Anda di halaman 1dari 34

Pendahuluan

PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN


PESISIR DAN LAUT

PERKAPALAN DUMPING PENAMBANGAN EKSPLORASI BUDIDAYA PERIKANAN


MINYAK LAUT

KONTRIBUTOR PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN


PESISIR DAN LAUT
Pendahuluan
Pengawasan
dan Penegakan
Hukum
Lingkungan

Pelanggaran Pencemaran
Peraturan di Bidang dan Kerusakan Penanggung jawab
Lingkungan Hidup dan usaha dan/atau
Lingkungan di kegiatan menjadi taat
Persayaratan yang
ada dalam Izin
Wilayah Pesisir dan lingkungan pesisir
Lingkungan Dan laut dan laut menjadi lestari
Yang harus dilakukan
pengawasan, al.

Dibutuhkan
kecerdasan,
kejujuran dan fisik
yang kuat
PERMASALAHAN PENAATAN LINGKUNGAN

Antara lain :
- Pembuangan limbah illegal
- Kualitas air limbah atau emisi gas
buang melebihi baku mutu
- Tidak mempunyai Ijin pembuangan
air limbah PENCEMARAN
- Tidak melakukan self monitoring DAN/ATAU
- Tidak melaporkan hasil self monitoring
- Tidak melaporkan kapasitas produksi PERUSAKAN
dan debit air limbah LINGKUNGAN
- Tidak mempunyai alat ukur debit
- dan lain-lainnya
Landasan Hukum Pengawasan
Kerusakan Pesisir dan Laut

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang


Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
UU PPLH 32/2009 Psl 21 : Ketentuan mengenai kriteria baku
kerusakan LH
Kriteria baku kerusakan ekosistem pesisir dan laut :
KEPMEN LH 04/2001 Terumbu Karang
KEPMEN LH 200/2004 Padang Lamun
KEPMEN LH 201/2004. Mangrove

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1999 Pengendalian Pencemaran


dan /atau Perusakan Laut
Pasal 19, PP 19/1999 Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan Laut
(penanggung jawab kegiatan harus mengizinkan PPLH untuk melakukan
pengawasan
Selain hal tersebut, ketentuan maupun beberapa hal yang dipersyaratkan
dalam perizinan dan Dokumen Amdal, UKL & UPL maupun dokumen
lingkungan lainnya dapat dipakai sebagai dasar dalam melakukan
pengawasan lingkungan.
Penaatan Usaha/Kegiatan
dalam PP 19/1999 yang harus dicermati:
1. Pasal 9, Pasal 10 dan Pasal 12 kewajiban pencegahan pencemaran
kawasan pesisir dan laut;

2. Pasal 13 dan Pasal 14 kewajiban pencegahan perusakan lingkungan

3. Pasal 15 kewajiban penanggulangan pencemaran dan/atau perusakan


laut;

4. Pasal 16 kewajiban untuk melakukan pemulihan mutu laut;

5. Pasal 17 kewajiban dalam keadaan darurat


....... lanjutan
6.Pasal 18 PP 19/1999 kewajiban mendapatkan izin Menteri
untuk melakukan kegiatan dumping ke laut
7. Pasal 19, PP 19/1999 Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan
Laut (penanggung jawab kegiatan harus mengizinkan PPLH untuk
melakukan pengawasan
8. Pasal 21 PP 19/1999 kewajiban mengizinkan pengawas
melakukan tugas dan memberikan keterangan dengan benar
dan dokumen dan atau data yang diperlukan untuk
pengawasan; dan
9. Pasal 22 PP 19/1999 kewajiban menyampaikan laporan hasil
pemantauan pengendalian pencemaran dan/atau perusakan laut
kepada instansi yang bertanggung jawab.
10. Pasal 24 PP 19/1999 tentang kewajiban menanggung biaya
penanggulangan dan pemulihan serta membayar ganti rugi
terhadap pihak yang dirugikan.
Tolok Ukur Penaatan

