Anda di halaman 1dari 1

PERHITUNGAN KONSUMSI GAS UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MESIN GAS (PLTMG)

Mesin gas adalah salah satu opsi pembangkit listrik yang saat ini sedang banyak dibangun di Indonesia.
Salah satu keunggulan mesin gas ini adalah pembangkit ini dapat mencover beban puncak (peaker)
dengan baik. Bahan bakar pembangkit listrik ini adalah gas alam yang mana keberadaannya melimpah
di Indonesia.

Sebelum merancang pembangkit listrik tenaga mesin gas, kita perlu tahu berapa konsumsi gas untuk
keperluan feasibility study. Beberapa komponen penting dalam menghitung kebutuhan gas untuk
pembangkit listrik ini adalah heat rate dan Gross Heating Value (GHV).

Heat Rate adalah efisiensi dari mesin gas itu sendiri. Heat Rate dari suatu pembangkit listrik
menunjukkan berapa panas yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik pada pembangkit tersebut.
Heat Rate dapat berupa prosentasi maupun satuan panas per satuan energi listrik.

Gross Heating Value (GHV) adalah panas bersih yang dihasilkan dalam suatu reaksi pembakaran per
satuan jumlah bahan bakar. Panas bersih dimaksudkan panas yang dihasilkan oleh pembakaran tersebut
telah dikurangi panas yang dibutuhkan air dari hasil pembakaran tersebut untuk mencapai fase dan
temperatur yang sama dengan temperatur akhir pembakaran. Nilai LHV pada typical sales gas sebesar
950 1100 BTU/scf.

Kebutuhan gas dapat dihitung dengan rumus :

()
() = ( ) 24 ( )

( )

Dalam feasibility study, penting untuk mengetahui harga raw material dan produk yang dijual. Dengan
perhitungan di atas, jumlah pengeluaran untuk gas yang dibutuhkan perhari dapat diketahui.