Anda di halaman 1dari 16

TINJAUAN PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS INAKTIF DI

RUMAH SAKIT SUMBER WARAS BERDASARKAN ASPEK HUKUM


TAHUN 2017

Putri Dwilaras Rizkyani


Program Studi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan Cirebon
Putridwilarasrizkyani.190895@gmail.com

ABSTRAK

Pada saat studi pendahuluan di rumah sakit sumber waras, ditemukan


bahwa Pada bulan Mei tahun 2016 Rumah Sakit Sumber Waras mulai
melaksanakan penyusutan berkas rekam medis menggunakan scanner,
pelaksanaan scanner sendiri belum seluruhnya dilaksanakan, hal ini membuat
berkas yang bernilai guna menumpuk dan hanya tersimpan diruang penyimpanan
berkas rekam medis inaktif, waktu penyimpanan berkas rekam medis yang
bernilai guna terlalu lama dapat membuat berkas rekam medis yang bernilai guna
tersebut rusak dan hilang dikarenakan kurangnya keamanan berkas yang bernilai
guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemusnahan berkas
rekam medis inaktif di Rumah Sakit Sumber Waras dari segi kebijakan tata cara
pemusnahan berkas rekam medis inaktif dan sarana prasarana, pelaksanaan
pemusnahan berkas rekam medis dan keamanan dokumen rekam medis pasien
yang tidak dimusnahkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif dengan rancangan cross sectional. Metode pengambilan data dengan
menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
pemusnahan berkas rekam medis inaktif dimulai dengan pengesahan oleh Kepala
Sub Seksi Rekam Medis kepada Direktur rumah sakit untuk melakukan
pemusnahan. Proses pemusnahan berkas rekam medis terdapat pada SOP yang
ada namun dalam pelaksanaan pemusnahan berkas rekam medis inaktif belum
sesuai dengan SOP maupun kebijakan yang ada. Keamanan berkas rekam medis
inaktif sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Kata Kunci : Pemusnahan, rekam medis inaktif, kebijakan, sarana dan prasarana,
proses pemusnahan, keamanan dokumen rekam medis inakif.

ABSTRACT

At the time of the preliminary study in the hospital Sumber Waras, found
that in May of 2016 the hospital Sumber Waras began to exterminate the medical
records file using a scanner, the implementation of the scanner itself has not been
fully implemented, this matter create files that have value to accumulate and only
stored in the inactive medical record file storage space, the valuable time-out of
the medical record file records may render the valuable medical records files
damaged and lost due to a lack of useful file security. This study aims to
determine the implementation of the destruction of inactive medical record files in
the hospital sumber waras in terms of policy procedures for destruction of inactive
medical record files and infrastructure, excution of destruction of medical record
files and safety of patient medical records not destroyed. Type of research used is
descriptive qualitative with cross sectional design. Method of taking data by using
interview and observation. The results of this study show that the destruction of
the inactive medical records file begins with ratification by the head of medical
record sub section to the director of the hospital for extermination. The process of
destroying the medical record file is in the existing SOP but in the execution of
destruction of inactive medical records file not yet in accordance with SOP or
existing policy. The safety of the inactive medical records file is in conformity
with the applicable law.

Kata Kunci : Destruction, inactive medical records, policies, facilities and


infrastructure, destruction processes, safety of inaccurative medical record
documents.
..........................................Pemisah Seksi (Berkelanjutan)........................................

