Anda di halaman 1dari 14

KERANGKA BAHAN AJAR

Mata Kuliah : Sistem Linier Semester: 3 Kode: TE-1336 sks: 3


Jurusan : Teknik Elektro Dosen: Yusuf Bilfaqih

SISTEM LINIER (TE-1336, 3/0/0 )

Tinjauan Mata Kuliah


a. Deskripsi Singkat
Mata kuliah Sistem Linier ini membahas tentang analisa sistem linier time-invariant
(LTI), baik sistem waktu kontinyu maupun sistem waktu diskrit dalam berbagai ranah
(time-domain, frequency-domain, s-domain dan z-domain). Metode-metode yang
digunakan untuk menganalisa sistem linier itu memberikan kontribusi yang sangat
besar pada bidang ilmu teknik elektro. Mata kuliah ini menekankan pada kemampuan
mahasiswa untuk menganalisa sistem LTI.

b. Manfaat
Perkembangan teknologi yang semakin canggih membutuhkan sistem yang lebih
kompleks/rumit. Hal ini menuntut mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuannya
tentang sinyal dan sistem, sehingga mereka dapat secara efektif menggunakan
beragam teknik analisa dan sintesa yang telah ada. Mata kuliah ini juga memberikan
teknik-teknik analisa sinyal dan sistem yang sudah digunakan secara luas, terutama di
bidang teknik elektro. Konsep dan teknik-teknik yang ditawarkan akan banyak
bermanfaat bagi sarjana-sarjana teknik yang berkemauan untuk
mengembangkan/memperluas pemahamannya mengenai sinyal dan sistem.

c. Tujuan Instruksional Umum


Mampu menganalisa sinyal dan sistem LTI ranah waktu kontinyu dan ranah waktu
diskrit (C4).

d. Urutan Bahan Ajar


Mata kuliah ini memerlukan mata kuliah Rangkaian Listrik dan Kalkulus sebagai
prasyarat. Materi perkuliahan ini secara umum terbagi dalam dua bagian. Pertama,
membahas sinyal dan sistem waktu kontinyu. Bagian kedua membahas sinyal dan
sistem waktu diskrit.

e. Petunjuk Menggunakan Bahan Ajar


Untuk mencakup kedua bagian ini secara bersama-sama seringkali membingungkan
mahasiswa dan mereka seringkali tidak bisa membedakan apakah suatu teknik atau
konsep diterapkan untuk sistem waktu kontinyu atau untuk sistem waktu diskrit atau
untuk keduanya. Lebih jauh lagi kuliah-kuliah yang telah didapat oleh mahasiswa
sebelum mengikuti mata kuliah ini seperti halnya fisika, matematika dan rangkaian
listrik berkenaan dengan sinyal dan sistem waktu kontinyu, kosekuensinya mahasiswa
dapat menerima teori dan analisis sistem waktu kontinyu tanpa kesulitan. Dengan
pertimbangan ini mata kuliah ini diberikan dengan membahas terlebih dahulu sinyal
dan sistem waktu kontinyu dalam berbagai ranah, yaitu time-domain, frequency-
domain, dan s-domain dengan menggunakan Deret Fourier, Transformasi Fourier dan
Transformasi Laplace.
Setelah mahasiswa familiar dengan sistem waktu kontinyu, bahasan dilanjutkan
dengan sinyal dan sistem waktu diskrit. Disini mahasiswa juga dituntut menguasai
penggunaan Deret Fourier, Transformasi Fourier Waktu Diskrit dan Transformasi Z
yang akan sangat membantu untuk melakukan analisa terhadap respon impuls, respon
frekuensi serta kestabilan sistem LTI.

