Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENYAKIT MENULAR (PNEUMONIA)

OLEH:

NAMA : NI LUH SINTIYA WIDIASTARI

NIM : P07120015023

KELAS : 2.1

JURUSAN KEPERAWATAN D III POLITEKNIK KSEHATAN


DENPASAR TAHUN 2016-2017
1. Latar belakang

Pneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang biasanya


terjadi pada anak-anak tetapi lebih sering terjadi pada bayi dan awal masa kanak-
kanak dan secara klinis pneumonia terjadi sebagai penyakit primer atau
komplikasi dari penyakit lain (Hockenberry dan Wilson, 2009).

Pneumonia adalah radang paru yang disebabkan oleh bakteri dengan gejala
panas tinggi disertai batuk berdahak, napas cepat (frekuensi nafas >50 kali/menit),
sesak, dan gejala lainnya (sakit kepala, gelisah dan nafsu makan
berkurang).Pneumonia ditanyakan pada semua penduduk untuk kurun waktu 1
bulan atau kurang dan dalam kurun waktu 12 bulan atau kurang.

Penyebab tersering pneumonia adalah karena streptococcus pneumonia,


namun penyakit ini juga bias dipicu oleh virus serta factor lain, seperti pneumonia
akibat virus, pneumonia akibat jamur, pneumonia aspirasi. Lokasi penularan juga
bias memengaruhi jenis kuman penyebab pneumonia yang didapat dari
lingkungan umum berbeda dengan pneumonia yang didapat dari rumah sakit.

Pneumonia yang ringan, penanganan dengan antibiotic yang diresepkan


oleh dokter, cukup istirahat, dan banyak minum umumnya sudah cukup. Setiap
pengobatan memiliki kelebihan dan kekurangan. Agar bekerja sebagaimana
mestinya, pneumonia memerlukan beberapa tindakan sederhana agar dapat
mencegah terjadinya pneumonia yaitu dengan menjalani vaksinasi, Vaksin
merupakan langkah penting agar kita terhindar dari pneumonia maupun penyakit
lain, namun dapat diingat bahwa vaksin pencegah pneumonia bagi orang dewasa
berbeda dengan anak-anak.

Antibiotika, pemberian cairan, analgetik dan istirahat adalah obat yang


paling sering diberikan untuk mengobati pneumonia pada pemberian antibiotic
tablet atau pil dapat melalui oral.Pemberian antibiotic sebaiknya berdasarkan data
mikro organisme dan hasil uji kepekaannya.Namun karena diperlukan waktu
untuk mebiakkan bakteri di laboratorium dan mengingat potensi komplikasi
pneumonia, maka penderita pneumonia harus segera diberikan antibiotic spectrum
luas yang diketahui berefek terhadap sebagian besar kuman penyebab pneumonia.
Pada umumnya pneumonia yang mendapatkan pengobatan dapat
pulih.Pengobatan dan perawatan yang intensif sangat mempengaruhi kepulihan
penderita.

Pravalensi pneumonia pada umur 1-4 tahun menurut provinsi, Indonesia


2013 1,80 persen. Pravalensi pneumonia menurut kharakteristik, Indonesia 2013
meningkat seiring dengan bertambahnya umur tertinggi pada umur 75 keatas
sebesar 3,2 persen. Pravelensi penyakit pneumonia lebih tinggi pada laki-laki
dibanding perempuan, laki-laki sebesar 1,9 persen dan perempuan 1,7 persen.
Berdasarkan kelompok pendidikan pravelensi tertinggi pada masyarakat yang
tidak bersekolah dengan persentase 2,6 persen. Berdasarkan kelompok pada
pekerjaan pravalensi tertinggi yaitu pada masyarakat yang bekerja sebagai
petani/nelayan/buruh dengan persentase 2,4 persen. Berdasarkan kelompok tempat
tinggal pravalensi tertinggi yaitu pada masyarakat pedesaan dengan persentase 2,0
persen. Berdasarkan kelompok kuintil indeks kepemilikan pada kelompok
terbawah sebesar 2,8 persen.

Pravalensi pneumonia pada umur 18 tahun menurut kabupaten/kota


provinsi bali, Indonesia, Riskesdas 2013 persentase tertinggi terdapat pada
kabupaten Klungkung dan kota Denpasar sebesar 0,3 persen.

