Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 6 Kota Bekasi


Mata Pelajaran : FISIKA
Kelas /Semester : X/2
Alokasi Waktu : 14 JP (7 x pertemuan)

A. Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
3.11 Menganalisis proses pemuaian, perubahan wujud zat dan perpindahan kalor
dengan konsep suhu dan kalor.
4.11 Menggunakan alat sederhana dalam percobaan yang berhubungan dengan kalor.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


Pengetahuan
3.11.1 Mengkoversi satuan suhu
3.11.2 Menjelaskan konsep kalor dan Asas Black
3.11.3 Menghitung kalor
3.11.4 Menjelaskan konsep perpindahan kalor
3.11.5 Menghitung perpindahan kalor
Keterampilan
4.11.1 Melakukan percobaan sederhana dalam percobaan yang berhubungan dengan kalor

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat:
3.11.1.1 Menyebutkan macam-macam skala termometer dan mengkonversi dari satu
satuan skala suhu ke satuan lain
3.11.2.1 Menjelaskan bunyi Asas Black
3.11.3.1 Menghitung kalor
3.11.3.2 Menghitung perubahan kalor berdasarkan Asas Black
3.11.4.1 Membedakan prinsip-prinsip perpindahan kalor
3.11.5.1 Menghitung laju perpindahan kalor pada perpindahan kalor secara konduksi,
konveksi dan radiasi

Disediakan termometer, batang besi, bunsen, air, peserta didik akan dapat:
4.11.2.1 Melakukan percobaan perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi
berdasarkan lembar kerja/tugas sesuai prosedur dengan tanggung jawab

E. Materi Pembelajaran
SUHU
Suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu
benda. Sebagai gambaran tentang suhu adalah saat mandi menggunakan air hangat.
Untuk mendapatkan air hangat tersebut kita mencampur air dingin dengan air panas.
Ketika tangan kita menyentuh air yang dingin, maka kita mengatakan suhu air tersebut
dingin. Ketika tangan kita menyentuh air yang panas maka kita katakan suhu air tersebut
panas. Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran
suhu.
Alat Ukur Suhu Adalah Termometer

Suhu termasuk besaran pokok. Alat untuk untuk mengukur besarnya suhu suatu benda
adalah termometer. Termometer yang umum digunakan adalah termometer zat cair
dengan pengisi pipa kapilernya adalah raksa atau alkohol. Pertimbangan dipilihnya raksa
sebagai pengisi pipa kapiler termometer adalah sebagai berikut:
1. raksa tidak membasahi dinding kaca,
2. raksa merupakan penghantar panas yang baik,
3. kalor jenis raksa rendah akibatnya dengan perubahan panas yang kecil cukup dapat
mengubah suhunya,
4. jangkauan ukur raksa lebar karena titik bekunya -39 C dan titik didihnya 357C.

Pengukuran suhu yang sangat rendah biasanya menggunakan termometer alkohol.


Alkohol memiliki titik beku yang sangat rendah, yaitu -114C. Namun demikian,
termometer alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu benda yang tinggi sebab
titik didihnya hanya 78C.
Pada pembuatan termometer terlebih dahulu ditetapkan titik tetap atas dan titik tetap
bawah. Titik tetap termometer tersebut diukur pada tekanan 1 atmosfer. Di antara kedua
titik tetap tersebut dibuat skala suhu. Penetapan titik tetap bawah adalah suhu ketika es
melebur dan penetapan titik tetap atas adalah suhu saat air mendidih.
Berikut ini adalah penetapan titik tetap pada skala termometer.
a. Termometer Celcius
Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 100. Diantara titik
tetap bawah dan titik tetap atas dibagi 100 skala.
b. Termometer Reaumur
Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 80. Di antara titik tetap
bawah dan titik tetap atas dibagi menjadi 80 skala.
c. Termometer Fahrenheit
Titik tetap bawah diberi angka 32 dan titik tetap atas diberi angka 212. Suhu es yang
dicampur dengan garam ditetapkan sebagai 0F. Di antara titik tetap bawah dan titik
tetap atas dibagi 180 skala.
d. Termometer Kelvin
Pada termometer Kelvin, titik terbawah diberi angka nol. Titik ini disebut suhu mutlak,
yaitu suhu terkecil yang dimiliki benda ketika energi total partikel benda tersebut nol.
Kelvin menetapkan suhu es melebur dengan angka 273 dan suhu air mendidih dengan
angka 373. Rentang titik tetap bawah dan titik tetap atas termometer Kelvin dibagi 100
skala.
Perbandingan Skala Termometer