PENDAHULUAN

Menurut Undang-undang RI pelayanan medik dasar dan medik


Nomor 44 tahun 2009 tentang spesialistik, pelayanan penunjang
Rumah Sakit, bahwa Rumah Sakit medis, pelayanan perawatan, baik
adalah institusi pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat inap maupun
bagi masyarakat dengan karakteristik pelayanan instalasi.
Menurut Permenkes RI
tersendiri yang dipengaruhi oleh
No.269/Menkes/Per/III/2008 tentang
perkembangan ilmu pengetahuan
Rekam Medis pada pasal 1, Rekam
kesehatan, kemajuan teknologi dan
Medis adalah berkas yang berisikan
kehidupan sosial ekonomi
catatan dan dokumen tentang
masyarakat yang harus tetap mampu
identitas pasien, pemeriksaan,
meningkatkan pelayanan yang lebih
pengobatan, tindakan dan pelayanan
bermutu dan terjangkau oleh
lain yang telah diberikan kepada
masyarakat agar terwujud derajat
pasien. Setiap sarana kesehatan wajib
kesehatan yang setinggi-tingginya.
membuat rekam medis, dibuat oleh
Menurut Undang-undang RI Nomor
dokter atau tenaga kesehatan lain
44 tahun 2009 juga menyatakan
yang terkait, harus dibuat segera dan
bahwa rumah sakit merupakan pusat
dilengkapi setelah pasien menerima
pelayanan yang menyelenggarakan
pelayanan dan harus disertai tanda
tangan yang memberikan pelayanan. (Permenkes RI, 2013). Menurut
Catatan Rekam Medis merupakan Permenkes RI
tulisan-tulisan yang dibuat oleh No.269/Menkes/Per/III/2008 Rekam
dokter atau dokter gigi mengenai Medis harus disimpan sesuai dengan
tindakan-tindakan yang dilakukan peraturan yang ada. Rekam Medis
kepada pasien dalam rangka pasien rawat inap dirumah sakit
pelayanan kesehatan. Rekam medis wajib disimpan sekurang-kurangnya
juga berguna sebagai bukti tertulis untuk jangka waktu 5 (lima) tahun
atas tindakan-tindakan pelayanan terhitung dari tanggal terakhir pasien
terhadap seseorang pasien, juga berobat atau dipulangkan. Setelah
mampu melindungi kepentingan batas waktu 5 (lima) tahun, rekam
hukum bagi pasien yang medis dapat dimusnahkan, kecuali
bersangkutan, rumah sakit maupun lembar ringkasan pulang dan lembar
dokter dan tenaga kesehatan lainnya, persetujuan tindakan medik.
Rekam Medis yang
apabila dikemudian hari terjadi suatu
dinyatakan inaktif tetap disimpan
hal yang tidak diinginkan
karena informasi yang terdapat
menyangkut rekam medis itu sendiri
didalamnya masih diperlukan untuk
(Konsil Kedokteran Indonesia,
pendidikan, penelitian dan berobat
2006).
Manajemen Pelayanan kembali pasien. Apabila rekam medis
Rekam Medis dan Informasi inaktif sudah disimpan dalam jangka
Kesehatan adalah kegiatan menjaga, waktu tertentu sesuai dengan
memelihara dan melayani rekam ketentuan yang ada tidak digunakan
medis baik secara manual maupun lagi maka rekam medis tersebut
elektronik sampai menyajikan dapat dimusnahkan. Rekam medis
informasi kesehatan di rumah sakit, digunakan sebagai pedoman atau
praktik dokter klinik, asuransi perlindungan hukum yang mengikat
kesehatan, fasilitas pelayanan karena didalamnya terdapat segala
kesehatan dan lainnya yang catatan tentang tindakan, pelayanan,
menyelenggarakan pelayanan terapi, waktu terapi, tanda tangan
kesehatan dan menjaga rekaman dokter yang merawat, tanda tangan
pasien yang bersangkutan, dan lain- menggunakan scanner dan mikrofilm
lain (Permenkes RI, 2008). sesuai dengan ketentuan yang telah
Berkas Rekam Medis
ditetapkan (Dirjen YanMed, 2006).
dikatakan aktif ketika tanggal pulang
Berdasarkan Studi Pendahuluan yang
atau tanggal kunjungan terakhir
penulis lakukan di Rumah Sakit
masih dalam jangka waktu 3 (tiga)
Sumber Waras melalui wawancara
sampai 5 (lima) tahun dari tanggal
terhadap kepala rekam medis dan
kunjungan terakhir. Berkas rekam
salah satu staf karyawan rekam