Kata kunci tolok-ukur ketaatan dalam peraturan adalah kata- kata:


larang, wajib, syarat, izin, dan/atau sanksi, yang berlaku bagi
penanggungjawab usaha/kegiatan.
UU 32/2009, al.:
Pasal 22 Ayat (1); Pasal 34 Ayat (1); Pasal 36 Ayat (1), Pasal 53
Ayat (1)
PP 19/1999 :
Pasal 10 Ayat (1) dan (2), Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14 dan
Pasal 18.
Permen LH 12/2006 :
Persyaratan dan Tata Cara Perizinan Pembuangan Limbah ke
Laut Ketentuan mengenai persyaratan dalam izin dan
kewajiban melakukan kajian pembuangan air limbah ke laut
Pengertian Kerusakan Lingkungan

Perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang


menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung
terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan
hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan
lingkungan hidup.

Kerusakan lingkungan hidup adalah perubahan langsung


dan/atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia,
dan/atau hayati lingkungan hidup yang melampaui
kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.
Contoh kasus perusakan pesisir
Pengertian Kerusakan Laut

Perusakan laut adalah tindakan yang menimbulkan


perubahan langsung atau tidak langsung terhadap
sifat fisik dan/atau hayatinya yang melampaui
kriteria baku kerusakan laut.

Kerusakan laut adalah perubahan fisik dan/atau


hayatinya yang melewati kriteria baku kerusakan
laut.
Pengertian Kriteria baku Kerusakan
Lingkungan

Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup adalah


ukuran batas perubahan sifat fisik, kimia, dan/atau
hayati lingkungan hidup yang dapat ditenggang oleh
lingkungan hidup untuk dapat tetap melestarikan
fungsinya.

Kriteria Baku Kerusakan di wilayah pesisir dan laut yg


sudah ada :
1. Terumbu Karang,
2. Mangrove,
3. Padang Lamun
MANGROVE
Mangrove adalah sekumpulan tumbuh-tumbuhan Dicotyledoneae dan atau
Monocotyledoneae terdiri atas jenis tumbuhan yang mempunyai hubungan taksonomi
sampai dengan taksa kelas (unrelated families) tetapi mempunyai persamaan
adaptasi morfologi dan fisiologi terhadap habitat yang dipengaruhi oleh pasang surut.

Kriteria Baku Kerusakan Mangrove adalah ukuran batas perubahan fisik dan atau
hayati mangrove yang dapat ditenggang.

Status kondisi mangrove diklasifikasikan : a. baik (sangat padat), b. Baik (sedang)


dan c. Rusak.

Ancaman Terhadap mangrove :


Pengelolaan yang tidak benar, bahkan didiamkan saja tanpa dikelola
Penebangan, yang lahannya digunakan untuk tambak, pemukiman, industri, dll.
Pencemaran limbah dan adanya tumpahan minyak
Penebangan yang tidak terkendali untuk pembuatan arang, pulp, dll.
HPH mangrove yang dikelola tidak sesuai dokumen lingkungan yang telah disetujui

Metode Pengukuran : Metode transek garis dan petak contoh (metode


pencuplikan contoh populasi suatu ekosistem dengan pendekatan petak
contoh yang berada pada garis yang ditarik melewati wilayah ekosistem
tersebut.
TERUMBU KARANG
Terumbu Karang adalah kumpulan karang dan atau suatu ekosistem karng
yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur bersama-sama
dengan biota yang hidup di dasar laut lainnya serta biota lain yang hidup
bebas di dalam perairan sekitarnya.
Kriteria Baku Kerusakan Terumbu karang adalah ukuran batas perubahan
sifat fisik dan atau hayati terumbu karang yang dapat ditenggang.
Metode pengukuran : metode transek garis bentuk pertumbuhan karang

Ancaman Terhadap Terumbu Karang :


Pencemaran minyak dan industri
Sedimentasi akibat kegiatan penebangan hutan, erosi, pengerukan dan
penambangan
Peningkatan suhu permukaan laut
Buangan limbah panas dari pembangkit listrik atau kegiatan industri.
Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien
Penggunakan bahan peledak dan racun dalam menangkap ikan di
terumbu karang
Pengambilan terumbu karang dengan sengaja untuk bangunan atau
aquarium yang dijual
Perusakan akibat labuh jangkar kapal atau perahu motor, dll.
PADANG LAMUN
Lamun (Seagrass) adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang hidup
dan tumbuh di laut dangkal, mempunyai akar, rimpang (rhizome), daun,
bunga dan buah dan berkembang biak secara gereratif (penyerbukan
bunga) dan vegetatif (penumbuhan tunas).
Kriteria Baku Kerusakan Padang Lamun adalah ukuran batas perubahan fisik
dan atau hayati padang lamun yang dapat ditenggang.

