Anda di halaman 1dari 21

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

ANALISIS DAMPAK SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN PABRIK DI LAHAN


PRODUKTIF PERTANIAN
( Study Kasus di Desa Waru, Kecamatan Kebakramat, Kabupaten Karanganyar)
BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh:
Choirun Nisa D 0311015 ( 2011)
Diahayu Yulianie D 0311023 ( 2011)
Suci Rahayu Ningsih D 0311065( 2011 )
Nur Laila Fitriana I 0612033 ( 2012 )

UNIVERSTAS SEBELAS MARET


SURAKARTA
2013

i
ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................................................ iii
RINGKASAN................................................................................................................................ iv
BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG MASALAH ............................................................................... 1
B. PERUMUSAN MASALAH .......................................................................................... 1
C. TUJUAN PROGRAM...................................................................................................... 2
D. MANFAAT PENELITIAN.............................................................................................. 2
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN .............................................................................. 2
BAB II TINJAUN PUSTAKA...................................................................................................... 3
A. LAHAN PRODUKTIF.................................................................................................... 3
B. KAWASAN INDUSTRI................................................................................................. 4
C. DAMPAK SOSIAL......................................................................................................... 4
D. TEORI TINDAKAN........................................................................................................ 5
BAB III METODE PENELITIAN............................................................................................... 6
A. METODE PENELITIAN................................................................................................ 6
B. LOKASI PENELITIAN................................................................................................... 6
C. SUMBER DATA............................................................................................................. 6
D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA................................................................................ 7
E. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLE........................................................................... 7
F. TEKNIK ANALISA DATA............................................................................................ 7
BAB IV RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ............................. 9
A. RENCANA ANGGARAN BIAYA ............................................................................... 9
B. JADWAL KEGIATAN .................................................................................................. 9
LAMPIRAN 1............................................................................................................................... 10
A. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA PELAKSANA....................... 10
B. NAMA DAN BIODATA DOSEN PEMBIMBING........................................................ 12
LAMPIRAN 2 JUSTIFIKASI ANGGARAN KGIATAN........................................................... 15
LAMPIRAN 3 SUSUNAN ORGANISASI ................................................................................. 16
LAMPIRAN 4 SURAT PERNYATAAN..................................................................................... 17

iii
Ringkasan

Lahan merupakan kebutuhan primer manusia. Manusia membutuhkan lahan sebagai


tempat tinggal. Disamping itu lahan tempat manusia menggantungkan hidupnya. Lahan subur
diperuntukan untuk menanam bahan makanan, terlebih di lahan subur tanaman dapat tumbuh
dengan baik. Saat ini kasus konvensi lahan subur marak terjadi. Lahan subur dijadikan
kawasan industri atau perumahan. Menurut Surya Suryana alih fungsi lahan sangat
mengakhawatirkan sekitar 50.000-100.000 hektar setiap tahunnya. Saat ini Lahan pertanian
di Jateng berkurang seluas 300.000 hektare akibat alih fungsi lahan di berbagai daerah. Lima
daerah yang alih fungsi lahan pertanian tertinggi di Jateng yaitu Karanganyar, Klaten,
Sukoharjo, Boyolali dan Solo.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasidan
aleternatifkebijakan kepada pemerintah daerah maupun pihak yang terkait dalam upaya
pembangunan pabrik baru agar mempertimbangkan aspek-aspek sosial dan ekonomi bagi
masyarakat sekitar, supaya para petani tidak kehilangan lahan suburnya, . Serta upaya untuk
menjaga ketahanan pangan Indonesia. Penelitian ini diharapkan nantiny a dalam bentuk
Jurnal supaya dapat dibaca oleh seluruh masyarakat.
Sehubungan dengan masalah yang akan peneliti kemukakan, Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif. Pada hakekatnya penelitian kualitatif adalah penelitian yang
bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan waktu penelitian selama 5 bulan.
Yakni pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada minggu ketiga.