medis dikatakan inaktif ketika rekam
medis, bahwa rekam medis sudah
medis tersebut jarang diambil dan
ada sejak Rumah Sakit Sumber
disimpan kembali. Oleh karena itu,
Waras berdiri pada tahun 2006.
file-file rekam medis inaktif
Pemusnahan berkas rekam medis
disimpan ditempat yang jarang
yang dilakukan di Rumah Sakit
diakses dari pada rekam medis yang
Sumber Waras baru dilaksanakan
masih aktif (Skurka, (2003) dalam
satu kali pada tahun 2016, yang
Kartono, (2010)).
terdiri dari pemusnahan berkas
Pemusnahan Rekam Medis
rekam medis inaktif tahun 2006 s/d
merupakan salah satu upaya yang
2008 sebanyak 60980 berkas.
dilakukan oleh pihak rumah sakit
Sebelum melakukan pemusnahan
dengan tujuan mengurangi
kepala rekam medis membuat
penumpukan berkas rekam medis
perencanaan terlebih dahulu yaitu
diruang penyimpanan. Pemusnahan
mengajukan nota dinas ke Direktur
adalah kegiatan menghancurkan
perihal berkas Rekam Medis terlalu
secara fisik arsip yang sudah
banyak yang menyebabkan tempat
berakhir fungsinya serta yang tidak
yang tidak mencukupi, setelah nota
memiliki nilai guna (Barthos, (2007)
dinas yang diajukan dan di setujui
dalam Kartono, (2010)). Pemusnahan
baru dilakukan pemusnahan. Dalam
harus dilakukan secara total dengan
pelaksanaan pemusnahan di Rumah
cara membakar habis, mencacah atau
Sakit Sumber Waras fasilitas yang
daur ulang sehingga tidak dapat lagi
digunakan adalah scanner dan
dikenali lagi isi maupun bentuknya,
incenerator. Pada bulan Mei tahun
sebagai media penyimpanan dapat
2016 Rumah Sakit Sumber Waras Pelaksanaan Pemusnahan di Rumah
mulai melaksanakan penyusutan Sakit Sumber Waras tahun 2017,
berkas rekam medis menggunakan Mengetahui Mekanisme Pelaksanaan
scanner, pelaksanaan scanner sendiri Pemusnahan Berkas Rekam Medis
belum seluruhnya dilaksanakan, hal Inaktif di Rumah Sakit Sumber
ini membuat berkas yang bernilai Waras tahun 2017, Mengetahui
guna menumpuk dan hanya Keamanan Dokumen Rekam Medis
tersimpan diruang penyimpanan pasien yang tidak dimusnahkan di
berkas rekam medis inaktif, waktu lihat dari aspek hukum di Rumah
penyimpanan berkas rekam medis Sakit Sumber Waras.
yang bernilai guna terlalu lama dapat METODE PENELITIAN
membuat berkas rekam medis yang Jenis dan Desain Penelitian
bernilai guna tersebut rusak dan Jenis penelitian yang
hilang dikarenakan kurangnya digunakan adalah deskriptif dengan
keamanan berkas yang bernilai guna. menggunakan metode kualitatif.
Hal ini yang menjadikan peneliti Penelitian kualitatif yaitu suatu
tertarik untuk mengetahui bagaimana metode penelitian yang dilakukan
Pemusnahan Berkas Rekam Medis dengan tujuan utama untuk membuat
Inaktif di Rumah Sakit Sumber gambaran atau deskriptif tentang
Waras Berdasarkan Aspek Hukum suatu keadaan secara objektif
tahun 2017. (Notoatmodjo, 2005). Jenis
Berdasarkan latar belakang penelitian ini menggunakan
diatas maka peneliti ingin pendekatan kualitatif untuk
mengetahui Bagaimana mengetahui tinjauan pemusnahan
Pemusnahan Berkas Rekam Medis berkas rekam medis inaktif di RS
Inaktif di Rumah Sakit Sumber Sumber Waras berdasarkan aspek
Waras berdasarkan Aspek Hukum hukum tahun 2017. Waktu penelitian
tahun 2017 ?, dengan tujuan khusus ini dilaksanakan pada 17 April-26
Mengetahui Kebijakan Tata Cara Mei tahun 2017.
Pemusnahan Berkas Rekam Medis Subjek Penelitian
Inaktif dan Sarana Prasarana Dalam
Subjek dalam penelitian ini masalah yang diteliti
terdiri dari 4 orang yaitu, wakil (Notoatmodjo, 2005).
c. Alat tulis.
direktur Rumah Sakit Sumber Waras,
d. Alat perekam (Handphone).
Kepala Sub Bag Rekam Medis di 2. Cara pengumpulan data
a. Wawancara (Interview)
Rumah Sakit Sumber Waras dan 2
Wawancara yaitu suatu
sempel Staf pelaksana pemusnahan
metode yang dipergunakan
