Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN

ANATOMI AMPHIBI Commented [WU1]: Cari bahasa bakunya

OLEH :

NAMA : NINDI SAPUTRI DELVI

NO. BP : 1610422011

KELOMPOK/KELAS : VII (TUJUH) / A

ANGGOTA KELOMPOK : I. TAUFIK RAHMAN (1610421012)


II. VIVY HERMANA PRATIW (1610421016) Commented [WU2]: Lengkapi nama teman sekelompok

III. ANISYAH AYU S. (1610421020)

ASISTEN KELOMPOK : RAHAYU PERTIWI

Commented [WU3]: bolt

LABORATORIUM TEACHING II

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG, 2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...................................................................................................... i

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1

1.1.LATAR BELAKANG ..................................................................... 1


1.2.TUJUAN .......................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 3

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM........................................................6

3.1. WAKTU DAN TEMPAT ................................................................6

3.2. ALAT DAN BAHAN .....................................................................6

3.3. CARA KERJA ................................................................................6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ...........................................................7

4.1 MARFOLOGI AMFIBI................................ 7

4.2 ANATOMI AMFIBI..8

4.3 OTOT PADA AMFIBI....................................................................10

4.4 SISTEM RANGKA AMFIBI .........................................................11

BAB V PENUTUP ............................................................................................11

5.1. KESIMPULAN ...............................................................................12

5.2. SARAN............................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

i
DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1. MORFOLOGI AMFIBI.........................................................................7 Commented [WU4]: Tambahkan pada

GAMBAR 2. ANATOMI AMFI..................................................................................8 Commented [WU5]: Amfi?

GAMBAR 3. OTOT PADA AMFIBI........................................................................10

GAMBAR 4. SISTEM RANGKA AMFIBI ..............................................................11

ii
3
BAB I
PENDAHULUAN Commented [WU6]: bolt

1.1 Latar Belakang Commented [WU7]: bolt

Anatomi hewan adalah ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian organ tubuh
hewan beserta fungsinya dalam pengamatan anatomi hewan, diperlukan adanya
pembedahan untuk mengetahui lebih jelas sisten organ pada hewan, khususnya organ
sistem pencernaan dan organ sistem pernafasan secara langsung. Hewan yang
dijadikan objek penelitian atau pengamatan adalah katak sawah (Fejervarya
cancrivora) yang termasuk dalam kelas amfibi karena dapat hidup di darat dan di air.
katak sawah (Fejervarya cancrivora) memiliki sistem pencernaan yang terdiri dari
saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Pada sistem pernafasan tersusun atas
celah glottis, laring, bronchus, bronkeolus, alveolus dan alveoli (Kusrini, 2007) Commented [WU8]: ganti
Dari penemuan-penemuan fosil yang luar biasa dan dilakukan selama lebih dari
20 tahun terakhir telah memungkinkan para ahli paleontologi menkonstruksi dengan
yakin tentang asal usul tetrapoda. Keanekaragaman tetrapoda yang luar biasa
muncul selama periode Devon dan Karbon, dan beberapa spesies mencapai panjang
2 m. Apabila menilai dari morfologi dan lokasi penemuan fosil, sebagian besar
tetrapoda awal ini mungkin tetap tak terpisahkan dari air, ciri yang juga dimiliki oleh
beberapa anggota kelompok tetrapoda yang masih ada, yang disebut amfibia
(Campbell, 2002). Commented [WU9]: Ganti

Amfibi adalah vertebrata yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar
dan di darat. Sebagian besar mengalami metamofosis dari berudu (aquatis dan
bernapas dengan insang) ke dewasa (amphibius dan bernapas dengan paru-paru),
namun beberapa jenis amphibius tetap memilki insang selama hidupnya. Jenis-jenis
sekarang tidak memiliki sisik luar, kulit biasanya tipis dan basah (Brotowidjoyo,
1989). Commented [WU10]: Masukkan ke paragraf 1

Amfibi umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata)


yang hidup didua alam yakni di air dan di daratan. Amphibia bertelur di air atau
menyimpan telurnya ditempat yang lembab dan basah. Ketika menetas larvanya yang
dinamakan berudu yang hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernafas dengan
insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa)
menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang
lebih kering dan bernapas dengan paru-paru (Kimball, 1992). Commented [WU11]: Paragraf 2

Amfibi juga berperan dalam penelitian mengenai anatomi vertebrata,


neurologi, fisiologi, embriologi, genetika, biologi evolusi, perilaku hewan dan
ekologi komunitas. Telur dan larva amfibi telah digunakan secara ekstensif dalam
studi toksikologi untuk melihat dampak kontaminan kimiawi yang dapat
mempengaruhi kesehatan manusia. Sekresi kulit dari beberapa jenis kini juga
dikembangkan sebagai antibiotika dan obat penghilang rasa sakit. Amfibi juga
penting untuk mengontrol hama serangga seperti nyamuk. Selain itu, karena