iv
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Lahan merupakan kebutuhan primer manusia. Manusia membutuhkan lahan
sebagai tempat tinggal. Disamping itu lahan tempat manusia menggantungkan
hidupnya. Lahan subur diperuntukan untuk menanam bahan makanan, terlebih di
lahan subur tanaman dapat tumbuh dengan baik. Saat ini seiring dengan
bertambahnya populasi manusia, dengan tidak bertambahnya lahan merupakan
masalah besar. Karena lahan subur merupakan aset untuk ketahanan pangan.
Saat ini kasus konvensi lahan subur marak terjadi. Lahan subur dijadikan
kawasan industri atau perumahan. Menurut Surya Suryana alih fungsi lahan sangat
mengakhawatirkan sekitar 50.000-100.000 hektar setiap tahunnya (dikutip dari antara
jateng). Alih fungsi lahan tersebut banyak terjadi di palau jawa. Alih fungsi lahan
tersebut dapat berpengaruh terhadap ketahanan pangan Indonesia. Padahal Indonesia
merupakan negara agaris yang diharapkan menjadi ketahanan lokal baik secara
nasional maupun internasional.
Salah satu daerah subur yang berpotensi sebagai ketahanan pangan. di
karangayar luas lahan subur , namun saat ini lahan subur tersebut mengalami alih
fungsi, banyak didirikan pabrik baru. Pabrik baru berdiri diatas lahan produktif, yang
menggunakan lahan subur. Padahal apabila lahan tersebut masih digunakan sebgai
area persawahan bisa mencukupi kebutuhan pangan. Saat ini Lahan pertanian di
Jateng berkurang seluas 300.000 hektare akibat alih fungsi lahan di berbagai daerah.
Lima daerah yang alih fungsi lahan pertanian tertinggi di Jateng yaitu Karanganyar,
Klaten, Sukoharjo, Boyolali dan Solo.( www.Solopos.com)
Memang pabrik bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarkat. Pabrik
menjadi solusi untuk mendapatkan uang, walaupun pendidikan rendah. Satu pabrik
besar bisa merekrut minimal 1000 orang dengan penghasilan 850.000 perbulan,
namun bukan hanya urusan mendapat pekerjaan saja, melainkan tercukupinya
makanan, apabila untuk makan haruskan impor beras, maka kehidupan sosial
masyarakat sama saja tidak tercukupi.
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam latar belakang masalah tersebut dapat ditarik rumusan masalah sebagai
berikut
Bagaimana dampak sosial ekonomi pembangunan pabrik di lahan subur ?

1
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini diharapkan dapat mengetahui dampak sosial ekonomi
pembangunan pabrik di lahan subur.
D. MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada pemerintah
sebagai bahan pertimbangan, untuk mengambil kebijakan dalam pembangunan
konvensi dari lahan yang subur ke pabrik.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipublikasikan berupa jurnal dan artikel
ilmiah.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Keberadaan kota yang meluas membuat lahan pertanian di pinggiran kota semakin tergerus.
Pusat perumahan dan perkonomian yang terus meluas mengakibatkan berkurangnya lahan
pertanian.Lahan pertanian yang dulunya subur, dan mempunyai irigasi yang baik sekarang
dialih fungsikan menjadi pusat industri. Lahan pertanian yang ada di Indonesia umumnya
adalah lahan sawah, dimana sawah merupakan lahan produktif.
A. Lahan Produktif
Lahan menurut FAO adalah suatu lingkungan fisik yang meliputi, iklim topografi,
tanah hidrologi dan vegetasi pada batas-batas tertentu yang mempengaruhi
kemampuan penggunaan lahan1.Lahan produktif adalah yang mampu menghasilkan
suatu produk pangan, salah satunya adalah lahan sawah.Menurut Kyuma tanah sawah
adalah tanah yang digunakan atau berpontesi untuk menanam padi.Tanah sawah yang
ditanami padi menjadi sangat penting untuk dikaji kerena padi merupakan produk dari
tanah sawah sebagai tanaman bijian-bijian dalam pertanian global.
Tanah sawah adalah tanah yang sangat penting di Indonesia karena merupakan
sumber daya alam yang utama dalam produksi beras. Beras merupkan makanan pokok
masyarakat Indonesia. Saat ini keberadaan tanah sawah di Indonesia terancam
keberadaannya karena pembangunan industri dan perluasaan kota. Luas tanah sawah
semakin berkurang karena dikonversikan untuk penggunaan nonpertanian.Badan
Pusat Statistik (BPS) mengatakan lahan produksi padi di Indonesia terus mengalami
penurunan. Penurunan lahan padi di Jawa saja mencapai 27 ribu hektar per
tahunnya.(www.bps.com. )
Permasalahan tanah sawah di Indonesia dapat dikelompokan menjadi dua
masalah pokok. Pertama, adanya penyusutan luasan lahan sawah akibat terjadinya
konvensi lahan sawah menjadi lahan non pertanian seperti daerah industri,
pemukiman, lapangan golf dan lain sebagainya yang banyak terjadi di pulau Jawa dan
Bali. Kedua, adanya pelandaian produktivitas (levelling off) dalam produksi
padi.Semakin meningkatnya kebutuhan lahan untuk nonpertanian (pemukiman,
perkotaan dan industri) terutama di Jawa dan sekitar kota-kota besar di seluruh
Indonesia terjadinya alih guna lahan (konversi) lahan sawah produktif menjadi
penggunaan nonpertanian semakin sulit untuk dihindari. Konversi ini harus dicegah
1
Dalam buku Tanah Sawah Sarwono Hardjowigeno dan Lutfi Rayes. 2005

