Anda di halaman 1dari 21

PRAKTIKUM 1:

PENGAMATAN DAN IDENTIFIKASI AMILUM

I. TUJUAN
untuk mengetahui dan dapat membedakan macam-macam amilum yang umum
digunakan dalam sediaan farmasi secara kimiawi dan mikroskopik.

II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Amilum
Amilum yang dapat disebut juga pati merupakan campuran dua macam
stuktur polisakarida yang berbeda yaitu amilosa (17-20%) dan amilopektin
(8380%). Amilum dapat diuji dengan larutan iodium dan menunjukkan hasil
positif jika timbul endapan biru. Amilum juga didefinisikan sebagai karbohidrat
yang berasal dari tanaman, sebagai hasilfotosintesis, yang disimpan dalam
bagian tertentu tanaman sebagai cadangan. Sifatnya yang inert dan dapat
tercampurkan dengan sebagian besar bahan obat merupakan kelebihan dari
amilum sebagai eksipien (Priyanta, dkk, 2011). Amilum merupakan
homopolimer glukosan dengan ikatan -glikosidik. Amilum terdiri dari dua
fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas. Fraksi terlarut disebut amilosa
dan fraksi tidsk larut disebut amilopektin. Amilosa mempunyai sturktur lurus
sedangkan amilopektin mempunyai cabang (Pramesti, dkk, 2015).

Gambar 1. Struktur Amilosa (Simanjuntak, T., 2014)

Gambar 2. Struktur Amilopektin (Simanjuntak, T., 2014)


Gambar 3. Amilum atau Pati (Simanjuntak, T., 2014)

2.2 Jagung (Zea mays)


2.2.1 Klasifikasi
Secara umum klasifikasi dan sistematika tanaman jagung adalah
sebagai berikut (Purwono, 2005) :
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kelas : Monocotyledone (berkeping satu)
Ordo : Graminae (rumput-rumputan)
Famili : Graminaceae
Genus : Zea
Species : Zea Mays L.
2.2.2 Morfologi
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai
kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m.
Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari
buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga
tegaknya tanaman (Purwono, 2005)
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum
dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan
yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk
roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang
muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak
mengandung lignin (Purwono, 2005).
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang.
Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar
dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada
yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas
dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis
berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon
tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun (Purwono, 2005).
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah
(diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga
memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret.
Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal:
gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa
karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan
beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol
tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada
umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol
produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina (Purwono,
2005).
2.2.3 Amilum
Pati jagung adalah pati yang diperoleh dari biji Zea mays L (
familia Poaceae ). Mikroskopik : butir bersegi banyak,
bersudut,berkorosi ukuran 2m sampai 23m (Purwono, 2005).