1
kehidupannya yang kompleks dimana mereka sangat tergantung pada habitat tertentu
untuk kawin, mencari makan dan istirahat, serta kondisi morfologinya yang khas
(kulit dan membran telur memiliki permeabilitas tinggi) maka beberapa jenis
merupakan bioindikator kesehatan lingkungan yang berharga (Duellman dan Trueb
1986). Commented [WU12]: ganti

Beberapa jenis katak, pada sisi tubuhnya memiliki lipatan kulit berkelenjar,
mulai dari belakang mata hingga di atas pangkal paha yang disebut lipatan
dorsolateral. Fejervarya cancrivora mempunyai mata berukuran besar, dengan pupil
mata horisontal dan vertikal. Beberapa jenis katak memiliki pupil mata berbentuk
berlian atau segi empat yang khas bagi masing-masing kelompok. Tubuh Fejervarya
cancrivora betina biasanya lebih besar daripada yang jantan. Ukuran katak dan
kodok di Indonesia bervariasi dari yang terkecil hanya 10 mm, dengan berat hanya
satu atau dua gram sampai jenis yang mencapai 280 mm dengan berat lebih dari
1500 gram (Iskandar, 1998).
Fejervarya cancrivora termasuk dalam ordo Anura dan memiliki ciri khas
diantaranya adalah tubuh berukuran besar dengan lipatan-lipatan kulit atau bintil-
bintil kulit yang memanjang dan pararel dengan sumbu tubuh. katak sawah bertubuh
kecil sampai agak gempal, dengan kaki yang kuat dan paha yang berotot besar.
Fejervarya cancrivora digunakan sebagai preparat dalam praktikum kali ini untuk
mewakili kelompok Amphibia. Fejervarya cancrivora dipilih karena kulitnya tidak
beracun. Selain itu, hewan ini memiliki struktur dan morfologinya mudah diamati
(Duellman and Trueb, 1986).
Praktikum tentang anatomi amphibi ini dilatarbelakangi oleh kurangnya
pengetahuan dan pemahaman tentang morfologi dari amphibi terutama Fejervarya
cancrivora dan kurangnya pemahaman tentang bagaimana membedakan Fejervarya
cancrivora jantan dan betina. Serta kurangnya pengetahuan tentang mekanisme
berbagai system dalam tubuh Fejervarya cancrivora. Organ-organ pada Fejervarya
cancrivora tersebut dapat diamati melalui pembedahan pada Fejervarya cancrivora.
Selain itu juga untuk mendukung pengetahuan tentang klasifikasi dan taksonomi
diperlukan adanya identifikasi dari morfologi dan anatomi Fejervarya cancrivora. Commented [WU13]: jangan gunakan kata2 kurangnya
pengetahuan...

1.2 Tujuan Commented [WU14]: bolt

Adapun tujuan dari praktikum anatomi amphibi ini yaitu agar praktikan mampu
memahami dan menjelaskan morfologi dan antaomi dari amphibi terutama pada
Fejervarya cancrivora dan dapat mengetahui otot dan rangka amphibi serta mampu
membedakan amphibi jantan dan betina. Commented [WU15]: samakan sekelompok

