Anda di halaman 1dari 11

U10

METODE PENGUMPULAN DATA

SUMBER DATA
Data bisa diperoleh dari sumber primer atau sekunder. Data primer mengacu pada informasi
yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variable minat untuk
tujuan spesifik studi. Data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber
yang telah ada.
SUMBER DATA PRIMER
Selain dari individu yang memberi informasi ketika diwawancara, dari kuisioner, atau observasi,
sumber data primer (source of primary data) lain yang berguna adalah kelompok focus.
Kelompok Fokus
Kelompok focus (focus groups) biasanya terdiri atas 8 hingga 10 anggota dengan seorang
moderator yang memimpin diskusi selama kira-kira 2 jam mengenai suatu topik, konsep atau
produk tertentu. Anggota biasanya dipilih berdasarkan keahlian mereka dalam topik yang perlu
digali informasinya. Misalnya, spesialis computer mungkin dipilih untuk memberntuk sebuah
kelompok focus dalam rangka membahas hal yang berkaitan dengan computer dan komputasi,
dan wanita yang mempunyai anak mungkin membentuk sebuah kelompok focus untuk
mengidentifikasi bagaimana organisasi bisa membantu ibu-ibu bekerja.
Peran moderator
Seleksi dan peran yang dimainkan oleh moderator adalah penting. Moderator
mmeperkenalkan topik, mengamati serta mencatat dana tau mengarahkan diskusi.
Moderator tidak pernah menjadi bagian integral diskusi, tetapi hanya mengemudikan
kelompok secara persuasive untuk memperoleh semua informasi relevan dan membantu
anggota kelompok untuk melewati setiap kebuntuan yang mungkin terjadi. Moderator
juga memastikan bahwa semua anggota berpartisipasi dalam diskusi dan bahwa tidak ada
anggota yang mendominasi kelompok.
Sifat data yang diperoleh melalui kelompok focus
Perlu dicatatbahwa meskipun data yang diperoleh melalui anggota kelompok yang
homogeny tersebut merupakan metode pengumpulan data yang paling murah dan dapat
dianalisis dengan cepat., analisis isi dari data tersebut hanya memberikan informasi
kualitatif dan tidak kuantitatif.
Videokonferensi
Jika beragam respon regional diharapkan, beberapa kelompok focus bisa dibentuk
termasuk melatih moderator di lokasi berbeda. Proses ini menjadi mudah melalui
videokonferensi. Dengan menyoroti seorang anggota tertentu isyarat dan petunjuk
nonverbal orang tersebut bisa diperoleh, saat dan jika diinginkan.
Panel
Seperti halnya kelompok focus, panel merupakan sumber informasi primer untuk tujuan
penelitian. Sementara kelompok focus bertemu untuk satu sesi kelompok satu kali, panel
(anggota) bertemu lebih dari sekali. Dalam kasus dimana pengaruh intervensi atau perubahan
tertentu perlu dipelajari selama suatu periode waktu, studi panel sangat berguna. Individu dipilih
secara acak sebagai anggota panel untuk sebuah tujuan penelitian.
Panel statis dan dinamis
Panel bisa statis, yaitu anggota yang sama berada dalam panel selama periode waktu yang
diperpanjang atau dinamis, yaitu anggota panel berganti dari waktu ke waktu saat
berbagai fase studi sedang berlangsung. Keuntungan utama dari panel statis adalah bahwa
hal tersebut memberikan ukuran yang baik dan peka mengenai perubahan yang terjadi di
antara dua titik waktualternative yang lebih baik disbanding menggunakan dua
kelompok berbeda pada dua waktu berbeda. Tetapi kerugiannya adalah bahwa anggota
panel dapat menjadi sangat peka terhadap perubahan sebagai akibat dari wawancara yang
terus menerus sehingga opni mereka mungkin tidak lagi mewakili apa yang orang lain
dalam populas mungkin pegang.
Ukuran Umum
Ukuran jejak atau juga dikenal sebagai ukuran umum, berasal dari sumber primer yang tidak
melibatkan orang. Satu contoh adalah sampul dan tampilan jurnal disebuah perpustakaan
universitas, yang memberikan petunjuk baik mengenai popularitas, frekuensi penggunaan, atau
keduanya.