2.3 Beras (Oryza sativa)


2.3.1 Klasifikasi
Berdasarkan literatur Grist (1960), padi dalam sistematika
tumbuhan diklasifikasikan kedalam :
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae,
Ordo : Poales,
Famili : Graminae
Genus : Oryza Linn
Species : Oryza sativa L.
2.3.2 Morfologi
a. Akar
Berdasarkan literatur Aak (1992) akar adalah bagian tanaman
yang berfungsi menyerap air dan zat makanan dari dalam tanah,
kemudian diangkut ke bagian atas tanaman. Akar tanaman padi
dapat dibedakan atas :
- Radikula; akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah. Pada
benih yang sedang berkecambah timbul calon akar dan batang.
Calon akar mengalami pertumbuhan ke arah bawah sehingga
terbentuk akar tunggang, sedangkan calon batang akan tumbuh
ke atas sehingga terbentuk batang dan daun.
- Akar serabut (akaradventif); setelah 5-6 hari terbentuk akar
tunggang, akar serabut akan tumbuh.
- Akar rambut ; merupakan bagian akar yang keluar dari akar
tunggang dan akar serabut. Akar ini merupakan saluran pada
kulit akar yang berada diluar, dan ini penting dalam pengisapan
air maupun zat-zat makanan. Akar rambut biasanya berumur
pendek sedangkan bentuk dan panjangnya sama dengan akar
serabut.
- Akar tajuk (crown roots) ;adalah akar yang tumbuh dari ruas
batang terendah. Akar tajuk ini dibedakan lagi berdasarkan letak
kedalaman akar di tanah yaitu akar yang dangkal dan akar yang
dalam. Apabila kandungan udara di dalam tanah rendah,maka
akar-akar dangkal mudah berkembang.
Bagian akar yang telah dewasa (lebih tua) dan telah mengalami
perkembangan akan berwarna coklat, sedangkan akar yangbaru atau
bagian akar yangmasih muda berwarna putih.
b. Batang
Padi termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang
yang tersusun dari beberapa ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung
kosong. Pada kedua ujung bubung kosong itu bubungnya ditutup
oleh buku. Panjangnya ruas tidak sama. Ruas yang terpendek
terdapat pada pangkal batang. Ruas yang kedua, ruas yang ketiga,
dan seterusnya adalah lebih panjang daripada ruas yang
didahuluinya..Tepat pada buku bagian atas ujumg dari daun pelepah
memperlihatkan percabangan dimana cabang yang terpendek
menjadi ligula (lidah) daun, dan bagian yamg terpanjang dan
terbesar menjadi daun kelopak yang memiliki bagian auricle pada
sebelah kiri dan kanan.
Pertumbuhan batang tanaman padi adalah merumpun, dimana
terdapat satu batang tunggal/batang utama yang mempunyai 6 mata
atau sukma, yaitu sukma 1, 3, 5 sebelah kanan dan sukma 2, 4, 6
sebelah kiri. Dari tiap-tiap sukma ini timbul tunas yang disebut
tunasorde pertama.
c. Daun
Padi termasuk tanaman jenis rumput-rumputan mempunyai daun
yang berbeda-beda, baik bentuk, susunan, atau bagian bagiannya.
Ciri khas daun padi adalah adanya sisik dan telinga daun. Hal inilah
yang menyebabkan daun padi dapat dibedakan dari jenis rumput
yang lain. Adapun bagian-bagian daun padi adalah :
o Helaian daun ; terletak pada batang padi dan selalu ada.
Bentuknya memanjang seperti pita. Panjang dan lebar
helaian daun tergantung varietas padi yang bersangkutan.
o Pelepah daun (upih) ;merupakan bagian daun yang
menyelubungi batang, pelepah daun ini berfungsi
memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya
lunak, dan hal ini selalu terjadi.
o Lidah daun ; lidah daun terletak pada perbatasan antara
helai daun dan upih. Panjang lidah daun berbeda-beda,
tergantung pada varietas padi. Lidah daun duduknya
melekat pada batang. Fungsi lidah daun adalah
mencegah masuknya air hujan diantara batang dan
pelepah daun (upih). Disamping itu lidah daun juga
mencegah infeksi penyakit, sebab media air
memudahkan penyebaran penyakit.
Daun yang muncul pada saat terjadi perkecambahan dinamakan
coleoptile. Koleopti keluar dari benih yang disebar dan akan
memanjang terus sampai permukaan air. koleoptil baru membuka,
kemudian diikuti keluarnya daun pertama, daun kedua dan
seterusnya hingga mencapai puncak yang disebut daun bendera,
sedangkan daun terpanjang biasanya pada daun ketiga. Daun
bendera merupakan daun yang lebih pendek daripada daun-daun di
bawahnya, namun lebih lebar dari pada daun sebelumnya.
d. Bunga
Sekumpulan bunga padi (spikelet) yang keluar dari buku paling
atas dinamakan malai. Bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama
dan cabang kedua, sedangkan sumbu utama malai adalah ruas buku
yang terakhir pada batang. Panjang malai tergantung pada varietas
padi yang ditanam dancara bercocok tanam. Dari sumbu utama pada
ruas buku148yang terakhir inilah biasanya panjang malai (rangkaian
bunga) diukur. Panjang malai dapat dibedakan menjadi 3 ukuran
yaitu malai pendek (kurang dari 20 cm), malai sedang (antara 20-30
cm), dan malai panjang (lebih dari 30cm). Jumlah cabang pada
setiap malai berkisar antara 15-20 buah, yang paling rendah 7 buah
cabang, dan yang terbanyak dapat mencapai 30 buah cabang. Jumlah
cabang ini akan mempengaruhi besarnya rendemen tanaman padi
varietas baru, setiap malai bisa mencapai100-120 bunga (Aak,
1992).
Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai
perhiasan bunga. Berkelamin dua jenis dengan bakal buah yang
diatas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan
tipis, kepala sari besar serta mempunyai dua kandung serbuk. Putik
mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang
berbentuk malai dengan warna pada umumnya putih atau ungu
(DepartemenPertanian, 1983). Komponen-komponen (bagian)
bunga padi adalah: kepala sari tangkai sari, palea (belahan yang