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA Commented [WU16]: bolt

Amfibi seperti kata harfiahnya yaitu berasal dari kata amphi ganda, bios hidup
artinya adalah hewan yang hidup di dua alam yaitu di air dan darat. Fase kehidupan
didalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak, keadan ini merupakan
fase berudu. Hewan deasa memiliki columna vertebralis dan biasanya extremitates
dengan digiti atau jari-jari yang berbeda-beda. Serta kulitnya licin dan tidak memilii
sisik atau pun rambut. Amphibia adalah salah satu hewan bertulang belakang
(vertebrata) yang suhu tubuhnya tergantung pada suhu lingkungan atau ectoterm.
Sebagaimana jenis hewan lainnya, amfibi pada umumnya sangat dipengaruhi oleh
kondisi iklim, tanah, topografi dan vegetasi, baik dalam areal sempit maupun luas,
akan saling berhubungan dan membentuk komunitas biotik (Brotowidjoyo, 1994)
Amphibia merupakan hewan yang hidup dengan bentuk kehidupan yang
mula-mula di air tawar kemudian dilanjutkan di darat. Fase kehidupan di dalam air
berlangsung sebelum alat reproduksi masak, keadaan ini merupakan fase larva yang
disebut berudu. Fase berudu ini menunjukkan sifat antara pisces dan reptilia. Sifat ini
menunjukkan bahwa Amphibia adalah kelompok chordata yang pertama kali hidup
di daratan. Beberapa pola menunjukkan pola baru yang disesuaikan dengan
kehidupan darat, misalnya: kaki, paru-paru, nares (hidung) yang mempunyai
hubungan dengan cavum oris dan alat penghidupan yang berfungsi dengan baik di
dalam air maupun di darat (Jasin, 1989).
Amphibi merupakan kelompok hewan dengan fase daur hidup yang
berlangsung di air dan di darat. Amphibi mempunyai kulit yang selalu basah dan
berkelenjar, berjari 4-5 atau lebih sedikit, tidak bersirip. Mata mempunyai kelopak
yang dapat digerakkan, mata juga mempunyai selaput yang menutupi mata pada saat
berada dalam air. Pada mulut terdapat gigi dan lidah yang dapat diulurkan. Pada saat
masih kecil (berudu) bernafas dengan insang. Setelah dewasa bernafas dengan
menggunakan paru-paru dan kulit. Suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan keadaan
lingkungan (Liswanto, 1998).
Amfibi adalah kelompok terkecil di antara vertebrata, dengan jumlah hanya
3.000 spesies. Seperti ikan dan reptilia, amfibi adalah hewan berdarah dingin. Ini
berarti amfibi tidak dapat mengatur suhu badannya sendiri.Untuk itu, amfibi
memerlukan matahari untuk menghangatkan badan.Awalnya amfibi mengawali
hidup di perairan dan melakukan pernapasan menggunakan insang.Seiring dengan
pertumbuhannya paru-paru dan kakinya berkembang dan amfibi pun dapat berjalan
di atas daratan.
Fejervarya cancrivora ini tidak hidup di perairan yang dalam dan
menggunakan sebagian besar waktunya di darat. Fejervarya cancrivora juga
memiliki bermacam-macam warna kulit dengan pola yang berlainan. Warna-warna
itu ditimbukan oleh pigmen-pigmen yang terdapat di dalam sel-sel pigmen di dalam
dermis. Sel pigmen ini biasa dinamakan menurut jenis pigmen yang dikandung.
Melanofora mengandung pigmen coklat dan hitam dan lipofora mengandung pigmen

3
merah, kuning dan orange. Amphibi juga mempunyai pigmen yang disebut
guanofora, mengandung kristal guanin yang dapat memproduksi efek putih terang.
Perubahan warna pada kulit Fejervarya cancrivora dapat terjadi karena stimulus
lingkungan, misalnya gelap, panas, dan dingin. Perubahan itu diatur melalui neuro-
endokrin. (Duellman and Trueb, 1986).
Klasifikasi Fejervarya cancrivora Sawah, adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Amphibia
Ordo : Anura
Familia : Ranidae
Genus : Fejervarya
Species : Fejervarya cancrivora Commented [WU17]: nama spesies dan genus dimiringkan.
Cari author dari fejervarya cancrivora siapa?
Vern name : Katak sawah
Commented [WU18]: sumber?

Warna Fejervarya cancrivora bermacam-macam dengan pola yang berlainan,


yaitu:
1. Melanopora, berupa warna pigmen yang dapat menyebabkan warna hitam
atau cokelat.
2. Lipopora berupa warna pigmen yang menyebabkan warna merah kuning.
3. Gaunopora berupa warna pigmen yang menyebabkan warna biru hijau.
Reproduksi amphibi berlangsung dengan perkawinan eksternal. Tubuhnya
mempunyai sistem urogenial artinya saluran kelamin dan saluran eksresi bergabung
satu dalam kloaka. Amphibi dibagi menjadi 3 ordo:
1. Stegoephalia, memiliki tulang tengkorak dan tulang pipi. Kebanyakan sudah
punah dan menjadi fosil. Stegoephalia yang masih hidup sampai sekarang
yaitu Ichtyopsis (bentuk seperti cacing tanpa kaki).
2. Caudata, tubuhnya dapat dibedakan antara kepala leher dan ekor.
3. Tubuh terdiri atas kepala dan leher yang menyatu. Sering tidak berleher, tidak
berekor. Kaki belakang lebih besar dibandingkan dengan kaki depan.
(Kimball, 1992). Commented [WU19]: paragrafkan

Kelas Amfibi dibagi menjadi tiga ordo yaitu, Ordo Urodela (yang berekor),
Ordo Anura (yang tak berekor), dan Ordo Apoda (yang tak berkaki) (Rinaldy, 2013). Commented [WU20]: menurut Rinaldy (2013) bahwa......