berkas Rekam Medis di Rumah Sakit
untuk mengumpulkan data,
Sumber Waras.
dimana peneliti mendapatkan
1. Instrumen
keterangan secara lisan dari
Instrumen adalah alat-alat yang
seseorang sasaran penelitian
digunakan untuk pengumpul
dengan harapan memperoleh
data (Notoatmodjo, 2005).
data yang diperlukan
Instrumen dalam penelitian ini
(Notoatmodjo, 2010). Pada
antara lain :
a. Pedoman wawancara penelitian ini wawancara
merupakan suatu metode yang dilakukan adalah
yang dipergunakan untuk wawancara terstruktur,
mengumpulkan data, dimana peneliti telah
dimana peneliti menyiapkan instrumen
mendapatkan ketengan atau peneliti berupa panduan. Dan
pendirian secara lisan dari akan menggunakan perekam
seseorang sasaran peneliti suara sebagai alat bantu dari
(responden), atau bercakap- wawancara.
b. Pengamatan (observasi)
cakap berhadapan muka
Menurut Notoatmodjo
dengan orang tersebut
(2005), observasi adalah
(Notoatmodjo, 2005)
suatu prosedur yang
b. Observasi yaitu prosedur
berencana, yang antara lain
yang berencana diantaranya
meliputi, melihat dan
melihat, mendengar dan
mencatat jumlah dan taraf
mencatat sejumlah situasi
aktivitas tertentu yang ada
tertentu yang ada
hubungannya dengan
hubungannya dengan
masalah yang diteliti. Sakit Sumber Waras
Melihat secara langsung Nomor.121/RSSW/SK-
rekam medis inaktif terutama DIR/II/2017 Tentang Panduan
formulir yang diabadikan. Retensi dan Pemusnahan Rekam
3. Pengolahan data
Medis di Rumah Sakit Sumber
a. Membuat transkip dengan
Waras. Berdasarkan hasil
kalimat naratif sesuai
wawancara bahwa kebijakan
dengan hasil wawancara.
b. Mendeskripsikan data yang yang di buat untuk pemusnahan
diperoleh. berkas rekam medis sudah ada.
c. Membandingkan data dari
1) Informan 2
berita acara yang diperoleh
...perkemkes,terus ada SK
dengan melihat acuan teori
Direktur sama undang-
pada kajian teori, apakah
undang perekam medis... ya
sudah sesuai atau harus
udah ya sama aja....
diperbaiki.
2) Informan 3
HASIL
.... kebijakan yang terkait
1. Kebijakan Tata Cara
sudah di atur dalam
Pemusnahan Berkas Rekam
permenkes nomer 269
Medis Inaktif dan Sarana
Cuma saya kurang apal
Prasarana Dalam Pelaksanaan
isinya...sama euu... ada SK
Pemusnahan di Rumah Sakit
Direkturnya...
Sumber Waras tahun 2017
Berdasarkan hasil
Kebijakan yang terkait
wawancara sarana dan prasarana
dalam pemusnahan berkas
yang dipersiapkan untuk
rekam medis di Rumah Sakit
melakukan pemusnahan berkas
Sumber Waras yaitu mengacu
rekam medis yaitu terdapat
pada Permenkes Nomor.269
ruang penyimpanan, ATK, troli,
tahun 2008 tentang
alat pemusnahan incennerator
Penyimpanan, Pemusnahan dan
atau alat pencacah kertas,
Kerahasiaan pasal 8 dan 9, yang
sedangkan alat scan dalam
di jabarkan pada Surat
pemusnahan berkas rekam medis
Keputusan Direktur Rumah
di Rumah Sakit Sumber Waras pemusnahan tuh kaya mesin
belum tersedia. pencacah kertas itu... alat
1) Informan 1 incennerator juga...
...ya kita buat 4) Informan 4
pemusnahannya di ...kalau disini paling apa
incennerator kemudian ya... sarananya mungkin
apa... yang di persiapannya alat-alat pembakaran apa
berita acara ya anamanya.. oh iya
pemeriksaan, ....jadi di incennerator... kalau disini
periksa dulu itu berkas nya kemarin dilaksanakan
dengan nama-nama tahun pemusnahan itu ga pake
dan sebagainya baru alat scan...
2. Mekanisme Pelaksanaan
setelah itu baru kita
Pemusnahan Berkas Rekam
musnahkan...
Medis Inaktif di Rumah Sakit
2) Informan 2
Sumber Waras tahun 2017
...untuk sarana dan
Dari hasil wawancara dengan
prasarana yang digunakan
beberapa responden proses
dalam proses pemusnahan
pelaksanaan pemusnahan berkas
meliputi ATK, yang pasti
rekam medis yang ada di Rumah
berkas rekam medis yang
