Anda di halaman 1dari 33

PENGKAJIAN KELUARGA BINAAN

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn.Wn


Dusun I Desa Tanjung Pering
Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir

I. PENGKAJIAN UMUM
Pengkajian Keluarga (22 November 2016)
A. Data Umum
1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. Wn
2. Usia : 36 tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Nelayan
5. Alamat : Dusun I Desa Tanjung Pering Indralaya Utara
6. Komposisi Keluarga :

No Nama Jenis Hubungan TTL/ Pendidika Pekerjaan Status


(inisial) Kelami dengan Umur n Imunisas
n KK i
1. Ny. Am P Istri 35 SD Pengerajin -
tahun
2. An. En P Anak 13 SMP Pelajar -
tahun
3. An. Frl L Anak 9 tahun SD Pelajar -
4. An. Ia P Anak 5 tahun Paud Pelajar -
5. An. Rf L Anak 2 tahun - - Lengkap

Genogram
Pihak Ayah Pihak Ibu
Keterangan :
: Perempuan
: Laki-laki
: Meninggal
: Serumah

7. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Tn. Al adalah keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari
ayah, ibu, dan 4 anak kandung.

8. Suku
Tn. Wn berasal dari desa Tanjung Baru ogan ilir sedangkan Ny. Am berasal
dari Pegagan. Tn. Wn dan Ny. Am menggunakan bahasa palembang dalam
kesehariannya.

9. Agama
Keluarga Tn. Wn menganut agama Islam dan beribadah sesuai tuntunan agama
Islam.

10. Status sosial ekonomi keluarga


Tn. Wn bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu dan
Ny. Am. Bekerja sebagai pengerajin kerupuk, mengatakan penghasilannya
Rp. 1.000.000 per bulan. Tn.

11. Aktivitas rekresi keluarga


Aktivitas rekreasi keluarga Tn. Wn hanya sebatas mengobrol dengan tetangga
ataupun sesama keluarga di rumah sambil menonton televisi, terkadang
mereka pergi ke Teluk Seruo dan pasar indtalaya.

II. Riwayat & tahap perkembangan keluarga

12. Tahap perkembangan keluarga saat ini


Pada saat ini keluarga Tn. Wn sedang berada pada tahap perkembangan
keluarga dengan anak remaja, dengan tugas perkembangan sebagai berikut :
a. Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab
mengingat remaja yang sudah bertambah dewasa dan meningkatkan
otonomnya.
b. Mempertahankan komunikassi terbuka antara anak dan orang tua.
c. Hindari perdebatan, kecurigaan dan permusuhan.
d. Perubahan sistem peran dan peraturan untuk tumbuh kebang.

13. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :


Ny. Am mengatakan masih merasa cemas terhadap anaknya yang
dalam tahap remaja yaitu An. En. Beliau sering khawatir jika anaknya pergi
keluar dan mengenai pergaulan anaknya dengan teman-temannya diluar
rumah. Keluarga masih belum mampu memberikan kebebasan dan tanggung
jawab terhadap anak remajanya.

14. Riwayat kesehatan keluarga inti


a. Tn. Wn mengatakan tidak memiliki masalah kesehatan dalam beberapa
hari terakhir.
b. Ny. Am mengatakan tidak memiliki masalah kesehatan dalam beberapa
hari terakhir, namun Ny. Am mengatakan pernah mengalami darah tinggi
pada saat hamil dan beberapa bulan setelah melahirkan, namun sekarang
tekanan darahnya telah kembali normal.
c. An. An mengatakan tidak merasakan keluhan mengenai masalah kesehatan
yang berarti. Dirinya merasa bahwa sehat-sehat saja sekarang.
d. An. Frl mengatakan tidak memiliki masalah kesehatan dan keluhan yang
berarti.
e. An. Ia mengatakan bahwa tidak ada keluhan kesehatan yang berarti.
f. An. Rf mengalami batuk pilek dan diare dalam beberapa hari terakhir
namun sekarang sudah membaik.

15. Riwayat Keluarga inti :


Tn. Wn dan Ny. Am merupakan pasangan yang menikah pada 13 tahun lalu.
Keduanya sama-sama belum memiliki riwayat pernikahan sebelumnya dan
bertemu lalu memutuskan untuk menikah. Tn. Wn dan Ny. Am setelah
menikah memiliki 4 orang anak dan tinggal di Tanjung pering, Ogan ilir.

16. Riwayat keluarga sebelumnya :


Tn. Wn mengatakan dalam keluarganya pernah ada riwayat penyakit ginjal
dan hipertensi, sedangka Ny. Am mengatakan bahwa beliau tidak memiliki
riwayat penyakit yang berarti pada keluarganya terdahulu.
III. Lingkungan
17. Karakteristik rumah (termasuk denah rumah) :
a. Luas rumah yang ditempati : 2 x 6 m2
b. Jumlah ruangan dan kamar : 1 ruangan yang multifungsi yang sering
digunakan untuk kumpul dengan keluarga, 1 ruang kamar tidur, 1 dapur
dan 1 kamar mandi.
c. Ventilasi dan pencahayaan : Terdapat 2 jendela di rumah dan 5 lubang
angin dan cahaya. Rumah terlihat terang. Sirkulasi udara baik karena
jendela dan pintu rumah dibuka di pagi hari.
d. Sumber air : Air sumur digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci,
serta air juga digunakan untuk memasak maupun untuk minum.
e. Lantai rumah : terbuat dari kayu.
f. Kondisi rumah : Rumah terbuat dari kayu dan lantai teremen sedangkan
atap rumah terbuat dari asbes.
g. Pembuangan sampah disekitar lingkungan dilakukan dengan cara
membakar sampah.

