Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Masalah kematian ibu dan bayi di Indonesia yang masih tinggi merupakan fokus utama
pemecahan masalah kesehatan di Indonesia. Menurut survey Demografi Kesehatan
Indonesia pada tahun 1997 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah 334/100 000
kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi adalah 52/1000 kelahiran hidup, Angka
Kematian Neonatal adalah 25/1000 kelahiran hidup (Standar Pelayanan Kebidanan,
DepKes RI, 2001 dan Saifuddin, 2002). Selanjutnya angka kematian tersebut mengalami
penurunan yang lambat menjadi sebanyak 307/100.000 KH untuk AKI dan AKB
sebanyak 35/1000 KH ( SDKI 2002-2003 ).
Penyebab secara langsung tingginya AKI adalah perdarahan post partum, infeksi, dan
preeklamsi/eklamsia. Dari 5.600.000 wanita hamil di Indonesia, sejumlah 27% akan
mengalami komplikasi atau masalah yang bisa berakibat fatal (Survey Demografi dan
kesehatan, 1997). Kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau membawa resiko
bagi ibu. WHO memperkirakan bahwa sekitar 15% dari seluruh wanita yang hamil akan
berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya serta dapat
mengancam jiwanya. Sebagian besar penyebab tersebut dapat dicegah melalui pemberian
asuhan kehamilan yang berkualitas.

1
II. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Menerapkan Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan menggunakan
pendekatan manajemen kebidanan.
2. Tujuan Khusus
a. Melaksanakan pengkajian pada ibu hamil
b. Mengintepretasikan data hasil pengkajian
c. Menentukan masalah potensial
d. Menentukan tindakan segera yang harus dilakukan (bila ada)
e. Membuat perencanaan dan pelaksanaan tindakan
f. Melakukan evaluasi terhadap keputusan dan tindakan yang telah diambil.

III. Ruang Lingkup


Makalah ini membahas tentang Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Trimester II yang
dilakukan kepada Ny. E berusia 25 tahun di Poliklinik Berjenjang Lembaga Kesehatan
Budi Kemuliaan tanggal 06-01-201

IV. Sistematika Penulisan


Makalah ini terdiri dari 5 Bab, dengan Sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Penulisan, Ruang Lingkup, dan
Sistematika Penulisan
BAB II : TINJAUAN TEORI
Terdiri dari Pengertian Kehamilan, Tujuan Antenatal Care, Pemeriksaan
Ibu Hamil, Perubahan-perubahan Pada Ibu Hamil, Refocusing Antenatal
Care, Tanda-tanda Kehamilan, Tanda Bahaya Dalam Kehamilan,
Pemberian Konseling, Menentukan Periode Kehamilan, Pertumbuhan
Trimester II
BAB III : PEMBAHASAN
Terdiri dari Format Asuhan Antenatal Care

2
BAB IV : PEMBAHASAN
Terdiri dari Pengkajian, Interpretasi Data, Diagnosa Potensial,
Kolaborasi, Perencanaan, pelaksanaan, Evaluasi.
BAB V : PENUTUP
Terdiri dari Kesimpulan dan Saran

3
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Kehamilan adalah bertemunya sel sperma dengan sel ovum yang akan berkembang
menjadi janin (Ilmu Kebidanan,2010). Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai dengan
kelahiran janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40minggu atau 9bulan 10hari)
dihitung dari HPHT.
Suatu kehamilan dapat dikatakan normal apabila keadaan ibu sehat, tidak ada riwayat
obstetrik buruk, ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan serta hasil pemeriksaan dan
laboratorium normal.

B. Tujuan Antenatal Care


a. Mengenali dan menangani penyulit sedini kehamilan, persalinan dan nifas.
b. Mengenali dan mengobati penyakit sedini mungkin.
c. Menurunkan angka morbiditas dan motalitas ibu dan bayi.
d. Memberikan nasehat cara hidup sehat sehari-hari, KB, kehamilan, persalinan,
nifas dan laktasi.
e. Memonitor kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang janin normal.
f. Mengenali adanya penyimpangan dan memberikan menajemen sesuai dengan
kebutuhan.
g. Mempersiapkan ibu hamil dan keluarga secara fisik, mental, dan persiapan
perlengkapan untuk persalinan, dan kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi.

C. Pemeriksaan Ibu Hamil


1. Anamnesis
a. Identitas istri dan suami: nama, umur, pekerjaan, agama, alamat, dsb.
b. Anamnesis umum:
1) Tentang keluhan-keluhan, nafsu makan, tidur, miksi, defekasi, perkawinan
dsb.