3
dan ditekan seminimal mungkin karena walaupun telah dilakukan pencetakan sawah
baru baik di Jawa atau di luar Jawa tetap belum mampu untuk mengimbangi
kebutuhan pangan. (Hardjowigeno dan Rayes, 2005, 32)
B. Kawasan Industri
Kawasan industri kini telah menyebar diselurh pelosok Indonesia. Kawasan industri
menurut peraturan pemerintah tahun 2004 pasal 1 meyebutkan bahwasannya kawasan
tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana
penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan. Perusahaan Industri
yang akan melakukan perluasan dengan menambah lahan melebihi ketersediaan lahan
Kawasan Peruntukan Industri, wajib berlokasi di Kawasan Industri. Spesifikasinya
Luas lahan kawasan industri paling rendah 50 (lima puluh) hektar dalam satu
hamparan. Kemudian luas lahan kawasan industri tertentu untuk usaha mikro, kecil,
dan menengah paling rendah 5 (lima) hektar dalam satu hamparan.Perusahaan di
dalam kawasan Industri dapat diberikan fasilitas kepabeanan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan fasilitas perpajakan
terhadap kawasan industri dan perusahaan industri di dalam kawasan industri
diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang
perpajakan.(www.kemenprin.go.id).
C. Dampak sosial yang yang ditimbulkan
Indonesia merupakan negara dengan luas tanah persawahnnya yang sangat luas.
Tercatat luas sawah di Indonesia data di BPN menunjukkan bahwa tahun 2004, total
sawah di Indonesia tercatat 8,903 juta ha, terdiri dari lahan irigasi 7,314 juta ha dan
nonirigasi 1,589 juta ha. Data Deptan menunjukkan luas sawah 7,79 juta ha. Dan
tercatat pula lahan sawah yang telah berkurang di jateng seluas 300.000 hektare setiap
tahunnya. (www.solopos.com). Dan masyarakat pun tidak dapat menolak jika lahan
sawah menjadi kawasan industri maupun ketika lahan pertanian menyusut dan
ketimpangan tidak teratasi maka dampak ynag mengancam adalah Krisis ketahanan
pangan di depan mata. Ketahanan pangan ynag notabene bertujuan untuk
pembangunan pertanian menjadi sangat tergantung pada ketersediaaan lahan.
Uang,politik,dan kekuasaan serta dengan alasan kepentingan Umum menyebabkan
kian mudahnya pemilik lahan terusik. Parahnya bila ini terus berlanjut maka akan
berdampak pula pada pertahanan keamanan karena merupakan komoditi yang
memilki fungsi sosial dan politik, baik lokal, nasional maupun global.

