Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS MARGOYOSO
Alamat : Jln. Kesehatan No.1 Margoyoso kec. sumberejo

KERANGKA ACUAN PROGRAM HIV /AIDS

1. Pendahuluan
Kesehatan merupakan salah indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu
masyarakat atau bangsa. Paradigma sehat dewasa ini yang dipromosikan menghendaki
terjadinya perubahaan pola piker masyarakat dari mengobati penyakit menjadi menjaga
kesehatan agar tidak sakit,sebab itu pemahaman mengenai penyakit dan cara mencegahanya
perlu di sebar luaskan.salah satu aspek kesehatan pada abad ke 20 yang merupakan bencana
bagi manusia adalah munculnya penyakit yang di sebabkan oleh suatu virus yaitu HIV (
Human Immunodeficiency Virus ) yang dapat menyebabkan AIDS ( Aguarired
Immunodeficieny Syndrome ). WHO pada tahun 2003 mengestimasikan 37,8 juta orang
terinspeksi HIV/AIDS.pada akhir tahun 2005.estimasi menjadi 53,6 juta dan pada tahun
2007 dengan jumlah 33 juta orang terinsfeksi,tetapi yang sudah meninggal 23 juta (
UNAIDS, 2008 ). Di Indonesia penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini senantiasa
meningkat dari tahun ke tahun,bahkan Indonesia merupakan penyebaran HIV dan AIDS
tercepat di asia ( yunanto ,2008 )
Data Ditjen pengendalian penyakit menular dan pengendalian lingkungan Departemen
Kesehatan ( PP & PL Depkes ) Selama sepuluh tahun terakhir,jumlah penderita AIDS terus
meningkat. pada desember 2007 pengidap HIV positip berjumlah 6.066 orang dengan
penderita AIDS sebanyak 11.141 orang dan meningkat pada September 2008 mencapai
14.928 0rang. Secara kumulatip kasus AIDS yang di laporkan sampai tanggal 30 juni 2010
berjumlah 21.770 dengan jumlah kematian 4.128. peningkatan jumlah ini sangat menonjol
pada kelompokmumur 20-29 tahun dari 8.187 pada tahun 2008 menjadi 10.471 pada tahun
2010 ( Ditjen PPM & PL Depkes RI,2008,2010). Sulawesi selatan termasuk provinsi yang
memiliki penularan HIV/AIDS yang tinggi.pada tahun 2008 menempati peringkat ke 16
secara nasional dengan kasus 143 kasus AIDS. Dan meningkat pada tahun 2010 dengan
menempati posisi 8 dengan jumlah penderita sebanyak 591 kasus ( Ditjen PPM & PL
Depkes RI,2010 ).
Dari 23 kabupaten di sulsel kabupaten Bulukumba memiliki jumlak penderita HIV/AIDS
sebanyak 32 kasus tahun 2008 dan merupakan tertinggi ketiga setelah makasar dan pare-
pare.ditahun 2009 jumlah penderita meningkat menjadi 69 kasus dan pada bulan april 2010
bertambah menjadi 75 kasus ( KPAD ,2010 ). Bulukumba termasuk 21 daerah provinsi yang
mengeluarkan perda AIDS yang di tuangkan dalam perda no.5 tahun 2008 tentang
penanggulangan HIV/AIDS yang didalamnya mengatur penyampaian informasi,komunikasi
dan edukasi pada masyrakat tentang HIV/AIDS.
Penyakit yang bermunculan seperti phenomena gunung es ( iceberg phenomena ), yaitu
jumlah penderita yang di laporkan jauh lebih kecildaripada jumlah yang sebenarnya telah
menyebar di sebagian wilayahn Indonesia. penularan HIV paling banyak melalui hubungan
seksual terutama hubungan yang tidak sehat antar lelakin , termasuk waria yang mencapai
60% b dan pemakaian jarum suntik sebanyak 30% (KPA ,2009 )
Hubungan sexsual,baik heteroseksual maupun homoseksual adalah modal utama penularan
HIV. Departemen kesehatan memperkirakaan jumlah waria di Indonesia sebesar 20.960
hingga 35.300 orang.pada tahun 2007 sesuai dengan data yang di milki persatuan waria
republik Indonesia dan memiliki kartu tanda penduduk 3,877 juta jiwa.Hal tersebut
menunjukan waria merupakan kelompok beresiko terhadap peningkatan jumlah kasus
HIV/AIDS.