besar), lemma (belahan yang kecil), kepala putik, tangkai bunga.
e. Buah
Buah padi yang sehari-hari kita sebut biji padi atau
butir/gabah,sebenarnya bukan biji melainkan buah padi yang
tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi setelah selesai
penyerbukkan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian lain
yang membentuk sekam atau kulit gabah (Departemen Pertanian,
1983).
Jika bunga padi telah dewasa, kedua belahan kembang mahkota
(palea dan lemmanya) yang semula bersatu akan membuka dengan
sendirinya sedemikian rupa sehingga antara lemma dan palea terjadi
siku/sudut sebesar 30-600. Membukanya kedua belahan kembang
mahkota itu terjadi pada umumnya pada hari-hari cerah antara jam
10-12, dimana suhu kira-kira 30-320C. Di dalam dua daun mahkota
palea dan lemma itu terdapat bagian dalam dari bunga padi yang
terdiri dari bakal buah (biasa disebut karyiopsis).
Jika buah padi telah masak, kedua belahan daun mahkota bunga
itulah yang menjadi pembungkus berasnya (sekam). Diatas
karyiopsis terdapat dua kepala putik yang dipikul oleh masing-
masing tangkainya. Lodicula yang berjumlah dua buah, sebenarnya
merupakan daun mahkota yang telah berubah bentuk.
2.3.3 Amilum Beras
Amylum oryzae Pati beras adalah pati yang diperoleh dari biji
Oryza sativa L. Kandungan : Amilosa dan amilosa perkati, air, abu.
Khasiat : Bahan penolong untuk sediaan obat dan zat tambahan.
Mikroskopik: butir versegi banyak ukuran 2m sampai 5m,
tunggal atau majemuk bentuk bulat telur ukuran 10m sampai 20
m (Fahn, 2005)
2.4 Gandum (Triticum vulgare)
2.4.1 Klasifikasi
Gandum (Triticum spp.) merupakan tanaman serealia dari suku
padi-padian yang kaya akan karbohidrat. Selain sebagai bahan
makanan, Adapun klasifikasi tanaman gandum secara ilmiah
sebagai berikut:
Kingdom :Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Kelas :Liliopsida
Ordo :Poales
Famili :Poaceae
Genus :TriticumL.
Species :Triticum aestivum L. (Tjitrosupomo, 2004).
2.4.2 Morfologi
Morfologi tanaman gandum, dapat dilihat berdasarkan ciri ciri
tanaman gandum dan desripsi tanaman gandum diantaranya adalah
a. Akar
Akar beruas, berserabut, melebar, dengan panjang 1-2 cm
bahkan lebih berwarna putih kotor hingga kecoklatan. Selain itu,
perakaran ini juga bermanfaat untuk menyimpan air dan menyerap
air didalam tanah (Tjitrosupomo, 2004).
b. Daun
Daun tumbu tegak, melengkung, memanjang, berbentuk garis
seperti pita, memiliki pertulangan panjang dengan panjang
mencapai 30-60 cm berwarna hijau mudah hingga tua. Daun ini
memiliki permukaan halus, bulu halus, dan juga melengkung hingga
permukaan tanah (Tjitrosupomo, 2004).
c. Batang
Batang beruas, berbetuk bulan memanjang dengan diamater 1-2
cm, panjang batang 3-5 cm bahkan lebih, berwarna kehijaun muda
dengan tekstur lunak, lembut dan terdapat bulu bulu halus di
permukaanya (Tjitrosupomo, 2004).
d. Bunga
Bunga majemuk, yang berkumpul dalam setiap bagian malai,
bunga ini berwarna kehijauan hingga kecoklatan, dengan satu tandan
panjang 1-2 cm, yang tersusun selang seling. Bunga ini melakukan
penyerbukan dengan sendirinya tanpa bantuan dari hewan maupun
angin. Biasanya bunga ini akan muncul setelah penyerbukaan
beberapa hari kemudian (Tjitrosupomo, 2004).
e. Biji
Biji berbentuk bulat oval dengan panjang 6-8 mm, diameter 2-3
mm, keras, dan juga memiliki 3 bagian utama yaitu bran,
endospermae dan germ. Biji ini berwarna kecoklatan hingga
kehitaman muda, biasanya biji ini juga sangat sulit dipisahkan
dengan kulitnya. Sehingga jika ingin memisahkan antara biji dengan
kulit harus dilakukan pengeilingan terlebih dahulu (Tjitrosupomo,
2004).
2.4.3 Amilum
Amylum tritici Pati gandum adalah pati yang diperoleh dari biji
Triticum aestivum L. Nama simplisia : amylum tritici. Nama lain :
pati gandum, pati terigu. Nama tanaman asal : triticim vulgare. zat
berkhasiat : amilosa dan amilopektin, ari, abu. Penggunaan : Bahan
penolong bahan sediaan obata. Mikroskopik : butir, bentuk cakram
besar atau seperti ginjal ukuran 10m sampai 45m, bentuk bulat
telur,terbelah sepanjang poros utama (Hidayat,1995)
2.5 Singkong (Manihot utilisima)
2.5.1 Klasifikasi
Klasifikasi Singkong
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Classis : Dicotilae
Ordo : Euphorbiales
Familli : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Species : Manihot utillisima (Uhan, 2013).
2.5.2 Morfologi
a.Batang
Batang tanaman singkong berbentuk bulat panjang , berkayu ,
berbuku-buku dan tumbuh dengan memanjang . Panjang batang
tanaman singkong 2- 3 m . Sedangan ukuran pada batang yaitu
tergantung varietes misalya besar, serta memiliki warna batang
kecoklatan (Uhan, 2013).
b.Ubi
Memiliki bentuk umbian panjang . Berat ubi yang ideal yaitu 500
gram bahkan lebih. Dan memiliki warna coklat keputih-putihan, dan
memiliki kulit yang sangat ah tipis (Uhan, 2013).
c.Daun
Daun berbentuk 5 jari dan juga lonjong dengan tepi yang rata
dan memiliki garis setiap daun . Sedangkan memiliki bagian ujung
daun yang sangat lah tajam . Daun biasanya memiliki warna hijau
tua dan juga kekuning kuningan (Uhan, 2013).
2.5.3 Amilum
Pati singkong adalah pati yang diperoleh dari umbi akar Manihot
utillissima Pohl. Kandungan : Amilosadan amilopektin. khasiat:
Bahan penolong untuk sediaan obat. Pemerian : serbuk sangat halus,
putih. Kelarutan : paktis tidak larut dalam air dingin dan dalam
etanol. Mikroskopik : butir tunggal, agak bulat atau bersegi banyak,
berkorosi seperti lamda ,terpotong butir kecil diameter 5m sampai
10m, butir besar bergaris tengah 20m sampai 35m
