Anda di halaman 1dari 22

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 6 Kota Bekasi


Mata Pelajaran : FISIKA
Kelas /Semester : X/2
Alokasi Waktu : 6 JP (2 x pertemuan)

A. Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
3.12 Menerapkan hukum- hukum termodinamika.
4.12 Menunjukkan cara kerja alat sederhana yang berhubungan dengan
termodinamika..

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


Pengetahuan
3.12.1 Mendeskripsikan usaha, kalor, dan energi dalam berdasarkan hukum utama
termodinamika
3.12.2 Menganalisis proses gas ideal berdasarkan grafik tekanan-volume (P-V)
3.12.3 Mendeskripsikan prinsip kerja mesin Carnot

Keterampilan
4.12.1 Menunjukkan cara kerja alat sederhana yang berhubungan dengan termodinamika

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat:
3.12.1.1 Mendeskripsikan usaha, kalor, dan energi dalam berdasarkan hukum utama
termodinamika
3.12.2.1 Menganalisis proses gas ideal berdasarkan grafik tekanan-volume (P-V)
3.12.3.1 Mendeskripsikan prinsip kerja mesin Carnot
Disediakan termometer, batang besi, bunsen, air, peserta didik akan dapat:
4.12.1.1 Menunjukkan cara kerja alat sederhana yang berhubungan dengan termodinamika

E. Materi Pembelajaran

THERMODINAMIKA

1. GAS IDEAL

Definisi mikroskopik gas ideal :

a. Suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan molekul.

b. Molekul-molekul bergerak secara serampangan dan memenuhi


hukum-hukum gerak Newton.

c. Jumlah seluruh molekul adalah besar

d. Volume molekuladalah pecahan kecil yang dapat diabaikan dari


volume yang ditempati oleh gas tersebut.

e. Tidak ada gaya yang cukup besar yang beraksi pada molekul tersebut
kecuali selama tumbukan.

f. Tumbukannya eleastik (sempurna) dan terjadi dalam waktu yang


sangat singkat.

Jumlah gas di dalam suatu volume tertentu biasanya dinyatakan dalam mol.
Misalkan suatu gas ideal ditempatkan dalam suatu wadah (container) yang
berbentuk silinder

Hukum Boyle : Bila gas dijaga dalam


temperatur konstan, tekanannya ber-
banding terbalik dengan volume.

Hukum Charles & Gay-Lussac : Jika


tekanan gas dijaga konstan, volume
berbanding lurus dengan temperatur.

Kesimpulan tersebut dapat dirangkaum


sebagai persamaan keadaan gas ideal :

pV = nRT

R : konstanta gas universal

= 8,31 J/mol .K

= 0,0821 Lt . atm/mol.K
2. KALOR dan USAHA

Kalor dan usaha sama-sama berdimensi tenaga (energi). Kalor


merupakan tenaga yang dipindahkan (ditransferkan) dari suatu benda ke
benda lain karena adanya perbedaan temperatur. Dan bila transfer tenaga
tersebut tidak terkait dengan perbedaan temperatur, disebut usaha (work).

dy

Mula-mula gas ideal menempati ruang dengan volume V dan tekanan p. Bila
piston mempunyai luas penampang A maka gaya dorong gas pada piston F
= pA.
Dimisalkan gas diekspansikan (memuai) secara quasistatik, (secara pelan-
pelan sehingga setiap saat terjadi kesetimbangan), piston naik sejauh dy,
maka usaha yang dilakukan gas pada piston :

dW = F dy

= p A dy

A dy adalah pertambahan volume gas,

dW = p dV

Bila volume dan tekanan mula-mula V i dan pi dan volume dan tekanan akhir
Vf dan pf , maka usaha total yang dilakukan gas :

Vf

W = p dV

Vi

pi i

pf f
V

Vi Vf

Kerja yang dilakukan gas pada saat ekspansi dari keadaan awal ke keadaan
akhir adalah luas dibawah kurva dalam diagram pV.