Perbandingan skala antara temometer Celcius, termometer Reaumur, dan


termometer Fahrenheit adalah
C : R : F = 100 : 80 : 180
C:R:F= 5 : 4 : 9
Dengan memperhatikan titik tetap bawah 0C = 0R = 32F, maka hubungan skala C, R,
dan F dapat ditulis sebagai berikut:
Hubungan skala Celcius dan Kelvin adalah
tK = tC + 273 K
Kita dapat menentukan sendiri skala suatu termometer. Skala termometer yang kita buat
dapat dikonversikan ke skala termometer yang lain apabila pada saat menentukan titik
tetap kedua termometer berada dalam keadaan yang sama.
Misalnya, kita akan menentukan skala termometer X dan Y. Termometer X dengan titik
tetap bawah Xb dan titik tetap atas Xa. Termometer Y dengan titik tetap bawah Yb dan titik
tetap atas Ya. Titik tetap bawah dan titik tetap atas kedua termometer di atas adalah suhu
saat es melebur dan suhu saat air mendidih pada tekanan 1 atmosfer.
Dengan membandingkan perubahan suhu dan interval kedua titik tetap masing-masing
termometer, diperoleh hubungan sebagai berikut.

Keterangan:
Xa = titik tetap atas termometer X
Xb = titik tetap bawah termometer X
Tx = suhu pada termometer X
Ya = titik tetap atas termometer Y
Yb = titik tetap bawah termometer Y
Ty = suhu pada termometer Y
Kalor
adalah bentuk Energi yang berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Jika suatu benda
menerima / melepaskan kalor maka suhu benda itu akan naik/turun atau wujud benda
berubah.
1 kalori: adalah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air sebesar 1C.
1 kalori = 4.18 joule atau 1 joule = 0.24 kalori
Kapasitas kalor (C): adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh zat untuk menaikkan
suhunya 1C (satuan kalori/C).
Kalor jenis (c): adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 gram atau 1
kg zat sebesar 1C (satuankalori/gram.C atau kkal/kg C).
Kalor yang digunakan untuk menaikkan/menurunkan suhu tanpa mengubah wujud zat,
mempunyai persamaan :
Q = m. c. T karena C = m .c
Q = C . T
hubungan antar Q, m, c, C dan t
Keterangan :
Q = kalor yang di lepas/diterima (kalori, Joule)
C = kapasitas kalor ( kal/C, Joule/K)
m = massa benda ( gram. kg)
c = kalor jenis benda (kal/grC, Joule/kg K)
t = kenaikan/penurunan suhu, perubahan suhu (C, K)

Perpindahan kalor
Pada suatu benda dapat melalui beberapa metode, hal ini karena kalor merupakan energi
yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Pada
waktu memasak air, kalor berpindah dari api ke panci lalu ke air. Pada waktu menyetrika,
kalor berpindah dari setrika ke pakaian. Demikian juga pada waktu berjemur, badan kita
terasa hangat karena kalor berpindah dari matahari ke badan kita.

Metode Perpindahan Kalor


Ada tiga cara kalor berpindah dari satu benda ke benda yang lain, yaitu konduksi, kenveksi,
dan radiasi.

Perpindahan Kalor Secara Konduksi


kehidupan sehari-hari. Coba pegang leher kita! Terasa hangat, bukan? Hal ini menunjukkan
ada kalor yang mengalir ke tangan kita. Demikian jika sepotong sendok makan yang kita
bakar pada api lilin, lama kelamaan tangan kita merasakan hangat dan akhirnya panas.
Peristiwa perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel-
partikelnya disebut konduksi.
Ujung besi yang dipanaskan menyebabkan ujung yang lain ikut panas.

