Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Protein memegang peranan penting dalam hampir semua proses kehidupan.
Protein berasal dari bahasa Yunani proteios yang berarti barisan pertama. Kata
yang diciptakan oleh Jns J. Berzelius pada tahun 1938 untuk menekankan
pentingnya golongan ini. Protein merupakan komponen penting atau komponenutama
sel manusia atau hewan. Oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka
protein yang terdapat pada makananberfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan
dan pertumbuhan tubuh.
Protein yang mempunyai molekul besar denagn bobot molekul bervariasi
antara 5000 sampai jutaan. Dengan cara hidrolisis oleh asam atau enzim, protein akan
menghasilkan asam-asam amino. Ada 20 jenis asam amino yang terdapat dalam
molekul protein. Asam-asam amino ini terikat satu dengan yang lain oleh ikatan
peptida. Protein mudah dipengaruhi oleh suhu tinggi, pH dan pelarut organik.

Asam-asam Amino
Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino. Asam
amino yang terdapat sebagai komponen protein mempunyai gugus NH2 pada atom
karbon dari posisi gugus COOH. Asam amino merupakan unit dasar struktur protein.
Suatu asam amino terdiri dari gugus amino, gugus karboksil, atom H, dan gugus R
tertentu, yang semuanya terikat pada atom karbon . Atom karbon ini disebut karena
berseblahan dengan gugus karboksil (asam). Gugus R menyatakan rantai samping.
Rumus untuk asam amino ialah
R-CH-COOH
NH

PROTEIN | 1
Struktur
Dari rumus umum tersebut dapat dilihat bahwa atom karbon ialah atom
karbon asimetrik, kecuali bila R ialah atom H. Oleh karena itu asam amino juga
mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi atau aktivitas optik. Rumus
molekul dapat digambarkan dengan model bola dan batang atau dengan rumus
proyeksi Fischer. Oleh karena atom karbon itu asimetrik, maka molekul asam amino
mempunyai dua konfigurasi D dan L. Hal ini dapat dibandingkan dengan konfigurasi
molekul monosakarida.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Protein ?
2. Apa fungsi protein ?
3. Apa klasifikasi dan jenis-jenisprotein ?
4. Apa-apa saja sifat protein ?
5. Dari mana saja sumber protein itu ?
6. Apa-apa saja akibat dari kekurangan dan kelebihan protein ?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Manfaat protein dalam tubuh
2. Dampak yang ditimbulkan jika mengkomsumsi protein secara
berlebihan ataupun kurang dalam mengkomsusinya

PROTEIN | 2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang
paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama
lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor.Protein berperan penting dalam struktur
dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis
protein lain berperandalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein
yang membentuk batang dansendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem
kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistemkendali dalam bentuk hormon, sebagai
komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara.Sebagai salah
satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam aminobagi organisme yang
tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).Protein merupakan salah
satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang
merupakan penyusun utama makhluk hidup.Selain itu, protein merupakan salah satu
molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia.Protein ditemukan oleh JnsJakob
Berzelius pada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik.
Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai
cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom.Sampai tahap ini, protein masih
"mentah", hanya tersusun dari asam aminoproteinogenik.Melalui mekanisme
pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

PROTEIN | 3
B. Fungsi dan Peran penting dalam Protein
Fungsi Utama Protein dalam Tubuh Manusia :
1. Protein sebagai Zat Pembangun
Maksud zat pembangun di sini adalah bahwa protein itu merupakan
bahan pembentu berbagai jaringan tubuh baru, di mana proses pembentukan
jaringan baru selalu terjadi di dalam tubuh, antara lain:
a. Pada masa pertumbuhan. Proses ini terjadi mulai lahir sampai menjadi
dewasa muda. Dalam masa ini proses pembentukan jaringan terjadi
secara besar- besaran.
b. Dalam masa hamil. Di dalam tubuh wanita yang sedang hamil terjadi
pembentukan jaringanjaringan baru janin yang sedang dikandungnya
dan jaringan uri. Pembentukan jaringan baru pada waktu hamil terjadi
lebih cepat mulai pertengahan kehamilan.
c. Penggantian jaringanjaringan tubuh yang rusak dan dirombak. Pada
waktu orang sakit keras atau pada berbagai penyakit menahun terlihat
orang menjadi kurus disebabkan banyak jaringannya yang rusak.
d. Waktu latihanlatihan dan olahraga terjadi pula pembentukan jaringan
baru, terutama jaringan otot.