Bab 1. Konsep Sinyal dan Sistem


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Mahasiswa mampu merepresentasikan sinyal dan sistem LTI (C3, P3).
Gambaran Umum Materi
Pada bagian ini diperkenalkan konsep sinyal dan sistem, sifat-sifat dan
klasifikasinya, serta bagaimana merepresentasikannya.
Relevansi
Bagian ini membuka wawasan mahasiswa dan memberikan pemahaman
bagaimana hal-hal yang dijumpai di sekitarnya dan di dunia kerja
direpresentasikan secara konseptual.

b. Penyajian
1.1 Konsep Sinyal
Membahas konsep sinyal, macam-macam sinyal dan klasifikasinya serta
representasinya sinyal secara grafis dan matematis baik sinyal waktu kontinyu
maupun sinyal waktu diskrit.
1.2 Konsep Sistem
Membahas konsep sistem, sifat-sifat sistem dan klasifikasinya serta representasi
sistem secara matematis dan diagram baik sistem waktu kontinyu maupun sistem
waktu diskrit.
1.3 Ringkasan
Sinyal adalah fungsi atau sekuen dari nilai yang menyatakan informasi Secara
matematis, sinyal direpresentasikan sebagai fungsi dari satu atau lebih variabel
bebas, misalkan :
Tegangan listrik fungsi waktu :
Medan elektromagnetik fungsi waktu dan posisi :
Berdasarkan karakteristik sinyal, maka sinyal dapat diklasifikasi sebagai berikut :
Sinyal Waktu Kontinyu - Sinyal Waktu Diskrit
Sinyal Analog - Sinyal Digital
Sinyal Riil - Sinyal Kompleks
Sinyal Deterministik - Sinyal Acak
Sinyal Periodik - Sinyal Nonperiodik
Sinyal Energi - Sinyal Daya
Ada tiga macam operasi pada variabel bebas, yang banyak digunakan dalam
praktek, yaitu pergeseran (shifting) pencerminan (refleksi) dan penyekalaan
waktu (time scaling).
Sinyal dasar adalah sinyal yang dapat dipergunakan untuk menyusun/membentuk
sinyal-sinyal yang lain.
Terdapat tiga macam cara untuk merepresentasikan suatu sistem yang banyak
digunakan, yaitu :
- Model Matematik
- Diagram Blok (Block Diagram)
- Grafik Aliran Sinyal (Signal Flow Graph)
1.4 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

Bab 2. Sistem LTI Waktu Kontinyu


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Menganalisa sistem LTI waktu kontinyu dalam ranah waktu (C4).
Gambaran Umum Materi
Bab 2 ini membahas lebih spesifik sistem Linier Time-Invariant waktu kontinyu,
representasi, sifar-sifat dan klasifikasinya, serta analisisnya dalam ranah waktu.
Relevansi
Pada bagian mahasiswa ditunjukkan bagaimana sebuah rangkaian listrik dapat
direpresentasikan dalam bentuk yang berbeda, dimodelkan, dianalisa, dan
diketahui sifat-sifatnya melalui pendekatan sistem.

b. Penyajian
2.1 Representasi Sinyal Waktu Kontinyu dalam Bentuk Impuls
Menjelaskan bahwa sinyal waktu kontinyu secara analitis dapat dinyatakan
sebagai jumlahan sinyal impuls berbobot sebagai dasar pemahaman konvolusi
integral.
2.2 Representasi Integral Konvolusi
Menjelaskan dan membahas konsep konvolusi integral. Respon sistem waktu LTI
waktu kontinyu merupakan konvolusi integral antara respon impuls sistem
dengan sinyal masukan.
2.3 Sifat-Sifat Sistem LTI Waktu Kontinyu
Membahas lebih spesifik sifat-sifat sistem LTI waktu kontinyu.
2.4 Representasi Persamaan Differensial
Langkah pertama dalam analisis sistem adalah mendapatkan model matematik
dari sistem, yaitu mendapatkan suatu persamaan matematik yang dapat
menggambarkan perilaku sistem. Salah satu bentuk model matematik suatu
sistem adalah persamaan diferensial (PD) input-output.
2.5 Stabilitas Sistem LTI Waktu Kontinyu
Pada bagian ini dibahas pengertian stabilitas BIBO untuk sistem yang dinyatakan
oleh PD input-output. Stabilitas BIBO hanya ditentukan dari hubungan input-
output saja, tanpa memperhatikan komponen-komponen dalam sistem.
2.6 Ringkasan
Output sistem linier time invariant merupakan konvolusi dari input dan
repons impuls,h(t).
Notasi simbolik dari konvolusi yang didefinisikan oleh:

Integral Konvolusi bersifat komutatif, asosiatif dan distributif.