2.6 Kentang (Solanum tuberosum)
2.6.1 Klasifikasi
Klasifikasi ilmiah dari tanaman kentang yang dikutip dari Setiadi
(2009), yakni:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta (Spermatophyta)
Kelas : Magnoliophyta (Dicotyedonae/Berkeping Dua)
Subkelas : Asteridae
Ordo : Solanales/Tubiflorae (Berumbi)
Famili : Solanaceae (Berbunga terompet)
Genus : Solanum (Daun mahkota berletakan satu sama lain)
Seksi : Petota
Spesies : Solanum tuberosum
Nama binomial : Solanum tuberosum LINN. (Solanum tuberosum
L.)
2.6.2 Morfologi
a. Daun
Tanaman kentang umumnya berdaun rimbun. Helaian daun
berbentuk p oling atau bulat lonjong, dengan ujung meruncing,
memiliki anak daun p rimer dan sekunder, tersusun dalam tangkai
daun secara berhadap-hadap an (daun mejemuk) yang menyirip
ganjil. Warna daun hijau keputihputihan. Posisi tangkai utama
terhadap batang tanaman membentuk sudut kurang dari 45 derajat
atau lebih besar 45 derajat. Pada dasar tangkai daun terdap at tunas
ketiak y ang dap at berkembang menjadi cabang sekunder
(Rukmana, 1997).
b. Batang
Batang tanaman berbentuk segi emp at atau segi lima, tergantung
pada varietasnya. Batang tanaman berbukubuku, berongga, dan
tidak berkay u, namun agak keras bila dipijat. Diameter batang kecil
dengan tinggi dap at mencap ai 50120 cm, tumbuh menjalar. Warna
batang hijau kemerah-merahan atau hijau keunguunguan
(Rukmana, 1997).
c. Akar
Tanaman kentang memiliki sistem p erakaran tunggang dan
serabut. Akar tunggang dap at menembus tanah samp ai kedalaman
45 cm, sedangkan akar serabut umumny a tumbuh meny ebar
(menjalar) ke samping dan menembus tanah dangkal. Akar tanaman
berwarna kep utihp utihan dan halus berukuran sangat kecil.
Diantara akarakar tersebut ada yang akan berubah bentuk dan
fungsiny a menjadi umbi (stolon) yang selanjutny a akan menjadi
umbi kentang. Akartanaman berfungsi menyerap zatzat y ang dip
erlukan tanaman dan untuk memp erkokoh berdirinya tanaman
(Samadi, 1997).
d. Bunga
Bunga kentang berkelamin dua (hermap hroditus) yang tersusun
dalam rangkaian bunga atau karangan bunga y ang tumbuh p ada
ujung batang dengan tiap karangan bunga memiliki 715 kuntum
bunga. WArna bunga bervariasi: putih, merah, biru. Struktur bunga
terdiri dari daun kelopak(caly x), daun mahkota (corolla), benang
sari (stamen), yang masingmasing berjumlah 5 buah serta p utih 1
buah. Bunga bersifat protogami, takni p utik lebih cep at masak darip
ada tep ung sari. Sistem penyerbukannya dapat menyerbuk sendiri
ataupun silang (Setiadi, 2009).
Bunga kentang yang telah mengalami penyerbukanakan
menghasilkan buah dan bijibiji. Buah kentang berbentuk bulat,
bergaris tengah kurang lebih 2,5cm, berwarna hijautua sampai
keunguunguan dan tiap buah berisi 500 bakal biji. Bakal biji yang
dapat menjadi biji hanya berkisar 10 butir sampai dengan 300 butir.
Biji kentang berukuran kecil, bergaris tengah kurang lebih 0,5 mm,
berwarna krem, dan memiliki masa istirahat (dormansi) sekitar
6bulan (Setiadi, 2009).
e. Umbi
Umbi terbentuk dari cabang samping diantara akarakar. Proses
pembentukan umbi ditandai dengan terhentinya pertumbuhan
memanjang dari rhizome atau stolon yang diikuti pembesaran
sehingga rhizome membengkak. Umbi berfungsi menyimpan bahan
makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan
air (Setiadi,2009).
2.6.3 Amilum
Amilum kentang berup butir butir tunggal, berbentuk oval
dengan ukuran 100 mikrometer. Terdapat hilus eksentris di bagian
pinggir dan terdapat lamela. Lamela adalah lapisan pada amilum.
Lamela terbentuk karena pemadatan molekul dan perbedaan kadar
air pada awal pertumbuhan amilum. Pada butir kentang jangka
waktu pembentukan lapisan-lapisan bergantung pada faktor-faktor
endogen (Hidayat, 1995)
2.7 Ubi rambat (Ipomea batatas)
2.7.1 Klasifikasi
Klasifikasi Tanaman Ubi Jalar
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Convolvulales
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomea
Species : Ipomea Batatas (Tjitrosupomo, 2004)
2.7.2 Morfologi
a.Batang
Batang tanaman ubi jalar berbentuk bulat , tidak berkayu ,
berbuku-buku dan tumbuh dengan merambat . Panjang batang
tanaman ubi jalar 2- 3 m . Sedangan ukuran pada batang yaitu
tergantung varietes misalya besar , sedang dan kecil , serta memiliki
warna batang hijau tua dan ada juga yang berwarna keunguan.
(Tjitrosupomo, 2004)
b.Ubi
memiliki bentuk umbian yang bulat tidak rata dan kadang juga
berbentuk lonjong. Berat ubi yang ideal yaitu 200 300 gram per
ubi . Dan memiliki warna putih , kuning dan juga warna keunguan ,
dan memiliki kulit yang sangat ah tipis (Tjitrosupomo, 2004).
c.Daun
Daun berbentuk bulat dan juga lonjong dengan tepi yang rat dan
memiliki lekukan yang sangat lah dalam . Sedangkan memiliki
bagian ujung daun yang sangat lah tajam . Daun biasanya memiliki
warna hiaju tua dan juga kekuning kuningan (Tjitrosupomo, 2004).
d.Bunga
Bunga ubi jalar memiliki bentuk terompet tersusun dengan lima
helai daun mahkota , lima helai dauan bunga dan satu helai putik.
Mahkota bunga berwarna putih , bunga ubi jalar mekar pada pagi
jika terjadi penyerbukaan maka akan terjadi buah (Tjitrosupomo,
2004).
e.Buah
Buah ubi jalar berbentu bulat , berkulit keras dan berbiji
(Tjitrosupomo, 2004).
2.7.3 Amilum
butir tepung konsentris, hillusnya di tengah dan lamella mengelilingi
hillus. Susunan butir tepungnya monoadelph, yaitu butir tepung
memiliki satu hilus dan lamella mengelilingi (Hidayat, 1995)
III. METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan

3.1.1 Identifikasi Kimiawi


A. Alat
1. Plat tetes
2. Pipet tetes
3. Erlenmeyer
4. label
B. Bahan yang digunakan:
1. Larutan Iodium
2. Amylum maydis
3. Amylum oryzae
4. Amylum solani
5. Amylum manihot
6. Amylum batatas
7. Amylum Tritici
8. air

3.1.2 Identifikasi Mikroskopis


A. Alat
1. Pipet tetes
2. erlenmeyer
3. Objek glass
4. Cover glass
5. Mikroskop
B. Bahan
1. Amylum maydis
2. Amylum oryzae
3. Amylum solani
4. Amylum manihot
5. Amilum batatas
6. Amilum Tritici
7. air

3.2 Cara Kerja


3.2.1 Identifikasi mikroskopis
A. Jagung (Zea mays)
1. Alat dan bahan disiapkan
2. Zea mays diambil sedikit dan ditumbuk hingga cukup halus,
dipindahkan ke dalam erlenmeyer lalu di beri air sambil
digoyangkan
3. Suspensi Zea mays diambil sedikit dengan pipet tetes lalu
diteteskan pada object glass dan ditutup dengan cover glass
4. Preparat Zea mays diamati dengan perbesaran 400x, diambil
gambar dan dinamai
5. Sisa suspensi disimpan untuk identisikasi kimiawi

