
enzim pembantu seperti -L-arabinofuranosidase dan -glukosidase tidak
Terpengbegitu berpengaruh
4. Faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan mikroba dan produksi metabolit
atau enzim

Pertumbuhan mikroba :

Hasil pengamatan selama tujuh hari menunjukkan bahwa macam media


serta interaksinya dengan pH tidak berpengaruh terhadap diameter koloni F.
oxysporum. Derajat kemasaman (pH) berpengaruh nyata terhadap diameter koloni
F. oxysporum. Derajat kemasaman (pH) optimal media untuk pertumbuhan koloni
F. oxysporum adalah 5.0-8.0. Hasil pengamatan bobot kering miselium
menunjukkan bahwa macam media dan interaksinya dengan ke dua faktor yang
lain tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan biomassa F. oxysporum. Derajat
kemasaman (pH) dan penggoyangan serta interaksi kedua faktor berpengaruh
nyata terhadap pertumbuhan biomassa F. oxysporum. Derajat kemasaman (pH)
optimal media untuk pertumbuhan biomassa F. oxysporum adalah 4.0.
Pertumbuhan biomassa optimal pada saat diinkubasi dalam erlenmeyer yang
diberikan perlakuan penggoyangan. Kondisi makroskopis F. oxysporum
menunjukkan bahwa miselium yang tumbuh pada medium PSA lebih tebal
daripada miselium yang tumbuh pada medium PDA. Kondisi makroskopis F.
oxysporum menunjukkan bahwa F. Oxysporum mempunyai tiga macam spora,
yaitu: mikrokonidia, makrokonidia, dan klamidospora (Sari, 2006)

Produksi metabolit :
Efek BG dengan campuran CC sebagai Sumber karbon pada produksi simultan
selulolitik dan enzim xilanolitik dalam kultur terendam memiliki pengaruh yang sangat
besar. Selain itu perbedaan konsentrasi gula pada substrat juga sangat penting dan juga
adanya mikroaerasi selama proses aersi dengan perlakuan yang berbeda-beda
menentukan pengaruh kualitas etanol yang dihasilkan.

5. Structure function relationship antara substrat atau produk atau metabolit


dan sifat fungsionalnya
Fusarium oxysporum mendapatkan energy dari ikatan karbon yang berasal
dari BG mapun CC untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya yang berasal
dari molekul sederhana seperti gula, asam organic atau alcohol yang diubah
menjadi senyawa kompleks seperti protein, polisakarida, lemak dan lignin. Energy
yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas sel. Fusarium oxysporum dapat
melakukan fermentasi yang merubah gula menjadi etanol

Hasil enzim setinggi 550, 22,5, 6,5, 3225, 0,3, 1,25 dan 3 U per g sumber
karbon Endoglucanase, selobiohidrolase, -D-glukosidase, xilanase, feruloyil
esterase, -D-xilosidase dan -L-arabinofuranosidase masing-masing, diperoleh
pada tahap pertumbuhan yang dioptimalkan Kondisi terendam. Hasil etanol 109 g
etanol per kg BG kering diperoleh dengan alkalipretreasi BG dalam kondisi
mikroaerobik (0,01 vvm), sesuai dengan 60% teoritis Hasil berdasarkan kadar
glukosa dan xilosa total BG.
DAFTAR PUSTAKA

Agrios, G.N. 1996. Plant Pathology. Penerjemah Munzir Busnia dalam Ilmu
Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Charilaos Xiros and Paul Christakopoulos. 2009. Enhanced ethanol production
from brewer's spent grain by a Fusarium oxysporum consolidated system.
Biotechnology for Biofuels. Biotechnology Laboratory, Chemical
Engineering Department, National Technical University of Athens, Iroon
Polytechniou St, Zografou Campus, 15700, Athens, Greece.
Sarita C.R., Rubens M F., Aline C. C. .2007. A Comparison Between Lime and
Alkaline Hydrogen Peroxide Pretreatments of Sugarcane Bagasse for
Ethanol Production. Appl Biochem Biotechnol (2008) 144:87100.
Sari, E.P. 2006. Pengaruh Macam pH dan Pnggoyangan Terhadap Pertumbuhan
Cendawan Fusarium oxysforum. Skripsi. Bogor: IPB
Shuhei Yanase DKK. 2010. Ethanol production from cellulosic materials using
cellulaseexpressing Yeast. Biotechnol. J. 2010, 5, 449455.