Pravalensi pneumonia menurut kharakteristik, responden, Provinsi Bali,


Riskesdas 2013 menurut kelompok umur persentase tertinggi pada umur 65-74
tahun sebesar 0,8 persen, pada kelompok jenis kelamin tertinggi pada wanita dan
laki-laki sebesar 0,2 persen, pada kelompok pendidikan persentase terbesar tamat
SMP sebesar 0,4 persen, pada kelompok status pekerjaan yang tertinggi pada
kelompok tidak bekerja sebesar 0,3 persen

2 Sasaran : Masyarakat
3 Waktu : 50 Menit
4 Tempat : Balai banjar
5 Hari/tanggal : Jumat, 30 September 2016
6 Tujuan penyuluhan :
a. Tujuan Intruktional Umum/ TIU
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat banjar
memahami tentang penyakit pneumonia
b. Tujuan Intruktional Khusus/ TIK
Setelah dilakukan penyuluhan selama 1x50 menit, diharapkan
masyarakat mampu
1. Menjelaskan pengertian penyakit pneumonia dengan baik dan
benar
2. Menyebutkan 3 dari 6 penyebab penyakit pneumonia dengan baik
dan benar
3. Menyebutkan 4 dari 8 gejala dari penyakit pneumonia dengan baik
dan benar
4. Menyebutkan 3 dari 5 cara mencegah penyakit pneumonia dengan
baik dan benar

7. Kegiatan

No Langkah-langkah Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan sasaran


1 Pendahuluan 10 a. memberi salam a. menjawab salam
menit b. memperkenalkan diri b. menjawab
c. menjelaskan maksud dan pertanyaan
tujuan
d. memberikan pre test

2 Penyajian 20 a. Menjelaskan tentang a. Mendengarkan


menit pengertian penyakit dengan seksama
pneumonia
b. Menjelaskan tentang
penyebab penyakit
pneumonia
c. Menjelaskan faktor yang
memengaruhi penyakit
pneumonia
d. Menjelaskan gejala
penyakit pneumonia
e. Menjelaskan cara
pencegahan penyakit
pneumonia
3 Evaluasi 15 a. Kesimpulan b. partisipasi aktif
menit b. Tanya jawab
c. Menayangkan kembali
d. Post test

4 Penutup 5 menit Meminta/Memberi pesan dan c. Memberikan pesan


kesan dan kesan
Memberi salam d. Menjawab salam

8. Metode : Ceramah dan tanya jawab


9. Media : Poster
10. Materi : Terlampir
11. Evaluasi : Terlampir

A. Struktur :
1. Persiapan media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap
digunakan. Media yang digunakan adalah leaflet dan lembar balik. Kurun waktu
dalam persiapan media 7 hari
2. Persiapan materi
Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan sudah disiapkan dan akan
disebarluaskan dalam bentuk leaflet yang berisi gambar dan tulisan. Kurun waktu
dalam persiapan materi 7 hari.
B. Proses penyuluhan :
1. Kegiatan penyuluhan yang akan diberikan diharapkan berjalan lancar dan
sasaran memahami tentang penyuluhan yang diberikan. Sasaran
diharapkan bertanya sebanyak 50% dari jumlah audience dan 80% bisa
menjawab pertanyaan yang diberikan penyaji.
2. Dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh
dan sasaran diberikan penyuluhan.
3. Peserta diharapkan memperhatikan materi yang diberikan
4. Sasaran diharapkan kehadirannya 80 % dari jumlah peserta tidak ada
yang meninggalkan tempat saat penyuluhan berlangsung

C. Hasil penyuluhan :
a. Jangka pendek
Setelah diberikan penyuluhan selama 50 menit diharapkan peserta:
1. 80% dapat Menjelaskan pengertian penyakit pneumonia dengan
baik dan benar
2. 75% Menyebutkan penyebab penyakit pneumonia dengan baik
dan benar
3. 65% Menyebutkan gejala dari penyakit pneumonia dengan baik
dan benar
4. 65% Menyebutkan cara mencegah penyakit pneumonia dengan
baik dan benar
b. Jangka panjang
Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit pneumonia
dan cara pencegahannya
12. DAFTAR PUSTAKA

Depkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Tersedia:


www.depkes.go.id.
Diakses pada tanggal 20 September 2016
Dinkes, Baliprov. Rinkesdas Provinsi Bali. Tersedia:
www.dinkes.baliprov.go.id.
Diakses pada tanggal 20 September 2016
Efendi,DL.2014. Penyakit Pneumonia.
pneumonia.usu.ac.id/bitstream/123456789/39717/4/Chapter%20II.pdf
Diakses pada tanggal 20 September 2016
Lampiran 1

MATERI PNEUMONIA

1. Pengertian Pneumonia

Pneumonia adalah radang paru yang disebabkan oleh bakteri dengan gejala panas
tinggi disertai batuk berdahak, napas cepat (frekuensi nafas >50 kali/menit),
sesak, dan gejala lainnya (sakit kepala, gelisah dan nafsu makan
berkurang).Pneumonia ditanyakan pada semua penduduk untuk kurun waktu 1
bulan atau kurang dan dalam kurun waktu 12 bulan atau kurang.

Pneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang biasanya terjadi


pada anak-anak tetapi lebih sering terjadi pada bayi dan awal masa kanak-kanak
dan secara klinis pneumonia terjadi sebagai penyakit primer atau komplikasi dari
penyakit lain (Hockenberry dan Wilson, 2009).

2. Etiologi
Sebagian besar disebabkan oleh mikroorganisme, akan tetapi dapat juga
oleh bahan-bahan lain, sehingga dikenal
a. Lipid pneumonia, oleh karena aspirasi minyak mineral
b. Chemical pneumonitis, inhalasi bahan-bahan organic atau uap kimia
seperti berilium
c. Ekstrinsik allergic alveolitis, ihnalasi bahan-bahan debu yang
mengandung spora dare actynomicetes thermofilik
d. Drug reaction pneumonitis, nitrofurantion, busulfan, metrotexate
e. Pneumonia karena radiasi sinar rontgen
f. Mikroorganisme

3. Gejala pneumonia
Gejala pneumonia bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat
tergantung pada factor-faktor seperti jenis kuman penyebab, usia
penderitadan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Berikut adalah
beberapa gejala pneumonia:
a. Demam, berkeringat dan menggigil
b. Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang diatas usia 65 tahun,
dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
c. Batuk berdahak dan kental
d. Nyeri dada saat bernapas dalam atau ketika batuk
e. Sesak napas
f. Kelelahan dan nyeri otot
g. Mual, muntah atau diare
h. Sakit kepala

4. Pencegahan
a. Makan makanan sehat. Makanan yang sehat akan membantu untuk
meningkatkan daya tahan tubuh degan baik
b. Menjaga kebersihan. Dapat dengan berolahraga yang teratur dilakukan
c. Menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan agar tidak akan ada banyak
debu dan kuman yang masuk kedalam tubuh yang menyebabkan
penyakit pneumonia
d. Lindungi saluran pernapasan.
e. Tidak merokok.
5. Makanan yang harus dihindari dari penyakit pneumonia
c. Ikan asin
Di dalam ikan asin terdapat zat nitrosamin yang merupakan salah satu
zat karsiogenik yang dapat memicu terjadinya peradangan pada organ
tubuh manusia. Bukan hanya nitrosamine, ada kandungan zat lain
dalam ikan asin yang merupakan mediator utama dalam
pembentukkan dan perkembangan irus Epstein barr. Irus ini berperan
dalam timbulnya peradangan pada organ paru-paru manusia.
d. Terasi merah
Dalam terasi merah mengandung rhodamin B, suatu zat yang memicu
timbulnya iritasi pada saluran pernapasan. Dan jika rhodamin B dapat
terakumulasi pada tubuh manusia dan bersifat karsiogenik dalam
jangka waktu yang lama, kemungkinan besar dapat mengakibatkan
timbulnya peradangan pada tubuh, terutama pada system pernapasan
manusia.
e. Merokok
Dalam asap rokok terdapat kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200
diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan penyakit
kanker dan peradangan pada organ paru-paru. Beberapa zat yang
sangat berbahaya di dalam rokok, antara lain tar, nikotin, karbon
monoksida, dan zat kimia berbahaya lainnya yang dapat memicu
timbulnya penyakit radang paru-paru, jantung dan merusak kesehatan
tubuh.
6. Pengobatan alami pneumonia
a) Bawang putih
Salah satu pengobatan alami terbaik untuk mengobati pneumonia
adalah dengan menambahkan banyak bawang putih dalam diet
harian Anda.Hal ini karena bawang putih adalah antibiotik alami
yang membunuh kuman jahat di dalam tubuh.

