Anda di halaman 1dari 25

IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN

KELUHAN

91/SOP/PKM-
No. Dokumen
: SKD/VI /2017

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : 17 Juli 2017

Halaman 1/2
:

Puskesmas Dr. Taufit Wirawan


Sukadiri Nip. 197809012008011002

Identifikasi dan penanganan keluhan adalah proses pengumpulan


1. Pengertian
keluhan dan cara mengatasi keluhan yang ada dari pasien di
Puskesmas Sukadiri.
Supaya keluhan dari pasien dapat ditindaklanjuti segera untuk
2. Tujuan
meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan klinis di Puskesmas
SK Kepala Puskesmas Sukadiri No.824/ 066 /PKM-SKD/V/2017 tentang
3. Kebijakan
Identifikasi Keluhan dan Penanganan Keluhan di Puskesmas Sukadiri

4. Referensi PERMENKES RI No 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas

1. Pelaksana pelayanan klinis dan petugas pendaftaran menerima


5. Prosedur/
keluhan dari pasien, baik secara langsung, melalui sms, melalui kotak
Langkah -
saran atau pun melalui pengisian instrumen,
Langkah
2. Petugas pelayanan klinis dan petugas pendaftaran mencatat keluhan
dari pasien di dalam buku keluhan pasien,
3. Petugas pelayanan klinis dan petugas pendaftaran melaporkan
keluhan dari pasien kepada koordinator pelayanan klinis,
4. Koordinator pelayanan klinis menerima laporan dari pelaksana
pelayanan klinis dan dari petugas pendaftaran,
5. Koordinator pelayanan klinis mengidentifikasi keluhan pasien juga dari
kotak saran yang dibuka tiap bulan,
6. Koordinator pelayanan klinis melaporkan semua keluhan yang
diperoleh kepada Kepala Puskesmas,
7. Kepala Puskesmas menerima laporan dari koordinator pelayanan
klinis,
8. Kepala Puskesmas memberikan instruksi untuk melakukan
pembahasan terhadap penanganan keluhan yang dilaporkan

1/2
koordinatorlayananklinis,
9. KepalaPuskesmas, coordinator
layananklinisdansemuapetugasmembahasmengenaipenanganankeluh
anpasien
10. KepalaPuskesmas, coordinator
pelayananklinisdansemuapetugasmembuatrencanapenangananterhad
apkeluhanpasien
11. Koordinatorpelayananklinismencatathasilpembahasanpenanganankelu
hanpelanggan,
12. Koordinatorpelayananklinisdansemuapetugasmelaksanakanhasilrenca
napenanganterhadapkeluhanpelanggan,
13. Koordinatorpelayananklinismengevaluasipelaksanaaankeluhanpasiend
enganmengidentifikasikeluhankembalibulandepan.

6. Bagan Alir

Ketersediaankotaksaran ,formulirkritikdan saran.


7. Hal hal Meningkatkanpelayanankepadapelangganagar
yang perlu tidakmenimbulkankeluhan
diperhatikan Segeramenindaklanjutikeluhanpelanggan

Pendaftaran, Poli Umum, Poli Lansia, Poli Anak, Poli KIA/KB, Poli Gigi,
8. Unit Terkait
poned, Laboratorium, Apotek

1. Buku keluhan pelanggan


9. Dokumen
2. Laporan keluhan pelanggan
Terkait

(BILA

Tanggal Mulai
10. Rekaman No Yang Berubah Isi Perubahan
Diberlakukan
Historis
Perubahan

2/2
3/2
SOP PENYAMPAIAN INFORMASI PUSKESMAS
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
JAYA
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007
SOP ini mengatur tentang cara penyampaian informasi kepada
1. Pengertian
pelanggan
baik secara lisan maupun media bantu.

Pelanggan dapat memperoleh informasi lain tentang sarana


2.Tujuan
pelayanan, antara
lain tarif, jenis pelayanan, rujukan, dan informasi lain yang
dibutuhkan.