Sakit Sumber Waras sudah
akan di lakukan
dilakukan berdasarkan SOP
pemusnahan, incennerator,
Retensi Penghapusan Berkas
troli... untuk alat scan
Rekam Medis yang ada. Proses
belum ada...
ini dilakukan dengan tahap
pemindahan berkas rekam medis
inaktif ke ruang penyimpanan
3) Informan 3
inaktif kemudian di pilah
...untuk euu....
berdasarkan tahun kunjungan
pemusnahannya kaya mesin
terakhir pasien berobat yaitu
scan tapi di kita belum
berkas rekam medis tahun 2006-
punya alatnya, terus
2008 yang akan di musnahkan,
pemilihan rekam medis inaktif berkas rekam medis inaktif tidak
berdasarkan periode 5 tahun dilakukan di karenakan berkas
dengan cara melihat tahun rekam medis yang sudah terlalu
kunjungan terakhir pasien banyak, berkas rekam medis
tersebut berobat, setelah proses yang sudah tidak terbaca atau
pemindahan dan pemilahan di rusak, serta keterbatasan waktu
lakukan lalu membuat daftar dan tenaga sehingga lembar
pertelaan yang berisi nomor rekam medis yang bernilai guna
rekam medis, tahun, jangka atau lembar rekam medis yang
waktu penyimpanan dan di abadikan ikut di musnahkan.
diagnosis akhir. Dalam 1) Informan 1
pelaksanaan di Rumah Sakit ...tadi yang saya katakan
Sumber Waras petugas tidak usia yang masih dini 1 s/d 3
membuat daftar pertelaan di tahun di bawah bersamaan
karenakan waktu dan tenaga dengan rekam medis yang
yang kurang. Kemudian petugas aktif kemudian 3 s/d 7 tahun
melakukan penilian berkas kita naikan ke atas untuk
rekam medis yang masih pemisahannya kemudian 7
memiliki nilai guna primer yaitu s/d 10 tahun kita pindahkan
untuk aspek administrasi, ke alat gudang belakang
hukum, keuangan dan iptek dan setelah 10 tahun baru kita
nilai guna sekunder yaitu untuk buatkan berita acaranya....
pembuktian dan sejarah. Berkas Ya penilainya dari usia
rekam medis yang memiliki nilai sudah berapa tahun baru
guna harus di abadikan, lembar bisa di musnahkan.......
yang di abadikan terdiri dari 2) Informan 2
resume medis, ringkasan masuk ...tahap-tahapnya kita
dan keluar, lebar operasi, lembar pindahkan dulu berkas
identifikasi bayi baru lahir, rekam medis yang akan
lembar persetujuan dan lembar dimusnahkan ke gedung
kematian, proses penilaian serbaguna, kemudian di
pilah berdasarkan rekam medis dari rak inaktif
kunjungan terakhir, ke gudang dibawa
kemudian langsung di menggunakan troli
bakar... kita tidak kemudian dilakukan
mencatat daftar rekam pemilahan... untuk
medis mana saja yang pemilihannya kita lihat dari
akan di musnahkan karena status inaktif ya ....euuu..
kita kekurangan tenaga de kitakan di rumah sakit
dan waktu yang sudah sumber waras itu yang
mepet... seharusnya juga dipilihnya dari aktif dulu 5
kita menilai berkas rekam tahun kalo lebih dari 5
medis yang masih memiiki tahun itu baru yang di
nilai guna seperti lembar musnahkan.... sebenernya
resume medis, laporan kalaun untuk lembar yang
operasi.. ya sesuai yang di abadikan itu seperti surat
ada di teori itu lembar keterangan lahir, resume
yang harus di abadikan medis....euu.... untuk yang
cuma disini kita ga lainnya saya kurang paham
dilaksanakan juga... euu.... soalnya waktu kemarin
karena ya tadi kurangnya pemusnahan euu... emang
tenaga dan terbatasnya kita tidak berusaha untuk
waktu de soalnya melihat emilih berkas mana yang
berkas rekam medis juga harus di abadikan soalnya
yang sudah terlalu banyak melihat keadaan status yang
jadi kita langsung sudah kacau, sudah rusak
dimusnahkan saja... makanya kita melakukan
kemudian di buatkannya pemusnahan secara
berita acara... gitu de... terpaksa.... ...euu... untuk
3) Informan 3 proses pengalih media...
....Yang pertama anu... euu.... sebenernya kita
mindahin dulu berkas butuh mesin scan yang bisa