P P P
pi i pi i i

pf f pf f pf f f
V V
V
Vi Vf Vi Vf Vi Vf

Tampak bahwa usaha yang dilakukan dalam setiap proses tidak sama,
walaupun mempunyai keadaan awal dan keadaan akhir yang sama.

Usaha yang dilakukan oleh sebuah sistem bukan hanya tergan-tung


pada keadaan awal dan akhir, tetapi juga tergantung pada proses
perantara antara keadaan awal dan keadaan akhir.

Dengan cara yang sama,

kalor yang dipindahkan masuk atau keluar dari sebuah


sistemtergantung pada proses perantara di antara keadaan awal dan
keadaan akhir.

3. HUKUM PERTAMA THERMODINAMIKA

Suatu proses dari keadaan awal i ke keadaan akhir f, untuk setiap


keadaan perantara (lintasan) yang berbeda memberikan Q dan W yang
berbeda, tetapi mempunyai harga Q - W yang sama. Q - W hanya tergantung
pada keadaan awal dan keadaan akhir saja.

Q - W ini dalam termodinamika disebut perubahan tenga internal (U =


Uf - Ui ), sehingga :

U = Q - W

yang dikenal sebagai hukum pertama termodinamika, yang merupakan


hukum kekekalan energi.

Untuk perubahan infinitisimal :


dU = dQ - dW

4. KALOR JENIS GAS IDEAL

Secara mikroskopis, temperatur dari gas dapat diukur dari tenaga


kinetik translasi rata-rata dari molekul gas tersebut, Untuk molekul yang
terdiri satu atom, momoatomik, seperti He, Ne, gas mulia yang lain, tenaga
yang diterimanya seluruhnya digunakan untuk menaikkan tenaga kinetik
translasinya,oleh karena itu total tenaga internalnya :

U = 3/2 NkT = 3/2 nRT

Tampak bahwa U hanya merupakan fungsi T saja.

p
f

f T + T
i
T
V
Untuk suatu proses volume konstan (i -> f ), usaha yang diakukan gas :
W = p dV = 0, maka menurut hukum pertama termodinamika,

Q = U = 3/2 n R T

n cv T = 3/2 n R T

cv = 3/2 R

Seluruh kalor yang diterimanya, digunakan untuk menaikkan tenaga internal


sistem. cv adalah kalor jenis molar gas untuk volume konstan.

Untuk suatu proses volume konstan (i -> f ), usaha yang dilakukan gas W =
p dV = p V, maka menurut hukum pertama termodinamika
U = Q - W

= n cp T - p V

Karena kedua proses tersebut mempunyai temperatur awal dan akhir yang
sama maka U kedua proses sama.
n cv T = n cp T - p V

Dari pV = nRT diperoleh p V = n R T , maka

n cv T = n cp T - n R T

cp - c v = R

Karena cv = 3/2 R, maka cp = 5/2 R, perbandingan antara kuantitas tersebut

= cp / cv = 5/3

Untuk gas diatomik dan poliatomik dapat diperoleh dengan cara yang sama :

gas diatomik ( U = 5/2 nRT) : = 7/5

gas poliatomik (U = 3 nRT) : = 4/3

5. PROSES-PROSES DALAM TERMODINAMIKA

5.1. Proses Isokoris (volume konstan)

Bila volume konstan, p/T = konstan,

pi/ Ti = pf/Tf

p f

Pada proses ini V = 0, maka usaha yang dilakukan W = 0, sehingga

Q = U = n cv T

5.2. Proses Isobaris (tekanan konstan)

Bila tekanan konstan, V/T = konstan,

Vi/ Ti = Vf/Tf

p
i f

Pada proses ini usaha yang dilakukan W = p V = p (Vf - Vi ) , sehingga

U = Q - W

U = n cp T - p V

5.3. Proses Isotermis (temperatur konstan)

Bila temperatur konstan, pV = konstan,

piVi = pfVf

p i

Pada proses ini T = 0, maka perubahan tenaga internal U = 0, dan usaha


yang dilakukan :

W = p dV

p = nRT/V, maka

W = nRT (1/V) dV

W = nRT ln (Vf/Vi)