1. Amfibi Ordo Caudata (Urodela)


Caudata merupakan ordo amfibi yang memiliki ekor.Jenis ini memiliki tubuh
yang panjang, memiliki anggota gerak.Spesies Caudata ada yang bernafas dengan
insang dan ada juga yang bernafas dengan menggunakan paru-paru.Salamander yang
tidak mempunyai paru-paru maka bernafas menggunakan kulit dan lapisan
mulut.Tubuhnya terbagi antara kepala, tubuh dan ekor.Pada bagaian kepala terdapat
mata yang kecil.

4
Ada jenis salamander yang tidak pernah dewasa yaitu aksolot.Jadi salamander
ini tidak pernah berkembang melebihi tahap larva.Habitat dari salamander adalah di
dekat sungai, sungai ataupun kolam.Umumnya salamander memakan serangga.
2. Amfibi Ordo Anura
Anura merupakan amfibi yang tidak berekor pada saat dewasa.Namun pada
siklus hidupnya, ordo Anura atau yang lebih dikenal dengan katak ini memiliki ekor
saat pada fase berudu.Ordo ini sering dijumpai dengan tubuhnya seperti sedang
jongkok.Tubuhnya terbagi menjadi 3 bagian yaitu kepala, badan, dan anggota gerak
(tetrapoda).Kulitnya cenderung basah karena memiliki kelenjar lendir dibawah
kulitnya.Ciri yang paling mencolok adalah tekstur kulitnya, dimana kulit katak lebih
halus dari kodok juga bentuk tubuh katak yang lebih ramping dari pada kodok.Kodok
dan katak menggunakan kaki belakangnya untuk melompat.Pada pertengahan
lompatan, kaki belakang kodok teregang sepenuhnya, kaki depannya ditahan
kebelakang, dan kedua matanya tertutup untuk perlindungan.Ketika mendarat,
tubuhnya melengkung dan kaki depannya bertindak sebagai rem.
Kodok termasuk ordo anura yang memiliki perbedaan dengan katak dari bentuk
tubuhnya yang lebih ramping dan kakinya yang lebih panjang. Kodok dan katak telah
mempunyai indraorgan Jacobson di langit-langit mulut sebagai indra pengecap dan
pembau dunia luar. Kodok dan katak menggunakan kaki belakang untuk
melompat.Katak ataupun kodok mengalami fase metamorfosis sempurna dalam
siklus hidupnya.Habitat dalam siklus hidupnya.Habitat kodok dan katak adalah di
sungai, kolam, sawah ataupun hutan tropis.Makanan katak dan kodok adalah
serangga.
3. Amfibi ordo Gymnophiona (Apoda)
Gymnophiona merupakan amfibi yang tidak memiliki anggota gerak dan
beberapa jenis alat geraknya tereduksi secara fungsional.Tubuh menyerupai cacing,
bersegmen, dan ekor mereduksi.Hewan ini mempunyai mata tertutup oleh
kulit.Kelompok ini menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya.Pada fase larva
hidup dalam air dan bernafas dengan insang.Pada fase dewasa insang mengalami
reduksi, dan biasanya ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik.Habitat
gymnophiona (saesilia) yaitu tepi-tepi sungai atau parit atau di bawah tumpukan
batu.Makanan dari adalah serangga dan cacing.
Fejervarya cancrivora mengalami metamorfosis sempurna. Metamorfosis
dari Fejervarya cancrivora menyangkut tiga proses perubahan, dua diantaranya
merupakan perubahan yang drastis, yaitu berupa penciutan ekor dan terbentuknya
organ yang baru yang tidak tampak dari luar. Metamorfosis merupakan suatu masa
kritis yang di alami selama terjadinya perubahan dari hewan berhabitat akuatis
menjadi terestrial (Duellman and Trueb, 1986).

Commented [WU21]: tidak memakai poin-poin

5
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM Commented [WU22]: bolt

3.1 Waktu dan tempat Commented [WU23]: bolt

Praktikum Anatomi hewan (Anatomi Amfibi) ini dilaksanakan pada hari Selasa
tanggal 29 Agustus 2017, pukul 14.00 WIB di Laboratorium Teaching II Jurusan
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas.

3.2 Alat dan Bahan Commented [WU24]: bolt

Adapun alat yang digunakan untuk praktikum Anatomi Amfibi ini antara lain botol
nescafe, tissu gulung, gunting bedah, pinset, masker, sarung tangan, steroform, jarum
pentul, bak bedah, sabun cair, buku gambar, dan alat-alat tulis. Sedangkan bahan
yang digunakan untuk praktikum anatomi pisces ini adalah sepasang Fejervarya
cancrivora dan kloroform.