Denah rumah

Keterangan :
1 4 5
1 = Pintu masuk
3 2 = Ruang berkumpul
3 = Kamar tidur
4 = Dapur
5 = Kamar Mandi
2

18. Karakteristik tetangga dan komunitas :


Keluarga Tn. Wn tidak memiliki masalah dalam bersosialisasi dengan
tetangga dan dapat dikatakan hubungan dengan tetangga cukup baik dan saling
berinteraksi. Kehidupan bertetangga Tn. Wn sangat menjunjung tinggi
kehidupan yang memiliki nilai tenggang rasa, saling menghormati serta saling
membantu satu sama lain.
Tetangga Tn. Wn hampir semuanya berasal dari Ogan Ilir. Ny. Am saat
ini masih mengikuti pengajian yang dilakukan setiap seminggu sekali pada
malam Selasa di rumah-rumah warga di Desa Tanjung Pering Dusun 1. Tn.
Wn pergi bekerja sebagai nelayan pergi pada pagi hari sampai siang hari
terkadang sore hari. Ny. Am bekerja sebagai pengerajin kerupuk pada siang
hari karena menungu anaknya yang SD pulang sekolah untuk menjaga adik
adiknya, hingga sore.

19. Mobilitas geografis keluarga :


Tn. Wn setelah menikah dengan Ny. Am tinggal di daerah Tanjung
Pering hingga saat ini.

20. Perkumpulan keluarga & interaksi dengan masyarakat :


Tn. Wn mengatakan dapat menghadiri acara yang ada di desa apabila
diselenggarakan di malam hari atau pada hari libur ( hari Selasa) karena
kesibukannya bekerja. Ny. Am mengatakan sering mengikuti kegiatan yang
ada di masyarakat seperti kegiatan pengajian dan kadang berinteraksi dengan
warga disekitar rumah saat pulang dari membuat kerupuk. Apabila ada
keluarga lain yang mengadakan hajatan Tn. Wn dan Ny. Am menyempatkan
diri untuk membantu warga yang mengadakan acara tersebut.

21. Sistem pendukung keluarga :


Sistem pendukung keluarga Tn. Wn adalah bentor sebagai salah satu
fasilitas pendukung keluarga dalam bertransportasi. Ny. Am mengatakan
memiliki asuransi kesehatan (BPJS) untuk keperluan berobat jika ada anggota
yang sakit.

IV. Struktur keluarga


22. Pola komunikasi keluarga :
Bahasa yang digunakan oleh keluarga adalah bahasa tanjung pering
atau bahasa palembang. Dalam mengambil keputusan Tn. Wn sebagai kepala
keluarga mendiskusikannya dengan istri. Komunikasi dalam anggota keluarga
juga baik yaitu dengan berkomunikasi secara asertif. Tn. Wn bersama Ny. Am
saling memberi pengertian dengan komunikasi yang efektif dalam
bermusyawarah di keluarga.

23. Struktur kekuatan keluarga :


Dalam keluarga, Ny. Am mengatakan yang bepengaruh dalam keluarga
adalah Tn. Wn sebagai kepala rumah tangga. Apabila dalam keluarga terdapat
konflik, maka akan diselesaikan secara musyawarah bersama keluarga dan bila
masalah belum dapat diselesaikan maka Tn. Wn akan bertindak dalam
mengambil keputusan untuk memecahkan permasalahan dalam keluarga.

24. Struktur peran :


a. Tn. Wn berperan sebagai kepala keluarga, suami dan ayah. Saat ini Tn. Wn
bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan dapat memenuhi kebutuhan
keluarga.
b. Ny. Am berperan sebagai istri, ibu dari ke empat anaknya yang ada di
rumah yang mengawasi anak-anaknya.
c. An. En berperan sebagai anak yang paling tua, sedang bersekolah di SMP
dan berperan sebagai yang tertua untuk menjaga adik-adiknya saat Ny. Am
bekerja.
d. An. Rrl berperan sebagai anak yang membantu An. En membantu menjaga
adik-adiknya di rumah dan membantu membersihkan rumah.
e. An. Ia berperan sebagai anak yang selalu mengajak adiknya yang paling
kecil bermain saat kakak-kakaknya sekolah dan Ny. Am sedang ada
kerjaan.
f. An. Rf berperan sebagai anak paling kecil yang masih membutuhkan lebih
dari anak-anak dari Tn. Wn dan Ny.Am.

25. Nilai dan norma budaya :


Keluarga Tn. Wn menerapkan aturan-aturan yang disesuaikan dengan
ajaran agama yang dianut dan norma yang berlaku di masyarakat tempat
tinggalnya. Ny. Am juga mengatakan selalu mengajarkan kepada semua anak-
anaknya untuk menghormati orang yang lebih tua dan bermain dengan baik
kepada teman-teman disekitarnya. Tn. Wn dan Ny. Am mengikuti adat yang
diadakan di lingkungan masyarakatnya seperti kegiatan pengajian, menjenguk
orang yang sakit, menghormati orang yang lebih tua serta berbicara sopan.