SK kepala puskesmas tentang kewajiban klinis dalam meningkatkan


3. Kebijakan
mutu
klinis dan keselamatan pasien

4. Referensi

1. Petugas menyapa pasien


5. Prosedur
2. Petugas mengidentifikasi kebutuhan informasi pasien
3. Petugas menjelaskan informasi yang dibutuhkan pasien, dan jika
diperlukan dapat memberikan brosur puskesmas kepada pasien

4/2
6. Bagan Alir

7. Hal hal yang


perlu
diperhatikan

8. Unit Terkait Tim Akreditasi

9. Dokumen Brosur
Terkait Leaflet
Poster

Tanggal Mulai
No Yang Berubah Isi Perubahan
10. Rekaman Diberlakukan
Historis
Perubahan

5/2
SOP PENYAJIAN MAKANAN PUSKESMAS
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
JAYA
6/2
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007
uatu kegiatan menyajikan makanan yang sudah mengalami proses
1. Pengertian
pengolahan untuk pasien rawat inap sesuai jadwal makan

Tersedianya makanan pasien rawat inap yang cepat, siap, dan layak
2.Tujuan
dikonsumsi

SK kepala puskesmas No ./. tentang penyajian makanan


3. Kebijakan

4. Referensi Buku penyelenggaraan makanan diet th 2008

1. Menyiapkan troley makanan untuk masing-masing ruang


5. Prosedur
perawatan
2. Memasukan baki / nampan makan pasien ke dalam troley
makanan berikut etiket makan pasien yang berisi Nama Pasien,
Ruang Perawatan, Kelas Perawatan, No. Rekam Medis, Jenis Diet
dan Menu yang disajikan
3. Menyalakan pemanas troley makanan
4. Menyajikan menu makanan pada alat saji / piring yang bersih,
utuh dan tidak cacat atau rusak
5. Menutup makanan menggunakan plastik pembungkus makanan
6. Menyajikan makanan kepada pasien dalam keadaan hangat sesuai
etiket makan pasien
7. Perawat ruangan menandatangani surat pengantar makanan yang
dibawa oleh pramusaji

6. Bagan Alir

7. Hal hal yang


perlu

7/2
diperhatikan

Keperawata
8. Unit Terkait
Instalasi Gizi

9. Dokumen Brosur
Terkait Leaflet

(BILA Medrec

DIPERLUKAN/ Poster

SUDAH ADA DI
ISO)

10. Rekaman
Tanggal Mulai
Historis No Yang Berubah Isi Perubahan
Diberlakukan
Perubahan

(BILA
DIPERLUKAN/
SUDAH ADA DI
ISO)

8/2
SOP PENDISTRIBUSIAN MAKANAN PUSKESMAS
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
JAYA
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007

1. Pengertian
Suatu kegiatan pemorsian / pembagian makanan sampai ke
konsumen dalam hal ini pasien
Memberikan makanan kepada pasien sesuai dengan kebutuhan
2.Tujuan
pasien

SK kepala puskesmas No ./. tentang pendistribusian makanan


3. Kebijakan

9/2
4. Referensi Buku penyelenggaraan makanan diet th 2008

a. Persiapan Alat :
5. Prosedur
b. Alat makan pasien (Piring, mangkuk, piring lauk, sendok)
c. Baki
d. Tudung saji
e. Kain penutup tudung saji
f. Troli makanan

g. Persiapan Petugas :
h. Memakai pakaian kerja bersih yang tidak di pakai untuk
memasak
i. Sebelum dan sesudah kontak dengan alat makan/makanan
cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
j. Jika badan dalam keadaan kurang bugar/fit (flu) memakai
masker ketika mendistribusikan makanan, alihkan muka dari
makanan dan peralatan makan bila batuk atau bersin. Tutup
mulut/hidung dengan tangan/saputangan serta cuci sesudah
itu

k. Pelaksanaan :
l. Cek kembali makanan yang telah disajikan pada peralatan
makan pasien dengan stiker pesanan diet pasien
m. Periksa kembali kelengkapan makanan dan alat makan pasien
sesuai dengan kelas rawat inap pasien beserta air minum dan
buah
n. Bersihkan alat makan pasien jika terkena tumpahan/noda saat
penyajian makanan pasien
o. Masukkan baki ke dalam troli makanan, hindari makanan/sayur
tumpah dengan melakukannya perlahan
p. Tutup dan kunci pintu troli
q. Menyiapkan tudung saji dan kain penutup tudung saji sejumlah
dengan diet pasien
r. Mengantar troli makanan hingga ke depan kamar pasien
s. Mengambil baki makanan pasien sesuai dengan identitas pada
stiker diet
t. Menutupi baki dengan tudung saji dan kain penutup tudung
saji