bolt
Pada Praktikum Anatomi amfibi ini, adapun cara kerjanya yaitu pertama Fejervarya
cancrivora yang akan dibedah sebelumnya dimatikan dulu dengan dimasukkan ke
dalam botol nescafe (killing bottle) yang sudah ada kloroformnya, setelah Fejervarya
cancrivoranya tidak bergerak lagi Fejervarya cancrivora diletakkan pada papan
bedah, lalu diamati anatomi, muscular dan sistem rangka pada Fejervarya cancrivora Commented [WU25]: bak bedah

tersebut. Fejervarya cancrivora dibedah pada bagian perutnya atau dorsal yaitu dari
kloaka sampai kebagian atasnya dengan menggunakan gunting bedah, dilakukan
dengan hati-hati agar bagian dalam organ tidak rusak. Kemudian isi perut
dikeluarkan dengan hati-hati menggunakan pinset, dan organ-organ tersebut
diletakkan di atas kertas rijek, direntangkan atau dipisahkan organ- organ tersebut
satu-persatu agar mudah diteliti. Kemudian dibandingkan perbedaan antara organ
jantan dan organ betinanya. Sedangkan untuk sistem rangka perlakuan yang
diberikan yaitu dikuliti setelah itu dibersihkan dagingnya dari tulangnya. Setelah itu
identifikasi tulang tersebut dan buat gambar nya dibuku gambar.

6
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Morfologi Fejervarya cancrivora Commented [WU26]: bolt

Commented [WU27]: mana panah-panah penunjuk bagianya?

(a) (b)

Gambar 1: (a) bagian abdomen Fejervarya cancrivora. (b) bagian dorsal Fejervarya Commented [WU28]: tidak miring
cancrivora

Dari hasil praktikum yang dilakuakan morfolgi ampfibi mengenai dapat dilihat Commented [WU29]: perbaiki EYD
bahwa amfibi memiliki kulit yang licin serta berlendir dan tidak memiliki sisik sama
skali. Diantara jari-jarinya terdapat selaput yang berguna pada saat berenang. Serta
pada Fejervarya cancrivora memiliki mata berpasangan yang agak menonjol,
memiliki mulut serta hidung.
Hal ini sesuiai dengan literartur yaitu, amfibi dikenal sebagai hewan Commented [WU30]: hal ini sesuai dengan pendapat .....
bertulang belakang yang suhu tubuhnya tergantung pada lingkungan, mempunyai
kulit licin dan berkelenjar serta tidak bersisik. Sebagian besar mempunyai anggota
gerak dengan jari (Liswanto, 1998). Ciri-ciri amfibi diantaranya yaitu tubuh pada
bagian kulitnya memiliki lendir, merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm),
mempuyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik,
mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang
terdapat diantara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan
berenang, matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membran niktitans
yang sangat berfungsi waktu menyelam, pernafasan pada saat masih kecebong
berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru dan kulit yang
hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk kedalam rongga mulut
ketika menyelam, dan berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan
dibuahi oleh yang jantan diluar tubuh induknya atau pembuahan eksternal
(Brotowidjoyo, 1994). Commented [WU31]: bahas yang morfologi dulu
Tubuh Fejervarya cancrivora terdiri dari caput atau kepala, truncus atau
badan, extriitas anterior (kaki depan), dan extrimitas posterior (kaki belakang). Kulit Commented [WU32]: istilah latin dimiringkan

yang membungkus Fejervarya cancrivora selalu basah karena adanya sekresi dari

7
kelenjar-kelenjar kulit. Kulit Fejervarya cancrivora mempunyai peranan dalam
pernafasan karena dibawah kulitnya terdapat kapiler-kapiler dari vena dan arteri
cutanea magna. Fejervarya cancrivora memiliki caput (kepala) yang terdiri dari
mulut, hidung, mata, dan telinga. Matanya berpasangan dan bentuknya menonjol
keluar, yang terletak di sebelah postero dorsal dari nares atau hidung. Mata tersebut
terlindung oleh dua buah palpebra atau kelopak mata, yaitu palpebra inferior (berupa
kulit yang tidak dapat digeser-geserkan). Mata juga dilindungi oleh selaput yang
disebut membran nictitans yang dapat digerakkan ke arah superior-inferior. Selaput
ini melindungi mata saat katak berada di dalam air. Mulut katak berfungsi dalam
pernafasan dan pengambilan makanan. Mulut terletak pada ujung anterior dari caput,
lebar dan dibatasi oleh os mandibula (tulang rahang bawah) yang tidak bergigi dan os
premaksilla dan maksilla (tulang rahang atas) dengan gigi kecil berbentuk kerucut
tajam. Hidung (nares) berhubungan dengan mulut melalui struktur yang disebut
choane. Membran tympani atau selaput gendang pendengaran terletak poste-lateral
dari mata. Membran ini dikelilingi oleh annulus tympanicus (cincin rawan) yang
ditengahnya membayang columella (tulang telinga) sebesar sebuah titik
(Radiopoertro, 1996). Commented [WU33]: istilah yang menggunakan bahasa latin
dimiringkan
Fejervarya cancrivora memiliki empat kaki dan tubuh yang jongkok. Katak
sawah berjalan dengan melompat, tidak memiliki ekor dan leher yang jelas. Kaki
belakang katak lebih panjang yang berfungsi untuk mencari mangsa. Mata katak
sangat besar dan pupil mata vertikal dan juga horizontal. Jari Fejervarya cancrivora
berbentuk silindris dan pipih serta kadag memiliki lipatan kulit lateral yang lebar.
Kulitnya bermacam-macam, ada yang halus dan ada yang kasar. Sisi tubuh beberap
katak terdapat lipatan kulit lateral lebar dan kelenjar mulai dari belakang mata
sampai di atas pangkal paha yang disebut lipatan dorsal lateral. Terdapat juga lipatan
serupa yang disebut lipatan suprasimponik dimulai dari belakang mata memanjang di
atas gendang telingan dan berakhir dekat pangkal lengan (Iskandar, 1998).