Q= W

5.4. Proses Adiabatis

Pada proses ini tidak ada kalor yang masuk, maupun keluar dari sistem, Q =
0. Pada proses adiabatik berlaku hubungan pV= konstan (buktikan),

piVi = pfVf
p i

f V

Usaha yang dilakukan pada proses adiabatis :

W = p dV

p = k/V , k = konstan , maka

W = (k/V ) dV

W = 1/(1-) { pfVf - piVi}

U = -W

6. PROSES TERBALIKKAN & PROSES TAK TERBALIKKAN

Secara alami kalor mengalir dari temperatur tinggi ke temperatur


rendah, tidak sebaliknya. Balok meluncur pada bidang, tenaga mekanik
balok dikonversikan ke tenaga internal balok & bidang (kalor) saat gesekan.
Proses tersebut termasuk proses tak terbalikkan (irreversible). Kita tidak
dapat melakukan proses sebaliknya.

Proses terbalikkan terjadi bila sistem melakukan proses dari keadaan


awal ke keadaan akhir melalui keadaan setimbang yang berturutan. Hal ini
terjadi secara quasi-statik. Sehingga setiap keadaan dapat didefinisikan
dengan jelas P, V dan T-nya. Sebaliknya pada proses irreversible,
kesetimbangan pada keadaan perantara tidak pernah tercapai, sehingga P,V
dan T tak terdefinisikan.

pasir p irreversible
f

i reversible

V
Reservoir kalor
7. MESIN KALOR

Rangkaian dari beberapa proses termodinamika yang berawal dan


berakhir pada keadaan yang sama disebut siklus.

p 2

1 4

Untuk sebuah siklus, T = 0 oleh karena itu U = 0. Sehingga

Q = W.

Q menyatakan selisih kalor yang masuk (Q1) dan kalor yang keluar (Q2) (Q =
Q1- Q2) dan W adalah kerja total dalam satu siklus.

7.1. Siklus Carnot

Tahun 1824 Sadi Carnot menunjukkan bahwa mesin kalor terbalikkan


adengan siklus antara dua reservoir panas adalah mesin yang paling efisien.

Siklus Carnot terdiri dari proses isotermis dan proses adiabatis.

Proses a-b : ekaspansi isotermal pada temperatur T h (temperatur tinggi).


Gas dalam keadaan kontak dengan reservoir temperatur tinggi. Dalam
proses ini gas menyerap kalor Th dari reservoir dan melakukan usaha W ab
menggerakkan piston.

Qh
a
b
d Qc c

Proses b-c : ekaspansi adiabatik. Tidak ada kalor yang diserap maupun
keluar sistem. Selama proses temperatur gas turun dari Th ke Tc
(temperatur rendah) dan melakukan usaha Wab .

Proses c-d : kompresi isotermal pada temperatur T c (temperatur tinggi).


Gas dalam keadaan kontak dengan reservoir temperatur rendah. Dalam
proses ini gas melepas kalor Q c dari reservoir dan mendapat usaha dari
luar Wcd.

Proses d-a : kompresi adiabatik. Tidak ada kalor yang diserap maupun
keluar sistem. Selama proses temperatur gas naik dari Tc ke Th dan
mendapat usaha Wda .

Efisiensi dari mesin kalor siklus Carnot :

= W/Qh = 1 - Qc /Qh

karena Qc /Qh = Tc /Th (buktikan)

maka

= 1 - Tc /Th

7.2. Mesin Bensin

Proses dari mesin bensin ini dapat didekati dengan siklus Otto.

Proses O-A : Udara ditekan masuk ke dalam silinder pada tekanan atmosfir
dan volume naik dari V2 menjadi V1.

Proses A-B : gas ditekan secara adiabatik dari V 1 menjadi V2 dan


temperaturnya naik Dari TA ke TB.

p
C

B D
O A

V2 V1 V

Proses B-C : terjadi proses pembakaran gas (dari percikan api busi), kalor
diserap oleh gas Qh. Pada proses ini volume dijaga konstan sehingga
tekanan dan temperaturnya naik menjadi pC dan TC..