Perpindahan kalor dengan cara konduksi disebabkan karena partikel-partikel penyusun jung
zat yang bersentuhan dengan sumber kalor bergetar. Makin besar getarannya, maka energi
kinetiknya juga makin besar. Energi kinetik yang besar menyebabkan partikel tersebut
menyentuh partikel di dekatnya, demikian seterusnya sampai akhirnya kita merasakan
panas. Besarnya aliran kalor secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut.

Jika merupakan kelajuan hantaran kalor (banyaknya kalor yang mengalir per satuan
waktu) dan T = T2 T1 , maka persamaan di atas menjadi seperti berikut.

H=kA
Keterangan:
Q : banyak kalor yang mengalir (J)
A : luas permukaan (m2)
t : perbedaan suhu dua permukaan (K)
d : tebal lapisan (m)
k : konduktivitas termal daya hantar panas (J/ms K)
t : lamanya kalor mengalir (s)
H : kelajuan hantaran kalor (J/s)
Setiap zat memiliki konduktivitas termal yang berbeda-beda. Konduktivitas termal beberapa
zat ditunjukkan pada tabel berikut.

Konduktivitas Termal Beberapa Zat


Ditinjau dari konduktivitas termal (daya hantar kalor), benda dibedakan menjadi dua
macam, yaitu konduktor kalor dan isolator kalor. Konduktor kalor adalah benda yang
mudah menghantarkan kalor. Hampir semua logam termasuk konduktor kalor, seperti
aluminium, timbal, besi, baja, dan tembaga. Isolator kalor adalah zat yang sulit
menghantarkan kalor. Bahanbahan bukan logam biasanya termasuk isolator kalor, seperti
kayu, karet, plastik, kaca, mika, dan kertas.
Berikut contoh alat-alat yang menggunakan bahan isolator dan konduktor kalor.
a. Alat-alat yang menggunakan bahan isolator kalor, antara lain:
1) pegangan panci presto,
2) pegangan setrika, dan
3) pegangan solder.
b. Alat-alat yang menggunakan bahan konduktor kalor, antara lain:
1) kawat kasa,
2) alat-alat untuk memasak,
3) setrika listrik, dan
4) kompor listrik.

Perpindahan Kalor Secara Konveksi


Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat.
Perpindahan kalor secara konveksi dapat terjadi pada zat cair dan gas.
a. Konveksi pada Zat Cair
Ternyata zat warna bergerak mengalir berlawanan arah jarum jam. Mula-mula air yang
dipanaskan naik, kemudian membelok ke kiri mengikuti bentuk alat konveksi, lalu
turun, dan membelok lagi ke tempat yang dipanaskan, begitu seterusnya. Hal ini dapat
terjadi karena massa jenis partikel-partikel air yang dipanaskan akan mengecil
sehingga bagian air ini akan terangkat ke atas, sedangkan bagian air yang semula
berada di atas akan turun karena massa jenis partikel-partikelnya lebih besar. Itulah
yang menyebabkan aliran partikelpartikel air pada alat konveksi terjadi.
Jadi, perpindahan kalor secara konveksi terjadi karena adanya perbedaan massa jenis
zat. Konveksi air banyak dimanfaatkan dalam pembuatan sistem aliran air panas di
hotel, apartemen, atau perusahaan-perusahaan besar.
b. Konveksi pada Gas
Ternyata asap di atas cerobong yang tidak dipanaskan akan bergerak turun ke dalam
kotak lalu mengalir ke atas lilin dan keluar lagi melalui cerobong yang dipanaskan. Hal
ini terjadi karena udara di dalam kotak yang terkena panas lilin, massa jenisnya
mengecil dan terangkat ke atas melalui cerobong yang dipanaskan, sedangkan massa
jenis asap lebih besar sehingga akan bergerak turun masuk ke dalam kotak.
Contoh konveksi udara dalam kehidupan sehari-hari, antara lain, sebagai berikut.
1. Sistem ventilasi rumah. Udara panas di dalam rumah akan bergerak naik dan keluar
melalui ventilasi. Tempat yang ditinggalkan akan diisi oleh udara dingin melalui
ventilasi yang lain sehingga udara di dalam rumah lebih segar.
2. Cerobong asap pabrik. Pada pabrik-pabrik, udara di sekitar tungku pemanas
suhunya lebih tinggi daripada udara luar, sehingga asap pabrik yang massa jenisnya
lebih kecil dari udara luar akan bergerak naik melalui cerobong asap.
3. Angin laut dan angin darat. Pada siang hari daratan lebih cepat panas daripada
lautan. Udara di daratan memuai sehingga massa jenisnya mengecil dan bergerak
naik ke atas. Tempat yang ditinggalkan akan diisi oleh udara dingin dari laut, maka
terjadilah angin laut. Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat dingin
daripada lautan. Udara di atas laut memuai, massa jenisnya mengecil dan bergerak
ke atas. Tempat yang ditinggalkannya akan diisi oleh udara dingin dari darat, maka
terjadilah angin darat.