Stabil BIBO jika akar-akar persamaan karakteristiknya memiliki bagian riil
negatif
Tidak stabil BIBO jika akar-akar persamaan karakteristiknya memiliki bagian
riil positif.
Marginally stable jika akar-akar persamaan karakteristiknya imajiner murni.
Tidak stabil BIBO jika akar-akar persamaan karakteristiknya imajiner murni
berulang.

2.7 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

Bab 3. Deret Fourier Waktu Kontinyu dan Aplikasinya


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Menganalisa sinyal dan sistem LTI waktu kontinyu menggunakan DFWK (C4).
Gambaran Umum Materi
Pembahasan tentang deret Fourier menjelaskan bahwa suatu sinyal periodik
dapat dinyatakan dalam bentuk kombinasi linier dari sinyal eksponensial
kompleks yang berelasi harmonis. Dengan cara ini maka salah satu persoalan
dalam analisis sistem LTI , yaitu bagaimana mendapatkan respon sistem LTI
waktu kontinyu jika inputnya berupa sinyal periodik dan diskontinyu dapat
dengan mudah diselesaikan.
Relevansi
Telah kita ketahui bersama bahwa suatu sinyal sebarang dapat direpresentasikan
dalam bentuk kombinasi linier dari sinyal-sinyal dasar. Keuntungan representasi
tersebut diantaranya adalah :
o Himpunan sinyal-sinyal dasar dapat digunakan untuk membentuk atau
merekonstruksi kelompok sinyal yang penting.
o Respon sistem LTI terhadap tiap-tiap sinyal dasar memiliki struktur yang
sederhana, sehingga respon sistem terhadap input sebarang dapat diperoleh
dengan cara yang lebih mudah, yaitu kombinasi linier dari respon sistem
terhadap sinyal dasar.
Untuk sistem LTI waktu kontinyu, kedua keuntungan tersebut diberikan oleh
sinyal eksponensial kompleks.

b. Penyajian
3.1 Representasi Orthogonal
Representasi orthogonal dari suatu sinyal merupakan persoalan yang sangat
penting dalam masalah-masalah rekayasa. Hal ini dikarenakan, secara matematis
operasi-operasi terhadap suatu sinyal menjadi lebih sederhana jika sinyal tersebut
dinyatakan sebagai penjumlahan berbobot dari sinyal-sinyal orthogonal.
3.2 Deret Fourier Eksponensial Kompleks
Membahas bagaimana suatu sinyal periodik dapat dinyatakan dalam bentuk
kombinasi linier dari sinyal eksponensial kompleks yang berelasi harmonis.
3.3 Sifat-Sifat Deret Fourier
Sifat-sifat deret Fourier berikut ini dapat memberikan pamahaman yang lebih
baik tentang spektrum frekwensi dari sinyal waktu kontinyu. Sifat-sifat tersebut
juga membantu untuk mereduksi tingkat kerumitan dalam perhitungan koefisien
deret Fourier
3.4 Sistem dengan Input Periodik
Pada pokok bahasan ini akan dijelaskan cara mendapatkan respon sistem jika
mendapat input sinyal periodik
3.5 Ringkasan
Sinyal periodik dapat dinyatakan dalam bentuk
deret Fourier :

Spektrum Garis terdiri dari


Grafik lawan : Spektrum Amplitudo
Grafik lawan : Spektrum Fase

Kondisi Dirichlet :

