Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Hepatitis merupakan suatu proses terjadinya inflamasi atau nekrosis pada
jaringan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, toksin, gangguan
metabolik, maupun kelainan autoimun. Infeksi yang disebabkan virus
merupakan penyebab ter sering dan terbanyak dari hepatitis akut. Terdapat 6
jenis virus hepatotropik penyebab utama infeksi akut, yaitu virus hepatitis A, B,
C, D, E, dan G.1,2
Di antara penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus, hepatitis B
menduduki tempat pertama dalam hal jumlah dan penyebarannya. World
Health Organization (WHO) memperkirakan adanya lebih dari 240 juta
penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis B dan menjadi pengidap kronik. Di
Indonesia, data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013
menunjukkan bahwa prevalensi hepatitis B di Indonesia adalah 9,4% atau
mencapai 23 juta orang. Ini berarti 1 dari 10 penduduk Indonesia pernah
terinfeksi Hepatitis B..3,4,5
Hepatitis B dapat ditularkan dengan berbagai macam cara. Hepatitis B
dapat ditularkan secara vertikal dari ibu ke anak atau secara horizontal dari
anak ke anak. Sumber utama penularan virus hepatitis B adalah darah. Hepatitis
B juga dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh dari orang yang
terinfeksi. Semua cairan tubuh bisa menular, namun hanya darah, cairan
vagina, dan air mani yang telah terbukti menular.6,7
Laporan ini diambil berdasarkan kasus yang diambil dari seorang pasien
berjenis kelamin laki-laki dan berusia 35 tahun, dimana penderita merupakan
penderita hepatitis B yang berada di wilayah Puskesmas Buduran, Kabupaten
Sidoarjo, dengan berbagai permasalahan yang dihadapi. Kasus ini merupakan
salah satu kasus yang berbahaya karena hepatitis b dapat menular dan memiliki
kemungkinan prognosis yang buruk. Oleh karena itu, penulis menganggap
kasus ini penting untuk di angkat agar dapat menjadi bahan pembelajaran untuk
kemudian dapat memberikan penanganan yang sesuai pada semua aspek yang
terlibat, baik individu, keluarga maupun masyarakat.

Rumusan Masalah
Bagaimanakah hubungan kondisi pasien dengan kondisi sosial dan ekonomi,
pelayanan kesehatan dan lingkungan sekitar desa Siwalanpanji, Kecamatan
Buduran, Kabupaten Sidoarjo ?

Tujuan
1. Tujuan Umum
Bagaimanakah hubungan kondisi pasien dengan kondisi sosial dan ekonomi,
pelayanan kesehatan dan lingkungan sekitar desa Siwalanpanji, Kecamatan
Buduran, Kabupaten Sidoarjo
2. Tujuan Khusus
Tujuan dalam penyusunan laporan ini antara lain:
a. Mengidentifikasi permasalahan kesehatan anggota keluarga yang di
kunjungi sesuai dengan penyakit dan instrument yang ditetapkan oleh
Puskesmas Buduran.
b. Mengidentifikasi kehidupan pasien dalam keluarga melalui APGAR.
c. Mengidentifikasi faktor social ekonomi pasien melalui SCREEM.
d. Mengidentifikasi faktor keturunan pasien melalui Genogram.
e. Mengidentifikasi faktor pelayanan kesehatan.
f. Mengidentifikasi perilaku pasien terkait dengan penyakitnya.
g. Mengidentifikasi faktor lingkungan (fisik, sosial dan ekonomi).
h. Sebagai salah satu tugas akhir kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

MANFAAT
Manfaat dari kegiatan home visit yang dilakukan antara lain:
1. Bagi Dokter Muda
a. Sebagai pengalaman riil di lapangan melakukan proses pendataan yang di
analisis secara holistik tentang hubungan antara penyakit dengan
kebersihan individu, perilaku dan lingkungan.
b. Mengetahui peran serta sarana pelayanan kesehatan pada penatalaksaan
penyakit di masyarakat.
c. Memupuk sikap peduli dan sikap menolong sebagai bekal menjadi
seorang dokter.
2. Bagi pasien dan keluarganya
a. Meningkatkan kepuasan dan juga mengedukasi pasien dan keluarganya.
b. Meminimalisir angka penularan penyakit dengan pemahaman pengobatan
yang baik.
3. Bagi Sarana Pelayanan Kesehatan
a. Menjamin terpenuhnya kebutuhan dan tuntutan kesehatan pasien.
b. Mencapai derajat hidup yang baik dan dapat maksimal di masyarakat.
c. Evaluasi dan pembelajaran tambahan terhadap kondisi penyakit yang
berdampak pada lingkungan di masyarakat.
4. Bagi Individu Tenaga Kesehatan
a. Lebih meningkatkan pemahaman terhadap kasus hepatitis b.
b. Meningkatkan pemahaman holistik pada kondisi penyakit pada pasien.
c. Lebih meningkatkan hubungan baik dengan pasien.