V. Fungsi Keluarga
26. Fungsi afektif :
Tn. Wn bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan tidak menentu
atau tidak tetap setiap bulan. Pendapatan rata-rata keluarga Tn. Al sekitar
Rp 1.000.000 per bulan. Penghasilan ini dianggap dapat dalam memenuhi
kebutuhan keluarga sehari-hari. Tn. Wn dan Ny. Am mengatakan bahwa
keluarga memiliki sedikit simpanan tabungan untuk persiapan jika ada anggota
keluarga yang mengalami gangguan kesehatan dan sekolah anak-anak mereka.

27. Fungsi sosialisasi :


Keluarga Tn. Wn mengatakan keluarga memiliki hubungan yang baik
dengan warga yang ada di Dusun I Tanjung Pering. Tetangga sekitar juga
mengatakan bahwa keluarga Tn. Al merupakan keluarga yang ikut berperan
dalam kegiatan di masyarakat dan saling membantu sesama anggota
masyarakat.

28. Fungsi perawatan kesehatan :


Tn. Wn mengatakan bahwa keluarga memperhatikan masalah
kesehatan yang dihadapi oleh anggota keluarganya. Jika terdapat salah satu
anggota keluarga yang sakit, maka keluarga akan langsung membawa anggota
keluarga tersebut ke pelayanan kesehatan segera untuk mendapatkan
penanganan.

VI. Stress dan koping keluarga


29. Stressor jangka pendek :
Tn. Wn mengatakan saat ini hanya memikirkan masalah tentang
keuangan dan kesehatan keluarga ada anggota keluarganya yang sakit.
Sedangkan Ny. Am memikirkan uang untuk anaknya sekolah setiap harinya
karena diperlukan untuk uang jajan anaknya dan uang pulang pergi sekolah.

30. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah :


Jika ada masalah yang terjadi dalam keluarga, keluarga selalu berusaha
untuk mengatasi masalah dengan baik. Tn. Wn dan Ny. Am akan
bermusyawarah dalam menyelesaikan permasalahan dalam keluarga.

31. Strategi koping yang digunakan :


Keluarga akan berusaha menerima dengan ikhlas dan berlapang dada
serta tidak terlalu memikirkan masalah yang ada dan berusaha untuk
menyelesaikannya.

32. Strategi adaptasi disfungsional :


Keluarga mengatakan tidak dapat melarang An. En jika ingin pergi
keluar rumah dan tidak dapat melarang An. Ia dan anak Rf dalam membeli
jajan di warung.
33. Pemeriksaan fisik :

Pemeriksaan Tn. Wn Ny. Am An. En An. Rfl An. Ia An. Rf


Fisik
Tekanan 128/89 mmHg 127/87 mmHg 120/78 mmHg 110/80 mmHg - -
darah
Nadi 88x / menit 88 x/ menit 90x /menit 80x /menit 88x /menit 90x/menit
Suhu 36,5 oC 36,2 oC 36,1 oC 36,2 oC 36,5 oC 36,5 oC
BB 75 kg 57 kg 38 kg 29 kg 15 kg 9 kg
Rambut Hitam, lurus dan Hitam, belum ada Hitam, lurus dan Hitam, lurus dan Hitam, lurus dan Kecoklatan,
bersih, belum uban, sedikit bersih bersih bersih lurus, lembut dan
kriting dan bersih
ada uban. bersih
Kulit Warna kulit Warna kulit Warna kulit Warna kulit putih Warna kulit Warna kulit
coklat tua dan coklat dan turgor coklat dan turgor dan turgor kulit coklat dan turgor coklat dan turgor
turgor kulit kulit elastis kulit elastis elastis kulit elastis kulit elastis
elastis
Mata Kedua mata Kedua mata Kedua mata Kedua mata Kedua mata Kedua mata
simetris, simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
konjungtiva konjungtiva tidak konjungtiva tidak konjungtiva tidak konjungtiva konjungtiva tidak
tidak anemis, anemis, sklera anemis, sklera anemis, sklera tidak anemis, anemis, sklera
sklera tidak tidak ikterik dan tidak ikterik dan tidak ikterik dan sklera tidak tidak ikterik dan
ikterik dan ketajaman dalam ketajaman dalam ketajaman dalam ikterik dan ketajaman dalam
penglihatan penglihatan masih penglihatan masih penglihatan masih ketajaman dalam penglihatan
masih baik. baik. baik. baik. penglihatan masih baik.
masih baik.
Hidung Bersih, fungsi Bersih, fungsi Bersih, fungsi Bersih, fungsi Bersih, fungsi Bersih, fungsi
penciuman baik penciuman baik penciuman baik penciuman baik penciuman baik penciuman baik

Mulut & Bersih, lidah Bersih, lidah Bersih, lidah Bersih, lidah Bersih, lidah Bersih, lidah
Tenggorokan tidak kotor, gigi tidak kotor, gigi tidak kotor, gigi tidak kotor, gigi tidak kotor, gigi tidak kotor, gigi
berlubang dan tidak berlubang tidak berlubang berlubang dan berlubang dan berlubang dan
berwarna sedikit dan berwarna dan berwarna berwarna sedikit berwarna sedikit berwarna sedikit
kuning, putih, putih, kuning, kuning, kuning,
kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan
menelan baik. menelan masih menelan baik. menelan baik. menelan baik. menelan baik.
baik.

Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar tiroid, kelenjar tiroid, kelenjar tiroid, kelenjar tiroid, kelenjar tiroid, kelenjar tiroid,
tidak ada tidak ada distensi tidak ada distensi tidak ada distensi tidak ada distensi tidak ada distensi
distensi vena vena jugularis vena jugularis vena jugularis vena jugularis vena jugularis
jugularis
Telinga Kedua simetris, Kedua simetris, Kedua simetris, Kedua simetris, Kedua simetris, Kedua
bersih, serumen simetris,
bersih, serumen bersih, serumen bersih, serumen bersih, serumen
bersih, serumen
tidak ada, tidak
tidak ada, tidak tidak ada, tidak tidak ada, tidak tidak ada, tidak
menggunakan tidak ada, tidak
menggunakan menggunakan alat menggunakan alat menggunakan alat alat bantu menggunakan
pendengaran.
alat bantu bantu bantu bantu alat bantu
pendengaran. pendengaran.
pendengaran. pendengaran. pendengaran.
Dada Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan
dada simetris, dada simetris, dada simetris, dada simetris, dada simetris, dada simetris,
keadaan bersih, keadaan bersih, keadaan bersih, keadaan bersih, keadaan bersih, keadaan bersih,
suara napas suara napas suara napas suara napas suara napas suara napas
vesikuler bersih, vesikuler bersih, vesikuler bersih, vesikuler bersih, vesikuler bersih, vesikuler bersih,
RR : 22x /menit, RR : 20x /menit, RR : 22x /menit, RR : 22x /menit, RR : 20x /menit, RR : 24x /menit,
dan HR : 88x/ dan HR : 88x/ dan HR : 90x/ dan HR : 80x/ dan HR : 88x/ dan HR : 88x/
menit. menit. menit. menit. menit. menit.

Ektremitas Atas Atas Atas Atas Atas Atas


Tidak ada Tidak ada odema, Tidak ada odema, Tidak ada odema, Tidak ada Tidak ada odema,
odema, rentang rentang gerak rentang gerak rentang gerak odema, rentang rentang gerak
gerak tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada gerak tidak ada tidak ada
hambatan, tidak hambatan, tidak hambatan, tidak hambatan, tidak hambatan, tidak hambatan, tidak
ada nyeri dan ada nyeri dan ada nyeri dan ada nyeri dan ada nyeri dan ada nyeri dan
kekuatan otot 5. kekuatan otot 5. kekuatan otot 5. kekuatan otot 5. kekuatan otot 5. kekuatan otot 5.
Bawah Bawah Bawah Bawah Bawah Bawah
Tidak ada Tidak ada odema, Tidak ada odema, Tidak ada odema, Tidak ada
Tidak ada odema,
odema, rentang rentang gerak rentang gerak rentang gerak odema, rentang
rentang gerak
gerak tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada gerak tidak ada
tidak ada
hambatan, tidak hambatan, tidak hambatan, tidak hambatan, tidak hambatan, tidak hambatan, tidak
ada nyeri dan ada nyeri dan ada nyeri dan ada nyeri dan ada nyeri dan ada nyeri dan
kekuatan otot 5. kekuatan otot 5. kekuatan otot 5. kekuatan otot 5. kekuatan otot 5. kekuatan otot 5.
Perut Abdomen tidak Abdomen tidak Abdomen tidak Abdomen tidak Abdomen tidak Abdomen tidak
ada asites, ada asites, bersih, ada asites, bersih, ada asites, bersih, ada asites, ada asites, bersih,
bersih, tidak ada tidak ada nyeri tidak ada nyeri tidak ada nyeri bersih, tidak ada tidak ada nyeri
nyeri tekan, dan tekan, dan bising tekan, dan bising tekan, dan bising nyeri tekan, dan tekan, dan bising
bising usus usus normal usus normal usus normal bising usus usus normal
normal ( 8x ( 8x /menit). ( 8x /menit). ( 8x /menit). normal ( 8x ( 8x /menit).
/menit). /menit).
VII. Harapan keluarga terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga
Harapan keluarga terhadap kehidupannya, keluarga menginginkan agar
anggotanya selalu sehat dan tidak mengalami sakit yang bisa menyebabkan anggota
keluarga di rawat di Rumah Sakit. Selain itu, keluarga juga berharap anak-anaknya
bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan bisa mengangkat derajat
keluarganya di mata masyarakat. Harapan keluarga terhadap praktikan Ners UNSRI
agar dapat memberikan informasi seputar kesehatan dan cara merawat dan
memelihara kesehatan anggota keluarga.

Analisis Data
No Data Masalah Penyebab
. Keperawatan
1. DS : Resiko Ispa berulang Ketidakmampuan
Ny. Am mengatakan bahwa keluarga dalam
An. Rf mudah terkena sakit merawat anggota
batuk dan pilek. Ny. Am keluarga yang sakit
mengatakan anaknya baru karena kurangnya
sembuh dari penyakit batuk, pengetahuan
pileknya. keluarga

DO :
HR : 90x /menit
RR : 24x /menit
Suhu : 36,5oC
- An. Rf terlihat sedang
meminum es yang
dibelinya dan memakan
chiki.
2. DS : Resiko diare berulang Ketidakmampuan
Ny. Am mengatakan bahwa keluarga dalam
An. Rf mudah terkena sakit merawat anggota
diare. Ny. Am mengatakan keluarga yang sakit
anaknya baru sembuh dari karena kurangnya
penyakit diare. pengetahuan
keluarga
DO :
HR : 90x /menit
RR : 24x /menit
Suhu : 36,5oC
- Lingkungan rumah Ny.
Am terlihat sedikit kotor
dan banyak air
menggenang di bawah
rumahnya.