SUMBER DATA SEKUNDER
Data sekunder sangat diperlukan untuk kebanyakan penelitian organisasi. Data sekunder
mengacu pada informasi yang dikumpulkan oleh sesorang, dan bukan peneliti yang melakukan
studi mutakhir. Data tersebut bisa merupakan internal atau eksternal organisasi dan diakses
melalui internet, penelusuran dokumen atau publikasi informasi.
Data sekunder bisa dipakai diantaranya, untuk meramalkan penjualan dengan menyusun model
berdasarkan angka penjualan di masa lalu, dan melalui ekstrapolasi.
Keuntungan mencari data sekunder adalah penghematan waktu dan biaya memperoleh informasi.
Tetapi, data sekunder sebagi satu-satunya sumber informasi mempunyai kekurangan dalam hal
menjadi using, dan tidak memenuhi kebutuhan spesifik dari situasi atau keadaan tertentu. Karena
itu adalah penting untuk mnegacu pada sumber yang memberikan informasi terkini dan terbaru.
METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data merupakan bagian integral dari desain penelitian seperti ditunjukkan
dalam bagian berbayang dalam figure. Ada beberapa metode pengumpulan data, masing-masing
dengan kelebihan dan kekurangannya. Masalah yang diteliti dengan penggunaan metode yang
tepat sangat meningkatkan nilai penelitian.
A. Wawancara
Salah satu metode pengumpulan data adalah mewawncara responden untuk memperoleh
informasi mengenai isu yang diteliti. Wawancara bisa terstruktur atau tidak terstruktur, dan
dilakukan secara tatap muka, melalui telepon atau online.
o Wawancara tidak terstruktur
Wawancara disebut tidak terstruktur karena pewawancara tidak memasuki situasi wawancara
dengan urutan pertanyaan yang terencana untuk ditanyakan kepada responden. Tujuan
wawancara tidak terstruktur adalah membawa bebrapa isu pendahuluan ke permukaan supaya
peneliti dapat menentukan variable yang mmerlukan investigasi mendalam lebih lanjut.
o Wawancara Terstruktur
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang diadakan ketika diketahui pada permulaan
informasi apa yang diperlukan. Pewawancara memiliki daftar pertanyaan yang direncanakan
untuk ditanyakan kepada responden, entah secara pribadi, melalui telepon, atau media PC.
Pertanyaan besar kemungkinan difokuskan pada factor-faktor yang mengemuka selama
wawancara tidak terstruktur dan dianggap relevan dengan masalah.
o Melatih pewawancara
Jika ada beberapa wawancara panjang yang ingin dilakukan, sering kali tidak mungkin bagi
sesorang untuk menangani seluruh wawancara. Sebuah tim pewawancara yang terlatih
kemudian menjadi perlu. Pewawancara harus memahami sepenuhnya mengenai penelitian dan
dilatih mengenai cara untuk memulai wawancara, bagaimana meneruskan wawancara,
bagaimana memotivasi responden untuk menjawab, apa yang perlu digali dalam jawaban, dan
bagaimana menutup wawancara. Mereka juga perlu diberi intruksi mengenai membuat catatan
dan mengodekan respons selama wawancara.
o Beberapa tips dalam mewawancara
Infromasi yang diperoleh selama wawancara harus sebebas mungkin dari bias. Bias mengacu
pada kesalahan atau ketidakakuratan dalam pengumpulan data. Biasa dapat timbul dari
pewawancara, orang yang diwawancara atau situasi.
a. Pewawancara, dapat membiaskan data jika kepercayaan dan hubungan yang baik tidak
terbangun dengan orang yang diwawncara, atau jika direspon diartikan secara salah,
terdistrosi atau jika pewawancara secara tidak sengaja mendorong atau melemahkan
jenis respons tertentu melalui sikap tubuh dan ekspresi wajah.
b. Orang yang diwawancara, dapat membiaskan data jika mereka tidak menyampaikan
pendapat yang sebenarnya, melainkan memberikan informasi yang mereka piker
adalah apa yang pewawancara harapkan dari atau yang ingin mereka dengarkan.
Demikian pula, jika tidak memahami pertanyaan, mereka mungkin merasa malu atau
enggan untuk menerima klarifikasi. Kemudian mereka mungkin menjawab pertanyaan
tanpa mengetahui maksudnya dan dengan demikian mengakibatkan bias.
c. Situasi juga dapat menimbulkan bias dalam hal nonpartisipan, tingkat kepercayaan,
hubungan yang dibangun dan keadaan tempat wawancara.