a. harus absolutly integrable, yaitu

b. hanya memiliki sejumlah berhingga maksimum dan minimum


c. banyaknya diskontinyuitas harus berhingga

3.6 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

Bab 4. Transformasi Fourier Waktu Kontinyu dan Aplikasinya


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Menganalisa sinyal dan sistem LTI waktu kontinyu menggunakan TFWK (C4).
Gambaran Umum Materi
Pada bab ini dipaparkan suatu metode untuk merepresentasikan sinyal aperiodik
dalam himpunan sinyal eksponensial kompleks.
Relevansi
Pada pokok bahasan tentang deret Fourier telah diulas aplikasi deret Fourier
sebagai alat untuk menganalisa sinyal periodik. Respon steady state suatu sistem
LTI kontinyu stabil terhadap input sinyal periodik lebih mudah didapatkan jika
sinyal periodik tersebut dinyatakan dalam bentuk deret Fourier eksponensial
kompleks. Pemakaian analisa deret Fourier pada sistem LTI ini agak terbatas
dalam arti analisa tersebut hanya dapat digunakan jika sinyal inputnya periodik.
Padahal umumnya banyak sinyal yang dijumpai bersifat tidak periodik
(aperiodik).

b. Penyajian
4.1 Transformasi Fourier
Membahas definisi transformasi Fourier.
4.2 Sifat-sifat Transformasi Fourier
Transformasi Fourier memiliki beberapa sifat yang memungkinkan penyelesaian
persoalan menjadi lebih sederhana. Pada pokok bahasan ini akan dipaparkan
beberapa sifat dari Transformasi Fourier.
4.3 Respon Frekuensi Sistem
Respon suatu sistem LTI dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu respon
peralihan (transient) dan respon keadaan tunak (steady-state). Respon stady-state
dari suatu sistem LTI jika mendapat input sinusoida atau eksponensial kompleks
disebut Respon Frekuensi sistem.
Pada pokok bahasan ini akan dibahas lebih jauh tentang Respon Frekuensi sistem
dengan menggunakan sifat-sifat transformasi Fourier.
4.4 Aplikasi Transformasi Fourier
Transformasi Fourier, baik waktu kontinyu maupun waktu diskrit merupakan alat
yang sangat penting, yang aplikasinya secara luas dijumpai dalam sistem
komunikasi, pengolahan sinyal sistem kontrol dan lain-lain. Berikut ini akan
dibahas tiga contoh aplikasi dari Transformasi Fourier.
4.5 Ringkasan
Pasangan Transformasi Fourier :

konvergen jika:

o x(t) absolutely integrable


o x(t) berperilaku baik

4.6 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

Bab 5. Transformasi Laplace dan Aplikasinya


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Menganalisa sinyal dan sistem LTI waktu kontinyu menggunakan Transf.
Laplace (C4).
Gambaran Umum Materi
Pada pokok bahasan ini akan dibahas metode transformasi Laplace yang
merupakan perluasan dari transformasi Fourier waktu kontinyu.
Relevansi
Pada pokok bahasan transformasi Fourier ditunjukkan manfaat dari metode
tersebut untuk analisis sinyal dan sistem LTI waktu kontinyu. Diantara manfaat
tersebut adalah dapat mereduksi operasi integral konvolusi (yang diperlukan
untuk mencari respon sistem) menjadi perkalian transformasi Fourier sinyal
input dan respon frekuensi dari sistem. Meskipun demikian, masih terdapat
kelemahan pada metode tersebut, yaitu banyak sinyal yang tidak memiliki
transformasi Fourier, karena tidak konvergen.