4
2) Tentang haid, kapan mendapat haid terakhir (HT). bila haid pertama haid
terakhir diketahui, maka dapat dijabarkan taksiran tanggal persalinan
memakai rumus Naegele: hari+7, bukan-3, tahun +1.
3) Tentang kehamilan, persalinan, keguguran, dan kehamilan ektopik atau
kehamilan mola sebelumnya.
2. Inspeksi dan Pemeriksaan Fisik Diagnostik
Pemeriksaan seluruh tubuh secara baik dan lege artist: tekanan darah, nadi, suhu,
pernapasan, jantung, paru-paru dsb.
a. Perkusi
Tidak begitu banyak artinya, kecuali jika ada suatu indikasi.
b. Palpasi
Ibu hamil diminta berbaring terlentang, kepala dan bahu sedikit ditinggikan
dengan memakai bantal. Palpasi perut untuk menentukan besar dan
konsistensi rahim, bagian-bagian janin, letak, presentasi, gerakan janin,
kontraksi rahim-Braxton-Hicks dan his.
Maneuver palpasi menurut Leopold:

Leopold I:
a. Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang terdapat dalam
fundus.
b. Konsistensi uterus.
Variasi menurut knebel:
Menentukan letak kepala atau bokong dengan satu tangan di fundus dan
tangan lain di atas simfisis.

Leopold II:
a. Menentukan letak punggung janin.
b. Pada letak lintang, tentukan letak kepala janin.
Variasi menurut Budin:
Menentukan letak punggung dengan satu tangan menekan di bagian fundus.

5
Leopold III:
a. Menentukan bagian terbawah janin.
b. Menentukan apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk ke pintu atas
panggul atau masih dapat digerakan.
Variasi menurut Ahlfeld:
Menentukan letak punggung dengan pinggir tangan kiri diletakkan tegak di
tengah perut.

Leopold IV:
a. Dapat juga menentukan apa bagian terbawah janin dan berapa jauh sudah
masuk pintu atas panggul.

c. Auskultasi
Digunakan stetoskop monoaural (stetoskop obstetrik) untuk mendengarkan
denyut jantung janin (djj). Yang dapat kita dengarkan adalah:
1. Dari janin
a. Djj pada bulan ke 4-5
b. Bising tali pusat
c. Gerakan dan tendangan janin.

2. Dari ibu
a. Bising rahim (uterine souffle)
b. Bising aorta dan
c. Peristaltik usus

D. Perubahan-perubahan pada Ibu Hamil


1. Rahim atau uterus
Pada saat hamil otot uterus menjadi lebih besar, lunak, dan mengikuti pembesaran
rahim karena pertumbuhan janin. Hubungan antar besarnya kehamilan sangat penting
diketahui untuk membuat diagnosis apakah kondisi kehamilan saat ini normal atau tidak.

6
2. Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan
ASI pada saat laktasi. Payudara membesar, areola hiperpigmentasi (hitam), putting susu
makin menonjol.
3. Vagina dan vulva
Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen
sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwiks).
4. Sirkulasi darah
Volume darah meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan
sel darah terjadi pengenceran darah dan kadar hemoglobin biasanya turun. Terjadi anemia
fisiologis.
5. System respirasi
Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan oksigen yang
meningkat ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20% sampai 25% dari biasanya.
6. Pengaruh estrogen
Pengaruh estrogen, mengakibatkan pengeluaran asam lambung meningkat dan
menyebabkan hipersalivasi, lambung terasa panas, mual, muntah, dan pusing. Tetapi
mual dan muntah umumnya sudah tidak lagi dialami ibu hamil trimester II.
7. Sistem urinarius
Karena pengaruh pembesaran uterus pada kehamilan muda dan penurunan kepala
pada kehamilan tua terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering buang air kecil.

E. Refocusing Antenatal Care


Idealnya, seorang wanita memeriksakan diri secara teratur begitu ia mengetahui bahwa
dirinya sedang mengandung. Setiap kehamilan bisa menghadapi resiko komplikasi yang
dapat mengancam jiwa.
Sebuah program dari MNH (Maternal and Neonatal Health) memperkenalkan sebuah
pendekatan terbaru dari Antenatal Care yang lebih menekankan pada kualitas daripada
kuantitas kunjungan pemeriksaan. Pendekatan ini dikenal sebagai Refocused Antenatal Care

7
yang dibangung atas 2 kenyataan penting. Pertama, jumlah kunjungan pemeriksaan yang
dijalani ibu tidak menentukan outcome kehamilan, dan bagi beberapa Negara berkembang,
hal ini sangat sulit dilakukan. Kedua, wanita yang dianggap memiliki faktor resiko, tidak
menemui komplikasi sedangkan wanita yang tidak masuk dalam kategori beresiko justru
menemui komplikasi. Sehingga, jika suatu Ante Natal Care dilakukan dalam pendekatan
resiko, maka tempat layanan kesehatan akan melakukan perawatan yang sia-sia bagi
wanita hamil dengan faktor resiko yang tidak berkembang menjadi komplikasi, sedangkan
wanita hamil tanpa factor resiko malah tidak disiapkan untuk menyadari dan merespon
tanda/gejala komplikasi.
Dibawah asuhan badan kesehatan dunia (WHO), program MNH memiliki pandangan
bahwa setiap kehamilan memiliki resiko akan terjadinya komplikasi, dan oleh karena itu,
setiap wanita hamil harus mendapatkan pelayanan dasar dan
pengawasan terhadap komplikasi yang sama. Program ini tidak lagi mengandalkan
pengukuran dan indikator resiko yang rutin dilaksanakan pada ANC terdahulu (seperti tinggi
badan, oedema tungkai dan posisi janin sebelum 36 minggu), karena terbukti tidak efektif
bagi outcome kehamilan. (JHPIEGO trainernews, 2009).
Refocusing ANC menitik beratkan pada intervensi yang berpegang pada fakta di
lapangan (evidence based) yaitu isu kesehatan yang paling berdampak bagi ibu dan bayi baru
lahir. Refocusing ANC terdiri dari:

1. Deteksi Dini
Tenaga kesehatan melakukan pengkajian untuk mendeteksi masalah-masalah
yang akan mempengaruhi kehamilan serta membutuhkan perawatan khusus.
Kondisi yang akan berdampak bagi ibu dan bayi jika tidak mendapat perawatan
adekuat, misalnya: HIV, syphilis dan PMS lainnya, malnutrisi, TBC, anemia,
perdarahan pervaginam, preeklampsi/eklampsi, gawat janin dan kelainan letak di
usia kehamilan >36 minggu. Penanganan seawal mungkin dari kondisi-kondisi
tersebut akan sangat berarti bagi kelesalamatan ibu dan bayinya.

8
2. Promosi Kesehatan
Refocus ANC harus menyediakan waktu bagi ibu dan tenaga kesahatan untuk
berbicara tentang isu penting yang berhubungan dengan kesehatan selama
kehamilan, mencakup hal-hal berikut:
a. Tanda-tanda bahaya kehamilan
b. Nutrisi bagi ibu dan janin
c. Istirahat
d. Resiko penggunaan alkohol dan obat-obatan lainnya
e. KB
f. Pemberian ASI
g. HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

3. Persiapan Persalinan
Refocus ANC juga memberikan perhatian pada persiapan ibu untuk kelahiran
bayinya, seperti mendapat dukungan dari orang terdekat (keluarga dan
lingkungan). Ibu dan tenaga kesehatan harus merencanakan hal-hal berikut ini:
a. Penolong yang diinginkan saat persalinan
b. Tempat persalinan dan bagaimana mencapainya
c. Barang-barang yang diperlukan saat persalinan
d. Persiapan dana untuk persalinan dan kegawat daruratan
e. Pendamping selama proses persalinan.

4. Kesiapan menghadapi kedaruratan


Karena sebagian besar komplikasi tidak dapat diprediksi, maka ibu dan
keluarga harus dipersiapkan untuk mengenali masalah. Setiap wanita harus
mempersiapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pengambilan keputusan
b. Cara menjangkau tempat pertolongan
c. Ketersediaan dana untuk keadaan darurat
d. Transportasi dalam keadaan darurat
e. Donor darah

9
F. Tanda-tanda Kehamilan
Menentukan kehamilan yang sudah lanjut memang tidak sukar, tetapi menentukan
kehamilan awal seringkali tidaklah mudah, terutama bila pasien baru mengeluh terlambat
haid beberapa minggu saja. Keadaan ini akan lebih sulit lagi bila pasien sengaja
menyembunyikan kehamilannya, misalnya unwanted pregnancy atau sebaliknya pada orang
yang sangat ingin hamil. Akhirnya semua ini bergantung pada kemampuan bidan untuk
mengenal tanda dan gejala kehamilan ditambah dengan interpretasi hasil pemeriksaan
laboratorium. Secara klinis tanda-tanda kehamilan dapat dibagi dalam 2 kategori besar yaitu
tanda yang tidak pasti/ probable sign dan tanda-tanda kepastian hamil.
1. Tanda-tanda yang tidak pasti (probable sign)/ tanda mungkin hamil
mungkin hamil adalah karakteristik-karakteristik fisik yang bisa dilihat atau
sebaliknya diukur oleh pemeriksa dan lebih spesifik dalam hal perubahan-perubahan
psikologis yang disebabkan oleh kehamilan. Kedua jenis tanda dan gejala kehamilan
diatas mungkin ditemukan pada kondisi yang lain, meskipun tidak dapat
dipertimbangkan sebagai indikator-indikator positif suatu kehamilan. Tanda-tanda
tidak mungkin adalah sebagai berikut:
a. Amenorhea
Bila seorang wanita dalam masa mampu hamil, apabila sudah kawin
mengeluh terlambat haid, maka pikirkan bahwa dia hamil, meskipun keadaan
stress, obat-obatan, penyakit kronis dapat pula mengakibatkan terlambat haid.
b. Mual dan muntah
Merupakan gejala umum, mulai dari rasa tidak enak sampai muntah yang
berkepanjangan. Dalam kedokteran sering dikenal morning sickness karena
munculnya seringkali pagi hari. Mual dan muntah diperberat oleh makanan yang
baunya menusuk dan juga oleh emosi penderita yang tidak stabil. Untuk
mengatasinya penderita perlu diberi makan-makanan yang ringan, mudah dicerna
dan jangan lupa menerangkan bahwa keadaan ini masih dalam batas normal orang
hamil. Bila berlebihan dapat pula diberikan obat-obatan anti muntah.