3. DS : Resiko penyakit Ketidakmampuan


Ny. Am mengatakan bahwa berulang keluarga dalam
dia pernah mengalami merawat anggota
tekanan darah tinggi pada keluarga yang sakit
saat sedang hamil dan untuk menghentikan
beberapa bulan setelah kebiasaan pola
melahirkan dan sekarang makan yang salah
tekanan darah telah normal. dan tidak teratur

DO :
TD : 127/87 mmHg
HR : 88x /menit
RR : 20x/menit
Suhu : 36,5 oC

SKORING
1. Resiko Ispa berulang pada An. Rf
No Kriteria Bobot Nilai Pembenaran
1. Sifat masalah: 1 2/3X1 = 2/3 Ny. Am mengatakan
Skala
bahwa An. Rf mudah
Actual : 3
Resiko : 2 terkena sakit batuk dan
Potensial : 1
pilek. Ny. Am mengatakan
anaknya baru sembuh dari
penyakit batuk, pileknya.

2. Kemungkinan 2 2/2X2 = 2 Ny. Am memberikan


masalah diubah : anaknya jeruk nipis dan air
Skala
hangat.
Mudah : 2
Sebagian : 1
Tidak dapat : 0
3. Potensi di cegah : 2 2/3X2 = 4/3 Ketika penyakitnya
Skala
muncul Ny. Am
Tinggi : 3
Cukup :2 memberikan obat
Rendah :1
tradisional kemudian pergi
ke bidan.
4. Menonjolnya 1 1/2X1 = 1/2 Masalah kesehatan yang
masalah: sedang dialami An. Rf
Skala
dapat segera mereda
Segera ditangani:
dengan istirahat dan
2
Masalahan ada menjaga makanan.
tapi tidak perlu
segera ditangani :
1
Masalah tidak
dirasakan : 0
Jumlah 4 1/2
2. Resiko diare berulang pada An. Rf
No Kriteria Bobot Skor Pembenaran
1. Sifat masalah: 1 2/3X1 = 2/3 Ny. Am mengatakan bahwa
Skala
An. Rf mudah terkena sakit
Actual : 3
Resiko : 2 diare. Ny. Am mengatakan
Potensial : 1
anaknya baru sembuh dari
penyakit diare.
2. Kemungkinan 2 2/2X2 = 2 Ny. Am memberikan
masalah diubah : anaknya air hangat
Skala
ditambah dengan garam dan
Mudah : 2
Sebagian : 1 gula.
Tidak dapat : 0

3. Potensi di cegah : 2 2/3X2 = 4/3 Ketika diare pada anaknya


Skala
Ny. Am memberikan obat
Tinggi : 3
Cukup :2 tradisional kemudian bila
Rendah :1
tidak teratasi Ny. Am
membawa anaknya ke
bidan.
4. Menonjolnya 1 1/2X1 = 1/2 Masalah kesehatan yang
masalah: sedang dialami An. Rf dapat
Skala
segera mereda dengan
Segera ditangani: 2
Masalahan ada istirahat dan menjaga
tapi tidak perlu makanan.
segera ditangani :
1
Masalah tidak
dirasakan : 0
Jumlah 5

3. Resiko penyakit berulang pada Ny. Am


No Kriteria Bobot Skor Pembenaran
1. Sifat masalah: 1 2/3X1 = 2/3 Ny. Am mengatakan bahwa
Skala
dia pernah mengalami
Actual : 3
Resiko : 2 tekanan darah tinggi pada
Potensial : 1
saat sedang hamil dan
beberapa bulan setelah
melahirkan dan sekarang
tekanan darah telah normal.
2. Kemungkinan 2 2/2X2 = 2 Ny. Am mengetahui
masalah diubah : makanan yang dapat
Skala
meningkatkan tekanan darah
Mudah : 2
Sebagian : 1 seperti daging kambing.
Tidak dapat : 0
3. Potensi di cegah : 2 1/3X2 = 2/3 Ny. Am sering
Skala
mengkonsumsi timun dan
Tinggi : 3
Cukup :2 daun sirkaya untuk
Rendah :1
mencegah darah tingginya.
Ny. Am juga akan segera ke
bidan bila kepala
belakangnya mulai pusing.
4. Menonjolnya 1 0/2X1 = 0 Ny. Am tidak merasa pusing
masalah: dan merasa baik baik saja
Skala
saat ini.
Segera ditangani: 2
Masalahan ada tapi
tidak perlu segera
ditangani : 1
Masalah tidak
dirasakan : 0
Jumlah 2 4/3
Berikutnya prioritas diagnosa keperawatan sesuai hasil skoring tiap masalah :
No Diagnosa Keperawatan Skor
1. Resiko penyakit berulang pada keluarga Tn. Wn 4 1/2
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit khususnya
pada An. Rf dengan diare.

