Anda di halaman 1dari 5

1.

PERUBAHAN PERAN MANAGERIAL ACCOUNTING

1.1. Relevance Lost

Pendahuluan
H. Thomas Johnson dan Robert S. Kaplan menyebutkan bahwa prosedur dan
siklus sistem laporan keuangan organisasi mengakibatkan informasi akuntansi
manajemen menjadi terlalu lambat, terlalu banyak terakumulasi dan terlalu
terdistorsi bagi perencanaan dan kontrol pengambilan keputusan manajer.
Penyebab sistem akuntansi manajemen tidak memberikan dampak yang
signifikan dalam organisasi antara lain :
- Laporan akuntansi manajemen hanya memberi sedikit bantuan bagi
manajer operasi untuk membuat keputusan dalam rangka menurunkan
biaya dan meningkatkan produktifitas.
- Sistem akuntansi manajemen tidak menyediakan informasi yang akurat
terkait biaya produk.
- Manajer dalam tekanan memenuhi target jangka pendek.

Tantangan Akuntansi Manajemen


Kompetisi global, kemajuan yang pesat dalam teknologi produksi dan proses,
serta fluktuasi nilai tukar mata uang membutuhkan mutu yang baik dari sistem
akuntansi keuangan perusahaan. Kondisi berikut memberikan tantangan
pengembangan sistem akuntansi keuangan, yaitu :
- Sistem akuntansi keuangan harus menyediakan informasi yang tepat waktu
dan akurat dalam memfasilitasi pengendalian biaya, peningkatan
produktifitas dan perbaikan proses produksi.
- Sistem akuntansi keuangan harus menyediakan biaya produk yang akurat,
sehingga penentuan harga, pengenalan produk baru, ditinggalkannya
produk lama dan reaksi atas produk saingan, dapat dibuat dengan
informasi sebaik mungkin.
- Kebutuhan organisasi dengan cabang yang besar, untuk memotivasi dan
mengevaluasi kinerja manajer.
- Melayani komunikasi dua arah antara manajer senior dan bawahan. Artinya
manajer senior mengkomunikasikan target dan tujuan organisasi kepada
bawahan dan manager cabang. Sebaliknya, sistem akuntansi keuangan
juga menjadi saluran informasi terkait kinerja dan efisiensi produksi
perusahaan kepada manajemen atas.

Peluang Sistem Akuntansi Manajemen


Peningkatan permintaan atas sistem akuntansi manajemen yang baik terjadi
ketika biaya untuk pengumpulan, proses, analisis dan pelaporan informasi
telah berkurang. Proses produksi yang banyak di bawah kontrol langsung
computer digital dapat menghasilkan kinerja kualitas tinggi dalam operasi
karena informasi dapat dicatat secara real time. Pemakaian mesin yang
otomatis dikombinasikan dengan jaringan kerja (Local Area Network) dapat
menyediakan laporan status yang kontinu dalam proses kerja. Selain itu,
pemakaian teknologi elektonik yang canggih dapat membantu menentukan
pelaporan dan sistem kontrol yang lebih akurat, tepat waktu dan efektif.

Sejarah Akuntansi Manajemen


Sebelum akhir abad ke-19, transaksi pertukaran terjadi antara pengusaha dan
individu yang bukan merupakan bagian dari organisasi. Selama masa
tersebut, tidak ada level manajemen dan karyawan tetap.

Pada abad ke-19, ketika revolusi industri, pemilik menginvenstasikan modal


yang sangat signifikan dalam usaha. Pemilik juga mempekerjakan pekerja
tetap untuk mencapai efisiensi maksimal modalnya. Keberhasilan organisasi
terkelola ini mengungkapkan kesadaran adanya keuntungan yang dapat
diperoleh dengan mengelola organisasi secara hierarki. Organisasi hierarki
memunculkan kebutuhan baru akan informasi akuntansi. Sistem akuntanasi
keuangan terus berkembang untuk mendukung perusahaan dengan proses
produksi bertingkat dan terhierarki untuk memperoleh keuntungan. Pada
awalnya, akuntansi keuangan sederhana ini terlihat mampu melayani
kebutuhan pemilik dan manajer dengan baik.

Pada pertengahan abad ke-19, terjadi perkembangan yang pesat pada bidang
transportasi dan komunikasi, terutama temuan rel dan telegraf. Dengan
temuan tersebut, perusahaan dapat mengkoordinasikan perolehan material
mentah dan distribusi produk akhir ke wilayah yang lebih luas. Sistem
akuntansi keuangan yang efektif diperlukan untuk untuk mengkoordinasikan
secara efisien, antara lain logistic, pertukaran, dan aktifitas distribusi dari
perusahaan, dan menyediakan rangkuman kinerja dari manager cabang.
Lebih lanjut, Sistem akuntansi keuangan lebih maju berkaitan dengan
pergerakan manajemen secara ilmiah. Pergerakan ini dimulai dari perusahaan
pabrikasi logam selama dua dekade terakhir dari abad ke-19. Engineer
Frederick Taylor mempelajari proses kerja lebih lanjut untuk
menyederhanakannya menjadi proses yang lebih terkontrol sehingga dapat
ditentukan biaya yang detail dan akurat.

Perkembangan terakhir tejadi pada awal abad ke-20, sistem akuntansi


keuangan memberikan dukungan pada perusahaan dengan aktifitas
bertingkat dan beragam. Perusahaan Dupont Powder Company menghadapi
masalah dalam mengkoordinasikan aktifitas manufaktur dan pemasaran yang
beragam, serta menentukan alokasi modal yang paling menguntungkan dari
aktifitas yang beragam tersebut. Kemudian Dupont memilih hanya
mengembangkan satu jenis operasi. Namun inovasi akuntansi manajemen
yang paling penting dan bertahan dari Dupont adalah formula return of
investment (ROI). Formula ini digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan
dari tiap unit operasi dan seluruh organisasi.