Proses terjadinya angin darat dan laut


Adapun secara empiris laju perpindahan kalor secara konveksi dapat dirumuskan sebagi
berikut.
H = h A T4
Keterangan
H : laju perpindahan kalor (W)
A : luas permukaan benda (m )
T : t2 t1 = perbedaan suhu (K atau C)
h : koefisien konveksi (Wm-2K-4 atau Wm-2(C)4)

Perpindahan Kalor Secara Radiasi


Pernahkah kita berpikir, bagaimana panas matahari sampai ke bumi? kita ketahui bahwa di
antara matahari dan bumi terdapat lapisan atmosfer yang sulit menghantarkan panas
secara konduksi maupun konveksi. Selain itu, di antara matahari dan bumi juga terdapat
ruang hampa yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan kalor. Dengan demikian,
perpindahan kalor dari matahari sampai ke bumi tidak memerlukan perantara. Perpindahan
kalor yang tidak memerlukan zat perantara (medium) disebut radiasi.
Setiap benda mengeluarkan energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik. Laju radiasi dari
permukaan suatu benda berbanding lurus dengan luas penampang, berbanding lurus
dengan pangkat empat suhu mutlaknya, dan tergantung sifat permukaan benda tersebut.
Secara matematis dapat di tulis sebagai berikut.
H = Ae T4
Keterangan:
H : laju radiasi (W)
A : luas penampang benda (m2)
T : suhu mutlak (K)
e : emisitas bahan
: tetapan Stefan-Boltzmann (5,6705119 10-8 W/mK4)

F. PENDEKATAN, MODEL DAN METODE


Pendekatan : Scientific
Model : Problem Based Learning
Metode : Diskusi, Demonstrasi dan Eksperimen

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1 (3 x 45 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Salam dan Doa 10
Mengkondisikan kelas dan mengabsen siswa
Apersepsi dan motivasi
Bagaimana kamu tahu suatu benda panas atau dingin?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan rancangan/teknik penilaian
Kegiatan Inti Guru menayangkan gambar beberapa jenis termometer untuk 115
kemudian mendefinisikan suhu
Siswa memperhatikan tayangan guru dan mendefinisikan suhu
Guru memperagakan cara menggunakan dan membaca
termometer
Siswa memperhatikan peragaan guru
Guru meminta siswa mencari informasi tentang macam-
macam termometer suhu dan mengidentifikasi perbedaannya
Siswa mencari informasi tentang macam-macam termometer
suhu dan mengidentifikasi perbedaannya
Guru meminta siswa menyajikan temuannya dan siswa lain
menanggapi
Siswa menyajikan temuannya dan saling menanggapi
Penutup Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran 10
Refleksi
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya
Pertemuan 2 (3 x 45 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Salam dan Doa 10
Mengkondisikan kelas dan mengabsen siswa
Apersepsi dan motivasi
Jika suhu sebuah benda 30 oC, berapakah nilai pengukurannya
pada skala Fahrenheit?
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan rancangan/teknik penilaian
Kegiatan Inti Guru menjelaskan konversi suhu dari beberapa satuan suhu 115
yang umum dipelajari
Siswa menyimak penjelasan guru
Guru memberikan permasalahan (perhitungan) tentang
konversi suhu dari satu satuan suhu ke satuan lain dan
meminta siswa menemukan pemecahan masalahnya
Siswa mengidentifikasi masalah yang diberikan guru untuk
kemudian mencari pemecahan masalahnya
Guru meminta beberapa siswa untuk menyajikan hasil
pekerjaannya di depan kelas, dan siswa yang lain menanggapi
Siswa menyajikan hasil pekerjaannya di depan kelas dan
saling menanggapi
Penutup Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran 10
Refleksi
Guru memberikan tugas/PR yang berkaitan dengan masalah
perhitungan pada konversi suhu
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya

Pertemuan ke-3 (3 x 45 menit)


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Salam dan Doa 10
Mengkondisikan kelas dan mengabsen siswa
Apersepsi dan motivasi
Pernahkah kamu tidur di lantai yang dingin selama beberapa
saat, kemudian merasakan bahwa tubuhmu terasa dingin
sedangkan lantai terasa lebih hangat dari sebelumnya?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan rancangan/teknik penilaian
Kegiatan Inti Guru meminta siswa mengumpulkan tugas/PR dari pertemuan 115
sebelumnya dan membahas soal yang dianggap sulit oleh
siswa
Siswa mengumpulkan tugas/PR dari pertemuan sebelumnya
Guru menayangkan video tentang kalor dan perubahan wujud
zat yang menerima dan melepaskan kalor, untuk kemudian
meminta siswa mendefinisikan kalor dan perubahan-
perubahan kalor
Siswa memperhatikan tayangan yang disajikan guru dan
kemudian mendefinisikan kalor dan perubahan-perubahan
kalor
Guru memberikan permasalahan tentang perhitungan kalor
yang bekerja pada sebuah benda untuk kemudian meminta
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
siswa mencari pemecahan masalahnya
Siswa mengidentifikasi masalah yang diberikan guru untuk
kemudian mencari pemecahan masalahnya
Guru meminta beberapa siswa untuk menyajikan hasil
pekerjaannya di depan kelas, dan siswa yang lain menanggapi
Siswa menyajikan hasil pekerjaannya di depan kelas dan
saling menanggapi
Penutup Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran 10
Refleksi
Guru memberikan tugas/PR tentang permasalahan yang
berkaitan dengan perhitungan kalor
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya

Pertemuan 4 (3 x 45 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Salam dan Doa 10
Mengkondisikan kelas dan mengabsen siswa
Apersepsi dan motivasi
Apa yang terjadi jika air yang bersuhu panas dicampur
dengan air yang bersuhu dingin?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan rancangan/teknik penilaian
Kegiatan Inti Guru meminta siswa mengumpulkan tugas/PR dari pertemuan 115
sebelumnya dan membahas soal yang dianggap sulit oleh
siswa
Siswa mengumpulkan tugas/PR dari pertemuan sebelumnya
Guru memperagakan pencampuran dua zat cair yang berbeda
suhu untuk kemudian meminta siswa mengidentifikasi tentang
Asas Black
Siswa memperhatikan peragaaan yang dilakukan guru dan
kemudian mengidentifikasi tentang Asas Black
Siswa merumuskan bunyi Asas Black
Guru memberikan permasalahan (perhitungan) tentang
perubahan kalor menurut Asas Black dan meminta siswa
menemukan pemecahan masalahnya
Siswa mengidentifikasi masalah yang diberikan guru untuk
kemudian mencari pemecahan masalahnya
Guru meminta beberapa siswa untuk menyajikan hasil
pekerjaannya di depan kelas, dan siswa yang lain menanggapi
Siswa menyajikan hasil pekerjaannya di depan kelas dan
saling menanggapi
Penutup Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran 10
Refleksi
Guru memberikan tugas/PR yang berkaitan dengan masalah
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
perhitungan pada Asas Black
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya

Pertemuan ke-5 (3 x 45 menit)