2. Resiko penyakit berulang pada keluarga Tn. Wn 4 1/2


berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit khususnya
pada An. Rf dengan ISPA

3. Resiko terjadinya berulang masalah hipertensi 2 4/3


pada keluarga Tn. Wn berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat
anggota keluarganya yang sakit khusunya pada
Ny. Am dengan hipertensi
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

No Diagnosa TUM TUK Kriteria Standar Intervensi


Keperawatan
1. Resiko Setelah dilakukan Setelah pertemuan Respon Diare adalah buang air besar yang 1. Diskusikan
penyakit intervensi selama ke-1 diharapkan verbal tidak normal atau tinja yang encer pengertian diare
berulang pada 2 pertemuan keluarga dapat dengan frekuensi lebih banyak dari dengan keluarga
keluarga Tn. keluarga mampu mengenal penyakit basanya. Diare itu sendiri berlangsung 2. Anjurkan keluarga
Wn mencegah diare. selama kurang lebih 7 hari. untuk menjelaskan
berhubungan terjadinya diare a. Menjelaskan kembali pengertian
dengan pada anggota pengertian diare dengan bahasa
ketidakmampu keluarga. diare dengan yang sederhana.
an keluarga bahasa yang 3. Beri pujian atas
merawat sederhana. kemampuan keluarga
anggota
b. Menjelaskan
keluarga yang Respon Menyebutkan penyebab diare, yaitu : 4. Identifikasi
penyebab
sakit verbal 1. Penyebab utama diare yaitu virus pengetahuan keluarga
terjadinya
khususnya dan bakteri. tentang penyebab
diare
pada An. Rf 2. Makan dan minum yang kurang diare.
dengan diare. bersih. 5. Diskusikan penyebab
3. Tinggal di lingkungan yang kotor. diare.
4. Jarang mencuci tangan sebelum 6. Berikan kesempatan
makan. kepada keluarga
untuk bertanya.
7. Anjurkan keluarga
untuk menyebutkan
kembali penyebab
diare.
c. Menyebutkan 8. Beri pujian atas
tanda dan kemampuan keluarga
gejala diare
Respon Menyebutkan tanda dan gejala diare: 9. Identifikasi
verbal 1. Buang air besar terus menerus pengetahuan keluarga
lebih dari 4 kali dalam 24 jam. tentang tanda dan
2. Kondisi feses yang encer dan gejala diare.
lembek. 10. Diskusikan tanda dan
3. Muncul rasa pegal gejala diare.
11. Berikan kesempatan
4. Dehidrasi
kepada keluarga
5. Tubuh terasa sangat lemas
untuk bertanya.
12. Anjurkan keluarga
untuk menyebutkan
Keluarga mampu
mengambil kembali tanda dan
keputusan untuk gejala diare.
13. Beri pujian atas
merawat anggota
kemampuan keluarga
keluarganya yang
menderita penyakit 14. Identifikasi cara
diare. Respon Menyebutkancara mencegah diare : keluarga merawat
a. Menjelaskan verbal 1. Kurangi aktivitas yang berlebihan. anggota keluarga
cara merawat 2. Makan dan minum yang bersih. dengan masalah
keluarga dengan 3. Menjaga kebersihan lingkungan. diare.
15. Diskusikan cara
masalah diare 4. Anjurkan keluarga selalu
merawat anggota
mengajarkan cara mencuci tangan
keluarga dengan
sebelum makan.
masalah penyakit
diare.
16. Beri kesempatan
kepada keluarga
untuk bertanya.
17. Anjurkan keluarga
b. Memodifikasi untuk mneyebutkan
lingkungan kembali cara
untuk mencegah merawat anggota
timbulnya keluarga dengan
penyebab diare.
terjadinya diare 18. Beri pujian atas
kemampuan keluarga

19. Kaji pengalaman


keluarga dalam
Respon Menyebutkan lingkungan yang tepat mencegah diare.
20. Beri pujian atas
verbal untuk mencegah diare:
usaha keluarga yang
1. Menjaga kebersihan rumah dan
sudah tepat.
lingkungan.
21. Diskusikan cara
2. Membuka jendela dan pintu
mencegah diare
rumah bila udara bersih dan 22. Dorong keluarga
menutup pintu atau jendela bila untuk
udara berdebu. mengungkapkan
3. Aktivitas MCK tidak dilakukan di kembali penjelasan
sungai yang telah diberikan
4. Menggunakan air yang berasal
dari sumur untuk keperluan
sehari-hari
5. Menutup wadah dan
memperhatikan kebersihan
penampungan air minum.
Setelah pertemuan Respon Fasilitas kesehatan yang dapat 1. Diskusikan jenis
ke-2 diharapkan verbal digunakan keluarga untuk mengatasi fasilitas kesehatan
keluarga mampu diare: yang tersedia di
memanfaatkan 1. Puskesmas lingkungan keluarga.
2. Rumah sakit. 2. Bantu keluarga untuk
fasilitas pelayanan
3. Dokter praktek.
memilih fasilitas
kesehatan yang ada 4. Mantri/bidan
3. Kesehatan yang
untuk mengatasi
sesuai dengan kondisi
diare:
keluarga.
a. Menyebutkan 4. Anjurkan keluarga
fasilitas untuk memanfaatkan
kesehatan yang fasilitas pelayanan
tersedia kesehatan sesuai
pilihan
Manfaat fasilitas pelayanan kesehatan 5. Klarifikasi
1. Memberikan informasi kesehatan. pengetahuan keluarga
2. Memberikan pengobatan. tentang manfaat
b. Menyebutkan
3. Memberikan pelayanan konseling. fasilitas kesehatan.
manfaat fasilitas
4. Membantu meningkatan kesehatan
pelayanan Respon 6. Diskusikan manfaat
kesehatan verbal fasilitas pelayaanan
kesehatan.
7. Dorong keluarga
untuk
Keluarga membawa keluarga yang mengungkapkan
c. Mengambil
keputusan yang mengalami diare ke fasilitas kesehatan kembali manfaat
tepat untuk yang ada fasilitas pelayanan
segera merawat kesehatan yang ada
angota keluarga Respon
8. Motivasi keluarga
yang terkena psikomotor
untuk memanfaatkan
diare
fasilitas kesehatan
yang ada.
9. Anjurkan keluarga
untuk memeriksakan
anggota keluarga ke
fasiltas pelayanan
kesehatan jika terjadi
diare berulang.
10. Beri pujian atas
kemampuan keluarga
2 Resiko Setelah 1. Setelah Respon ISPA adalah penyakit saluran 1. Gali
penyakit dilaksanakan 3 dilaksanakan verbal pernafasan akut dengan batuk dan pengetahuan tentang
kali kunjungan,
berulang pada tindakan pilek. ISPA
masalah ISPA
keluarga Tn. pernah di alami keperawatan Penyebab ISPA : 2. Beri
Wn tidak kembali selama 2 x 15 1. Kurang gizi motivasi keluarga
terulang.
berhubungan mnt dapat 2. Imunisasi tidak lengkap untuk
dengan mengenal 3. Lingkungan yang tidak sehat mengemukakan
ketidakmampu masalah 4. Tanda dan gejala ISPA pendapatnya tentang
an keluarga kesehatan dengan 5. Batuk ISPA.
merawat menjelaskan 6. Pilek 3. Diskusik
anggota masalah 7. Demam an bersama keluarga
keluarga yang kesehatan. 8. Nafas cepat mengenai pengertian
sakit 9. Suara Parau penyebab dan gejala
khususnya 10. Nyeri tenggorokan ISPA.
pada An. Rf 4. Bimbing
dengan ISPA keluarga untuk
menjelaskan ulang
pengertian penyebab
tanda dan gejala
ISPA.
5. Beri
reinforcement positif
atas jawaban yang
diberikan
2. Setelah Respon Menyebutkan 3 akibat lanjut dari 1. Kaji pengetahuan
penyuluhan 1 x verbal keluarga tentang
ISPA :
15 mnt keluarga akibat ISPA
1. TBC 2. Beri penjelasan
dapat mengambil
2. Radang paru-paru
kepada keluarga
keputusan 3. Bronkhitis
dengan tindakan 4. Batukkronis tentang akibat
3. ISPA yang tidak
yang cepat dan
segera diatasi
tepatdengan: Men
4. Beri kesempatan
jelaskan akibat
keluarga untuk
lanjut dari ISPA
bertanya
yang tidak segera 5. Tanyakan kembali
diatasi hal yang telah
dijelaskan.
6. Berikan
reinforcement
positifatasjawaban
yang benar.