Proses C-D : Gas berekspansi secara adiabatik, melakukan kerja WCD.

Proses D-A : kalor Qc dilepas dan tekanan gas turun pada volume konstan.

Proses A-O : dan pada akhir proses, gas sisa dibuang pada tekanan
atmosfir dan volume gas turun dari V1 menjadi V2..

Bila campuran udara-bahan bakar dianggap gas ideal, effisiensi dari siklus
Otto adalah :
-1
= 1 - 1/(V1/V2.) .

V1/V2. disebut rasio kompresi.

7.3. Mesin Diesel.

Mesin diesel diidealkan bekerja dengan siklus Diesel.

C
B

D
A
V2 V3 V1

Berbeda dengan mesin bensin, pembakaran gas dilakukan dengan


memberikan kompresi hingga tekanannya tinggi. Pada proses BC terjadi
pembakaran gas berekspansi sampai V 3 dan dilanjutkan ekspansi adiabatik
sampai V1. Rasio kompresi siklus Diesel lebih besar dari siklus Otto sehingga
lebih efisien.
7. 4. Heat Pumps dan Refrigerators.

Heat pump adalah peralatan mekanis untuk memanaskan atau


mendinginkan ruang dalam rumah/gedung. Bila berfungsi sebagai pemanas
gas yang bersirkulasi menyerap panas dari luar (eksterior) dan
melepaskannya di dalam ruang (interior). Bila difungsikan sebagai AC, siklus
dibalik.

Temperatur panas, Th

Qh

Qc

Temperatur dingin, Tc

Efektifitas dari heat pump dinyatakan dalam Coefisien of Perfoment (COP),

COP =Qh/W

Refrigerator, seperti dalam heat pump, memompa kalor Qc dari makanan di


dalam ruang ke luar ruangan.

COP = Qc/W

8. HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA

Mesin kalor yang telah dibahas sebelumnya menyatakan :

kalor diserap dari sumbernya pada temperatur tinggi (Qh)

Usaha dilakukan oleh mesin kalor (W).

Kalor dilepas pada temperatur rendah (Qc).

Dari kenyataan ini menujukkan bahwa efisiensi mesin kalor tidak pernah
berharga 100 %. karena Qc selalu ada dalam setiap siklus. Dari sini Kelvin-
Planck menyatakan :

Tidak mungkin membuat suatu mesin kalor, yang beroperasi pada


suatu siklus, hanyalah mentransformasikan ke dalam usaha semua
kalor yang diserapnya dari sebuah sumber.

Temperatur tinggi,Th Temperatur tinggi,


Th
Qh Qh

W W
Qc
Temperatur rendah, Tc Temperatur rendah, Tc
Mesin kalor Mesin kalor yang tidak mungkin

Sebuah heat pumps (atau refrigerator), menyerap kalor Qc dari reservoir


dingin dan melepaskan kalor Qh ke reservoir panas. Dan ini hanya mungkin
terjadi bila ada usaha/kerja yang dilakukan pada sistem. Clausius
menyatakan :

Untuk suatu mesin siklis maka tidak mungkin untuk menghasilkan


tidak ada efek lain, selain daripada menyampaikan kalor secara
kontinyu dari sebuah benda ke benda lain yang bertemperatur lebih
tinggi.

Temperatur tinggi,Th Temperatur tinggi,


Th

Qh Qh

Qc Qc

Temperatur rendah, Tc Temperatur rendah, Tc

Refrigerator Refrigerator yang tak


mungkin
Secara sederhana, kalor tidak dapat mengalir dari objek dingin ke objek
panas secara spontan.

9. ENTROPI

Konsep temperatur muncul dalam hukum ke-nol termodinamika.


Konsep energi internal muncul dalam hukum pertama termodinamika. Dalam
hukum kedua termodinamika muncul konsep tentang entropi.