10/2
6. Bagan Alir

7. Hal hal yang


perlu
diperhatikan

Petugas distribusi/asper
Petugas dapur
8. Unit Terkait
Ahli gizi
Perawat

9. Dokumen Brosur
Terkait Leaflet

(BILA Medrec

DIPERLUKAN/ Poster

SUDAH ADA DI
ISO)

11/2
SOP PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN PUSKESMAS
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
JAYA
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007

1. Pengertian Suatu tata cara menata, menyimpan, memelihara keamanan bahan


makanan kering dan basah baik kualitas maupun kuantitas di
gudang/tempat penyimpanan bahan makanan kering dan basah serta
pencatatan laporannya

Agar setiap waktu diperlukan dapat melayani dengan tepat, cepat dan
2.Tujuan
aman digunakan dengan cara yang efesien.

Pedoman Penyelenggaraan Makanan Rumah Sakit, 2007.


10. Referensi

1. Setelah bahan makanan di cek di penerimaan barang, segera


11. Prosedur
masukkan bahan makanan ke tempat penyimpanan sesuai
jenisnya, yakni untuk bahan kering di lemari/rak,
sayuran&buah-buahan chiller, daging-dagingan di freezer.
2. Untuk daging dapat langsung dilakukan proses persiapan

12/2
tahap awal sebelum disimpan.
3. Penyimpanan kering :
a. Cek stock bahan yang tersedia dikartu stock/buku catatan
keluar masuknya barang sebelum barang yang baru datang
dimasukkan.
b. Susun bahan makanan beraturan, sesuai dengan jenisnya
dan beri pembatas.
c. Beri label tanggal diterima bahan untuk bahan yang
pemakainya lebih dari sehari.
d. Bahan yang segera dipakai diletakkan di tempat yang
mudah terjangkau.
e. Bahan makanan yang berbau tajam dipisahkan dan tidak
dekat dengan bahan makanan yang menyerap bau.
f. Hitung bahan yang masuk dan total stock yang ada
kemudian cacat di kartu stock/buku keluar masuknya
barang.
g. Gunakan lebih dulu bahan makanan sesuai urutan datang
(FIFO).
h. Catat bahan makanan yang diambil di buku keluar
masuknya barang.

4. Penyimpanan basah :
a. Bahan makanan dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan
terpisah sesuai dengan jenisnya untuk mencegah
kontaminasi bahan makanan.
b. Beri label tanggal penerimaan bahan makanan untuk yang
penyimpanannya lama.
c. Untuk daging yang penyimpanannya cukup lama dapat
disimpan di freezer (bagian bawah) dengan suhu sekitar -
10C.
d. Untuk daging yang akan digunakan tidak lebih dari 3 hari
dapat disimpan di freezer atas dengan suhu (-5)-0C.
e. Untuk buah dan sayuran dapat disimpan di chiller bagian
bawah yang bersuhu antara 10-15C.
f. Catat bahan makanan yang masuk dan yang digunakan di
kartu stock/buku keluar masuknya bahan makanan.
Gunakan lebih dahulu bahan makanan yang datang awal (FIFO).

13/2
12. Bagan Alir

13. Hal hal yang


perlu
diperhatikan

14. Unit Terkait Dapur/unit pantry

15. Dokumen Kartu stock/buku keluar masuknya barang/bahan makanan


Terkait

(BILA
DIPERLUKAN/
SUDAH ADA DI
ISO)

14/2
SOP KONSELING GIZI PUSKESMAS
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
JAYA
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007
Proses Komunikasi 2 (dua) arah antara konselor dan klien
1. Pengertian
untuk membantu klien mengenali dan mengatasi masalah dan
membuat keputusan yang benar dalam mengatasi masalah

gizi yang dihadapinya

Membantu klien agar mau mengikuti saran konselor dalam


2. Tujuan
pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang

mendukung terwujudnya petubahan prilaku gizi secara positif

1.Buku Pedoman Kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi (TPG)