10
c. Mastodinia
Adalah rasa kencang dan sakit pada payudara disebabkan payudara membesar.
Vaskularisasi bertambah, asinus dan duktus berproliferasi karena pengaruh
estrogen dan progesteron.
d. Quickening
Adalah persepsi gerakan janin pertama, biasanya disadari oleh wanita pada
kehamilan 18-20 minggu.
e. Keluhan kencing
Frekuensi kencing bertambah dan sering kencing malam, disebabkan karena
desakan uterus yang membesar dan tarikan oleh uterus ke kranial.
f. Konstipasi
Ini terjadi karena efek relaksasi progesteron atau dapat juga karena perubahan
pola makan.
g. Perubahan berat badan
Pada kehamilan 2-3 bulan sering terjadi penurunan berat badan, karena nafsu
makan menurun dan muntah-muntah. Pada bulan selanjutnya berat badan akan
selalu meningkat sampai stabil menjelang aterm.
h. Perubahan temperatur basal
Kenaikan termperatur basal lebih dari 3 minggu biasanya merupakan tanda
telah terjadinya kehamilan.
i. Perubahan warna kulit
Perubahan ini antara lain chloasma yakni warna kulit yang kehitam-hitaman
pada dahi, punggung, hidung dan kulit daerah tulang pipi, terutama pada wanita
yang memiliki warna kulit tua. Biasanya muncul setelah kehamilan 16 minggu.
Pada daerah areola dan putting payudara, warna kulit
menjadi lebih kehitaman. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh stimulasi
MSH (Melanocyte Stimulating Hormone). Pada kulit daerah abdomen dan
payudara dapat mengalami perubahan yang disebut strie gravidarum yaitu
perubahan warna seperti jaringan perut. Diduga ini terjadi karena pengaruh
adrenokortikosteroid.

11
j. Perubahan payudara
Akibat stimulasi prolaktin, payudara mensekresi kolustrom, biasanya setelah
kehamilan lebih dari 16 minggu.
k. Perubahan pada uterus
Uterus mengalami perubahan ada ukuran, bentuk dan konsistensi. Uterus
berubah menjadi lunak, bentuknya globular.
l. Tanda piskaceks
Terjadinya pertumbuhan yang asimetris pada bagian uterus yang dekat dengan
implantasi plasenta.
m. Perubahan-perubahan pada serviks
1. Tanda hegar
Berupa perlunakan pada daerah isthmus uteri, sehingga daerah tersebut
pada penekanan mempunyai kesan lebih tipis dan uterus mudah difleksikan
dapat diketahui melalui pemeriksaan bimanual. Tanda mulai terlihat pada
minggu ke-6.
2. Tanda goodells
Diketahui melalui pemeriksaan bimanual. Serviks terasa lebih lunak.
Penggunaan kontrasepsi oral juga dapat memberikan dampak ini.
3. Tanda Chadwick
Dinding vagina mengalami kongesti, warna kebiru-biruan.
4. Tanda Mc Donald
Fundus uteri dan serviks bisa dengan mudah difleksikan satu sama lain
tergantung pada lunak atau tidaknya jaringan isthmus.
5. Terjadinya pembesaran abdomen
Pembesaran perut menjadi nyata setelah minggu ke 16, karena pada saat
itu uterus telah keluar dari rongga pelvis dan menjadi organ rongga perut.
6. Kontraksi uterus
Tanda ini muncul belakangan dan pasien mengeluh perutnya kencang,
tetapi tidak disertai rasa sakit.
7. Pemeriksaan tes biologis kehamilan
Pada pemeriksaan ini hasilnya positif, dimana kemungkinan positif palsu.

12
2. Tanda pasti kehamilan
Indikator pasti hamil adalah penemuan-penemuan keberadaan janin secara jelas
dan hal ini tidak dapat dijelaskan dengan kondisi kesehatan yang lain;
a. Denyut Jantung Janin (DJJ)
Dapat didengan stetoskop laenec pada minggu ke 17-18. Pada orang gemuk,
lebih lambat. Dengan stetoskop ultrasonic (dopler), DJJ dapat didengarkan
lebih awal lagi, sekitar minggu ke 12. Melakukan auskultasi pada janin bisa
juga mengidentifikasikan bunyi-bunyi yang lain, seperti: bising tali pusat,
bising uterus dan nadi ibu.
b. Palpasi
Yang harus ditentukan adalah outline janin. Biasanya menjadi jelas setelah
minggu ke 22. Gerakan janin dapat dirasakan dengan jelas setelah minggu ke
24.

G. Tanda Bahaya Dalam Kehamilan


1. Perdarahan vagina
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah merah, perdarahan
banyak, atau perdarahan dengan nyeri (berarti abortus, KET, mola hidatidosa)
pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah,
banyak/sedikit, nyeri (berarti plasenta previa dan solusio plasenta)
2. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala
hebat, yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dan
sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya
menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah
gejala dari preeklampsia.
3. Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja)
Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah
perubahan visual mendadak, misalnya pandangan kabur atau berbayang.