Misal ada proses terbalikkan, quasi-statik, jika dQ adalah kalor yang diserap
atau dilepas oleh sistem selama proses dalam interval lintasan yang kecil,

dS = dQ/T

Entropi dari alam naik bila proses yang berlangsung alamiah

Perubahan entropi dari suatu sistem hanya tergantung pada keadaan awal
dan keadaan akhir sistem.

S = dS = dQ/T

Untuk proses dalam satu siklus perubahan entropi nol S = 0.

Untuk proses adiabatik terbalikkan, tidak ada kalor yang masuk maupun
keluar sistem, maka S = 0. Proses ini disebut proses isentropik.

Entropi dari alam akan tetap konstan bila proses terjadi secara terbalikkan.

Untuk proses quasi-statik, terbalikkan, berlaku hubungan : dQ = dU + dW


dimana dW = pdV. Untuk gas ideal, dU = nc v dT dan P = nRT/V, oleh karena
itu

dQ = dU + pdV = ncv dT + nRT dV/V

bila dibagi dengan T

dQ/T = ncv dT/T + nR dV/V

S = dQ/T = ncv ln(Tf/Ti) + nR ln(Vf/Vi)

F. PENDEKATAN, MODEL DAN METODE


Pendekatan : Scientific
Model : Problem Based Learning
Metode : Diskusi, Demonstrasi dan Eksperimen

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1 (3 x 45 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Salam dan Doa 10

Motivasi dan Apersepsi:


- Bagaimana syarat benda dikatakan
menerima tekanan?

Prasyarat pengetahuan:
- Apakah yang dimaksud dengan usaha ?

Pra eksperimen:
Berhati-hatilah menggunakan mesin carnot
Kegiatan Inti Eksplorasi 115
Dalam kegiatan eksplorasi :
Menghitung usaha, kalor, dan/atau energi dalam
dengan menggunakan prinsip hukum utama
termodinamika dalam diskusi kelas (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Toleransi, Kerja keras,
Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Menganalisis karakteristik proses isobarik,
isokhorik, isotermik, dan adiabatik dalam diskusi
kelas. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi,
Kerja keras, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin
tahu, Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
Menghitung isobarik, isokhorik, isotermik, dan
adiabatik dalam diskusi kelas (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Toleransi, Kerja keras,
Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum
diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Toleransi, Kerja keras, Mandiri, Demokratis,
Rasa ingin tahu, Komunikatif, Tanggung
Jawab.);
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum
diketahui. (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Toleransi, Mandiri, Demokratis, Komunikatif,
Tanggung Jawab.);

Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok 10
yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
(nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi, Kerja
keras, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi
untuk membuat rangkuman. (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Toleransi, Kerja keras,
Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Guru memberikan tugas rumah berupa latihan
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
soal. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi,
Kerja keras, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin
tahu, Komunikatif, Tanggung Jawab.);

Pertemuan 2 (3 x 45 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Salam dan Doa 10
Mengkondisikan kelas dan mengabsen siswa

Prasyarat pengetahuan:
- Apakah yang dimaksud dengan usaha ?

Pra eksperimen:
- Berhati-hatilah menggunakan mesin carnot.


Kegiatan Inti Eksplorasi 115
Dalam kegiatan eksplorasi :
Menghitung usaha, kalor, dan/atau energi dalam
dengan menggunakan prinsip hukum utama
termodinamika dalam diskusi kelas (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Toleransi, Kerja keras,
Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Menganalisis efisiensi mesin kalor dan koefiseien
performans mesin pendingin Carnot dalam diskusi
pemecahan masalah (nilai yang ditanamkan:
Jujur, Toleransi, Kerja keras, Mandiri,
Demokratis, Rasa ingin tahu, Komunikatif,
Tanggung Jawab.);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
Menghitung efisiensi mesin kalor dan koefiseien
performans mesin pendingin Carnot dalam diskusi
pemecahan masalah (nilai yang ditanamkan:
Jujur, Toleransi, Kerja keras, Mandiri,
Demokratis, Rasa ingin tahu, Komunikatif,
Tanggung Jawab.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum
diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Toleransi, Kerja keras, Mandiri, Demokratis,
Rasa ingin tahu, Komunikatif, Tanggung
Jawab.);
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum
diketahui. (nilai yang ditanamkan: Jujur,
Toleransi, Mandiri, Demokratis, Komunikatif,
Tanggung Jawab.);

Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok 10


yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
(nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi, Kerja
keras, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi
untuk membuat rangkuman. (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Toleransi, Kerja keras,
Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Guru memberikan tugas rumah berupa latihan
soal. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi,
Kerja keras, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin
tahu, Komunikatif, Tanggung Jawab.);

Pertemuan ke-3 (3 x 45 menit)


Evaluasi KD 3.12 dan 4.12

H. Penilaian
1. PENILAIAN SIKAP
Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap
Tanggung
Nama Siswa/ Santun Teliti Disiplin Nilai
No Jawab
Kelompok
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
N
Keterangan:
4 = jika empatindikator terlihat.
3 = jika tiga indikator terlihat.
2 = jika dua indikator terlihat
1 = jika satu indikator terlihat
Indikator Penilaian Sikap:
1. Santun
a. Berinteraksi dengan teman secara ramah
b. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan
c. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat
d. Berperilaku sopan

2. Tanggung Jawab
a. Pelaksanaan tugas secara teratur
b. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
c. Mengajukan usul pemecahan masalah
d. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan
3. Teliti
a. Mengerjakan tugas dengan jawaban yang lengkap
b. Menggunakan satuan-satuan yang tepat
c. Mengerjakan setiap permasalahan yang diberikan
d. Menghitung dengan tepat
4. Disiplin
a. Tertib mengikuti instruksi
b. Mengerjakan tugas tepat waktu
c. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta
d. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif
Nilai akhir sikap diperolel dari modus (skor yang sering muncul) dari keempat aspek
sikap di atas.
Kategori nilai sikap:
Sangat Baik : apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1

2. PENILAIAN PENGETAHUAN
Tes Tertulis
1. Udara yang semula berada pada temperatur 30C dan tekanan 6 bar akan diekspansikan
menjadi keadaan akhir dengan temperatur 30C dan tekanan 2 bar. Ekspansi dilakukan
dengan cara pendinginan pada volume konstan diikuti dengan pemanasan pada tekanan
konstan sampai dicapai keadaan akhir. Udara dianggap mengikuti perilaku gas ideal:

PV = RT

dengan R = 83,14 cm3 bar mol-1 K-1. Hitung Q, W, U dan H untuk tiap alur proses dan
keseluruhan proses. Kapasitas panas CV = 2,5 R dan CP = 3,5 R.

Gambar proses tersebut dalam diagram PV.!


PENYELESAIAN:

a. Diagram PV
P1 = 6

P3 = 2

V1 V3
V

RT1 83,14 303,15


V1 = 4.200,93 cm3/mol
P1 6

V2 = V1 = 4.200,93 cm3/mol

T2
P2V2

2 4.200,93
= 101,06 K
R 83,14

V3
RT 3

83,14 303,15
= 12.602,78 cm3/mol
P3 2

b. Proses pendinginan pada V konstan


V2

W P dV 0
V1

T2

U CV dT CV T1 T2 2,5 83,14 101,06 303,15


T1

= 42.005,1 cm3 bar mol1

Q = U W = 42.005,1 0 = 42.005,1 cm3 bar mol1

T2

H C P dT C P T1 T2 3,5 83,14 101,06 303,15


T1

= 58.807,1 cm3 bar mol1

c. Proses pemanasan pada P konstan


V3

W P dV 2 (12.602,78 4.200,93) = 16.802,04 cm3 bar mol1


V2
T3

Q H CP dT CP T3 T2
T2

= 3,5 (83,14) (303,15 101,06) = 58.807,1 cm3 bar mol1

U = Q + W = 58.807,14 16.802,04 = 42.005,1 cm3 bar mol1

d. Keseluruhan proses
Q = 42.005,1 + 58. 807,14 = 16.802,04 cm3 bar mol1

W = 0 16.802,04 = 16.802,04 cm3 bar mol1

U = 42.005,1 + 42.005,1 = 0

H = 58.807,1 + 58.807,1 = 0

2. Udara sebanyak 0,03 kg mengalami proses siklis seperti pada gambar di bawah. Hitung
kerja/usaha yang dapat dihasilkan dari sistem tersebut, Udara dianggap mengikuti perilaku gas ideal, C V =
2,5 R dan CP = 3,5 R. Berat molekul udara rata-rata adalah 28,84.