buat meng abadikan pasien yang tidak di musnahkan
dokumen-dokumen tidak ada keamanan khusus
penting.... namun karna kita seperti terdapatnya cctv maupun
belum punya jadi tidak di penjaga keamanan, karena tidak
lakukan pengalih media adanya berkas rekam medis yang
lembar rekam medis yang di tidak di musnahkan.
abadikan.... 1) Informan 2
4) Informan 4 ...keamanannya kita
... pertama itu kita memilih tempat yang paling
pindahkan dulu berkas tinggi di rumah sakit ini...
rekam kita lakukan euu... lantai 3 disana berkas
pemilahan yang mau di rekam medis inaktif yang
musnahkan berdasarkan berhak masuk hanyak
kunjungan terakhir.. kalau petugas rekam medis saja...
sudah 5 tahun tidak kesini 2) Informan 3
kita inaktifkan tapi kita ...euu... paling kita...
nunggu 2 tahun untuk euuu... untuk keamanan
pemusnahannya.. kalau tidak ada cctv dan yang ada
kemarin disini belum hanya dokumen rekam
maksimal karena mau di medis yang inaktif untuk
pilih itu masih banyak dokumen yang di abadikan
resume medis yang masih tidak ada...
kosong jadi euu... langsung
di bakar aja... 3) Informan 4
3. Keamanan Dokumen Rekam
...karena tidak ada
Medis pasien yang tidak
dokumen yang di abadikan
dimusnahkan di lihat dari aspek
jadi ya tidak ada kemanan
hukum di Rumah Sakit Sumber
apapun... keamanan berkas
Waras
rekam medis inaktif juga
Berdasarkan hasil wawancara
hanyak menggunakan kunci
dengan beberapa informan
biasa dan yang pegang
keamanan berkas rekam medis
hanya petugas rekam medis rekam medis yang tidak lagi
saja... mengandung nilai guna.
PEMBAHASAN Surat Edaran Dirjen
1. Kebijakan Tata Cara Yanmed tahun 1995 tentang Tata
Pemusnahan Berkas Rekam Cara Pemusnahan Berkas
Medis Inaktif dan Sarana Rekam Medis bahwa tim rekam
Prasarana Dalam Pelaksanaan medis adalah suatu tim yang di
Pemusnahan di Rumah Sakit bentuk dengan Keputusan
Sumber Waras tahun 2017 Direktur Rumah Sakit.
Kebijakan dalam Sarana dan prasarana
pemusnahan berkas rekam medis yang dipersiapkan untuk
mengacu pada Permenkes melakukan pemusnahan berkas
Nomor.269 tahun 2008 tentang rekam medis yaitu terdapat
Penyimpanan, Pemusnahan dan ruang penyimpanan, ATK, troli
Kerahasiaan pasal 8 dan 9 yang dan alat pemusnahan seperti
di jabarkan pada SK Direktur incennerator. Sedangkan alat
Nomor:121/RSSW/SK- scanner dalam pemusnahan
DIR/2017 Tentang Panduan berkas rekam medis di Rumah
Retensi dan Pemusnahan Rekam Sakit Sumber Waras belum
Medis di Rumah Sakit Sumber tersedia.
Waras, di mana dalam SK 2. Mekanisme Pelaksanaan
Direktur di jelaskan bahwa Pemusnahan Berkas Rekam
retensi adalah pengurangan Medis Inaktif di Rumah Sakit
jumlah formulir yang terdapat di Sumber Waras tahun 2017
dalam rekam medis dengan cara Proses pelaksanaan
memilah nilai guna dari tiap-tiap pemusnahan berkas rekam medis
formulir, bahwa retensi inaktif di Rumah Sakit Sumber
pemusnahan adalah Waras dimulai dengan pengajuan
penghancuran formulir-formulir Surat Pemusnahan Berkas
yang terdapat di dalam berkas Rekam Medis oleh Kepala Sub
Seksi Rekam Medis kepada
Direktur untuk melakukan 2) Penilaian
pemusnahan, Direktur Pelaksanaan
menetapkan kebijakan pemusnahan berkas rekam
pemusnahan berkas rekam medis medis inaktif di Rumah
yang ditetapkannya SK Direktur Sakit Sumber Waras belum
kemudian pembentukan tim melakukan penilaian berkas
pemusnahan berkas rekam medis rekam medis sehingga
yang terdiri dari kepala rekam berkas rekam medis yang
medis, staf rekam medis, wakil seharusnya di abadikan di
direktur dan Direktur rumah Rumah Sakit Sumber Waras
sakit sumber waras. Adapun ikut di musnahkan.
proses selanjutnya yang di Apabila tidak di
lakukan sebagai berikut : lakukannya penilaian berkas
1) Pemindahan dan pemilahan rekam medis dapat
