Anda di halaman 1dari 6

DINAS KESEHATAN KABUPATEN WAY KANAN

UPT PUSKESMAS GISTING JAYA


Alamat: Jln.Jendral sudirman No. 1 Kampung Gisting Jaya kec.Negara Batin. Kab. Way Kanan
E-mail : pkmgistingjaya@gmail.com

KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS GISTING JAYA
NOMOR : /A.1-GJ/SK/2017

TENTANG
PELAYANAN FARMASI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,


KEPALA UPT PUSKESMAS GISTING JAYA,

Menimbang : a. bahwa penyediaan obat merupakan langkah awal pengelolaan di


UPT Puskesmas Gisting Jaya untuk melayani keperluan pelanggan
dalam penanganan kesehatannya sehingga perlu diberikan
kewenangan kepada petugas yang berhak untuk menyediakan obat
dengan mengetahui persyaratan penyimpanan obat sehingga tidak
terjadi pemberian obat yang kadaluarsa;
b. bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian yang
berorientasi kepada pasien maka pelayanan selama hari kerja harus
diatur tentang peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat yang
meliputi persyaratan petugas yang berhak memberi resep dan
meresepkan obat narkotik dan psikotropik, ketentuan tentang
rekonsilasi obat, pencatatan dan pelaporan ESO dan KTD,
penanganan dan pelaporan obat kadaluarsa serta ketentuan tentang
penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b perlu
menetapkan Keputusan Kepala Puskesmas tentang Pelayanan
Farmasi di UPT Puskesmas Gisting Jaya;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan;


2. Peraturan Pemerintah nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan
Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1998 nomor 138, tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia nomor 3781);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009, tentang Pekerjaan
Kefarmasian;
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 889/Menkes/Per/V/2011
tahun 2011 tentang Registrasi, Ijin Praktek dan Ijin Kerja Tenaga
Kefarmasian;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 30 Tahun
2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas;
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/Men.Kes/SK/II/2004
tentang Kebijakan Dasar Puskesmas;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS GISTING JAYA


TENTANG PELAYANAN FARMASI,
Kesatu : Pelayanan Farmasi di UPT Puskesmas Gisting Jaya meliputi:
1. Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat
2. Pelayanan farmasi selama hari kerja
3. Peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat
4. Persyaratan petugas yang berhak menyediakan obat
5. Ketentuan petugas yang diberi kewenangan dalam penyediaan
obat jika petugas yang memenuhi syarat tidak ada
6. Persyaratan petugas yang berhak memberi resep
7. Ketentuan tentang petugas yang berhak meresepkan obat obat
psikotropika dan narkotika
8. Ketentuan tentang rekonsilasi obat
9. Penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien
10. Persyaratan penyimpanan obat
11. Menjaga tidak terjadinya pemberian obat kadaluarsa
12. Pencatatan dan pemantauan Efek Samping Obat dan Kejadian
Tidak Diinginkan
13. Penyediaan obat emergensi di unit kerja
Adapun penjelasan dari pelayanan farmasi diatas sebagaimana
terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
keputusan ini;
Kedua : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan
diadakan perbaikan/perubahan.
Ditetapkan di : Gisting Jaya
Pada Tanggal : 2017
KEPALA UPT PUSKESMAS GISTING JAYA,