13
4. Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa
berarti appendicitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang panggul,
persalinan aterm, gastritis, penyakit kantong empedu, absupsi plasenta, infeksi
saluran kemih, atau infeksi lain.
5. Bengkak pada muka atau tangan
Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan
tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik lainnya.
Hal ini dapat merupakan pertanda, anemia, gagal jantung, atau preeklampsia
6. Gerakan bayi berkurang
Ibu mulai merasakan gerakan bayinya pada bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa ibu
dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal jika bayi tidur gerakannya akan
melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan
bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring dan beristirahat dan jika ibu akan
makan dan minum dengan baik.

H. PEMBERIAN KONSELING
Konseling yang diberikan antara lain meliputi:

1. Gizi: peningkatan dalam konsumsi makanan hingga 300 kalori perhari,


2. Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan minum cukup air.
3. Latihan: normal tidak berlebihan, jangan sampai ibu terlalu capek.
4. Kebersihan: perawatan diri yang baik (personal hygiene)
5. Tanda-tanda bahaya: jika ibu keluar darah, cairan, sakit, nyeri, bengkak pada
wajah/tangan, sakit kepala, pergerakan janin berkurang maka anjurkan ibu untuk
mencari pertolongan segera, atau mengunjungi petugas kesehatan terdekat.
6. Aktivitas seksual: jelaskan pada ibu bahwa aktifitas seksual yang aman dengan posisi
yang benar tidak berbahaya, akan tetapi jika ibu merasa tidak nyaman sebaiknya
jangan dilakukan, pada minggu-minggu terakhir boleh melakukan hubungan seksual
untuk merangsang kontraksi uterus.

14
7. Kegiatan sehari-hari/pekerjaan: ibu boleh melakukan aktifitas seperti biasa selagi
mampu , akan tetapi jangan melakukan pekerjaan yang menguras energi.
8. Obat-obatan dan merokok: jelaskan pada ibu bahaya rokok bagi kesehatan janin, dan
jangan meminum obat-obatan selain pemberian dokter atau tenaga kesehatan lain.
9. Body mekanik: nasehati ibu jangan melakukan aktifitas-aktifitas yang berbahaya.
10. Perubahan fisiologis: berat badan meningkat, perubahan pada payudara, tingkat
tenaga yang bisa menurun, mual diwaktu pagi selama trimester pertama,
kunjungan/ANC dilakukan sedikitnya empat kali selama kehamilan, yaitu: satu kali
pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua, dan dua kali pada triwulan
ketiga.
11. Pakaian: ajarkan ibu untuk selalu memperhatikan kebersihan pakainnya, anjurkan
menggunakan pakaian dari bahan yang ringan dan menyerap keringat, jangan
memggunakan sepatu dengan hak tinggi.
12. Pemberian ASI: jelaskan kelebihan ASI dibanding susu formula, beserta keuntungan
pemberian ASI.
13. KB pasca persalinan: jelaskan pada ibu jenis-jenis kontrasepsi yang dapat dipilih,
agar ibu dapat menentukan pilihan sesuai keinginannya.

I. Menentukan Periode Kehamilan


Definisi : masa kehamilan dimulai dari terjadinya konsepsi sampai dengan lahirnya janin.
Lamanya kehamilan normal adalah 9 bulan 7 hari. Dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Pembagian kehamilan dan perkembangan janin, pertumbuhan trimester I.
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester I : konsepsi s/d 12 minggu, Trimester II
: 12 s/d 28 minggu, Trimester III : 28 s/d 40 minggu. (Saifuddin, 2002).

J. Pertumbuhan Trimester II
Pada bulan ke 4 panjang janin mencapai 10-17cm, beratnya 100 gr, alat kelamin sudah
dapat ditentukan jenisnya, kulit ditumbuhi rambut yang halus (lanugo). Pada akhir bulan ini
pergerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu.

15
Akhir bulan ke 5 panjang janin 18-27cm, beratnya 300 gr, bunyi jantung janin sudah dapat
didengar.
Akhir bulan ke 6 panjang janin 28-26 cm, beratnya 600 gr, kulit keriput dan lemak mulai
timbun dibawah kulit, dan kulit tertutup oleh venicks caseosa yang bermaksud untuk
melindungi kulit (Prawirohardjo, 1999).

16
BAB III

FORMAT

ASUHAN ANTENATAL CARE

No. Registrasi : 508704

Nama Pengkaji : Meyliya Taqwini

Hari/Tanggal : Senin/06-01-2014

Waktu Pengkajian : 13.00 WIB

Tempat Pengkajian : Poliklinik Lt II RSIA Budi Kemuliaan

I. PENGKAJIAN DATA

Menerima pasien dengan rasa hormat


Quick Check
o Sakit kepala hebat : Tidak Ada
o Pandangan kabur : Tidak Ada
o Nyeri ulu hati : Tidak Ada
o Pengeluaran cairan pervaginam : Tidak Ada
o Perdarahan pervaginam : Tidak Ada
o Demam tinggi : Tidak Ada
o Nyeri perut hebat : Tidak Ada
o Pergerakan janin berkurang : Tidak Ada
Keluhan utama : Tidak Ada

17
1. DATA SUBJEKTIF
A. IDENTITAS
Nama Lengkap : Ny.Euis Nama Suami : Tn. Agung
Usia : 25 Tahun Usia : 28 Tahun
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Karyawan
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Suku/Bangsa : Jawa Suku/Bangsa : Jawa