4.2 . Anatomi Fejervarya cancrivora Commented [WU34]: bolt


a b

l c
k
d
j
e
i
f
h g
m

Gambar 2. Anatomi Fejervarya cancrivora: a. Pulmo; b. Cor; c. =Vessica Felea; d. Hepato


Pankreas; e.Ventriculus; f. Intenestum Tenue; g. Intenestum Crassum; h. Testis; i. Limfa; j.
Ren; k. Ovary; l. Oviduk; m. Kloaka.

8
Dari hasil praktikum mengenai anatomi amfibi, dapat dilihat anatomi Fajervarya Commented [WU35]: Fejervarya

cancrivora terdiri dari cor (jantung), ventriculus berwarna putih, panjang, sebelah
sisi kiri dari linea mediana,intestinum bentuk bulat dan berkelok-kelok. Hepar pada
amphibi berwarna coklat, terdiri dari lobus dexter dan lobus sineste, pancreas
berwarna kekuning-kuningan yang melekat diantara ventriculus dan duodenum, limfa
merah bulat. Vesicca fellea (kantung empedu). Pada pengamatan sistem muscullus
terdapat saccus branchialis, saccus submaxillaris, saccus pectoralis, saccus
abdominalis, saccus lateralis, saccus femoralis, saccus interfemoralis, dan saccus
crussalis. Commented [WU36]: Pisahkan mana organ saluran
pencernaan, kelenjar pencernaan, sistem respirasinya, sistem
reproduksim sistem eksresinya
Sistem Pencernaan
Commented [WU37]: hapus
Sistem pencernaan pada katak meliputi bagian saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan katak secara berturut-turut adalah rongga
mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus 12 jari, usus halus, usus besar, dan Commented [WU38]: yakin pada katak terdapat usus 12 jari?

kloaka. Kelenjar pencernaan katak meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Commented [WU39]: Sama dengan punya vivy. Ini pendapat
amin atau brotowidjoyo?
Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang memiliki gigi sejati. Lidah katak dapat
untuk menangkap makanan atau mangsa seperti serangga. Saluran pencernaan mulai
dari esophagus yang sangat pendek, terdiri dari kontraksi yang kecil, tepinya bersilia
dan sebagai alat cerna yaitu sel-sel secretoris, kemudian ke usus 12 jari dan usus Commented [WU40]: ????

halus yang berkelok-kelok dan selanjutnya ke usus besar yang lebar. Setelah usus
besar langsung menuju ke kloaka, yaitu tempat lubang pelepasan (Brotowidjoyo,
1994).

Sistem Sirkulasi Commented [WU41]: hapus

Sistem peredaran darah pada katak adalah peredaran darah tertutup dan
ganda. Pada peredaran darah ganda, darah melalui jantung sebanyak dua kali dalam
sekali peredarannya. Pertama darah dari jantung menuju ke paru-paru dan kembali ke
jantung, kedua darah dari seluruh tubuh menuju jantungdan di edarkan kembali
keseluruh tubuh. Jantung katak terdiri dari tiga ruang yaitu atrium kiri, kanan dan
ventrikel. Diantaranya atrium dan ventrikel terhadap klep yang mencegah agar darah
dari ventrikel mengalir kembali ke atrium (Kimball, 1992).

