Anda di halaman 1dari 4

Nama : Arnalistan Eka Cahyani

Nim : 150810301058

Kelas : Etika Bisnis / C

Kasus 1

Jawaban kasus kartu merah buat 10 KAP papan atas

1.) Pelanggaran prinsip etika yang dilakukan oleh sepuluh KAP adalah kasus
tersebut melanggar prinsip - prinsip etika yang digariskan dalam kode etik
akuntansi yaitu seperti prinsip integritas , objektivitas , kompetensi serta sikap
kecermatan dan kehati hatian professional . alasanya karena 10 KAP tersebut
telah melaksanakan pengauditan pada bank bank yang bermasalah yang sudah
jelas jelas hal tersebut melanggar kode etik sebagai seorang akuntan public .
2.) Fungsi BPKP antara lain:

a. pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan


keuangan dan pembangunan;

b. perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan keuangan


dan pembangunan;

c. koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPKP;

d. pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan


pengawasan keuangan dan pembangunan;

e. penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang


perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana,
kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan
dan rumah tangga.

perbedaan antara BPKP dan BPK berdasarkan dari fungsinya BPK adalah
sebagai auditor eksternal yang melaksanakan pemeriksaan yang sifatnya lebih
represif ( seluruhnya kegiatan audit ) sedangkan BPKP lebih kepada pengawasan
yang bersifat preventif / pembinaan ( tidak sepenuhnya kegiatan audit ) .

3.) mekanisme dari badan peradilan profesi yang berada dibawah organisasi IAI
antara lain:
a. kantor akuntan public Ketaatan terhadap kode etik adalah tanggung
jawab pimpinan KAP dimana anggota itu bekerja.Managing partner dan
partner serta manager KAP melaksanakan pengawasan terhadap
ditaatinya perilaku ini.
b. Unit Peer Review Kompartemen Akuntan Publik IAI
penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Seksi Pengendalian Mutu di
lingkungan kepengurusan IAI di Kompartemen tersebut. Pengawasan
oleh Unit Peer Review yang khusus dibentuk untuk mengawasi sesama
KAP sampai saat ini belum pernah terlaksana.
c. Badan Pengawas Profesi Kompartemen Akuntan Publik IAI badan ini
merupakan suatu unit organisasi yang melaksanakan peradilan pada
tingkat pertama terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh
anggota IAI kompartemen akuntan pendidik.
d. Dewan Pertimbangan Profesi IAI badan ini berfungsi sebagai peradilan
tingkat banding untuk kasus-kasus yang telah diputuskan hukumnya
berdasar keputusan pada tingkat Badan Pengawas Profesi.
e. Departemen Keuangan RI Pengawasan. Dilakuakan untuk
memberitahukan apakah KAP yang diberi ijin telah melaksanakan
ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan keputusan Menteri
Keuangan tentang perijinan pembukaan KAP.
f. BPKP wewenangnya adalah melaksanakan pengawasan terhadap
KAP.
4.) Menurut saya dalam menghadapi kasus ini akuntan perlu untuk
berpegang pada kode etik profesi akuntan agar tidak ada lagi kecurangan
kecurangan yag mengakibatkan kebangkrutan perusahaan , Seharusnya
sanksi yang dijatuhkan sesuai dengan ketentuan dan disesuaikan dengan
pelanggaran etika yang dilakukan. Sanksi yang ringan tidak akan
memberikan efek jera sehingga kesalahan tersebut bisa saja berlanjut.
Sanksi yang dijatuhkan harus setimpal dengan pelanggaran yang
dilakukan agar dapat memberika efek jera bagi tersangka.

Kasus 2

Jawaban kasus PT Great River International TBK

1.) Tidak benar karena menurut saya pencatatan atas penjualan PT Great River
melanggar standar akuntansi yang berlaku karena seorang akuntan public
justinus adithya sidharta telah melakukan kesalahan dalam mengaudit suatu
laporan keuangan PT Great River kasus tersebut muncul setelah adanya temuan
auditor investigasi dari BAPEPAM yang menemukan indikasi penggelembungan
account penjualan , piutang dan aset hingga ratusan milyar rupiah pada laporan
keuangan Great River yang mengakibatkan perusahaan tersebut akhirnya
kesulitan arus kas dan gagal dalam membayar utang. Berdasarkan investigasi
tersebut Bapepam menyatakan bahwa akuntan publik yang memeriksa laporan
keuangan Great River ikut me njadi tersangka , dan juga Akuntan public yang
mengaudit Laporan keuangan PT Great River pada tahun 2003 menyatakan
alasan dugaan overstatement menggunakan metode pencatatan untuk akun
penjualan yang berbeda dengan ketentuan yang ada .

2.) menurut saya ada hubugannya sebab antara kesalahan pencatatan atas laporan
keuangan dengan kesulitan perusahaan dalam membayar hutang karena disini
laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan terjadi overstatement yaitu

kelebihan pencatatan, maka nilai yang tercantum pada laporan keuangan tidak
sesuai dengan yang ada pada perusahaan, dimana asset perusahaan lebih besar
pada laporan keuangan dengan jumlah asset perusahaan pada kondisi yang
sesungguhnya, sehingga terjadi kesulitan arus kas yang dialami perusahaan
karena aktiva yang dimiliki perusahaan untuk membayar utang-utangnya tidak
sesuai dengan keadaan real (nyata) perusahaan. Sehingga apabila perusahaan
ingin membayar hutang-hutangnya dengan asset yang dimiliki perusahaan maka
nilai asset perusahaan tidak sesuai dengan yang tercatat pada isi laporan
keuangan.

3.) Menurut saya benar telah terjadi indikasi penipuan yang dilakukan oleh
manajemen perusahaan karena Bapepam menemukan kelebihan pencatatan atau
overstatement penyajian account penjualan dan piutang dalam laporan tersebut.
Kelebihan itu berupa penambahan aktiva tetap dan penggunaan dana hasil emisi
obligasi yang tanpa pembuktian.Akibatnya, Great River kesulitan arus kas.

4.) Menurut saya justinus a. sidharta telah menyalahi aturan terutama dalam kode
etik profesi akuntan yang berkaitan dengan integritas dan objektifitas , karena
justinus a sidharta tidak bersikap jujur dalam melaporkan kondisi keuangan PT
great river .

5.) Langkah yang harus saya lakukan sebagai auditor yaitu dengan melakuakan
prosedur audit yaitu prosedur analitis , inspeksi , konfirmasi , permintaan
keterangan , perhitungan , penelusuran , pemeriksaan bukti pendukung ,
pengamatan , pelaksanaan ulang , dan teknik audit dengan bantuan computer
dimana dengan menggunakan prosedur tersebut dapat mendukung pendekatan
audit top-down maupun pendekatan auditor bottom-up. Auditor akan
mempertimbangkan bagaimana setiap prosedur ini akan digunakan ketika
merencanakan audit dan mengembangkan program audit Diberikan