Alamat Rumah : Jl. Budi mulia RT 04/11 Alamat Rumah :Jl. Budi mulia

RT 04/11

No. Telepon : 0877800*** No. Telepon : 087761***


Alamat Kantor :- Alamat Kantor : Jl Cendana
No. 123 B
No. Telp. Kantor : - No. Telp. Kantor : 021 3345***

B. Riwayat Kehamilan Sekarang


G P A : G1P0A0
HPHT : 20-06-2013
TP : 27-03-2014
Siklus haid : 28 hari
Pergerakan janin pertama kali : Usia kehamilan 20 minggu
Pergerakan janin selama 24 jam : 18 kali
Obat yang dikonsumsi (termasuk jamu) : Tidak Ada
Imunisasi TT 1 : Sudah dilakukan (usia kehamilan 4 bulan)
Imunisasi TT 2 : Sudah dilakukan (usia kehamilan 5 bulan)
Kekhawatiran-kekhawatiran khusus : Takut tidak dapat lahir normal

18
C. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu

No Tgl/Th Usia Jenis Tempat penyulit Jenis BB/PB Keadaan Nifas


Lahir kehamilan persalinan persalinan/ Kelamin Anak
Anak penolong
1. Ini

D. Riwayat Kesehatan/Penyakit
Riwayat kesehatan yang diderita sekarang/dulu : Jantung : Tidak Ada
Asma : Tidak Ada
Hepatitis : Tidak Ada
TBC : Tidak Ada
Dm : Tidak Ada
Malaria : Tidak Ada
HIV : Tidak Ada
PMS : Tidak Ada
Riwayat Penyakit Keluarga : Hipertensi : Ada (Ayah)
Asma : Tidak Ada
DM : Tidak Ada
Riwayat Keturunan : Gemelli : Ada (Suami)

E. Riwayat Psikososial
Status pernikahan : Suami ke :1
Istri ke :1
Lama pernikahan : 1 tahun
Respon ibu/keluarga terhadap kehamilan : Sangat senang
Jenis kelamin yang diharapkan : Perempuan
Bentuk dukungan keluarga : Mengantar kontrol
Adat istiadat yang berhubungan dengan kehamilan : 7 bulanan
19
Pengambilan keputusan dalam keluarga : Suami/Orangtua
Rencana persalinan:
Tempat persalinan : RSIA BK
Penolong persalinan : Bidan
Pendamping persalinan : Suami/orangtua
Persiapan persalinan:
Dana persalinan : sudah disiapkan
Donor : sudah ada
Transportasi : sudah disiapkan
Riwayat KB terakhir:
Jenis kontrasepsi : Tidak Pernah
Lama penggunaan : Tidak Pernah

F. Aktifitas sehari-hari
1. Nutrisi
Pola makan (frekuensi) : 3 kali/hari
Jenis makanan yang dikonsumsi : Pagi: nasi, sayur, telur
Siang: nasi, ikan, sayur,
buah
Malam: nasi, daging, sayur,
susu
Jenis makanan yang tidak disukai : Tidak Ada
Perubahan porsi makan : Ada
Alergi terhadap makanan (jenis) : Tidak Ada
Pantangan makanan : Tidak Ada

2. Eliminasi
BAB :
Frekuensi : 1 kali/hari
Konsistensi : lembek

20
BAK :

Frekuensi : 5-6 kali/hari


Warna : kuning jernih
3. Pola istirahat dan tidur
Tidur malam : 7 jam
Tidur siang : 1 jam
Masalah : Tidak Ada
4. Kebiasaan hidup sehari-hari
Obat-obatan/jamu : Tidak Pernah
Alergi terhadap obat : Tidak Ada
Merokok : Tidak Pernah
Minuman beralkohol : Tidak Pernah
NAPZA : Tidak Pernah
5. Aktifitas sehari-hari : Melakukan aktifitas rumah
tangga
6. Hubungan seksual
Hubungan seks dalam kehamilan : Tidak Ada masalah
Keluhan : Tidak Ada
7. Personal hygiene
Mandi : 2 kali sehari
Ganti pakaian dalam dan luar : bila lembab langsung ganti
Irigasi vagina : Tidak Pernah

2. DATA OBJEKTIF
A. Keadaan Umum
Kesadaran : Compos mentis
Kedaan emosional : Stabil
Tanda vital
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/menit

21
Pernapasan : 20x/menit
Suhu : 36,3C
B. Antopometri
Berat badan sebelum hamil : 45 kg
Tinggi badan : 157 cm
Berat badan sekarang : 50 kg
IMT : 20,32
C. Pemeriksaan Fisik
1. Kepala
Rambut : Bersih, Tidak rontok
Muka : Cloasma : Tidak Ada Oedema : Tidak Ada
Mata : Konjungtiva : Tidak Pucat
Sklera : Tidak Ikhterik
Hidung : Pengeluaran : Tidak Ada
Polip : Tidak Ada
Telinga : Kebersihan : Bersih
Mulut/gigi : Stomatitis : Tidak Ada
Gusi : Kemerahan
Caries : Tidak Ada
2. Leher
Pembesaran kelenjar tiroid : Tidak Ada
Pembesaran kelenjar getah bening : Tidak Ada
Pembesaran kelenjar vena jugularis : Tidak Ada
3. Dada
Retraksi dinding dada : Tidak Ada
Bunyi pernapasan : Tidak Ada
Bunyi jantung : Ada, Terdengar
Irama : Teratur
Payudara: Bentuk : Simetris
Putting susu : Menonjol
Aerola : Bersih, Kehitaman