Teknik bertanya
1. Corong
Diawal sebuah, wawancara tidak terstruktur disarankan untuk mengajukan pertanyaan
terbuka untuk memperoleh ide yang luas dan membenuk kesan tertentu mengenai situasi.
2. Pertanyaan tidak bias
Adalah penting untuk mengajukan pertanyaan dalam cara yang menjamin bias yang
sedikit dalam respon. Pertanyaan yang dibebani dapat memengaruhi tipe jawaban yang
diterima dari responden. Bias juga dapat timbul dengan menekankan kata-kata tertentu,
dengan perubahan nada suara, dan melalui saran yang tidak tepat.
3. Mengklarifikasi persoalan
Untuk memastikan bahwa peneliti memahami persoalan sebagaimana responden
bermaksud mengungkapkannya, disarankan untuk menyatakan atau mengucapkan
kembali informasi penting yang diberikan oleh responden.
4. Membantu Responde untuk Memikirkan Keseluruhan Persoalan
Bila responden tidak dapat memverbalkan presepsinya, atau menjawab, saya tidak
tahu, peneliti sebaiknya mengajukan pertanyaan secara lebih sederhana atau
mengulanginya.
5. Membuat catatan
Ketika melakukan wawancara, adalah penting bahwa peneliti membuat catatan tertulis
saat wawancara berakhir. Pewawancara sebaiknya tidak bergantung pada ingatan, karena
informasi yang berdasarkan ingatan sering tidak teliti dan tidak tepat.
Wawancara Tatap Muka dan Telepon
Wawancara bisa dilakukan dengan tatap muka atau melalui telepon. Wawancara juga bisa
dengan bantuan computer. Meskipun kebanyakan wawancara tidak terstuktur dalam penelitian
organisasi dilakukan dengan tatap muka atau melalui media telepon tergantung pada tingkat
kerumitan persoalan yang dihadapi, kemungkinan durasi wawancara, kenyamanan kedua belah
pihak dan wilayah geografis yang diliput oleh survei.
Wawancara Tatap Muka
Kelebihan utama wawancara langsung atau tatap muka adalah bahwa peneliti dapat
menyesuaikan pertanyaan sesuai kebutuhan, mengklarifikasi keraguan dan memastikan
bahwa respons dipahami dengan tepat, dengan mengulangi atau mengatakan kembali
pertanyaan. Peneliti juga bisa melihat isyarat nonverbal dari responden. Semua
ketidaknyamanan, stress atau masalah yang responden alami bisa dideteksi melalui kerut
dahi, ketukan gugup, dan Bahasa tubuh lainnya yang secara tidak sadar ditunjukkan oleh
responden.
Kekurangan utama wawancara tatap muka adalah keterbatasan geografis yang
menghalangi survei dan sumber daya yang sangat tidak banyak yang diperlukan jika
survei tersebut dilaksanakan secara nasional atau internasional.
Wawancara Telepon
Kelebihan utama wawancara telepon dari sudut pandang peneliti adalah bahwa sejumlah
orang yang berbeda dapat dicapai dalam periode waktu yang relative singkat. Dari titik
pandang responden, hal tersebut akan menghilangkan semua ketidaknyamanan yang
beberapa diantara mereka mungkin rasakan ketika menghadapi pewawancara. Mungkin
juga bahwa kebanyakan dari mereka akan merasa lebih nyaman mengungkapkan
informasi pribadi melalui telepon dibanding tatap muka.
Kekurangan utama wawancara telepon adalah bahwa responden bisa mengakhiri
wawancara tanpa peringatan atau penjelasan, dengan meletakkan gagang telepon. Caller
ID dapat lebih memperburuk situasi. Hal ini bisa dimengerti, karena pemilik telepon kini
banyak diganggu oleh telemarketing yang membombardir mereka setiap hari.
Wawancara dengan Bantuan Komputer
Wawancara dengan bantuan computer, karena adanya teknologi modern, memungkinkan
pertanyaan dikirim kedalam layar computer dan pewawancara dapat memasukkan jawaban
responden secara langsung ke dalam computer.