3. Setelah Respon PerawatanISPA : 1. Diskusikan bersama


tindakan 1 x 15 verbal 1. Jikapanasdikompres keluarga tentang
mnt keluarga Psiko 2. Jika pilek bersihkan pencegahan ISPA.
2. Berikan kesempatan
dapat merawat Motor hidung dengan saputangan yang
yang kurang
anggota keluarga bersih
dimengerti.
yang sakit ISPA. 3. Beri minum yang
3. Tanyakan kembali
banyak (ASI).
tentang apa yang
4. Awasi kondisi bila
dijelaskan.
Psiko bertambah parah. 4. Demonstrasikan cara
motor pembuatan obat
Cara membuat obat tradisional batuk tradisional.
5. Beri kesempatan
dan pilek (Jeruk-Madu):
keluarga untuk re
1. Siapkan baki dan
demonstrasi.
pengalas
Potong jeruk nipis, kemudian
jeruk diperas dan ainya disaring.
2. Ambil madu sebanyak
1 sendok makan, kemudian
dituang kedalam gelas.
3. Ambil 1 sendok makan
air jeruk nipis, kemudian
tuangkan kedalam gelas berisi
madu
4. Aduk hingga merata
5. Berikan pada anak
untuk diminum
PencegahanISPA :
6. Menjauhkan rokok dari 6. Diskusikan bersama
penderita batuk. keluarga tentang
7. Jaga kebersihan pencegahan ISPA.
Keluarga mampu 7. Berikan kesempatan
lingkungan.
untuk 8. Imunisasi lengkap klien tentang
memodifikasi 9. Berikan makanan yang pencegahan
lingkungan yang bergizi. ISPAbertanya.
8. Tanyakan kembali
dapat mendukung
hal-hal yang
kesehatan. Verbal
Kebersihan
Keluarga mampu dijelaskan.
1. Rumah dibersihkan 9. Beri reinforcement
memanfaatkan
2. Pakaian dibereskan jangan
positif atas jawaban
fasilitas kesehatan
digantung.
yang diberikan
3. Jendela dibuka.
4. Debu dibersihkan keluarga.

Praktekkan dan
laksanakan kebersihan
lingkungan.