2. Protein sebagai Zat Pengatur


Selain protein amat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan,
protein juga turut memelihara serta mengatur proses-proses yang berlangsung
dalam tubuh. Hormon yang mengatur proses pencernaan dalam tubuh adalah
terdiri dari protein.
Mineral dan vitamin yang bergabung dengan protein membentuk enzim
yang berperanan besar untuk kelangsungan proses pencernaan dalam tubuh.
Demikian juga zat kekebalan tubuh (antibody) mengandung protein.Protein
juga mengatur tekanan osmosa, pada keseimbangan cairan dan PH (asam
basa darah).Protein membantu mengatur keluar masuknya cairan, nutrient (zat
gizi) dan metabolit dari jaringan masuk ke saluran darah.

PROTEIN | 4
Secara singkat penjelasan tentang protein sebagai berikut :
a) Untuk pertumbuhan dan pemeliharaan.
b) Untuk pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
c) Untuk mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
d) Untuk memelihara netralitas tubuh.
e) Untuk pembentukan antibodi.
f) Untuk mengangkat zat-zat gizi.
g) Sebagai sumber energi. Oleh karena itu, protein sangat berperan
penting dalam tubuh manusia, karena bila manusia tidak cukup
protein, maka mereka akan dapat menderita gizi kurang.

Protein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologi.


Peran-peran tersebut antara lain:

1. Katalisis enzimatik
Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh
enzim dan hampir semua enzim adalah protein.
2. Transportasi dan penyimpanan
Berbagai molekul kecil dan ion-ion ditansport oleh protein
spesifik.Misalnya transportasi oksigen di dalam eritrosit oleh hemoglobin
dan transportasi oksigen di dalam otot oleh mioglobin.
3. Koordinasi gerak
Kontraksi otot dapat terjadi karena pergeseran dua filamen protein.
Contoh lainnya adalah pergerakan kromosom saat proses mitosis dan
pergerakan sperma oleh flagela.
4. Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh kolagen yang
merupakan protein fibrosa

PROTEIN | 5
5. Proteksi imun
Antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat
mengenal serta berkombinasi dengan benda asing seperti virus, bakteri dan
sel dari organisma lain.

6. Membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf


Respon sel saraf terhadap rangsang spesifik diperantarai oleh oleh
protein reseptor.Misalnya rodopsin adalah protein yang sensitif terhadap
cahaya ditemukan pada sel batang retina.Contoh lainnya adalah protein
reseptor pada sinapsis.
7. Pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi
Pada organisme tingkat tinggi, pertumbuhan dan diferensiasi diatur
oleh protein faktor pertumbuhan.Misalnya faktor pertumbuhan saraf
mengendalikan pertumbuhan jaringan saraf.Selain itu, banyak hormon
merupakan protein.

C. Klasifikasi dan jenis-jenis Protein


Klasifikasi
1) Protein dalam bentuk serabut. Terdiri atas beberapa rantai peptida
berbentuk spiral dan terjalin satu sama lain, sehingga menyerupai
batangnya yang kaku. Karakteristiknya :
Rendah daya larutnya.
Mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi.
Tahan terhadap enzim pencernaan. Contoh protein serabut :
Kolagen, elastin, keratin, miosin.

PROTEIN | 6
2) Protein globular. Karakteristiknya :
Berbentuk bola.
Larut dalam larutan garam dan asam encer.
Mudah berubah dalam pengaruh suhu.
Konsentrasi garam mudah mengalami denaturasi. Contoh :
Albumin, globumin, histon, protami

3) Protein konjungsi. Merupakan protein sederhana yang terikat dengan


bahan-bahan non asam amino (gugus prostetik). Contoh :
Nukleoprotein, lipoprotein, fosfoprotein, metaloprotein.

Jenis-jenis
a) Berdasarkan Komponen.
Protein Bersahaja. Merupakan campuran yang terdiri atas asam
amino.
Protein Kompleks. Selain terdiri atas asam amino juga terdapat
komponen lain (unsur logam, gugus posfat, dll).
Protein. Merupakan ikatan antara intermediet produk sebagai
hasil hidrolisa parsial dari protein native.
b) Berdasarkan Sumber.
Protein Hewani. Berasal dari binatang, contoh : daging, susu,
dll.
Protein Nabati.Berasal dari tumbuhan, contoh : jagung.