22
Pengeluaran : Tidak Ada
Benjolan : Tidak Ada
Tanda-tanda retraksi : Tidak Ada
Kebersihan : Bersih
Lain-lain : Tidak Ada
4. Perut
Bekas luka operasi : Tidak Ada
Bentuk perut : Membuncit, Lonjong
Kontraksi : Tidak Ada
TFU (Mc Donald) : 26 cm
Palpasi : Leopold 1 : Teraba lunak, Tidak bulat,
Tidak melenting
Lopold 2 : Kiri : Teraba keras, memanjang,
Seperti papan
Kanan: Teraba bagian kecil janin
Leopold 3 : Teraba keras, bulat, melenting
Leopold 4 : Tidak dilakukan
Auskultasi : Punctum Maksimum : 3 jari atas pusat
DJJ : 148x/menit
5. Ekstremitas: Kuku : Bersih, pendek, kemerahan
Telapak tangan : Tidak Pucat, kemerahan
Varices : Tidak Ada
Reflek patella : +/+
Oedema : -/-
Pinggang (Costo Vertebra Angel Tenderness) : -/-

D. Pemeriksaan Genetalia
1. Pemeriksaan Genetalia Eksterna
Labia mayora : Tidak Ada kelainan
Labia minora : Tidak Ada kelainan
Urifisium uretra : Tidak Ada kelainan

23
Varices : Tidak Ada
Pengeluaran : Tidak Ada
Bau : Tidak berbau
Kelenjar skene : Tidak Ada pembengkakan
Kelenjar bartholin : Tidak Ada pembengkakan
Lain-lain : Tidak Ada
2. Pemeriksaan Genetalia Interna (bila ada indikasi)
Pemeriksaan dalam
Dinding Vagina : Tidak dilakukan
Serviks : Tidak dilakukan
Pelvimetri Klinis
Promontorium : Tidak dilakukan
Conjugata Diagonalis : Tidak dilakukan
Linea Inominata : Tidak dilakukan
Spina Isciadika : Tidak dilakukan
Distansia Interspinarum : Tidak dilakukan
Sakrum : Tidak dilakukan
Arkus pubis : Tidak dilakukan
Kesan panggul : Tidak dilakukan
3. Anus (hemoroid) : Tidak ada hemoroid

E. Pemeriksaan penunjang
Laboratoriun: Darah : Hb : Tidak dilakukan gr%
Gol. Darah : Tidak dilakukan
Rh : Tidak dilakukan
Urin : Protein :Tidakdilakukan
Glukosa : Tidak dilakukan
USG : Tidak dilakukan
NST : Tidak dilakukan

24
II. INTERPRETASI DATA

Ny.E G1P0A0 Hamil 28 minggu

Janin tunggal hidup presentasi kepala

III. MASALAH POTENSIAL

Tidak Ada

IV. TINDAKAN SEGERA

Tidak Ada

V. PERENCANAAN

1. Beritahu hasil pemeriksaan kepada pasien dan keluarga


2. Beritahu kepada pasien bahwa usia kehamilan sesuai dengan kehamilan saat ini
3. Berikan informasi mengenai nutrisi, hidrasi dan vitamin kepada pasien
4. Berikan reward kepada pasien tentang personal hygiene
5. Berikan reward kepada pasien tentang pemenuhan kebutuhan istirahat
6. Ajarkan pasien mengenai pemeriksaan payudara sendiri
7. Ajarkan pasien mengenai perawatan payudara
8. Berikan informasi mengenai tanda bahaya kehamilan
9. Beritahu pasien jika terdapat tanda bahaya dalam kehamilan pasien segera ke tempat
pelayanan kesehatan terdekat dan terlengkap
10. Berikan informasi mengenai kontrol ulang kepada pasien
11. Lakukan dokumentasi seluruh kegiatan yang dilakukan

VI. PELAKSANAAN

1. Memberitahu hasil pemeriksaan kepada pasien dan keluarga bahwa keadaan ibu baik
TD: 110/70 mmHg ND: 80x/menit SH: 36,3C RR: 20x/menit DJJ: 148x/menit
2. Memberitahu kepada pasien bahwa usia kehamilan sesuai dengan kehamilan saat ini 28
minggu yaitu 7 bulan