KASIH
LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS NOMOR : /A.1-GJ/SK/2017
TENTANG : PELAYANAN FARMASI

PELAYANAN FARMASI

1. Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan bagi keperluan UPT Puskesmas Gisting Jaya
harus mengikuti Standard Prosedur Operasional Penyediaan Obat yang menjamin ketersediaan
obat untuk UPT Puskesmas Gisting Jaya.
2. UPT Puskesmas Gisting Jaya memberikan pelayanan obat selama 24 jam meliputi :
a. Mengelola obat dan bahan medis habis pakai
b. Melakukan pelayanan resep, yakni menyiapkan / meracik obat, memberikan label / etiket
obat, menyerahkan sediaan farmasi, dan memberikan informasi obat
3. Peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat
TUJUAN :
a. Menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan Obat dan Bahan Medis
Habis Pakai yang efisien, efektif dan rasional
b. Meningkatkan kompetensi /kemampuan tenaga kefarmasian
c. Mewujudkan system informasi manajemen
d. Melaksanakan pengendalian mutu pelayanan
SASARAN :
a. Puskesmas
b. Polindes/Poskesdes
c. Posyandu
d. Pengobatan Lansia
BENTUK KEGIATAN :
a. Peresepan Obat
1) Obat diresepkan sesuai terapi atas diagnosis pasien
2) Pemberian resep dilakukan oleh petugas farmasi atau petugas lain yang diberi
kewenangan
b. Pemesanan Obat
1) Pemesanan obat untuk kebutuhan puskesmas dilakukan oleh petugas
2) Farmasi atau gudang obat puskesmas
3) Pemesanan obat untuk kebutuhan pelayanan dilakukan oleh petugas unit
4) Pelayanan terkait kepada petugas farmasi gudang obat puskesmas
c. Pengelolaan Obat
Pengelolaan obat di gudang obat dilakukan oleh petugas farmasi meliputi kegiatan
perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian,pengendalian,
pencatatan, pelaporan dan pengarsipan, Pemantauan dan evaluasi.
4. Persyaratan patugas yang berhak menyediakan obat bagi pelanggan / pasien di UPT
Puskesmas Gisting Jaya antara lain:
a) Tenaga tekhnis kefarmasian yang telah memiliki surat ijin kerja Tenaga Teknis
Kefarmasian (SIKTTK) di UPT Puskesmas Gisting Jaya;
b) Tenaga non tekhnis kefarmasian terlatih, dibawah pengawasan dan tanggung jawab
langsung asisten apoteker;
Ketentuan tentang petugas yang berhak menyediakan obat ini berlaku untuk semua pelayanan
obat kepada pelanggan di UPT Puskesmas Gisting Jaya;
5. Pelatihan petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat apabila tidak tersedia tenaga
yang berkopetensi dilakukan secara external UPT Puskesmas Gisting Jaya yang dilakukan
Oleh Dinas Kesehatan Way Kanan.
6. Persyaratan petugas yang berhak memberi resep bagi pelanggan di UPT Puskesmas Gisting
Jaya antara lain :
a. Dokter umum yang telah memiliki izin praktek dokter di UPT Puskesmas Gisting Jaya.
b. Dokter gigi yang telah memiliki izin praktek dokter gigi di UPT Puskesmas Gisting Jaya.
c. Perawat umum yang telah memiliki izin praktek keperawat di UPT Puskesmas Gisting
Jaya.
d. Perawat gigi yang telah memiliki izin praktek perawat gigi di UPT Puskesmas Gisting
Jaya
e. Bidan yang telah memiliki izin praktek bidan di UPT Puskesmas Gisting Jaya.
7. Peresepan Narkotika dan Psikotropika bagi pasien antara lain:
a. PERESEPAN NARKOTIKA :
1) Dokter penulis resep adalah dokter/ dokter gigi yang telah memiliki izin praktek dokter
di UPT Puskesmas Gisting Jaya
2) Resep Narkotika ditulis dengan jelas dan dapat dibaca tanpa menimbulkan
kemungkinan salah tafsir
3) Setiap resep dilengkapi dengan; kekuatan takaran, jumlah yang harus diberikan, dosis
pemakaian, cara pemakaian, dan dibubuhi tanda tangan penuh oleh dokter/ dokter gigi
penulis resep
b. PERESEPAN PSIKOTROPIKA :
1) Dokter penulis resep adalah dokter / dokter gigi yang telah memiliki izin praktek
dokter di UPT Puskesmas Gisting Jaya
2) Resep Psikotropika ditulis dengan jelas dan dapat dibaca tanpa menimbulkan
kemungkinan salah tafsir
3) Setiap Resep dilengkapi dengan; kekuatan takaran, jumlah yang harus diberikan, dosis
pemakaian, cara pemakaian, dan dibubuhi tanda tangan penuh oleh dokter penulis
resep
8. Tidak ada ketentuan yang mengikat mengenai rekonsiliasi obat.
9. Ketentuan tentang penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien/ keluarganya antara lain:
a. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga harus diketahui oleh dokter
pemeriksa pasien
b. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga telah mendapat persetujuan dari
