Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA KELUARGA TN.S DENGAN DIAGNOSA ISPA


DI DESA LEWINTANA KECAMATAN SOROMANDI

A. PENGKAJIAN
I. Identitas Kepala Keluarga
a. Nama : Tn. B
b. Umur : 40 tahun
c. Jenis kelamin : Laki-laki
d. Suku/bangsa : melayu/Indonesia
e. Pendidikan : SMA
f. Agama : Islam
g. Pekerjaan : swasta
h. Alamat : RT/RW 02/01 kp mekar jaya
i. Komposisi keluarga :
NO Nama Umur Hubungan Pendidikan IMUNISASI Ket

L P B Polio DPT H-B Cam


C 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 Pak
G
1. Tn.A 47 KK SMA x x x x x x x x x x x x

2 Ny.H 34 Istri SMA x x x x x x x x x x x x

3 An.N Anak Belum

sekolah

Keterangan :
x : Tidak di kaji
: sudah dilakukan
Keterangan :
: Laki Laki : Perempuan

: Sudah meninggal : Klien

: Garis keturunan : Tinggal Serumah

Ayah klien adalah anak pertama dari empat bersaudara, ibu klien adalah anak ke dua dari tiga bersaudara.
Klien adalah anak satu-satunya dari keluarga tersebut dan dia tinggal serumah dengan orang tuanya.

k. type keluarga : keluarga inti


l. status social
Tn. S . berpenghasilan sekitar Rp. 1.500.000 Perbulannya.
m. Aktifitas rekreasi keluarga
Keluarga tidak memiliki waktu untuk rekreasi bersama istri dan anaknya. tetapi hampir setiap hari
Keluarga nonton TV.

II. Riwayat Tahap Perkembangan


1. Tahap perkembangan keluarga : keluarga dg anak usia dini
2. Tahap keluarga yang belum terpenuhi : tugas keluarga yg belum dapat dicapai saat ini adalah memberi
pendidikan yg baik bagi anak.
3. Riwayat kesehatan keluarga : tidak ada penyakit keturunan, bu A sehat.
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya : Tn S mengatakan anaknya pernah menderita penyakit
ISPA sekitar 6 bulan terakhir.

III. Keadaan Lingkungan


1. Karakterisitik rumah :
luas rumah lebar 6 M , panjang 9 M , terdiri 2 kamar tidur,
WC nya memanfaatkan ruang belakang , ruang tamu, dan dapur

Type bangunan : lantai dari semen


Ventilasi : ventilasi setiap ruangan, Jendela kamar ada
Kebersihan ruang : barang numpuk teratur , masak dengan kompor

Sumber air : sumur bor


Denah rumah

2. Interaksi dengan komunitas


Aktif kumpul di masyarakat
3. Sistem pendukung keluarga
Yang merawat An J hanya istrinya saja, jarak rumah dengan puskesmas 1 KM.
IV. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
Musyawarah, tapi kadang Tn S suka marah pada istrinya jika tidak patuh
2. Struktur Peran
Tn S merasa tetap sebagai kepala keluarga, Ny A berdagang untuk menopang kekurangan
kebutuhan
3. Norma Keluarga
Menyesuaikan dengan nilai agama yg dianut dan norma yg ada.

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Pak S sering menegur anaknya jika diperingatklan ibunya tidak mau, saling menghormati antar anggota
keluarga,
2. Fungsi Sosial
Keluarga mengajarkan agar berperilaku yang baik dengan tetannggga dan lingkungan Sekitar , hidup
berdampingan dan merasa tentram.
3. Fungsi Keperawatan Kesehatan
Jika sakit mencari bantuan ke pelayanan kesehatan terdekat.
4. Fungsi reproduksi
Masih ingin punya anak lagi, mengikuti KB, hubungan suami istri masih harmonis.
5. Fungsi Ekonomi
Penghasilannya mencukupi.
VI. Stress Dan Koping Keluarga
1. Stressor yang dimiliki
Tidak ada penyakit yang kronis, hanya ISPA sejak 6 bulan terakhir dan Tn S tidak mempunyai
penyakit keturunan.
2. Kemampuan keluarga Berespon terhadap stressor
Tn S sangat mengharapkan agar anaknya cepet sembuh, Bekerja lebih giat untuk kebutuhan Keluarga
3. Strategi Koping yang dilakukan
Keluarga menerima ini apa adanya dan selalu bermusyawarah untuk pengambilan keputusan
4. Strategi adaptasi yang disfungsi
Kadang-kadang Tn S marah kepada istrinya jika keadaan anaknya kurang baik.
.
VII. Pemeriksaan fisik
Sasaran terutama pada yang mempunyai maslah kesehatan (sakit) dengan metode Head to toe
VIII. Harapan Keluarga
Berharap bisa hidup dengan tentram, damai,dan keluarga ingin agar hidupnya selalu sehat.
. Diagnosis Keperawatan Keluarga
1. Analisa Data
Data (sign- symptom) Masalah (P) Penyebab (E)
DS : Resiko serangan Lingkungan Yg tidak
- Tn S mengatakan anaknya masih terkena berulang pada adekuat .
penyakit ISPA sejak 6 bulan terakhir An. J .
- Tn. S Merasa Bosan dengan pengobatan
yang terus menerus Ketidakmampuan
keluarga mengenal
Pemeliharaan
masalah kesehatan dan
kesehatan tidak
DO : mengambil keputusan
efektif
- barang bertumpuk-tumpuk teratur,lantai
tehel ,kotor ,sinar matahari kurang masuk
melalui ventilasi,ada debu dll
-
- Hasil pemeriksaan fisik : TTV
(1). Suhu : 36,5 0C
(2). Tekanan Darah : 100/60 mmHg
(3). Nadi : 86 x/menit
(4). Respirasi : 28 x/menit