3. Referensi
Puskesmas; Dinas Kesehatan Provinsi Jawa barat 2010.
2. Buku Pedoman Pemantauan Pertumbuhan Balita, Depkes RI
3. Buku Juknis Antropometri, Kemenkes 2010
4. Buku Pintar Konseling Kadarzi

15/2
5. Buku Penuntun Diet, RS Cipto Mangunkusumo, 2003
6. Buku Petunjuk Teknis Tatalaksana balita gizi buruk

7. Buku Pegangan Kader, Kemenkes 2012

Menyiapkan ruangan
4. Prosedur
2. Menyiapkan jadwal
3. Menyiapkan media (Food model, lembar balik, poster,
leaflet dll)
4. Menyiapkan sara antropometri (Timbangan, Alat Ukur
PB/TB)
5. Menyiapkan R/R
6. Registrasi Umum
7. Melakukan antropometri
8. Penentuan status gizi
9. Anamnesa Gizi (Kualitatif dan kuantitatif)
10. Perencanaan diet
11. Pemberian Konseling sesuai dengan masalah gizi klien

12. Evaluasi
13. Tindak lanjut

5. Bagan Alir

6. Hal hal yang


perlu
diperhatikan

1. Dokter Puskesmas
2. Perawat /Petugas PHN
7. Unit Terkait
3. Bidan Desa

8. Dokumen Register
Terkait

(BILA
DIPERLUKAN/
SUDAH ADA DI
ISO)

16/2
17/2
SOP PEMULANGAN PASIEN PUSKESMAS
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
JAYA
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007
Suatu kondisi di mana pasien sudah menjalani perawatan di
1. Pengertian
RS dan telah diijinkan pulang oleh dokter.

2. Tujuan Pasien pulang dengan lancar

3. Referensi

Pasien Umum :
4. Prosedur
1. Pasien dinyatakan boleh pulang oleh dokter.
2. Perawat membuat discharge planning dan
menjelaskan kepada pasien dan atau keluarga
pasien
3. Pasien dan atau keluarganya menyelesaikan
administrasi
4. Pasien dan atau keluarganya menyelesaikan
administrasi keuangan
5. Pasien boleh pulang

5. Bagan Alir

6. Hal hal yang


perlu
diperhatikan

18/2
1. IGD
2. Rawat Jalans
7. Unit Terkait 3. Rawat Inap

8. Dokumen Register
Terkait

(BILA
DIPERLUKAN/
SUDAH ADA DI
ISO)

SOP PERSIAPAN RUJUKAN PUSKESMAS


No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
JAYA
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007

1. Pengertian Persiapan pasien rujukan adalah langkahlangkah yang


harusdilakukan sebelum pasien dikirim ke fasilitas pelayanan
kesehatan yang lebih tinggi

2. Tujuan Agar pasien dirujuk dalam kondisi stabil dan aman selama perjalanan
menuju fasilitas pelayanan yang lebih tinggi

3. Referenci

4. Prosedur 1.Petugas menjelaskan alasan pasien dirujuk,

2.Petugas menyiapkan lembar inform onsent,

3.Petugas menjelaskan isi inform onsent kepada pasien dan

19/2
keluarga

4.Petugas meyakinkan pasien dan keluarga bah&a setuju untuk


dirujuk

5.Petugas meminta pasien atau keluarga untuk menandatangani


inform consent

6.Petugas menandatangani inform onsent yang telah


ditandatangani pasien dan kluarga

7.Petugas menyiapkan surat rujukan

8.Petugas melengkapi surat rujukan berupa nomor, identitaspasien,


diagnose, tanda tangan petugas dan stempelPuskesmas

9.Petugas memastikan pasien dalam kondisi stabil,

10.Petugas memastikan alat < alat kesehatan yang terpasangpada


pasien dalam keadaan baik,

11.Petugas menyiapkan alat kesehatan dan obat obat yang


diperlukan dalam proses rujukan

12.Petugas menyiapkan ambulan

13.Petgas mengantar pasien

3. Bagan Alir

4. Hal hal yg
perlu
diperhatikan

5. Unit terkait BP Umum

KIA

Poned

6. Dokumen Inform consent


terkait
Surat rujukan

7. Bagan Alir

20/2
8. Hal hal yang
perlu
diperhatikan

9. Unit Terkait

10. Dokumen
Terkait

(BILA
DIPERLUKAN/
SUDAH ADA DI
ISO)