Asisten Apoteker UPT Puskesmas Gisting Jaya
c. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga tidak mempunyai kontra indikasi
dengan kondisi fisik pasien
d. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien tidak mempunyai efek bertentangan dengan
obat yang dipergunakan dalam proses pengobatan oleh dokter di UPT Puskesmas Gisting
Jaya
e. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga tidak menimbulkan efek ganda
dengan obat yang dipergunakan dalam pengobatan pelanggan
f. bahwa obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga tidak menimbulkan interaksi obat
dan berdampak negatif terhadap pengobatan pasien
10. Persyaratan Penyimpanan Obat:
a. Petugas obat menerima obat dari Gudang Farmasi dengan memeriksa keadaan obat yang
diterima antara lain : kesesuaian jenis, jumlah, tanggal kadaluarsa serta kondisi fisik obat
b. Petugas obat menyusun obat kedalam rak obat secara alfabetis untuk setiap bentuk
sediaan
c. Petugas obat mengendalikan sirkulasi obat mengikuti sistem FIFO dan FEFO
d. Petugas obat menyimpan obat Narkotika dan Psikotropika dalam lemari khusus
e. Petugas obat menyimpan sediaan cair dipisahkan dari sedian padat
f. Petugas obat menyimpan vaksin, dan suppositoria dalam lemari pendingin dan melakukan
control suhu setiap hari
g. Petugas obat mencatat semua obat ke dalam Buku Penerimaan Puskesmas dan Buku
Pengeluaran obat
h. Petugas Obat mencatat semua obat yang diterima dan dikeluarkan kedalam kartu stok
obat sebagai kartu kendali persediaan
i. Petugas obat membuat laporan persediaan obat melalui LPLPO setiap bulannya
j. Petugas obat melaporkan LPLPO kepada kepala puskesmas dan Gudang Farmasi
Kabupaten Way Kanan
11. Menjaga tidak terjadinya pemberian obat yang kadaluarsa
a. Petugas obat memeriksa semua obat yang diterima termasuk tanggal kadaluwarsa dan
keadaan fisik barang.
b. Petugas obat memasukkan obat ke dalam gudang penyimpanan obat UPT Puskesmas
Gisting Jaya.
c. Petugas obat menyimpan obat dalam rak dan menyusun sesuai jenis obat dengan
mengikuti system FIFO dan FEFO.
d. Petugas obat melakukan pencatatan obat yang disimpan ke dalam Kartu Stock Obat
sebagai kartu kendali.
e. Petugas obat mendistribusikan obat dari dalam gudang mengikuti system FIFO dan
memperhatikan FEFO nya.
f. Petugas obat melakukan control rutin terhadap kualitas obat termasuk tanggal
kadaluwarsa.
g. Petugas obat memilah obat yang telah kadaluwarsa dan menyimpan di tempat terpisah
dari obat lain.
h. Petugas obat membuat daftar obat yang telah kadaluwarsa.
i. Petugas obat melaporkan obat kadaluwarsa kepada Kepala Puskesmas.
j. Petugas obat mengembalikan obat kadaluwarsa dengan membuat Berita Acara Serah
Terima Obat Kadaluwarsa kepada Gudang Farmasi
12. Pencatatan, Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat dan Kejadian Tidak Diinginkan
a. Petugas obat menyampaikan formulir Monitoring efek samping obat (MESO) kepada
petugas kesehatan pemeriksa pasien.
b. Petugas kesehatan melakukan pemantauan terhadap kemungkinan timbulnya efek
samping obat yang dipergunakan dalam terapi terhadap pelanggan.
c. Petugas kesehatan mencatat kejadian efek samping obat dalam formulir MESO.
d. Petugas kesehatan menyerahkan laporan MESO kepada petugas obat.
e. Petugas obat memberikan kompilasi data hasil monitoring efek samping obat yang
diterima dari petugas kesehatan.
f. Petugas obat membuat laporan monitoring efek samping obat UPT Puskesmas Gisting
Jaya.
g. Kepala puskesmas memeriksa dan menandatangani laporan Monitoring Efek Samping
Obat.
h. Petugas tata usaha membubuhkan nomor surat keluar Laporan Monitoring Efek Samping
Obat.
i. Petugas obat mengirimkan Laporan Monitoring Efek Samping Obat ke Dinas Kesehatan
Way Kanan.
j. Petugas obat mendokumentasikan arsip Laporan Monitoring Efek Samping Obat.
13. Penyediaan obat emergensi di unit kerja meliputi:
a. Penanggung jawab unit pelayanan mengajukan permintaan tertulis kepada petugas
farmasi.
b. Petugas farmasi menyiapkan obat emergency yang dibutuhkan oleh unit pelayanan.
c. Petugas farmasi mencatat setiap pengambilan obat emergency pada kartu stok dan buku
pngeluaran obat.
d. Petugas farmasi menyerahkan obat emergency ke unit pelayanan (UGD, Poli Gigi, dan
Ruang Persalinan).

KEPALA UPT PUSKESMAS GISTING JAYA,

KASIH

Anda mungkin juga menyukai