2. Rumusan Diagnosis Keperawatan


1. Resiko tinggi serangan berulang yang dialami oleh An J b/d ketidakmampuan keluarga memodifikasi
lingkungan.
2. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif pada An. J berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
dalam mengenal masalah kesehatan dan mengambil keputusan.

Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga


Nama Klien : An J
Alamat : RT/RW 02/01
NO TUJUAN KRITERIA STANDAR INTERVENSI
1 Setelah dilakukan Pengetahuan: 1. Diskusikan tentang penyakit
tindakan Pengetahuan keluarga dapat An J pada orang tua
keperawatan Sikap mengetahui apa itu
2. Jelaskan mula datangnya
Tidak terjadi Psikomotor penyakit ISPA penyakit pada klien
resiko serangan 3. Ajarkan cara menghindari dari
berulang pada An sikap : penyakit
J selama di Keluarga 4. Bersama
mampu keluarga kita
anjurkan selalu jaga
rumah memutuskan
kesehatan sehingga tidak
(boleh jangka u/menyediakan terjadi resiko serangan
pendek dan berulang pada keluarga Tn S
sarana yg aman
jangka panjang )
psikomotor :
keluarga
memodifikasi
lingkungan sehat
D. Implementasi dan evaluasi
Implementasi
Nama Klien : An J
Alamat : RT/RW 02/01 Desa Lewintana Kec. Soromandi
Tanggal dan waktu No Implementasi
dx
05 D I 1. Mendiskusikan tentang penyakit An J pada orang tua
esember 2016 2. Menjelaskan mula datangnya penyakit pada klien

II 1. Mengajarkan cara menghindari dari penyakit ISPA


2. Menganjurkan kepada klien untuk memelihara
lingkungan
3. Bersama keluarga kita anjurkan selalu jaga kesehatan
sehingga tidak terjadi resiko serangan berulang pada
keluarga Tn S

Evaluasi
Tanggal dan waktu No dx Evaluasi

05 Desember 2016 I S : keluarga mengatakkan bahwa masih kurang mengerti tentang


penyakitnya
O : lingkungan sekitar rumah sudah tampak bersih
A : implementasi yang dilaksanakan dengan metode ceramah
belum dimengert ioleh keluarga , perlu metode lain
P. : berikan pendidikan ulang , dengan metode lain

S : keluarga mengatakkan sudah mengerti tentang cara


II menghindari penyakit ISPA
O : tampak rumah terasa nyaman dilihat
A : implementasi yang dilaksanakan dapat di terima oleh
keluarga Tn S
P. : intervensi dihentikan

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil kegiatan PKL (Praktek Komunitas Lapangan) yang telah dilakukan selama 2 minggu
baik intervensi fisik maupun non fisik di Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, maka
dapat disimpulkan bahwa:
1. Hasil observasi telah dilaksanakan untuk merencanakan program kerja
2. Intervensi yang dilakukan yaitu:
1) Intervensi Non Fisik
a. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di masing-masing rumah.
b. Penyuluhan tentang manfaat TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
2) Intervensi Fisik
a. Pemeriksaan Kesehatan dan pengobatan gratis.
b. Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
c. Pembuatan tong sampah masing-masing RT
d. Gotong royong setiap hari jumat
e. Melakukan pemghijauan
f. Membuat papan nama ketua RT, RW, dan Kepala Dusun.
3. Program kerja terlaksana 100 % yaitu 2 program intervensi non fisik dan 6 program fisik

B. Saran
Ada beberapa hal yang kami sarankan berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKL di Desa Lewintana,
yaitu :
1. Perlu adanya intervensi yang berkelanjutan untuk dapat mengembangkan Desa Lewintana "Desa Menuju
Sehat" menjadi "Desa Sehat dalam rangka menuju Indonesia Sehat 2015.
2. Perlu ditingkatkan peran serta aktif masyarakat serta organisasi kemasyarakatan yang ada di Desa
Lewintana dalam pelaksanaan program kesehatan.
3. Untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Bima agar lebih aktif dalam memantau jalannya program kerja
kesehatan di masyarakat dan selalu memperbaharui data kesehatan masyarakat yang dimiliki, agar setiap
program kerja yang dibuat relevan dengan masalah-masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat.
4. Petugas puskesmas utamanya petugas kesehatan lingkungan harus lebih aktif menanggulangi masalah-
masalah kesehatan, seperti masalah air bersih, SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah), tempat sampah,
dan lain-lain.
5. Pemerintah desa lebih peka dalam menanggapi keluhan-keluhan masyarakat, baik mengenai masalah
kesehatan maupun masalah-masalah lainnya.
6. Untuk seluruh komponen masyarakat Desa Lewintana agar lebih memperhatikan kesehatan, baik
kesehatan diri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.