Anda di halaman 1dari 2

Sesi Tanya Jawab:

PII
1. Bagaimana dengan penentuan PJPK apabila menggunakan skema KPBU? Share risikonya
akan seperti apa? Mana porsi pemerintah dan badan usaha.
2. LRT Bandung, belum ada lanjutan kepada PT PII mengenai kelanjutan kebutuhan
jaminan ataupun tidak.
3. Bu Shanti (Legal): menentukan PJPK? Menyelaraskan dengan peraturan sektor?
4. Bentuknya baru, sebagai Rapermen baru? Atau apa? Apa dimungkinkan pengadaan
sarana dan prasarana sekaligus, karena selama ini terpisah.
5. Pengadaan tanah adalah tanggungjawab pemerintah, adakah peraturan yang sudah
diatur oleh sektor?

Pak Zamroeis
1. Dimungkinkan kah merevisi permen 15/2016? Jadi menambah dan evaluasi dari permen
yang sudah ada.

Pak Ade (Bappenas)


1. Sepakat untuk dibuat dalam revisi permen 15/2016, karena dapat dijadikan payung
hukum untuk bergerak di KPBU Perkeretaapian.
2. Penerjemahan PJPK seperti sudah dibahas oleh PII, untuk kemudahan pelaksanaan.
3. Bagaimana skema apabila tidak dilakukan oleh bukan pemerintah pusat. Pedoman ini
menjadi sangat penting bagi DJKA apabila nanti diperlukan dukungan konstruksi.
4. Pengaturan yang sudah ada, tidak perlu didefinisikan kembali. Sehingga tidak perlu ada
pengulangan. Kecuali ada point spesifik dalam sektor, misalnya PJPK daerah, atau dalam
perkeretaapian perkotaan dll. Sehingga di pusat sendiri masih tetap bisa mengkontrol
pengembangan di daerah.
5. Catatan khusus mau diatur, saat sudah ada asset KAI atau bagaimana? Bagaimana
pengaturan mengenai KAI di pedoman ini. PT KAI ditempatkan sebagai standby partner,
siapapun BU yang menjadi operator.
6. Tipe-tipe kontrak, bisa menjadi pengaturan yang spesifik di perkeretaapian. Tipe OM
ataupun konsesi, bagaimana nanti pengaturannya, apa perlu di buat spesifik dari awal
sehingga tidak terjadi dispute diproses selanjutnya.
7. Pengembangan perkeretaapian nantinya selain dari tarrif adalah pengembangan
wilayah, misalnya nanti TOD, bagaimana pengaturannya? Apa perlu perizinan dari
Pemkot saja atau bagaimana, terkait integrasi dengan sektor lain. Contoh kasus pada
LRT medan, sektor lain yang terkait misalnya perhubungan darat. Sehingga sweetener
untuk project dapat menjadi sebuah proyek yang feasible.
8. Skema pengembalian investasinya, pilihan pengembaliannya dapat diatur juga
dipedoman. Misalnya tentang AP, channeling terhadap proyek dapat diatur dengan
pointers, ataupun permendagri yang sudah merefer, sehingga aturan ini menjadi
komperhensif.
9. Permen Bappenas 4/2015 ada kemungkinan akan dirubah, namun, silahkan saja ini tidak
akan mempengaruhi banyak di proses-proses internal yang tidak terlalu signifikan.
10. Bagian permen/perdirjen: menimbangnya, bisa based on perpres dan permennya itu
sendiri, sehingga PM ini cantolannya menjadi lebih kuat mengacu kemana. Governance
perkeretaapian diatur spesifik di pedoman ini, selebihnya bisa mengacu ke perka LKPP.
Sehingga metode evaluasinya jelas, sehingga saat ada pemeriksaan, akuntabilitas tidak
dipertanyakan lagi.
11. Matriks PM 15/2016 disandingkan dalam sajian bersama dengan draft Pedoman.

Direktorat Prasana (Pak Nur):


1. Proyek Trem dan Proyek Makassar-parepare sebagai skema yang bisa menggunakan
pedoman ini. Bentuknya dukungan keuangan atau fisik atau seperti apa? Pedoman ini
hendaknya menggambarkan policy kemenhub dalam mensukseskan KPBU dari hulu ke
hilir. Misalnya pada trem, status asetnya seperti apa apabila sebagian tanah milik pusat
dan sebagian milik daerah.

Kabag Kerjasama Pak Mahendra


1. Yang dibutuhkan oleh Kemenhub adalah aturan pelaksanaannya, seperti apa tahapan
pelaksanaan yang harus dilakukan oleh Kemenhub, tim diminta menyiapkan langkah-
langkah dan kebutuhan aturan atau perijinan
2. Perlu juga diidentifikasi unit-unit yang bertanggung jawab pada setiap tahapan, juga
perannya dalam memonitoring pelaksanaan kegiatan
3. Ada juga aturan yang secara substansi perlu dibedakan ataupun dikombinasikan dengan
bidang usaha lainnya. Sektor transportasi memiliki investasi yang cukup besar, karena
itu sangat jarang ada pihak ke 3 yang melaksanakan semua tahap pelaksanaan
pembangunan, oleh karena itu diusulkan untuk adanya pasal yang menyatakan
kemungkinan bagi badan usaha untuk mengkombinasikan dengan sektor lainnya

Balai teknis perkeretaapian jawa timur


1. Trem Surabaya harus bisa dimanfaatkan untuk TOD yang kemudian perlu juga diatur
dalam konsep KPBU, begitu juga dengan masalah pengadaan tanah, karena ada lahan
yang harus dibebaskan.
2. PJPK untuk trem Surabaya belum ditetapkan, meskipun dananya sudah disiapkan.
3. Trem Surabaya adalah reaktivasi jalur KA.

Pak Pius
1. Badan pelaksana KPBU, entitas baru saat join venture terjadi, pedoman yang dibuat
nantinya tidak terlalu rigid, sehingga banyak yang dapat berperan. Case BUMN dengan
BUMD, mendirikan usaha baru. Bisa jadi perkeretaapian khusus ataupun bisa dengan
usaha property.
2. Sarana dan Prasarana terpisah atau digabungkan.
3. Syarat-syarat prakarsa menjadi badan usaha, apa persyaratan unsolicited?

Pak Ferry
1. Kombinasi dua pembiayaan, asset nanti menjadi asset siapa diakhirnya?
2. Aturan mengenai Tata cara pemberian jaminan untuk PSN? PMK 60/2017
3. Selain VGF, fasilitas apa yang dapat diberikan sebagai bentuk dukungan? Sebagai bentuk
revisi Permen 15/2016.