Anda di halaman 1dari 2

Kelompok: 3 dan 4

Dampak Melemahnya Nilai Rupiah


Kita sama-sama tahu bahwa saat ini mata uang Indonesia yaitu rupiah sedang
sangat anjlok terhadap nilai dollar yang hingga saat ini tembus pada angka Rp 13000 per
1 USD. Berbagai alasanpun diutarakan pemerintah terkait mengapa hal ini bisa terjadi
dimana salah satu penyebabnya adalah karena memang pada saat ini perekonomian dunia
sedang mengalami gejolak.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada siang hari ini kembali anjlok setelah
sempat menguat pada perdagangan Senin (19/10/2015). Pada siang harinya nilai tukar
rupiah terhadap dolar AS terpantau berada di kisaran Rp 13.550 atau melemah 9,6 poin
(turun 0,07 persen).
Turunnya nilai tukar dolar tidak hanya berdampak pada negara Indonesia saja
namun juga berdampak pada banyak negara di dunia. Bahkan negara eropa yang terkenal
majupun juga ikut merasakan imbas dari krisi global ini.
Melemahnyanilaitukarrupiahyangterusberubahubahmenjadimasalahbagi
Indonesia,yaitumengakibatkanmenurunyakesejahteraanmasyarakat.Bagipelakubisnis
yangberbasisimpordenganpasardomestik. Ketikaterjadinilairupiahyangmelemah
membuat terjadinya ketimpangan pada barangbarang ekspor dan perusahaan yang
berorientasi pada bahan baku impor. Dimana barangbarang ekspor Indonesia lebih
berdayasaing,namundisisilainbiayamenjaditinggiterlebihbiayadariperusahaanyang
berhutangdalamdollarASataumenggunakanbahanbakuimpor. Bagipelakubisnis
yangberbasisimpordenganberorientasipadapasardomestik,melemahnyanilaitukar
rupiah berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi. Apabila kondisi ini terjadi
dalamkurunwaktuyanglama,makaakanberdampaklangsungpadapenurunannilai
perusahaan.
Perusahaan farmasi merupakan salah satu perusahaan yang terkena dampak
kenaikan harga dalam dollar AS karena membeli bahan baku dalam dollar AS dan
menjualprodukdalamrupiah.Secaraumum,dayabelimasyarakatjugaakanmenurun
karenakenaikanhargaharga.
Selain hal-hal tersebut akibat dari melonjaknya nilai tukar rupiah ini tentu sangat
berdampak bagi karyawan-karyawan Indonesia, dimana dihawatirkan akan terjadi PHK
masal di perusahaan-perusahaan dan industri di Indonesia yang menyebabkan
pengangguran dimana-dimana
Contohnya, Sebanyak 12 ribu pekerja di Kota Tangerang mengalami pemutusan
hubungan kerja (PHK) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. PHK banyak dialami para
pekerja industri padat karya.
Selain dampak-dampak tersebut, kenaikkan dolar bisa sangat menguntungkan
contohnya pada para pekerja yang bergaji dolar. Salah satu yang kian tenar adalah
internet marketer. Pelaku di bidang ini lebih banyak menggunakan dolar untuk segala
transaksinya. Saat dolar naik tentu mereka kebagian untung meski mungkin dampaknya
hanya sementara.
Salah satu faktor penguat dolar di pasar valuta asing adalah imbas dari devaluasi
mata uang China, yuan. Akibat devaluasi ini, nilai yuan jadi menurun di pasaran global.
Produk-produk China pun mau tidak mau mengalami penurunan harga. Hal ini
mengakibatkan tingkat invasi produk China ke negara-negara seluruh dunia meningkat,
salah satunya di Indonesia. Momen berkuasanya dolar ini harusnya digunakan oleh
pelaku kreatif untuk lebih mengasah kemampuannya. Dengan begitu, kita semua tak akan
khawatir jika benda berlabel made in China itu menyesaki pasar indonesia.
Sektor pariwisata ternyata juga mendapatkan imbas yang cukup besar dari
naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah. Akan banyak sekali turis yang datang atau
berbelanja di Indonesia karena murahnya biaya hidup di sini. Jika sebelumnya 100
dolar sama dengan 1,2 juta rupiah, saat ini 100 dolar menjadi 1,4 juta rupiah. Selisih yang
cukup signifikan ini akan menguntungkan mereka yang menggunakan dolar untuk
berwisata. Semakin banyak turis yang datang artinya geliat pariwisata di Indonesia akan
semakin bagus. Dampaknya, keuntungan besar bisa diterima Indonesia dari sektor yang
mulai berkembang ini.
Para pelaku di bidang ekspor mungkin akan mendulang untung lebih banyak.
Barang-barang yang mereka jual ke luar negeri mungkin harganya sama. (Dibayar
menggunakan dolar) Namun selisih harga dolar terhadap rupiah tentu menjadi untung
yang tak terbilang sedikit. Terlihat jelas bahwa peningkatan ekspor menunjukkan
dampakpositifsehinggaIndonesiamemperolehrezekinomplok. Meski demikian, kita
semua berharap rupiah terus menguat.