Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN TUMPAHAN DARAH/ URINE DAN MUNTAH

PASIEN
No. Dokumen : SOP/UKP/PPI/12
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : 01 Maret 2016

Halaman : 1/3

UPTD
Peni Dwi Sulistyani, SKM
PUSKESMAS
NIP.197404242000032002
KESAMBEN
1. Pengertian Penanganan tumpahan darah / urine dan muntah pasien adalah tindakan yang dilakukan untuk
menangani kejadian akibat tumpahan darah / urine dan muntah pasien yang terjadi pada unit
unit pelayanan dengan menggunakan spill kit
2. Tujuan 1. Meminimalisir resiko paparan atau transmisi infeksi akibat tumpahan darah/urine atau
muntah pasien
2. Menjaga area atau lingkungan aman dari sumber penularan infeksi akibat tumpahan
darah/urine atau muntah pasien.
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Kesamben nomor : 188/422/415.25.27/2016 Tentang
Pembentukan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
4. Referensi Buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayan
Kesehatan Lainnya tahun 2008
5. Alat dan 1. Kotak/kontainer perlengkapan pembersih alat untuk menyimpanperlengkapan dan
Bahan bahan-bahan pembersih untuk keperluan tumpahan dan cairan tubuh
2. Underpad (sekali pakai) untuk mengelap tumpahan cairan tersebut
3. Sarung tangan disposable
4. Apron
5. Kaca mata
6. Larutan klorin
7. Gelas ukur
8. Sprayer
9. Cairan H2o2
10. Plastik sampah kuning
11. Pinset
12. Papan pemberitahuan awas lantai basah
6. Langkah 1. Berikan tanda atau rambu terjadinya ceceran atau tumpahan di lokasi kejadian
langkah 2. Petugas yang mengevakuasi tumpahan harus menggunakan APD (Alat Pelindung Diri)
yakni sarung tangan,masker,sepatu dan Apron
3. Siapkan kotak spill kit yang berisi alat dan bahan untuk menangani tumpahan
darah/urine/muntahan.
4. Ambil pasir dari kotak spill kit, kemudian taburkan disekeliling tumpahan

1/3
darah/urine/muntahan karena pasir akan menjadi barrier agar tumpahan tersebut tidak
menyebar kemana-mana.
5. Berikan tetesan larutan chlorin 0,5 % sebagai desinfektan tepat pada posisi ceceran
atau tumpahan tersebut dan diamkan 1-2 menit
6. Ambil underpad sebagai alat penyerap lalu ditelungkupkan diatas tumpahan dan
dikremes serta diputar searah jarum jam.
7. Buang hasil serapan tersebut ke kantong plastik warna kuning.
8. Ambil sapu kecil dan seerok kecil dari kotak spill kit kemudian sapukan sisa pasir yang
ada dan masukkan kedalam kantong plastik warna kuning.
9. Lakukan pembersihan lantai dengan cara mengepel menggunakan bahan pembersih
lantai untuk menghilangkan bau di area bekas ceceran/tumpahan
darah/urine/muntahan pasien.
10. Lepas APD masker dan sarung tangan kemudian buang ke kantong plastik warna
kuning.
11. Masukan kantong plastik warna kuning tersebut ke kontainer sampah infeksius
7. Bagan alir

Berikan tanda adanya tumpahan di lokasi

Petugas yang mengevakuasi memakai APD

Menyiapkan kotak spill kit

Menaburkan pasir pada tumpahan sebagai barrier agar tidak menyebar

Memberi larutan klorin 0,5% selama 1-2 menit

Meletakkan underpad sebagai penyerap

Buang hasil serapan tersebut ke kantong plastik warna kuning.

Menyapu sisa pasir, memasukkan ke kantong kuning

Mengepel lantai

Lepas APD

Masukan kantong plastik warna


kuning tersebut ke kontainer
sampah infeksius

2/3
8. Hal-hal yang -kedisiplinan memakai APD
perlu -tempat pembuangan sampah infeksius
diperhatikan
9. Unit terkait -semua unit
10. Dokumen
terkait

11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
perubahan

3/3