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Salam dan Doa 10
Mengkondisikan kelas dan mengabsen siswa
Apersepsi dan motivasi
Pernahkah kamu memperhatikan kenapa pegangan panci,
wajan dan peralatan masak lainnya, pada umumnya dibuat
dari kayu, plastik atau isolator yang lain?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan rancangan/teknik penilaian dan
membentuk kelompok
Kegiatan Inti Guru meminta siswa mengumpulkan tugas/PR dari pertemuan 115
sebelumnya dan membahas soal yang dianggap sulit oleh
siswa
Siswa mengumpulkan tugas/PR dari pertemuan sebelumnya
Guru melakukan demonstrasitentang perpindahan kalor secara
konduksi dan konveksi dan meminta siswa melakukannya di
kelompoknya masing-masing untuk kemudian
menyimpulkannya
Siswa memperhatikan demonstrasi guru dan kemudian
melakukannya di kelompoknya masing-masing untuk
kemudian membuat kesimpulan tentang perpindahan kalor
Guru meminta siswa mencari informasi mengenai macam-
macam perpindahan kalor
Siswa mencari informasi mengenai macam-macam
perpindahan kalor
Guru meminta beberapa kelompok siswa untuk menyajikan
hasil temuannya di depan kelas dan siswa lain menanggapi
Kelompok siswa menyajikan hasil temuannya di depan kelas
dan saling menanggapi
Penutup Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran 10
Refleksi
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya

Pertemuan 6 (3 x 45 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Salam dan Doa 10
Mengkondisikan kelas dan mengabsen siswa
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Apersepsi dan motivasi
Bagaimana menghitung laju perpindahan kalor secara
konduksi, konveksi dan radiasi?
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan rancangan/teknik penilaian
Kegiatan Inti Guru menjelaskan besaran-besaran fisis dalam perpindahan 115
kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi
Siswa menyimak penjelasan guru
Guru memberikan permasalahan (perhitungan) tentang
perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi
Siswa mengidentifikasi masalah yang diberikan guru untuk
kemudian mencari pemecahan masalahnya
Guru meminta beberapa siswa untuk menyajikan hasil
pekerjaannya di depan kelas, dan siswa yang lain menanggapi
Siswa menyajikan hasil pekerjaannya di depan kelas dan
saling menanggapi
Penutup Guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran 10
Refleksi
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya

Pertemuan ke-7 (2 x 45 menit)


Evaluasi KD 3.3 dan 4.3

H. Penilaian
1. PENILAIAN SIKAP
Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap
Tanggung
Nama Siswa/ Santun Teliti Disiplin Nilai
No Jawab
Kelompok
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
N
Keterangan:
4 = jika empatindikator terlihat.
3 = jika tiga indikator terlihat.
2 = jika dua indikator terlihat
1 = jika satu indikator terlihat
Indikator Penilaian Sikap:
1. Santun
a. Berinteraksi dengan teman secara ramah
b. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan
c. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
d. Berperilaku sopan

2. Tanggung Jawab
a. Pelaksanaan tugas secara teratur
b. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
c. Mengajukan usul pemecahan masalah
d. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
3. Teliti
a. Mengerjakan tugas dengan jawaban yang lengkap
b. Menggunakan satuan-satuan yang tepat
c. Mengerjakan setiap permasalahan yang diberikan
d. Menghitung dengan tepat
4. Disiplin
a. Tertib mengikuti instruksi
b. Mengerjakan tugas tepat waktu
c. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
d. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
Nilai akhir sikap diperolel dari modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek
sikap di atas.
Kategori nilai sikap:
Sangat Baik : apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1