PROTEIN | 7
D. Sifat-sifat Protein
Protein mempunyai sifat-sifat, yaitu :
1. Ionisasi yaitu apabila protein larut di dalam air akan membentuk ion positif
dab ion negative.
2. Denaturasi yaitu perubahan konformasi serta posisi protein sehingga
aktivitasnya berkurang atau kemampuannya menunjang aktivitas organ
tertentu dalam tubuh hilang sehingga tubuh mengalami keracunan.
3. Viskositas yaitu tahanan yang timbul oleh adanya gesekan antara molekul
di dalam zat cair yang mengalir.
4. Kristalisasi yaitu proses yang sering dilakukan dengan jalan penambahan
garam ammonium sulfat atau NaCl pada larutan dengan pengaturan PH
pada titik isoelektriknya.
5. Sistem koloid yaitu sistem yang heterogen terdiri atas dua fase yaitu
partikel kecil yang terdispersi dari medium pendispersi atau pelarutnya.

E. Sumber Protein
Kita memperoleh protein dari makanan yang berasal dari hewan atau
tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan yang
berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Beberapa makan sumber protein ialah
daging, telur,susu, ikan,beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan buah-buahan.
Beberapa bahan makanan yang mengandung protein serta kadar proteinnya dapat
dilihat ditabel.

No Nama bahan makanan Kadar protein(%)


1 Daging ayam 18, 2
2 Daging sapi 18,8
3 Telur ayam 12,8
4 Susu sapi segar 3,2
5 Keju 22,8
6 Bandeng 20,0

PROTEIN | 8
7 Udang segar 21,0
8 Kerang 8,0
9 Beras tumbuk merah 7,9
10 Beras giling 6,8
11 Kacang hijau 22,2
12 Kedelai basah 30,2
13 Tepung terigu 8,9
14 Jagung kuning 7,9
15 Pisang ambon 1,2
16 Durian 2,5

Makanan Sumber Protein Hewani :


1. Red Meat (Daging Merah)
Konsumsi red meat seperti daging sapi, kambing dan domba baik untuk
tubuh.Selain sebagai sumber protein, red meat juga penting sebagai sumber
vitamin B12 dan zat besi.
2. White Meat (Daging Putih)
Ayam merupakan salah satu contoh sumber protein dari white
meat.Sama halnya dengan red meat, ayam juga mengandung lemak dan
kolesterol.Lemak ayam banyak terdapat pada kulit dan bagian paha ayam,
oleh sebab itu pilihlah bagian dada ayam.
3. Fish (Ikan)
Tentunya kita semua sudah tahu kalau ikan merupakan makanan tinggi
protein. Namun, berbeda dengan daging, kita tidak perlu kuatir akan
kandungan lemak pada ikan. Beberapa jenis ikan, seperti gindara memiliki
kadar lemak yang sangat rendah. Ikan lainnya seperti salmon dan tuna
memiliki kandungan lemak yang cukup banyak, namun jangan kuatir
karena lemak yang terkandung di dalamnya merupakan lemak baik Omega
3.

PROTEIN | 9
4. Keju
Keju berasal dari susu yang segar. Itulah mengapa di dalamnya
mengandung banyak protein. Satu hal yang harus diperhatikan, terutama
bagi Anda yang sedang diet, keju mengandung lemak. Sehingga batasi
konsumsi Anda tak lebih dari 1 ons per hari.

5. Telur
Telur adalah sumber protein terebesar, tentunya bukan secara utuh telur
itu memiliki protein yang sama. Kuning telur memiliki kandungan protein
yang sedikit dan lebih banyak mengandung lemak, sedangkan putih telur
memiliki kandungan protein yang banyak.
6. Ikan Teri
Mungkin Anda akan terkejut dengan fakta ini. Walaupun ukurannya
kecil, ternyata kandungan protein pada Ikan Teri mencapai 10%. Selain
protein, Anda juga bisa mendapatkan kalsium dari konsumsi ikan teri.
7. Seafood
Seafood adalah makanan yang sangat banyak mengandung protein,
pada umumnya makanan seafood mengandung low fat, maka dari itu
sangat bagus untuk yang sedang manjalani program diet. Anda takut akan
kolestrol menjadi tinggi jika makan seafood, namun jika anda bisa
mengontrol porsinya maka anda tidak akan terkena kolesterol.
8. Susu
Susu mengandung 8 gram protein di tiap satu cangkirnya.Susu juga
dikenal sebagai bahan makanan serba guna.Anda bisa mengonsumsinya
dengan diminum langsung, dicampurkan pada teh atau kopi, atau sebagai
campuran makanan penutup.