b. Penyajian
5.1 Transformasi Laplace
Memberikan definisi transformasi Laplace
5.2 Sifat-sifat Transformasi Laplace
Ada beberapa sifat transformasi Laplace yang banyak digunakan karena dapat
memepermudah penyelesaian persoalan analisis sistem LTI. Selain itu, dengan
menggunakan sifat-sifat tersebut juga dapat diturunkan transformasi Laplace dari
banyak sinyal.
5.3 Transformasi Laplace Balik (Invers)
Pada pokok bahasan transformasi Laplace telah diuraikan bagaimana
mentransformasi sinyal dan sistem dalam domain waktu ke domain kompleks s.
Menyelesaikan persoalan dalam domain-s relatif lebih mudah daripada dalam
domain waktu. Apabila persoalan telah diselesaikan dalam domain-s, maka untuk
mendapatkan penyelesaian/solusi dalam domain waktu harus dilakukan
transformasi Laplace balik (Invers).
Pada pokok bahasan ini akan dibahas bagaimana mendapatkan jika
diketahui, atau yang dikenal sebagai transformasi Laplace-balik (Invers).
5.4 Fungsi Transfer
Transformasi-Laplace memainkan peranan yang sangat penting dalam analisis
dan representasi sistem LTI waktu kontinyu. Salah satu sifat transformasi-
Laplace yang sangat penting dan telah dibahas pada pokok bahasan Sifat-Sifat
Transformasi-Laplace adalah sifat konvolusi. Sifat ini memberikan kemudahan
dalam perhitungan untuk mendapatkan respon sistem. Pada pokok bahasan ini
akan dieksploitasi sifat ini lebih jauh.
5.5 Blok Diagram Sistem
Selain dalam bentuk model matematik, suatu sistem dapat juga direpresentasikan
dalam bentuk grafis. Salah satu bentuk representasi secara grafis ini adalah
diagram-blok, seperti yang akan dijelaskan pada pokok bahasan ini.
5.6 Stabilitas Sistem dalam Domain-s
Stabilitas merupakan salah satu persoalan yang sangat penting dalam disain
sistem. Pada salah satu pokok bahasan sistem LTI waktu kontinyu, telah dibahas
stabilitas sistem dalam kaitannya dengan respon impuls, yaitu satbil BIBO.
Stabilitas BIBO juga dapat dianalisa dalam domain-s melalui fungsi transfer
H(s), seperti yang akan dibahas dalam pokok bahasan ini.
5.7 Ringkasan
Transformasi Laplace Bilateral :
Transformasi Lapalca Unilateral :

Formula Transformasi Laplace Balik (Invers):

Metode Pecahan Parsial :

dimana berbentuk

atau

Suatu sistem yang memiliki Fungsi Transfer H(s) akan stabil BIBO jika :
o Jika pole dari H(s) terletak di sebelah kiri setengah bidang-s.
o Jika H(s) memiliki pole sederhana di sumbu imajiner

5.8 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

Bab 6. Sistem LTI Waktu Diskrit


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Menganalisa sistem LTI waktu diskrit dalam ranah waktu (C4).
Gambaran Umum Materi
Bab 6 ini membahas lebih spesifik sistem Linier Time-Invariant waktu diskrit,
representasi, sifar-sifat dan klasifikasinya, serta analisisnya dalam ranah waktu.
Relevansi
Pada bagian mahasiswa ditunjukkan bagaimana sebuah sistem dapat
direpresentasikan dalam bentuk yang berbeda, dimodelkan, dianalisa, dan
diketahui sifat-sifatnya melalui pendekatan sistem.

b. Penyajian
6.1 Representasi Sinyal Waktu Diskrit dalam Bentuk Impuls
Dari pembahasan tentang sinyal, telah disinggung bahwa sinyal impuls satuan
(unit impuls) dapat digunakan untuk menyusun atau membentuk macam-macam
sinyal.
Dalam pokok bahasan ini, akan dijelaskan bagaimana penyusunan sinyal waktu
diskrit dalam bentuk impuls satuan dapat dilakukan. Representasi dalam bentuk
impuls satuan ini merupakan representasi yang sangat penting dan merupakan
dasar dari alat/tool untuk analisis sinyal dan sistem LTI.
6.2 RepresentasiPenjumlahan Konvolusi
Persoalan mendasar dalam analisis sistem adalah menentukan respons sistem
terhadap input tertentu. Secara analitik, ada beberapa cara yang dapat dilakukan
untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satu diantaranya adalah dengan
cara menyelesaikan persamaan beda yang mendiskripsikan sistem untuk input
dan kondisi mula tertentu. Cara yang lain adalah dengan mengeksploitasi sifat
linieritas dan invariansi pergeseran dari sistem. Dengan cara yang kedua ini akan
dihasilkan penjumlahan yang sangat penting, yang dikenal sebagai penjumlahan
konvolusi.
6.3 Sifat-Sifat Sistem LTI Waktu DiskritWaktu Diskrit
Pada pokok bahasan sebelumnya, telah dibahas representasi yang sangat penting
dari sistem linier waktu diskrit berupa respon impuls dari sistem dan dikenal
sebagai Penjumlahan Konvolusi. Konsekuensi dari representasi tersebut adalah
karakteristik dari sistem linier waktu diskrit secara lengkap dicirikan oleh respon
impulsnya.
Pada pokok bahasan ini akan ditelaah beberapa sifat yang penting dari sistem
dengan menggunakan respon impuls.
6.4 Representasi Persamaan Beda
Pada pokok bahasan tentang Penjumlahan Konvolusi telah dibahas bagaimana
mendapatkan respon sistem dengan mengeksploitasi sifat linieritas dan invariansi
pergeseran. Dengan cara tersebut respon sistem diperoleh melalui konvolusi
respon impuls dan sinyal masukan, dan karakteristik sistem dapat ditentukan
dari respon impuls sistem.
Pada pokok bahasan ini akan ditelaah karakteristik sistem yang dinyatakan oleh
persamaan beda
6.5 Stabilitas Sistem Waktu Diskrit
Sebagaimana sistem waktu kontinyu, stabilitas merupakan salah satu sifat yang
penting dari suatu sistem waktu diskrit. Salah satu jenis stabilitas adalah stabilitas
BIBO atau bounded-input bounded-output. Pada bagian ini akan dibahas
stabilitas sistem waktu diskrit
6.6 Ringkasan
Output sistem linier shift invariant merupakan konvolusi dari input, x[n] dan
repon impuls, h[n].