B. Padi (Oryza sativa)


1. Alat dan bahan disiapkan
2. Oryza sativa diambil sedikit dan ditumbuk hingga cukup halus,
dipindahkan ke dalam erlenmeyer lalu di beri air sambil
digoyangkan
3. Suspensi Oryza sativa diambil sedikit dengan pipet tetes lalu
diteteskan pada object glass dan ditutup dengan cover glass
4. Preparat Oryza sativa diamati dengan perbesaran 400x
menggunakan mikroskop sesuai prosedur, diambil gambar dan
dinamai
5. Sisa suspensi disimpan untuk identisikasi kimiawi

C. Gandum (Triticum Vulgare)


1. Alat dan bahan disiapkan
2. Sedikit tepung gandum dimasukkan dalam erlenmeyer dan
diberi air, digoyangkan hingga menjadi suspensi
3. Suspensi tepung gandum diaambil sedikit dengan pipet,
diteteskan pada objek glass dan di tutup dengan cover glass
4. Preparat gandum diamati dengan perbesaran 400x menggunakan
mikroskop sesuai prosedur, diambil gambar dan dinamai
5. Sisa suspensi disimpan untuk identisikasi kimiawi

D. Singkong (Manihot utilisima)


1. Alat dan bahan disiapkan
2. Manihot utilisima diambil sedikit dan ditumbuk hingga cukup
halus, dipindahkan ke dalam erlenmeyer lalu di beri air sambil
digoyangkan
3. Suspensi Manihot utilisima diambil sedikit dengan pipet tetes
lalu diteteskan pada object glass dan ditutup dengan cover glass
4. Preparat Manihot utilisima diamati dengan perbesaran 400x
menggunakan mikroskop sesuai prosedur, diambil gambar dan
dinamai
5. Sisa suspensi disimpan untuk identisikasi kimiawi

E. Kentang (Solanum tuberosum)


1. Alat dan bahan disiapkan
2. Solanum tuberosum diambil sedikit dengan ose tajam, hingga
keluar cairan, diberi air sedikit
3. Suspensi Solanum tuberosum diambil sedikit dengan pipet tetes
lalu diteteskan pada object glass dan ditutup dengan cover glass
4. Preparat Solanum tuberosum diamati dengan perbesaran 400x
menggunakan mikroskop sesuai prosedur, diambil gambar dan
dinamai
5. Sisa suspensi disimpan untuk identisikasi kimiawi

F. Ubi Jalar (Ipomea batatas)


1. Alat dan bahan disiapkan
2. Ipomea batatas diambil sedikit dan ditumbuk hingga cukup
halus, dipindahkan ke dalam erlenmeyer lalu di beri air sambil
digoyangkan
3. Suspensi Ipomea batatas diambil sedikit dengan pipet tetes lalu
diteteskan pada object glass dan ditutup dengan cover glass
4. Preparat Ipomea batatas diamati dengan perbesaran 400x
menggunakan mikroskop sesuai prosedur, diambil gambar dan
dinamai
5. Sisa suspensi disimpan untuk identisikasi kimiawi

3.2.2 Identifikasi Kimiawi


1. Masing masing suspensi diambil sedikit dengan pipet tetes,
diteteskan pada plat tetes satu persatu. Tiap bahan menggunakan
pipet yang berbeda
2. Masing masing diberi nama bahan agar tidak tertukar dan
diambil gambar sebelum diteteskan larutan iodium
3. Larutan iodium disiapkan lalu diambil dengan pipet tetes
4. Suspensi ditetesi larutan iodium 1-2 tetes
5. Diamati perubahan yang terjadi, hasil akhir diambil gambar.
IV. HASIL PENGAMATAN
a. Identifikasi Mikroskopis
Gambar
NO Spesies Keterangan
(Perbesaran 400x)
1 Jagung 1.Butir tunggal
(Zea mays) amilum
2. Butir
majemuk
amilum
3. poligonal
Tidak terlihat
lamela
2 Padi 1.Butir tunggal
(Oryza 2.Butir
sativa) majemuk
Tidak terlihat
hilus, bersegi
segi

3 Gandum 1.butir tunggal


(Triticum 2. butir majemuk
Vulgare) 3.berbentuk
bulat
Hilus dan lamela
tidak jelas

4 Singkong 1.butir tunggal


(Manihot atau majemuk
utilisima 2. bentuk helm
3.bentuk bulat
Lamela dan
hilus tidak
terlihat jelas
5 Kentang 1.butir butir
(Solanum tunggal
tuberosum) 2. bentuk oval
3. hilus eksentris
4. lamela

6 Ubi Rambat Butir tunggal


(Ipomea bersegi segi
batatas) Hilus konsentris
b. Identifikasi Kimiawi

Keterangan
NO Perlakuan Hasil
Warna

1.Kentang
1 2 Jernih
3
2.ubi
Jernih
3. beras
Sebelum Jernih
Penetesan 4. gandum
1. Larutan I- 4
5 6 Merah bata
KI (larutan Jernih
iodium) 5. singkong
Jernih
6. jagung
Kuning
Jernih