b) Kunyit
Pengobatan alami terbaik lainnya untuk mengobati pneumonia
adalah kunyit.Hal ini karena kunyit adalah rempah-rempah alami
dan memiliki banyak nilai-nilai kesehatan di dalannya yang baik
untuk menyembuhkan pasien pneumonia.
c) Jahe
Sama halnya dengan bawang putih, Anda juga harus
menambahkan banyak jahe dalam diet harian Anda.Jahe
merupakan rempah-rempah alami yang baik untuk mengobati
semua masalah pernapasan, termasuk pneumonia.Cara
mengonsumsinya adalah dengan menambahkan jahe parut ke
dalam teh, dan meminumnya ketika perut masih kosong.
d) Jus wortel
Wortel tidak hanya baik untuk kesehatan mata Anda, tetapi juga
baik terhadap kesehatan paru-paru.Segelas jus wortel setiap hari
diyakini baik untuk pasien yang memiliki radang paru-paru.Hal ini
karena jus wortel mengandung banyak vitamin A yang diperlukan
untuk yang sedang sakit.
e) Madu
Untuk memenuhi kebutuhan gula di dalam tubuh, Anda bisa
menambahkan madu ke dalam diet harian.Ini adalah sirup alami
dan memiliki sifat anti bakteri untuk membantu membunuh kuman
jahat yang berkembang di dalam tubuh sehingga membuat Anda
lemah.
Lampiran 2
Evaluasi TIK

Pertanyaan :

1. Apakah yang dimaksud dengan penyakit pneumonia ?


2. Sebutkan 3 penyebab penyakit pneumonia!
3. Sebutkan 4 gejala dari penyakit pneumonia !
4. Sebutkan 3 cara mencegah penyakit pneumonia !

Jawaban

1. Pneumonia adalah radang paru yang disebabkan oleh bakteri dengan


gejala panas tinggi disertai batuk berdahak, napas cepat (frekuensi
nafas >50 kali/menit), sesak, dan gejala lainnya (sakit kepala, gelisah
dan nafsu makan berkurang). Pneumonia ditanyakan pada semua
penduduk untuk kurun waktu 1 bulan atau kurang dan dalam kurun
waktu 12 bulan atau kurang.

2. Penyebab penyakit pneumonia


a) Lipid pneumonia, oleh karena aspirasi minyak mineral
b) Chemical pneumonitis, inhalasi bahan-bahan organic atau uap
kimia seperti berilium
c) Ekstrinsik allergic alveolitis, ihnalasi bahan-bahan debu yang
mengandung spora dare actynomicetes thermofilik
d) Drug reaction pneumonitis, nitrofurantion, busulfan,
metrotexate
e) Pneumonia karena radiasi sinar rontgen
f) Mikroorganisme

3. Gejala-gejala penyakit pneumonia


a) Demam, berkeringat dan menggigil
b) Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang diatas usia
65 tahun, dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh
yang lemah
c) Batuk berdahak, tebal dan kental (lengket)
d) Nyeri dada saat bernapas dalam atau ketika batuk
e) Sesak napas (napas cepat)
f) Kelelahan dan nyeri otot
g) Mual, muntah atau diare
h) Sakit kepala
4. Cara mencegah penyakit pneumonia
a. Makan makanan sehat. Makanan yang sehat akan membantu
untuk meningkatkan daya tahan tubuh degan baik
b. Menjaga kebersihan. Dapat dengan berolahraga yang teratur
dilakukan
c. Menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan agar tidak akan ada
banyak debu dan kuman yang masuk kedalam tubuh yang
menyebabkan penyakit pneumonia
d. Lindungi saluran pernapasan. Tutupi saluran pernapasan jika
berada di tempat yang udara yang tidak bersih
e. Tidak merokok. Rokok juga salah satu penyebab yang harus
dihindari jika tidak ingin menderita penyakit pneumonia