Notasi simbolik dari konvolusi

Penjumlahan konvolusi bersifat komutatif, asosiatif dan distributif.


Dari pembahasan di atas dapat dibuat ringkasan sebagai berikut :
Sifat-sifat sistem linier shift invariant dapat dicirikan menggunakan respon
impuls.
Karakteristik sistem linier shift invariant dalam bentuk repon impuls:
- Sistem tanpa memory :
- Sistem invertible : { = respon invers }
- Sistem Kausal : untuk

- Sistem stabil BIBO:


- Respon tangga satuan :
Ada dua cara untuk mencari respon sistem yang dinyatakan dalam bentuk
persamaan beda, yaitu secara iteratif/rekursif dan secara analitik.
Solusi persamaan beda terdiri dari dua komponen, yaitu solusi homogen dan
solusi khusus. Solusi homogen ditentukan oleh kondisi mula, sedangkan solusi
khusus adalah solusi yang disebabkan oleh input.
6.7 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

Bab 7. Deret Fourier Waktu Diskrit dan Aplikasinya


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Menganalisa sinyal dan sistem LTI waktu diskrit menggunakan DFWD (C4).
Gambaran Umum Materi
Membahas deret Fourier waktu diskrit yang merupakan padanan deret Fourier
waktu kontinyu dan aplikasinya untuk analisa sistem LTI dengan input sinyal
periodik
Relevansi
Sebagaimana sistem waktu kontinyu, untuk mempermudah memperoleh respon
sistem dengan input periodik dapat dilakukan dengan cara menyatakan sinyal
input periodik dalam bentuk bentuk penjumlahan sinyal eksponensial kompleks.

b. Penyajian
7.1 Deret Fourier Waktu Diskrit
Pada uraian berikut, akan dibahas cara merepresentasikan sinyal periodik waktu
diskrit dalam bentuk penjumlahan sinyal-sinyal dasar berupa sinyal
eksponensial kompleks.
7.2 Sifat-sifat Deret Fourier Waktu Diskrit
Pada pokok bahasan ini akan dijelaskan beberapa sifat deret Fourier yang penting
dan banyak digunakan. Sifat-sifat deret Fourier tersebut dapat membantu untuk
mereduksi tingkat kerumitan dalam perhitungan koefisien deret Fourier.
7.3 Sistem dengan Input Periodik
Suatu sinyal waktu diskrit periodik dapat dinyatakan dalam bentuk kombinasi
linier dari sinyal eksponensial kompleks yang berelasi harmonis. Dengan
representasi dalam bentuk deret Fourier kompleks, maka respon sistem linier
waktu diskrit dapat diperoleh dengan mudah.
Pada pokok bahasan ini akan dijelaskan cara mendapatkan respon sistem jika
mendapat input sinyal periodik.
7.4 Ringkasan
Deret Fourier Waktu Diskrit :
Persamaan sintesis :