Psiko 5. Fasilitas kesehatan untuk berobat 1. Jelaskan pada


motor ISPA: keluarga tentang
1. Puskesmas
fasilitas kesehatan
2. Rumah sakit
3. Bidan yang biasa
4. Dokter
digunakan.
2. Motivasi keluarga
untuk mengunjungi
fasilitas kesehatan
yang dipilih.
3. Beri reinforcement
positif atas
keputusan keluarga.
4. Beri kesempatan
keluarga untuk
Respon bertanya tentang hal-
verbal hal yang belum
diketahui.
5. Beri reinforcement
positif terhadap
jawaban dari
pertanyaan.
3. Resiko Setelah diberikan Setelah mendapat Respon Keluarga menyebutkan pengertian 1. Jelaskan kepada
terjadinya pendidikan asuhan verbal penyakit hipertensi yaitu gangguan keluarga tentang
berulang kesehatan selama keperawatan pada sistem pembuluh darah yang hipertensi seara
masalah 2x kunjungan selama 2x kali ditandai dengan meningkatnya sederhana dan mudah
hipertensi pada rumah diharapkan pertemuan dalam tekanan darah 140/90 mmHg. dimengerti.
keluarga Tn. keluargadapat 30 menit keluarga 2. Motivasi keluarga
Wn mengenal dapat : Menyebutkan penyebab hipertensi : untuk lebih
berhubungan masalah 1. Keluarga - Gaya hidup tidak sehat memahami tentang
dengan kesehatan mampu - Konsumsi garam berlebih pengertian , penyebab,
ketidakmampu hipertensi yang mengenal - Merokok resiko serta tanda dan
an keluarga dialami Ny. Am masalah - Minum minuman beralkohol gejala.
dalam merawat kesehatan - Kurang olahraga 3. Minta keluarga untuk
anggota hipertensi - Kegemukan lebih mengenali
keluarganya dengan - Stres/banyak pikiran penyebab masalah
yang sakit menyebutkan : Menyebutkan tanda dan gejala kesehatan hipertensi
khusunya pada Pengertian, hipertensi : 4. Berikan kesempatan
Ny. Am faktor - Sakit kepala pada keluarga untuk
dengan penyebab/ - Mudah marah bertanya.
hipertensi resiko, tanda - Telinga berdengung
dan gejala - Mata terasa berat atau pandangan
hipertensi kabur
- Mudah lelah
- Susah tidur
- Terasa sakit di tengkuk
- Tekanan darah lebih dari normal

2. Mengambil Respon Menyebutkan akibat hipertensi jika 5. Diskusikan dengan


keputusan untuk verbal tidak segera ditangani yaitu : keluarga tentang
mengatasi - Penebalan dan pengerasan dinding akibat hipertensi bila
hipertensi dengan pembuluh darah tidak segera ditangani
cara : - Penyakit jantung dengan menggunakan
a. Menyebutkan - Serangan otak/stroke leaflet.
akibat dari - Penglihatan menurun 6. Motivasi keluarga
hipertensi bila - Gangguan gerak dan untuk mengulangi apa
tidak segera keseimbangan yang telah dijelaskan.
diatasi. - Kerusakan ginjal
- Kematian

b. Mengambil Respon Keluarga memutuskan untuk 7. Fasilitasi untuk


keputusan untuk afektif membawa keluarga yang mengalami merujuk ke pelayanan
merawat anggota hipertensi ke tempat pelayanan kesehatan
keluarga dengan kesehatan 8. Berikan pujian
hipertensi
Setelah dilakukan 3x Menjelaskan 3 cara perawatan 1. Diskusikan bersama
kunjungan rumah hipertensi : keluarga cara merawat
selama 45 menit, 1. Pastikan untuk selalu kontrol hipertensi dengan
keluarga mampu : tekanan darah menggunakan leaflet
3. Merawat anggota Respon 2. Ikuti pola makan yang sehat/diet 2. Motivasi keluarga
keluarga dengan verbal 3. Kurangi konsumsi garam untuk mengulangi
hipertensi : 4. Kurangi makanan yang berlemak yang telah dijelaskan.
a. Mampu (gaji, kulit ayam, dll)
menjelaskan 5. Minum obat secara teratur
perawatan
hipertensi

b. Mampu Respon Mendemonstrasikan cara mengolah Berikan contoh dan latih


mengelola verbal mentimun, yaitu dengan cara : keluarga mengelola
mentimun 1. Siapkan 3 buah mentimun ramuan.
sebagai salah satu Psiko 2. Parut / blender mentimun 1. Menjelaskan
cara mengatasi motor 3. Mentimun diperas dan diambil lingkungn yang dapat
hipertensi sarinya memperburuk
4. Diminum pagi dan sore hari keadaan hipertensi.
5. Mentimun bisa dikonsumsi 2. Memotivasi keluarga
dengan dimakan langsung atau untuk mengulangi
diparut. penjelasan yang
6. Konsumsi secara rutin diberikan
3. Beri reinforcement
positif atas yang
dilakukan keluarga.
Setelah dilakukan Respon Keluarga dapat menyebutkan cara Pastikan keluarga
1x kunjungan verbal memodifikasi lingkungan dengan mampu melakukan
rumah selama 30 mengkondisikan lingkungan yang tindakan keperawatan
menit, keluarga dapat mencetuskan hipertensi. 1. Diskusikan dengan
mampu : 1. Menata peralatan rumah tangga keluarga tentang
4. Memodifikasi 2. Lantai rata, tidak licin modifikasi yang dapat
lingkungan 3. Tidak memancing untuk marah menyebabkan
hipertensi.
2. Upayakan perlibatan
keluarga secara
maksimal dalam
memberikan
perawatan/dukungan.
3. Berikan pujian atas
kemampuan
memodifikasi
lingkungan.
5. Memanfaatkan Respon Keluarga dapat menjelaskan manfaat Jelaskan kepada
fasilitas verbal keberadaan yankes untuk dapat keluarga pentingnya
kesehatan untuk memantau TD dan mengenali tanda- yankes untuk memantau
membantu tanda bahaya hipertensi yang harus TD.
memantau TD. segera dibawa ke yankes.

Psiko Keluarga dapat menunjukkan kartu Jelaskan fasilitas yankes


motor berobat dan obat yang didapat. seperti puskesmas yang
menyediakan layanan
hipertensi.