Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS PARIJATAH KULON
Jalan Raya Genteng No. Srono Banyuwangi
Telepon (0333) 632118
Email : pkmparijatahkulon@yahoo.co.id

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT
DEMAM BERDARAH DENGUE

A. PENDAHULUAN

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang
disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2-7 hari disertai dengan
manifestasi perdarahan, penutrunan trombosit (trombositopenia), adanya
hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asites,
efusi pleura, hipoalbuminemia). Dapat disertai gejala-gejala tidak khan seperti nyeri
kepala, nyeri otot dan tulang, ruam kulit atau nyeri belakang bola mata.
Tidak semua yang terinfeksi virus dengue akan menunjukkan manifestasi DBD
berat, ada yang hanya bermanifestasi demam ringan yang akan sembuh dnegan
sendirinya atau bahkan ada yang sama sekali tanpa gejala sakit (asimtomatik).
Sebagian lagi akan menderita demam dengue saja yang tidak menimbulkan
kebocoran plasma dan mengakibatkan kematian.

Dalam 3 dekade terakhir penyakit ini meningkat insidennya di berbagai belahan


dunia terutama daerah tropis dan sub-tropis, banyak ditemukan di wilayah urban dan
semi-urban. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang mengandung
virus dengue.
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi penyebarluasan DBD antara lain adalah :
Perilaku masyarakat
Perubahan iklim (climate change) global
Pertumbuhan ekonomi
Ketersediaan air bersih
Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang spesifik, tetapi bila pasien
berobat dini, dan mendapat penatalaksanaan yang adekuat, umumnya kasus-kasus
penyakit ini dapat diselamatkan
B. LATAR BELAKANG
Di Puskesmas Parijatah Kulon memiliki data penderita DBD pada tahun 2015
sebanyak 14 orang dan 2016 sebanyak 30 orang Untuk menekan peningkatan
penderita DBD maka di adakan program PSN setiap Bulan di Puskesmas Parijatah
Kulon Kecamatan Srono.
Dengan kegiatan tersebut dapa.t menekan kejadian DBD. Kegiatan untuk
masyarakat dapat dilakukan saat ini dengan pemeriksaan jentik oleh Kader Jumantik
di setiap RT, Pemeriksaan jentik berkala, Penyuluhan DBD untuk menghindari atau
mencegah terjadinya DBD di wilayah Pukesmas Parijatah Kulon Kecamatan Srono.
Oleh karena itu upaya pengendalian DBD yang penting pada saat ini adalah melalui
upaya pengendalian nyamuk penular dan upaya membatasi kematian karena DBD.
Atas dasar itu maka upaya pengendalian DBD memerlukan kerjasama dengan
program dan sektor terkait serta peran serta masyarakat.

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


Tujuan Umum :
Terwujudnya individu dan masyarakat yang mampu mencegah dan melindungi diri dari
penularan DBD melalui optimalisasi kegiatan PSN 3M Plus dan kebersihan
lingkungan.
Tujuan Khusus :
1. Menurunkan angka kesakitan DBD menjadi kurang dari atau sama dengan 50 per
100.000 penduduk pada tahun 2016.
2. Menurunkan angka kematian akibat DBD menjadi kurang dari 1% pada tahun
2016.
3. Membatasi penularan DBD dengan mengendalikan populasi vektor sehingga
Angka Bebas Jentik (ABJ) diatas atau sama dengan 95%.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan pengendalian dan pemberantasan penyakit DBD di Puskesmas Parijatah
Kulon Kecamatan Srono dilaksanakan melalui rincian kegiatan, antara lain :
1. Petugas menerima laporan DBD / KDRS dari masyarakat ataupun dari Poli
2. Petugas menganalisa KDRS sesuai tata laksanan diagnosa DBD dalam
penanganan penyemprotan yaitu Trombosit di bawah 100.000/uI atau Hematokrit
20%
3. Petugas meminta Surat Tugas ke TU untuk PE dan Fogging ( 2 X 24 Jam) jika
diwilayah ada minimal penderita DBD

PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN DBD 2


4. Petugas melaksanakan penyelidikan epidemilogi ( mencari penderita / tersangka
DBD lainnya dan pemeriksaan jentik radius 100m dari rumah penderita )
5. Petugas melakukan PJB ( Rumah atau Sekolah )
6. Petugas melakukan pembinaan Jumantik dilokasi penderita DBD dan menganalisa
7. Petugas melakukan penyuluhan di tempat terjadinya penderita DBD sebelum
Fogging Fokus
8. Petugas menyimpulkan hasil PE dari 20 rumah sekitar penderita yang diperiksa :
a) Jika ditemukan ABJ di bawah 95% atau positif jentik lebih dari 2 maka terindikasi
penderita kemungkinan besar terjangkit/ terkena gigitan Nyamuk ades Aegypti di
wilayah tersebut
b)Jika ditemukan penderita/tersangka DBD lainnya lebih dari maka di ajukan ke
Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk dilakukan ULV ( Upper Low Volume) /
pengkabutan area lebih luas melingkupi RW karena indikasi terjadi KLB.
9. Selanjutnya Petugas melaksanakan kegiatan Fogging fokus dengan Radius 100M
melingkar atau 200 rumah
10. Petugas merekap dan mengevaluasi hasil kegiatan untuk PSN terpadu
11. Petugas meminta tanda tangan Kepala Puskesmas
12. Petugas merekap dan melaporkan hasil kegiatan penanggulanagn DBD ke Dinas
Kesahatan Kabupaten Banyuwangi

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Penyelidikan epidemiologi
2. Fogging fokus
3. PJB ( Rumah dan Sekolah )
4. Pembinaan Bumantik
5. PSN Terpadu
6. Tata laksana diagnosa DBD
7. Penyuluhan

F. SASARAN
1. Seluruh masyarakat yang berada di wilayah Puskesmas Parijatah Kulon
Kecamatan Srono
2. Kader Jumantik
3. Jumantik di Sekolah

PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN DBD 3


G. PERAN LINTAS SEKTOR
1. RT memberikan dukungan dalam menentukan ABJ dalam kegiatan PE penderita
DBD di lokasi terjangkitnya penyakit DBD
2. RW memberikan dukungan untuk pelaksanaan kegiatan PSN
3. Kepala Sekolah membantu dalam pembentukan kader jumantik di Sekolah
4. Lurah membantu dalam kegiatan PJB di wilayah kelurahan masing masing
5. Camat menentukan jadwal PSN terpadu di wilayah Puskesmas Parijatah Kulon
Kecamatan Srono

H. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Kegiatan Fogging Fokus Sesuai ada laporan data KDRS penderita DBD dari
Rumah sakit yang di tunjukan ke Puskesmas dari Poli Umum dan rujuk ke Klinik
Sanitasi
2. Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) 100 rumah masing masing Kelurahan tiga Bulan
Sekali
3. Pemeriksaan Jentik Sekolah tiap 6 Bulan sekali
4. Pembinaan Kader Bumantik setiap Bulan
5. Penyuluhan DBD setiap Bulan
6. Pemeriksaan Jentik oleh kader Bumantik setiap minggu
7. Kegiatan PSN setiap Bulan

I. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan akan dilakukan setiap akhir pelaksanaan kegiatan


program penanggulangan DBD untuk menentukan prosentase ABJ di wilayah kerja
Puskesmas Parijatah Kulon Kecamatan Srono
2. Pelaporan kegiatan ada di laporan Bulanan dan tiga bulanan yang di laporkan ke
Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi

J. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Pencatatan Kegiatan Program penanggulangan DBD dilakukan setiap selesai

pelaksanaan kegiatan meliputi :


a. Buku register kunjungan Klinik Sanitasi
b. Formulir Penyelidikan Epidemiologi
c. Formulir PJB 100 rumah
d. Formulir PSN
e. Formulir Pembinaan Jumantik
f. Blangko PJB Sekolah
g. Foto kegiatan

PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN DBD 4


2. Pelaporan Kegiatan Program penanggulangan DBD meliputi :
a. ABJ PE dilaporkan saat ada kegiatan Fogging Fokus setiap bulan ke Dinas

Kesehatan Kabupaten Banyuwangi


b. ABJ Kegiatan Jumantik dilaporkan setiap Bulan ke Dinas Kesehatan

Kabupaten Banyuwangi
c. ABJ PJB 100 rumah dan PJB Sekolah dilaporkan tiga Bulan sekali dan per

semester
d. Rekapan kegiatan ABJ Jumantik, dilaporkan sebulan sekali ke Dinas

Kesehatan Kabupaten Banyuwangi


3. Evaluasi Kegiatan Program penanggulangan DBD di lakukan setiap bulan pada

saat mini lokakarya dan setiap tiga bulan pada saat pertemuan Lintas Sektor

Mengetahui
Kepala Puskesmas Parijatah Kulon

Dr.Sulistyowati
NIP. 19700927 200701 20016

PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN DBD 5