Persamaan Analisis :

Deret Fourier waktu diskrit hanya memiliki N suku yang berbeda, yaitu
7.5 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

Bab 8. Transformasi Fourier Waktu Diskrit dan Aplikasinya


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Menganalisa sinyal dan sistem LTI waktu diskrit menggunakan TFWD (C4).
Gambaran Umum Materi
Pada pokok bahasan ini akan dibahas representasi sinyal aperiodik waktu diskrit
dalam bentuk eksponensial kompleks. Sebagaimana sinyal aperiodik waktu
kontinyu, sinyal aperiodik waktu diskrit juga ditransformasi menjadi
eksponensial kompleks dengan menggunakan transformasi Fourier.
Relevansi
Pada pokok bahasan tentang deret Fourier waktu diskrit telah diulas aplikasi
deret Fourier waktu diskrit sebagai alat analisa sinyal periodik waktu diskrit.
Dengan menyatakan sinyal periodik dalam bentuk deret Fourier eksponensial
kompleks, respon steady state suatu sistem LTI waktu diskrit dengan input
sinyal periodik lebih mudah didapatkan. Pemakaian analisa deret Fourier pada
sistem LTI ini agak terbatas dalam arti analisa tersebut hanya dapat digunakan
jika sinyal inputnya periodik.
b. Penyajian
8.1 Transformasi Fourier Waktu Diskrit
Memberikan definisi transformasi Fourier waktu diskrit.
8.2 Sifat-sifat Transformasi Fourier Waktu Diskrit
Sifat-sifat transformasi Fourier waktu diskrit sangat mirip dengan sifat-sifat
transformasi Fourier waktu kontinyu. Sifat-sifat tersebut dapat bermanfaat untuk
menyederhanakan perhitungan saat mencari transformasi Fourier maupun invers-
nya. Selain itu juga bermanfaaat dalam analisis sisnyal dan sistem.
Pada pokok bahasan ini akan ditelaah sifat-sifat dari transformasi Fourier
tersebut.
8.3 Respon Frekuensi Sistem Waktu Diskrit
Salah satu sifat transformasi Fourier yang sangat penting dan telah dibahas pada
pokok bahasan Sifat-Sifat Transformasi Fourier adalah sifat konvolusi. Sifat ini
memberikan kemudahan dalam perhitungan untuk mendapatkan respon sistem.
Pada pokok bahasan ini akan dieksploitasi sifat ini lebih jauh.
8.4 Transformasi Fourier Sinyal Waktu Kontinyu Tersampel
Sinyal waktu diskrit adalah sinyal yang didefinisikan hanya pada saat waktu
diskrit. Sifat diskrit pada sinyal tersebut ada yang terjadi secara alami dan
melekat pada sinyal, tetapi dapat juga terjadi karena sinyal waktu kontinyu
disampling. Sinyal hasil dari proses sampling biasa disebut sebagai sinyal
tersampel.
Pada pokok bahasan ini akan dibahas relasi spektrum sinyal kontinyu, sinyal
tersampel dan sinyal waktu diskrit.
8.5 Ringkasan
Pasangan Transformasi Fourier Waktu Diskrit
8.6 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

Bab 9. Transformasi-Z dan Aplikasinya


a. Pendahuluan
Tujuan Instruksional Khusus
Menganalisa sinyal dan sistem LTI waktu diskrit menggunakan Transformasi Z
(C4).
Gambaran Umum Materi
Pada pokok bahasan ini akan dibahas konsep Transformasi Z dan aplikasinya
untuk analisa sistem waktu diskrit.
Relevansi
Transformasi merupakan counterpart waktu-diskrit dari transformasi Laplace.
Sebagaimana transformasi Laplace yang dapat dipandang sebagai perluasan dari
transformasi Fourier waktu kontinyu, Transformasi- dapat dipandang sebagai
perluasan transformasi Fourier waktu-diskrit.