4
D. Teori Tindakan Sosial Max Weber
Tindakan sosial terjadi ketika individu melekatkan makna subjektif pada tindakan
mereka. Hubungan sosial menurut Weber yaitu suatu tindakan dimana beberapa aktor yang
berbeda-beda, sejauh tindakan itu mengandung makna dihubungkan serta diarahkan kepada
tindakan orang lain. Masing-masing individu berinteraksi dan saling menanggapi .
Max Weber dalam (J Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, 2006:18)
mengklasifikasikan empat jenis tindakan sosial yang mempengaruhi sistem dan struktur
sosial masyarakat yaitu;
a. Rasionalitas instrumental
Yaitu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan
pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang
dipergunakan untuk mencapainya.
b. Rasionalitas yang berorientasi nilai
Alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar,
sementara tujuan-tujuannya sudah ada didalam hubungannya dengan nilai-nilai individu yang
bersifat absolut.
c. Tindakan tradisional
Seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperoleh dari
nenek moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan.
d. Tindakan afektif
Tindakan ini didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau
perencanaan sadar.Tindakan afektif bersifat spontan, tidak rasional dan merupakan refleksi
emosional dari individu.
Menurutnya bahwa keempat tindakan tersebut sulit diwujudkan dalam kenyataan,
namun apapun wujudnya hanya dapat dimengerti menurut arti subjektif dan pola-pola
motivasional yang berkaitan dengan itu. Sebuah interaksi sosial akan kacau bilamana antara
pihak-pihak yang berinteraksi tidak saling memahami motivasi dan makna tindakan sosial
yang mereka lakukan.

5
BAB III
METODE PENELITIAN
1. Metode Penelitian

Sehubungan dengan masalah yang akan peneliti kemukakan, Penelitian ini


menggunakan metode kualitatif. Pada hakekatnya penelitian kualitatif adalah
penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh
subyek penelitian. Misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain
secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada
suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah
(Moleong, 2004: 6)
Dengan metode ini diharapkan peneliti dapat memperoleh informasi yang
mendalam tentang dampak sosial ekonomi pembangunan pabrik di lahan prodkutif
pertanian.Dalam penelitian ini, penulis merupakan instrment penting yang berusaha
mengungkapkan data secara mendalam dengan dibantu oleh teknik pengumpulan data
lainnya.Sebagaimana yang dikemukakan oleh Moleong (2004:168) bagi peneliti
kualitatif manusia adalah instrument utama karena dia menjadi segala dari
keseluruhan penelitian.Dia sekaligus merupakan perencana, pelaksana, pengumpul
data, analisis, penafsir dan pada akhirnya dia menjadi pelapor penelitiannya.
Selain itu, penelitian ini lebih banyak menggunakan pendekatan antar individu,
yang berarti bahwa selama proses penelitian, penulis akan banyak mengadakan
interaksi dengan orang-orang di lingkungan lokasi penelitian, dengan demikian
diharapkan peneliti dapat leluasa mencari informasi da mendapatkan data yang lebih
terperinci tentang berbagai hal yang diperluakan untuk kepentingan penelitian. Selain
itu penulis juga berusaha untuk mendapatkan dari orang di luar sistem dari subyek
penelitian untuk menjaga subyektivitas hasil penelitian.
2. Lokasi Penelitian
Jalan solo-sragen , Desa Waru, Kecamatan Kebakramat, Karangannyar, Jawa
tengah.
3. Sumber Data
1. Data Primer
Data primer diperoleh melalui observasi kawasan Industri baru di lahan pertanian
warga di Desa Waru, Kecamatan Kebakramat, Karanganyar, Jawa tengah.
2. Data Sekunder

6
Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan
oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain dapat berbentuk tabel-
tabel atau diagram-diagram. Data ini diperoleh dari hasil penelitian, jurnal ilmiah,
artikel-artikel baik dari media cetak maupun elektronik, penelusuran pustaka
terkait.
4. Teknik Pengumpulan data
Untukmengumpulkandatadalam studikasusini,diperlukanteknik pengumpulan
data.teknik yang digunakan adalah:
a. Wawancara
Melakukan wawancara dengan masyarakat desa Waru, serta para petani
sekitar pabrik.
b. Observasi
Melakukan observasi langsung ke lahan konvensi yang berada di desa Waru
c. Studi Literatur
Studi literatur diperlukan untuk mendapatkan teori-teori yang akan
digunakansebagaidasardalam studikasusini.Beberapasumberinformasi
yangdigunakanadalahbuku,literatur,jurnalilmiah, website,danlain sebagainya.
d. Dokumentasi
Dokumentasi yang diambil oleh peneliti adalah foto berupa lokasi penelitian.
5. Teknik Pengambilan Sampel.
Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah Judgement/
purposiveSampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan penilaian/ pertimbangan peneliti
bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya (Hasan
Mustofa: 2000). Sampel yang kami jadikan informan dalam penelitian ini adalah:
Masyarakat dan petani sekitar Desa Waru, Kecamatan Kebakramat, Karanganyar,
Jawa Tengah.
6. Teknik Analisis Data.
Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif. Dalam model ini ada
tiga komponen analisis yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Ada tiga jalur kegiatan untuk melakukan analisis yang terjadi secara
bersama untuk memperoleh data, tiga komponen pokok tersebut adalah :
a. Reduksi data (data reduction) merupakan proses seleksi, pemfokusan,
penyederhanaan dan abstraksi data kasar yang ada dalam fieldnote. Hasilnya