CATI dan CAPI
Ada dua tipe program wawancara dengan bantuan computer yakni CATI (Computer
Assisted Telephone Interviewing) dan CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing).

B. Kuisioner
Kuisioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya yang akan
responden jawab, biasnya dalam alternative yang diidefinisikan dengan jelas. Kuisioner
merupakan suatu mekanisme pengumpulan data yang efisien jika peneliti mengetahui dengan
tepa tapa yang diperlukan dan bagaimana mengukur variable penelitian.
Kuisioner yang Diberikan Secara Pribadi
Jika survei terbatas disuatu daerah local, dan organisasi bersedia serta mampu
mengumpulkan kelompok karyawan untuk mengisi kuisioner di tempat kerja, cara yang
baik untuk memperoleh data adalah memberikan kuisioner secara pribadi. Keuntungan
utama dari hal ini adalah bahwa peneliti atau seorang anggota dari tim penelitian dapat
mengumpulkan semua respon lengkap dalam periode waktu singkat.
Kuisioner Surat
Kelebihan utama kuisioner surat adalah bahwa daerah geografis yang luas dapat dicakup
dalam survei. Kuisioner tersebut dikirmkan melalui surat kepada responden, sehingga
mereka dapat mengisinya dengan nyaman dirumah mereka. Tetapi tingkat pengembalian
kuisioner surat biasanya rendah.
PEDOMAN UNTUK DESAIN KUISIONER
Prinsip desain kuisioner bisa difokuskan pada tiga bidang. Yang pertama berkaitan engan
susunan kata dalam pertanyaan. Yang kedua mengacu pada perencanaan bagaimana variable
akan dikategorikan, diskalakan dan dikodekan setelah respon diterima. Yang ketiga berkaitan
dengan penampilan kuisioner secara keseluruhan.
Prinsip Susunan Kata
Isi dan tujuan pertanyaan
Sifat variable yang ditelitiperasaan subjektif atau fakta objektifakan menentukan
jenis pertanyaan yang diajukan. Bila variable yang diteliti bersifat subjektif, dimana
keyakinan, presepsi dan sikap responden ingin diukur sebaiknya mengungkap dimensi
dan elemen konsep. Jika variable objektif seperti usia dan tingkat pendidikan yang
diteliti, pertanyaan tunggal yang langsunglebih disukai pertanyaan yang memiliki
kategori berskala ordinalakan lebih tepat.
Bahasa dan Susunan Kata Kuisioner
Bahasa kuisioner sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pemahaman responden. Pilihan
kata bergantung pada tingkat pendidikan, penggunaan istilah dan idiom dalam budaya
serta bingkai referensi responden.
Tipe dan Bentuk Pertanyaan
Pertanyaan Terbuka versus Tertutup
Pertanyaan terbuka memungkinkan responden untuk menjawab cara yang mereka
pilih. Sedangkan pertanyaan tertutup akan meminta responden untuk membuat
pilihan diantara serangkaian alternative yang diberikan oleh peneliti.
Pertanyaan yang disusun secara positif dan negative
Daripada menyampaikan semua pertanyaan secara positif, disarankan
memasukkan beberapa pertanyaan yang disusun secara negative, sehingga
kecenderungan responden untuk secara mekanis melingkari titik di salah satu
ujung skala bisa diminimalkan.
Pertanyaan yang memiliki respon ganda
Pertanyaan yang membuka kemungkinan respons yang berbeda pada
subkalimatnya disebut pertanyaan yang memiliki respon ganda. Pertanyaan
semacam ini sebaiknya dihindari dan lebih mengajukkan dua atau lebih
pertanyaan terpisah.
Pertanyaan ambigu
Bahkan pertanyaan yang tidak memiliki respons ganda mungkin disusun secara
ambigu dan responden menjadi tidak yakin apa arti pertanyaan yang
sesungguhnya.
Pertanyaan yang bergantung pada ingatan
Beberapa pertanyaan mungkin mengharuskan responden untuk mengingat
pengalaman dari masa lalu yang sudah kabur dalam memori mereka. Jawaban dari
pertanyaan yang bergantung pada ingatan mungkin bias.
Pertanyaan yang mengarahkan
Pertanyaan sebaiknya tidak disampaikan dalam cara tertentu yang mengarahkan
responden untuk memberikan respon yang peneliti sukai dan inginkan dari
mereka.