b. Penyajian
9.1 Transformasi Z
Memberikan definisi transformasi Z.
9.2 Sifat-sifat Transformasi Z
Sebagaimana transformasi-transformasi lain ,Transformasi-Z memiliki sejumlah
sifat yang dapat mempermudah analisis sinyal dan sistem waktu diskrit.
Pada pokok bahasan ini akan dibuat ringkasan sifat-sifat Transformasi-Z
unilateral. Penurunan sifat-sifat tersebut dapat dilakukan dengan cara yang sama
seperti pada transformasi yang lain
9.3 Tranformasi Z - Balik (Invers)
Penggunaan Transformasi-Z untuk analisis sistem waktu diskrit mengikuti
prosedur yang serupa dengan penggunaan Transformasi Laplace pada sistem
waktu kontinyu. Prosedur tersebut adalah mengambil transformasi z dari
dinamika sistem untuk mendapatkan dinamika sistem dalam domain z,
kemudian dilakukan transformasi-z balik (invers) untuk mendapatkan solusi
domain waktu
9.4 Fungsi Transfer Z
Transformasi-Z memainkan peranan yang sangat penting dalam analisis dan
representasi sistem LTI waktu diskrit. Salah satu sifat Transformasi-Z yang
sangat penting dan telah dibahas pada pokok bahasan Sifat-Sifat Transformasi-Z
adalah sifat konvolusi. Sifat ini memberikan kemudahan dalam perhitungan
untuk mendapatkan respon sistem. Pada pokok bahasan ini akan dieksploitasi
sifat ini lebih jauh
9.5 Stabilitas Sistem dalam domain z
Karakteristik suatu sistem, seperti stabilitas dan kausalitas dapat dikaitkan
dengan pola pole-zero dan ROC dari fungsi transfer. Pada bagian ini akan
dibahas stabilitas sistem kausal waktu diskrit dalam domain-z, dan merupakan
persoalan yang sangat penting dalam analisis sistem.
9.6 Relasi antara Transformasi Z dan Transformasi Laplace
Pada pokok bahasan ini akan ditelaah relasi antara Transformasi-Z dan
Transformasi Laplace , dimana masing-masing merupakan perluasan dari
Transformasi Fourier Waktu Diskrit dan Transformasi Fourier Waktu Kontinyu.
9.7 Ringkasan
Transformasi- bilateral dari sekuen waktu-diskrit didefinisikan oleh

Transformasi-Z unilateral diberikan oleh :

Untuk mendapatkan relasi yang unik antara Transformasi-Z bilateral dan


fungsi waktu, maka harus disertakan daerah konvergensinya.
Suatu sistem LTI waktu diskrit kausal stabil BIBO, jika dan hanya jika
ROC dari terletak di dalam lingkaran satuan.
Suatu sistem LTI waktu diskrit kausal stabil BIBO, jika dan hanya jika
polenya terletak di dalam lingkaran satuan

9.8 Latihan

c. Penutup
Kumpulan Soal
Umpan balik
Tindak lanjut
Jawaban Soal

RINGKASAN
Mata kuliah sistem linier di jurusan teknik elektro ini membahas konsep sinyal dan sistem,
representasi dan analisis dalam ranah waktu baik waktu kontinyu dan waktu diskrit serta
analisisnya dalam ranah transformasi.
Secara konseptual apa yang telah dipelajari disini dapat diilustrasikan pada diagram di
berikut ini (lihat Gambar 1).
analisa sistem analisa analisa sistem
waktu kontinyu waktu diskrit
( domain - s )
domain - transformasi ( domain - z )

F(s) F[z]
analisa
domain - waktu
-1
-1
sampling
f(t) f[k]

1
rekonstruks 1
i

F() F[]

analisa sinyal analisa sinyal


waktu kontinyu waktu diskrit
( domain - ) ( domain - )

Gambar 1. Konsep analisa sinyal dan sistem

PUSTAKA

1. S.Soliman, Samir and D.Srinath,M. : "Continous and Discrete Signal and Systems",
Prentice-Hall, Englewood Cliffs, New Jersey 1990.

2. V. Oppenheim, A and T. Young, Ian : "Signal and Systems", Prentice-Hall of India,


New Delhi 1990.