Anda di halaman 1dari 1

Gamelan Degung sendiri terdiri atas tujuh waditra pokok, yaitu:

1 . Bonang
2 . Saron Panerus (Penerus)
3 . Saron Cempres
4 . Jenglong
5 . Goong
6 . Kendang dan Kulanter
7 . Suling Degung (lubang 4)

Istilah waditra khususnya dalam degung dan umumnya dalam Karawitan Sunda adalah istilah yang
digunakan untuk menunjukan alat-alat yang digunakan dalam kegiatan berkesenian. Istilah dalam
musik instrumen.
a. Bonang, terdiri dari 14 penclon dalam ancaknya. Berderet mulai dari nada mi alit sampai nada La
ageng
b. Saron/Cempres, terdiri dari 14 wilah. Berderet dari nada mi alit sampai dengan La rendah.
c. Panerus, bentuk dan jumlah nada sama dengan saron/cempres, hanya berbeda dalam oktafnya.
d. Jengglong terdiri dari enam buah. Penempatannya ada yang digantung dan ada pula yang
disimpan seperti penempatan kenong pada gamelan pelog.
e. Suling, suling yang dipergunakan biasanya suling berlubang empat.
f. Kendang, terdiri dari satu buah kendang besar dan dua buah kendang kecil (kulanter). Teknis
pukulan kendang asalnya dipukul/ditakol dengan mempergunakan pemukul. Dalam
perkembangannya sekarang kendang pada gamelan degung sama saja dengan kendang pada
gamelan salendro-pelog.
g. Gong, pada mulanya hanya satu gong besar saja, kemudian sekarang memakai kempul, seperti
yang digunakan pada gamelan pelog-salendro.
Keseluruhan waditra tersebut, kecuali suling, dimainkan dengan cara dipukul, sedangkan suling
dimainkan dengan cara ditiup. Sedangkan tahun 1964, waditra gamelan degung mengalami
penambahan, yaitu dilengkapi dengan waditra Gambang, sau buah Saron dan kadang-kadang
Rebab.Para tokoh seniman penggarap degung diantaranya: Mang Oyo, Mang Idi, Mang Tarya, E
Carmedi, Sukanda art, Kusstiara, dll.