7
data dapat disederhanakan, dan di transformasikan melalui seleksi ketat,
ringkasan serta pengolongan dalam satu pola.
b. Penyajian data (data display) adalah rakitan organisasi informasi yang
memungkinkan kesimpulan riset yang dilakukan, sehingga peneliti akan mudah
memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan.
Penarikan kesimpulan (conclution drawing). Proses ini dilakukan dari awal
pengumpulan data, peneliti harus mengerti apa arti dari hal-hal yang ditelitinya,
dengan cara pencatatan peraturan, pola-pola, pernyataan konfigurasi yang mapan dan
arahan sebab-akibat sehingga memudahkan dalam pengambilan kesimpulan (Miles
dan Huberman, 1992:15-19)

8
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
A. RENCANA ANGGARAN BIAYA
No. Jenis Pengeluaran Kegunaan dalam Jumlah Harga Harga
Penelitian Satuan (Rp)
1 Bahan habis pakai Administrasi dan
a. Kertas kesekretariatan 8 rim Rp.30.000 Rp.240.000
b. Tinta 5 Rp.50.000 Rp.250.000
c. listrik 3 bulan Rp. 20.000 Rp. 60.000
2 Peralatan penunjangPKM Administrasi,
a. Sewa Rental Pengolahan data, 1 unit x Rp.600.000 Rp.1.800.000
dokumentasi 3bln

b. Sewa print 2 unit Rp.350.000 Rp 700.000


c. Sewa kamera 1 unit Rp 650.000 Rp 650.000

3 Perjalanan
- Transportasi 4 orang Rp 300.000 Rp1.200.000
- Konsumsi 3 bulan Rp1.000.000 Rp3.000.000
4 Komunikasi Menjalin Rp600.000
komunikasi
5 Penyusunan laporan Rp1.000.000
- analisis &menyusun
laporan
6 Pengumpulan Data Rp1.500.000
- data dokumen
7 Publikasi penelitiaan Rp1.500.000
TotalRp.12.500.000

B. JADWAL KEGIATAN
No Kegiatan Waktu dalam bulan
Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu
ke-I ke-II ke-III ke-IV ke-V
1 Persiapan penelitian
a. Survey awal X
b. Penyusunan proposal X X X
c.PenyusunanInstrument X X
penelitian
d. Perijinan X
2 Pelaksanaan Penelitian
a. Pengumpulan data X X
b. memasukan data X X
c. Analisa data X X X X
3 Penyusunan laporan hasil
penelitian X X X X

9
DAFTAR PUSTAKA

Hardjowigeno, Sarwono. Luthfi Rayes. 2005. Tanah Sawah. Bayumedia Publishing :


Malang
Hasan,Mustafa. 2000.Teknik sampling. Jakarta: Erlangga.
Miles, Matthew B. & A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data
Kualitatif.Diterjemahkan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia
Press.
Moleong, L. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda karya
Ritzer, George dan Douglas J Goodman. 2009. Teori Sosiologi. Yogyakarta :
Kreasi Wacana
Zeitlin, Irving M. 1995. Memahami Kembali Sosiologi. Gadjah Mada University
Press : Yogyakarta

Sumber lain
www.bps.com
www.kemenprin.go.id
www.solopos.com

10
11
12
RIWAYAT HIDUP DOSEN PEMBIMBING
IDENTITAS DIRI
Nama : Siti Zunariyah,S.Sos.,MSi
NIP : 19770719 200801 2 016
NIDN :0019077707
Tempat dan Tanggal Lahir : Bantul, 19 Juli 1977
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Golongan / Pangkat : III C /Penata
Jabatan Fungsional Akademik : Lektor
Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret
Alamat : Jl. Ir.Sutami 36 A, Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa
Tengah
Telp./Faks :
Alamat Rumah : Demangan RT 01/03, Ngemplak, Kartasura, Sukoharjo,
Jawa Tengah
Telp./Faks. : 08156704534
Alamat e-mail : zunariyah@yahoo.com

RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI


Jurusan/
Tahun Program Pendidikan (diploma, sarjana, magister,
Perguruan Tinggi Program
Lulus spesialis, dan doktor)
Studi
2000 Sarjana UGM Sosiologi
2006 Magister UGM Sosiologi

PELATIHAN PROFESIONAL
Penyelenggara Jangka
Tahun Jenis Pelatihan (Dalam/ Luar Negeri)
waktu
2008 Pelatihan Pekerta AA UNS 2 minggu
2009 Pelatihan calon pelatih tentang kepemimpinan bagi UNS 2 hari
pembinan organisasi mahasiswa
2009 Pelatihan Pembimbing Akademik UNS 2 hari
2010 Training of trainers pembimbing Program UNS 2 hari
Kreativitas Mahasiswa
2011 Short course Postmodern Discourse Theory with CISForm UIN 2 hari
special Reference to religio-political discourse Sunan Kalijaga
2011 Intensive Course Introduction to Wittgenstein CISForm UIN 1 hari
Sunan Kalijaga
2011 Kegiatan pemberdayaan Unit konseling fakultas
dalam pembimbingan Mahasiswa
2012 Short Course introduction to Nietzsce CISForm UIN 1 hari
Sunan Kalijaga

PENGALAMAN PENELITIAN
Ketua/anggota Sumber Dana
Tahun Judul Penelitian
Tim
2009 Partisipasi masyarakat dalam Ketua DIPA/BLU FISIP
pelestarian hutan di DIY

13
14
LAMPIRAN 2 Jastifikasi Anggaran kegiatan
Juastifikasi anggran kegiatan berisi rincian biaya kegiatan ( dalam ribuan) :
Rekapitulasi biaya yang diusulkan :
No. Uraian Jumlah (Rp)
1 Bahan Habis Pakai 550.000,-
2 Peralatan 3.150.000,-
3 Perjalanan 1.200.000,-
4 Lain-lain 7.600.000,-
TOTAL 12.500.000,-

1. Bahan Habis Pakai


No Bahan Volume Biaya Satuan ( Rp) Biaya (Rp)

1 Kertas 8 rim 30.000,- 240.000,-


2 Tinta 5 50.000,- 250.000,-

3 Listrik 3 bulan 20.000,- 60.000,-


Jumalah biaya 550.000,-

2. Peralatan
No Bahan Volume Biaya Satuan ( Rp) Biaya (Rp)

1 Sewa rental 1 unit x 3 bulan 600.000,- 1.800.000,-


2 Sewa print 2 unit 350.000,- 700.000,-

3 Sewa kamera 1 unit 650.000,- 650.000,-


Jumalah biaya 3.150.000,-

3. Perjalanan
No Tujuan Volume Biaya Satuan ( Rp) Biaya (Rp)

1 Desa waru, 4 orang x PP 300.000,- 1.200.000


kecamatan
kebakramat,
karangnyar
Jumalah biaya 1.200.000

4. Lain-lain ( adminitrasi , publikasi. Lokakarya .seminar laporan . lainnya sebutkan )

15
No. Uraian Kegiatan kegunaan Biaya Satuan (Rp) Biaya ( Rp)
1 Komunikasi Komunikasi 150.000 600.000,-
dengan
narasumber
2 Analisis dan Biaya foto 1.000.000,- 1.000.000,-
menyusun laporan copy
3 Konsumsi Konsumsi 3 bulan 3.000.000,-
penelitian @ 1.000.000,-
4 Pengumpulan Data 1.500.000,-
5 Publikasi penelitian 1.500.000,-
Jumlah 7.600.000,-
LAMPIRAN 3 Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
No. Nama Program Alokasi Uraian tugas
study waktu
(jam/minggu)
1 Choirun nisa Sosiologi 12 Mengkoordinir semua pelaksana
program (penelitian)&mengelola
tentang riset
2 Diahayu Yulianie Sosiologi 12 Mengurus kesertariatan riset
3 Suci Rahayu Ningsih Sosiologi 12 Mengatur hubungan dengan pihak
lain terkait riset
4 Fitri Nur Laila Perencanaan 12 Mempublikasikan segala apa yang
wilayah dikerjakan selama riset
kota

16
17