21/2
SOP HEACTING ( MENJAHIT LUKA ) PUSKESMAS
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
JAYA
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007

1. Pengertian Heacting adalah proses penjahitan luka pada kulit

2. Tujuan Sebagai Pedoman dalam menjahit luka.

3. Referenci

4. Prosedur 1. Siapkan alat dan bahan


2. Cuci tangan
3. Pakai handscoen
4. Dep luka dengan kasa steril
5. Kemudian bersihkan luka dengan cairan
NaCl, kalau kotor sekali siram denga
H2O2
6. Setelah itu pasang duk blong dengan
posisi bagian yang bolong di daerah luka
7. Olesi daerah luka dan sekitarnya dengan
betadine
8. Lalu suntikan lidokain injeksi kurang lebih
2 cc di sekitar pinggiran luka, tunggu
kurang lebih 5 menit.
9. Dep lagi pendarahan dengan kasa steril
kemudian bila ada pembuluh darah yang
terpotong diklom dan diikat dengan
benang catgut
10. Bila luka cukup dalam, jahit musculus

22/2
dan mucosa dengan benang cutgut
11. Pegang bibir luka dengan pinset
chirrurrgis. Kalau ada kotoran ambil
dengan pinset anatomi
12. Pasang jarum kulit dan benang kulit di
naldvoeder, lalu jahit luka dengan rapi
13. Setelah luka tertutup olesi dengan
betadine llalu tutup dengan kasa steril
dan verban
14. Bersikhan daerah bekas luka.
15. Duk Blong dibuka
16. Anjurkan pasien untuk menjaga sterilisasi
didaerah luka

5. Bagan Alir

6. Hal hal yang


perlu
diperhatikan

7. Unit Terkait

8. Dokumen
Terkait

(BILA
DIPERLUKAN/
SUDAH ADA DI
ISO)

23/2
SOP PEMBERIAN EDUKASI GIZI PUSKESMAS
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal :
7 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/2
SINDANG
dr. Radianti Bulan M
Puskesmas
JAYA
Tobing
Sindang Jaya
NIP. 19780325 200604
2 007

1. Pengertian Adalah pemberian materi materi edukasi gizi kepada pasien dan
ataukeluarga berkaitan dengan kondisi kesehatannya

2. Tujuan Memberikan informasi tentang hal hal yg harus diperhatikan pasien


dan keluarga terkait gizi berhubungan dengan kondisi kesehatan
pasien

3. Referenci Penuntun Diet RS Cipto

4. Prosedur 1. Pelajari masalah pasien yg tertulis di Med rec atau formulir


hasil skrining gizi/formulir konsul gizi sesuai permintaan dan
hasil wawancara dg pasien

24/2
2. Tentukan diagnosa gizi pasien

3. Tulis identitas pasien, diagnosa giz, rencana intervency gizi


dalamformulir asuhan pasien rawat jalan atau rawat inap

4. Hitung dan susun kebutuhan gizinya terjemahkan dalam


pembagian makanan dan tuliskan dalam leaflet diit

5. Gunakan masker pada pasien yg dapat menularkan infeksi


lewat udara

6. Berikan penjelasan makanan yg boleh dan tidak boleh di


makan

7. Buat evaluasi hasil konsultasi dg memberikan pertanyaan kpd


pasien

8. Lakukan pencatatan dan pelaporan harian tindakan konsul gizi


yg dilakukan

9. Cuci tanagan setelah melakukan konsultasi gizi

9. Bagan Alir

10. Hal hal yg


perlu
diperhatikan

11. Unit terkait BP Umum

KIA

Poned

12. Dokumen Register


terkait
Leaflet

Medrec

25/2