2. Setelah 1.Kentang
Penetesan Larutan
Larutan I- kuning
KI 1 Endapan biru
2 3
tua
2.Ubi Rambat
Larutan
merah bata
Endapan
4 6 ungu
5
kehitaman
3. Beras
Larutan
jernih
Endapan
ungu
kehitaman
4. gandum
Larutan gelap
jernih
Endapan
hitam
5. singkong
Larutan gelap
jernih
Endapan
hitam
6. jagung
Larutan
jernih
Endapan
hitam

V. PEMBAHASAN
Praktikum Farmakognosi dan Fitokimia Identifikasi Amilum dilakukan pada
hari Senin, 28 Agustus 2017 di Lab Kering Gedung E Lantai 5 Fakultas Kedokteran,
Universitas Diponegoro. Percobaan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui
berbagai jenis amilum dari berbagai tumbuhan. Identifikasi amilum dilakukan
secara mikroskopis dan secara kimiawi. Sampel yang digunakan pada percobaan
kali ini adalah Amylum manihot, Amylum maydis, Amylum oryzae, Amylum tritici,
dan Amylum ipomea.

5.1 Identifikasi Mikroskopis


Setiap jenis tumbuhan mempunyai bentuk tepung cadangan yang
bermacam macam. Perbedaan macam macam tepung ini berdasarkan letak
hilus dalam butiran butiran tepungnya. Yang dimaksud dengan hilus ialah titik
permulaan terbentuknya butir tepung. Sedangkan lamela adalah garis garis
halus yang mengelilingi hilus. Perbedaan ini menghasilkan adanya 2 macam
butir tepung yaitu konsentris dan eksentris (Yayan, 1992)
5.1.1 Jagung
Menurut (Purwono, 2005). Pati jagung adalah pati yang
diperoleh dari biji Zea mays L ( familia Poaceae ). Mikroskopik :
butir tunggal atau majemuk, bersegi banyak, bersudut,berkorosi
ukuran 2m sampai 23m, lamela dulit dilihat. Berdasarkan hasil
pengamatan mikroskopik dengan mikroskop perbesaran 400x,
terlihat butir pati jagug (amilum jagung) ada yang tunggal dan ada
yang majemuk, sisinya poligonal (bersegi segi) lamelanya tidak
nampak. Maka hasil pengamatan sesuai dengan literatur.
5.1.2 Padi
Menurut Fahn (2005) Amylum oryzae Pati beras adalah pati
yang diperoleh dari biji Oryza sativa L. Kandungan: Amilosa dan
amilosa perkati, air, abu. Khasiat: Bahan penolong untuk sediaan
obat dan zat tambahan. Mikroskopik: butir versegi banyak ukuran
2m sampai 5m, tunggal atau majemuk bentuk bulat telur ukuran
10m sampai 20 m. Berdasarkan hasil pengamatan, Amilum beras
Butir tunggal dan atau butir majemuk, Tidak terlihat hilus, dan
bersegi segi. Maka hasil pengamatan sesuai dengan literatus
5.1.3 Gandum
Menurut Hidayat (1995), Amylum tritici Pati gandum adalah
pati yang diperoleh dari biji Triticum aestivum L. Nama simplisia :
amylum tritici. Nama lain : pati gandum, pati terigu. Nama tanaman
asal : triticim vulgare. zat berkhasiat : amilosa dan amilopektin,
ari, abu. Penggunaan : Bahan penolong bahan sediaan obata.
Mikroskopik : butir, bentuk cakram besar atau seperti ginjal ukuran
10m sampai 45m, bentuk bulat telur,terbelah sepanjang poros
utama. Berdasarkan hasil pengamatan amilum gandum terdapat
butir tunggal dan butir majemuk, berbentuk bulat. Maka hal ini
sesuai dengan literatur. Serta hasil pengamatan menunjukkan hilus
dan lamela tidak jelas.
5.1.4 Singkong
Menurut Hidayat (1995), Pati singkong adalah pati yang
diperoleh dari umbi akar Manihot utillissima Pohl. Mikroskopik :
butir tunggal, agak bulat atau bersegi banyak, berkorosi seperti
lamda ,terpotong butir kecil diameter 5m sampai 10m, butir besar
bergaris tengah 20m sampai 35m. Berdasarkan hasil pengamatan,
amilum manihot berbutir tunggal dan majemuk, memiliki bentuk
helm dan bentuk bulat, lamela dan hilus tidak terlihat jelas. Maka
hasil pengamatan sedikit tidak sesuai dengan literatur karena pada
hasil pengamatan terdapat pati singkong yang majemuk. Hal ini
kemungkinan karena penggunaan pipet yang sempat tercampur
antara bahan satu dengan yang lain karena tidak diletakkan dengan
baik. Untuk bentuk pati singkong sudah sesuai dengan literatur
5.1.5 Kentang
Menurut Hidayat (1995), Amilum kentang berupa butir butir
tunggal, berbentuk oval dengan ukuran 100 mikrometer. Terdapat
hilus eksentris di bagian pinggir dan terdapat lamela. Lamela adalah
lapisan pada amilum. Lamela terbentuk karena pemadatan molekul
dan perbedaan kadar air pada awal pertumbuhan amilum. Pada butir
kentang jangka waktu pembentukan lapisan-lapisan bergantung
pada faktor-faktor endogen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa
amilum kentang memiliki butir butir tunggal, bentuk oval, hilus
eksentris, lamela nampak. Maka hasil pengamatan sesuai dengan
literatur.
5.1.6 Ubi jalar
Menurut Hidayat (1995), butir tepung konsentris, hillusnya di
tengah dan lamella mengelilingi hillus. Susunan butir tepungnya
monoadelph, yaitu butir tepung memiliki satu hilus dan lamella
mengelilingi. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan, dimana butir
amilum tunggal, hilus konsentris.