Dalam pelaksanaan berpengaruh pada masa
pemindahan dan penilaian yang akan datang. Hal
berkas rekam medis di tersebut dapat menimbulkan
Rumah Sakit Sumber Waras masalah seperti, hukum
sudah sesuai dengan SK (medico-legal) dan
Dirjen Pelayanan Medik administrasi.
tahun 1995 tentang Petunjuk 3) Pemusnahan
Teknis Pengadaan Arsip Pada tahap
Rekam Medis namun belum pemusnahan berkas rekam
melakukan pembuatan medis inaktif di Rumah
daftar pertelaan, apabila Sakit Sumber Waras
rumah sakit tidak membuat menggunakan metode
daftar pertelaan maka pembakaran dengan alat
petugas tidak mengetahui incenerator, pada
bahwa nomor rekam medis pelaksanaan pemusnahan
tersebut sudah di berkas rekam medis inaktif
musnahkan. Rumah Sakit Sumber Waras
tidak disaksikan oleh di abadikan maka tidak adanya
pejabat dari bidang kemanan untuk berkas rekam
hukum/perundang-undangan medis yang di abadikan.
dan atau bidang pengawasan KESIMPULAN
dari Lembaga-lembaga Rumah Sakit Sumber waras Cirebon
Negara dan Badan-badan sudah mempunyai kebijakan
pemerintah yang pemusnahan berkas rekam medis
bersangkutan, tetapi hanya inaktif yaitu mengacu pada
di saksikan oleh pihak Permenkes Nomor.269 tahun 2008
internal saja yaitu Direktur tentang Penyimpanan, Pemusnahan
Rumah Sakit, Wakil Direktir dan Kerahasiaan pasal 8 dan 9, yang
Rumah Sakit, Kepala Sub di jabarkan pada Surat Keputusan
Unit Rekam Medis, Kepala Direktur Rumah Sakit Sumber Waras
Instalasi Pelaksanaan Sarana Nomor.121/RSSW/SK-DIR/II/2017
Rumah Sakit, Ka Sub Bag Tentang Panduan Retensi dan
umum dan tim pemusnahan. Pemusnahan Rekam Medis di Rumah
Dari hasil observasi dilihat Sakit Sumber Waras. Sarana dan
bahwa berita acara prasarana yang ada di Rumah Sakit
pemusnahan yang ada di Sumber Waras belum terdapat alat
Rumah Sakit Sumber Waras scanner, pada pelaksanaan
tidak memuat tanda tangan pemusnahan berkas rekam medis
dan nama jelas saksi-saksi. petugas tidak membuat daftar
3. Keamanan Dokumen Rekam pertelaan, tidak di lakukannya
Medis pasien yang tidak pemilahan berkas rekam medis yang
dimusnahkan di lihat dari aspek memiliki nilai guna primer dan
hukum di Rumah Sakit Sumber sekunder sehingga berkas rekam
Waras medis inaktif semuanya di
Keamanan berkas rekam musnahkan. Pada proses pemusnahan
medis pasien yang di abadikan berkas rekam medis inaktif Rumah
tidak di lakukan karena tidak Sakit Sumber Waras hanya di
adanya berkas rekam medis yang saksikan oleh pihak internal saja,
namun dari hasil observasi di ketahui Departemen Kesehatan RI. (1971).
Undang-undang No.7 tahun
bahwa berita acara yang di buat oleh
1971 Tentang Ketentuan-
Rumah Sakit Sumber Waras tidak ketentuan Pokok Kearsipan.
Lembaran Negara RI tahun
memuat tanda tangan dan nama jelas
1971 No.32. Sekretariat
saksi-saksi yang menyaksikan Negara. Jakarta.
pemusnahan berkas rekam medis
Departemen Kesehatan RI. (2006).
tersebut. Pedoman Penyelenggaraan
Dan Prosedur Rekam Medis
DAFTAR PUSTAKA
Rumah Sakit Di Indonesia:
Revisi 2.
Budi, Citra Savitri. (2011).
Manajemen Unit Kerja Rekam Departemen Kesehatan RI. (1997).
Medis.Yogyakarta: Quantum Petunjuk Teknis
Sinergi Media. Penyelenggaraan Rekam
Medis/Medical Record Rumah
Budiyanti, Nita. (2014). Modul Sakit. Jakarta: Direktorat
Manajemen Informasi Jendral Pelayanan Medik.
Kesehatan (MIK2). Cirebon:
Poltekkes Tasikmalaya. Departemen Kesehatan RI. 1995.
Surat Edaran Dirjen Yanmed
Departemen Kesehatan RI. (1979). No. Hk. 00.06.1.501160
Peraturan Pemerintah Tentang Petunjuk Teknis
Republik Indonesia Nomor 34 Pengadaan Formulir Rekam
Tahun 1979 Tentang Medis dan Pemusnahan Arsip
Penyusutan Arsip. Lembaran Rekam Medis di Rumah Sakit.
Negara RI tahun 1979 No.51. Jakarta: Departemen Kesehatan
Sekretariat Negara. Jakarta. RI.