100 kPa

V
0,002 m3 0,02 m3

PENYELESAIAN

30
n 1,04 mol
28,84

20 L
V3 V2 19,24 l mol
1,04 mol

2L
V1 1,924 l mol
1,04 mol

Titik 3:

P3 V3 nRT3

T3
P3 V3

1 bar 19,24 l mol 231,3 K
R 0,08314 l bar K mol
Hubungan antara titik 1 dan 3
C P 3,5
1,4
C V 2,5

P1 V1 P3 V3

1, 4
V 19,24
P1 P3 3 1 = 25,12 bar
V1 1,924

P1V1 nRT1

P1V1 25,12 bar 1,924 l mol


T1 581 K
nR 0,08314 l bar K mol
Titik 2

T2 = T1 = 581 K

Usaha yang dihasilkan:

V2 V2
dV V
W12 n P dV 1,04 mol RT 1,04 mol RT1 ln 2
V1 V1 V V1

19,24
1,04 mol 0,083141 l bar K mol 581 K ln = 115,7 l bar
1,924

V3
W23 n P dV 0
V2

W31 U 31 C V T1 T3 2,5 0,083141 l bar K mol 581 231,1 K 72,7 l bar

Wtotal W12 W23 W31 115,7 0 72,7 40,1 l bar

3. PENILAIAN KETERAMPILAN
4.3 Menyaji hasil penyelidikan mengenai perpindahan kalor

NO. Aspek yang dinilai Nilai mak Nilai didapat


1 Persiapan kerja 4
2 Keterampilan saat eksperimen 4
3 Penyajian hasil eksperimen 4
Total Nilai 12
total skor yang diperoleh
NILAI AKHIR = x 100
12

RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN

Aspek yang Capaian Nilai


NO. 1 2 3 4
dinilai
Persiapan Persiapan kerja Persiapan kerja Persiapan kerja
kerja (alat, (alat, bahan, (alat, bahan, (alat, bahan,
bahan, lembar lembar kerja, lembar kerja, lembar kerja)
Persiapan
1 kerja, dll) dll) tidak dll) lengkap tapi lengkap dan
Kerja
tidak lengkap lengkap, tapi tidak tersusun tersusun rapi
dan tidak tersusun rapi rapi
tersusun rapi
Keterampilan Tidak terampil Cukup terampil Terampil dalam Sangat terampil
2 saat dalam dalam eksperimen dalam
eksperimen eksperimen eksperimen eksperimen
Laporan hasil Laporan hasil Laporan hasil Laporan hasil
eksperimen eksperimen eksperimen eksperimen
Penyajian
disajikan tidak disajikan tidak disajikan disajikan dengan
3 hasil
rapi dan tidak rapi namun dengan rapi rapi dan lengkap
eksperimen
lengkap lengkap namun tidak
lengkap

G. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media, Alat dan Bahan
Papan Tulis dan Spidol
Laptop
Power Point Materi
LCD Proyektor
Termometer
Bunsen
Gelas Kimia
Air dan pewarna air
Batang Besi

2. Sumber belajar
Sutejo dan Purwoko, 2009. Fisika 1 SMK Kelas X Kelompok Teknologi, Kesehatan dan
Pertanian. Jakarta: Yudhistira.
Internet

Bekasi, Juli 2017


Mengetahui,
Kepala SMK Negeri 6 Kota Bekasi Guru Mata Pelajaran

Dra. Dyah Sulistyaningsih, M.Pd Junaedi Hidayat, S.Pd


NIP. 19630817 199802 2 001 NIP.

Anda mungkin juga menyukai