PROTEIN | 10
Makanan Sumber Protein Nabati :
1. Kedelai (Beans
Makanan yang berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe
sangat baik untuk dimakan, karena kedelai memiliki kandungan protein
yang besar. Susu kacang juga sangat baik untuk dikonsumsi, karena
susu kacang dapat menurunkan kolesterol dan mengurangi potensi
serangan penyakit jantung.Masih dalam kategori beans, kacang hijau
(mungbean) juga merupakan alternatif makanan tinggi protein. Selain
protein, kacang hijau juga memberikan nutrisi lain, seperti: vitamin,
mineral dan serat.

2. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan yang mengandung lemak nabati tidak akan
membuat anda menjadi berjerawat, kandungan protein yang terkandung
didalamnya sangat bagus untuk otot.
3. Biji-bijian (Grains)
Biji-bijian atau grains, seperti gandum, memang lebih banyak
dikenal sebagai sumber karbohidrat. Namun pada gandum, kandungan
protein bisa mencapai sekitar 9%.
4. Polong-polongan (Peas)
Beragam jenis polong-polongan, buncis, kacang merah, kacang
tanah dan sereal merupakan sumber protein nabati yang baik.Usahakan
makan minimal sehari sekali salah satu dari jenis polog-polongan
ini.Selain sumber protein yang bagus, kacang polong juga mengandung
protein selain serat, vitamin, dan mineral serta rendah kalori.
5. Sayuran hijau
Pilihlah beragam sayuran berwarna hijau saat berbelanja
sayuran.Makanlah lebih banyak sayuran hijau.Karena sayuran hijau
mengandung protein lebih banyak dibandingkan dengan sayuran
lainnya sehingga kebutuhan protein tercukupi.Bayam, daun ubi, sayur
sawi dan brokoli adalah sumber protein yang baik.

PROTEIN | 11
Tumbuhan membentuk protein dari CO2, H2O dan senyawa nitrogen.
Hewan yang makan tumbuhan mengubah protein nabati menjadi protein
hewani. Di samping digunakan untuk pembentukan sel-sel tubuh, protein juga
dapat digunakan sebagai sumber energi apabila tubuh kita kekurangan
karbohidrat dan lemak. Komposisi rata- rata unsur kimia yang terdapat dalam
protein ialah sebagai berikut: karbon 50%, hidrogen 7%, oksigen 23%,
nitrogen 16%, belerang 0-3%, dan fosfor 0-3%. Dengan pedoman pada kadar
nirogen sebesar 16%, dapat dilakukan penentuan kandungan protein dalam
suatu bahan makanan.unsur nitrogen ditentukan secara kuantitatif, misalnya
dengan cara Kjeldahl, yaitu dengan cara dekstruksi dengan asam pekat. Berat
protein yang ditentukan ialah 6,25 kali berat unsur nitrogen.

F. Akibat kekurangan dan kelebihan Protein


Akibat kekurangan protein
Kekurangan protein banyak terdapat pada masyarakat sosial
ekonomi rendah. Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan
Kwashiorkor pada anak-anak dibawah lima tahun (balita). Kekurangan protein
sering ditemukan secara bersamaan dengan kekurangan energi yang
menyebabkan kondisi yang dinamakan Marasmus.
1) Kwasiorkor.
Istilah kwashiorkor pertamakali diperkenalkan oleh Dr. Cecily
Williams pada tahun 1933, ketika ia menemukan keadaan ini di Ghana,
Afrika. Dimana dalam bahasa Ghana kwashiorkor artinya penyakit
yang diperoleh anak pertama, bila anak kedua sedang ditungu
kelahirannya.
Kwashiorkor lebih banyak terdapat pada usia dua hingga tiga
tahun yang sering terjadi pada anak yang terlambat menyapih, sehingga
komposisi gizi makanan tidak seimbang terutama dalam hal protein.
Kwashiorkor dapat terjadi pada konsumsi energi yang cukup atau
lebih.Gejalanya :
o pertumbuhan terhambat.
o Otot-otot berkurang dan lemah.

PROTEIN | 12
o Edema.
o Muka bulat seperti bulan (moonface)
o Gangguan psikimotor.

Ciri khas dari kwashiorkor yaitu terjadinya edema di perut, kaki


dan tangan.Kehadiran kwashiorkor erat kaitannya dengan albumin
serum.Pada kwashiorkor gambaran klinik anak sangat berbeda. Berat
badan tidak terlalu rendah, bahkan dapat tertutup oleh adanya udema,
sehingga penurunan berat badan relatif tidak terlalu jauh, tetapi bila
pengobatan odema menghilang, maka berat badan yang rendah akan
mulai menampakkan diri. Biasanya berat badan tersebut tidak sampai
dibawah 60 % dari berat badan standar bagi umur yang sesuai.Ciri-ciri :

Rambut halus, jarang, dan pirang kemerahan kusam.