25
3. Memberikan informasi mengenai nutrisi dan hidrasi kepada pasien untuk mengkonsumsi
vitamin zat besi sehari sekali dan menjaga pola makan gizi seimbang serta minum air
putih minimal 3 Liter/hari
4. Memberikan reward kepada pasien tentang personal hygiene
5. Memberikan reward kepada pasien tentang pemenuhan kebutuhan istirahat sudah baik
6. Mengajarkan kepada pasien mengenai pemeriksaan payudara sendiri sebelum mandi
untuk mendeteksi adanya benjolan pada payudara
7. Mengajarkan kepada pasien mengenai perawatan payudara agar payudara tetap bersih
terutama dibagian areola dan putting
8. Memberikan informasi mengenai tanda bahaya pada kehamilan yaitu ditandai dengan
adanya sakit kepala hebat, nyeri ulu hati, pandangan kabur, demam tinggi, pengeluaran
cairan pervaginam, perdarahan pervaginam, pergerakan janin berkurang
9. Memberitahukan kepada pasien jika terdapat tanda bahaya dalam kehamilan pasien
segera ke tempat pelayanan kesehatan terdekat dan terlengkap
10. Memberikan informasi mengenai control ulang pada pasien yaitu 2 minggu kemudian
11. Melakukan dokumentasi seluruh kegiatan yang dilakukan

VII. EVALUASI

1. Hasil pemeriksaan telah diberikan kepada pasien dan keluarga


2. Pasien mengetahui bahwa usia kehamilannya sesuai dengan kehamilan saat ini
3. Pasien mengerti mengenai informasi nutrisi, hidrasi dan vitamin yang telah diberikan
4. Reward mengenai personal hygiene telah diberikan kepada pasien
5. Reward mengenai pemenuhan kebutuhan istirahat dengan baik telah diberikan
6. Pasien mengerti cara pemeriksaan payudara sendiri
7. Pasien mengerti cara perawatan payudara
8. Pasien mengerti mengenai informasi tanda bahaya pada kehamilan
9. Pasien mengetahui jika terdapat tanda bahaya dalam kehamilan segera ke tempat
pelayanan kesehatan terdekat dan terlengkap
10. Pasien telah mengetahui kontrol ulang untuk 2 minggu yang akan datang
11. Seluruh kegiatan yang dilakukan telah di dokumentasikan

26
BAB IV
PEMBAHASAN

1. Pengkajian
Pada saat penulis melakukan pengkajian atau pengumpulan data baik objektif atau
subjektif, maka penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan lahan praktek.
2. Interpretasi Data
Berdasarkan pengkajian pada Ny. E telah diperoleh data yang bisa menegakkan diagnosa
yaitu ANC normal, dengan tekanan darah 110/70, nadi 80x/menit, pernafasan 20x/menit,
suhu 36,3C dan DJJ 148x/menit.
3. Diagnosa Potensial/Masalah Potensial
Setelah dilakukan pengkajian dan asuhan pada ibu hamil Ny. E, tidak dapat ditegakkan
diagnosa, karena tidak ada kelainan-kelainan yang didapat, dan hal ini sesuai apa yang
diharapkan, sehingga tidak akan ada kesenjangan antara teori dengan lahan praktek.
4. Identifikasi Kebutuhan Akan Tindakan Segera/Kolaborasi
Tidak dilakukan kolaborasi dengan dokter atau dengan petugas kesehatan lain.
5. Perencanaan
Dalam penyusunan rencana asuhan harus disesuaikan dengan teori.
6. Pelaksanaan
Setelah pemeriksaan ANC berlangsung, bidan akan memberikan penjelasan kepada Ny. E
agar asuhan kehamilan dapat berjalan secara normal.
7. Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. E, maka ibu dapat mengerti dan
memahami penjelasan yang telah diberikan oleh Bidan.

27
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari kasus ini adalah:
1. Dari hasil pengkajian yang dilakukan terhadap Ny. E didapatkan hasil bahwa
kehamilannya saat ini berada dalam kondisi normal
2. Diagnosa yang ditegakkan ialah G1P0A0 hamil 28 minggu
Janin tunggal, hidup, presentasi kepala
3. Tidak ditemukan masalah potensial
4. Tidak diperlukan tindakan segera
5. Perencanaan asuhan ditetapkan sesuai dengan diagnosa
6. Pelaksanaan asuhan dilakukan sesuai dengan perencanaan. Refocus Antenatal
Care telah dilakukan dengan baik
7. Evaluasi proses asuhan kebidanan ini adalah seluruh asuhan telah diberikan sesuai
standard an tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik.

B. Saran
A. Rumah Sakit
Mempertahankan kualitas pelayanan ANC yang selama ini sudah diberikan
B. Pendidikan
Meningkatkan evaluasi terhadap mahasiswa yang sedang menerapkan asuhan
kebidanan pada ibu hamil di lahan praktik.
C. Mahasiswa
Agar mahasiswa lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang
fisiologis kehamilan sehingga dapat optimal dalam memberikan asuhan kebidanan
pada masa kehamilan.

28
DAFTAR PUSTAKA

Rukiyah yeyeh ai, DKK. 2009. Asuhan kebidanan 1 (kehamilan). Jakarta


Sofian amru. 2011. Sinopsis Obstetric. Pekanbaru
Yuni kusmiyati, DKK. 2009. Perawatan ibu hamil. Bandung

29