2. PENILAIAN PENGETAHUAN
Tes Tertulis
1. Jelaskan pengertian suhu!
2. a. Sebutkan 4 macam termometer berdasarkan skalanya!
b. Sebutkan 3 keunggulan termometer air raksa!
3. Jelaskan perbedaan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi!
4. Suhu air dalam suatu tangki menunjukkan angka 131 F. Tentukan besar suhu jika
diukur dengan termometer berskala:
a. Celcius
b. Kelvin
5. Jelaskan pengertian kalor!
6. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar kalor yang bekerja pada suatu
benda!
7. Berapakah kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 2 kg air dari suhu 32C
hingga 80C. (kalor jenis air = 4200 J/KgC)?
8. Jelaskan macam-macam perubahan wujud pada benda baik yang melepaskan
kalor dan yang menerima kalor!
9. Penggaris sepanjang 1 m terbuat dari besi dengan koefisien muai panjang 1,2 x
10-5 /K, Jika penggaris dipanaskan dari suhu 10 0C menjadi suhu 1100C, hitung
panjang penggaris!
10. Sebanyak 1 kg tembaga dipanaskan dengan kalor sebesar 3900 Joule. Jika suhu
yang digunakan selama pemanasan 100C, hitung besar kalor jenis tembaga!
Jawaban:
1. Suhu adalah derajat panas dan dinginnya suatu benda
2. a. termometer celcius, reamur, kelvin dan fahrenheit
b. mengkilap
tidak membasahi dinding
titik didihnya tinggi dan titik bekunya rendah
3. a. konduksi = perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan molekul-molekul
penghantarnya
b. konveksi = perpindahan kalor disertai perpindahan molekul-molekul
penghantarnya
c. radiasi = perpindahan kalor tanpa memerlukan medium perantara
4. a. Tc = 55C
b. TK = 328K
5. Kalor adalah perpindahan energi dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang
suhunya lebih rendah
6. a. massa benda
b. kalor jenis benda
c. perubahan suhu
7. Q = 403.200 Joule
8. a. melepaskan kalor : membeku, mengembun, mengkristal/menyublim
b. menerima kalor: mencair, menguap, menyublim
9. L = 1,0012 m
10. c = 39 Joule/kgC
Norma Penilaian :
Jawaban benar tiap nomor maksimal = 1
Nilai = skor yang diperoleh x 10

3. PENILAIAN KETERAMPILAN
4.3 Menyaji hasil penyelidikan mengenai perpindahan kalor

NO. Aspek yang dinilai Nilai mak Nilai didapat


1 Persiapan kerja 4
2 Keterampilan saat eksperimen 4
3 Penyajian hasil eksperimen 4
Total Nilai 12
total skor yang diperoleh
NILAI AKHIR = x 100
12

RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN

Aspek yang Capaian Nilai


NO. 1 2 3 4
dinilai
Persiapan Persiapan kerja Persiapan kerja Persiapan kerja
kerja (alat, (alat, bahan, (alat, bahan, (alat, bahan,
bahan, lembar lembar kerja, lembar kerja, lembar kerja)
Persiapan
1 kerja, dll) dll) tidak dll) lengkap tapi lengkap dan
Kerja
tidak lengkap lengkap, tapi tidak tersusun tersusun rapi
dan tidak tersusun rapi rapi
tersusun rapi
Keterampilan Tidak terampil Cukup terampil Terampil dalam Sangat terampil
2 saat dalam dalam eksperimen dalam
eksperimen eksperimen eksperimen eksperimen
Laporan hasil Laporan hasil Laporan hasil Laporan hasil
eksperimen eksperimen eksperimen eksperimen
Penyajian
disajikan tidak disajikan tidak disajikan disajikan dengan
3 hasil
rapi dan tidak rapi namun dengan rapi rapi dan lengkap
eksperimen
lengkap lengkap namun tidak
lengkap

G. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media, Alat dan Bahan
Papan Tulis dan Spidol
Laptop
Power Point Materi
LCD Proyektor
Termometer
Bunsen
Gelas Kimia
Air dan pewarna air
Batang Besi

2. Sumber belajar
Sutejo dan Purwoko, 2009. Fisika 1 SMK Kelas X Kelompok Teknologi, Kesehatan dan
Pertanian. Jakarta: Yudhistira.
Internet
Bekasi, Juli 2017
Mengetahui,
Kepala SMK Negeri 6 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran

Dra. Dyah Sulistyaningsih, M.Pd Junaedi Hidayat, S.Pd


NIP. 19630817 199802 2 001 NIP.