Pertanyaan yang bermuatan
Jenis bias lain dalam pertanyaan terjadi ketika pertanyaan disampaikan dalam cara
yang bermuatan (loaded questions) emosional.
Keinginan disukai secara social
Pertanyaan sebaiknya tidak disampaikan dalam cara yang membuat respons
bersifat ingin disukai secara social (social desirability).
Panjang pertanyaan
Akhirnya, pertanyaan yang sederhana dan singkat lebih disukai daripada yang
panjang. Sebagi ukuran, pertanyaan atau pernyataan dalam kuisioner sebaiknya
tidak melebihi 20 kata, atau melebihi satu baris penuh dalam cetakan.
Mengurutkan pertanyaan
Urutan pertanyaan dalam kuisioner sebaiknya membawa responden dari pertanyaan yang
bersifat lebih umum ke pertanyaan spesifik, dan dari pertanyaan yang relative mudah ke
pertanyaan yang semakin sulit dijawab.
Data klasifikasi atau informasi prbadi
Data klasifikasi juga disebut sebagai informasi pribadi atau pertanyaan demografis,
mengungkap informasi seperti usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, dan
penghasilan.

PRINSIP PENGUKURAN
Sama seperti pedoman yang perlu diikuti untuk memastikan bahwa susunan kata dalam kuisioner
adalah tepat untuk meminimalkan bias, demikian pula sejumlah prinsip pengukuran yang perlu
diperhatikan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh adalah tepat untuk menguji hipotesis,
juga diperlukan. Hal ini mengacu pada skala dan teknik penyusunan skala yang digunakan dalam
mengukur konsep, sekaligus penilaian terhadap keandalan dan validitas ukuran yang dipakai.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WAWANCARA DAN KUISIONER


1. Wawancara pribadi atau tatap muka
Kelebihan:
Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden.
Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan
baru.
Bisa membaca isyarat non verbal.
Bisa memperoleh data yang banyak
CAPI bisa digunakan dan respons dimasukkan dalam computer portable
Kekurangan:
Menghabiskan waktu pribadi.
Biaya lebih besar jika meliputi daerah geografis yang luas.
Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan.
Pewawancara perlu dilatih.
Bias menimbulkan bias pewawancara.
Responden bisa menghentikan wawancara kapanpun.
2. Wawancara telepon
Kelebihan:
Biaya lebih sedikit dan lebih cepat daripada wawancara pribadi.
Bisa menjangkau daerah geografis yang luas.
Anonimitas lebih besar disbanding wawancara pribadi.
Bisa dilakukan dengan menggunakan CATI.
Kekurangan:
Isyarat nonverbal tidak bisa dibasca.
Wawancara harus diusahakan singkat.
Nomor telepon tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun
dihilangkan dari sampel.
3. Kuisioner yang diberikan secara pribadi
Kelebihan:
Bisa membangun hubungan dan memotivasi repsonden.
Keraguan bisa diklarifikasi.
Lebih murah jika diberikan kepada kelompok responden.
Respons dipastikan hampir mencapai 100%.
Anonimitas dari responden tinggi.
Kekurangan:
Organisasi mungkin menolak memberikan waktu perusahaan untuk survei dengan
kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.
4. Kuisioner surat:
Kelebihan:
Anonimitas tinggi
Bisa mencakup daerah geografis yang luas
Hadiah kenang-kenangan bisa disertakan untuk memperoleh kesediaan responden
Responden memiliki lebih banyak waktu untuk merespons dengan nyaman.
Bisa disebarkan secara elektronik jika diinginkan.
Kekurangan:
Tingkat respons hampir selalu rendah. Tingkat pengembalian 30% sudah cukup
baik.
Tidak bisa mengklarifikasi pertanyaan.
Prosedur tidak lanjut untuk responden yang tidak merespons diperlukan.

5. Kuisioner elektronik
Kelebihan:
Mudah disebarkan.
Bisa menjangkau secara global.
Sangat murah.
Pengiriman cepat.
Responden bisa menjawab pada saat mereka sempat sama seperti kuisioner surat.
Kekurangan:
Kemampuan menggunakan computer merupakan keharusan.
Responden harus memiliki akses ke fasilitas.
Responden harus bersedia melengkapi survei.