2. Latar belakang
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabakan
AIDS dengan cara menyrrang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat
merusak kekebalann daya tahan tubuh manusia yang akhirnya tidak dapat bertahan dari
gangguan penyakit walaupun sangat ringan sekalipun.HIV menyerang sel CD4 dan
merubahnya menjadi tempat berkembang biaknya HIV dan merusak sel darah putih
sehingga tidak dapat di gunakan.
Ketika kita terkena virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS.untuk menjadi AIDS di
butuhkan waktu yang lama 5-10 th untuk menjadi aids yang mematikan saat ini tidak ada
obat,serum maupun vaksin menyembuhkan manusiadari virus HIV penyebab AIDS.
Informasi mengenai HIV/AIDS sangat penting untuk di ketahui masyrakat,khususnya bagi
mereka yang memiliki resiko tinggi seperti waria. Pemahaman masyarakat serta akses
informasi terhadap HIV/AIDS tentunya akan berpengaruh terhadap upaya pencegahaan dari
infeksi virus tersebut.
Puskesmas sebagai pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk memberikan pelyanan
melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan peka terhadap masalah
pemberantasan penyakit menular ini yang terkait dengan HIV/AIDS .

3. Tujuan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap
dan perilaku tentang kesehatan penularan atau pemahaman penyakit HIV/AIDS.
Melaksanakan program pengendalian penyakit menular HIV/AIDS,pelayanan
kesehatan di Puskesmas dan jaringannya sesuai standart pelayanan
b. Tujuan Khusus
Agar masyarakat mengetahui bahwasanya penyakit HIV/AIDS sangat berbahya dan
mengancam massa depan anak anak usia muda .
Masyrakat akan senantiasa atau mendapat informasi cara penularan penyakit HIV

4. Kegiatan
a. Di lakukan konseling antara petugas dan penderita
b. Penyuluhan sekolah ( ABAT )
c. Konseling dalam gedung dan luar gedung

5. Sasaran
Untuk masyarakat di wilayah kerja puskesmas talangpadang dengan tujuan mencegah
penyebaran penyakit menular khusunya HIV/AIDS.
6. Pencatatn laporan
- Diambil dari register BP,kia,pustu dan pelaynan kesehtan lainya.
- Petugas P2M berkordinasi dengan kepala puskesmas bahwa di wilayah kerja adanya kasus
HIV/AIDS ,
- petugas p2m mencacat di Desa mana adanya kasus tersebut, dan langsung berkordansia
dengan Dinas keshatan kabupaten.
- di laporkan awal bulanan dalam bentuk laporan pisik.

7. Evaluasi Pelaksanaan laporan


- Evaluasi program di laksanakan dalam 1 tahunan
- Rekap laporan awal bulanan laporan bentuk pisik ,melakukan penyuluhan HIV/AIDS oleh
petugas promkes.

8. Unit terkait
BP :
Untuk mengetahui register kunjungan kasus HIVS/AIDS mulai umur 5 tahun sampai
dewasa
KIA :
Untuk mengetahui register kunjungaan HIV/AIDS Pada balita umur < 5 tahun.
PUSTU :
Untuk mengetahui angka kejadian HIV/AIDS di wilayah pustu dan sekitarnya
PROMKES :
Dengan lintas program maka di adakan penyluhuan kasus HIV/AIDS supaya masyrakat
memahami bahayanya penyakit tersebut
APARAT PEKON :
Untuk kordinasi rencana tindak lanjut dan tindak lanjut kasus tersebut agar kepala aparat
pekon mengetahui warganya ada yang terkena HIV/AIDS dengan merahasiakan kasus
tersebut agat tidak terkucilkan oleh lingkungannya.
PROGRAM HIV/AIDS
No. Dokumen : 440/ / 27 /2016

No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

UPT PUSKESMAS Minto,SKM,M.Kes


Nip. 196611081989031016
MARGOYOSO
1.Pengertian Infeksi menular seksual (IMS) adalah gangguan atau penyakit yang
ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak hubungan
seksual. IMS yang sering terjadi adalah gonorhoe, sifilis, hepes, namun
yang terbesar di antaranya adalah AIDS tidak bisa di obati dengan
antibiotic dan dapat mengakibatkan kematian pada penderitanya.
2.Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan infeksi menular seksual di UPT
Puskesmas talang padang
3.Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Talang Padang No. / /2016 Tentang
jenis pelayana di UPT PUSKESMAS Talangpadang
4.Referensi Buku pedoman dasar dipuskesmas tahun 2007 standar puskesmas
bidang bina pelayanan kesehatan
5.Prosedur Alat dan bahan
-Atk
-meja dan kursi
6.Langkah-langkah Pasien datang ke puskesmas,pendaftaran,ke ruang Bp, Kia,amnanese
suspect hiv aids langsung di rujuk ke rumah sakit type A, untuk
penanganaan lebih lanjut.
Menyiapkan perlengkapan untuk konseling
-memanggil pelangan dengan ramah
-petugas mempersilakan duduk

7.Bagan Alir -

8.Hal-hal yang Evaluasi program


perlu diperhatikan

9. Unit terkait Rekam medis, Ruang pemeriksaan umum,Rumah sakit rujukan terkait,
Lintas program terkait, Aparat pekon

10.Dokumen Register BP, KIA, Pustu


terkait

11. Rekam Histori perubahan

No. Halaman Yang Dirubah Perubahan Tgl di


berlakukan