Departemen Kesehatan RI. (2004). Departemen Kesehatan RI. (2008).


Undang-undang No.29 tahun Peraturan Mentri Kesehatan
2004 Tentang Praktik Republik Indonesia Nomor
Kedokteran. Lembaran Negara 269/Menkes/Per/III/2008
RI Tahun 2004 No.116. Tentang Rekam Medis.
Sekertariat Negara. Jakarta. Jakarta:Depkes.

Departemen Kesehatan RI. (2009). Hatta. G R. (2013). Pedoman


Undang-undang No.43 tahun Manajemen Informasi
2009 Tentang Kearsipan. Kesehatan Di Sarana
Lembaran Negara RI tahun Pelayanan Kesehatan.
2009 No.152. Sekretariat Jakarta:Universitas Indonesia
Negara. Jakarta. (UI Press).
Hosizah. (2014). Kumpulan
Peraturan Perundangan
Rekam Medis dan Informasi
Kesehatan (Manajemen
Informasi Kesehatan).
Yogyakarta:Politeknik Permata
Indonesia.

Kartono. (2010). Pemusnahan


Berkas Rekam Medis Inaktif Di
Rumah Sakit Panti Rini
Kalasan. Tugas Akhir.
Yogyakarta: Universitas
Gadjah Mada (UGM).

Sjamsuhidayat dan Alwy. (2006).


Manual Rekam Medis. Jakarta
Selatan: Konsil Kedoktran.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian


Kuantitatif Kualitatif dan
R&D. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian


Kuantitatif Kualitatif dan
R&D. Bandung : Alfabeta.