5.2 Identifikasi Kimiawi


Identifikasi secara kimiawi kandungan amilum bertujuan untuk
mengidentifikasi ada atau tidaknya amilum dalam sampel yakni dengan cara uji
iodine. Uji iodium dilakukan untuk mengetahui kandungan karbohidrat secara
sederhana terutama bagi polisakarida. Pereaksi Iodium terdiri dari Kalium
Iodida yang dilarutkan dalam air kemudian diaduk hingga semua larut.
Penambahan Iodium akan membentuk kompleks absorpsi berwarna yang
spesifik. Amilum atau pati dengan Iodium akan menghasilkan warna biru yang
disebabkan oleh komponen amilosa (Awan,2011).
Berdasarkan hasil praktikum, amilum jagung, amilum singkong,
amilum beras, amilum gandum, amilum ubi jalar, dan amilum kentang setelah
ditetesi larutan Iodine-KI, timbul endapan ungu kehitaman. Hal ini menandakan
bahwa pada tumbuhan jagung, singkong, beras, gandum, ubi jalar dan kentang
positif mengandung amilum yaitu amilosa.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
1. Amylum manihot, Amylum maydis, Amylum oryzae, Amylum tritici, dan
Amylum ipomea dibedakan berdasarkan letak hilus dan lamela, sifat butir,
serta bentuk amilum.
2. Hasil positif amilum ditunjukkan dengan adanya endapan ungu-biru
kehitaman setelah pemberian larutan IKI

6.2 Saran
1. Penggunaan pipet sebaiknya sangat diperhatikan, sebaiknya tidak dicampur
2. Pengamatan amilum dengan mikroskopik sebaiknya dilakukan sampai
gambar sangan jelas sehingga lamela dapat terlihat

VII. DAFTAR PUSTAKA


Aak. 1992. Petunjuk Praktis Bertanam Sayur. Kanisius; Jogjakarta.

Awan, Rry. 2012.Reaksi Uji Karbohidrat (Praktikum Biokimia). Diakses pada


tanggal 3 September 2017.

Departemen Pertanian, 1983. Pedoman Bercocok Tanam Padi Palawija Sayur


sayuran. Departemen Pertanian Satuan Pengendali BIMAS. Jakarta.

Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan edisi ketiga. Yogyakarta: Gajah Mada


University Press.
Grist, D.H., 1960. Rice Formerly Agricultural Economist, Colonial Agricultural
Service, Malaya. London : Longmans Green and Co Ltd.

Gunawan,D.,Mulyani,S. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) jilid 1. Jakarta:


Penebar Swadaya.

Estiti, Hidayat. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung. ITB. Hal: 68.

Pramesti, H. A., Kusoro, S., dan Edy, C..2015. Analisis Rasio Kadar
Amilosa/Amilopektin dalam Amilum dari Beberapa Jenis Umbi, Indonesia
Journal of Chemical Science Vol. 4(1).

Priyanta, R. B. S., Cokorda, I. S. A,. I G.N. Jemmy, dan Anton, P., 2011, Sifat Fisik
Granul Amilum Jagung yang Dimodifikasi secara Enzimatis dengan
Lactobacilus acidophilus Pada Berbagai Waktu Fermentasi.

Purwono dan R. Hartono. 2005. Bertanam Jagung Unggul. Penebar Swadaya,


Jakarta.

Setiadi.2009. Budi Daya Kentang. Bogor : Penebar Swadaya

Simanjuntak, T. P. T., 2014. Komponen Gizi dan Terapi Pangan Ala Papua.
Yogyakarta : Deepublish

Tjitrosoepomo, G. 2004. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Yogyakarta: Gajah


Mada University press.

Uhan, 2013. Klasifikasi Tumbuhan/ Taksonomi Tumbuhan dari Kingdom sampai


Spesies. Medan: USU Press.

Sutrian, Yayan. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan edisi revisi. Jakarta.


Rineka Cipta.