Sistem Ekresi Commented [WU42]: hapus

Ginjal amphibi sama dengan ginjal ikan air tawar yaitu berfungsi untuk
mengeluarkan air yang berlebih. Karena kulit katak permeable terhadap air, maka
pada saat ia berada di air, banyak iar masuk ke tubuh katak secara osmosis. Pada saat
ia berada di darat harus melakukan konservasi air dan tidak membuangnya. Katak
menyesuaikan dirinya terhadap kandungan air sesuai dengan lingkungannya dengan
cara mengatur laju filtrasi yang dilakukan oleh glomerulus, sistem portal renal
berfungsi untuk membuang bahan bahan yang diserap kembali oleh tubuh selama
masa aliran darah melalui glomerulus dibatasi. Katak juga menggunakan kantung
kemih untuk konserfadsi air.Apabila sedang berada di air, kantung kemih terisi urin
yang encer.Pada saat berada di darat air diserap kembali ke dalam darah

9
menggantikan air yang hilang melalui evaporasi kulit. Hormon yang mengendalikan
adalah hormon yang sama dengan ADH (Susanto, 1994).

Sistem Reproduksi Commented [WU43]: hapus

Sistem genitalis masculinus yang berupa sepasang testis berbentuk oval berwarna
keputihputihan, terletak di sebelah anterior dari dari ren; diikat oleh alat
penggantungnya yang kita sebut mesorchium yang terjadi dari lipatan peritoneum. Di
sebelah cranial testis melekatlah corpus adiposum suatu zat lemak berwarna kekunin
kuningan, sedang di sebelah median dataran testis terdapat saluransaluran halus
yang disebut vasa efferentia yang bermuara pada saluran kencing, kemudian menuju
kloaka Sistem genitalis feminus yang terdiri atas sepasang ovarium diletakkan
dengan bagian dorsal coelom oleh alat penggantung yang disebut mesovarium , yang
terjadi dari lipatan peritoneum. Pada hewan yang telah dewasa kadangkadang
terdapat ova yang berwarna hitam dan putih berbentuk bintikbintik.Pada ovarium
juga terdapat corpus adiposum yang berwarna kekuningkuningan.Ovarium yang
telah masak menembus dinding ovarium untuk masuk ke dalam oviduk, selanjutnya
ovum menuju ke kloaka pada suatu papilla(Brotowidjoyo, 1994).

4.3 . Muscular (otot) Fejervarya cancrivora


a b

c
i
d
e h
g
f

Gambar 3. Muscular Fejervarya cancrivora: a. M.Deltoid; b. M. Pectoralis; c. M. Rectus


abdominalis; d. M. Triceps femoralis; e. M. Sartorius; f. M. Gracilis Minor; g. M. Gracilis
Major; h. M. Adductor Magnus; i. M. Lateral Obligue Commented [WU44]: miringkan

Pada pengamatan sistem otot katak (Fejervarya cancrivora) diperoleh hasil, pada
katak tersebut terdapat beberapa otot (muscular) diantaranya yaitu M.Deltoid, M.
Pectoralis, M. Rectus abdominalis, M. Triceps femoralis, M. Sartorius, M. Gracilis Minor,
M. Gracilis Major, M. Adductor Magnus dan M. Lateral Obligue
Hal tersebut sesuai dengan literatur yaitu, sistem otot pada bagian kepala Commented [WU45]: pendapat ....

terdiri dari muscullus mandibularis dan muscullus submandibularis. Sistem otot pada
daerah pectoral terdiri dari muscullus pars episternalis, muscullus pars scapularis,
muscullus coracoradialis, muscullus deltoideus, muscullus epicoracoid, dan
muscullus abdominalis. Muscullus pectoralis terdiri dari tiga muscullus, yaitu
muscullus coracoradialis, muscullus epicoracoid, dan muscullus abdominalis. Sistem

10
otot daerah abdomen terdiri dari muscullus rectus abdominis, muscullus obliqus
externus, dan muscullus obliqus internus. Muscullus rectus abdominis terdapat medio
ventral tubuh yang ditengahnya terdapat tendo berwarna putih yang disebut linea
alba dan juga terdapat inscriptio tendinae. Daerah extrimitas posterior terdapat
muscullus trisep femoris, muscullus gracillis minor, muscullus gracillis mayor,
muscullus sartorius, dan muscullus adductor magnus. Pada bagian crus dibangun
oleh muscullus gastronimeus, muscullus tibialis anticus longus, muscullus tibialis
anticus brevis, muscullus tibialis posticus, dan juga terdapat otot tendon dan tulang
tibio fibula (Djuhanda,1982). Commented [WU46]: istilah asing dimiringkan
Commented [WU47]: sama dengan punya vivy. Ini pendapat
4.3. Sistem Rangka Fejervarya cancrivora djasin atau djuhanda?

b
n
c m
d
e l

f k

g j
h i
Gambar 4. Sistem Rangka Fejervarya cancrivora: a. Ulna; b. digiti; c. radius; d. Femur; e.
Abula; f. Digiti; g. Tibia; h. Tulang ekor; i. Mata kaki; j. Tarsa; k. Wibing; l. Metatarsa; N. Commented [WU48]: yakin wibing?
Humerus. Commented [WU49]: miringka istilah asing