Ancaman Terhadap Padang Lamun :


Pengerukan dan pengurugan yang berkaitan dengan pembangunan
Pemukiman pinggir laut, pelabuhan, industri, saluran navigasi
Pencemaran limbah industri
Pembuangan sampah organik.
Pencemaran limbah pertanian dan peternakan
Pencemaran akibat tumpahan minyak dan bahan kimia lainnya
Dll.

Metode Pengukuran : Transek dan Petak Contoh


Peran dan fungsi antara ekosistem mangove, lamun dan karang
Dasar Hukum Kerusakan Lingkungan

Pasal 68 UU No. 32 Tahun 2009 (UUPPLH)

Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan


berkewajiban:
a. memberikan informasi yang terkait dengan
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara
benar, akurat, terbuka, dan tepat waktu;
b. menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup; dan
c. menaati ketentuan tentang baku mutu lingkungan
hidup dan/atau kriteria baku kerusakan lingkungan
hidup.
Contoh
Pengukuran
Kerusakan Lingkungan
Pengukuran Kondisi Terumbu Karang
Pengukuran Kondisi Terumbu Karang
KepMenLH No. 04 Tahun 2001 ttg Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang

Parameter Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang (%)


Buruk 0 24.9
Prosentase Luas Rusak
Sedang 25 49.9
Tutupan Terumbu
Karang yang Hidup Baik Baik 50 74.9
Baik sekali 75 100
Metode Manta Towing

Gubernur/Bupati/Walikota wajib melakukan


inventarisasi terumbu karang untuk mengetahui
status kondisi terumbu karang (Pasal 4 ayat (1) Kepmen LH No.
4/2001)
% Tutupan Karang Hidup

0
10
20
30
40
50
60
70
80
Desa Saibuah, Kec. Posigadan

Desa Luwoo, Kec. Posigadan

Desa Tg. Patihe Daa, Kec. Posigadan

Desa Tg. Tau, Kec. Posigadan

Desa Tg. Poniki, Kec. Posigadan

Desa Tlk. Momalia Kiki, Kec. Posigadan

Desa Tg. Tonalan, Kec. Posigadan

Desa P. Laga, Kec. Kotabun

Desa Bantona, Kec. Kotabun

Desa P. Nenas, Kec. Kotabun

Desa Dodap, Kec. Kotabun

Desa P. Racun, Kec. Kotabun

% Tutupan Karang Hidup


Desa P. Kumeke, Kec. Kotabun

Desa Tg. Sikod, Kec. Kotabun

Desa Bakida, Kec. Bolaang Uki

Lokasi
Desa Tg. Pangia, Kec. Bolaang

Desa Dodepo, Kec. Bolaang Uki

Desa Tg. Tabilaa, Kec. Bolaang Uki

Rusak Buruk
Desa Binika, Kec. Bolaang Uki

Sumber: Hasil Pengkajian Status Mutu Teluk Tomini 2007(PSL Unsrat dan Pusat PLH Regional Sumapapua KLH)
Desa Pinolosian, Kec. Pinolosian

Desa Tg. Panango, Kec. Pinolosian

Desa Teluk Tolu, Kec. Pinolosian

Desa Matandoi, Kec. Pinolosian

Desa Tg. Modisi, Kec. Pinolosian


Desa P. Pondanmuloben, Kec.
Rusak Sedang

Pinolosian
Desa Kombot, Kec. Pinolosian

Desa P. Lambu, Kec. Nuangan


Kondisi Terumbu Karang di Kab. Bolmong, Sulut

Desa Nuangan, Kec. Nuangan


Baik

Desa Matongkat, Kec. Nuangan

Desa Molobok, Kec. Nuangan


Lokasi Pemantauan Status Padang Lamun di
Kab. Bolmong Propinsi Sulawesi Utara
Padang lamun (Sea Grass)
Kep Meneg LH No. 200 Tahun 2004 ttg Kriteria Baku Kerusakan dan
Pedoman Penentuan Status Padang lamun
Metoda % luas penutupan (% coverage)
Transect lamun yang hidup
Plot
Kriteria/klasifikasi tingkat kualitas padang lamun:

Penutupan Kondisi Kualitas Nilai mutu


(%)
60 Baik/Kaya/Sehat Baik 3
30 59,9 Rusak/Kurang Sehat Sedang 2
29,9 Rusak/Miskin Buruk 1
% Penutupan Lamun

0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
Momolia, Kec.
Posigadon

Ludo, Kec.
Posigadon

Motongkat, Kec.
Nuangan

Penutupan Lamun (%)


Tunganga, Kec.
Pinolosian

Salango, Kec.
Pinolosian

Salango Stat,
Kec. Pinolosian

Lokasi
Bakida, Kec.
Pinolosian

Rusak Miskin
Status Padang Lamun

Sumber: Kepmen 200/2004

Nunuka, Kec.

Sumber: Hasil Pengkajian Status Mutu Teluk Tomini 2007(PSL Unsrat dan Pusat PLH Regional Sumapapua KLH)
Kotabunan

Lungkap, Kec.
Kotabunan

Dodap, Kec.
Kotabunan
Propinsi Sulawesi Utara 2007

Tobayangan,
Kec. Kotabunan
Baik Sehat/Kaya

Matandoi, Kec.
Kotabunan
Status Padang Lamun di Kab. Bolmong,
Penentuan Kerusakan Mangrove
KepMenLH No. 201/2004 ttg Kriteria Baku dan Pedoman
Penentuan Kerusakan Mangrove
Garis Transect (dari arah laut ke darat, tegak lurus garis pantai)
Laut
Petak Contoh/Plot
(10mx10m)
Mangrove

Metoda Line
Transect Plot
Penentuan Kerusakan Mangrove
Penentuan Kerusakan Mangrove
Status Kondisi Hutan Mangrove di Teluk Tomini
Propinsi Gorontalo 2007
Penutupan Kerapatan Status/Kondisi
Desa/Kecamatan N E
(%) (Pohon/Ha) Mangrove
Kecamatan Dulupi 0,4760 122,468 16,00 600 Rusak Jarang
Pulau Asiangi Desa Bajo 0,4835 122,354 28,00 1000 Rusak Jarang
Desa Lito 0,5109 122,586 12,00 600 Rusak Jarang
Marisa II 0,4703 121,984 19,00 1000 Rusak Jarang
Marisa III 0,4704 121,984 23,00 1000 Rusak Jarang
Tanjung Bajo II 0,4868 122,106 91,00 3900 Baik Sangat Padat
Torusiaje 1 0,4915 121,440 92,00 5700 Baik Sangat Padat
Torusiaje 2 0,4692 121,442 81,00 6900 Baik Sangat Padat

Kriteria Kerusakan Mangrove

Sumber: Kepmen 201/2004


Sumber: Hasil Pengkajian Status Mutu Teluk Tomini 2007(PSL UNG dan Pusat PLH Regional Sumapapua KLH)
KERUSAKAN Pesisir

Contoh bentuk kerusakan


pesisir oleh tumpahan minyak
Kegiatan penambangan yang
melanggar batas kawasan
lindung/hutan lindung dan akhirnya
merusak ekosistem pantai/pesisir
Abrasi pantai Tirtamaya
BAHAN ACUAN

Lampiran I
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor : 201 Tahun 2004
Tanggal: 13 Oktober 2004

KRITERIA BAKU KERUSAKAN MANGROVE

Kriteria Penutupan (%) Kerapatan (pohon/ha)

Baik Sangat Padat > 75 > 1500


Sedang >50 < 75 > 1000 < 1500

Rusak Jarang < 50 < 1000


TERIMA KASIH