Perkembangan dari perusahaan industri yang sukses, seperti Dupont Powder


Company, telah menghasilkan beragam praktek manajemen dan akuntansi
yang baru, untuk menyediakan informasi terkait efisiensi dan efektifitas dari
aktifitas yang beragam.

Lost Relevance
Per 1925, sebenarnya semua praktek akuntansi manajemen yang dilakukan
hari ini telah dikembangkan. Praktek ini telah dikembangkan untuk melayani
kebutuhan informasi dan kontrol manajer dari organisasi yang bertambah
kompleks dan beragam. Namun langkah inovasi terlihat berhenti pada
pertengahan 1920-an. Kemungkinan disebabkan hanya sedikit insentif untuk
terus mengembangkan prosedur akuntansi manajemen yang inovatif, karena
bentuk organisasi yang dikebangkan oleh perusahaan seperti Dupont dan
General Motor terbukti menjadi model untuk banyak perusahaan setengah
abad berikutnya.

Padahal tanpa inovasi yang signifikan dalam bentuk organisasi, keragaman


produk dan kompleksitas proses manufaktur terus meningkat pada dekade
setelah 1920. Jadi kebutuhan akan biaya produk yang akurat dan kontrol
proses yang efektif memaksa permintaan baru akan sistem akuntansi
manajemen organisasi yang lebih baik. Evolusi sistem akuntansi manajemen
setelah 1920 tidak berlanjut seperti peningkatan produk dan teknologi proses.
Kelambatan ini akhirnya mangakibatkan permasalahan saat ini, yaitu biaya
produk yang terdistorsi, informasi kontrol proses yang terlalu menumpuk dan
tertunda, dan ukuran kinerja jangka pendek yang tidak mencerminkan
peningkatan atau penurunan posisi ekonomi organisasi.

Sebagian stagnasi ini dapat dihubungkan dengan dominannya laporan


akuntansi keuangan atau laporan eksternal selama abad ke-20. Dengan lebih
meluasnya kepemilikan publik atas saham perusahaan, permintaan laporan
keuangan periodik yang telah diaudit menjadi bertambah. Auditor, kesadaran
atas tanggung jawab kepada pemakai laporan keuangan, memilih praktek
akuntansi konservatif berdasarkan tujuan, dapat diverifikasi dan transaksi
finansial yang dikenali. Ketika mengukur biaya barang yang terjual dan menilai
persediaan, auditor menuntut biaya produk berdasarkan transaksi historis
yang tercatat pada account buku besar perusahaan. Terlebih lagi, auditor
menginginkan laporan laba rugi dan neraca keuangan berbicara, dimana
kedua laporan finansial tersebut harus berdasarkan transaksi dan kejadian
yang sama. Tidak penting bagi laporan keuangan jika prosedur pembiayaan
produk terdistorsi atau biaya produk tersubsidi silang selama nilai total yang
tercatat pada account persediaan cukup akurat. Jadi, metode sederhana
digunakan untuk menentukan biaya langsung dan periodik dari produk.

Pada prinsipnya awal abad ke-20 manajer tidak harus menghasilkan


rancangan sistem akuntansi biaya kepada akuntan dan auditor keuangan
mereka. Manajer dapat mempertahankan sistem terpisah untuk tujuan
manajerial dan laporan eksternal. Namun teknologi informasi pada awal abad
ke-20 tidak menghasilkan sistem biaya parallel yang efektif.

Kemungkinan jajaran produk organisasi 1920-an lebih terfokus dibandingkan


organisasi saat ini, sehingga dampak distorsi dari metode yang
disederhanakan untuk menentukan biaya pada produk tidak terlalu terlihat
seperti terjadi saat ini. Sebaliknya biaya pengumpulan data dan penyediaan
laporan yang tepat kepada manajer produksi untuk mendapatkan kontrol
proses real time yang saat ini memungkinkan, terlalu tinggi. Jadi, pengambilan
keputusan oleh manajer untuk tidak menginvestasikan sistem akunting
manajemen, terpisah dari yang telah diamanatkan untuk diaudit dan laporan
keuangan periodik, mungkin merupakan keputusan ekonomis yang tepat.
Manfaat dari sistem akuntansi manajemen yang yang lebih akurat dan
responsif mungkin tidak sebanding dengan biaya untuk mengurus sistem yang
terpisah tersebut.

Namun jajaran produk perusahaan terus berkembang, teknologi berubah,


umur produk lebih pendek, kondisi persaingan berubah dan yang paling
penting, kemajuan yang pesat akan teknologi informasi terjadi, memerlukan
pertimbangan ulang atas keputusan untuk tidak menginvestasikan sistem
akuntansi manajemen yang lebih relevan dan tepat waktu. Namun pada saat
kejadian ini berkembang, semangat dan pengetahuan rancangan sistem
akuntansi manajemen selama ratusan tahun periode 1825-1925 telah hilang.
Organisasi telah terpaku pada sistem biaya dan metode laporan manajemen
dari 1920-an. Faktanya, dimulai pertengahan 1960-an, ketika sistem biaya
menjadi otomatis dalam komputer digital, perancang sistem mengotomatiskan
sistem manual yang ditemukan di pabrik. Menimbulkan keraguan apakah
sistem ini masih tepat mengikuti perkembangan yang pesat pada teknologi
informasi yang ditunjukkan komputer digital.