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan mengenai sistem rangka pada
Fejervarya cancrivora, rangka yang terdapat pada amfibi yaitu ulna, digiti, radius,.
femur, abula, digiti, tibia, tulang ekor, mata kaki, tarsa, wibing, metatarsa, humerus. Commented [WU50]: ukuran tulisan 12

Hal ini sesuai dengan pendapat Brotowidjoyo (1994), yaitu Sistem skeleton
pada amfibi terdiri dari kranium, sternum, tyang dihubungkan dengan sabuk pektoral,
yang terakhir itu terdiri dari klavikula, karakoid, skapula dan supraskapula. Sabuk
pelvik terdiri dari illium, iskium dan pubis. Skeleton kaki depan terdiri dari humerus,
radio-ulna, karpal, metakarpal, falang. Skeleton kaki belakang terdiri dari femur,
tibio-fibula, tarsal dan falang.

11
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan Commented [WU51]: bolt

Adapun kesimpulan yang didapatkan dari hasil praktikum ini yaitu :


1. Katak (Fejervarya cancrivora) merupakan amphibia yang secara tipikal dapat
hidup di air tawar dan di darat. Sebagian besar mengalami metamorfosis dari
berudu (akuatis dan bernafas dengan insang) ke dewasa (bernafas dengan
paru-paru).
2. Morfologi Katak terbagi menjadi lima bagian yaitu kepala (caput) yang
terdiri dari mata, lubang hidung, mulut dan telinga. Badan (truncus) yang
terdiri dari telinga hingga kloaka dan yang terakhir yaitu bagian ekor (cauda)
yang memiliki bentuk bulat meruncing ke ujung. Katak mempunyai sepasang
anggota depan (extrimitas anterior), dan sepasang anggota belakang
(extrimitas posterior).
3. Alat pernapasan pada katak berupa insang, kulit, dan paru-paru. Berudu
bernafas dengan insang luar. Katak dewasa bernafas menggunakan paru-paru.
4. Alat ekskresi utama pada katak adalah sepasang ginjal yang terdapat di kanan
kiri tulang belakang, berwarna kecoklat-coklatan yang memanjang ke
belakang.
5. Pembuahan pada katak dlakukan di luar tubuh. Commented [WU52]: kesimpulan cukup hasil yang didapatkan
pada praktikum. Morfologi, anatomi, otot dan rangka. Samakan 1
kelompok
5.2 Saran
Commented [WU53]: bolt
Diharapkan kepada praktikan agar lebih berhati-hati dalam melakukan pembedahan
pada amfibi (Fejervarya cancrivora) agar organ-organ yang ada didalam tubuhnya
tidak rusak pada saat diteliti dan berhati-hati dalam penggunaan benda tajam pada
saat praktikum. Serta praktikan harus lebih cepat dalam melakukan pengamatan.

12
DAFTAR PUSTAKA Commented [WU54]: bolt

Brotowidjoyo, M.D. 1989. Zoologi Dasar. Erlangga. Jakarta.


Brotowidjoyo,Mukayat D.1994.Zoologi Dasar. Erlangga. Jakarta.
Campbell, N.A Jane B. Reece And Lawrence G. Mitchell. 2000. Biologi Kelima Jilid Commented [WU55]: dan

3. Erlangga. Jakarta. Commented [WU56]: sesuaikan dengan format penulisan


dapus. Nama belakang terlebih dahulu baru nama depan.
Djuhanda, T. 1982. Anatomi Dari Empat Hewan Vertebrata. Armico. Bandung.
Duellman, W.E. And L. Trueb. 1986. Biology Of Amphibians. Mcgraw- Hill Book Commented [WU57]: dan

Company. New York.


Iskandar, D.T. 1998. Amfibi Jawa Dan Bali Serta Panduan Lapangan. Puslitbang
Biologi. LIPI.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan (Vertebrata Dan Invertebrata. Sinar Wijaya.
Surabaya. Commented [WU58]: judul dimiringkan

Kimball,J. 1992. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.


Kusrini, M. D. 2007. Konservasi Amfibi Di Indonesia. Media Konservasi. Vol. Xii,
No. 2. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.
Liswanto, D. 1998. Survei Dan Monitoring Herpertofauna. Yayasan Titian. Jakarta. Commented [WU59]: judul miringkan

Radiopoetra. 1996. Zoologi. Erlangga. Jakarta.


Rinaldy. 2013. Amfibi dan Reptil. Website: http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/633/
jbtunikompp-gdl- rinaldyraul-31605-110 unikom r-i.pdf. diakses pada 29
Agustus 2017.
Susanto, H. 1994. Budidaya Kodok Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta. Commented [WU60]: judul miringkan
Commented [WU61]: CEK SPASIINYA

13
LAMPIRAN

14
15