Kulit tampak kering (Xerosis) dan memberi kesan kasar dengan
garis-garis permukaan yang jelas.
Didaerah tungkai dan sikut serta bokong terdapat kulit yang
menunjukkan hyperpigmentasi dan kulit dapat mengelupas
dalam lembar yang besar, meninggalkan dasar yang licin
berwarna putih mengkilap.
Perut anak membuncit karena pembesaran hati.
Pada pemeriksaan mikroskopik terdapat perlemkan sel-sel hati.

2) Marasmus.
Marasmus berasal dari kata Yunani yang berarti wasting
merusak.Marasmus umumnya merupakan penyakit pada bayi (12 bulan
pertama), karena terlambat diberi makanan tambahan.Hal ini dapat
terjadi karena penyapihan mendadak, formula pengganti ASI terlalu
encer dan tidak higienis atau sering terkena infeksi.Marasmus
berpengaruh dalam waku yang panjang terhadap mental dan fisik yang
sukar diperbaiki.Marasmus adalah penyakit kelaparan dan terdapat
banyak di antara kelompok sosial ekonomi rendah di sebagian besar

PROTEIN | 13
negara sedang berkembang dan lebih banyak dari
kwashiorkor.Gejalanya :
Pertumbuhan terhambat.
Lemak dibawah kulit berkurang.
Otot-otot berkurang dan melemah.
Berat badan lebih banyak terpengaruh dari pada ukuran
kerangka, seperti : panjang, lingkar kepala dan lingkar dada.
Muka seperti orang tua (oldmans face).

3) Pada penderita marasmus biasanya tidak ada pembesaran hati


(hepatomegalia) dan kadar lemak serta kholesterol didalam darah
menurun. Suhu badan juga lebih rendah dari suhu anak sehat, tidak ada
perhatian bagi keadaan sekitarnya.

Akibat kelebihan protein


Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh.Makanan yang
tinggi proteinnya biasanya tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan
obesitas.Diet protein tinggi yang sering dianjurkan untuk menurunkan berat
badan kurang beralasan. Kelebihan dapat menimbulkan masalah lain, terutama
pada bayi. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang harus
memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen. Kelebihan protein akan
menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah, kenaikan
ureum darah, dan demam. Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skim atau
formula dengan konsentrasi tinggi, sehingga konsumsi protein mencapai 6 g/kg
BB. Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah dua kali angaka
kecukupan gizi AKG) untuk protein.

PROTEIN | 14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Protein adalah zat yang paling penting dalam stiap organisme
makhluk hidup.Karena protein terlibat dalam system imun yang berguna sebagai
antibody, system kendali dalam bentuk hormon.Akibat kekurangan protein dapat
menyebabkan penyakit kwashiorkor, penyakit maramus dan kerontokan
rambut.Sedangkan akibat kelebihan protein dapat menyebabkan obesitas.Protein
sangat di butuhkan manusia karena komposisi protein dalam tubuh seperti otot yang
berisi sekitar 1 / 3 protein, tulang 1 / 5 bagian dan kulit terdiri dari 1 / 10 bagiannya
adalah protein. Bagian protein lainnya adalah protein dalam jaringan tubuh dan cairan
lainnya.Bahkan darah manusia pun mengandung banyak protein. Selain itu, molekul
hemoglobin tidak lain adalah protein.

B. Saran
Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu, kami
berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran konstruktif kepada kami untuk
perbaikan makalah ini agar lebih baik lagi.

PROTEIN | 15
DAFTAR PUSTAKA

http://hasanalbana13.blogspot.com/2011/12/makalah-protein.html

http://layartekno.blogspot.com/2012/11/makalah-protein-karakteristik-protein.html

Clark,B.F.C. dan K.A. Maroker. 1973. How protein start.San Fransisco: W.H. Freeman and
company.Poedjiadi, Ana. 1994. Dasar- dasar Biokimia.Jakarta:Penerbit Universitas
Indonesia.Ubay, G. 1983. Biochemistry. Massachusetts: Addison Wesley Publishing
Company.

Ngili Yohanis. 2010. Biokimia Dasar. Rekayasa Sains. Bandung

Poedjiadi Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia

Sadikin Mohamad dkk. 1996. Biokimia Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta

http://nawa-shofa.blogspot.com/2012/03/sifat-sifat-protein.html

PROTEIN | 16